Pasca Viral Pungli di Kayu Aro, Ijin Pengelola Parkir Dicabut, Kini Roda Empat Digratiskan

Pasca Viral Pungli di Objek Wisata Kayu Aro, Dishub Cabut Ijin Pengelola Parkir, Kini Roda Empat Digratiskan.(Ist)

Merdekapost.com – Polemik parkir di kawasan wisata Air Terjun Kayu Aro yang tengah viral di media sosial menuai beragam kritik dari masyarakat. Keluhan tersebut mencuat setelah adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengunjung yang datang ke lokasi wisata populer tersebut.

Terkait viral pungli tersebut, Pihak ke tiga pengelola parkir air terjun dikabarkan mengundurkan diri. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci Juanda Sasmita, saat dikonfirmasi Senin (23/3/2026) malam.

“Benar sudah mengundurkan diri dan izin sudah kita cabut,”kata Juanda Sasmita.

Mantan Kepala Dinas Sosial ini, juga menjelaskan tentang parkir di objek wisata air terjun. 

Baca Juga: 

Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Sungai Batanghari Kembali Makan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun

Gerak Cepat, Polres Tanjab Timur Ringkus Perampok Lansia Kurang dari 24 Jam

“Untuk parkir Roda empat Kami gratiskan, dan kalau roda dua dikelola Karang Taruna setempat,”tuturnya.

Tentang Lalulintas, lanjut Juanda Sasmita, petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalin hingga parkir.

”Petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalu lintas hingga parkir dan tidak memungut retribusi parkir roda empat,”pungkasnya.(Adz)

Lebaran Ke-3, Objek Wisata Biasanya Ramai Dikunjungi, Petugas Parkir Diminta Terapkan Tarif yang Wajar

Jambi, Merdekapost.com - Kenyamanan wisatawan selama momentum Lebaran. Petugas parkir di lokasi wisata diminta memberlakukan pungutan tarif wajar yang ada di Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

“Kita sudah membuat edaran juga, agar semua destinasi ini dijaga. Kita minta (petugas parkir) tolong jangan sampai merugikan masyarakat,” kata Al Haris di Jambi, Sabtu (21/3/2026).

Gubernur menyampaikan, terkait pengawasan lokasi wisata pemerintah telah mengeluarkan surat edaran, serta melakukan koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk memastikan keamanan diseluruh destinasi wisata.

Pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga anggota perlindungan masyarakat (linmas) di tingkat desa.

Objel wisata Bukit Khayangan di sungai Penuh.(Istimewa)

Terkait larangan pungutan parkir yang kerap dikeluhkan pengunjung, ia mengimbau agar pengelola parkir tidak memanfaatkan situasi untuk memungut biaya parkir yang terlalu tinggi atau tidak wajar kepada masyarakat.

Pihaknya menekankan pungutan biaya hanya diperbolehkan jika bersifat resmi, seperti biaya retribusi kebersihan atau biaya administrasi standar lainnya.

Untuk itu, petugas dan pengelola parkir diminta lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan tidak merugikan pengunjung yang ingin menikmati liburan.

“Intinya jangan sampai mereka (masyarakat) parkir dipungut biaya yang besar, kalau hanya biaya retribusi kebersihan silahkan saja, jangan terlalu besar, sifatnya manusiawi,” harapnya.

Bacaan Lainnya: Lestarikan Tradisi Nenek Moyang, Bujang Sahur Desa Koto Tuo dan Ujung Pasir Gelar Takbiran Keliling

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/I/HK.01.03/MP/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan Pada Saat Libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya telah melaksanakan koordinasi dengan dinas kabupaten, kota melakukan pemantauan di daya tarik wisata untuk melakukan langkah antisipasi pencegahan penanggulangan bencana khususnya pada objek wisata rentan.

Termasuk menyediakan layanan pengaduan wisatawan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur alternatif menuju destinasi wisata.Selain itu, menyediakan kantong parkir tambahan jika diperlukan.(Red)

Pengelolaan Sejumlah Destinasi Wisata Kerinci Diserahkan kepada Pihak Ketiga

OBJEK WISATA: Beberapa Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kerinci.(adz/ist)

Kerinci – Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci memastikan bahwa selama libur Idulfitri 2026, pengelolaan sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah Kabupaten Kerinci  akan di tangani oleh pihak ketiga selama lebaran tahun 2026.

Kepastian tersebut di sampaikan Kepala UPTD Pariwisata Dinas Pariwisata Kerinci, Usman. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini pengelolaan beberapa destinasi wisata di Kabupaten Kerinci tidak lagi langsung di lakukan oleh pemerintah daerah, melainkan di percayakan kepada pihak ketiga.

“Ya, pengelolaan objek wisata tahun ini sudah di serahkan kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Kabupaten Kerinci sendiri memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, di antaranya Danau Kerinci, Air Panas (gao) Semurup, Aroma Pecco, serta Air Terjun Telun Berasap yang menjadi daya tarik wisatawan.

Namun demikian, hingga kini belum di ketahui secara pasti nilai kontrak kerja sama pengelolaan masing-masing objek wisata tersebut untuk tahun 2026. Selain itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata juga belum di ketahui Kepala UPTD Pariwisata masih belum memaparkan besaran kontrak untuk tiap destinasi wisata yang di kelola pihak ketiga.

Danau Kerinci: Kondisi danau kerinci sebelum mengalami surut. (adz/ist)

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kerinci juga belum memastikan apakah Museum Kerinci yang berada di kawasan Danau Kerinci akan di buka untuk umum selama libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut di karenakan museum tersebut belum memiliki mekanisme penarikan retribusi bagi daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kerinci, Martono, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa keputusan terkait pembukaan museum saat Lebaran masih menunggu arahan pimpinan.

“Belum bisa di pastikan, karena belum ada arahan dari pimpinan. Selain itu museum juga belum dapat melakukan penarikan retribusi atau belum memiliki target PAD,” ungkapnya. (Adz)

MoU Sudah Diteken, UNJA dan Pemkab Kerinci Satukan Langkah Kembangkan Pariwisata

Penandatanganan MoU kerjasama Universitas Jambi (UNJA) dan Pemkab Kerinci dalam mengembangkan Pariwisata.(ist)

Jambi, Merdekapost.com – Universitas Jambi (UNJA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, sekaligus menggelar Kuliah Umum Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum UNJA, Rabu (04/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Desentralisasi dan Inovasi Kebijakan Daerah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata Tahun 2026” ini berlangsung di Gedung Hexagonal Lantai 3, Kampus UNJA Mendalo.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UNJA Helmi bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., para dekan dan wakil dekan fakultas di lingkungan UNJA, Sekretaris LPPM Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., Sekretaris LPPPM Ir. Yulia Morsa Said, M.T., Kepala UPA Laboratorium Dr. Ir. Suparjo, M.P., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., Ketua Tim Kerja Kerja Sama dan Layanan Internasional Herry Jon, S.E., dosen JISIP UNJA, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, BEM UNJA, serta mahasiswa.

Bacaan Lainnya:

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Jemput Bola, Wako Alfin Temui BWS VI dan Balai Bina Marga, Ajukan Lanjutan Normalisasi Sungai dan Peningkatan Jalan

Dalam sambutannya, Rektor UNJA Helmi menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui kolaborasi yang saling menguatkan.

“Alhamdulillah, Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik UNJA hampir bersamaan memperoleh akreditasi unggul dari lembaga akreditasi mandiri. Ini menjadi bukti bahwa akreditasi unggul bukan sekadar sertifikat, tetapi harus diimplementasikan secara nyata melalui kerja sama dan kontribusi langsung kepada daerah,” ujar Helmi.

Ia juga menyoroti besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya dari perguruan tinggi. Melalui MoU ini, UNJA berkomitmen mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi langkah konkret untuk saling menguatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kerinci,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya dapat hadir di Universitas Jambi serta berbagi pengalaman dengan sivitas akademika.

“Saya sangat berbahagia bisa berada di UNJA. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang saya bagikan dapat bermanfaat bagi mahasiswa. Kerja sama ini sangat penting, terutama dalam mendukung riset dan pengabdian UNJA yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan pengembangan pariwisata Kerinci,” ungkap Monadi.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kerinci pada tahun ini dan berharap UNJA dapat berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kami yakin UNJA adalah bagian dari kami. Kerja sama ini bukan sekadar dukungan, tetapi ikhtiar bersama dalam menyiapkan SDM dan pembangunan daerah. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Universitas Jambi,” pungkasnya.(*)

Event Lari Alam "Kerinci Highland Trail Run" Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi!

Kerinci Highland Trail Run Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi.(ist)

Merdekapost.com, Kerinci – Event lari alam paling bergengsi di Kabupaten Kerinci segera digelar. Kerinci Highland Trail Run 2025 siap menghentak di Kayu Aro pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan menampilkan tantangan lintasan berkelas di kaki Gunung Kerinci.

Tahun ini, event semakin spesial dengan hadirnya Tabola Bale sebagai Special Guest Star. Sosok yang tengah digandrungi anak muda tersebut akan ikut memeriahkan suasana melalui performa panggung yang energik, membuat suasana semakin meriah dan penuh semangat.

Kegiatan ini diinisiasi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta berbagai komunitas pecinta olahraga trail. Beragam kategori lomba siap dipertandingkan, mulai dari 5K, 10K, hingga 21K, yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Selain menikmati keindahan alam Kayu Aro, para pelari juga berkesempatan meraih total hadiah dan doorprize menarik yang telah disiapkan panitia.

Baca Juga: HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi

Event ini juga diramaikan dengan berbagai fasilitas pendukung lomba seperti jersey resmi, medali finisher, serta layanan race yang memadai.

Panitia mengajak seluruh masyarakat, terutama pencinta olahraga dan wisata alam, untuk meramaikan agenda besar ini.

Kerinci Highland Trail Run 2025 bukan sekadar lomba lari, tetapi pesta kolaborasi antara olahraga, hiburan, dan kebanggaan daerah.

Ayo siapkan langkah terbaikmu, ajak sahabat dan keluarga, dan jadilah bagian dari sejarah trail run terbesar di Kabupaten Kerinci.(*)

Bakal Ada yang Unik dan Menarik Saat Festival Kerinci Nanti, Balik ku Dahin

Bakal Ada yang Unik dan Menarik Saat Festival Kerinci Nanti, seluruh peserta bakal 'Balik Gaya ke zaman dulu, Kerinci Dahin'

Kerinci, Merdekapost.com – Festival Budaya Kerinci yang akan digelar pada 2–6 Desember 2025 dipastikan membawa nuansa berbeda. 

Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat tema “Balik ku Dahin”, yang mendorong seluruh peserta untuk mengenakan kostum tradisional dahin (tempo dulu).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal, saat dikonfirmasi, Kamis (20/11/2025), menyampaikan, festival Budaya Kerinci Semua yang hadir pakai kostum dahin.

Baca Juga: 

Pemkot Sungai Penuh Genjot Percepatan Pembangunan 65 Gerai Kopdes Merah Putih

Dinkes Kerinci Berhasil Raih Dua Penghargaan Tingkat Provinsi Jambi

“Tema Balik ku Dahin, Bupati dan Wakil Bupati Kerinci akan memakai pakaian dahin di acara Festival Budaya Kerinci 2025,”ujarnya.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten kerinci Jamal, juga mengatakan pada pembukaan ada Pawai Budaya

“Pawai budaya, Kita rencanakan 4000 orang yang melibatkan Para  Kepala OPD jajarannya, camat hingga Kades dan perangkat desa se-kabupaten Kerinci,”tuturnya.(*)

Upacara HUT RI ke-80 dari Danau Gunung Tujuh Kerinci

Upacara HUT RI ke-80 dari Danau Gunung Tujuh Kerinci.(Doc.Istimewa) 

KERINCI, MP – Petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB-TNKS) bersama para Pendaki Danau Gunung Tujuh, melaksanakan peringatan HUT RI ke-80 dengan penuh kesederhanaan.

Perayaan HUT RI merupakan semangat di antara hutan yang hijau, pegunungan yang menjulang, dan danau yang tenang.. Tanggal 17 Agustus 2025, selain di Gunung Kerinci Pengibaran Sang Merah Putih juga di laksanakan di Gunung Tujuh.

Sebanyak kurang lebih 214 pengunjung berkumpul di tepian Danau Gunung Tujuh, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan menyaksikan Sang Merah Putih berkibar gagah di alam bebas.

Baca Juga:

Empat Warga Kerinci Terseret Arus Air Laut dipantai Sumedang Pessel, Satu Orang Belum ditemukan

Empat orang Warga Kerinci Terseret Arus Air Laut dipantai Sumedang Pessel, Satu Orang Belum ditemukan bernama Arif.(ist/mpc)

Merdekapost, PESSEL – Empat Orang Warga Kerinci yang berkunjung kepantai Sumedang Nagari Nyiur Malambai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 17.00 WIB Hanyut terseret arus ombak.

Informasi hilangnya korban diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut informasi masyarakat dilokasi kejadian, peristiwa itu terjadi saat korban sedang mandi berenang bersama tiga orang temannya, tiga orang berhasil selamat dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan, satu  orang belum dapat ditemukan.

Baca Juga : 

Ini Penjelasan Tim Forensik Setelah Otopsi Jenazah Leni Siswanti

Viral! Mayat Perempuan Ditemukan di Perladangan Pendung Mudik

“Ya benar, kabarnya ada empat orang warga Kerinci terbawa ombak saat sedang berenang, satu dari tiga orang belum berhasil ditemukan.” Bebernya.

Tim gabungan dari Basarnas, Satgas SAR/TRC BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, serta dibantu warga setempat telah melakukan  pencarian di lokasi kejadian.

“Proses pencarian secara intensif akan dilanjutkan pada esok pagi (Senin-red) dengan menggunakan perahu karet sebagai alat utama pencarian,”jelasnya Dev Satgas BPBD Pessel.

Berikut  identitas empat Orang korban :

1. Joni Eka Putra  PNS Alamat Kayu Aro

2. Eka (18) Alamat Kayu Aro

3. Daris (17) Pelajar Alamat Kayu Aro

4. Arif (17) Alamat Kayu Aro.

BPBD Kabupaten Pesisir Selatan memastikan seluruh unsur terlibat telah bersiaga di lokasi untuk melanjutkan operasi pencarian demi menemukan korban secepatnya.(kai)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs