Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin Kecam Pernyataan Sekda yang Sebut PMII Layaknya Preman

Yugi Parionandes Kecam Pernyataan Sekda Merangin soal PMII Disebut Preman

 Medekapost.com | Pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin yang menyebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) layaknya preman menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin sekaligus Pengurus PKC PMII Provinsi Jambi, Yugi Parionandes.

Yugi menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap organisasi mahasiswa sekaligus mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik.

“Pernyataan itu sangat keterlaluan, tidak beretika, dan mencederai akal sehat. Seorang Sekda seharusnya menunjukkan kapasitas sebagai birokrat yang bijak, bukan justru melontarkan ucapan yang merendahkan dengan menyamakan organisasi mahasiswa seperti preman,” tegas Yugi, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, PMII merupakan organisasi kaderisasi nasional yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan intelektual, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang kader PMII di Merangin, tetapi juga melukai marwah kader PMII secara luas.

Ia juga menegaskan bahwa pejabat publik yang anti kritik dan mudah terpancing emosi menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami prinsip demokrasi. Kritik dari mahasiswa, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam sistem demokratis.

“Jika pejabat alergi terhadap kritik lalu merespons dengan kata-kata kasar, itu menunjukkan kegagalan dalam memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Jabatan tidak boleh dijadikan tameng untuk merendahkan rakyat dan mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yugi mendesak Sekda Merangin untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader PMII dan masyarakat. Ia menilai, tanpa klarifikasi dan permintaan maaf, pernyataan tersebut berpotensi memperburuk citra birokrasi Pemerintah Kabupaten Merangin di mata publik.

“Jangan merasa paling berkuasa. Jabatan itu sementara, tetapi ucapan akan terus diingat masyarakat. Kami meminta agar segera disampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa PMII tidak akan gentar menghadapi intimidasi verbal dari pihak mana pun, serta akan terus menjalankan fungsi perjuangan dan pengawalan kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.

“PMII lahir untuk melawan ketidakadilan, bukan untuk tunduk pada arogansi kekuasaan,” tutupnya. (*)

Mosri Ketua PMII Kerinci-Sungai Penuh : Aktivitas PETI di Tamiai terus berjalan, APH dimana?

 


Merdekapost.com -  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci–Sungai Penuh menyampaikan kritik keras terhadap kinerja aparat penegak hukum khususnya Polres Kerinci, dalam menangani aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak terjadi di wilayah Tamiai.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kerinci-Sungai Penuh menilai bahwa praktik PETI di Tamiai bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah yang telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang maksimal. Aktivitas tersebut dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius, mengancam ekosistem, serta berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Mosri Efendi Ketua PMII Kerinci–Sungai Penuh menegaskan bahwa aparat penegak hukum seharusnya mampu bertindak tegas dan konsisten dalam memberantas aktivitas ilegal tersebut. “Kami melihat adanya ketidaktegasan dalam penanganan PETI di Tamiai. Aktivitas ini terus berlangsung seolah tanpa hambatan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” ujarnya.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari kepentingan segelintir pihak. Negara harus hadir untuk melindungi lingkungan dan rakyat, jika tidak ada langkah konkret dan transparan, maka kondisi ini akan terus berulang dan semakin sulit dikendalikan.” tambahnya.

Lebih lanjut, PMII mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas dan terukur. Mereka meminta adanya penertiban menyeluruh terhadap aktivitas PETI serta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku yang terlibat.

PMII juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. Mereka juga membuka kemungkinan untuk melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada respons serius dari pihak terkait. (*)

Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Soroti Jalan Usaha Tani

Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Kerinci-SUngai Penuh Soroti Keterbatasan akses jalan Usaha Tani.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci–Sungai Penuh menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan usaha tani kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Selasa (13/1/2026).

Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di wilayah Kebun Baru yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur pertanian.

Dalam pertemuan itu, PMII menyoroti belum optimalnya pembangunan jalan usaha tani yang berdampak langsung pada aktivitas dan produktivitas petani. Akses jalan yang sulit dinilai menyebabkan tingginya biaya angkut hasil panen, keterlambatan distribusi, serta berujung pada penurunan pendapatan petani.

BACAAN LAINNYA: Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Ketua PMII Kerinci–Sungai Penuh, Mosri Efendi, menegaskan pemerintah daerah tidak seharusnya membiarkan petani terus berjuang sendiri di tengah janji pembangunan yang berulang setiap tahun.

“Jalan usaha tani bukan sekadar infrastruktur pelengkap, tetapi kebutuhan mendasar bagi petani. Jika terus diabaikan, yang dikorbankan adalah kesejahteraan masyarakat tani di Kebun Baru,” tegas Mosri.

Dalam audiensi tersebut, PMII menyampaikan tiga tuntutan utama kepada DTPH Kabupaten Kerinci, yakni:

1. Segera merealisasikan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani di Kebun Baru.

2. Menjadikan jalan usaha tani sebagai program prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

3. Membuka secara transparan tahapan perencanaan, anggaran, serta jadwal pelaksanaan pembangunan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala DTPH Kabupaten Kerinci Radium Khalis, bersama sejumlah kepala bidang, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PMII. Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, serta melakukan evaluasi terhadap program infrastruktur pertanian yang ada.

Meski demikian, Mosri Efendi menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.

“Kami akan terus mengawal persoalan jalan usaha tani di Kebun Baru hingga ada kepastian realisasi. PMII hadir bukan hanya sebagai penyampai aspirasi, tetapi sebagai pengontrol kebijakan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada petani,” pungkasnya.(red)

PMII Kerinci–Sungai Penuh Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

PMII Kerinci–Sungai Penuh Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

Merdekapost.com | Sungai Penuh - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci–Sungai Penuh menggelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. (Minggu/30/11/25)

Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen PMII terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat banjir yang sedang melanda.

Ketua Cabang PMII Kerinci–Sungai Penuh, Mosri Efendi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan moral bagi kader PMII untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“PMII tidak hanya bergerak pada ranah intelektual, tetapi juga hadir sebagai motor kemanusiaan. Saudara-saudara kita di Sumbar, Sumut, dan Aceh sedang menghadapi musibah besar, dan kami PMII di Kerinci–Sungai Penuh terpanggil untuk membantu semampu kami,” ujarnya

Penggalangan dana dilakukan turun langsung kelapangan di beberapa titik strategis di kota sungai penuh. 

PMII Kerinci–Sungai Penuh juga mengajak seluruh masyarakat, alumni, dan simpatisan untuk berpartisipasi dalam gerakan solidaritas ini. Menurut mereka, sekecil apa pun bantuan akan sangat berarti bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

Sekretaris Umum Alvinas Mahendra menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang terkumpul akan dikonsolidasikan dan disalurkan langsung ke wilayah terdampak melalui lembaga kemanusiaan. Imbuhnya

Tidak hanya itu PMII Kerinci-Sungai Penuh juga Membuka Open donasi dengan Nomor Rekening BRI 556301027553530 A.n Helen Divia.

“Semoga aksi ini menjadi wujud nyata nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sesama anak bangsa,” tutup Mosri Efendi Ketua Cabang PMII Kerinci-Sungai Penuh.(rdp)

Kader PMII Tersulut! Oknum ASN Disdik Jambi Diduga Hina PKC PMII di Grup WA

 

Iqbal Pengurus PKC PMII Jambi

Merdekapost.comJambi – Melalui percakapan di Grup WhatsApp (WA), salah satu oknum ASN Disdik Provinsi Jambi diduga meluapkan kata-kata yang tidak pantas kepada pengurus PKC PMII Provinsi Jambi (18/11/2025).

Iqbal Dinata, selaku pengurus PKC PMII Jambi, menegaskan bahwa hal tersebut bukan persoalan sepele, melainkan sudah menyentuh integritas PMII.

“Jika dia mengucapkan hal yang tidak pantas kepada kepengurusan PKC PMII, maka seluruh kader PMII Provinsi Jambi ikut tersakiti,” ungkapnya.

Iqbal juga menyesalkan sikap seorang ASN Provinsi Jambi yang seharusnya menjadi teladan, namun justru menunjukkan perilaku tidak wajar di ruang publik, terlebih melalui WhatsApp. Menurutnya, seorang ASN semestinya memberi contoh baik bagi adik-adik PMII, bukan sebaliknya.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku oknum ASN tersebut.

“Tolong jaga nama baik PMII,” tegasnya menutup pernyataan sebagai kader sekaligus pengurus PKC PMII Jambi.

Iqbal juga menambahkan bahwa sangat disayangkan seorang ASN Eselon IV di Disdik Provinsi Jambi mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak berpendidikan, sehingga ucapan tersebut sama sekali tidak layak dijadikan contoh bagi generasi muda di Provinsi Jambi.

Ia menegaskan agar oknum berinisial M.KRD tersebut meminta maaf secara terbuka dan diberikan sanksi yang sesuai atas ucapan tidak senonoh yang telah dilontarkan.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. (*)

Resmi Dilantik, PC PMII Kerinci-Sungai Penuh 2025-2026, Mosri: Siap Responsif Terhadap Isu Daerah

PC PMII Kerinci-Sungai Penuh Masa Khidmat 2025-2026, Ketua Mosri sebut Siap Responsif Terhadap Isu Daerah. (adz)

​SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kerinci-Sungai Penuh Masa Khidmat 2025-2026 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Walikota Kota Sungai Penuh 18 Oktober 2025.

​Prosesi pelantikan ini menandai babak baru kepengurusan PMII di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh di bawah nahkoda baru, Mosri Efendi, yang sebelumnya terpilih melalui Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XII pada Mei 2025.

​Pelantikan dilakukan oleh perwakilan dari Pengurus Besar PMII (PB PMII) ketua Bidang Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Arafat Soleman, disaksikan oleh Walikota/Bupati yang diwakili, Mabincab, perwakilan Forkopimda, Ketua Umum HMI, Ketua Umum KAMMI, Perwakilan IMM dan Alumni PMII.

​Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua PC PMII Kerinci-Sungai Penuh, Mosri Efendi menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan responsif terhadap tantangan lokal.

​"Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus kita jalankan bersama. Kami bertekad menjadikan PMII Kerinci-Sungai Penuh lebih responsif terhadap isu-isu daerah, lebih terbuka dalam kaderisasi, dan lebih tegas dalam advokasi sosial kemahasiswaan. Kami siap menjadi garda terdepan untuk masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, PMII dapat terus menjadi mitra kritis dan konstruktif pemerintah." ujar Mosri.

Kemudian dalam sambutan Perwakilan PB PMII Sahabat Arafat Soleman menegaskan​ "Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap PC PMII Kerinci-Sungai Penuh dapat terus melahirkan gagasan-gagasan segar dan kontributif bagi kemajuan daerah," tuturnya.

​Acara pelantikan ini juga diwarnai dengan  pembacaan ikrar pengurus, orasi kebangsaan, atau penampilan seni budaya lokal yang menambah semarak suasana. Dengan dilantiknya pengurus baru ini, PMII Kerinci-Sungai Penuh diharapkan semakin mengokohkan peranannya sebagai organisasi kemahasiswaan Islam yang proaktif dan berintegritas.(adz/nek)

MAPABA PMII Rayon FTIK IAIN Kerinci Sukses Digelar

Foto Bersama Anggota Baru PMII.(mpc)
Merdekapost.com | Kerinci - Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci-Sungai Penuh Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kerinci resmi dan sukses digelar pada 4–5 Oktober 2025 di Islamic Center Kabupaten Kerinci. (05/10/2025)

Dengan mengusung tema “Merajut Solidaritas, Menguatkan Pergerakan”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dasar ke-PMII-an kepada para calon kader baru serta mempererat semangat persaudaraan antar mahasiswa dalam bingkai pergerakan Islam yang moderat dan inklusif.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi tentang ke-PMII-an, keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi, dinamika kelompok, dan refleksi malam yang menumbuhkan rasa solidaritas dan semangat perjuangan.

Ketua Panitia, Aidil Fikra, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan sukses.

Baca Juga: Sangat Menginspirasi! Wisuda Bareng, Kakak Adik Asal Jambi Raih Gelar Doktor dan Peringkat 1 Terbaik UM

“Alhamdulillah, kegiatan MAPABA tahun ini berjalan lancar dan penuh semangat. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Harapan kami, kader baru dapat memahami nilai dasar PMII dan terus berproses menjadi insan yang kritis, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Aidil.

Sementara itu, Ketua Rayon FTIK IAIN Kerinci, Olga Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk melahirkan kader-kader yang siap berjuang dalam bingkai pergerakan.

“MAPABA bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal jati diri pergerakan. Mari kita rajut solidaritas antar kader dan bersama-sama menguatkan barisan pergerakan PMII di Kerinci-Sungai Penuh,” ungkap Olga.

Dengan selesainya kegiatan ini, puluhan peserta resmi menjadi bagian dari keluarga besar PMII Rayon FTIK IAIN Kerinci. Mereka diharapkan mampu membawa semangat dzikir, fikir, dan amal sholeh dalam setiap langkah perjuangan di kampus maupun di tengah masyarakat. (rdp)

MAPABA PMII Se-Komisiariat Kerinci–Sungai Penuh Sukses Digelar, Lahirkan Kader Pergerakan Baru

Masa Penerimaan Anggota Baru (PMII) Cabang Kerinci - Sungai Penuh

Merdekapost.com | Kota Sungai Penuh – Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Komisiariat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh berhasil menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Islamic Center Kota Sungai Penuh. Acara ini berlangsung selama 12–15 September 2025 dengan menggunakan tema "Berorganisasi Bergerak Menginspirasi."

Acara dimulai dengan khidmat dan dihadiri oleh beberapa tokoh PMII, di antaranya tinggal Ketua IKA PMII Cabang Kerinci, Kumaini, M.Pd., yang memberikan inspirasi dan motivasi kepada peserta. Ketua Panitia, Shofyan Fadholi, dalam pembukaan acara mengucapkan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MAPABA. Beliau menyampaikan betapa pentingnya acara ini sebagai wadah pengkaderan awal bagi mahasiswa untuk memperkenalkan nilai-nilai pergerakan PMII.

Foto Bersama PMII Cabang Kerinci - Kota Sungai Penuh

Di puncak acara, Ketua Umum Terpilih PMII Kerinci-Sungai Penuh Mosri Efendi mengutuskan pesan inspiratif kepada peserta.

"MAPABA bukanlah sebuah seremoni formal bergabung organisasi, ini adalah pintu gerbang permulaan untuk mengalami proses di dalam ajaran gerakan intelektual, spiritual, dan sosial. Selamat bergabung di keluarga besar PMII. Kalian semua bukan lagi penonton, namun sudah merupakan pemain di atas panggung perjuangan," kata Mosri Efendi yang disambut tepuk tangan riuh meriah para peserta.

Aktivitas ini diprediksi dapat menghasilkan kader-kader muda yang kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui aksi PMII progresif dan solutif. (rdp)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs