Pantun dan Seloko

 

Musri Nauli 

Dalam Acara KNLH Walhi (semacam Rapimnas) Para Pemimpin Walhi se Indonesia, setiap para pembicara selalu menyelipkan pantun-pantun. 

Baik pantun yang disusun dan kemudian dibaca didalam kata sambutan. Maupun didalam dialog disela-sela kegiatan. 

Harus diakui Negeri Jambi yang dikenal sebagai “Negeri Betuah”, kesaktian negeri Jambi yang kemudian disebutkan oleh Datuk Paduko Berhalo ternyata memberikan inspirasi kepada para pejabat yang memberikan kata sambutan. 

“Ruh” pantun kemudian menginspirasi setiap pidato. Sekaligus memberikan penekanan pesan yang disampaikan. 

Saya sendiri sedang membayangkan. Bagaimana kesulitan para pembicara yang tidak dibesarkan didalam tradisi “berpantun” mesti harus mengonsepkan pantun. 

Mencocokkan kata-kata terakhir dari 4 penggalan kalimat. Sehingga peserta KNLH menjadi mengerti. 

Tidak salah kemudian. Acara pembukaan dengan kata sambutan yang kemudian diselingi  pantun menjadi gayeng. Lengkap dengan suara tertawa dan tepuk tangan dari seluruh peserta. 

Sebenarnya “pantun” memang disampaikan didalam acara-acara formal, semi formal maupun dalam acara-acara canda ria ditengah masyarakat. 

Ditengah masyarakat Melayu Jambi, tradisi berpantun juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Para tokoh adat didalam menyampaikan pesta adat atau Pergaulan muda-mudi memang tidak bisa dipisahkan dari tradisi berpantun. 

Saya sendiri bukanlah “Ahli berpantun”. Tidak bisa spontan seperti tokoh-tokoh adat. 

Namun kadangkala didalam setiap pembicaraan, yang sering saya uraikan bukanlah “tradisi berpantun”. 

Tapi adalah seloko. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (online), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. 

Pantun juga dapat diartikan sebagai peribahasan sindiran.

Berbeda dengan pantun, Seloko Adat Jambi adalah ungkapan yang mengandung pesan, nasehat, pelajaran, moral, nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari. 

Dia bukanlah percakapan yang disusun seperti pantun. Seperti prosa yang terdapat kata akhir seperti a-a ataupun a-b. 

Seloko juga dapat diartikan sebagai “petatah-petitih”. Tidak terjebak dengan kata akhir seperti a-a ataupun a-b. 

Lihatlah seloko tentang kepemimpinan yang sering disebutkan “Pohon Beringin ditengah dusun. Pohonnya Gedang tempat beteduh. Akarnya kuat tempat besilo. Dahannya kuat tempat begayut”. 

Atau bentuk penghormatan kepada Pemimpin yang ditandai dengan “Berjenjang naik. Bertangga turun”, “alam sekato Rajo. Negeri Sekato Batin”. 

Atau tentang hutan didalam seloko “Rimbo Sunyi. Tempat beruang putih. Tempat ungko berebut tangis”. 

Tempat-tempat dihormati seperti “teluk sakti, Rantau betuah. Gunung bedewo”. 

Seloko seperti Rimbo Sunyi. Tempat beruang putih. Tempat ungko berebut tangis”, “teluk sakti, Rantau betuah. Gunung bedewo” adalah bentuk penghormatan terhadap hutan. 

Agar dijaga dan sama sekali tidak boleh diganggu. 

Kehutanan sendiri menyebutkan sebagai “hutan lindung” atau hutan Konservasi. 

Dengan demikian maka apabila dilihat dari setiap akhiran kata didalam seloko, sama sekali tidak ada hubungan antara struktur a-a ataupun a-b.

Pengungkapan seloko adalah pelajaran, nilai yang sering saya temukan didalam pembicaraan sehari-hari ditengah kampung. 

Kadangkala seloko diperlukan untuk menjelaskan gagasan yang hendak disampaikan dengan memberikan perumpamaan seperti yang disebutkan didalam seloko. 

Dengan memberikan perumpamaan didalam seloko maka “audience” menjadi mudah dimengerti. 

Sebenarnya seloko juga terdapat didalam alam kosmopolitan masyarakat Jawa. 

Seloko seperti “Padi Menjadi. Rumput Hijau. Kerbo gepok. Aek tenang. Ke aek cemeti keno. Ke darat durian gugur yang menggambarkan “Negeri yang elok. Tenteram, damai, Sejahtera” sering juga disebutkan didalam istilah Jawa “Gemah ripah loh Jinawa Tata Tentram Kerto Raharjo. 

Jadi  kurang tepat kemudian apabila saya kemudian sering menyampaikan seloko kemudian  sering ditangkap sebagai tradisi berpantun. 

Tapi lebih tepat setiap pembicaraan selalu saya selipkan Seloko. 

Namun terlepas daripada itu semua, kegembiraan saya yang mendengarkan setiap pidato kemudian menyelipkan pantun adalah “aroma” khas masyarakat Melayu Jambi. 

Sehingga tidak salah kemudian, siapapun yang datang ke Jambi “padek-padek membawa diri”. 

Sebagaimana sering disebutkan didalam Seloko “Dimana Bumi dipijak. Disitu Langit dijunjung. Dimana tembilan tecacak. Disitu tanaman tumbuh. 

Advokat. Tinggal di Jambi

Wagub Abdullah Sani: Sinergitas Penting Dalam Upaya Penurunan Stunting

 

Merdekapost.com –Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I., mengemukakan, sinergitas merupakan salah satu kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting, harus ada koordinasi lintas sektor serta sinergi pemerintah yang kuat, mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa/kelurahan. 

Hal tersebut dikemukakan Sani saat membuka Rapat Tim Sekretariat Stunting dalam rangka Silaturahmi dan Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jambi Tahun 2022, yang berlangsung bertempat di Ruang Mayang Mangurai Kantor Bapeda Provinsi Jambi, Kamis (02/06/2022).

“Alhamdulillah pada hari ini kita berkesempatan untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi untuk pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Provinsi Jambi, sehingga langkah awal ini akan menjadi komitmen bersama untuk dapat menurunkan angka stunting di Provinsi Jambi,” ujar Sani.

Sani mengungkapkan, program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas bagi Pemerintah Provinsi Jambi. 

“Pemerintah telah menetapkan stunting (pertumbuhan kerdil) sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dengan target penurunan yang signifikan, dari kondisi 24,4% pada tahun 2021 menjadi 14% pada tahun 2024. Kondisi Provinsi Jambi saat ini berada pada angka 22,4% lebih rendah dari angka nasional, dan akan diturunkan menjadi 12,74% pada tahun 2024,” ungkap Sani.

“Saya selaku Ketua pelaksana TPPS meminta kepada semua yang hadir dapat mengagendakan pertemuan rutin TPPS setiap bulan, boleh bergantian tempatnya tidak harus di BKKBN, dan yang paling penting adanya pelaporan yang terkoordinasi antar anggota, apalagi yang memiliki data primer seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR. Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara peserta pertemuan silaturahmi dan koordinasi ini, sebagai upaya untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi Jambi, dimana upaya pencapaian target, telah ditetapkan sasaran dan strategi nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dan BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting,” lanjut Sani.

Sani menjelaskan, stunting merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia menuju SDM Unggul, Indonesia Maju, dimana percepatan penurunan stunting berawal pada saat masa prakonsepsi sampai dengan 1.000 hari pertama kehidupan.

“Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada sasaran yang diselenggarakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dimana TPPS adalah organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di daerah daerah,” jelas Sani.

Leboh lanjut, Sani mengatakan, arah dan kebijakan pelaksanaan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu: pendekatan intervensi gizi, pendekatan multisektor dan multipihak, serta yang terakhir pendekatan berbasis keluarga berisiko stunting.

“Alhamdulillah TPPS Provinsi Jambi telah terbentuk dengan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 362/KEP.GUB/BAPEDDA-3/2022 pada tanggal 19 April 2022, dimana sudah lebih dahulu ada dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia,” kata Sani.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim menyampaikan, setidaknya ada 3 manfaat utama dari pendataan keluarga, yaitu: pertama adalah untuk pemetaan sasaran, penentuan sasaran dapat lebih tajam karena berdasarkan pada kondisi, potensi dan kebutuhan aktual dari masing masing keluarga disetiap wilayah, kedua adalah menentukan program dukungan dan motivasi peningkatan kesejahteraan keluarga, dan yang terakhir adalah pemanfaatan program pembangunan lainya dari bidang pendidikan, kesehatan dasar, perumahan rakyat dan penyeluhan agama sosial kemasyarakatan. (064)

Gubernur Al Haris Ajak Masyarakat Jaga Sungai Batanghari

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris, S.Sos.,M.H., mengajak masyarakat Provinsi Jambi untuk terus menjaga kebersihan Sungai Batanghari dengan tidak membuang sampah ke sungai dan merusak ekosistem yang ada. 

Hal tersbut disampaikan Al Haris pada acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 Tingkat Provinsi Jambi, bertempat di Desa Senaung Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (02/06/22).

“Pada moment hari ini kita mempunyai tugas yang berat yaitu bagaimana kita menjaga dan membersihkan Sungai Batanghari yang saat ini hampir melewati ambang batas tercemar. Saya mengajak masyarakat yang berada dibantaran Sungai Batanghari dimulai dari Dharmasraya hingga Tanjung Jabung Timur, serta adanya suatu komitmen dari masyarakat maupun pemerintah untuk menjaga Sungai Batanghari yang kita banggakan ini,” ujar Al Haris.

Al Haris menuturkan, Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di Sumatera dan menjadi bagian penting bagi masyarakat Sumatera Barat dan Jambi, yang mana sungai ini berhulu di daerah Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat dan Kerinci, Provinsi Jambi. Airnya mengalir menuju timur hingga bermuara di Selat Berhala pada wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, daerah yang dialiri oleh anak anak sungai dan sungai batanghari ini kemudian membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disebut DAS Batanghari.

Al Haris mengatakan, perkembangan pesat perekonomian dewasa ini, seperti pertambangan, perkebunan, pertanian, perindustrian sangat ditopang oleh sumber daya alam dan lingkungan dalam DAS Batanghari. Tingginya intensitas kegiatan sosial ekonomi dalam DAS Batanghari dewasa ini telah menyebabkan gangguan yang amat berarti, sehingga DAS Batanghari mengalami kerusakan dan memberikan dampak terhadap debit air anak-anak sungai dan Sungai Batanghari mengalami fluktuasi yang tajam antara musim hujan dan musim kemarau, dan kualitas air juga menurun drastis, serta tingkat kekeruhan meningkat tajam selama satu dasawarsa terakhir.

“Semangat yang dapat kita ambil dalam tema ini adalah mengajak seluruh penduduk bumi untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan tindakan dalam mendukung serta mendorong perubahan untuk pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan nyata yang kita canangkan dalam kegiatan ini adalah dengan Payo Kita Selamatkan dan Rawat DAS Batanghari, serta Pencanangan Kampung Mantap Lingkungan Hidup,” kata Al Haris.

“Kegiatan yang kita lakukan berupa gotong royong pembersihan Sungai Batanghari, penanaman 200 pohon di bantaran Sungai Batanghari serta penyelamatan Sungai Batanghari melalui pengelolaan sampah dari rumah tangga,” lanjut Al Haris.

Al Haris menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, para pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat atas komitmen dan kerja sama yang baik dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Shinta Saptarina Soemarno, M.Sc mengatakan peringatan ini merupakan momentum refleksi seluruh dunia mengenai pentingnya mengambil peran dalam aksi kolektif bersama-sama untuk mencapai tujuan keadilan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah,S.H.,M.H., menyampaikan bahwa moment peringatan hari lingkungan hidup sedunia dapat menjadi rambu dan tanda siaga untuk terus berupaya dan bekerja keras untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan hidup yang banyak. (064)

Batanghari Bersih

  

Musri Nauli 

Tanggal 1 Juni 2022, Jambi dipercayakan oleh Walhi menjadi tuan Rumah Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup. Pertemuan nasional Seluruh Pemimpin Walhi daerah se Indonesia. 

Kepercayaan Walhi menunjuk Jambi sebagai tuan rumah sungguh tepat. 

Jambi adalah tempat Kampus tertua di dunia. Candi Muara Jambi. Tempat mendidik mahasiswa Sebelum di Universitas Nalanda di India.

Kampus tertua 4 abad Sebelum Universitas Al Azhar di Mesir dan 6-7 abad Universitas Oxfod di Inggeris. 

Negeri yang disebutkan didalam Seloko “Padi Menjadi. Rumput Hijau. Aek tenang. Ikan jinak. Ke aek cemeti keno. Ke darat durian gugur”. 

Negeri yang berbatasan didalam tembo disebutkan “Durian takuk rajo” langsung berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, “sialang belantak besi dengan provinsi Sumatera Selatan. 

Pemilihan Provinsi Jambi sungguh tepat. Provinsi Jambi memiliki tipologi yang paling lengkap. 

Di dataran tinggi mempunyai taman nasional Kerinci Sebelat yang juga termasuk kedalam Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu. 

Turun sedikit dari dataran tinggi kemudian dikenal Taman Nasional Bukit 12 dan Taman Nasional Bukit 30. Yang termasuk kedalam Provinsi Riau. 

Sedangkan di dataran rendah mempunyai Taman nasional Berbak Sembilang yang juga termasuk kedalam Provinsi Sumatera Selatan. 

Penunjukkan Jambi sebagai tuan rumah juga didasarkan Jambi mempunyai pengalaman panjang mengurusi dan terlibat konsep Perhutanan Sosial. 

Sejak akhir tahun 1990, berbagai hutan adat menjadi bentuk perlindungan hutan di uluan Sungai Batanghari. Baik di Kerinci, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo. 

Model yang kemudian menginspirasi berbagai perkembangan hutan adat di Jambi. 

Selain itu, pengalaman panjang didalam mengusulkan Hutan Desa sejak 2004. Kemudian dilanjutkan  2010 menjadikan 17 Desa menikmati Hutan Desa seluas 49.508 ha. Menjadikan hutan luas terbesar di Indonesia. 

Jauh Sebelum konsepsi itu masuk menjadi program nasional, Perhutanan Sosial menjadi pembicaraaan sehari-hari dan masuk kedalam program nasional. 

Selain itu, capaian Perhutanan sosial juga terlibatnya 74 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dengan 416 perizinan perhutanan sosial dengan luasan 204.410 ha. Atau 57% dari target pencadangan areal perhutanan sosial seluas 356.490 ha. 

Lagi-lagi Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan keseriusannya didalam menata dan mengelola hutan. Dengan program Bio Carbon Fund, maka Pemerintah Provinsi jambi menjaga tutupan hutan seluas 638.620 ha dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan termasuk 4 KPH di berbagai kabupaten. 

Sehingga target program bio carbon fund menjadi 1.79.436 ha. 

Sebuah upaya yang serius dari Pemerintah Provinsi Jambi didalam menjaga dan mengelola hutan. 

Dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pelaksanaan KNLH Walhi cukup besar. Didalam pidato sambutan Al Haris sebagai Gubernur Jambi sekaligus Pembukaan acara, Pemerintah Provinsi Jambi memberikan dukungan penuh sehingga pelaksanaan KNLH Walhi bisa terselenggara dengan sukses. 

Selain itu, Al Haris juga menyampaikan pandangan Pemerintah Provinsi Jambi yang berkonsentrasi terhadap pemulihan sungai Batanghari. 

Sungai yang menghubungkan 9  sungai-sungai besar di Provinsi Jambi. 

Konsentrasi Al Haris didalam program untuk berkonsentrasi program “Batanghari Bersih” begitu maksimal. 

Selain “menggelontorkan” APBD, Al Haris mengajak Seluruh Kepala Daerah se Provinsi Jambi untuk menjaga dan mengembalikan fungsi Sungai Batanghari. 

Tagline “Batanghari bersih” menjadi tema yang mendominasi sejak awal tahun. 

Tagline “Batanghari bersih” menjadi konsentrasi penuh Al Haris untuk mengembalikan semangat dan memorial kolektif masyarakat Jambi terhadap sungai Batanghari. 

Mengakhiri pidato sambutannya, Al Haris mengajak Seluruh pemangku kepentingan agar mendukung program Pemerintah Provinsi Jambi untuk program “Batanghari bersih”. 

Sebelum menutup pidato, tidak lengkapnya rasanya menutup pidato dengan pantun. 

Batanghari aeknya Tenang. 

Sungguh tenang Dereh ke tepi. 

Anak jambi janganlah dikenang. 

Kalo dikenang, merusaklah hati. 

Rimbun-rimbun kayu di perigi. 

Sungguh rimbun kayu di tungkal
Rindu-rindu hati yang akan pergi. 

Lebih rindu kami yang ditinggal.

Majukan Industri Pengadaan Barang dan Jasa dan UMKM yang Terdampak Selama Pandemi, Wako Ahmadi Hadiri ISPE 2022

 

Merdekapost.com - Walikota Ahmadi Zubir menghadiri acara Indonesia Sustainable Procurement Expo (ISPE) 2022 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (2/6/2022).

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Kreen Indonesia berkolaborasi bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN) dengan tema "Sustainable Procurement For Indonesia's Best Future".

Acara ini diselenggarakan dalam rangka membantu pemerintah untuk kembali menghidupkan dan memajukan Industri Pengadaan Barang dan Jasa dan UMKM yang terdampak selama masa pandemi ini.

Turut hadir dalam acara tersebut Menparekraf Sandiaga Uno secara virtual, Direktur Perencanaan Teknis Kemendes, Kepala LKPP Azwar Anas, Ketua APEKSI Bima Arya, Ketua Umum AKEN Sutardi serta Walikota se-Indonesia.

Dalam kesempatan ini Wako Ahmadi tampak akrab dengan Ketua Apeksi Bima Arya yang juga Walikota Bogor. (*)

DPRD Jambi Godok Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

 

Merdekapost.com - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jambi sedang menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Ini disampaikan oleh Akmaluddin, Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jambi usai mengikuti Rapat Paripurna Internal DPRD Provinsi Jambi, Kamis (2/6/2022).

“Iya, kita sedang godok di bapemperda untuk kita usulkan menjadi usulan Ranperda inisiatif dari Bapemperda,” jelas Akmaluddin.

Menurut Akmal momen hari lahir Pancasila di bulan Juni ini menjadi salah satu motivasi mereka untuk menggodok dan mengusulkan lahirnya Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

“Ini kan masalah ideologi bangsa, jadi jangan sampai kita lupa mengaturnya, sementara daerah lain sudah punya (Ranperdanya, red),” tambah Akmal.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto. Saat dihubungi melalui telepon selulernya Edi menyampaikan bahwa Ranperda ini penting untuk diinisiasi DPRD karena dapat menjadi jawaban terhadap permasalahan gempuran berbagai Ideologi Transnasional yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan kesatuan bangsa.

“Kita tau kan seperti apa sekarang gempuran ideologi transnasional ke kita, misalnya ideologi kapitalis liberalis, sosial komunis, khilafah ala ISIS dan lain-lain, itu semua mengancam persatuan kita, tamengnya adalah Pancasila dan pemahaman wawasan kebangsaan yang benar,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi ini.

Selain itu Edi juga menyampaikan bahwa penggodokan Ranperda ini juga untuk menjawab aspirasi masyarakat.

“Ada sekelompok masyarakat, ormas yang menemui saya, mereka minta agar Pendidikan Pancasila ini diatur dan harus ditanamkan sedini mungkin kepada generasi kita, jangan sampai kita abai,” pungkasnya. (adv)

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Fajran Ajak Masyarakat Amalkan Nilai-nilai Pancasila

 

Merdekapost.com - Melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun 2022, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh H. Fajran, mengajak seluruh masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini untuk memperkuat toleransi hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di daerah.

“Tadi saya mengikuti upacara secara virtual langsung bersama Presiden. Beliau berpesan jaga persatuan, kesatuan, dan junjung tinggi toleransi dalam hidup bernegara. Mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila itu penting, terutama pada sila ke-5 yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ucap Ketua DPRD Fajran, usai mengikuti upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila secara virtual, Rabu (01/06/2022).

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh menilai masyarakat harus menerapkan dasar negara yang dirumuskan dengan sempurna oleh para pendiri bangsa tersebut, dengan mengakomodasi kepentingan dan hajat hidup semua golongan.

“Kehidupan bertoleransi di Kota Sungai Penuh secara umum sudah baik, kita sudah lama hidup berdampingan dengan beragam etnis dan agama, namun tetap harmonis dan damai dalam bingkai persatuan,” kata Fajran.

“Kewajiban pemimpin adalah mengayomi dan melindungi masyarakat, yang juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tutupnya. (*)

Timnas Indonesia vs Bangladesh Malam Ini: Menanti Aksi Shin Tae-young di Hadapan Suporter Indonesia

 

Timnas Indonesia vs Bangladesh hari ini 1 Juni 2022/Dok. pssi.com

Merdekapost.com - FIFA Match Day, menyajikan pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh malam ini, rabu (01/06/2022) yang digelar di Stadion Jalak Harupat Bandung. Kick-off pertandingan dimulai pada pukul 20.30 WIB.

Melalui akun twitter resmi PSSI (@PSSI) telah diumumkan bahwa Timnas Indonesia kembali berlaga pada FIFA Match Day 2022 melawan Bangladesh.

Melalui akun twitter resmi PSSI (@PSSI) telah diumumkan bahwa Timnas Indonesia kembali berlaga pada FIFA Match Day 2022 melawan Bangladesh.

Itu diketahui melalui pernyataan dari Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

FIFA Match Day, Nonton Live Streaming Indonesia vs Bangladesh Malam Ini

Panitia pelaksana PSSI pun telah menyediakan tiket pertandingan timnas Indonesia vs Banglades sebanyak 9.000 lembar.

“Alhamdulilah pada periode FIFA Matchday kali ini timnas Indonesia mendapatkan lawan Bangladesh,” ujar Iriawan dilansir dari situs resmi PSSI.

“Insya Allah laga ini dapat ditonton secara langsung oleh suporter timnas Indonesia di stadion, karena kami berencana menjual tiket pertandingan,” tambahnya.

Pertandingan melawan Bangladesh bakal digunakan untuk persiapan timnas Indonesia menjelang mengikuti ajang Kualifikasi Piala Asia 2023.

Oleh karena itu, Mochamad Iriawan menargetkan timnas Indonesia bisa memetik kemenangan atas Bangladesh.

Apalagi, kemenangan itu sangat diperlukan guna menaikkan peringat FIFA timnas Indonesia.

Dalam konferensi pers jelang laga, Shin Tae-yong menyatakan bahwa salah satu pemain andalannya, yakni Egy Maulana Vikri, akan absen melawan Bangladesh. Penyebabnya, Egy masih mengalami cedera dari penampilan terakhirnya di SEA Games 2021. 

Berikut link live streaming pertandingan Indonesia vs Bangladesh:

Indonesia vs Bangladesh

(*)

Komunitas Pendayung dan Pemancing di Bern Ikut Bantu Cari Eril Putra Ridwan Kamil

Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz di sepanjang sungai Aare, kota Bern, Swiss, berlanjut. Foto: KBRI Swiss

Merdekapost.com - Hingga hari ke-6, Pencarian putra Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, yang hilang di Sungai Aare, Swiss, masih dilakukan. Polisi turut melibatkan berbagai komunitas masyarakat setempat untuk mencari Eril.

Dikutip dari keterangan KBRI Bern, Rabu (1/6), Polisi Maritim Bern menyebut berbagai komunitas di sepanjang bantaran Sungai Aare telah terinformasikan dengan baik terkait peristiwa hilangnya Eril. 

Hal ini sebagai bagian untuk memperluas keterlibatan unsur masyarakat dalam upaya pencarian. Komunitas yang dimaksud termasuk Klub Pendayung, Klub Pemancing, dan komunitas berkebun.

Baca Juga: Belum Ditemukan, Ridwan Kamil dan Atalia Susuri Sungai Aare Swiss Cari Putranya Eril

Keterangan itu disampaikan Kepala Kepolisian Maritim Bern kepada Ridwan Kamil saat meninjau rumah kapal di wilayah Wohlensee. Pencarian pada hari keenam ini akan dilakukan melalui patroli darat, perahu, serta menggunakan drone.

Emmeril Khan Mumtadz, anak sulung Ridwan Kamil. Foto: Instagram/@ridwankamil

Emmeril Kahn Mumtadz hilang ketika berenang bersama adik perempuan dan temannya di sungai Aare, Bern pada Kamis (26/5) lalu. Penduduk setempat sempat menolong adik Eril dan temannya, tetapi Eril telanjur terseret arus yang kuat.

Polisi Swiss langsung membentuk Tim SAR untuk mencari Eril. Tim melibatkan unsur Polisi, Polisi Maritim, dan Pemadam Kebakaran, serta didukung oleh Pemerintah Kota Bern. Upaya pencarian intensif ini masih berlangsung dan akan terus dilanjutkan.

Sumber: Kumparan.com

Pemkot Jambi Ancam Cabut Izin Hotel Odua Weston, Abadi Suite, dan Restoran Ta Wan Tidak Taat Pajak

 

Merdekapost.com - Pemerintah kota (Pemkot) Jambi menegerahkan tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Poraja (Satpol PP) Kota Jambi, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi memonitoring ketaatan pajak dengan peninjauan ke lapangan untuk menindak perusahaan nakal pelanggar peraturan daerah. Selasa (31/5).

“Pada fungsinya adalah Pemkot Jambi melakukan edukasi dan melakukan pembinaan atas wajib pajak agar seluruh wajib pajak itu menyadari uang pajak yang dititipkan masyarakat adalah hak pemerintah”, ujar Nella Ervina selaku kepala BPPRD Kota Jambi. Senin (30/5).

Kata Dia, jadi wajib pajak tidak dapat menahan berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun, makanya kita mengedukasi kembali, barangkali ada wajib pajak ada yang lalai ataupun lupa supaya secara rutin melakukan pelaporan dan pembayaran setiap bulannya.

Terdapat restoran, mall, hotel dan sebagainya. Yang mana dari 15 titik tersebut lebih kurang seluruhnya dengan penunggakan pajak yang bisa berpotensi sebanyak Rp 15 Miliar.

“sanksinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan di dalam undang-undang 28 dan undang-undang 1 juga sama sampai dengan pencabutan izin”, jelas Nella.

Diketahui, Hotel odua weston jambi, hotel abadi suite jambi dan salah satu tempat makan seperti Ta Wan di dalam mall WTC Batanghari juga belum membayar pajaknya. Selain itu permasalahan parkir di Pasar Angso Duo juga tak luput dari pengecekan. (*)

Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh Tinjau Pembangunan TPS 3R

 

Merdekapost.com - Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh melakukan kegiatan turun kelapangan untuk meninjau lokasi pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuce, Reduce dan Recycle (TPS 3R) dibeberapa lokasi dalam wilayah Kota Sungai Penuh, Senin (30/05/2022).

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi III, Mulyadi Yacoub beserta Sekretaris Komisi III Tole S. Hadiwarso, dan anggota lainnya, diantaranya Efendi Yatim, Arif Al Malik, Jafar Maha dan Akmal Nurdin.

Untuk lokasi yang dikunjungi bersama dinas PUPR dan Dinas PMD diantaranya, TPS 3R Desa Sumur Gedang Kecamatan Pesisir Bukit, TPS 3R Desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bungkal dan TPS 3R Desa Lawang Agung Kecamatan Pondok Tinggi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh, Mulyadi Yacoub mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari DPRD Kota Sungai Penuh terhadap permasalah sampah dalam wilayah Kota Sungai Penuh yang akhir-akhir ini sangat memprihatinkan.

“Kami dari Pihak DPRD Kota Sungai Penuh mendorong percepatan pembangunan dan pengoperasian TPS 3R, dan kondisi saat ini pembangunan TPS 3R bisa dikatan belum rampung 100 persen. Maka kami dari pihak DPRD Kota Sungai Penuh meminta kepada pihak eksekutif agar segera merampungkan pekerjaan pembangunan tersebut dengan tetap memperhatikan efek-efek negatif bagi masyarakat sekitar,” ucap Mulyadi Yacoub.

Ditambahkan Mulyadi Yacoub, dalam melakukan pembangunan TPS 3R pihak eksekutif juga harus memperhatikan serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah masyarakat terkait dengan pembangunan hingga pengoperasian TPS 3R tersebut.

“Kami telah menyampaikan kepada dinas terkait agar memperhatikan akses jalan dan penerangan jalan menuju lokasi TPS 3R tersebut, nanti kami akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecakan pengoperasian TPS 3R tersebut,” tutupnya. (*)

Hari Kartini, Wagub Abdullah Sani: Pemprov Apresiasi Peran Perempuan Dalam Membangun Jambi

 

Merdekapost.com - Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Abdullah Sani,M.Pd.I., mengapresiasi peran perempuan dalam membangun Provinsi Jambi. Hal ini disampaikan pada acara Puncak Peringatan Hari Kartini Ke- 144 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2022 yang dihadiri Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dr.Ir.Giwo Rubianto Wiyogo,M.Pd, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (30/05/2022).

“Selamat Hari Kartini Tahun 2022 kepada seluruh perempuan Provinsi Jambi dan Indonesia. Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semua peran, kontribusi, dan perjuangan membangun kehidupan keluarga dan sosial masyarakat menuju kehidupan maju dan sejahtera,” ujar Sani.

Sani mengatakan, Kartini dan perempuan lain dalam sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa mereka mampu berada sejajar dengan para pria, turut mengambil porsinya, berjuang dengan segala daya upayanya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.

Sani menuturkan, dalam buku “Panggil Aku Kartini saja,” Pramoedya Ananta Toer menjelaskan keluarbiasaan Kartini, kelembutan sekaligus kekuatan seorang perempuan. Kartini tak punya massa, apalagi uang, hanya memiliki kepekaan dan keprihatinan, dan kemudian segala perasaan-perasaan tertekan dan kepedulian itu dituangkan dalam surat-surat kepada sahabatnya. Suara tanpa suaranya itu terdengar hingga jauh, ke negeri asal dimana akar masalah manusia pribumi dimulai, bahkan masih terdengar hingga kini setelah hampir seabad kepergiannya.

Sani mengungkapkan, perhatian Kartini tak hanya pada konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai kelompok rentan yang membuat perempuan lebih berpotensi mengalami bentuk kekerasan dan tidak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan. Pemikiran Kartini yang melampaui zamannya itu, sesungguhnya sangat luas terhadap nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, kesetaraan, isu-isu kesehatan, kemiskinan, dan penjajahan. Kartini membawa perubahan tak hanya bagi kaumnya, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya berharap semangat Kartini ini secara massif menginspirasi kita semua mengubah cara pandang terhadap perempuan, termasuk mengubah cara berpikir perempuan agar bisa berdaya, berkembang sesuai dengan pilihannya, meneruskan semangat perjuangan Kartini untuk kehidupan setara, adil, dan sejahtera bagi dirinya dan seluruh masyarakat,” ungkap Sani.

Sani menuturkan, baru-baru ini, Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menjadi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Hal ini menjadi representasi komitmen dan kehadiran negara bagi para korban kejahatan seksual, tak hanya bagi perempuan tetapi seluruh rakyat Indonesia, serta menjadi upaya preventif/mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual.

“Pengesahan ini menjadi hadiah bagi perempuan Indonesia di Hari Kartini Tahun 2022, dimana Undang-Undang ini selaras dengan Misi Ketiga dalam Visi Jambi MANTAP (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah dan Profesional) Dibawah Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu Memantapkan kualitas sumber daya manusia, yang tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berakhlak,” tutur Sani.

“Saya mengharapkan dengan berlakunya Undang-Undang ini, menjadi pedoman bagi kita semua untuk berperilaku sopan, perilaku terhormat, menghindari segala bentuk perundungan, pelecehan, dan bentuk kekerasan lainnya yang berpotensi merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan, sebagai suatu upaya menuju kehidupan masyarakat yang maju, sejahtera, adil dan beradab sebagaimana cita-cita luhur bangsa,” tutup Sani.

Ketua Umum KOWANI Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan sosok Kartini merupakan inspirator yang semangat dan kecerdasannya patut diteladani oleh setiap orang, khususnya perjuangannya mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Kartini memilih pendidikan sebagai jalur yang harus ditempuh perempuan untuk memperoleh kesejajaran dengan kaum laki-laki dan menjadi pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Pembina Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi Hj.Hesnidar Haris menyampaikan, peringatan hari Kartini merupakan momentum bagi perempuan untuk menorehkan bakti dan berkontribusi dengan terus membangkitkan semangat perbaikan dan pemajuan martabat Perempuan, serta turut mempersiapkan perempuan dalam rangka menambah keberdayaan dan kekuatan perempuan dalam menghadapi era digital. (064)

Ketua DPRD Kota Sungaipenuh H. Fajran Hadiri Halal Bihalal HKKN Merangin

 

Merdekapost.com - Ketua DPRD Kota Sungai Penuh H Fajran SP,MSi menghadiri Halal Bi Halal Himpunan Keluarga Kerinci-Sungaipenuh di Merangin, bertempat di Gedung Serba Guna HKKN Merangin, Minggu (29/5/2022).

H Fajran mengatakan, mengahadiri acara tersebut adalah memenuhi undangan HKKN Merangin, acara tersebut adalah penting untuk menjalin silaturahmi kelaurga di Merangin.

“Saya merasa penting mengadiri acara keluarga kerinci dan sungai penuh yang ada di luar daerah. salah satunya Himpunan Keluarga Kerinci-Sungai Penuh Merangin (HKKN) merangin,” ucap H Fajran.

“Dan saya ingin menyapa orang tua saya, saudara-saudara saya yang ada di luar daerah agar tetap menjaga tali silaturhami,” kata Fajran.(*)

Nurul Fahmi - In Memoriam

 

“Bang, bang Fahmi dirumah sakit Umum”. 

“Bang, ketuo Fahmi meninggal di rumah sakit umum”. 

Badan sedang rebahan kemudian tersentak bangkit. Bak Berita “halilintar” di siang Bolong. 

Rasanya tidak percaya mendapatkan telephone dari beberapa orang Jurnalis. Mengabarkan Nurul Fahmi (fahmi/Ketuo) sedang berada di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher. 

Panggilan “Ketuo” semata-mata karena memang dia sedikit dituokan. Sedangkan panggilan “buya” entah darimana asalnya. Yang pasti, kadangkala aku juga sering memanggilnya. Buya. 

Teringat sakitnya setahun yang lalu. Dia tergeletak dirumah. Kemudian dibawa istrinya ke rumah sakit kota. 

Kamipun bergegas. Menuju ke rumah sakit Kota. Tidak lupa membawa perlengkapan dan beberapa kebutuhan. 

Pilihan kemudian disepakati. Untuk memudahkan, maka kemudian dipindahkan ke rumah sakit umum Raden Mattaher. 

Fahmi kemudian dirawat. Dan kamipun mendapatkan kabar yang menggembarkan. Jantungnya bermasalah. 

Kenangan setahun yang lalu selalu menghantui. Kamipun berfikir, ketua Fahmi “agak keras Kepala” untuk menjaga kesehatannya. 

Belum hilang ingatan setahun yang lalu, telephone dari teman-teman kembali mengingatkanku. Mengabarkan berita duka. 

Memang akhir-akhir ini, selama 2 tahun, praktis kami selalu Bersama. Entah nongkrong di Posko pemenangan ataupun urusan lain. 

Dia memiliki “keunikan”. Argumentasinya tajam. Bahkan untuk mempertahankan pendapatnya, kami harus berdebat keras. 

Dia salah satu Jurnalis yang paling teliti didalam menilai opiniku. Setiap bait-bait kata dan bahkan kalimat disusuri. Bak mencari benang jarum. Sehingga tulisanku harus melewati “proses editing” yang ketat. 

Teringat tulisanku beberapa waktu yang lalu. Waktu itu aku mengkritik penggunaan kata “Jambi kota Seberang”. Sebuah penempatan yang tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. 

Ditangan Fahmi, Opini itu kemudian menjadi viral. Dan diakui sendiri oleh Fahmi, opini itu menjadi fenomenal. Hingga kini Masih dirujuk dan dibaca. 

Sayapun kemudian mengetahui. Opini yang menarik dan kemudian menjadi viral adalah kekuatan dari media itu sendiri. 

Dari Fahmi kemudian aku mengetahui. Itulah istilah “keyword organik”. 

Sehingga media Fahmi yang menjadi fenomenal “inilah Jambi” selalu mendapatkan rangking Alexa. 

Aku sendiri lupa kami mulai berteman. Yang kutahu dia adalah aktivis sastra. Tulisannya tajam. 

Meminjam istilah teman “bak sayat sembilu. Mengiris-mengiris. Pedih”. 

Namun yang kukaguminya adalah “rasa pertemanannya”. Entah berapa banyak teman yang membuktikan dia bukan orang Sembarang. 

Aku sendiri kadangkala geram dengan sikapnya yang “rasa solider tinggi”. Entah berapa teman yang pernah meninggalkannya. Namun dia tetap membuka pintu maaf. Sebuah sikap yang masih sulit kuikuti. 

Beberapa tahun yang lalu. Dia dengan beberapa teman-teman IWO datang kerumah. Semula kunjungan biasa. 

Namun ternyata ada peristiwa Penting. Aku diminta untuk menjadi Pengurus IWO Provinsi Jambi. Sejak itu komunikasi bahkan tidak terputus. 

Entah berapa kali aku harus mendampingi teman-teman Jurnalis yang mengalami pemeriksaan. Baik dalam proses hukum maupun urusan lain seperti “nasehat hukum”. 

Dedikasinya terhadap Jurnalis dan liputan berita harus diakui. Ditangannya aku banyak mendapatkan pelajaran bagaimana melihat sebuah peristiwa dari berbagai pendekatan. 

Dua tahun terakhir kami memang sering kumpul. Hanya dia yang sering jarang pulang. 

Entah apa saja yang dikerjakan. Mengotak-atik websitenya, mengolah berita bahkan kadangkala membuat opini yang kadangkala diluar pemikiran kita. 

Dari Sanalah aku mendapatkan kesan. Gaya hidup yang sedikit berantakan, jarang makan pagi, jarang minum air putih, merokok dan ngopi yang tiada henti membuat fisiknya menurun. 

Entah berapa kali kami harus mengingatkannya. 

Namun sikap keras kepalanya membuat kadangkala kami harus mengalah. 

Tapi kadangkala “menggunakan power istri”, kami harus “memaksa” dia harus pulang. Istirahat. 

Kadangkala nasehat “dituruti”. Namun entah basa-basi, dua hari malah kemudian “nongol” di Posko. Kamipun kadangkala geleng kepala dengan sikap kerasnya. Selain hanya menghibur dengan tertawa keras. 

Setelah Pilgub usai, ada “anjuran” agar dia kembali berobat. Dan kutahu, proses itu sedang berlangsung. 

Praktis ada kemajuan. Tubuhnya mulai sehat. 

Mendapatkan kabar dia maju menjadi Komisoner KIP Jambi, kamipun bergembira. Mungkin dengan dia memilih menjadi komisioner dia mengambil pilihan yang tepat. 

Setiap proses yang dilalui memberikan kabar gembira. Dia lolos dari proses administrasi, proses politik di DPRD dan kemudian lolos 5 besar dan kemudian dilantik. 

Malam hari setelah pelantikan, akupun memberikan selamat. Dia meminta doa syukur. Sekaligus mengajak kawan-kawan untuk makan-makan. Sekaligus merayakan. 

Namun nasib berkata lain. 

Teman debat yang paling keras akhirnya nasib berkata lain. 

Tuhan memanggil lebih cepat dari yang diperkirakan kita semua. 

Selamat jalan, Wo Fahmi. 

Selamat jalan, buya Fahmi. 

Setiap Langkah perjalanan yang telah dilalui akan dikenang oleh sahabat-sahabatmu.

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs