Bupati Monadi Tanda Tangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa

Bupati Monadi Tanda Tangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa melalui Percepatan Digitalisasi Desa Tahun 2026.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci menandatangani Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa, Kamis (23/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci.

Melalui inovasi Aplikasi GEMA DESA (Gerbang Elektronik Masyarakat Desa) yang digagas oleh Dinas Kominfo Kabupaten Kerinci, pelayanan administrasi desa kini diarahkan menjadi lebih mudah, cepat dan transparan.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kerinci juga memberikan piagam penghargaan kepada 10 desa terbaik penerapan digitalisasi desa tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pelayanan kepada masyarakat.

"Salah satu upaya mewujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju dan sejahtera adalah melalui inovasi dan teknologi,” ujar Bupati Monadi.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan desa yang semakin modern, efektif, dan mudah diakses masyarakat.(*Adz)

Warga Keluhkan Keberadaan Karaoke Inisial ‘D’ di Kerinci: Diduga Kebal Hukum dan Jadi Sarang Maksiat

 

Merdekapost.com – Keresahan masyarakat terkait aktivitas tempat hiburan malam di Kabupaten Kerinci kembali mencuat. Kali ini, sebuah tempat karaoke yang dikenal dengan inisial ‘D’ menjadi sorotan tajam. Lokasinya yang sangat dekat dengan Komplek Perkantoran Bupati Kerinci dinilai telah mencoreng citra pusat pemerintahan daerah.

Berdasarkan laporan warga sekitar dan pantauan di lapangan, tempat karaoke ini diduga kuat tidak hanya menawarkan jasa hiburan musik, namun juga menjadi sarang berbagai aktivitas ilegal.

Dugaan Pelanggaran Berat

Beberapa poin utama yang menjadi sumber keresahan masyarakat meliputi:

Praktik Prostitusi: Tempat ini diduga menyediakan layanan prostitusi terselubung yang beroperasi setiap malam.

Peredaran Miras & Obat Terlarang: Adanya indikasi kuat penjualan Minuman Keras (Miras) tanpa izin serta peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan karaoke tersebut.

Gangguan Ketertiban: Suara kebisingan dan aktivitas hingga larut malam dianggap sangat mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar area perkantoran bupati.

Dinilai "Kebal Hukum"

Hal yang paling disayangkan oleh masyarakat adalah kesan bahwa pemilik tempat karaoke berinisial ‘D’ ini seolah-olah kebal hukum. Pasalnya, meski keresahan ini sudah berlangsung lama dan lokasinya berada di "depan mata" pemerintah daerah, hingga saat ini belum ada tindakan tegas atau penertiban yang dilakukan oleh pihak berwenang.

"Kami heran, tempatnya sangat dekat dengan kantor Bupati, tapi kenapa tidak pernah tersentuh hukum? Apakah ada pembiaran atau memang pemiliknya punya pengaruh besar?" ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan.

Desakan Untuk Aparat Penegak Hukum

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci, Satpol PP, dan jajaran Kepolisian setempat untuk segera turun tangan melakukan razia dan menutup tempat tersebut jika terbukti melanggar aturan.

Keberadaan tempat karaoke yang diduga menjadi sarang maksiat ini dianggap sangat tidak pantas berada di lingkungan instansi pemerintahan dan dapat merusak moral generasi muda di Kerinci.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola karaoke inisial ‘D’ belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan warga tersebut. (ali)

Akhirnya! Pembangunan Jalan Renah Pemetik 27 Km Mulai Digarap, Afuan Yuza: "Mari Kita Kawal Bersama"

 

Merdekapost.com – Kabar gembira yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya tiba. Akses vital Jalan Renah Pemetik sepanjang 27 kilometer kini mulai masuk tahap pengerjaan. Langkah nyata ini menjadi angin segar bagi warga yang selama bertahun-tahun merindukan infrastruktur yang layak untuk menunjang urusan ekonomi dan mobilitas sehari-hari.

Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kerinci-Sungai Penuh, Afuan Yuza, menegaskan bahwa dimulainya pembangunan ini merupakan bentuk komitmen dalam menagih janji Gubernur Jambi. Ia menekankan bahwa sudah saatnya kepentingan rakyat menjadi prioritas utama di atas kepentingan golongan.

"Alhamdulillah, perjuangan panjang ini membuahkan hasil. Kita tidak ingin lagi jalan Renah Pemetik hanya dijadikan komoditas atau ajang politik setiap kali musim pemilu tiba. Rakyat butuh bukti, bukan sekadar janji-janji manis di atas panggung politik," tegas Afuan Yuza.

Mengakhiri "Politik Jalan"

Selama ini, kondisi jalan Renah Pemetik yang rusak parah seringkali menjadi sorotan dan bahan perbincangan hangat di lingkaran politik. Namun, dengan diturunkannya alat berat ke lokasi, Afuan berharap stigma tersebut berakhir. Pembangunan ini murni untuk kesejahteraan masyarakat Kerinci, khususnya para petani dan pekebun yang bergantung pada jalur tersebut.

Mengajak Masyarakat Mengawasi

Sebagai wakil rakyat yang duduk di tingkat provinsi, Afuan Yuza berjanji akan terus memantau progres fisik di lapangan agar kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam fungsi kontrol.

Poin-poin penting dalam pengawalan pembangunan ini:

Ketepatan Waktu: Memastikan pengerjaan selesai sesuai jadwal agar segera bisa dinikmati warga.

Kualitas Infrastruktur: Mengawasi agar material dan ketebalan jalan sesuai standar teknis.

Transparansi: Menjamin tidak ada kendala birokrasi yang menghambat proses di lapangan.

"Mari sama-sama kita kawal pembangunan jalan ini. Ini adalah kemenangan masyarakat Renah Pemetik. Saya di DPRD Provinsi Jambi akan terus memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar berubah menjadi aspal yang kokoh," pungkasnya.

Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan urat nadi perekonomian di wilayah Renah Pemetik kembali berdenyut kencang, membawa kemajuan nyata bagi Kabupaten Kerinci. (*)

Jaga Tradisi Leluhur, Masyarakat Koto Ujung Pasir Gelar Ziarah Kubur Massal Usai Puasa Enam

 

Merdekapost.com – Semangat kebersamaan dan pelestarian tradisi leluhur terpancar jelas di Desa Koto Ujung Pasir. Tepat enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat setempat menggelar kegiatan ziarah bersama di Pemakaman Umum desa yang dilanjutkan ke makam leluhur, sako Barajo, pada momen perayaan Hari Raya Puasa Enam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ratusan warga, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda. Suasana religius kental terasa saat lantunan sholawat bergema mengiringi perjalanan rombongan menuju lokasi pemakaman.

Apresiasi Kepala Desa atas Kekompakan Warga

Kepala Desa Koto Ujung Pasir, Sunandar AZ, S.Pd., yang hadir langsung di tengah masyarakat, menyampaikan rasa bangga dan sanjungannya atas antusiasme warga yang luar biasa. Menurutnya, kekompakan ini adalah aset berharga bagi desa.

"Saya sangat menyanjung tinggi kekompakan dan antusiasme masyarakat Desa Koto Ujung Pasir. Tradisi yang telah diwariskan oleh orang tua dan leluhur kita terdahulu ini tidak pernah luntur. Ini membuktikan bahwa warga kita sangat menghargai sejarah dan akar budayanya," ujar Sunandar.

Beliau juga berharap agar nilai-nilai luhur ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. "Semoga tradisi ziarah dan sholawat ini tidak pernah hilang sampai ke anak cucu kita nanti. Ini adalah jati diri kita," tambahnya.

Momen Silaturahmi Lintas Desa

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, momen ziarah bersama ini juga menjadi wadah silaturahmi yang efektif. Tidak hanya warga lokal, masyarakat dari luar desa pun turut hadir dan berbaur dalam suasana Idul Fitri yang masih terasa hangat.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama di pemakaman nenek moyang sako Barajo, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat desa. Dengan suksesnya acara ini, Desa Koto Ujung Pasir kembali membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus menggerus adat istiadat yang telah lama mengakar. (*)

Wabup Murison Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga Saat Safarai Ramadan di Siulak Mukai

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Kegiatan tersebut kali ini digelar di Masjid At-Taqwa Nurul Islam, Desa Siulak Mukai, Kecamatan Siulak Mukai, pada Rabu (11/3/2026). Safari Ramadan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Murison didampingi oleh Sekretaris Daerah Kerinci Zainal Efendi bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Baca Juga : 

Wako Alfin & Wawako Azhar Hamzah Safari Ramadhan di Masjid Baitul Amal Dusun Baru

Pemkab Kerinci Cairkan Gaji PPPK Paruh Waktu, Realisasi untuk Masa Kerja 3 Bulan

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), santunan diberikan kepada 20 warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, bantuan juga datang dari sektor perbankan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp10 juta, yang diperuntukkan bagi pembangunan dan pengembangan Masjid At-Taqwa Nurul Islam.

Wabup Murison menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pemerintah dapat menyerap berbagai aspirasi dan masukan langsung dari warga, sehingga program pembangunan yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran.

Bacaan Lainnya:

Biar Mudik Lebaran Lancar dan Nyaman, Gubernur Jambi Hentikan Truk Batu Bara di Jalan Raya 13–29 Maret

Gubernur Al Haris Safari Ramadhan di Sungai Penuh, Wako Alfin: Perkuat Kolaborasi Pemkot dan Pemprov

Tinggalkan Bercak Darah Saat Beraksi, (RK) Mahasiswa Pelaku Curanmor di Kerinci Di Tangkap Polisi

“Safari Ramadan ini menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat demi meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada warga Kabupaten Kerinci,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik serta mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah daerah.(HZA)

Dukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Kadishub Kerinci Pimpin Personil Gotong Royong di Kayu Aro

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kerinci menunjukkan aksi nyata dukung penuh Gerakan Indonesia ASRI. Kegiatan gotong royong massal ini dilaksanakan di kawasan Kecamatan Kayu Aro pada Minggu pagi (08/03/2026).(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kerinci menunjukkan aksi nyata. Kegiatan gotong royong massal ini dilaksanakan di kawasan Kecamatan Kayu Aro pada Minggu pagi (08/03/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dan instruksi Sekretariat Daerah Kabupaten Kerinci untuk memperkuat keberlanjutan pencanangan Gerakan ASRI yang telah dimulai sejak Februari lalu di Danau Kerinci.

Aksi Nyata di Lapangan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, Juanda, turun langsung ke lapangan memimpin jajaran personelnya dengan mengenakan pakaian lapangan, Kadishub bersama staf bahu-membahu membersihkan area jalan lintas dan lingkungan sekitar perkebunan teh yang menjadi ikon wisata di Kayu Aro.

"Hari ini kami bersama seluruh jajaran Dishub hadir di Kayu Aro untuk melaksanakan bakti sosial gotong royong. Ini bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tapi bentuk kepedulian kita menjaga keasrian lingkungan Kabupaten Kerinci, khususnya di titik-titik vital seperti jalur transportasi," ujar Juanda di sela-sela kegiatan.

Fokus Kebersihan dan Estetika

Pantauan di lokasi menunjukkan personel Dishub fokus membersihkan sampah plastik, memangkas rumput liar yang mengganggu bahu jalan, serta memastikan saluran air tidak tersumbat. Kehadiran Kadishub di tengah-tengah anggota memberikan motivasi tambahan dalam melaksanakan tugas tersebut.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai instansi lainnya sesuai dengan jadwal pembagian lokasi (titik korve) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci. Melalui gerakan ini, diharapkan kawasan Kayu Aro yang merupakan destinasi unggulan tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.

Harapan Kedepan

Gerakan Indonesia ASRI ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

"Kami berharap semangat gotong royong ini terus berlanjut. Lingkungan yang bersih adalah modal utama kita dalam menyambut wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kerinci," pungkas Juanda.(Adz)

BPC HIPMI Kabupaten Kerinci Tebar Kebaikan Melalui Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup

 

Merdekapost.com – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan yatim piatu di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Kerinci, Anugra Andiska, didampingi oleh Sekretaris Umum Rian Aframa, Bendahara Umum dr. Rizqi Wulandari, serta sejumlah pengurus dan anggota HIPMI lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPC HIPMI Kerinci, Anugra Andiska, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian para pengusaha muda terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban adik-adik kita di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup. Sebagai pengusaha muda, kita tidak hanya dituntut untuk sukses dalam berbisnis, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kebermanfaatan bagi sesama," ujar Anugra di sela-sela acara.

Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum, dr. Rizqi Wulandari, menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang bagi pengurus untuk mempererat solidaritas internal sambil menebar energi positif. "Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul, bercengkrama, dan berbuka puasa bersama. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua," ungkapnya.

Kegiatan yang diawali dengan penyerahan santunan secara simbolis ini berlangsung dengan suasana penuh kehangatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi doa bersama dan berbuka puasa dengan hidangan yang telah disiapkan.

Kehadiran pengurus BPC HIPMI Kerinci disambut hangat oleh pihak pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup. Pihak panti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan kunjungan yang dilakukan oleh para pengusaha muda ini, yang diharapkan dapat menjadi motivasi serta semangat bagi anak-anak di panti tersebut dalam menatap masa depan. (*)

Semakin Marak dan Berani, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan TNKS Wilayah Penetai Tamiai Kerinci

Aktivitas PETI di Kawasan Hutan TNKS Wilayah Penetai Tamiai Kerinci-Jambi.(adz/Foto:Geransi)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Penetai Tamiai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, hingga saat ini masih berlangsung secara masif dan terbuka. 

Berdasarkan hasil pemantauan serta pengumpulan data lapangan yang dilakukan oleh tim GERANSI, praktik pertambangan ilegal tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya pembiaran yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

Kawasan TNKS yang secara hukum merupakan wilayah konservasi dengan fungsi perlindungan ekosistem hutan tropis dan keanekaragaman hayati justru mengalami tekanan serius akibat aktivitas PETI. 

Tim lapangan menemukan sejumlah titik operasi tambang menggunakan alat berat, mesin dompeng, serta aktivitas pengolahan material emas di sepanjang aliran sungai dan area hutan lindung di sekitar Penetai Tamiai dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga:

Imbas Selat Hormuz Ditutup, Cadangan BBM di Indonesia Tersisa 20 Hari

Kasus Raibnya Saldo Nasabah, Dirut Bank Jambi Jalani Pemeriksaan Polda Jambi

Hasil dokumentasi menunjukkan perubahan bentang alam yang signifikan, berupa pembukaan lahan hutan, kerusakan vegetasi, sedimentasi berat, serta terbentuknya lubang-lubang bekas tambang yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis. Aktivitas tersebut tidak hanya merusak kawasan hutan konservasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan hidup masyarakat khususnya di hilir.

Salah satu dampak paling nyata adalah pencemaran badan sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Berdasarkan observasi tim GERANSI, air sungai mengalami perubahan warna menjadi keruh kecokelatan, meningkatnya endapan lumpur, serta indikasi kuat penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pemisahan emas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pencemaran logam berat yang membahayakan kesehatan masyarakat, biota sungai, serta sektor pertanian dan perikanan lokal.

Masyarakat sekitar mengeluhkan menurunnya kualitas air yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan irigasi. Selain itu, beberapa warga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Temuan tim GERANSI juga memperlihatkan bahwa aktivitas PETI berlangsung relatif terbuka tanpa adanya penindakan yang konsisten. Situasi ini menimbulkan persepsi publik bahwa terjadi pembiaran terhadap praktik pertambangan ilegal di kawasan konservasi negara. Minimnya pengawasan serta lemahnya penegakan hukum diduga menjadi faktor utama terus beroperasinya aktivitas tersebut.

Apabila kondisi ini terus berlangsung, kerusakan ekosistem TNKS berpotensi menjadi permanen dan memicu dampak lanjutan seperti banjir, longsor, hilangnya habitat satwa liar, serta krisis kualitas air di wilayah hilir sungai.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, GERANSI mendesak pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk:

  • Melakukan penertiban dan penghentian total aktivitas PETI di kawasan TNKS.
  • Menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai peraturan perundang-undangan.\
  • Melakukan pemulihan lingkungan (rehabilitasi) pada area terdampak.
  • Melaksanakan pengawasan terpadu secara berkelanjutan.
  • Menjamin perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

GERANSI menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan TNKS merupakan tanggung jawab bersama, mengingat kawasan ini adalah salah satu benteng terakhir ekosistem hutan Sumatera yang memiliki nilai ekologis nasional dan global.(*)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs