Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova

 


Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova


Kerinci, Merdekapost.com – Kuliner khas Kerinci, Jambi, kini semakin menancapkan tajinya di panggung internasional. Adalah Sambal Suhen, olahan khas bumi Sakti Alam Kerinci, yang berhasil memikat lidah penikmat kuliner mancanegara berkat dingin tangan seorang konten kreator lokal, Pitrianova.

Berawal dari konten promosi dan kecintaannya pada kuliner kampung halaman, Pitrianova secara konsisten memperkenalkan Sambal Suhen melalui media sosial. 

Olahan sambal dengan cita rasa otentik yang kaya rempah ini rupanya memantik rasa penasaran warga net, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

Kini, Sambal Suhen tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga kerap menjadi penawar rindu para perantau maupun pencinta kuliner pedas di berbagai negara. Tak tanggung-tanggung, pesanan Sambal Suhen besutan Pitrianova telah terbang hingga ke Malaysia, Jepang, Turki, hingga Korea Selatan.

"Awalnya hanya ingin mengenalkan kuliner khas Kerinci lewat konten. Alandhamdulillah, responnya luar biasa. Sekarang pesanan tidak hanya datang dari Sumatra dan pulau Jawa, tapi sudah ada yang minta dikirim ke Malaysia, Jepang, Turki, dan Korea," ujar Pitrianova.

Keberhasilan Pitrianova membawa Sambal Suhen menembus pasar global membuktikan bahwa potensi UMKM dan kuliner daerah Kerinci memiliki daya saing yang luar biasa jika dipadukan dengan strategi digital yang tepat. 

Kini, Sambal Suhen bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan salah satu 'duta' kuliner Kerinci di mata dunia.(Adz)

Ribuan Hektar Dikuasai PTPN 4 Kayu Aro, Kontribusi PAD Nol, DPRD Kerinci Jangan Diam!

Ribuan Hektar Dikuasai PTPN 4, Kontribusi PAD Nol, DPRD Kerinci Jangan Diam!.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Polemik keberadaan perkebunan PTPN IV Regional 4 di Kabupaten Kerinci terus bergulir. DPRD Kabupaten Kerinci didesak segera memanggil pihak manajemen PTPN untuk memberikan penjelasan terbuka terkait kontribusi perusahaan terhadap daerah serta kepastian status dan batas Hak Guna Usaha (HGU).

Pemanggilan tersebut dinilai penting agar berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat tidak berhenti menjadi isu tanpa kejelasan.

Salah satu hal yang perlu ditanyakan DPRD adalah sejauh mana kontribusi langsung aktivitas perkebunan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya:

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Dorong Potensi Unggulan Daerah

Masyarakat meminta adanya penjelasan berbasis data mengenai jenis penerimaan yang masuk ke daerah, termasuk pajak maupun kewajiban lain yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Selain persoalan kontribusi daerah, DPRD juga dinilai perlu meminta penjelasan mengenai luas, masa berlaku, batas koordinat, serta pemanfaatan lahan HGU PTPN IV Regional 4.

Hal ini menyusul munculnya pertanyaan dari masyarakat terkait batas antara areal perkebunan dengan lahan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

“DPRD perlu memanggil PTPN. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi sepihak. Perusahaan harus diberikan ruang menjelaskan berapa luas HGU, sampai kapan berlaku, batas-batasnya di mana, dan bagaimana kontribusinya terhadap daerah,” ujar salah seorang warga.

Pemanggilan tersebut juga dapat menjadi ruang klarifikasi bagi PTPN untuk menjelaskan tudingan maupun persepsi yang berkembang di masyarakat.

Bacaan Lainnya:

Dorong Peningkatan Kemampuan Digital ASN, Kemenag Kerinci Launching Kelas Digital

Petani Kerinci Minta BKPSDM Sungai Penuh Bertindak, Dugaan Penggelapan Hasil Tani yang Dilakukan Oknum PNS Kota Sungai Penuh

DPRD Kerinci diharapkan tidak hanya memanggil PTPN untuk membahas persoalan HGU, tetapi juga menghadirkan pihak BPN/ATR dan pemerintah daerah, sehingga data mengenai status dan batas lahan dapat dikonfirmasi secara bersama.

Dengan begitu, persoalan perkebunan PTPN IV Regional 4 dapat dibahas secara terbuka, berdasarkan dokumen dan data resmi, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat maupun perusahaan.

Kini, publik menunggu apakah DPRD Kabupaten Kerinci akan menindaklanjuti desakan tersebut melalui rapat dengar pendapat dan menghadirkan langsung manajemen PTPN IV Regional 4 untuk memberikan penjelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, Senin (21/9/2026), pihak Manajemen PTPN 4 Kayu Aro dan DPRD Kerinci belum ada keterangan terkait permasalahan tersebut.(Adz)

Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menutup rangkaian Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026, Minggu (20/9/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di kawasan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, itu menjadi penutup seluruh rangkaian festival yang mengangkat potensi kopi daerah.

Festival tersebut mempertemukan petani kopi, penggiat, pelaku usaha, pecinta kopi, pelaku UMKM hingga berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong perkembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., anggota DPRD Kerinci, Sekda, Asisten dan Staf Ahli, Ketua GOW, Ketua Persit, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, para camat serta para penggiat kopi.

Nuansa budaya turut mewarnai penutupan festival melalui penampilan Tarian Cerita Kopi yang dibawakan tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Pertunjukan tersebut menggambarkan keterkaitan antara kopi, budaya dan kehidupan masyarakat Kerinci. Kehadiran seni tradisional sekaligus memperkuat identitas daerah dalam festival yang menjadikan kopi sebagai tema utama.

Monadi: Antusiasme Masyarakat Jadi Kekuatan

Bupati Monadi mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat selama Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 berlangsung.

Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bukan hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan identitas daerah.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Monadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival, mulai dari sponsor, panitia, petani, penggiat kopi, pelaku UMKM hingga para peserta.

Monadi berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang telah terlibat. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” katanya.

Kompetisi Kopi Tampilkan Potensi Pelaku Kopi

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menghadirkan sejumlah kompetisi yang berkaitan langsung dengan kualitas dan kreativitas dalam dunia perkopian.

Pada kategori Greenbean Arabica, juara pertama diraih Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi. Posisi kedua ditempati Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo dan juara ketiga Busri dari Desa Pauh Tinggi.

Untuk kategori Greenbean Robusta, Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi kembali meraih juara pertama. Juara kedua diraih Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya, sedangkan juara ketiga diraih Santi Ali dari Sungai Penuh.

Monadi saat mempromosikan produk Kopi Lokal Kerinci.(mpc)

Sementara kategori Greenbean Liberika, posisi pertama diraih Adelia dari Jambi. Juara kedua diraih Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, dan juara ketiga Martono dari Sarolangun.

Pada lomba Manual Brewing, Frenki keluar sebagai juara pertama, disusul M. Irvan dan Galan Dwi Andika.

Untuk kategori Cup Taster, juara pertama diraih Rahma, juara kedua Frasetiawan dan juara ketiga Zanka Sari.

Sedangkan lomba Hilirisasi Kopi menempatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Kopi Datok/Cascara Kerinci dan juara ketiga Rahma Putri.

Bukan Sekadar Festival Tahunan

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkopian di Kerinci secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari peningkatan kualitas hasil petani, pengolahan, kreativitas produk, hilirisasi hingga perluasan pemasaran.

Dengan potensi perkebunan dan kekayaan alam yang dimiliki, kopi Kerinci dinilai memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Dari Tanah Surga Kerinci, kopi bukan hanya tentang cita rasa. Di balik setiap bijinya terdapat potensi ekonomi, kreativitas masyarakat dan kekayaan budaya yang terus diperkenalkan ke khalayak luas. (Adz)

Dukung Perluasan Lahan Perkebunan Kopi di Kayu Aro, Monadi Bidik Kopi Kerinci Berkualitas

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut ditandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu merupakan bagian dari perluasan tanaman kopi Arabika dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pada tahap pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 320 hektare, dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika seluas 650 hektare pada 2026. Sebanyak 42 kelompok penerima manfaat turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Kegiatan diawali arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengembangan dan hilirisasi kopi yang dimulai dari sektor hulu.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tersebut. Menurutnya, program perluasan kopi bukan sekadar menambah luas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Monadi menilai Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk menghasilkan kopi berkualitas. Selain Arabika, Pemkab Kerinci juga mengembangkan Robusta dan Liberika.

Namun, Bupati menegaskan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam.

Pemkab Kerinci mendorong penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari bibit berkualitas, budidaya, pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, produktivitas, pascapanen, peningkatan mutu, pemasaran hingga pengembangan produk olahan.

Dengan pola tersebut, komoditas kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci sebagai salah satu upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan bahwa kualitas produk dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi. Peluang pasar domestik maupun ekspor perlu dimanfaatkan dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Edi Purwanto Turun ke Lokasi Kebakaran, Upayakan Rumah Khusus Untuk Warga Bungo

Monadi juga berpesan kepada kelompok penerima manfaat agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta petunjuk teknis.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui perluasan 650 hektare tanaman kopi Arabika, Pemkab Kerinci berharap produksi kopi berkualitas terus meningkat dan berdampak terhadap pendapatan petani serta perekonomian daerah.

Lebih jauh, pemerintah daerah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas, kebanggaan dan salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika.

Dengan tanam perdana ini, Kerinci mulai memperkuat langkah membangun industri kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah.(Adz)

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

 

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

Merdekapost.com | Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci melakukan langkah proaktif dengan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta. Langkah "jemput bola" ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., guna memperjuangkan peningkatan sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci.

Dalam audiensi dan koordinasi tersebut, jajaran Dinkes Kerinci memaparkan berbagai kebutuhan krusial terkait peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, ketersediaan alat kesehatan modern, hingga pengembangan infrastruktur RSUD agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan merata.

Komitmen Tinggi untuk Kesehatan Masyarakat

Upaya gigih yang ditunjukkan oleh Kadis Kesehatan Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai selalu memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kerinci, khususnya dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terkendala keterbatasan fasilitas di daerah.

"Langkah koordinasi ke pusat ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kerinci. Kita terus berupaya maksimal mendatangkan dukungan anggaran dan program dari pusat agar fasilitas RSUD kita makin lengkap dan memadai," ujar Hermendizal di sela-sela kegiatan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan Kemenkes RI dapat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan alat medis modern, maupun program penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. 

Dengan terwujudnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, pelayanan RSUD Kerinci di masa mendatang diharapkan makin berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah 9 tahun asal Tanah Cogok Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah.(Adz)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Perjuangan Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus berlanjut. Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Gibran turut dipertanyakan.

Gibran disebut telah mengalami kondisi sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat orang tua Gibran harus berusaha keras memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahkan, sejumlah harta benda disebut telah dijual untuk membiayai pengobatan sang anak.

Kondisi ini mendapat perhatian Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah dalam melihat kondisi warganya yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila semestinya dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Sopan berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama dalam memastikan keluarga Gibran memperoleh informasi, akses pelayanan kesehatan, serta bantuan yang memang menjadi hak atau dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga berharap perhatian terhadap Gibran tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga Gibran masih terus berjuang dan berharap anak mereka mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialaminya.

Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian dan kehadiran pemerintah sangat diharapkan oleh keluarga Gibran.(Adz)

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

KERINCI – Kemunculan dua ekor beruang di kawasan permukiman warga Desa Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, memicu keresahan masyarakat. Satwa liar yang dilindungi tersebut dilaporkan sudah beberapa kali masuk ke ladang hingga merusak tanaman dan bahkan membuka rumah warga.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil merekam kemunculan beruang tersebut dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Menurut keterangan warga, kemunculan beruang bukan hanya sekali terjadi. Dalam sepekan terakhir, satwa tersebut dilaporkan sudah beberapa kali terlihat berkeliaran di area perkebunan yang dekat dengan permukiman.

“Dalam minggu ini sudah dua kali kehadiran beruang,” ujar salah seorang warga dalam rekaman video.

Warga juga menyebutkan bahwa jumlah beruang yang muncul diperkirakan lebih dari satu ekor. Bahkan, dalam kejadian terbaru terlihat dua ekor beruang berada di ladang masyarakat.

“Terlihat dua ekor beruang di perkebunan warga, kami minta dinas terkait segera turun tangan,” ungkap Refsanjani, seorang petani setempat.

Selain merusak tanaman, keberadaan beruang juga dilaporkan sempat membuka rumah warga, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi bahaya yang bisa terjadi.

Diduga, kemunculan satwa liar ini dipicu oleh berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya, sehingga beruang turun ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Warga Desa Koto Baru Hiang berharap pihak berwenang, khususnya BKSDA, segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Langkah seperti pemasangan perangkap atau evakuasi satwa dinilai perlu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi kemunculan beruang. (*)

Akhirnya NY (48) Warga Sungai Deras Kerinci Korban KDRT Meninggal Dunia, Menyusul Sang Suami yang Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh

Kerinci, Merdekapost.com - NY (48), warga Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, yang diduga menjadi korban KDRT pada Senin malam (10/8/2026) akhirnya meninggal dunia.

NY sempat dilarikan ke RSU MHA Thalib Sungai Penuh untuk mendapatkan perawatan. 

Namun, sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (11/8/2026), NY dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah NY kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Deras. Sementara itu, suami korban yang dilaporkan meninggal dunia di pohon cengkeh dimakamkan di Koto Majidin, di rumah kerabatnya.

Peristiwa ini tentu saja menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bahwa persoalan dalam rumah tangga tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan.

Kronologis Kejadian Konflik Keluarga yang Berakhir Memilukan

Suasana tenang di Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci berubah menjadi duka pada Senin (10/8/2026) malam. Konflik dalam sebuah keluarga berakhir memilukan dan menyita perhatian warga setempat.

Seorang warga berinisial NY (48) harus menjalani perawatan medis darurat di rumah sakit akibat luka yang dialaminya. Sementara itu, sang suami berinisial D (60) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan warga beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi.

Kepedulian Warga Meringankan Musibah

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.15 WIB. Ketika itu, saksi H (46) dan F (31) mendengar pertengkaran dari dalam rumah korban. Kepedulian tetangga mendorong warga untuk segera mendatangi lokasi guna memastikan keselamatan penghuni rumah.

Mengingat pintu rumah terikat dari dalam dan tidak ada jawaban, warga berinisiatif membuka pintu secara paksa. Di dalam rumah, warga menemukan NY membutuhkan pertolongan medis mendesak, sementara D sudah tidak berada di tempat.

Warga dengan cepat menolong NY dan membawanya ke Rumah Sakit Umum M. Thalib agar segera mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Keterangan dari saksi bahwa dirinya mendengar ada keributan antara suami isteri tersebut dari dalam rumah

setelah saksi masuk kerumah tidak ada ditemukan suami korban

Pencarian Keberadaan Suami

Usai membawa korban NY ke rumah sakit, warga bersama petugas kepolisian berupaya mencari keberadaan D untuk dimintai keterangan.

Sekitar pukul 22.15 WIB, tim pencari menemukan D sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan perladangan cengkeh milik warga setempat yang berjarak dari rumah korban sekitar 2 km.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah menindaklanjuti temuan di lapangan.

Penyelidikan Resmi Kepolisian

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengumpulkan fakta-fakta yang ada secara utuh dan terukur. Tim penyidik telah menghimpun keterangan dari para saksi serta mengamankan area kejadian.

Kepolisian mengajak masyarakat untuk saling merangkul, mendoakan pemulihan korban, serta tidak menyebarkan spekulasi atau gambar yang kurang pantas di media sosial demi menjaga kedamaian dan rasa empati bagi keluarga yang di tinggalkan. 

Kepada seluruh masyarakat, mari kita hindari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Jika terjadi persoalan atau konflik keluarga, selesaikan dengan kepala dingin, komunikasi yang baik, dan libatkan pihak yang dapat membantu.(*Red)

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik


Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Kebakaran Hebat di Sebukar, Rumah Orang Tua Pj Bupati Ikut Terbakar

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran di Sebukar Kerinci, Rumah Orang Tua Mantan PJ Bupati Ikut Terbakar

Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Warga bersama petugas berupaya keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Joni menyampaikan bahwa sebanyak empat armada pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Nazif Ediyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, 3 armada Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Tiga armada damkar sudah kita kerahkan. Armada semurup, Armada depati 7 dan armada jujun”. Sebut nya.

“Tiga unit armada Damkar yang diturunkan malam ini, dan tidak menutup kemungkinan tambah armada”. Tambahnya lagi.

Berdasarkan informasi dilapangan, salah satu rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah rumah keluarga orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.

"ada 2 unit rumah yang dilalap api dan rumah tersebut salah satunya adalah milik Orang tuanya Pak Asraf (Mantan Pj Bupati Kerinci)" Ujar Khaidir

"Iyo, rumah orang tuonyo pak Pj" Ujar Warga

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.(Ali)

MX Asia Bupati Cup 2026 Sukses Digelar, Kerinci Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism

Kerinci, MERDEKAPOST.COM - Gelaran MX Asia Bupati Cup 2026 resmi berakhir sukses. Ajang motocross bergengsi yang digelar di Kabupaten Kerinci itu berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah.

Event ini tidak hanya menghadirkan persaingan sengit para rider terbaik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi wisata Kerinci ke tingkat yang lebih luas.

Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan penggemar olahraga otomotif memadati arena balap untuk menyaksikan aksi para rider yang tampil maksimal di setiap kelas perlombaan.

Atmosfer kompetisi berlangsung penuh semangat. Deru mesin, aksi lompatan, dan adu cepat para pembalap berpadu dengan keindahan alam Kerinci yang menjadi latar kuat penyelenggaraan event tersebut.

MX Asia Bupati Cup 2026 pun menjadi salah satu ajang olahraga otomotif yang mencuri perhatian di wilayah Sumatera pada tahun ini.

Keberhasilan penyelenggaraan event tersebut tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak. Panitia pelaksana, sponsor, aparat keamanan, tenaga medis, relawan, media, serta masyarakat Kabupaten Kerinci dinilai memiliki peran besar dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Selain menjadi arena kompetisi olahraga, MX Asia Bupati Cup 2026 juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Kehadiran peserta, ofisial, tim pendukung, komunitas otomotif, dan wisatawan dari berbagai daerah ikut menggerakkan aktivitas ekonomi. Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Para pelaku usaha lokal merasakan peningkatan aktivitas selama event berlangsung. Produk lokal Kerinci, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan masyarakat, ikut mendapat ruang promosi lebih luas di hadapan pengunjung dari luar daerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya ekonomi, sektor pariwisata Kerinci juga ikut mendapat dampak positif. Sebagai daerah yang dikenal memiliki kekayaan alam, mulai dari pegunungan, danau, hingga kawasan konservasi, Kerinci kembali mendapat sorotan melalui publikasi dan pemberitaan event tersebut.


Banyak pengunjung memanfaatkan momentum ini untuk menikmati sejumlah destinasi wisata setelah menyaksikan perlombaan. Hal itu semakin memperkuat posisi Kerinci sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan konsep sport tourism atau wisata olahraga.

Kesuksesan MX Asia Bupati Cup 2026 juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Kerinci memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah event berskala regional maupun nasional.

Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan semangat kolaborasi masyarakat, Kerinci dinilai mampu menghadirkan kegiatan berkualitas yang memberi manfaat luas bagi daerah.

Lebih dari sekadar perlombaan, MX Asia Bupati Cup 2026 menjadi ruang silaturahmi komunitas otomotif, panggung sportivitas, sekaligus etalase promosi daerah.

Event ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana strategis untuk membangun citra daerah, menarik kunjungan wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, masyarakat kini menantikan penyelenggaraan MX Asia Bupati Cup pada tahun-tahun mendatang.

Harapan besar muncul agar event ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta, komunitas otomotif, wisatawan, dan pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air.

MX Asia Bupati Cup 2026 memang telah usai. Namun semangat yang ditinggalkannya masih terasa: semangat berprestasi, berkolaborasi, dan membawa nama Kabupaten Kerinci ke panggung yang lebih besar.(*)

Terungkap Lagi, 6 Tersangka beserta Puluhan Gram Sabu dan Ganja Diamankan Polres Kerinci

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci berhasil melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika secara maraton di wilayah hukum Polres Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama periode 04 hingga 07 Mei 2026. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam orang tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan ganja.

​Kapolres Kerinci menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi narkoba di lingkungan mereka.

​Rangkaian Penangkapan:

​1. Sinergi Kakak-Adik di Desa Talang Lindung (04 Mei 2026)

Tim Opsnal mengamankan dua pria berinisial FR (26) dan JZ (30) yang merupakan saudara kandung di pinggir jalan Desa Talang Lindung. Keduanya tertangkap tangan saat mencari paket sabu seberat 0,25 gram yang dibeli secara online dengan sistem "tempel" di bawah tutup botol minuman.

​2. Penggerebekan di Mukai Mudik (06 Mei 2026)

Petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Mukai Mudik dan mengamankan tersangka JE (43). Polisi menemukan 7 paket sabu seberat 1,60 gram yang disembunyikan dalam kotak permen di tumpukan pakaian. Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial A untuk diedarkan kembali.

​3. Jaringan Bapak dan Anak di Sungai Ning (06 Mei 2026)

Dalam pengembangan kasus sebelumnya, polisi mengamankan MA (27) dan ayah kandungnya YR (46). MA diketahui berperan sebagai "kurir tempel" atas perintah bandar berinisial RT. Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan penyisiran lokasi tempelan di daerah Kumun, petugas mengamankan total sabu seberat 1,66 gram serta timbangan digital. Mirisnya, sang ayah (YR) turut membantu anaknya dalam meletakkan paket-paket sabu tersebut ke lokasi pesanan.

​4. Pengungkapan Jaringan Lapas di Lawang Agung (07 Mei 2026)

Terbaru, pada Kamis dini hari, Tim Opsnal meringkus seorang mahasiswa berinisial AR (31) di kediamannya, Jl. Sriwijaya. Tersangka sempat mencoba membuang tas berisi narkoba ke atap bangunan tetangga. Petugas berhasil mengamankan barang bukti yang cukup signifikan yakni 4,2 gram sabu dan 1,4 gram ganja. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut dipesan dari seorang narapidana di Lapas Kelas II B Padang berinisial FI seharga Rp6.200.000,-.

​Barang Bukti & Modus Operandi

​Secara keseluruhan, Polres Kerinci mengamankan belasan paket sabu, satu paket ganja, timbangan digital, alat hisap (bong), serta unit kendaraan bermotor dan handphone. Modus operandi yang digunakan para pelaku didominasi oleh transaksi online, di mana pembayaran dilakukan via transfer bank digital dan pengambilan barang menggunakan sistem "tempel/buang" di lokasi yang ditentukan melalui foto GPS.

​Ancaman Hukuman

​Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Jo UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara.

​Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(​Humas Polres Kerinci)

Geger! Warga Seleman Danau Kerinci Temukan Mayat Laki-laki di Warung Bakso

DANAU KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Warga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki disebuah warung makan "Bakso & Mie Ayam Tombo Luwe", Senin (30/03/2026). 

Kejadian ini tentu saja memancing kerumunan warga yang ingin melihat langsung di lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan

Penemuan mayat ini bermula saat warga sekitar merasa curiga dengan kondisi di dalam warung tersebut. Setelah diperiksa, ditemukan seorang pria sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sontak, kabar ini menyebar dengan cepat dan membuat warga setempat geger.

Pihak kepolisian dari Polsek Danau Kerinci segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi (police line) telah dipasang di sekitar warung untuk mencegah warga mendekat demi kelancaran proses evakuasi dan identifikasi.

Warga berkemumun di Lokasi kejadian.(adz)

Penyebab Kematian

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, pria tersebut diduga meninggal dunia akibat penyakit darah tinggi (hipertensi) yang dideritanya. 

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban saat pemeriksaan awal.

"Iya, tadi warga langsung ramai. Katanya meninggal karena sakit darah tinggi. Polisi sudah di lokasi untuk menangani," ujar salah satu warga yang berada di kerumunan.

Aparat Kepolisian dan Medis saat melakukan evakuasi.(Ali)

Evakuasi Korban

Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dievakuasi oleh petugas medis dan kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Situasi di lokasi saat ini masih terpantau ramai oleh warga yang penasaran, namun tetap kondusif di bawah pengawasan petugas.(Ali)

Kebakaran Hebat di Semurup Kerinci, Api Melalap Tiga Rumah Warga

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Koto Datuk, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran melanda tiga unit rumah semi permanen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.15 WIB oleh seorang warga, Yura Sartika, yang melihat kepulan asap tebal disertai teriakan “api” dari arah rumah korban. Warga yang panik segera berhamburan menuju lokasi untuk memastikan kondisi.

Setibanya di tempat kejadian, api sudah membesar dan melahap bagian lantai dua rumah milik Jamali dan Raunah. Warga berupaya memadamkan api secara manual sembari menunggu bantuan datang, khawatir kobaran merembet ke bangunan lain yang berdekatan.

"Saat kejadian, seluruh pemilik rumah tidak berada di lokasi. Jamali dan Raunah diketahui sedang berada di sawah, sedangkan Don Porgatmi menghadiri acara syukuran," jelas Kapolsek Air Hangat Iptu Julisman kepada wartawan

Sekitar 10 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut diperkuat dengan kedatangan tiga unit mobil tambahan pada pukul 16.00 WIB.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.50 WIB setelah petugas pemadam dibantu personel Polsek Air Hangat dan warga melakukan pemadaman intensif.

Akibat kebakaran itu, tiga rumah mengalami kerusakan berat. Bangunan semi permanen yang sebagian besar berbahan mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api.

Diketahui, saat kejadian berlangsung para pemilik rumah tidak berada di tempat. Jamali dan Raunah sedang berada di sawah, sementara Don Porgetmi (48), pemilik rumah lainnya, tengah menghadiri acara syukuran.

Kepolisian telah melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh tidak adanya aktivitas penghuni di dalam rumah saat api mulai muncul.

Pasca kejadian, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat kini melakukan pendataan korban serta menyiapkan langkah bantuan sosial bagi warga terdampak.(*)

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang.(Facebook) 

KERINCI – Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang. 

Informasi ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebut sejumlah pedagang telah menerima uang yang diduga tidak asli.

Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna Facebook bernama S Yetri meminta pihak kepolisian setempat untuk segera turun tangan. 

Ia menyebutkan bahwa uang palsu tersebut sudah beredar luas dan meresahkan para pedagang kecil.

“Mohon kepada kepolisian Kecamatan Sitinjau Laut untuk bertindak, karena sudah banyak uang palsu beredar di Balai Hiang. Ini salah satu contohnya dan banyak pedagang lain yang mendapatkan uang palsu pecahan 100 dan 50 ribu,” tulisnya.

Dari foto yang beredar, terlihat dua lembar uang pecahan Rp50.000 dengan kondisi yang tampak mencurigakan. 

Beberapa bagian uang terlihat pudar, serta detail cetakan yang diduga tidak sesuai dengan ciri uang asli.

Sejumlah pedagang di kawasan tersebut mengaku khawatir dan berharap ada tindakan cepat dari aparat kepolisian. 

Mereka meminta adanya sosialisasi atau edukasi terkait cara membedakan uang asli dan palsu agar tidak terus menjadi korban.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut. 

Namun, masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dengan memperhatikan ciri-ciri keaslian uang seperti bahan, warna, serta tanda pengaman lainnya.

Kasus dugaan peredaran uang palsu ini menjadi perhatian serius karena dapat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada transaksi tunai sehari-hari. ( Adz | Ali )

Jadi PR Berat Bupati dan DLH Kerinci? Salah Siapa, Pantai Danau Kerinci Kembali Dipenuhi Sampah

Sekeliling Pantai Danau Kerinci kembali Dipenuhi Sampah.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM  – Fenomena tak mengenakkan dan merusak pemandangan kembali terjadi di kawasan objek wisata Danau Kerinci,  Selain mengalami penyusutan permukaan air, kini muncul persoalan baru, sejumlah titik di bibir pantai danau dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Pantauan di sekeliling pantai menunjukkan tumpukan sampah yang sengaja dibuang di beberapa titik sepanjang bibir danau. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap. 

Salah seorang Warga menyebutkan kondisi seperti ini seolah sudah menjadi hal yang lumrah, dan bagi pemerintah daerah mungkin sudah dianggap biasa.“Jelas Afriadi.

Menurutnya, "jangankan di pinggir danau, di tepi jalan utama saja sering terlihat, tumpukan sampah yang berserakan ke badan jalan".

Bacaan Lainnya:

Dari Danau Kerinci, Gerakan Indonesia Asri Dimulai! DLH Serukan Aksi Nyata

Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih 

"Karena sudah terbiasa, kemungkinan tumpukan sampah di bibir pantai danau inipun akan terbiarkan begitu saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi seperti ini telah berlangsung beberapa pekan, terutama sejak permukaan air danau surut. Area yang sebelumnya tertutup air sekarang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab sebagai tempat pembuangan sampah alternatif.

“Surutnya permukaan air danau membuka lahan baru di bibir pantai. di beberapa titik itu dijadikan warga sebagai tempat membuang sampah”. tambahnya.

Sebagai warga Keliling Danau hanya bisa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, untuk tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan semakin memperparah kerusakan eko sistem  lingkungan Danau Kerinci yang juga otomatis   menurunkan daya tarik obyek  wisata Danau Kerinci.

Warga Sindir Program Indonesia ASRI Masih Sebatas Slogan

Pantauan dititik lainnya, yakni kawasan Tanjung Batu, kondisi yang sama, terlihat sampah plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga memenuhi garis tepi danau yang nampak mengering karena penyusutan air.

Warga menyebut kondisi itu telah berlangsung beberapa waktu terakhir. “Air surut, sampahnya makin kelihatan. Kami cemas karena baunya mulai menyengat,” ujar Andi salah seorang warga, pada Kamis (26/02/2026).

Hingga saat ini Belum terlihat langkah Pemerintah melakukan pembersihan di lokasi-lokasi yang paling terdampak. 

Sejumlah warga pun menyindir dengan istilah lokal, “katonyo gotong royong”, menagih konsistensi ajakan kerja bakti Gerakan Nasional Indonesia ASRI 2026 yang kerap digaungkan akhir-akhir ini.

“Harusnya Gerakan Nasional Indonesia ASRI itu di fokuskan pada Danau Kerinci. Apalagi Danau Kerinci ini menjadi Ikon Pariwisata kabupaten Kerinci,”sebutnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperhatikan Danau Kerinci yang semakin hari kian memprihatinkan. 

Harus Ada Aturan Tegas dan Komitmen Nyata

Untuk diketahui, Pemkab Kerinci baru-baru ini melaksanakan program Indonesia ASRI yang difokuskan di kawasan dermaga Danau Kerinci, Minggu, 15 Februari 2026 lalu.

Bupati Monadi turun langsung bersama Dinas terkait (DLH), Forkopimda melaksanakan kegiatan gotong royong bersama membersihkan area dermaga Danau Kerinci

Pemkab Kerinci saat melaksanakan program Indonesia ASRI yang difokuskan di kawasan dermaga Danau Kerinci, Minggu, 15 Februari 2026 lalu.(adz/merdekapost.com)

Bupati Monadi bersama DLH Menyatakan, “Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, resik, dan indah (ASRI). Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Namun, nampaknya hal itu tidak terlalu berdampak kepada masyarakat, buktinya masih saja masyarakat membuang sampah ke area Danau Kerinci dan ini menjadi PR berat bagi Pemimpin dan Dinas terkait.

Seperti disebutkan oleh Nurfuadi, Warga sekitar Danau, menurutnya, "Kesadaran masyarakat masih tipis dan belum tersentuh sama sekali, padahal himbauan sudah berkali-kali disampaikan, dan bahkan contoh langsung juga sudah dilaksanakan oleh Bupati Kerinci Monadi, jadi dalam hal ini kita tidak bisa semata-mata menyalahkan Pemerintah daerah".Ujarnya

Pilihan Redaksi: Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Monadi: Jadikan Budaya Bersama Tumbuhkan Kesadaran Kolektif Warga!

“Seruan dan himbauan gerakan kebersihan lingkungan dengan  Program  Gerakan Nasional Indonesia Asri 2026 jangan hanya sebatas seremoni atau slogan, melainkan harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengawasan dan komitmen nyata Pemerintah Daerah Kerinci". Ungkapnya

"Nampaknya khusus untuk masalah sampah ini perlu ada aturan tegas dan jika perlu Undang-undang (Perda) yang mengaturnya, intinya jika ada yang masih buang sampah sembarangan, didenda" Pungkas Nurfuadi

Warga berharap Bupati Kerinci segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah, memperkuat pengawasan, serta mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau Kerinci sebagai ikon wisata dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.(Adz/Tim)

Begini Porsi MBG untuk 3 Hari Di Dapur SPPG Lempur, Bikin Orang Tua Siswa Mengeluh

Begini Porsi MBG untuk 3 Hari Di Dapur SPPG Lempur yang bikin Orang Tua Siswa Mengeluh.(adz)

Kerinci – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dapur SPPG MBG Lempur kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari orang tua siswa penerima manfaat yang menilai porsi makanan untuk tiga hari dinilai tidak sesuai dan jauh dari harapan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu disebut-sebut hanya membagikan bahan makanan dengan jumlah terbatas untuk konsumsi selama tiga hari.

Adapun rincian yang diterima siswa antara lain:

  • Telur 3 butir
  • Pisang 3 biji
  • Keju 2 pcs
  • Susu 2 kotak
  • Kue kik pisang 1 bungkus
  • Anggur 3 biji dan 
  • Kurma 3 biji.

Sejumlah orang tua menyayangkan komposisi tersebut karena dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak untuk tiga hari. Bahkan, ada yang mempertanyakan apakah porsi tersebut sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi yang ditetapkan dalam program.

Bacaan Lainnya:

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

BERGEJOLAK? Ahli Gizi Dapur SPPG Lempur Mundur Ditengah Isu Anggaran MBG

“Kalau untuk satu hari mungkin cukup sebagai tambahan, tapi ini untuk tiga hari. Tentu kami berharap lebih layak,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Selain soal jumlah, orang tua juga berharap adanya transparansi terkait standar menu, anggaran per porsi, serta pengawasan distribusi agar tujuan utama program benar-benar tercapai.

Sementara itu, pihak pengelola Dapur SPPG MBG Lempur saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Rabu (25/2/2026) belum ada balasan terkait permasalahan dapur SPPG MBG yang dikelolanya.(red/Sumber: Eksplorer.Co.id)

BERGEJOLAK? Ahli Gizi Dapur SPPG Lempur Mundur Ditengah Isu Anggaran MBG

 

Ahli Gizi Dapur SPPG Lempur Mundur Ditengah Isu Anggaran MBG. (ILUSTRASI)

Kerinci, Merdekapost.com – Kisruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus menjadi perbincangan publik. 

Sorotan tak hanya soal porsi dan kualitas makanan, namun juga muncul dugaan persoalan tata kelola hingga indikasi penyimpangan di tingkat yayasan pengelola.

Kali ini, informasi terbaru datang dari dapur SPPG MBG di wilayah Lempur, Kabupaten Kerinci. Berdasarkan keterangan sumber yang dihimpun media ini, tenaga atau ahli gizi di dapur tersebut dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga: 

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

Tamparan Keras! Menteri PAN-RB RI Nilai Pemkot Sungai Penuh Peringkat Terendah Pelayanan Publik Se-Jambi

“Tenaga atau ahli gizinya mengundurkan diri dan berencana kembali ke tempat kerja sebelumnya sebelum bergabung di SPPG MBG Lempur,” ujar sumber kepada media ini.

Sumber tersebut juga menyebutkan, pengunduran diri ahli gizi itu diduga berkaitan dengan adanya persoalan internal yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan program MBG.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Rabu (25/2/2026), belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG MBG lempur terkait alasan pasti pengunduran diri tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan berimbang.(*)

Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas, Polisi Diminta Turun Tangan

Polisi Diminta Turun Tangan, Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan presensi pulang dinas di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, memicu perhatian publik. 

Sorotan kini mengarah pada peran aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Para Terdakwa PJU Kerinci Dituntut Berbeda, Mantan Kadishub Tuntutan Tertinggi 2,4 Tahun

Kebijakan itu tertuang dalam surat bernomor 100.3.4-5/BKPSDM/II/2026 tertanggal 22 Februari 2026 sebagai tindak lanjut perintah lisan Bupati Kerinci, Monadi.

Namun di lapangan, Pasar Ramadan Bukit Tengah setiap sore memang sudah dipadati pengunjung. Kendaraan kerap parkir di badan jalan, sementara lokasi pasar berada di jalur turunan dan tanjakan dekat Tugu PKK—kondisi yang dinilai rawan dari sisi lalu lintas.

Baca Juga: 

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

Gubernur Al Haris Gandeng Kepala Daerah se-Jambi Temui Menteri PKP, Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Sejumlah ASN mengaku khawatir jika ratusan pegawai diwajibkan hadir di waktu yang hampir bersamaan hanya untuk melakukan presensi pulang dinas.

“Sudah padat setiap sore. Kalau ASN juga wajib ke sana untuk absen, jelas makin menumpuk kendaraan. Apalagi itu jalur menurun dan menanjak,” ujar seorang ASN.

Aktivis Minta Polisi Antisipasi Sejak Dini

Aktivis Kerinci, Ega Roy, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak boleh menunggu terjadinya insiden baru bergerak.

Baca Juga: ASN Kerinci Diminta Absen Pulang di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kebijakan Tidak Lazim Tuai Sorotan

“Ini soal keselamatan publik. Polisi harus hadir mengatur dan mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan. Jangan sampai ada korban dulu baru dilakukan penertiban,” tegas Ega Roy.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut berpotensi memusatkan pergerakan ratusan ASN di satu titik pada jam sibuk menjelang berbuka puasa, maka pengamanan lalu lintas harus menjadi prioritas.

“Polisi dan dinas perhubungan harus turun tangan. Rekayasa lalu lintas, penertiban parkir liar, hingga pengawasan ketat perlu dilakukan. Keselamatan pengguna jalan jauh lebih penting dari sekadar formalitas presensi,” ujarnya.

Tanggung Jawab Pengamanan di Ruang Publik

Publik kini mempertanyakan kesiapan aparat dalam mengelola kepadatan di kawasan pasar Ramadan tersebut. Jika tidak ada pengaturan yang jelas, kebijakan administratif ini dikhawatirkan berubah menjadi persoalan lalu lintas yang merugikan masyarakat luas.

Pilihan Redaksi: Tamparan Keras! Menteri PAN-RB RI Nilai Pemkot Sungai Penuh Peringkat Terendah Pelayanan Publik Se-Jambi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait langkah pengamanan dan rekayasa arus kendaraan di sekitar Pasar Ramadan Bukit Tengah.

Sorotan pun terus menguat. Masyarakat berharap aparat kepolisian bertindak preventif demi mencegah potensi gangguan ketertiban dan keselamatan di jalan raya selama bulan suci Ramadan.(*)

Nasabah Bank Jambi di Kerinci dan Sungai Penuh Resah dan Cemas, Dugaan Puluhan Juta Saldo Berkurang? Benarkah

Padati Bank Jambi, Para Nasabah di Kerinci dan Sungai Penuh Resah dan Cemas, Dugaan Puluhan Juta Saldo Berkurang. terlihat para nasahab memadati Bank Jambi Senin pagi. 23/02.(adz/istimewa)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM – Kabar viral mengenai dugaan hilangnya dana nasabah di rekening Bank Jambi memicu kecemasan di tengah masyarakat. Sejumlah nasabah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendatangi kantor cabang pada Senin (23/02/2026) untuk memastikan kondisi saldo mereka.

Sejak pagi Nasabah datang ke kantor cabang untuk mencetak buku tabungan, memeriksa mutasi rekening, hingga meminta klarifikasi langsung dari pihak bank. Sebagian besar mengaku resah setelah informasi dugaan pembobolan rekening beredar luas di media sosial dan grup percakapan.

“Kami merasa cemas dan khawatir dengan viralnya dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Jambi. Jadi lebih baik datang langsung ke cabangnya,” ujar salah seorang warga.

Bacaan Lainnya: Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

Situasi di kantor cabang sempat ramai, namun tetap terkendali dengan pengamanan internal dan pengaturan antrean oleh petugas. Layanan customer service terlihat intens melayani pertanyaan serta membantu nasabah melakukan pengecekan transaksi.

Hingga siang hari, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya gangguan sistem secara menyeluruh. Aktivitas perbankan dilaporkan tetap berjalan normal, meski jumlah nasabah yang datang meningkat dibanding hari biasa.

Peristiwa ini menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap isu keamanan dana di perbankan. Nasabah berharap pihak bank segera memberikan penjelasan terbuka agar keresahan tidak terus meluas.

Keluhan Nasabah Relatif Sama, Gangguan Sistem dan Dugaan Saldo Berkurang

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, gangguan pada layanan aplikasi mobile banking (m-banking) disebut terjadi bersamaan dengan laporan sejumlah nasabah terkait berkurangnya saldo rekening. Nilai saldo yang dilaporkan berkurang bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut saat mengetahui saldo rekeningnya berkurang tanpa transaksi yang ia lakukan.

“Saya tidak bisa mengakses m-banking. Setelah datang ke bank dan mengecek langsung, saldo saya berkurang lebih dari Rp24 juta. Rekan saya juga mengalami hal serupa. Kami hanya ingin kejelasan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

PERMAHI Jambi Desak Para Petinggi Bank Jambi Mundur Jika Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik

Nasabah lain menyampaikan kekhawatiran serupa dan berharap pihak bank segera memberikan penjelasan resmi. Mereka menilai persoalan tersebut menyangkut keamanan dana sehingga perlu penanganan yang transparan dan cepat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan gangguan sistem maupun laporan berkurangnya saldo nasabah. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum memperoleh tanggapan.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik mengingat layanan perbankan digital saat ini menjadi sarana utama transaksi keuangan, khususnya bagi ASN yang memanfaatkan sistem tersebut untuk berbagai kebutuhan administrasi dan pembayaran.

Masyarakat kini menantikan klarifikasi resmi dari pihak bank serta langkah konkret untuk memastikan keamanan dana nasabah dan memulihkan kepercayaan publik.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs