Akses Jalan IFK Kerinci dan Trans Sungai Bermas Diperbaiki, Warga Sampaikan Terima Kasih

Akses Jalan IFK Kerinci dan Trans Sungai Bermas Diperbaiki, Warga Sampaikan Terima Kasih kepada Dinas PUPR dan Bupati Kerinci.(mpc/Facebook)

Kerinci, Merdekapost.com – Akses jalan menuju kantor Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Kerinci dan kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, yang sebelumnya sempat viral, kini telah diperbaiki.

Perbaikan tersebut mendapat apresiasi dari pegawai dan masyarakat yang selama ini menggunakan akses jalan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Salah seorang warga yang juga pegawai melewati jalan tersebut, Reqi Aela, Senin (27/10/2026), menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, khususnya Bupati Monadi, Wakil Bupati Murison, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atas perbaikan jalan tersebut.

Baca Juga: Pompa IPA Koto Petai Rusak, Distribusi Air Bersih Terganggu di Sejumlah Wilayah Kerinci

“Atas nama pribadi dan masyarakat Kerinci, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Murison, hingga Ibu Kepala Dinas PUPR atas perbaikan jalan di kantor Instalasi Farmasi Kerinci dan kawasan Trans Sungai Bermas, Kecamatan Siulak,” ujar Reqi.

Ia berharap, perbaikan akses jalan tersebut dapat memperlancar aktivitas masyarakat, mendukung pelayanan di kantor Instalasi Farmasi Kabupaten Kerinci, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

Baca Juga: Pererat Sinergi antar Daerah, Wawako Sungai Penuh Hadiri HUT Muara Jambi

“Semoga akses yang semakin lancar ini mendatangkan kebaikan dan kemajuan bagi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Perbaikan jalan ini menjadi perhatian karena akses tersebut tidak hanya digunakan oleh masyarakat kawasan Transmigrasi Sungai Bermas, tetapi juga menunjang aktivitas pelayanan di lingkungan Instalasi Farmasi Kabupaten Kerinci.

Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi, pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap, semaksimal mungkin, terutama pada akses jalan yang menunjang pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.(Red)

Bupati Monadi Resmi Tutup Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

Kerinci – Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi menutup Festival Budaya Kerinci Tahun 2026 yang berlangsung di Dermaga Danau Kerinci, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni, adat, dan budaya Kabupaten Kerinci.

Festival Budaya Kerinci 2026 mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman tradisi, kesenian, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kerinci.

Penutupan festival berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan rangkaian acara. Berbagai penampilan seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi menutup rangkaian festival yang telah berlangsung sejak 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Melalui festival ini, berbagai potensi seni dan budaya lokal mendapatkan ruang untuk ditampilkan dan dikenal lebih luas. Kekayaan tradisi yang dimiliki Kabupaten Kerinci diharapkan terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta mendukung pelestarian adat, seni, dan budaya daerah.

Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan Tari Rentak Kudo Kulabu yang menjadi salah satu atraksi budaya dalam rangkaian acara. 

Penampilan rentak kudo yang lagi viral tersebut menambah kemeriahan sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tradisional yang masih terpelihara di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya Festival Budaya Kerinci 2026, diharapkan upaya pelestarian seni, adat, dan tradisi lokal terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Festival ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah, mempererat silaturahmi, serta memperkenalkan potensi Kabupaten Kerinci kepada masyarakat luas.(Adz)

Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai identitas sekaligus warisan leluhur.

Festival yang mengangkat tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Abdullah Sani mengapresiasi  Pemerintah Kabupaten Kerinci, tokoh adat, seniman, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, Kerinci memiliki kekayaan budaya dan alam yang harus dijaga bersama. Selain menjadi kebanggaan daerah, warisan tersebut juga perlu diteruskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perubahan zaman.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Ia menegaskan bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan mengandung nilai luhur dan kearifan lokal yang relevan dalam kehidupan masyarakat.

“Adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas dan jati diri daerah, tetapi juga berfungsi sebagai penyaring dalam menghadapi perubahan global dan pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Wagub Jambi itu juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi, kesenian, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para pendahulu.

Kerinci Berpotensi Menjadi Beranda Budaya Jambi

Abdullah Sani menilai Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata unggulan di Provinsi Jambi.

Potensi tersebut didukung oleh beragam tradisi, kesenian, kuliner khas, cerita rakyat, serta keindahan alam yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.

Danau Kerinci dan kawasan Lembah Kerinci, misalnya, dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin kuat apabila dipadukan dengan promosi kebudayaan dan seni tradisional.

Menurutnya, pengembangan potensi itu membutuhkan perencanaan yang matang serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Sani, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, kementerian terkait, lembaga adat, pelaku pariwisata, dan komunitas kreatif untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci.

Baca Juga: Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan nilai agama, ketentuan hukum, serta adat istiadat yang berlaku.

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Selagi tidak bertentangan, ini tugas kita lalu kita wariskan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat dusun, desa, kabupaten hingga provinsi, untuk memperkuat sinergi dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Abdullah Sani Apresiasi Kualitas SDM Masyarakat Kerinci

Selain menyoroti kekayaan budaya, Abdullah Sani juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia masyarakat Kerinci, terutama kontribusinya dalam bidang pendidikan.

Ia mengenang banyaknya tenaga pengajar asal Kerinci yang telah mengabdi di berbagai wilayah Provinsi Jambi, termasuk di Tungkal, daerah tempat ia dilahirkan.

“Saya kenal namanya Kerinci dari dahulu. Di tempat tanah kelahiran saya di Tungkal, banyak sekali tenaga pengajar dari masyarakat Kerinci. Dari dulu orang Kerinci ini sudah pintar dan berada di mana-mana sebagai tenaga pengajar di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Menurut Sani, kualitas sumber daya manusia merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan.

Ia berharap Festival Budaya Kerinci dapat mempererat persatuan masyarakat dan menumbuhkan semangat bersama dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan Kerinci dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Bupati Monadi: Budaya Harus Menjadi Fondasi Pembangunan

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa Festival Budaya Kerinci 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas masyarakat dan merawat warisan leluhur.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Monadi juga mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter, menjaga keberagaman, dan memperkuat persatuan.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan. Lebih dari itu, festival ini merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, merawat warisan luhur, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas,” kata Monadi.

Ia menjelaskan, tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan alam dan budaya Kerinci, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya.

Kerinci memiliki panorama alam yang beragam, mulai dari kawasan kaki Gunung Kerinci, hamparan lahan pertanian yang subur, hingga Danau Kerinci. Selain itu, daerah ini kaya akan bahasa, kesenian, tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

Menurut Monadi, kekayaan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi identitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap promosi wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian adat dan budaya.

Dukungan pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, komunitas kreatif, dan masyarakat dinilai penting agar Kerinci semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Sejumlah Pejabat Hadiri Pembukaan Festival

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ariansyah; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, S.Pt., M.Si, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Amirzan, S.H., yang menjabat Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperluas pengenalan budaya Kerinci kepada wisatawan.

Dengan pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kekayaan budaya Kerinci diharapkan tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.(Red)

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Semangat mengembangkan usaha kopi lokal ditunjukkan Anugra Andiska, Ketua Umum HIPMI Kerinci, melalui pembukaan stand usaha kopi Noka Experience dalam ajang Festival Kerinci.

Kehadiran Noka Experience menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kopi sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dengan konsep yang mengangkat nuansa tradisional atau gaya orang dahulu, stand Noka Experience menghadirkan suasana yang unik. Atap rumbia dan sentuhan sederhana khas tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Di tengah perkembangan tren kopi modern, konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara budaya lokal, suasana klasik, dan kreativitas anak muda dalam mengembangkan bisnis kopi.

Anugra Andiska, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Kerinci, menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk unggulan, serta mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui Noka Experience, ia turut memperlihatkan bahwa usaha kopi bukan sekadar bisnis minuman, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun identitas daerah dan memperkenalkan potensi Kerinci kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Festival Kerinci pun menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan pengunjung.

Kehadiran stand Noka Experience diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Kerinci agar berani berwirausaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan mengusung nuansa tempo dulu, Noka Experience membawa pesan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis anak muda Kerinci.(Red)

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin : Festival Kerinci 2026 bertema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya” dibuka di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026), dengan suasana tempo dulu dan pertunjukan budaya. (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM, KERINCI - Festival Kerinci 2026 tampil dengan wajah berbeda dan penuh pesona. Mengusung tema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”, festival yang digelar di Dermaga Danau Kerinci ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi yang mewakili Gubernur Jambi, Kamis (22/10/2026).

Terpantau, sejak pagi, Dermaga Danau Kerinci telah dipadati warga yang mengenakan busana khas masa lampau.

Para lelaki tampak gagah dengan baju teluk belango, celana komprang, serta destar di kepala. Sementara itu, kaum perempuan tampil anggun dengan kebaya lama, kain songket, dan perhiasan tradisional yang berkilau diterpa cahaya matahari pagi.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Arak-arakan budaya yang membuka rangkaian acara semakin menambah kemegahan suasana. Para penari, pemusik, dan pembawa panji-panji adat melintas di hadapan para hadirin, menampilkan ragam kesenian klasik Kerinci sebagaimana yang dahulu dipertunjukkan dalam helat rakyat.

Irama gendang dan gong bergaung lembut, seakan membangkitkan kenangan akan kejayaan masa silam yang penuh dengan keagungan budaya.

Ketua panitia Festival Kerinci menuturkan, festival budaya ini mengingatkan masyarakat Kerinci pada masa lalu melalui konsep balik kudahin atau kembali ke masa tempo dulu. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Kita ingin mengingatkan generasi muda bahwa adat bukan sekadar cerita. Ia adalah identitas yang harus dirawat dan dirayakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tema festival tahun ini adalah “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”.

Penampilan Sike Rebana Kerinci menyemarakkan acara pembukaan Festifal budaya Kerinci.(Ist)

Tak hanya peserta, para pedagang kecil di sekitar arena juga turut menyesuaikan diri dengan mengenakan busana jadul. Mereka menjajakan makanan tradisional, seperti lemang, tapai, lopis, serta kopi Kerinci yang harum.

Stand-stand yang dibangun di area festival juga mengusung nuansa bangunan tempo dulu.

Banyak pengunjung menyebut festival tahun ini sebagai salah satu yang paling berkesan karena menghadirkan pengalaman budaya yang kuat dan menyentuh.

Hingga menjelang senja, keramaian tidak kunjung surut. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan pakaian klasik para pengunjung, menjadikan Festival Kerinci tahun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan perjalanan kembali ke masa lampau yang menawan.(*)

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

KERINCI – Kabupaten Kerinci bersiap menyambut kemeriahan Festival Budaya Kerinci 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 22 Oktober hingga Minggu, 25 Oktober 2026, di kawasan Dermaga Danau Kerinci.

Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, seni, kuliner, serta kearifan lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kerinci.

Masyarakat diajak hadir bersama keluarga dan sahabat untuk menyaksikan beragam pertunjukan sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat.

Festival Budaya Kerinci 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah serta memperkenalkan potensi pariwisata Kerinci kepada masyarakat luas.

Hadirkan Beragam Atraksi Seni dan Budaya

Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan yang menampilkan keunikan budaya Kerinci. Sejumlah agenda yang dijadwalkan dalam festival ini meliputi Pameran Budaya Kerinci, Balei Dahin Kerinci, Kerinci Dimunarai, Atraksi Seni dan Budaya Kerinci, serta Pameran Benda Budaya Kerinci.

Selain itu, terdapat kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat, seperti Lomba Membuat Kopi Telur, Mewarnai Budaya, Kuliner Dahin Kerinci, Kerinci Blagu, dan Kerinci Bakaritah.

Festival ini juga menghadirkan kegiatan tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni Pacu Biduk dan Rentak Busamo.

Dua pertunjukan khusus yang turut diperkenalkan dalam agenda acara adalah Rentak Busamo Kudo Kelabu dan Rentak Busamo Kudo Ping. Kehadiran atraksi tersebut diharapkan menambah semarak festival sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi seni dan tradisi masyarakat Kerinci.

Momentum Melestarikan Warisan Leluhur

Festival Budaya Kerinci 2026 tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan tradisi, memperkuat identitas daerah, serta memberikan kesempatan bagi pelaku seni dan budaya untuk menampilkan karya dan keahlian mereka.

Kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Kerinci. Melalui festival ini, nilai-nilai tradisi diharapkan semakin dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dengan latar keindahan kawasan Danau Kerinci, festival tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mendorong kunjungan wisatawan serta menggerakkan aktivitas pelaku usaha lokal, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

Masyarakat pun diajak meramaikan kegiatan ini dan menjadikan festival sebagai momentum untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

“Budaya kito, jati diri kito. Kerinci Negeri Seribu Budaya!”

Festival Budaya Kerinci 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 25 Oktober 2026 di Dermaga Danau Kerinci. 

Masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatannya diimbau mencatat jadwalnya dan mengikuti informasi resmi penyelenggara mengenai agenda setiap hari. (adz)

Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026 Cabang Hafidz Al-Qur’an

Bupati Kerinci Monadi membuka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026 di Kabupaten Kerinci pada Senin (19/10/2026) malam.(Ist) 

KERINCI – Kabar gembira bagi siswa-siswi sekolah di Kabupaten Kerinci. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci membuka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kerinci Monadi pada Senin (19/10/2026) malam itu merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Kerinci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, tenaga pendidik, orang tua, serta semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga kepada para peserta yang telah menunjukkan semangat dalam belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an.

Baca Juga: Pansel Umumkan Hasil Akhir Seleksi JPT untuk 5 OPD Pemkot Sungai Penuh, Ini Daftarnya!

“Anak-anak sekalian adalah anak-anak pilihan yang telah menunjukkan semangat untuk belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an. Kehadiran kalian di sini merupakan sesuatu yang membanggakan, bukan hanya bagi orang tua dan sekolah, tetapi juga bagi Kabupaten Kerinci yang kita cintai,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, program Beasiswa Kerinci Cerdas merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui seleksi cabang hafidz Al-Qur’an, pemerintah daerah ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga: Hj. Helneti Mesra Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, PAW Alm. H Dahkir Yahya

Monadi menekankan bahwa generasi muda Kerinci diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, perilaku santun, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu yang disertai iman dan akhlak akan menjadi bekal yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas bukan semata-mata tentang memperoleh beasiswa atau menjadi juara, melainkan bagian dari upaya membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an perlu terus diperkuat melalui lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia juga berpesan agar setiap anak diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya tanpa dibanding-bandingkan dengan anak lainnya.

Kepada seluruh peserta seleksi, Monadi berpesan agar mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan hati gembira, pikiran tenang, dan semangat tinggi.

Ia meminta peserta tidak merasa takut ataupun rendah diri karena setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing yang harus terus dikembangkan.

“Bagi anak-anak yang memperoleh beasiswa nantinya, jadikanlah kesempatan itu sebagai motivasi untuk belajar lebih giat, meningkatkan hafalan, dan terus memperbaiki akhlak. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Kalian tidak gagal hanya karena belum terpilih hari ini,” pesan Monadi.

Melalui kegiatan Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026, Pemkab Kerinci berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan.(*)

Bupati Monadi, Dandim dan Kapolres Kerinci Hadiri Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Pasir Jaya

Kerinci – Pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Kerinci terus mendapat perhatian. Bupati Kerinci Monadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Jembatan Garuda TNI Angkatan Darat Tahun 2026 di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Siulak Mukai, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0417/Kerinci tersebut menjadi bagian dari program pembangunan Jembatan Garuda di sembilan lokasi berbeda di Kabupaten Kerinci.

Hadir dalam kegiatan itu Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub.Int., Kapolres Kerinci AKBP Hernawan RY, S.H., S.I.K., M.I.K., serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dr. Surmila Apri Yulisa.

Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga.

Baca Juga:

Gubernur Al Haris Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla Jambi, Fokus Percepat Padamkan Api di Taman Nasional

Ini Sosok Dua Pemodal di Balik Empat Pekerja PETI yang Ditangkap di Bungo

Kuasa Hukum Irawadi Uska Desak Tersangka Baru Kasus Dana Damkar

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kami mengapresiasi sinergi TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi kepentingan masyarakat,” ujar Monadi.

Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pasir Jaya dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang memadai akan mempermudah akses transportasi warga, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dr. Surmila Apri Yulisa, turut menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda yang dilaksanakan melalui program TNI Angkatan Darat tersebut.

Ia menilai pembangunan infrastruktur jembatan sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan menghubungkan wilayah yang memiliki keterbatasan akses penyeberangan.

“Pembangunan jembatan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran Jembatan Garuda dapat mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

” Pembangunan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah,”tutupnya.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs