Cegah Karhutla, Bupati Monadi Instruksikan Desa Perketat Pengawasan Lahan

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci Langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Kerinci, Monadi, meminta seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga yang membuka lahan.

Instruksi tegas ini tertuang dalam Surat Bupati Kerinci Nomor B-300.2.3-43/BIDANG PK BPBD/IX/2026 bertanggal 5 September 2026. Melalui edaran penting ini, Pemkab Kerinci menekankan tema utama: “Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.”

Pemkab menyebarkan surat tersebut ke seluruh pelosok Kerinci. Pemerintah ingin memastikan warga memahami bahaya serta larangan membakar lahan, terutama saat daerah menghadapi potensi darurat bencana.

Baca Juga: Sudah 8 Bulan Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, Pekerja Proyek RSUD M.H.A. Thalib Minta Kepastian

Bupati Monadi memerintahkan para camat agar mengarahkan seluruh kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing. Pemerintah desa wajib menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai larangan pembukaan lahan menggunakan api.

Selain edukasi, Pemkab Kerinci mendorong aparat desa untuk ronda dan memantau wilayah rawan secara berkala. Pemerintah ingin mendeteksi setiap titik api sedini mungkin sebelum kobaran membesar.

Pendekatan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mengutamakan langkah pencegahan berbasis komunitas (community-based disaster prevention). Jaringan pemerintahan desa yang dekat dengan warga menjadi kunci utama agar imbauan ini sampai dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: IKA PMII dan GP Ansor Serahkan Donasi Korban Kebakaran Kemantan, Prof Jafar: Semoga Bisa Membantu Kebutuhan Darurat Keluarga Korban

Langkah konkret Pemkab Kerinci ini merupakan bentuk tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026. Secara khusus, Pemkab merujuk pada Diktum Kedua Puluh Inpres tersebut untuk memperkuat aturan di tingkat daerah.

Pemerintah menyadari bahwa metode tebas-bakar membawa risiko kehancuran lingkungan yang sangat tinggi. Asap tebal akibat kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan warga serta melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal.

Oleh karena itu, Bupati Monadi meminta para camat dan kepala desa bergerak aktif di lapangan. Mereka tidak boleh sekadar menunggu laporan atau bertindak setelah api membesar.

Baca Juga: Bahaya di Jalan! Satlantas Polres Kerinci Tertibkan Kendaraan ODOL dan Knalpot Brong

Keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Pemkab Kerinci mengimbau seluruh warga agar meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan dengan api.

Jika melihat tanda-tanda kemunculan titik api atau aktivitas pembakaran ilegal, warga bisa segera melapor ke pihak desa, kecamatan, atau petugas BPBD terdekat. Kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi benteng terkuat dalam melindungi alam Kerinci dari ancaman kebakaran. (Adz/Source: Cuitan.Id)

Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah 9 tahun asal Tanah Cogok Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah.(Adz)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Perjuangan Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus berlanjut. Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Gibran turut dipertanyakan.

Gibran disebut telah mengalami kondisi sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat orang tua Gibran harus berusaha keras memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahkan, sejumlah harta benda disebut telah dijual untuk membiayai pengobatan sang anak.

Kondisi ini mendapat perhatian Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah dalam melihat kondisi warganya yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila semestinya dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Sopan berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama dalam memastikan keluarga Gibran memperoleh informasi, akses pelayanan kesehatan, serta bantuan yang memang menjadi hak atau dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga berharap perhatian terhadap Gibran tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga Gibran masih terus berjuang dan berharap anak mereka mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialaminya.

Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian dan kehadiran pemerintah sangat diharapkan oleh keluarga Gibran.(Adz)

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT, Dinas Sosial  Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan.(Ist) 

Kerinci, Merdekapost.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir dan tunjukkan empati serta rasa kepedulian mendalam terhadap warga yang sedang dilanda musibah

Bupati Monadi didampingi Camat Air Hangat Timur Widya Mayasari, S.STP menjenguk warga yang ditimpa musibah kebakaran di Desa Kemantan Tinggi sekaligus menyerahkan bantuan (03/09/2026)..

Bantuan yang diberikan Bupati Kerinci tersebut berupa semen, atap, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan warga, di antaranya kasur, tikar, dan terpal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kerinci juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Pemerintah Daerah baru dapat hadir setelah beberapa saat pasca kejadian. 

Dirinya menyebut keterlambatan tersebut bukanlah disengaja akan tetapi disebabkan karena adanya satu dan lain hal.

Menurutnya, kehadiran Pemda di tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci agar lebih waspada dan tidak lalai terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi rumah serta berbagai sumber yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Jangan sampai kita lalai. Mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi,” pesannya.

Bupati Kerinci berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan mereka pascamusibah. 

Bupati Monadi dan Toby Arif Munandar selaku anak dari korban (Pemilik Rumah).(ist)

Sementara itu Toby Arif Munandar selaku anak dari Pemilik Rumah atas nama keluarga mengucpkan Terima kasih kepada Bupati Kerinci Bapak Monadi, Ibu Camat Air Hangat Timur, Dinas Sosial, serta Kades Kemantan Tinggi yang telah hadir dan memberikan support kepada keluarganya dalam menghadapi musibah kebakaran yang telah meluluhlantakkan Rumah dan harta benda keluarganya, 

"Terima kasih juga untuk keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang telah hadir, membantu, serta mendoakan keluarga kami.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit". Ujar Toby

"Kami kehilangan banyak hal, tetapi kami masih memiliki keluarga, doa, dan orang-orang baik yang berdiri bersama kami". Pungkas Toby dengan nada terbata-bata. (Adz)

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Warga Diminta Tetap Waspada!

 

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB(adz/AI)

KERINCI - Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah, angin kencang juga merobohkan tiga tiang PLN di wilayah Desa Tangkil.

Robohnya tiang listrik berpotensi mengganggu jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.

Warga diimbau tidak mendekati tiang maupun kabel listrik yang roboh untuk menghindari risiko kecelakaan.

Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak angin puting beliung di Desa Tangkil.

Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan.

Data sementara mencatat empat rumah mengalami kerusakan dan tiga tiang PLN roboh.

Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan dan verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Peristiwa puting beliung ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kerinci untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Angin kencang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Warga disarankan segera mencari tempat aman ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi.

Masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta bangunan yang terlihat tidak kokoh selama cuaca ekstrem.

Khusus di sekitar lokasi tiang listrik roboh, warga diminta tidak menyentuh kabel atau mendekati jaringan listrik sebelum dinyatakan aman oleh petugas.(*) 

Jangan Lewatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan, Nunggak Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun

Jangan Lewatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan, Nunggak Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun

Kerinci – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Provinsi Jambi menghadirkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dengan berbagai keringanan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, Senin (31/8/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya, khususnya bagi pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak.

“Program pemutihan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan dengan berbagai bentuk relaksasi dan pembebasan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa salah satu keringanan yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah ketentuan “berapa tahun pun tunggakannya, cukup bayar 1 tahun”.

Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pajak sekaligus kembali tertib dalam administrasi kendaraan bermotor.

Orang nomor satu di Kabupaten Kerinci itu menjelaskan, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor berlaku mulai 18 Agustus hingga 30 September 2026.

“Jangan menunda kesempatan ini dan segera manfaatkan program sebelum masa berlakunya berakhir. Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk semakin tertib, taat, dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban sebagai warga negara,” ungkapnya.

Menurut Monadi, dengan membayar pajak kendaraan, masyarakat tidak hanya menyelesaikan kewajiban administrasi, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Bayar pajaknya, tertib administrasinya, dan dukung pembangunan Jambi serta Kabupaten Kerinci.”pungkasnya.(adz)

Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, Bupati Monadi Pimpin Warga Bersihkan Sungai Siulak Mukai

KERINCI - Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dengan aksi nyata. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, turun langsung bersama masyarakat melaksanakan aksi bersih sungai di wilayah Kecamatan Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

Dengan semangat gotong royong, Bupati Monadi bersama Kadis Lingkungan Hidup Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., Camat Siulak Mukai, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sungai.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang mengisi kemerdekaan dengan kepedulian dan aksi nyata untuk daerah dan lingkungan.

Mari jaga sungai, jaga lingkungan, dan terus hidupkan semangat gotong royong demi Kerinci yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.(Adz)

Momen HUT RI ke-81, Aksi Pembersihan Sampah Jalur Pendakian Gunung Tujuh, 580 Kilogram Sampah Terkumpulkan

KERINCI — Pada Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci di isi dengan kegiatan peduli lingkungan. Sebanyak 150 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan pendakian Danau Gunung Tujuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih di 81 Kawasan Konservasi yang di gelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Minggu (16/8/2026).

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, mahasiswa hingga anggota Pramuka. Mereka menyusuri jalur pendakian untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih lingkungan itu mencakup area sepanjang sekitar 41,3 kilometer. Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 580 kilogram sampah.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 30 kilogram di antaranya masih memiliki nilai daur ulang. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada pemulung lokal agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kawasan wisata alam yang bersih sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar Meri, Senin (17/8/2026).

Sampah Di bawa Turun dari Jalur Pendakian

Meri menjelaskan, sampah yang di kumpulkan peserta di bawa turun dari kawasan pendakian. Selanjutnya, sampah ditimbang dan di pilah sebelum di bawa ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan sedikitnya delapan kantong plastik berukuran besar yang berisi sampah dari sepanjang jalur pendakian Danau Gunung Tujuh.

Menurut Meri, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berada di kawasan konservasi.

Ia mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah yang di hasilkan selama melakukan aktivitas di kawasan wisata.

“Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat agar mencintai alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kawasan tetap bersih dan indah,” katanya.

Momentum Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan

Aksi bersih di kawasan Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu cara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan nyata dan semangat gotong royong.(*)

HUT RI ke-81, Kerinci Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Kerinci - Khidmat dan penuh nasionalisme, Bupati Kerinci Monadi memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Minggu (17/8/2026).

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad bersama dalam membangun Kerinci yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Suksesnya Paskibraka menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penuh kebanggaan dalam upacara tahun ini.

Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kerinci Bersatu, Kerinci Maju

(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs