Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai identitas sekaligus warisan leluhur.

Festival yang mengangkat tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Abdullah Sani mengapresiasi  Pemerintah Kabupaten Kerinci, tokoh adat, seniman, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, Kerinci memiliki kekayaan budaya dan alam yang harus dijaga bersama. Selain menjadi kebanggaan daerah, warisan tersebut juga perlu diteruskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perubahan zaman.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Ia menegaskan bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan mengandung nilai luhur dan kearifan lokal yang relevan dalam kehidupan masyarakat.

“Adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas dan jati diri daerah, tetapi juga berfungsi sebagai penyaring dalam menghadapi perubahan global dan pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Wagub Jambi itu juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi, kesenian, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para pendahulu.

Kerinci Berpotensi Menjadi Beranda Budaya Jambi

Abdullah Sani menilai Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata unggulan di Provinsi Jambi.

Potensi tersebut didukung oleh beragam tradisi, kesenian, kuliner khas, cerita rakyat, serta keindahan alam yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.

Danau Kerinci dan kawasan Lembah Kerinci, misalnya, dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin kuat apabila dipadukan dengan promosi kebudayaan dan seni tradisional.

Menurutnya, pengembangan potensi itu membutuhkan perencanaan yang matang serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Sani, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, kementerian terkait, lembaga adat, pelaku pariwisata, dan komunitas kreatif untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci.

Baca Juga: Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan nilai agama, ketentuan hukum, serta adat istiadat yang berlaku.

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Selagi tidak bertentangan, ini tugas kita lalu kita wariskan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat dusun, desa, kabupaten hingga provinsi, untuk memperkuat sinergi dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Abdullah Sani Apresiasi Kualitas SDM Masyarakat Kerinci

Selain menyoroti kekayaan budaya, Abdullah Sani juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia masyarakat Kerinci, terutama kontribusinya dalam bidang pendidikan.

Ia mengenang banyaknya tenaga pengajar asal Kerinci yang telah mengabdi di berbagai wilayah Provinsi Jambi, termasuk di Tungkal, daerah tempat ia dilahirkan.

“Saya kenal namanya Kerinci dari dahulu. Di tempat tanah kelahiran saya di Tungkal, banyak sekali tenaga pengajar dari masyarakat Kerinci. Dari dulu orang Kerinci ini sudah pintar dan berada di mana-mana sebagai tenaga pengajar di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Menurut Sani, kualitas sumber daya manusia merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan.

Ia berharap Festival Budaya Kerinci dapat mempererat persatuan masyarakat dan menumbuhkan semangat bersama dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan Kerinci dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Bupati Monadi: Budaya Harus Menjadi Fondasi Pembangunan

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa Festival Budaya Kerinci 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas masyarakat dan merawat warisan leluhur.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Monadi juga mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter, menjaga keberagaman, dan memperkuat persatuan.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan. Lebih dari itu, festival ini merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, merawat warisan luhur, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas,” kata Monadi.

Ia menjelaskan, tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan alam dan budaya Kerinci, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya.

Kerinci memiliki panorama alam yang beragam, mulai dari kawasan kaki Gunung Kerinci, hamparan lahan pertanian yang subur, hingga Danau Kerinci. Selain itu, daerah ini kaya akan bahasa, kesenian, tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

Menurut Monadi, kekayaan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi identitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap promosi wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian adat dan budaya.

Dukungan pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, komunitas kreatif, dan masyarakat dinilai penting agar Kerinci semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Sejumlah Pejabat Hadiri Pembukaan Festival

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ariansyah; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, S.Pt., M.Si, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Amirzan, S.H., yang menjabat Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperluas pengenalan budaya Kerinci kepada wisatawan.

Dengan pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kekayaan budaya Kerinci diharapkan tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.(Red)

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Semangat mengembangkan usaha kopi lokal ditunjukkan Anugra Andiska, Ketua Umum HIPMI Kerinci, melalui pembukaan stand usaha kopi Noka Experience dalam ajang Festival Kerinci.

Kehadiran Noka Experience menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kopi sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dengan konsep yang mengangkat nuansa tradisional atau gaya orang dahulu, stand Noka Experience menghadirkan suasana yang unik. Atap rumbia dan sentuhan sederhana khas tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Di tengah perkembangan tren kopi modern, konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara budaya lokal, suasana klasik, dan kreativitas anak muda dalam mengembangkan bisnis kopi.

Anugra Andiska, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Kerinci, menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk unggulan, serta mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui Noka Experience, ia turut memperlihatkan bahwa usaha kopi bukan sekadar bisnis minuman, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun identitas daerah dan memperkenalkan potensi Kerinci kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Festival Kerinci pun menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan pengunjung.

Kehadiran stand Noka Experience diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Kerinci agar berani berwirausaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan mengusung nuansa tempo dulu, Noka Experience membawa pesan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis anak muda Kerinci.(Red)

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026.(IST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menghadiri pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 yang mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”, bertempat di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).

Festival Budaya Kerinci dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum dalam menyambut Hari Budaya serta memperkuat pelestarian adat, seni, dan tradisi yang menjadi kekayaan masyarakat Kerinci.

Baca Juga:

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Sekda Alpian menyampaikan bahwa festival budaya merupakan wadah penting untuk menjaga kelestarian warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.

“Festival budaya ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, menjaga nilai-nilai adat istiadat, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Sungai Penuh Sambut Tim Penilai Desa Antikorupsi di Aur Duri

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Festival Budaya Kerinci berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Berbagai atraksi dan kegiatan budaya ditampilkan, di antaranya pawai budaya Kerinci, pameran budaya, Balik Dahin, Kerinci Dimunarai, atraksi seni dan budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, pameran benda budaya, Kerinci Bakaritah, pacu biduk, serta Rentak Busamo Kudo Kelabu.

Suasana festival semakin meriah saat acara ditutup dengan penampilan Tari Iyo-Iyo. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan berkerumun untuk ikut menari bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh semangat dalam melestarikan seni dan budaya daerah.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, diharapkan nilai-nilai adat dan tradisi tetap terjaga, semakin dikenal luas, serta menjadi kebanggaan bersama sebagai identitas budaya masyarakat Kerinci.(Adz)

Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Tari Hulu Saktai dari Desa Baru Semerah menampilkan atraksi ekstrem, mulai dari menginjak pecahan kaca (beling) hingga tebas diri, tampil memukau dalam acara Pembukaan Festival Kerinci di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).(Doc/Istimewa) 

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Penampilan Tari Hulu Saktai asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok (Tanco), Kabupaten Kerinci, sukses mencuri perhatian saat tampil dalam pembukaan Festival Kerinci di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026). 

Bukan sekadar pertunjukan tari biasa, para penampil menghadirkan atraksi ekstrem yang mengundang perhatian pengunjung. 

Mulai dari menginjak pecahan kaca, atraksi bakar diri, hingga tebas diri menggunakan senjata tajam.

Atraksi tersebut menjadi bagian paling mencolok dari penampilan Tari Hulu Saktai. 

Perpaduan seni tari dan aksi yang menegangkan membuat pertunjukan ini memiliki daya tarik tersendiri di tengah kemeriahan pembukaan Festival Kerinci yang bertema sekepal tanah dari suga dan negeri seribu budaya.

Baca Juga:

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Penampilan ini sekaligus memperkenalkan kesenian dari Desa Baru Semerah kepada masyarakat yang hadir dalam festival tahunan tersebut.

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, membawa nama desanya melalui penampilan kesenian yang menjadi salah satu kekayaan budaya lokal masyarakat Kerinci.

"Kehadiran Tari Hulu Saktai di panggung Festival Kerinci menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman tradisi dan kesenian daerah kepada khalayak yang lebih luas," ujar Kades. 

Katanya, di tengah perkembangan zaman, penampilan kesenian tradisional dalam festival daerah menjadi salah satu cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap dikenal oleh generasi muda.

Tampilnya Tari Hulu Saktai dari Desa Baru Semerah diharapkan semakin memperkenalkan kesenian khas Kecamatan Tanco (Tanah Cogok) sekaligus menambah semarak Festival Kerinci.(Adz)

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin : Festival Kerinci 2026 bertema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya” dibuka di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026), dengan suasana tempo dulu dan pertunjukan budaya. (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM, KERINCI - Festival Kerinci 2026 tampil dengan wajah berbeda dan penuh pesona. Mengusung tema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”, festival yang digelar di Dermaga Danau Kerinci ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi yang mewakili Gubernur Jambi, Kamis (22/10/2026).

Terpantau, sejak pagi, Dermaga Danau Kerinci telah dipadati warga yang mengenakan busana khas masa lampau.

Para lelaki tampak gagah dengan baju teluk belango, celana komprang, serta destar di kepala. Sementara itu, kaum perempuan tampil anggun dengan kebaya lama, kain songket, dan perhiasan tradisional yang berkilau diterpa cahaya matahari pagi.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Arak-arakan budaya yang membuka rangkaian acara semakin menambah kemegahan suasana. Para penari, pemusik, dan pembawa panji-panji adat melintas di hadapan para hadirin, menampilkan ragam kesenian klasik Kerinci sebagaimana yang dahulu dipertunjukkan dalam helat rakyat.

Irama gendang dan gong bergaung lembut, seakan membangkitkan kenangan akan kejayaan masa silam yang penuh dengan keagungan budaya.

Ketua panitia Festival Kerinci menuturkan, festival budaya ini mengingatkan masyarakat Kerinci pada masa lalu melalui konsep balik kudahin atau kembali ke masa tempo dulu. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Kita ingin mengingatkan generasi muda bahwa adat bukan sekadar cerita. Ia adalah identitas yang harus dirawat dan dirayakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tema festival tahun ini adalah “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”.

Penampilan Sike Rebana Kerinci menyemarakkan acara pembukaan Festifal budaya Kerinci.(Ist)

Tak hanya peserta, para pedagang kecil di sekitar arena juga turut menyesuaikan diri dengan mengenakan busana jadul. Mereka menjajakan makanan tradisional, seperti lemang, tapai, lopis, serta kopi Kerinci yang harum.

Stand-stand yang dibangun di area festival juga mengusung nuansa bangunan tempo dulu.

Banyak pengunjung menyebut festival tahun ini sebagai salah satu yang paling berkesan karena menghadirkan pengalaman budaya yang kuat dan menyentuh.

Hingga menjelang senja, keramaian tidak kunjung surut. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan pakaian klasik para pengunjung, menjadikan Festival Kerinci tahun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan perjalanan kembali ke masa lampau yang menawan.(*)

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova

 


Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova


Kerinci, Merdekapost.com – Kuliner khas Kerinci, Jambi, kini semakin menancapkan tajinya di panggung internasional. Adalah Sambal Suhen, olahan khas bumi Sakti Alam Kerinci, yang berhasil memikat lidah penikmat kuliner mancanegara berkat dingin tangan seorang konten kreator lokal, Pitrianova.

Berawal dari konten promosi dan kecintaannya pada kuliner kampung halaman, Pitrianova secara konsisten memperkenalkan Sambal Suhen melalui media sosial. 

Olahan sambal dengan cita rasa otentik yang kaya rempah ini rupanya memantik rasa penasaran warga net, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

Kini, Sambal Suhen tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga kerap menjadi penawar rindu para perantau maupun pencinta kuliner pedas di berbagai negara. Tak tanggung-tanggung, pesanan Sambal Suhen besutan Pitrianova telah terbang hingga ke Malaysia, Jepang, Turki, hingga Korea Selatan.

"Awalnya hanya ingin mengenalkan kuliner khas Kerinci lewat konten. Alandhamdulillah, responnya luar biasa. Sekarang pesanan tidak hanya datang dari Sumatra dan pulau Jawa, tapi sudah ada yang minta dikirim ke Malaysia, Jepang, Turki, dan Korea," ujar Pitrianova.

Keberhasilan Pitrianova membawa Sambal Suhen menembus pasar global membuktikan bahwa potensi UMKM dan kuliner daerah Kerinci memiliki daya saing yang luar biasa jika dipadukan dengan strategi digital yang tepat. 

Kini, Sambal Suhen bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan salah satu 'duta' kuliner Kerinci di mata dunia.(Adz)

Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing, Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide

Bupati Monadi membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide yang dilaksanakan oleh Disparbud Kerinci bertempat di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide, yang berlangsung di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

Bupati Kerinci, Monadi membuka langsung kegiatan tersebut. Sebanyak 30 peserta mengikuti Bimtek Tour Guide yang berasal dari berbagai unsur pariwisata, mulai dari pemandu wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata. Hingga masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

Kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Kerinci, untuk meningkatkan kemampuan para pemandu wisata. Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kerinci terus membutuhkan dukungan sumber daya manusia, yang mampu memberikan pelayanan profesional.

Tingkatkan Kompetensi dan Pelayanan Pemandu Wisata

Ketua Panitia Bimtek Tour Guide, Doni Andriatama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya. Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisatawan selama berada di Kerinci.

Karena itu, pemandu wisata tidak cukup hanya memahami lokasi destinasi. Mereka juga perlu memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, pemahaman terhadap budaya lokal. Serta sikap profesional ketika melayani wisatawan.

“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci. Kita membutuhkan pemandu wisata yang memiliki kompetensi, wawasan, kemampuan komunikasi. Serta sikap profesional sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujar Doni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta menjelaskan, Bimtek tersebut memiliki sejumlah tujuan penting.

Pertama, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata sesuai dengan standar pelayanan kepariwisataan.

Kedua, kegiatan ini memperkuat kemampuan komunikasi, pelayanan prima. Serta kemampuan peserta dalam menyampaikan interpretasi, mengenai destinasi wisata.

Ketiga, kegiatan ini mendorong lahirnya pemandu wisata yang profesional, beretika, dan memiliki daya saing.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga ingin memperkuat pengembangan destinasi wisata Kerinci. Sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional.

Adapun materi Bimtek mencakup kebijakan pembangunan kepariwisataan, teknik kepemanduan wisata, pelayanan prima. Dan komunikasi efektif, pengelolaan perjalanan wisata, hingga keselamatan wisatawan.

Baca Juga: Bupati Monadi Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Wilayah Sulit dan Terpencil

Jamal berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan disiplin dan penuh semangat. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh ketika mendampingi wisatawan di berbagai destinasi Kabupaten Kerinci.

“Harapan kami, ilmu yang di peroleh selama Bimtek dapat peserta terapkan. Dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, dan ikut memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kerinci,” kata Jamal.

Bupati Monadi Dorong Kerinci Bangun Brand Pariwisata

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Kerinci harus mampu membangun sekaligus memasarkan brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing.

Menurut Monadi, pemandu wisata memegang peran penting dalam membangun citra tersebut. Sebab, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membutuhkan cerita, informasi, pengalaman, dan pelayanan yang berkesan.

Karena itu, Monadi mendorong para tour guide untuk memberikan pelayanan prima serta menyampaikan cerita dan narasi wisata yang menarik.

“Kerinci harus mampu membuat dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing yang baik. Hal ini harus mendapat dukungan dari pelaku tour guide melalui pelayanan prima, cerita, dan narasi yang baik,” ungkap Monadi.

Selain itu, Monadi menilai pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi yang kuat. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) perlu bergerak bersama.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran besar dalam membangun cerita tentang pariwisata Kerinci. Cerita lokal, budaya, tradisi, sejarah, serta kekayaan alam dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik destinasi.

“Semua pihak harus berkolaborasi. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, TNKS, dan yang tidak kalah penting masyarakat. Harus ikut membuat cerita pariwisata Kerinci yang baik,” ujarnya.

Dorong Event Wisata Berkualitas hingga Perbaikan Akses

Selanjutnya, Monadi mendorong Pemerintah Kabupaten Kerinci dan para pelaku pariwisata untuk menghadirkan event wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bahkan, menurutnya, Kerinci perlu menggelar event pariwisata secara rutin. Jika memungkinkan. Setiap bulan harus ada agenda wisata, yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

“Kerinci juga harus mampu melaksanakan event-event pariwisata berkualitas. Kapan perlu, setiap bulan ada event pariwisata,” tegasnya.

Namun, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi dan event. Pemerintah juga perlu terus membenahi berbagai aspek pendukung. Mulai dari pelayanan, akomodasi, keamanan, kenyamanan wisatawan, hingga sarana dan prasarana publik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong peningkatan akses menuju Kerinci. Salah satu fokusnya yakni, membuka dan memperkuat akses transportasi udara. Sehingga wisatawan dapat mencapai Kerinci dengan lebih mudah.

Di sisi lain, Monadi juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyusun target pendapatan dari sektor pariwisata. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan kunjungan wisatawan juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan peningkatan kompetensi tour guide, penguatan promosi, penyelenggaraan event berkualitas, kolaborasi lintas sektor. Serta perbaikan infrastruktur dan akses transportasi, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap sektor pariwisata mampu tumbuh lebih kuat.

Pada akhirnya, Kerinci tidak hanya memiliki destinasi wisata yang indah. Tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.(Adz)

Begini Penjelasan Pihak Safa Marwa, Terkait Dugaan Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan

Begini Penjelasan Pihak Safa Marwa Terkait Dugaan Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan di kawasan Rawang Sungai Penuh.(Ist/Ilustrasi AI)
Sungai Penuh, Merdekapost.com - Polemik dugaan penumpang perempuan Travel Safamarwa berinisial P yang disebut diturunkan sendirian di tengah hujan di kawasan Rawang akhirnya mendapat tanggapan dari pihak sopir. Dua sopir yang mengantar P memberikan versi berbeda dari cerita yang sebelumnya disampaikan keluarga penumpang.

Dilansir dari Media Bekabar.id, menuliskan klarifikasi dari Salah seorang sopir Safamarwa, Jaka, menjelaskan, proses perpindahan penumpang dilakukan secara normal seperti biasanya di Desa Pulau Sangkar.

 Menurutnya, seluruh penumpang dipindahkan ke kendaraan lain sesuai jalur tujuan masing-masing agar distribusi penumpang lebih efektif dan cepat.

"Kerinci ini wilayahnya luas. Dari Pulau Sangkar penumpang dibagi berdasarkan jalur, ada yang ke Air Hangat Timur, Sungai Penuh, dan Keliling Danau," kata Jaka, Kamis (23/07/26).

Baca Juga: Gara-gara Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan, Tidak Diantar ke Alamat, Travel Safa Marwa Disorot

Jaka mengaku sejak awal P menyampaikan tujuan akhirnya adalah Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur. Karena rute tersebut searah dengan jalur yang dibawanya, P tetap berada di dalam mobil dan tidak dipindahkan bersama penumpang lain. Namun di tengah perjalanan, P disebut tiba-tiba mengubah lokasi turun.

"Di perjalanan dia bilang mau turun di Simpang Tiga Rawang. Karena itu saya pindahkan ke mobil lain yang memang menuju arah Rawang, yang dikemudikan sopir bernama Yar. Kalau dari awal bilang turun di Koto Lolo, tentu kami pindahkan ke mobil yang searah jalurnya ke sana," ujarnya.

Sementara itu, sopir kedua, Yar, mengatakan setelah berpindah kendaraan, P kembali menyampaikan bahwa kakaknya akan menjemputnya di kawasan Simpang Tiga Rawang.

Menurut Yar, saat mobil memasuki wilayah Tanah Kampung dan melintas menuju Tanjung Rawang, ia kembali memastikan lokasi penjemputan.

"Dia bilang dijemput di salah satu minimarket di Rawang. Saat sampai di jembatan simpang Tanjung Rawang saya tanya lagi, mana kakaknya. Tiba-tiba dia malah meminta diantar ke Koto Lolo, padahal itu sudah berbeda jalur," kata Yar, Kamis (23/07/26).

Yar mengaku sempat meminta P menunggu karena dirinya harus lebih dulu mengantar penumpang lain. Namun lantaran P mengatakan kakaknya sudah hampir tiba di Rawang, ia memutuskan berhenti di salah satu bengkel di kawasan menuju Pemancar Rawang.

Sopir Bantah Tinggalkan Penumpang Sendirian 

Menurut penjelasan Yar, kendaraan tidak langsung meninggalkan lokasi P turun

"Dilokasi P turun, Kami berhenti dulu disana, mobil belum langsung jalan karena kami masih menunggu kakaknya datang, jadi tidak benar kalau kami tinggalkan P begitu saja" ujarnya

Dia menyebut sekitar lima menit kemudian beberapa penumpang lain mulai meminta agar perjalanan dilanjutkan karena mereka ingin juga cepat sampai ke tujuan

"Saat itu penumpang yang lain sudah mendesak agar segera jalan, mungkin karena mendengar itu P menangis. tapi kami tetap menunggu sampai kakaknya datang menjemput. baru setelah kakaknya tiba dilokasi barulah kami lanjutkan perjalanan mengantar penumpang lainnya" Ujar Yar

Sebelumnya, diberitakan bahwa keluarga P menyampaikan keberatan atas pelayanan Travel Safa Marwa, kakak P Rifki Dermawan mengaku adiknya diturunkan di kawasan Rawang saat hujan turun, padahal ia telah meminta sopir menunggu hingga dirinya tiba dilokasi penjemputan

Baca Juga: Hermendizal Kadinkes Kerinci Tegaskan: Layanan Kesehatan Hak Masyarakat Paling Utama, Tugas Kita Berusaha Mewujudkannya

Rifki juga menyebut dirinya sempat meminta agar adiknya diturunkan di Koto Lolo atau disebuah Mini market agar bisa berteduh,namun permintaannya disebut tidak dipenuhi

Dalam peristiwa ini, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama pihak Travel yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. 

Selain kejadian ini juga masih banyak kejadian-kejadian lainnya yang diduga merupakan ulah dari supir-supir yang nakal bahkan beberapa kejadian kecelakaan disinyalir karena human error, supir ngantuk, ugal-ugalan dan memaksanakan diri.

Semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua. (adz/bekabar.id/berbagai sumber) 

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik

Bupati Monadi Lepas Ekspor ke Tiongkok, Produk Unggulan Kerinci Ini Primadona Baru

 

Bupati Monadi Lepas Ekspor ke Tiongkok, Produk Unggulan Kerinci Ini Primadona Baru.(Ist)

Kerinci. Merdekapost.com – Koperasi Produsen Agroforestry Goenoeng Raja Koerintji (Agrorra) mencatat sejarah baru. Didampingi jajaran Forkopimda dan perwakilan Bank Indonesia Jambi, Bupati Kerinci Monadi secara resmi melepas ekspor bersama komoditas agroforestri unggulan lokal menuju pasar Tiongkok pada Sabtu (23/5/2026).

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa produk berbasis kelestarian lingkungan dari bumi Sakti Alam Kerinci mampu menembus standardisasi ketat pasar internasional.

Komitmen Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani

Dalam komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Bupati Monadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan siap memfasilitasi para petani lokal dari hulu hingga ke hilir.

“Pelepasan ekspor hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembuktian bahwa hasil bumi Kerinci memiliki daya saing global. Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen penuh untuk terus mengawal hilirisasi produk agroforestri seperti ini agar para petani kita mendapatkan nilai tambah yang optimal langsung di daerah sendiri,” ujar Monadi.

Orang nomor satu di Kabupaten Kerinci ini, yang dikenal fokus pada sektor pertanian berkelanjutan (pejuang petani) ini juga menambahkan bahwa model kerja sama Koperasi Agrorra patut menjadi contoh nasional.

“Ini adalah sinergi luar biasa. Kita membuktikan kepada dunia luar bahwa menjaga kelestarian hutan kawasan penyangga dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan,” tuturnya.

Kopi Premium Berstandar Global

Koperasi Agrorra yang berbasis di Lempur Tengah, Kecamatan Gunung Raya, merupakan lembaga binaan yang konsisten menerapkan metode pertanian ramah lingkungan. Produk utama yang diberangkatkan ke Tiongkok kali ini didominasi oleh kopi premium jenis Arabika dan Robusta Kwao Kerinci yang ditanam secara organik di bawah tegakan pohon hutan.

Pasar Tiongkok dipilih karena tren permintaan komoditas hasil tani lestari (sustainable agriculture) dari Indonesia di negara tersebut terus melonjak tajam.

Melalui momentum ekspor bersama ini, Bupati Monadi berharap dapat memicu motivasi bagi kelompok tani hutan (KTH) lain di Provinsi Jambi untuk terus menjaga konsistensi produksi, meningkatkan mutu sesuai standar internasional, dan berani memperluas jaringan pasar ke berbagai belahan dunia.(Adz)

Pasca Viral Pungli di Kayu Aro, Ijin Pengelola Parkir Dicabut, Kini Roda Empat Digratiskan

Pasca Viral Pungli di Objek Wisata Kayu Aro, Dishub Cabut Ijin Pengelola Parkir, Kini Roda Empat Digratiskan.(Ist)

Merdekapost.com – Polemik parkir di kawasan wisata Air Terjun Kayu Aro yang tengah viral di media sosial menuai beragam kritik dari masyarakat. Keluhan tersebut mencuat setelah adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengunjung yang datang ke lokasi wisata populer tersebut.

Terkait viral pungli tersebut, Pihak ke tiga pengelola parkir air terjun dikabarkan mengundurkan diri. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci Juanda Sasmita, saat dikonfirmasi Senin (23/3/2026) malam.

“Benar sudah mengundurkan diri dan izin sudah kita cabut,”kata Juanda Sasmita.

Mantan Kepala Dinas Sosial ini, juga menjelaskan tentang parkir di objek wisata air terjun. 

Baca Juga: 

Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Sungai Batanghari Kembali Makan Korban, Kali ini Remaja 19 Tahun

Gerak Cepat, Polres Tanjab Timur Ringkus Perampok Lansia Kurang dari 24 Jam

“Untuk parkir Roda empat Kami gratiskan, dan kalau roda dua dikelola Karang Taruna setempat,”tuturnya.

Tentang Lalulintas, lanjut Juanda Sasmita, petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalin hingga parkir.

”Petugas dari Dishub tetap berada di lokasi wisata untuk mengatur lalu lintas hingga parkir dan tidak memungut retribusi parkir roda empat,”pungkasnya.(Adz)

Polres Kerinci Tertibkan Pungli Parkir di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap

Kepolisian Resor (Polres) Kerinci bergerak cepat melakukan langkah klarifikasi dan penertiban di lapangan, Senin (23/03/2026).(mpc)

 Merdekapost.com – Menanggapi informasi viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar (Pungli) parkir sebesar Rp 15.000,- di Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci bergerak cepat melakukan langkah klarifikasi dan penertiban di lapangan, Senin (23/03/2026).

​Kegiatan klarifikasi dipimpin langsung oleh Padal Pam, IPDA Perdata Ginting, S.H., didampingi sejumlah personel yang terlibat dalam Operasi Pengamanan Objek Wisata, termasuk AIPDA Ronizar Syahputra, Briptu Joti Putra Wijaya, Briptu Habil Khoiri, serta anggota Sat Lantas Polres Kerinci.

​Kapolres Kerinci melalui IPDA Perdata Ginting menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap koordinator parkir, Supratman (61), ditemukan bahwa tarif resmi parkir kendaraan roda empat (R4) di seputaran Objek Wisata Air Terjun Telun Berasap adalah sebesar Rp 5.000,- (lima ribu rupiah).

 Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci dipimpin Kasat Reskrim juga melaksanakan patroli antisipasi gangguan Kamtibmas di Objek Wisata Aroma Pecco.(adz)

​"Terkait berita viral tarif parkir Rp 15.000,- yang terjadi pada Minggu (22/03), diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di luar petugas resmi. Per hari ini, Senin 23 Maret, petugas parkir resmi sudah mulai beroperasi penuh dengan pengawasan ketat," ujar IPDA Perdata Ginting.

​Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan himbauan keras kepada seluruh pengelola dan juru parkir agar mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kerinci Nomor 1 Tahun 2024 tanggal 4 Januari 2024 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Baca Juga: Lebaran Ke-3, Objek Wisata Biasanya Ramai Dikunjungi, Petugas Parkir Diminta Terapkan Tarif yang Wajar

​"Kami ingatkan kepada seluruh petugas parkir untuk tidak melakukan pungli. Segala bentuk pungutan di luar ketentuan Perda akan kami tindak tegas demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra pariwisata Kerinci," tambahnya.

​Di tempat terpisah, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci dipimpin Kasat Reskrim juga melaksanakan patroli antisipasi gangguan Kamtibmas di Objek Wisata Aroma Peco. Hasil pantauan menunjukkan tarif tiket masuk masih sesuai dengan retribusi Pemda, yakni Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di sejumlah titik objek wisata di Kabupaten Kerinci terpantau aman, lancar, dan kondusif. Polres Kerinci menghimbau kepada wisatawan untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas di lokasi jika menemukan praktik pungutan liar. (*)

Lebaran Ke-3, Objek Wisata Biasanya Ramai Dikunjungi, Petugas Parkir Diminta Terapkan Tarif yang Wajar

Jambi, Merdekapost.com - Kenyamanan wisatawan selama momentum Lebaran. Petugas parkir di lokasi wisata diminta memberlakukan pungutan tarif wajar yang ada di Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jambi.

“Kita sudah membuat edaran juga, agar semua destinasi ini dijaga. Kita minta (petugas parkir) tolong jangan sampai merugikan masyarakat,” kata Al Haris di Jambi, Sabtu (21/3/2026).

Gubernur menyampaikan, terkait pengawasan lokasi wisata pemerintah telah mengeluarkan surat edaran, serta melakukan koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk memastikan keamanan diseluruh destinasi wisata.

Pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga anggota perlindungan masyarakat (linmas) di tingkat desa.

Objel wisata Bukit Khayangan di sungai Penuh.(Istimewa)

Terkait larangan pungutan parkir yang kerap dikeluhkan pengunjung, ia mengimbau agar pengelola parkir tidak memanfaatkan situasi untuk memungut biaya parkir yang terlalu tinggi atau tidak wajar kepada masyarakat.

Pihaknya menekankan pungutan biaya hanya diperbolehkan jika bersifat resmi, seperti biaya retribusi kebersihan atau biaya administrasi standar lainnya.

Untuk itu, petugas dan pengelola parkir diminta lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan tidak merugikan pengunjung yang ingin menikmati liburan.

“Intinya jangan sampai mereka (masyarakat) parkir dipungut biaya yang besar, kalau hanya biaya retribusi kebersihan silahkan saja, jangan terlalu besar, sifatnya manusiawi,” harapnya.

Bacaan Lainnya: Lestarikan Tradisi Nenek Moyang, Bujang Sahur Desa Koto Tuo dan Ujung Pasir Gelar Takbiran Keliling

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/I/HK.01.03/MP/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan Pada Saat Libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya telah melaksanakan koordinasi dengan dinas kabupaten, kota melakukan pemantauan di daya tarik wisata untuk melakukan langkah antisipasi pencegahan penanggulangan bencana khususnya pada objek wisata rentan.

Termasuk menyediakan layanan pengaduan wisatawan dan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur alternatif menuju destinasi wisata.Selain itu, menyediakan kantong parkir tambahan jika diperlukan.(Red)

Pengelolaan Sejumlah Destinasi Wisata Kerinci Diserahkan kepada Pihak Ketiga

OBJEK WISATA: Beberapa Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kerinci.(adz/ist)

Kerinci – Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci memastikan bahwa selama libur Idulfitri 2026, pengelolaan sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah Kabupaten Kerinci  akan di tangani oleh pihak ketiga selama lebaran tahun 2026.

Kepastian tersebut di sampaikan Kepala UPTD Pariwisata Dinas Pariwisata Kerinci, Usman. Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini pengelolaan beberapa destinasi wisata di Kabupaten Kerinci tidak lagi langsung di lakukan oleh pemerintah daerah, melainkan di percayakan kepada pihak ketiga.

“Ya, pengelolaan objek wisata tahun ini sudah di serahkan kepada pihak ketiga,” ujarnya.

Kabupaten Kerinci sendiri memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, di antaranya Danau Kerinci, Air Panas (gao) Semurup, Aroma Pecco, serta Air Terjun Telun Berasap yang menjadi daya tarik wisatawan.

Namun demikian, hingga kini belum di ketahui secara pasti nilai kontrak kerja sama pengelolaan masing-masing objek wisata tersebut untuk tahun 2026. Selain itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata juga belum di ketahui Kepala UPTD Pariwisata masih belum memaparkan besaran kontrak untuk tiap destinasi wisata yang di kelola pihak ketiga.

Danau Kerinci: Kondisi danau kerinci sebelum mengalami surut. (adz/ist)

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kerinci juga belum memastikan apakah Museum Kerinci yang berada di kawasan Danau Kerinci akan di buka untuk umum selama libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut di karenakan museum tersebut belum memiliki mekanisme penarikan retribusi bagi daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kerinci, Martono, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa keputusan terkait pembukaan museum saat Lebaran masih menunggu arahan pimpinan.

“Belum bisa di pastikan, karena belum ada arahan dari pimpinan. Selain itu museum juga belum dapat melakukan penarikan retribusi atau belum memiliki target PAD,” ungkapnya. (Adz)

Upacara HUT RI ke-80 dari Danau Gunung Tujuh Kerinci

Upacara HUT RI ke-80 dari Danau Gunung Tujuh Kerinci.(Doc.Istimewa) 

KERINCI, MP – Petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB-TNKS) bersama para Pendaki Danau Gunung Tujuh, melaksanakan peringatan HUT RI ke-80 dengan penuh kesederhanaan.

Perayaan HUT RI merupakan semangat di antara hutan yang hijau, pegunungan yang menjulang, dan danau yang tenang.. Tanggal 17 Agustus 2025, selain di Gunung Kerinci Pengibaran Sang Merah Putih juga di laksanakan di Gunung Tujuh.

Sebanyak kurang lebih 214 pengunjung berkumpul di tepian Danau Gunung Tujuh, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan menyaksikan Sang Merah Putih berkibar gagah di alam bebas.

Baca Juga:

Wisatawan asal Bungo terjatuh saat rebus telur di Air Panas Semurup

Ilustrasi: objek wisata Air panas (Gao) semurup Kerinci. (ist)

KERINCI - Salah seorang pengunjung Objek wisata air panas Semurup terpeleset dan terjatuh masuk air panas, Informasi yang dihimpun kejadian pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB. Beruntung cepat ditarik oleh wisatawan lainnya, namun korban mengalami luka serius hampir seluruh tubuh yang terkena air panas.

Korban mengalami luka bakar serius di seluruh badannya hingga kaki. Kejadian ini terjadi saat korban akan memasak telur namun dirinya terpeleset dan terjatuh kedalam air panas.

Salah seorang pengunjung Doni, kepada media ini membenarkan kejadian tersebut, benar memang ada warga Bungo yang jatuh kedalam air panas semurup, Kejadiannya hari Jumat kemaren sekitar pukul 11.00 WIB,” kata sumber media ini.

Baca Juga: Dugaan Pungli di Jembatan Kelok Sago, Kapolsek Batang Merangin Langsung Turun Ke Lokasi

Informasi yang didapat media ini bahwa korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, korban sempat dirawat di ruangan HCU. Salah seorang keluarga korban yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa korban bersama keluarga datang Kerinci dalam rangka liburan. 

“Kami datang ke Kerinci untuk liburan, korban terpeleset dan jatuh saat ingin merebus telur,” kata keluarga korban saat berada di rumah sakit.

Baca Juga: Sebelum Antar Kepulangan Menko ke Bandara, Bupati Monadi Temani Prof Yusril dan Keluarga Keliling Kerinci

Kepala UPTD Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci, Usman, saat dikonfirmasi juga membenarkan hanya saja kejadiannya bukan di objek wisata air panas yang dikelola oleh Dinas Pariwisata.

”Ya, benar, tapi bukan di objek wisata yang kita kelola, kalau di gao Air panas Semurup itu ada pagar tidak semua pengunjung bisa masuk, kalau mau masuk dalam pagar itu diawasi oleh petugas”. katanya.(*)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs