Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia

 

Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia.(MPC)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Festival Kopi Kerinci 2026 resmi berakhir pada Minggu (20/9/2026) Kemarin. Setelah berlangsung selama dua hari di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kegiatan yang mengangkat potensi kopi lokal tersebut ditutup oleh Bupati Kerinci.

Mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”, festival ini tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan bagi pencinta kopi, tetapi juga mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas kopi, UMKM dan sejumlah pemangku kepentingan.

Hari terakhir festival diisi dengan sejumlah agenda yang membawa peserta lebih dekat pada proses produksi dan penilaian kualitas kopi.

Baca Juga: Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Salah satunya adalah field trip kebun kopi, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung perkebunan serta mengenal proses awal produksi kopi dari petani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perjalanan kopi Kerinci, mulai dari kebun hingga siap diolah dan disajikan kepada konsumen.

Selain itu, kompetisi cup tester turut memeriahkan rangkaian penutupan. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam mengenali karakter dan cita rasa kopi, sekaligus memperkenalkan aspek penilaian kualitas dalam industri kopi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada pelaku industri kopi serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang digelar selama festival.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan para pelaku kopi dalam menyukseskan Festival Kopi Kerinci 2026.

Baca Juga: Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Dengan berakhirnya kegiatan, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, memperkenalkan potensi kopi Kerinci dan mendorong pengembangan komoditas kopi agar memiliki nilai tambah.

Kopi Kerinci sendiri menjadi salah satu potensi perkebunan yang terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan promosi, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Baca juga: Ini 20 Nama yang Lolos Administrasi Lelang Jabatan di Sungai Penuh 2026, Berebut 5 Jabatan Kepala OPD

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berupaya mempertemukan potensi lokal dengan pelaku usaha, komunitas dan jaringan industri kopi yang lebih luas.

Dari kawasan Kayu Aro, kopi Kerinci diharapkan semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penutupan Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama dua hari sekaligus momentum untuk melanjutkan upaya pengembangan kopi lokal menuju pasar yang lebih luas.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Jambi, menggelar Festival Kopi Kerinci 2026 pada 19-20 September 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro.

Festival yang mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia” itu menjadi salah satu upaya memperkenalkan kopi Kerinci sekaligus memperluas jejaring antara petani, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan industri kopi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra mengatakan, sejumlah pemangku kepentingan dijadwalkan menghadiri pembukaan festival.

Mereka antara lain Gubernur Jambi, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, perwakilan Bank Indonesia, Bank Jambi, BNI, BRI, serta Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (ASKI).

Menurut Jamal, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.

Festival juga melibatkan Perkumpulan Penggiat Kopi Jambi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, komunitas kopi, barista, petani serta pelaku usaha kopi.(Ali)

Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing, Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide

Bupati Monadi membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide yang dilaksanakan oleh Disparbud Kerinci bertempat di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide, yang berlangsung di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

Bupati Kerinci, Monadi membuka langsung kegiatan tersebut. Sebanyak 30 peserta mengikuti Bimtek Tour Guide yang berasal dari berbagai unsur pariwisata, mulai dari pemandu wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata. Hingga masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

Kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Kerinci, untuk meningkatkan kemampuan para pemandu wisata. Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kerinci terus membutuhkan dukungan sumber daya manusia, yang mampu memberikan pelayanan profesional.

Tingkatkan Kompetensi dan Pelayanan Pemandu Wisata

Ketua Panitia Bimtek Tour Guide, Doni Andriatama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya. Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisatawan selama berada di Kerinci.

Karena itu, pemandu wisata tidak cukup hanya memahami lokasi destinasi. Mereka juga perlu memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, pemahaman terhadap budaya lokal. Serta sikap profesional ketika melayani wisatawan.

“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci. Kita membutuhkan pemandu wisata yang memiliki kompetensi, wawasan, kemampuan komunikasi. Serta sikap profesional sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujar Doni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta menjelaskan, Bimtek tersebut memiliki sejumlah tujuan penting.

Pertama, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata sesuai dengan standar pelayanan kepariwisataan.

Kedua, kegiatan ini memperkuat kemampuan komunikasi, pelayanan prima. Serta kemampuan peserta dalam menyampaikan interpretasi, mengenai destinasi wisata.

Ketiga, kegiatan ini mendorong lahirnya pemandu wisata yang profesional, beretika, dan memiliki daya saing.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga ingin memperkuat pengembangan destinasi wisata Kerinci. Sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional.

Adapun materi Bimtek mencakup kebijakan pembangunan kepariwisataan, teknik kepemanduan wisata, pelayanan prima. Dan komunikasi efektif, pengelolaan perjalanan wisata, hingga keselamatan wisatawan.

Baca Juga: Bupati Monadi Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Wilayah Sulit dan Terpencil

Jamal berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan disiplin dan penuh semangat. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh ketika mendampingi wisatawan di berbagai destinasi Kabupaten Kerinci.

“Harapan kami, ilmu yang di peroleh selama Bimtek dapat peserta terapkan. Dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, dan ikut memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kerinci,” kata Jamal.

Bupati Monadi Dorong Kerinci Bangun Brand Pariwisata

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Kerinci harus mampu membangun sekaligus memasarkan brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing.

Menurut Monadi, pemandu wisata memegang peran penting dalam membangun citra tersebut. Sebab, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membutuhkan cerita, informasi, pengalaman, dan pelayanan yang berkesan.

Karena itu, Monadi mendorong para tour guide untuk memberikan pelayanan prima serta menyampaikan cerita dan narasi wisata yang menarik.

“Kerinci harus mampu membuat dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing yang baik. Hal ini harus mendapat dukungan dari pelaku tour guide melalui pelayanan prima, cerita, dan narasi yang baik,” ungkap Monadi.

Selain itu, Monadi menilai pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi yang kuat. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) perlu bergerak bersama.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran besar dalam membangun cerita tentang pariwisata Kerinci. Cerita lokal, budaya, tradisi, sejarah, serta kekayaan alam dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik destinasi.

“Semua pihak harus berkolaborasi. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, TNKS, dan yang tidak kalah penting masyarakat. Harus ikut membuat cerita pariwisata Kerinci yang baik,” ujarnya.

Dorong Event Wisata Berkualitas hingga Perbaikan Akses

Selanjutnya, Monadi mendorong Pemerintah Kabupaten Kerinci dan para pelaku pariwisata untuk menghadirkan event wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bahkan, menurutnya, Kerinci perlu menggelar event pariwisata secara rutin. Jika memungkinkan. Setiap bulan harus ada agenda wisata, yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

“Kerinci juga harus mampu melaksanakan event-event pariwisata berkualitas. Kapan perlu, setiap bulan ada event pariwisata,” tegasnya.

Namun, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi dan event. Pemerintah juga perlu terus membenahi berbagai aspek pendukung. Mulai dari pelayanan, akomodasi, keamanan, kenyamanan wisatawan, hingga sarana dan prasarana publik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong peningkatan akses menuju Kerinci. Salah satu fokusnya yakni, membuka dan memperkuat akses transportasi udara. Sehingga wisatawan dapat mencapai Kerinci dengan lebih mudah.

Di sisi lain, Monadi juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyusun target pendapatan dari sektor pariwisata. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan kunjungan wisatawan juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan peningkatan kompetensi tour guide, penguatan promosi, penyelenggaraan event berkualitas, kolaborasi lintas sektor. Serta perbaikan infrastruktur dan akses transportasi, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap sektor pariwisata mampu tumbuh lebih kuat.

Pada akhirnya, Kerinci tidak hanya memiliki destinasi wisata yang indah. Tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.(Adz)

Memprihatinkan! Salah satu Ikon Wisata Kota Sungai Penuh Tidak Terurus

Kondisi objek wisata Bukit Khayangan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Sungai Penuh memprihatinkan.(Ist)

SUNGAI PENUH – Kondisi objek wisata Bukit Khayangan yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Sungai Penuh memprihatinkan. Sejumlah fasilitas terlihat tidak terurus, sementara semak belukar mulai menutupi berbagai sudut kawasan wisata tersebut.

Dilansir dari Malalaipos Berdasarkan pantauan dilapangan, Selasa (16/6/2026), kondisi di lapangan menunjukkan kawasan wisata yang dikenal memiliki panorama alam pegunungan yang indah itu tampak kurang mendapat perhatian dari segi pemeliharaan.

Rumput liar dan semak belukar terlihat tumbuh di beberapa titik, sehingga mengurangi kenyamanan serta keindahan destinasi yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kota Sungai Penuh.

Kondisi tersebut pun menuai perhatian masyarakat yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penataan dan perawatan agar objek wisata tersebut kembali menarik untuk dikunjungi.

Sebagai salah satu ikon pariwisata daerah, Bukit Khayangan memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, apabila tidak dikelola secara optimal, dikhawatirkan dapat berdampak pada menurunnya minat kunjungan wisatawan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya instansi yang membidangi sektor pariwisata, terkait kondisi terkini kawasan wisata tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pembersihan dan penataan kembali kawasan Bukit Khayangan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai destinasi wisata andalan daerah.(adz) 

Pasca Viral Pungli di Kayu Aro, Ijin Pengelola Parkir Dicabut, Kini Roda Empat Digratiskan

Pasca Viral Pungli di Objek Wisata Kayu Aro, Dishub Cabut Ijin Pengelola Parkir, Kini Roda Empat Digratiskan.(Ist)

Merdekapost.com – Polemik parkir di kawasan wisata Air Terjun Kayu Aro yang tengah viral di media sosial menuai beragam kritik dari masyarakat. Keluhan tersebut mencuat setelah adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengunjung yang datang ke lokasi wisata populer tersebut.

Terkait viral pungli tersebut, Pihak ke tiga pengelola parkir air terjun dikabarkan mengundurkan diri. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci Juanda Sasmita, saat dikonfirmasi Senin (23/3/2026) malam.

“Benar sudah mengundurkan diri dan izin sudah kita cabut,”kata Juanda Sasmita.

Mantan Kepala Dinas Sosial ini, juga menjelaskan tentang parkir di objek wisata air terjun. 

Baca Juga: 

Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Sungai Batanghari Kembali Makan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun

Gerak Cepat, Polres Tanjab Timur Ringkus Perampok Lansia Kurang dari 24 Jam

“Untuk parkir Roda empat Kami gratiskan, dan kalau roda dua dikelola Karang Taruna setempat,”tuturnya.

Tentang Lalulintas, lanjut Juanda Sasmita, petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalin hingga parkir.

”Petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalu lintas hingga parkir dan tidak memungut retribusi parkir roda empat,”pungkasnya.(Adz)

Lebaran Ke-3, Objek Wisata Biasanya Ramai Dikunjungi, Petugas Parkir Diminta Terapkan Tarif yang Wajar

Jambi, Merdekapost.com - Kenyamanan wisatawan selama momentum Lebaran. Petugas parkir di lokasi wisata diminta memberlakukan pungutan tarif wajar yang ada di Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

“Kita sudah membuat edaran juga, agar semua destinasi ini dijaga. Kita minta (petugas parkir) tolong jangan sampai merugikan masyarakat,” kata Al Haris di Jambi, Sabtu (21/3/2026).

Gubernur menyampaikan, terkait pengawasan lokasi wisata pemerintah telah mengeluarkan surat edaran, serta melakukan koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk memastikan keamanan diseluruh destinasi wisata.

Pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga anggota perlindungan masyarakat (linmas) di tingkat desa.

Objel wisata Bukit Khayangan di sungai Penuh.(Istimewa)

Terkait larangan pungutan parkir yang kerap dikeluhkan pengunjung, ia mengimbau agar pengelola parkir tidak memanfaatkan situasi untuk memungut biaya parkir yang terlalu tinggi atau tidak wajar kepada masyarakat.

Pihaknya menekankan pungutan biaya hanya diperbolehkan jika bersifat resmi, seperti biaya retribusi kebersihan atau biaya administrasi standar lainnya.

Untuk itu, petugas dan pengelola parkir diminta lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan tidak merugikan pengunjung yang ingin menikmati liburan.

“Intinya jangan sampai mereka (masyarakat) parkir dipungut biaya yang besar, kalau hanya biaya retribusi kebersihan silahkan saja, jangan terlalu besar, sifatnya manusiawi,” harapnya.

Bacaan Lainnya: Lestarikan Tradisi Nenek Moyang, Bujang Sahur Desa Koto Tuo dan Ujung Pasir Gelar Takbiran Keliling

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/I/HK.01.03/MP/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan Pada Saat Libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya telah melaksanakan koordinasi dengan dinas kabupaten, kota melakukan pemantauan di daya tarik wisata untuk melakukan langkah antisipasi pencegahan penanggulangan bencana khususnya pada objek wisata rentan.

Termasuk menyediakan layanan pengaduan wisatawan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur alternatif menuju destinasi wisata.Selain itu, menyediakan kantong parkir tambahan jika diperlukan.(Red)

Pengelolaan Sejumlah Destinasi Wisata Kerinci Diserahkan kepada Pihak Ketiga

OBJEK WISATA: Beberapa Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kerinci.(adz/ist)

Kerinci – Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci memastikan bahwa selama libur Idulfitri 2026, pengelolaan sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah Kabupaten Kerinci  akan di tangani oleh pihak ketiga selama lebaran tahun 2026.

Kepastian tersebut di sampaikan Kepala UPTD Pariwisata Dinas Pariwisata Kerinci, Usman. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini pengelolaan beberapa destinasi wisata di Kabupaten Kerinci tidak lagi langsung di lakukan oleh pemerintah daerah, melainkan di percayakan kepada pihak ketiga.

“Ya, pengelolaan objek wisata tahun ini sudah di serahkan kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Kabupaten Kerinci sendiri memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, di antaranya Danau Kerinci, Air Panas (gao) Semurup, Aroma Pecco, serta Air Terjun Telun Berasap yang menjadi daya tarik wisatawan.

Namun demikian, hingga kini belum di ketahui secara pasti nilai kontrak kerja sama pengelolaan masing-masing objek wisata tersebut untuk tahun 2026. Selain itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata juga belum di ketahui Kepala UPTD Pariwisata masih belum memaparkan besaran kontrak untuk tiap destinasi wisata yang di kelola pihak ketiga.

Danau Kerinci: Kondisi danau kerinci sebelum mengalami surut. (adz/ist)

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kerinci juga belum memastikan apakah Museum Kerinci yang berada di kawasan Danau Kerinci akan di buka untuk umum selama libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut di karenakan museum tersebut belum memiliki mekanisme penarikan retribusi bagi daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kerinci, Martono, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa keputusan terkait pembukaan museum saat Lebaran masih menunggu arahan pimpinan.

“Belum bisa di pastikan, karena belum ada arahan dari pimpinan. Selain itu museum juga belum dapat melakukan penarikan retribusi atau belum memiliki target PAD,” ungkapnya. (Adz)

MoU Sudah Diteken, UNJA dan Pemkab Kerinci Satukan Langkah Kembangkan Pariwisata

Penandatanganan MoU kerjasama Universitas Jambi (UNJA) dan Pemkab Kerinci dalam mengembangkan Pariwisata.(ist)

Jambi, Merdekapost.com – Universitas Jambi (UNJA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, sekaligus menggelar Kuliah Umum Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum UNJA, Rabu (04/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Desentralisasi dan Inovasi Kebijakan Daerah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata Tahun 2026” ini berlangsung di Gedung Hexagonal Lantai 3, Kampus UNJA Mendalo.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UNJA Helmi bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., para dekan dan wakil dekan fakultas di lingkungan UNJA, Sekretaris LPPM Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., Sekretaris LPPPM Ir. Yulia Morsa Said, M.T., Kepala UPA Laboratorium Dr. Ir. Suparjo, M.P., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., Ketua Tim Kerja Kerja Sama dan Layanan Internasional Herry Jon, S.E., dosen JISIP UNJA, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, BEM UNJA, serta mahasiswa.

Bacaan Lainnya:

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Jemput Bola, Wako Alfin Temui BWS VI dan Balai Bina Marga, Ajukan Lanjutan Normalisasi Sungai dan Peningkatan Jalan

Dalam sambutannya, Rektor UNJA Helmi menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui kolaborasi yang saling menguatkan.

“Alhamdulillah, Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik UNJA hampir bersamaan memperoleh akreditasi unggul dari lembaga akreditasi mandiri. Ini menjadi bukti bahwa akreditasi unggul bukan sekadar sertifikat, tetapi harus diimplementasikan secara nyata melalui kerja sama dan kontribusi langsung kepada daerah,” ujar Helmi.

Ia juga menyoroti besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya dari perguruan tinggi. Melalui MoU ini, UNJA berkomitmen mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi langkah konkret untuk saling menguatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kerinci,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya dapat hadir di Universitas Jambi serta berbagi pengalaman dengan sivitas akademika.

“Saya sangat berbahagia bisa berada di UNJA. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang saya bagikan dapat bermanfaat bagi mahasiswa. Kerja sama ini sangat penting, terutama dalam mendukung riset dan pengabdian UNJA yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan pengembangan pariwisata Kerinci,” ungkap Monadi.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kerinci pada tahun ini dan berharap UNJA dapat berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kami yakin UNJA adalah bagian dari kami. Kerja sama ini bukan sekadar dukungan, tetapi ikhtiar bersama dalam menyiapkan SDM dan pembangunan daerah. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Universitas Jambi,” pungkasnya.(*)

Event Lari Alam "Kerinci Highland Trail Run" Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi!

Kerinci Highland Trail Run Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi.(ist)

Merdekapost.com, Kerinci – Event lari alam paling bergengsi di Kabupaten Kerinci segera digelar. Kerinci Highland Trail Run 2025 siap menghentak di Kayu Aro pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan menampilkan tantangan lintasan berkelas di kaki Gunung Kerinci.

Tahun ini, event semakin spesial dengan hadirnya Tabola Bale sebagai Special Guest Star. Sosok yang tengah digandrungi anak muda tersebut akan ikut memeriahkan suasana melalui performa panggung yang energik, membuat suasana semakin meriah dan penuh semangat.

Kegiatan ini diinisiasi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta berbagai komunitas pecinta olahraga trail. Beragam kategori lomba siap dipertandingkan, mulai dari 5K, 10K, hingga 21K, yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Selain menikmati keindahan alam Kayu Aro, para pelari juga berkesempatan meraih total hadiah dan doorprize menarik yang telah disiapkan panitia.

Baca Juga: HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi

Event ini juga diramaikan dengan berbagai fasilitas pendukung lomba seperti jersey resmi, medali finisher, serta layanan race yang memadai.

Panitia mengajak seluruh masyarakat, terutama pencinta olahraga dan wisata alam, untuk meramaikan agenda besar ini.

Kerinci Highland Trail Run 2025 bukan sekadar lomba lari, tetapi pesta kolaborasi antara olahraga, hiburan, dan kebanggaan daerah.

Ayo siapkan langkah terbaikmu, ajak sahabat dan keluarga, dan jadilah bagian dari sejarah trail run terbesar di Kabupaten Kerinci.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs