Jum'at Siang, Kecelakaan Maut di Jalinsum Bungo 2 Tewas, Innova Zenix Terbakar NMAX Hancur

Mobil Innova Zennix dan sepeda motor Yamaha NMax terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Jumat (31/7/2026) siang. Mobil Innova Zenix terbakar, Motor NMAX Hancur.(Adz/Istimewa) 

BUNGO, MERDEKAPOST.COM - Dua orang kehilangan nyawa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Bungo, Jambi, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.

Dua pengendara sepeda motor Yamaha NMAX bertabrakan dari arah berlawanan dengan sebuah Toyota Innova Zenix. Lokasi kejadian di Dusun Sarana Jaya, Kecamatan Bathin III.

Benturan keras mengakibatkan mobil Innova Zenix terbakar hingga hangus.

Sementara sepeda motor Yamaha NMAX milik korban hancur di lokasi kejadian.

Menyalip, lalu Adu Kambing

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kecelakaan bermula saat pengendara Yamaha NMAX diduga mencoba mendahului sebuah truk yang melaju di depannya.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Toyota Innova Zenix.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan adu kambing tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat kedua kendaraan terpental.

Toyota Innova Zenix kemudian terbakar hebat sesaat setelah kecelakaan terjadi.

Sementara Yamaha NMAX mengalami kerusakan parah.

"Dugaan sementara NMAX hendak menyalip truk. Dari arah depan datang Innova. Mungkin sama-sama terkejut sehingga tidak sempat mengerem," ujar Aidil, saksi mata di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, dua pengendara motor, Eko Putra dan Doni, meninggal dunia di lokasi kejadian

Video Kecelakaan Viral

Video pascakecelakaan pun beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video tersebut terlihat sebuah Toyota Innova Zenix berhenti di tepi jalan dalam kondisi terbakar hebat.

Api melalap seluruh bagian kendaraan hingga hanya menyisakan rangka. Di sisi lain jalan tampak sepeda motor Yamaha NMAX dalam kondisi ringsek akibat benturan.

Toyota Innova Zenix berhenti di tepi jalan dalam kondisi terbakar hebat.(Ist)

Satlantas Polres Bungo bersama warga terlihat melakukan pengamanan lokasi sambil menunggu proses evakuasi.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Jalinsum Bungo Berulang Kali Makan Korban

Kecelakaan maut ini kembali menambah daftar panjang insiden di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Bungo.

Sebelumnya, pada 25 Mei 2026 terjadi kecelakaan di Jalinsum Kilometer 6 dekat Patung Kuda.

Korban saat itu dievakuasi ke RSUD H Hanafie Muara Bungo setelah laporan diterima melalui Call Center 110.

Kemudian pada 27 Juni 2026, seorang pemuda ditemukan mengalami kecelakaan di Jalinsum Kilometer 6.

Hasil penyelidikan polisi memastikan korban murni mengalami kecelakaan lalu lintas dan tidak ditemukan indikasi menjadi korban begal.

Titik Rawan Kecelakaan di Jalinsum Bungo

Berdasarkan pemetaan aparat, terdapat sedikitnya 10 titik yang masuk kategori rawan kecelakaan di Jalinsum Kabupaten Bungo, yakni:

  • Arah Jujuhan: Km 24, Km 34, Km 44, dan Km 52.
  • Arah Bangko–Sijau: Km 15 dan Km 16.
  • Wilayah Senamat: Km 24 dan Km 33.
  • Arah Tebo: Km 11 dan Km 12 (depan Kantor Camat).

Sejumlah faktor yang kerap menjadi penyebab kecelakaan di ruas Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Bungo antara lain kondisi jalan yang rusak, minimnya rambu dan marka jalan, tingginya kecepatan kendaraan, kelalaian pengemudi, serta kendaraan yang tidak laik jalan.*

(Aldie Prasetya | Editor: Muhammad Adzan)

Kronologi Calon Mahasiswa Universitas Jambi Kecelakaan di Sibolangit, 2 Orangtua Meninggal

KECELAKAAN DI SIBOLANGIT - Kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Green Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). Kecelakaan yang melibatkan delapan unit mobil ini, disebabkan truk bermuatan air mineral kemasan mengalami rem blong. (TRIBUN MEDAN)

"Jam 9 masih teleponan sama si Gabe. Masih bercanda sama bapak waktu mereka di perjalanan dalam mobil"

Roma Sitinjak (21) Keluarga Korban Kecelakaan

MEDAN, MERDEKAPOST.COM - Seorang calon mahasiswa Universitas Jambi dan keluarganya menjadi korban kecelakaan di Sibolangit, Sumatera Utara. Dia mengalami luka-luka, sementara kedua orang tuanya meninggal dunia.

Perjalanan seorang calon mahasiswa Universitas Jambi menuju kampus berubah menjadi duka. 

Gabe Roida Sitinjak (18), yang hendak berangkat kuliah ke Jambi, menjadi korban kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). 

Dalam insiden itu, kedua orang tuanya meninggal dunia.

Korban meninggal masing-masing Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), dan Samsir Sitinjak (30), yang merupakan orang tua dan sepupu Gabe. 

Sementara Gabe bersama adiknya, Five Sitinjak (11), serta Rinto Sitinjak (23), selamat namun mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

Kakak Gabe, Roma Sitinjak (21), mengaku baru mengetahui keluarganya menjadi korban setelah melihat video kecelakaan yang beredar di media sosial.

Saat ditemui di RSUP H Adam Malik Medan, Jumat malam, Roma mengatakan awalnya mendapat informasi adanya kecelakaan dari rekan kerjanya di kawasan Hill Park sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saya dapat informasi kecelakaan dari kawan. Dia bilang, ada kecelakaan di sini, parah sekali," ujar Roma.

Awalnya, ia tidak mengira mobil yang mengalami kecelakaan adalah kendaraan yang ditumpangi keluarganya.

Namun setelah melihat rekaman video yang beredar, Roma mengenali sopir mobil, Pebrianto Siburian, yang saat itu mengantar keluarganya dari Sidikalang menuju Medan.

Ia pun langsung menghubungi kerabat untuk memastikan kondisi orang tua, adik, abang, dan sepupunya.

Abang kandung Roma kemudian bergegas menuju lokasi kejadian dan mengabarkan bahwa kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.

"Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah enggak ada," kata Roma.

Kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Green Hill Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (17/7/2026). Kecelakaan yang melibatkan delapan unit mobil ini, disebabkan truk bermuatan air mineral kemasan mengalami rem blong. (ANT) 

Roma mengungkapkan, keluarganya berangkat dari Kabupaten Dairi menuju Medan untuk mengantar Gabe ke loket Bus RAPI sebelum melanjutkan perjalanan ke Jambi sebagai mahasiswa baru Universitas Jambi.

Dia sebenarnya berencana ikut mengantar sang adik. 

Namun, karena sedang mengambil cuti kerja, Roma menunggu rombongan keluarganya menjemput di Kecamatan Namorambe.

Sekitar pukul 09.00 WIB atau satu jam sebelum kecelakaan terjadi, Roma masih sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya.

Saat itu, kedua orang tuanya tampak tersenyum dan bercanda di dalam mobil.

"Jam 9 masih teleponan sama si Gabe. Masih bercanda sama bapak waktu mereka di perjalanan dalam mobil," kenangnya.

Tak lama kemudian, perjalanan yang semula dipenuhi harapan itu berubah menjadi tragedi.

Kepolisian mencatat sebanyak 12 orang menjadi korban dalam kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit.

Empat orang meninggal dunia, sedangkan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Ada 12 korban dalam kecelakaan tersebut

Identitas korban meninggal dunia:

- Heppi Sitinjak (60)

- Dinaria Manik (60)

- Samsir Sitinjak (30)

- Anton Simorangkir

Identitas korban luka-luka:

- Siti Mawan (51)

- Pebrianto Siburian (31)

- Rafika Lince (41)

- Harta Ulina (50)

- Seventri Amandasari Manihuruk (27)

- Five Sitinjak (11)

- Gabe Roida Sitinjak (18)

- Rinto Sitinjak (23)

Jenazah Dibawa ke Kampung Halaman

Jenazah Heppi Sitinjak, Dinaria Manik, dan Samsir Sitinjak disemayamkan di RSUP H Adam Malik Medan sebelum dibawa ke kampung halaman di Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, untuk dimakamkan.

Kronologi Kecelakaan

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe mengatakan kecelakaan beruntun terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jamin Ginting Kilometer 44, Kecamatan Sibolangit.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, truk tronton bermuatan air mineral melaju dari arah Berastagi menuju Medan dengan kecepatan tinggi.

Saat melintasi jalan menurun, pengemudi diduga berusaha mengerem. Namun sistem pengereman diduga tidak berfungsi sehingga truk mengalami rem blong.

Truk kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya, mengalami pecah ban, kehilangan kendali, lalu terguling dan menghantam sejumlah kendaraan lain.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan sopir truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa itu melibatkan delapan mobil dan satu sepeda motor.

(Aldie Prasetya / Sumber: Tribun Medan)

Pulang dari Takziyah di Kumun, Mobil Warga Lubuk Pinang Masuk Jurang di KM 24 Tapan, 2 Orang Dilarikan Ke RS

Sungai Penuh, mMerdekapost.com – 4 orang warga Muko Muko, Lubuk Pinang mengalami kecelakaan di KM 24 dekat Jembatan Sungai Kunyit atau Perbatasan Tapan Kota Sungai penuh, akibat kecelakaan ini 1 orang dilarikan ke rumah sakit MHA Thalib, 1 Orang lainnya dilarikan RS Tapan mengingat Kondisinya yang cukup Parah, sementara 2 lainnya selamat. Jum’at (03/07/2025) 18.20 WIB.

Menurut informasi mobil tersebut berisi 4 orang, yang baru saja pulang takziah di rumah keluarga didaerah Kumun Kota Sungai Penuh, belum diketahui pasti penyebab kecelakaan namun info dari warga mengatakan mobil tersebut masuk jurang sedalam 5 meter Km 25 jalan lintas Sungai penuh – Tapan .

Baca Juga: Kasus MBG Memanas, 7 Orang Jadi Tersangka saat Boss Baru BGN Nanik Belum Genap Sebulan Dilantik

Kasat Lantas Polres Kerinci IPTU Into Sujarwo melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kerinci IPDA Dio Frananda dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, terjadi kecelakaan tunggal mobil yang masuk jurang di KM 25, 1 korban dirujuk ke RS MHA Thalib Kota sungai penuh, 1 dirujuk RS tapan dikarena kondisi parah dan 2 lainnya tidak apa-apa, untuk Data Korban atau identitas masih dalam pencarian, mobil masih dilokasi menuggu diderek, ” Jelasnya.

Baca Juga: Para Kepala Daerah Tak Sadar Bupati Langkat Ditangkap KPK di Acara APKASI di Medan?

Lanjut kanit Gakkum menambahakan Proses evakuasi korban sudah dilakukan oleh Tim Unit Laka Lantas Polres Kerinci dan saksi yang ada ditempat untuk kendaraan masih dilakukan oleh aparat bersama warga sekitar.

"Jalur Puncak Sungai Penuh–Tapan dikenal rawan kecelakaan, terutama di musim hujan dan pada beberapa titik tikungan curam yang minim pembatas jalan". Tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama kendaraan bermuatan berat yang rawan tergelincir di tikungan tajam dan turunan curam.(Adz)

Dua Kecelakaan Beruntun di 'Lobang Maut' Lintas Sumatra Merangin, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Dua Kecelakaan Beruntun terjadi di 'Lobang Maut' yang menganga di jalan Lintas Sumatra Merangin.(Ist)

MERANGIN, MERDEKAPOST.COM – Kondisi jalan berlubang besar di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin, kawasan Lingkungan Mensawang, Dusun Bangko RT 36, kembali memakan korban.

Dilansir dari media benuajambi.com, Pada Senin (9/6/2026) sekitar pukul 19.50 WIB, sedikitnya terjadi dua kecelakaan lalu lintas dalam rentang waktu yang berdekatan akibat pengendara terjebak lubang besar yang berada di badan jalan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, para korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit MMC Kabupaten Merangin untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga setempat mengaku resah dengan kondisi jalan yang dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan ketika hujan turun deras.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan. Dalam hitungan menit saja sudah terjadi dua kali kecelakaan di lokasi yang sama. Lubang ini sangat dalam dan berbahaya bagi pengendara,” ujar salah seorang warga kepada media ini.

Warga juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya Wakil Bupati Merangin Abdul Khafid, agar segera memerintahkan instansi terkait melakukan perbaikan atau setidaknya menutup lubang tersebut guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Menurut warga, keberadaan lubang besar di ruas Jalan Lintas Sumatra itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang memadai.

“Kami kasihan dengan para pengguna jalan. Apalagi saat malam hari atau ketika hujan lebat, lubang itu sulit terlihat dan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu bertambahnya korban sebelum mengambil langkah cepat. Mengingat lokasi lubang berada di jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Saat ini, warga masih menunggu respons dan tindakan konkret dari pihak terkait untuk mengatasi kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut.(*)

Gunakan Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru di Berangkatkan Ke Kerinci

 

Dengan menggunakan mobil Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru-Dumai di Berangkatkan Ke Kerinci.(Facebook/Ist)

Merdekapost.com  - Innalillahi wainna ilaihirajiun, Rafles Warga Jujun Kerinci dinyatakan meninggal dunia dan menjadi korban ke-7 lakalantas tol pekan baru - dumai

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Almarhum sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru. 

Informasi yang berhasil dirangkum Jenazah sudah diberangkatkan dan dilepas oleh Pengurus HKKN Riau

Melalui video yang diunggah oleh akun Facebook @Phelnie Bonafita yang menayangkan pelepasan jenazah oleh HKKn Riau

Baca Juga: 

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

dalam video tersebut nampak keluarga besar HKKN Riau melepas keberangkatan jenazah Pak Rafles

"Assalamualaikum ww, pada malam hari ini kita melakukan pemberangkatan jenazah, jam 9 (21.00) kita berangkatkan dari Pekanbaru menuju kerinci, jenazah yang ketujuh korban lakalantas di tol kandis"

"pada malam ini kita berangkatkan beliau pak Rafles untuk menuju Kerinci dengan menggunakan mobil ambulance HKKN Riau"

"Pemberangkatan jenazah dilepas oleh Ketua dan tokoh-tokoh HKKN Riau, kami mendoakan jenazah sampai ketujuan, terima kasih assalamualaikum ww" Pungkas perwakilan dari HKKN Riau

Untuk diketahui almarhum menghembuskan nafas terakhir di RS Awal Bros dan diberangkatkan dari Pekanbaru sekira pukul 21.00 WIB Minggu malam

semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan, Alfatihah... (Adz)

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Kerinci setelah sebuah mobil travel Kerinci Wisata Ekspress jenis Toyota Hiace bernomor polisi BH 7013 RU mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan tragis tersebut melibatkan Toyota Hiace yang membawa sejumlah penumpang asal Kerinci dan sebuah dump truk Hino BM 9064 VU yang melaju di jalur yang sama.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi Toyota Hiace mengalami kelelahan atau microsleep saat perjalanan menuju Dumai.

Baca Juga: 5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

Kendaraan yang dikemudikannya kemudian menabrak bagian belakang dump truk yang berada di depannya.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah pengemudi Toyota Hiace, Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung, serta tiga penumpang yakni Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, serta Maiza. Sementara seorang penumpang lainnya, Rasmida (57), warga Pasir Tamiai, Kecamatan Danau Kerinci, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di klinik setempat.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Kerinci. Sebagian besar korban diketahui merupakan warga Kabupaten Kerinci yang sedang melakukan perjalanan menggunakan jasa travel menuju Riau.

Selain korban meninggal dunia, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya Roplis yang mengalami luka cukup serius dan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.

Kemudian Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Desa Lolo Kecil, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kondisi sadar. Korban lainnya, Sabil Pratama Putra (17), warga Talang Lindung, Kecamatan Danau Kerinci, juga mengalami luka-luka akibat benturan keras saat kecelakaan.

Sementara itu, identitas beberapa penumpang lainnya masih terus didata oleh pihak berwenang untuk memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut.

Aparat kepolisian dari Ditlantas Polda Riau masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Bupati Kerinci Ucapkan Belasungkawa

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

Bupati Kerinci, Monadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan seluruh masyarakat Kerinci, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga para korban husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ungkapnya.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang membutuhkan

Masyarakat diimbau untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan saat merasa lelah demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.

Identitas Korban

Data Korban Meninggal Dunia:

1. Roka Munanda (30) – Pengemudi Toyota Hiace – Meninggal di TKP.

2. Tabrani (60) – Penumpang – Meninggal di TKP.

3. Nuraini (55) – Penumpang – Meninggal di TKP.

4. Maiza – Penumpang – Meninggal di TKP.

5. Rasmida (57) – Penumpang – Meninggal saat menjalani perawatan di klinik.

Korban Luka-Luka:

Roplis – Dirujuk ke Rumah Sakit Pekanbaru.

Suci Sepdika Sari (17) – Luka-luka, kondisi sadar.

Sabil Pratama Putra (17) – Luka-luka.

Dona – Dalam pendataan.

Satu penumpang perempuan (Ms. X) – Dalam pendataan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan yang menimpa warga Kerinci sepanjang tahun 2026. Doa dan harapan terus mengalir agar seluruh korban luka dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.(Adz)

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

 

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

PEKANBARU, MERDEKAPOST.COM – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Kerinci setelah lima warganya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan melibatkan satu unit Toyota Hiace yang mengangkut sejumlah penumpang asal Kerinci dengan sebuah dump truk Hino yang melaju di jalur yang sama. Selain menyebabkan lima korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toyota Hiace tersebut sedang melakukan perjalanan dari Pekanbaru menuju Dumai. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga menabrak bagian belakang dump truk Hino yang berada di depannya.

Baca Juga: Tidak ada Korban Jiwa, Kronologis Rumah Orang Tua PJ Bupati Ludes Dilalap Si Jago Merah

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan petugas segera melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Tim gabungan melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk penanganan medis.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa pengemudi Toyota Hiace mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi. Kondisi tersebut diduga menyebabkan hilangnya konsentrasi sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan menabrak truk yang berada di depannya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menyebut benturan keras yang terjadi mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia di lokasi kejadian maupun setelah mendapatkan perawatan medis.

Lima korban meninggal dunia yang berhasil teridentifikasi yakni Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung; Tabrani (60), warga Simpang Empat Tanjung Tanah; Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah; Rasmida (57), warga Pasir Tamiai; serta Maiza yang juga menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka antara lain Roplis yang dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru, Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Lolo Kecil, serta Sabil Pratama Putra (17), pelajar asal Talang Lindung. Beberapa korban lainnya masih dalam pendataan petugas.

Pengemudi dump truk Hino bernama Marjiono (65) dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.

Baca Juga: Sempat Viral dan Bikin Gaduh di Medsos, WRT Team Klarifikasi Soal Hadian Juara Umum Lokal Asia MX Kerinci 2026

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

AKBP Eko Baskara mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Pengemudi diminta memanfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, kelima korban yang merupakan warga Kerinci sudah dibawa pulang menggunakan 5 Ambulance.

5 mobil ambulance yang membawa jenazah para korban telah diberangkatkan sekitar pukul 13.00 WIB menuju Kabupaten Kerinci

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi jarak jauh untuk selalu menjaga kondisi fisik dan memastikan waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs