Wakapolres Kerinci: Kompol Eko Prasetyo Resmi Pindah Tugas ke Polda Jambi

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Suasana penuh khidmat bercampur haru menyelimuti jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kerinci dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) baru-baru ini. Wakapolres Kerinci, Kompol Eko Prasetyo, S.I.K., secara resmi mengakhiri masa pengabdiannya di Bumi Sakti Alam Kerinci untuk mengemban amanah baru di jajaran Polda Jambi.

Selama menjabat sebagai Wakapolres, Kompol Eko Prasetyo dikenal sebagai sosok perwira yang memiliki dedikasi tinggi, disiplin, dan dekat dengan anggota maupun masyarakat. Kepindahan beliau ke Polda Jambi merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier di tubuh Polri.

Momen Penuh Kehangatan

Dalam rangkaian kegiatan perpisahan, terpancar kekeluargaan yang erat saat Kompol Eko berpamitan dengan rekan sejawat dan personil lainnya. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dirinya bertugas di Polres Kerinci.

Baca Juga: AKP Fajar Nugroho Sosok Polisi Humanis Pindah Tugas, Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Masyarakat Kerinci

"Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh personel Polres Kerinci selama ini. Mohon doa restunya untuk tugas baru saya di Polda Jambi," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Harapan dan Do'a

Keluarga besar Polres Kerinci beserta masyarakat turut mendoakan kesuksesan beliau di tempat tugas yang baru. Segenap rekan sejawat menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan karier beliau ke depan.

Sukses di Tempat Baru: Semoga Bapak Kompol Eko Prasetyo semakin sukses dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab di Polda Jambi.

Doa tulus agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah pengabdiannya bagi bangsa dan negara.

AKP Fajar Nugroho Sosok Polisi Humanis Pindah Tugas, Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Masyarakat Kerinci

Sosok Humanis Pindah Tugas, Kasat Intelkam AKP Fajar Nugroho Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Masyarakat Kerinci. (Insert: Kunjungan ke Bapak penyandang cacat tuna netra di Desa Tebing Tinggi Danau Kerinci)

KERINCI – Rotasi kepemimpinan di tubuh Polri kembali bergulir. Kasat Intelkam Polres Kerinci, AKP Fajar Nugroho, resmi berpindah tugas untuk mengemban amanah baru di Polres Muaro Bungo. Kepindahan ini membawa rasa bangga sekaligus haru bagi masyarakat Kerinci yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok polisi yang sangat peduli.

Selama menjabat sebagai Kasat Intel di Polres Kerinci, AKP Fajar Nugroho tidak hanya dikenal karena ketegasannya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga karena sisi humanisnya. Ia kerap terlihat turun langsung ke tengah masyarakat, merangkul berbagai lapisan, serta memberikan bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan.

Polisi yang Dekat dengan Rakyat

Bagi warga Kerinci, AKP Fajar bukan sekadar pejabat kepolisian. Kedekatannya dengan tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga di pelosok desa menjadikannya sosok yang dicintai. Ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan selalu siap mendengarkan keluh kesah masyarakat, membuktikan bahwa fungsi Intelkam juga bisa menjadi jembatan empati antara Polri dan rakyat.

"Pak Fajar adalah sosok yang sangat peduli. Beliau tidak pernah memberi sekat antara petugas dan warga. Kehadirannya selalu memberikan rasa aman sekaligus nyaman," ujar salah satu warga setempat.

Harapan dan Doa untuk Tugas Baru

Kini, AKP Fajar Nugroho akan melanjutkan pengabdiannya di tanah Muaro Bungo. Masyarakat Kerinci mendoakan agar kesuksesan dan keberkahan selalu menyertai langkah beliau di tempat yang baru.

"Selamat bertugas di Polres Muaro Bungo, Pak Kasat Intel Fajar Nugroho. Semoga di tempat yang baru, Bapak semakin sukses, tetap amanah, dan terus menjadi pelindung serta pengayom masyarakat yang inspiratif seperti yang Bapak tunjukkan selama di Kerinci."

Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdiannya untuk Bumi Sakti Alam Kerinci. Sampai jumpa di lain kesempatan, komandan!

Diduga Cabuli Siswi SMA, Oknum Security KPU Sungaipenuh Ditetapkan Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Security KPU Sungaipenuh Ditetapkan Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Satreskrim Polres Kerinci bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial WW, warga Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi terjadinya amuk massa di lokasi kejadian setelah identitas pelaku terungkap.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetyawan menjelaskan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat pagi, 20 Maret 2026, sekitar pukul 05.00 WIB di kawasan Jl. Soekarno Hatta, Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.

Korban, seorang pelajar di salah satu SMA Kota Sungaipenuh berinisial APE (16), diduga dicabuli oleh pelaku dengan modus pemaksaan

​Kronologis Kejadian

Kejadian ini terungkap setelah pelapor, saudara Apendi, menerima informasi dari orang tua korban melalui pesan singkat bahwa keponakannya telah menjadi korban pencabulan oleh pria tak dikenal pada subuh hari.

BACA JUGA:

Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan

Pemukul dan Perampok Nenek di Tanjabtim Larikan Rp1,6 Juta untuk Beli Baju Lebaran

Pasca Viral Pungli di Kayu Aro, Ijin Pengelola Parkir Dicabut, Kini Roda Empat Digratiskan

Setelah dilakukan penelusuran bersama Ketua RT dan Bhabinkamtibmas, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai WW seorang security di KPU Kota Sungaipenuh.

​Pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim segera mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku guna menghindari aksi main hakim sendiri dari masyarakat sekitar.

​Hasil Gelar Perkara

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pelapor dan saksi JN adik korban, penyidik Sat Reskrim Polres Kerinci melaksanakan Gelar Perkara pada Sabtu malam, 21 Maret 2026 pukul 22.00 WIB.

​”Berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan hasil gelar perkara, kami telah menetapkan WW sebagai Tersangka. Status perkara juga telah resmi dinaikkan ke tingkat Penyidikan,” tegas Kasat Reskrim Polres Kerinci.

​Pasal yang Disangkakan

Jeratan Hukum Tersangka WW:

​Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

​Atau Pasal 415 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjaran.

​Langkah Lanjut

Saat ini, penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penangkapan (Sp.Kap) dan Surat Perintah Penahanan (Sp.Han) terhadap tersangka. 

Polres Kerinci juga secara intensif berkoordinasi dengan Dinas PPA Kota Sungai Penuh untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak korban, serta berkoordinasi dengan Posbakum untuk hak pembelaan tersangka.

​Polres Kerinci mengapresiasi langkah perangkat desa yang kooperatif sehingga pelaku dapat diamankan dengan kondusif.(red)

Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Kepolisian Resor (Polres) Kerinci bergerak cepat melakukan langkah klarifikasi dan penertiban di lapangan, Senin (23/03/2026).(mpc)

 Merdekapost.com – Menanggapi informasi viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar (Pungli) parkir sebesar Rp 15.000,- di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci bergerak cepat melakukan langkah klarifikasi dan penertiban di lapangan, Senin (23/03/2026).

​Kegiatan klarifikasi dipimpin langsung oleh Padal Pam, IPDA Perdata Ginting, S.H., didampingi sejumlah personel yang terlibat dalam Operasi Pengamanan Objek Wisata, termasuk AIPDA Ronizar Syahputra, Briptu Joti Putra Wijaya, Briptu Habil Khoiri, serta anggota Sat Lantas Polres Kerinci.

​Kapolres Kerinci melalui IPDA Perdata Ginting menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap koordinator parkir, Supratman (61), ditemukan bahwa tarif resmi parkir kendaraan roda empat (R4) di seputaran Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap adalah sebesar Rp 5.000,- (lima ribu rupiah).

 Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci dipimpin Kasat Reskrim juga melaksanakan patroli antisipasi gangguan Kamtibmas di Objek Wisata Aroma Pecco.(adz)

​"Terkait berita viral tarif parkir Rp 15.000,- yang terjadi pada Minggu (22/03), diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di luar petugas resmi. Per hari ini, Senin 23 Maret, petugas parkir resmi sudah mulai beroperasi penuh dengan pengawasan ketat," ujar IPDA Perdata Ginting.

​Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan himbauan keras kepada seluruh pengelola dan juru parkir agar mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kerinci Nomor 1 Tahun 2024 tanggal 4 Januari 2024 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Baca Juga: Lebaran Ke-3, Objek Wisata Biasanya Ramai Dikunjungi, Petugas Parkir Diminta Terapkan Tarif yang Wajar

​"Kami ingatkan kepada seluruh petugas parkir untuk tidak melakukan pungli. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan Perda akan kami tindak tegas demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra pariwisata Kerinci," tambahnya.

​Di tempat terpisah, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci dipimpin Kasat Reskrim juga melaksanakan patroli antisipasi gangguan Kamtibmas di Objek Wisata Aroma Peco. Hasil pantauan menunjukkan tarif tiket masuk masih sesuai dengan retribusi Pemda, yakni Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di sejumlah titik objek wisata di Kabupaten Kerinci terpantau aman, lancar, dan kondusif. Polres Kerinci menghimbau kepada wisatawan untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas di lokasi jika menemukan praktik pungutan liar. (*)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Kerinci Imbau Masyarakat Tidak Konvoi di Malam Takbiran

 

Merdekapost.com – Menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci beserta jajaran Polsek di bawahnya secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh agar tidak melakukan aksi konvoi atau arak-arakan kendaraan di jalan raya pada malam takbiran.

Kapolres Kerinci menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga kekhusyukan ibadah serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas, kemacetan parah, hingga potensi gesekan antar kelompok masyarakat.

Prioritaskan Keselamatan dan Ketertiban

Pihak kepolisian menekankan beberapa poin penting dalam imbauan tersebut:

Hindari Penggunaan Mobil Bak Terbuka: Penggunaan mobil pikap atau truk untuk mengangkut orang sangat dilarang karena berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal.

Larangan Knalpot Brong: Masyarakat diminta tidak menggunakan knalpot yang tidak standar agar tidak mengganggu ketenangan warga yang sedang beribadah.

Fokus di Masjid dan Mushala: Polres mengajak warga untuk memusatkan kegiatan takbiran di masjid, mushala, atau lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Kami ingin memastikan malam kemenangan ini berjalan dengan aman dan damai. Konvoi di jalan raya seringkali berujung pada euforia berlebihan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain," ujar Kapolres Kerinci melalui Humas Polres.

Penyiagaan Personel di Titik Rawan

Guna mengawal imbauan ini, Polres Kerinci akan menyiagakan personel di berbagai titik strategis dan perbatasan wilayah. Patroli skala besar juga akan dilakukan oleh jajaran Polsek di setiap kecamatan untuk membubarkan kerumunan kendaraan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Pihak kepolisian juga meminta kerja sama dari para orang tua agar mengawasi putra-putrinya untuk tidak melakukan aksi balap liar atau menyalakan petasan yang dapat memicu konflik.

Mari kita sambut Hari Raya Idul Fitri dengan cara yang santun dan menjaga keselamatan bersama. (*)

Ketahuan, Nekat Nyopet di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh, Dua Orang Pria Diamankan Polisi

Aksi Nekat Copet di Pasar Tanjung Bajure Ketahuan, Dua Orang Pria Diamankan Polisi, Jum'at, (20/03)

MERDEKAPOST.COM, SUNGAI PENUH -  Aksi nekat copet di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh akhirnya berhasil digagalkan oleh warga dan para pedagang, Jumat (20/3/2026) 

Informasi sementara, Pelaku yang terdiri dari dua orang mencoba melancarkan aksinya di tengah keramaian pasar langsung diamankan setelah gerak-geriknya mencurigakan. Sigapnya warga dan pedagang jadi bukti kalau kejahatan sulit lolos kalau kita saling peduli! 

Pelaku sempat dihakimi 'kena bogem' massa, namun untung saat massa sedang menumpahkan emosinya kepada pelaku, Tim Satreskrim Polres Kerinci Macan Kincai datang kelokasi mengamankan situasi.

Dua pelaku yang diduga bapak dan anak itu langsung dibawa menggunakan motor aparat ke Kantor Polisi

Hingga berita ini di publis belum ada keterangan resmi tentang identitas pelaku.

Peristiwa ini jadi pengingat untuk tetap waspada saat beraktivitas di tempat ramai, apalagi menjelang Lebaran. Jangan lengah, selalu jaga barang berharga!.(Tim) 

Penuh Haru, Kasat Intelkam Polres Kerinci Kunjungi dan Serahkan Bantuan untuk Warga Disabilitas

Penuh Haru: Kasat Intelkam Polres Kerinci Kunjungi dan Serahkan Bantuan untuk Warga Disabilitas tuna netra. (adz/mpc) 

Kerinci, Merdekapost.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kerinci melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Kali ini, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Kerinci turun langsung memberikan bantuan kepada seorang warga disabilitas tuna netra yang membutuhkan perhatian.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu dan memiliki keterbatasan fisik. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, aksi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan serta meringankan beban hidup warga yang membutuhkan.

Sebelum menyerahkan bantuan, Kasat Intelkam bersama tim terlebih dahulu berbelanja berbagai kebutuhan pokok di salah satu toko swalayan. Sejumlah bahan pangan seperti beras, telur, makanan siap saji, serta kebutuhan lainnya dipilih dengan teliti guna memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat.

Baca Juga: Pengamanan Lebaran 2026 Dimatangkan, Wako Alfin Hadiri Rakor Forkopimda Se-Provinsi Jambi

Usai berbelanja, rombongan kemudian menuju kediaman penerima bantuan. Diketahui, warga disabilitas tersebut saat ini tinggal bersama putri kecilnya dengan menumpang di rumah kerabat, karena kondisi rumah pribadinya sudah tidak layak untuk dihuni.

Kehadiran jajaran Polres Kerinci disambut dengan penuh haru. Dalam suasana sederhana namun hangat, bantuan diserahkan secara langsung kepada penerima. Tak hanya itu, Kasat Intelkam juga terlihat memberikan perhatian kepada putri kecil warga tersebut dengan menyemangati serta memberikan bantuan tambahan sebagai bentuk kepedulian.

Baca Juga: Hangat dan Akrab, BPC HIPMI Kerinci Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama Pemkab Kerinci

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Intelkam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

“Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dan memberikan semangat dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Penerima bantuan pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan sosial ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian dan semangat berbagi, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang di bulan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (Adz)

​Pelaku Pengeroyokan di Pelayang Raya Diamankan Polisi di sebuah Cafe di Pondok Tinggi

 

Diamankan Polisi : Pelaku Pengeroyokan di Pelayang Raya Diamankan Polisi saat berada di sebuah Cafe di Pondok Tinggi Sungai Penuh.(adz/Doc.Polres Kerinci) 

​SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci melalui Tim Opsnal Satreskrim berhasil mengamankan seorang pria berinisial TGI (22), terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal. Penangkapan dilakukan pada Selasa Jam 04.15 wib. setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan intensif.

​Kronologis Kejadian

Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 08 Februari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Korban atas nama Andre Gusti Prenda saat itu sedang duduk bersama dua rekannya di pinggir jalan Desa Pelayang Raya. 

Pelaku TGI datang bersama rekan-rekannya menggunakan sepeda motor dan sempat menantang korban berkelahi.

Bacaan Lainnya:

Tarif Parkir di Sungai Penuh Tembus Rp10 Ribu, DPRD Diminta Jangan Diam

Segini Tarif Parkir Resmi di Tempat yang Dikelola Pemkot Sungai Penuh

​Meskipun korban sudah menyatakan tidak sanggup melayani tantangan tersebut, pelaku TGI beserta rekan-rekannya tetap melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan). Korban dipukul secara bertubi-tubi di bagian kepala, wajah, dan punggung, yang mengakibatkan luka-luka di sekujur tubuh.

​Proses Penangkapan

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/10/II/2026/SPKT/POLRES KERINCI.

​Setelah melakukan penyelidikan, tim mendapatkan informasi keberadaan pelaku di sebuah kafe di Kelurahan Pondok Tinggi.

Baca Juga: Al Haris Minta Masyarakat Sabar, 100 Ribu Nasabah Bank Jambi Wajib Ganti Kartu ATM, Stok Hanya 9000 Kartu

​Tim Opsnal bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

​Saat diinterogasi, pelaku TGI bersikap kooperatif dan mengakui perbuatan kekerasan yang dilakukannya terhadap korban.

​Pasal yang Disangkakan

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 262 ayat (1) KUHP Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum.

​"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dalam menyelesaikan masalah. Polres Kerinci akan bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi premanisme dan kekerasan yang mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum kami," tegas Kasat Reskrim Polres Kerinci.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Para Nasabah: ATM Bank Jambi Kembali Aktif, Meski Baru Satu Mesin

​Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, termasuk pengembangan untuk mengejar pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. (Adz/Ali)

Sempat Buron dan Bersembunyi di Rumah Saudara, Pelaku Asusila Anak di Pulau Sangkar Diringkus Polres Kerinci

Sempat buron dan Sembunyi di Rumah Saudara, Pelaku Asusila Anak di Pulau Sangkar Diringkus Polres Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Komitmen Polres Kerinci dalam memberantas kejahatan terhadap perempuan dan anak kembali membuahkan hasil. 

Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci berhasil meringkus DM (25), terduga pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang sempat buron.

Kronologi Penangkapan

Setelah melakukan pengejaran, akhirnya keberadaan terakhir pelaku terungkap yang ternyata bersembunyi di kediaman salah satu saudaranya di Desa Lubuk Paku. 

Tanpa perlawanan berarti, DM langsung diamankan oleh Tim Opsnal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Awal Mula Kasus Terungkap

Kasus memilukan ini terungkap berawal dari kecurigaan orang tua korban. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Orang tua korban mendapati anaknya sedang bersama pelaku di kawasan Jembatan Pulau Sangkar.

Setelah diinterogasi oleh pihak keluarga, korban akhirnya memberikan pengakuan jujur mengenai tindakan asusila yang telah dialaminya.

Saat ini, pelaku (DM) telah diamankan di Mapolres Kerinci. Atas perbuatannya, Diki Marza terancam hukuman berat sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak yang berlaku di Indonesia.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku kejahatan seksual, terutama yang menyasar anak-anak, guna memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban serta masyarakat.(Red)

Bantu Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah

Kepolisian Resor (Polres) Kerinci mengadakan kegiatan "Gerakan Pangan Murah". Acara yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat" ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026.(adz/mpc)

​SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci mengadakan kegiatan "Gerakan Pangan Murah". Acara yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat" ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di kawasan Sungai Penuh.

​Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polres Kerinci, BUMN, Befood, dan Bulog. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

​Harga Komoditas di Bawah Harga Pasar

​Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Beberapa komoditas penting dijual dengan harga subsidi, di antaranya:

  • ​Daging Beku: Rp 80.000 / kg
  • ​Minyakita (Minyak Goreng): Rp 15.500 / liter

​Selain dua komoditas tersebut, tersedia juga paket sembako lainnya yang telah disiapkan dalam kemasan praktis untuk memudahkan warga dalam mengantre.

​Wujud Nyata Pengabdian Polri

​Kapolres Kerinci, bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Kerinci, tampak hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Kehadiran personel kepolisian di lokasi tidak hanya untuk mengamankan situasi, tetapi juga memastikan distribusi pangan murah berjalan tepat sasaran.

Jajaran Polres Kerinci saat memantau langsung gelaran pasar murah di Sungai Penuh-Kerinci.(Adz) 

​"Kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari," ujar perwakilan Polres Kerinci di sela-sela acara.

Baca Juga: 

Polri Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Polres Kerinci Laksanakan di Kawasan Gedung Nasional Sungai Penuh

GNPK RI Desak Hentikan Tambang Diduga Ilegal di Sungai Dalam, Ekskavator Diminta Diamankan

Tinggalkan Bercak Darah Saat Beraksi, (RK) Mahasiswa Pelaku Curanmor di Kerinci Di Tangkap Polisi

​Masyarakat menyambut positif inisiatif ini. Salah satu warga mengungkapkan bahwa selisih harga yang ditawarkan sangat membantu di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok saat ini.

​Dengan adanya sinergi antara Polri dan instansi terkait seperti Bulog, diharapkan stabilitas stok dan harga pangan di wilayah hukum Polres Kerinci tetap terjaga dengan baik.(Ali/mpc)

Tinggalkan Bercak Darah Saat Beraksi, (RK) Mahasiswa Pelaku Curanmor di Kerinci Di Tangkap Polisi

 

FOTO: Seorang terduga pelaku curanmor berinisial RK (28), yang diketahui berstatus sebagai mahasiswa, diamankan Polisi di kediamannya tanpa perlawanan berarti.(Adz) 

​KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Adanya Jejak berupa darah di Desa Semurup menjadi petunjuk tindakan kriminal seorang mahasiswa gaek asal Kerinci.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci bersama Unit Reskrim Polsek Air Hangat mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Desa Semurup, Kecamatan Air Hangat. 

Seorang terduga pelaku berinisial RK (28), yang diketahui berstatus sebagai mahasiswa, diamankan di kediamannya tanpa perlawanan berarti.

Bacann Lainnya:

Atasi Macet, Pemkot Berharap Jalan H Bakri Jadi Satu Arah

Biar Mudik Lebaran Lancar dan Nyaman, Gubernur Jambi Hentikan Truk Batu Bara di Jalan Raya 13–29 Maret

Curanmor itu pertama kali diketahui oleh korban, Tina Melinda (47), pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. 

Saat hendak membuka gudang di belakang rumahnya, korban mendapati gembok pintu gudang dalam keadaan rusak paksa.

​Di lokasi kejadian, ditemukan bukti petunjuk berupa bercak darah yang diduga milik pelaku yang terluka saat merusak gembok. 

Setelah diperiksa, satu unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nomor registrasi BH 3024 DO milik korban telah hilang. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 16.000.000,-.

​Mendapat laporan resmi dengan nomor LP/B/25/III/2026/SPKT/POLRES KERINCI, Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim langsung menginstruksikan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Baca Juga: Bupati Fikri Rejang Lebong Ditangkap KPK, Diduga Minta Fee Proyek 15% untuk Persiapan THR

​Berkat kejelian petugas di lapangan, tim mendapatkan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku yang berada di Desa Koto Rendah, Kecamatan Siulak. 

Dipimpin langsung Kanit Opsnal, polisi bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku RK.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya. 

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban yang disembunyikan pelaku.

Baca Juga: Sempat Diamankan, Wabup Rejang Lebong Hendri Dilepas KPK

​"Saat ini pelaku beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan

​Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara yang setimpal.

Kasatreskrim Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap aksi kejahatan. 

Dia meminta agar masyarakan menggunakan kunci ganda pada kendaraan dan pastikan pintu rumah serta gudang terkunci dengan aman, terutama pada malam hari.(Red)

Jelang Sahur, Polres Kerinci Ringkus Residivis Narkoba di Sungai Penuh

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci berhasil mengamankan seorang pria berinisial AP (29), warga Kelurahan Pasar Sungai Penuh, yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu, Selasa (10/03/2026) dini hari.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari kegiatan patroli rutin unit opsnal menjelang waktu sahur di sekitar wilayah Pasar Sungai Penuh sekira pukul 01.00 WIB.

Kronologis Penangkapan

Saat melintas di samping Kafe Miyuka, petugas mencurigai dua orang pria yang tengah duduk di bawah pohon.

Saat hendak didekati untuk pemeriksaan, kedua pria tersebut justru melarikan diri.

“Petugas langsung melakukan pengejaran. Satu orang berinisial AP yang merupakan residivis kasus serupa berhasil diamankan, sementara satu rekan pelaku berinisial AN berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Kasat Resnarkoba dalam keterangannya.

Penggeledahan dan Barang Bukti

Petugas kemudian membawa pelaku AP ke kediamannya di RT 004, Kelurahan Pasar Sungai Penuh, untuk dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh Ketua RT setempat dan warga sekitar.

Dari hasil penggeledahan di kamar pelaku, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang signifikan, di antaranya:

  • 19 paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat bruto total 5,43 gram.
  • Satu unit timbangan digital merek Mouse Scale.
  • Alat hisap sabu (bong) yang dimodifikasi dari botol minuman.
  • Sejumlah klip plastik bening dan alat komunikasi berupa iPhone 13.

Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial AL. Pelaku menjalankan modus “tempel”, di mana ia meletakkan paket sabu di lokasi-lokasi tertentu sesuai arahan pengendali melalui pesan singkat. Sebagai imbalannya, pelaku mendapatkan upah uang tunai sebesar Rp 300.000,- dan satu paket sabu untuk dikonsumsi sendiri.

Berita Lainnya:

TNKS dalam Cengkeraman PETI, Aktivis HMI Kerinci: Kegagalan Sistemik!

PERMAHI Jambi Dorong Kejati dan Polda Jambi Tegaskan Komitmen Integritas Penegakan Hukum

Ironi Bupati Rejang Lebong M Fikri: Dulu Diapresiasi KPK, Kini Terjaring OTT

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci guna penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan: Primer: Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Subsider: Pasal 609 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Sakti Alam Kerinci.(Adz)

Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas, Polisi Diminta Turun Tangan

Polisi Diminta Turun Tangan, Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan presensi pulang dinas di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, memicu perhatian publik. 

Sorotan kini mengarah pada peran aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Para Terdakwa PJU Kerinci Dituntut Berbeda, Mantan Kadishub Tuntutan Tertinggi 2,4 Tahun

Kebijakan itu tertuang dalam surat bernomor 100.3.4-5/BKPSDM/II/2026 tertanggal 22 Februari 2026 sebagai tindak lanjut perintah lisan Bupati Kerinci, Monadi.

Namun di lapangan, Pasar Ramadan Bukit Tengah setiap sore memang sudah dipadati pengunjung. Kendaraan kerap parkir di badan jalan, sementara lokasi pasar berada di jalur turunan dan tanjakan dekat Tugu PKK—kondisi yang dinilai rawan dari sisi lalu lintas.

Baca Juga: 

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

Gubernur Al Haris Gandeng Kepala Daerah se-Jambi Temui Menteri PKP, Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Sejumlah ASN mengaku khawatir jika ratusan pegawai diwajibkan hadir di waktu yang hampir bersamaan hanya untuk melakukan presensi pulang dinas.

“Sudah padat setiap sore. Kalau ASN juga wajib ke sana untuk absen, jelas makin menumpuk kendaraan. Apalagi itu jalur menurun dan menanjak,” ujar seorang ASN.

Aktivis Minta Polisi Antisipasi Sejak Dini

Aktivis Kerinci, Ega Roy, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak boleh menunggu terjadinya insiden baru bergerak.

Baca Juga: ASN Kerinci Diminta Absen Pulang di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kebijakan Tidak Lazim Tuai Sorotan

“Ini soal keselamatan publik. Polisi harus hadir mengatur dan mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan. Jangan sampai ada korban dulu baru dilakukan penertiban,” tegas Ega Roy.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut berpotensi memusatkan pergerakan ratusan ASN di satu titik pada jam sibuk menjelang berbuka puasa, maka pengamanan lalu lintas harus menjadi prioritas.

“Polisi dan dinas perhubungan harus turun tangan. Rekayasa lalu lintas, penertiban parkir liar, hingga pengawasan ketat perlu dilakukan. Keselamatan pengguna jalan jauh lebih penting dari sekadar formalitas presensi,” ujarnya.

Tanggung Jawab Pengamanan di Ruang Publik

Publik kini mempertanyakan kesiapan aparat dalam mengelola kepadatan di kawasan pasar Ramadan tersebut. Jika tidak ada pengaturan yang jelas, kebijakan administratif ini dikhawatirkan berubah menjadi persoalan lalu lintas yang merugikan masyarakat luas.

Pilihan Redaksi: Tamparan Keras! Menteri PAN-RB RI Nilai Pemkot Sungai Penuh Peringkat Terendah Pelayanan Publik Se-Jambi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait langkah pengamanan dan rekayasa arus kendaraan di sekitar Pasar Ramadan Bukit Tengah.

Sorotan pun terus menguat. Masyarakat berharap aparat kepolisian bertindak preventif demi mencegah potensi gangguan ketertiban dan keselamatan di jalan raya selama bulan suci Ramadan.(*)

Pastikan Keamanan Beribadah, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Kawal Safari Ramadhan 1447H

Pastikan Keamanan Beribadah, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Kawal Safari Ramadhan 1447H.(adz)

Sungai Penuh - Jajaran Polres Kerinci hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H. Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung dalam Safari Ramadhan Pemerintah Kota Sungai Penuh di Masjid Baiturrahman. 

Di saat yang bersamaan, Wakapolres Kerinci, Kompol Eko Prasetyo D.B, S.H, S.I.K, M.Si, mewakili Kapolres dalam Safari Ramadhan Pemkab Kerinci di Masjid Assyuhada, Desa Telago Biru.

Kehadiran pimpinan Polres Kerinci ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas Kamtibmas serta mempererat tali silaturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat di Bumi Sakti Alam Kerinci dan Kota Sungai Penuh. 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengamanan ketat dari personil gabungan.(*)

Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447H, In i Himbauan Kasat Reskrim Polres Kerinci

Sambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447H, Kasat Reskrim Polres Kerinci Imbau Warga Jaga Kamtibmas.(adz)

KERINCI – Menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M, Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, S.H., M.H., turut menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam imbauannya, AKP Very Prasetyawan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak selama bulan Ramadhan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi aksi perang sarung yang kerap muncul dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memantau aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam perang sarung maupun kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Baca Juga :

Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim

Membanggakan! Taekwondo Teratai Kota Sakti Sabet 12 Emas di The Arena Maestro Taekwondo Championship 2026

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama Ramadhan. Menurutnya, selain membahayakan pelaku, balap liar juga berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Pastikan putra-putri kita tidak melakukan atau bahkan menyaksikan aksi balap liar. Ini sangat berbahaya dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Kasat Reskrim juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat rumah ditinggalkan untuk beribadah maupun bepergian.

Baca Juga:

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari, Ini Dasarnya

Rabu atau Kamis Awal Puasa Ramadan? Tinggi Hilal Masih Minus, Ini Penjelasan Dr. Zufriani

Ia menyarankan agar warga memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik serta tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengamanan.

Terkait keamanan kendaraan, masyarakat diimbau untuk menggunakan kunci pengaman tambahan pada sepeda motor saat diparkir, khususnya ketika melaksanakan ibadah di masjid guna mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar ibadah Ramadhan dapat berjalan khusyuk, aman, dan nyaman. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci tetap kondusif serta penuh keberkahan.(Adz)

Jelang Ramadhan, Satreskrim Polres Kerinci Ambil Langkah Proaktif Pastikan Stabilitas Harga dan Stok Bahan Pokok

Pastikan Kestabilan Harga dan Ketersediaan Stok, Satreskrim Polres Kerinci Kordinasi Intensif dengan Tim Saber Pangan.(ist/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci mengambil langkah proaktif dengan menggelar koordinasi intensif bersama Tim Saber Pangan. 

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Gelar Satreskrim ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Fokus pada Stabilitas Harga dan Stok

Langkah antisipatif ini diambil guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan puasa. Pihak Polres Kerinci menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat, mulai dari tingkat distributor hingga pengecer di pasar-pasar tradisional.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:

Pemantauan Stok: Memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, gula, dan daging dalam posisi aman.

Pengawasan Rantai Pasok: Mencegah adanya praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Update Harga Harian: Melakukan monitoring harga secara real-time untuk mendeteksi anomali harga di lapangan.

Komitmen Penegakan Hukum

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menekankan bahwa Tim Saber Pangan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya praktik mafia pangan atau spekulan yang sengaja mempermainkan harga sehingga memberatkan masyarakat.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa harus terbebani oleh kelangkaan barang maupun harga yang tidak wajar," ujar salah satu perwakilan dalam pertemuan tersebut.

Imbauan kepada Masyarakat

Selain penguatan internal, Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat untuk:

Berbelanja Bijak: Membeli kebutuhan sesuai keperluan dan tidak melakukan panic buying

Lapor Segera: Menghubungi pihak berwajib jika menemukan gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan atau melihat lonjakan harga yang ekstrem.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara kepolisian dan instansi terkait, diharapkan situasi kamtibmas dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kerinci tetap kondusif hingga Idul Fitri mendatang.(Ali/Mpc)

Satresnarkoba Polres Kerinci Berhasil Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu

 

Perang dengan Narkoba Terus digencarkan, Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu.(mpc)

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. 

Dalam operasi yang digelar pada Senin malam (09/02/2026), tim Opsnal berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto lebih dari 28 gram.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai maraknya transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Tanah Kampung dan Kecamatan Sitinjau Laut.

​Kronologis Penangkapan

Operasi dimulai sekira pukul 20.00 WIB di Desa Koto Padang Kota Sungai Penuh. Petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial EM (41). Saat dilakukan penggeledahan yang didampingi oleh perangkat desa setempat, ditemukan satu paket kecil sabu yang sempat dibuang oleh pelaku.

FOTO: ILUSTRASI

​Petugas kemudian melakukan pengembangan ke kediaman tersangka EM di Desa Angkasa Pura. Di lokasi kedua ini, tim menemukan barang bukti yang signifikan berupa paket-paket sabu siap edar, timbangan digital, serta puluhan potongan sedotan plastik yang digunakan untuk mengemas narkotika. Dari tangan EM, total barang bukti yang disita mencapai 28,6 gram.

​Pengembangan Kasus

Berdasarkan keterangan tersangka EM, selanjutnya petugas bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Sekira pukul 21.00 WIB, tim berhasil meringkus tersangka kedua berinisial MZ alias WY (46) di kediamannya, Desa Hiang Lestari. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti tambahan berupa satu paket sabu seberat 0,45 gram beserta alat hisap (bong) dan kaca pirek.

Modus Operandi dan Pasal yang Disangkakan

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa tersangka EM menjalankan aksinya dengan modus operandi transaksi daring (online) dan sistem "tempel", di mana pelaku tidak bertemu langsung dengan pembeli. EM mengaku mendapatkan upah mingguan dari seorang bandar yang saat ini identitasnya telah dikantongi petugas (DPO).

​Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:

  • ​Tersangka EM: Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
  • ​Tersangka MZ: Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

​Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(adz)

Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Gambar Ilustrasi: Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di desa Koto Tebat Air Hangat Timur, Tim Ops satreskrim Polres Kerinci berhasil membekuk pelaku kurang dari 5 jam.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di Air Hangat Timur berhasil diungkap cepat oleh jajaran Polres Kerinci.

Tak sampai lima jam sejak kejadian, terduga pelaku penganiayaan maut itu berhasil diringkus polisi.

Koronologi Kejadian

Peristiwa tragis tersebut terjadi di perbatasan Desa Koto Tebat dan Desa Kemantan Hilir, Minggu sore (25/1/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Korban, Rafi (18), warga Desa Koto Tebat, saat itu tengah berada di pinggir jalan setapak bersama dua rekannya, Nahla (15) dan Ulfa (15).

Situasi berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max hitam. Tanpa banyak kata, pelaku langsung melancarkan serangan brutal. Korban dipukul dan ditendang, bahkan pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam.

Korban Rf yang menderita luka parah akhirnya meninggal dunia.(adz)

Akibat penganiayaan tersebut, Rafi mengalami kejang-kejang sebelum terjatuh ke parit sawah di sekitar lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, luka parah yang dideritanya membuat nyawa korban tak tertolong.

Bacaan Lainnya: Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Tim Polres Kerinci Respon Cepat Tangkap Pelaku

Mendapat laporan kejadian, Kapolres Kerinci langsung memerintahkan pengejaran intensif. 

Operasi penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan, bersama Tim Opsnal (Buser) dan personel Polsek Air Hangat Timur.

Berbekal keterangan saksi dan identitas kendaraan yang digunakan pelaku, polisi bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi. 

Polisi melakukan olah TKP.(adz)

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kurang dari lima jam setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

“Terduga pelaku sudah kami amankan dalam waktu kurang dari lima jam pasca kejadian. Saat ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif penganiayaan,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci mengapresiasi peran serta masyarakat yang cepat memberikan informasi awal kepada kepolisian. Warga, khususnya keluarga korban dan masyarakat di kedua desa, diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.(adz)

Lakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Ini Keterangan Resmi Polres Kerinci

Pasca dilakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Polres Kerinci sebut  Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah.(Ali/mpc) 
KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci bersama Polsek Air Hangat Timur (AHT) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri di Desa Semumu, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu malam (17/01/2026).

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim mengonfirmasi bahwa korban berinisial NA (40), seorang warga setempat, pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, Rengki Afdal, sekira pukul 21.00 WIB.

​"Saksi merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar sejak waktu Magrib. Saat saksi mengecek ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi dengan menggunakan kain gorden," ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya:

Warga Semumu Kerinci Geger, Seorang Pria NA (41) Ditemukan Tak Bernyawa Sabtu Malam

Zarzani Nekat Terjun di Sungai Batanghari, Damkartan Evakuasi Cepat

Setelah 3 Hari, Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian

Saksikan, Laga Hidup Mati Grup B, PS Kota Sungai Penuh Vs Tanjabbar, Ini Jadwalnya!

​Mendapat laporan tersebut, Personil Unit Identifikasi Inafis Sat Reskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan identifikasi awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental atau depresi.

​"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dilakukan proses pemakaman," tambahnya.

​Atas kejadian ini, Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang mengalami permasalahan psikis atau depresi, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

​(Ali/Sumber: Humas Polres Kerinci)

Sambut Kapolres Baru AKBP Ramadhanil, S.H, S.I.K Jajaran Polres Kerinci Gelar Pedang Pora

Sungai Penuh - Jajaran Mapolres Kerinci menggelar tradisi pedang pora sebagai tindak lanjut serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Kerinci dari AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K kepada AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan berlangsung khidmat di lapangan upacara Mapolres Kerinci, Sabtu 17 Januari 2026.

Tradisi pedang pora ini menjadi simbol kehormatan, penghargaan, serta kesinambungan kepemimpinan di tubuh Kepolisian. Melalui prosesi tersebut, jabatan Kapolres Kerinci resmi diserahterimakan, menandai berakhirnya masa tugas AKBP Arya Tesa Brahmana yang selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Batanghari, Polda Jambi.

Baca Juga:

Begini Respon Gubernur Al Haris Soal Perkelahian Guru vs Murid SMKN 3 Tanjab Timur

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan secara adat melalui sekapur sirih. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Bupati Kerinci Monadi, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, perwakilan Kejaksaan, serta unsur Forkopimda dan jajaran personel Polres Kerinci.

Dalam prosesi pedang pora, barisan perwira Polres Kerinci membentuk lorong pedang sebagai pengiring langkah Kapolres baru beserta istri saat memasuki Mapolres Kerinci. Suasana berlangsung penuh makna, mencerminkan semangat loyalitas, disiplin, dan solidaritas antaranggota Polri.

Suasana haru turut mewarnai pelepasan AKBP Arya Tesa Brahmana bersama istri. Selama bertugas di Kerinci, ia dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Baca Juga:

Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Sementara itu, Kapolres Kerinci yang baru, AKBP Rahmadhanil, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan dirinya untuk mengemban amanah. Ia menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik serta meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepolisian yang presisi.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kerinci tidak bisa diwujudkan sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh personel dan masyarakat. Ini menjadi komitmen kami ke depan,” ujar AKBP Rahmadhanil.

Kegiatan tradisi pedang pora ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari pejabat utama dan seluruh personel Polres Kerinci sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan Kapolres Kerinci yang baru.(kai)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs