Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

 

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

Merdekapost.com | Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci melakukan langkah proaktif dengan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta. Langkah "jemput bola" ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., guna memperjuangkan peningkatan sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci.

Dalam audiensi dan koordinasi tersebut, jajaran Dinkes Kerinci memaparkan berbagai kebutuhan krusial terkait peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, ketersediaan alat kesehatan modern, hingga pengembangan infrastruktur RSUD agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan merata.

Komitmen Tinggi untuk Kesehatan Masyarakat

Upaya gigih yang ditunjukkan oleh Kadis Kesehatan Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai selalu memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kerinci, khususnya dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terkendala keterbatasan fasilitas di daerah.

"Langkah koordinasi ke pusat ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kerinci. Kita terus berupaya maksimal mendatangkan dukungan anggaran dan program dari pusat agar fasilitas RSUD kita makin lengkap dan memadai," ujar Hermendizal di sela-sela kegiatan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan Kemenkes RI dapat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan alat medis modern, maupun program penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. 

Dengan terwujudnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, pelayanan RSUD Kerinci di masa mendatang diharapkan makin berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Ledakan Tabung Gas di Desa Tambak Tinggi Kerinci, Tiga Warga Alami Luka Bakar

Korban mengalami luka bakar

 Merdekapost.com | Kerinci - Ledakan tabung gas terjadi di sebuah rumah warga di Desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang dari satu keluarga mengalami luka bakar.

Ketiga korban adalah Maikal Helen (36), suami, pekerja swasta; Lora Demala (37), istri, ibu rumah tangga; dan Haira Nur Arozak (7), anak, seorang pelajar. Ketiganya merupakan warga Desa Tambak Tinggi, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci.

Peristiwa tersebut bermula ketika Maikal Helen hendak mengganti tabung gas di rumahnya. Tabung gas yang baru dibelinya mengalami kendala atau macet sehingga korban kemudian menukarkan kembali tabung tersebut.

Setelah memperoleh tabung pengganti, Maikal Helen memasang kembali tabung gas di rumahnya. Namun, setelah pemasangan, tiba-tiba terjadi ledakan. Hingga saat ini, sumber api yang memicu ledakan belum diketahui secara pasti.

Akibat ledakan tersebut, Maikal Helen terpental hingga ke luar rumah. Sementara itu, istrinya, Lora Demala, dan anaknya, Haira Nur Arozak, berada di dalam rumah dan mengalami luka bakar.

Warga dan keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mendatangi lokasi dan mengevakuasi ketiga korban ke RS M. Thalib Kerinci di Sungai Penuh untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ketiga korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Maikal Helen mengalami luka bakar sekitar 30 persen, Lora Demala mengalami luka bakar sekitar 75 persen, sedangkan Haira Nur Arozak mengalami luka bakar sekitar 60 persen.

Karena kondisi luka yang cukup serius, Lora Demala dan Haira Nur Arozak kemudian dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 14.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, Maikal Helen masih menjalani perawatan intensif di RS M. Thalib Kerinci.

Penyebab pasti ledakan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait. (Kai)

Kabut Asap Makin Pekat, Direktur RSUD Mayjen H.A Thalib Ajak Masyarakat Kerinci & Sungai Penuh Pakai Masker


 Merdekapost.com | Sungai Penuh, (08/09/2026) – Kondisi kualitas udara di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kian memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut beberapa waktu terakhir. Merespons situasi ini, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A Thalib, dr. Rofi Irman, Sp.PD, Cht. FINASIM, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan resminya, dr. Rofi Irman mengajak warga Kerinci dan Sungai Penuh untuk kembali meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan pernapasan. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kesehatan kita adalah aset yang paling berharga. Saat ini kita sedang dilanda kabut asap, dan ini sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan," ujar dr. Rofi.

Lebih lanjut, dokter spesialis penyakit dalam tersebut menjelaskan bahwa partikel mikro yang terkandung dalam asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat berbahaya jika terhirup. Dampaknya bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru kronis.

"Oleh karena itu, saya mengimbau dan mengajak mari seluruh masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh untuk bersama-sama memakai masker kembali. Ini adalah langkah pencegahan paling sederhana dan efektif untuk melindungi diri kita sendiri dan keluarga dari paparan asap berbahaya," tegasnya.

Selain penggunaan masker, pihak rumah sakit juga menyarankan masyarakat untuk:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
  • Memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu detoksifikasi tubuh.
  • Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk persisten, atau nyeri dada.

RSUD Mayjen H.A Thalib berkomitmen untuk terus siaga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. 

Mari kita jaga kesehatan bersama dengan selalu disiplin memakai masker saat kondisi udara tidak sehat.(Kai)

Sudah 8 Bulan Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, Pekerja Proyek RSUD M.H.A. Thalib Minta Kepastian

Sudah 8 Bulan Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, Pekerja Proyek RSUD Mayjen H.A. Thalib Minta Kepastian.(Ist)

MERDEKAPOST.COM | SUNGAI PENUH — Seorang pekerja berinisial Y mengaku belum menerima sisa upah sekitar Rp10 juta dari pekerjaan pemasangan kabel penerangan di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Kota Sungai Penuh. Pekerjaan tersebut dilaksanakan pada Desember 2025 oleh CV Satu Putra.

Y mengaku hingga September 2026, atau sekitar delapan bulan setelah pekerjaan selesai, sisa upah yang menjadi haknya belum juga dibayarkan.

Menurut Y, dirinya telah menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas yang diberikan. Namun, pembayaran atas sebagian upahnya hingga kini belum mendapatkan kepastian.

Baca Juga: Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

“Saya sudah bekerja dan pekerjaan sudah selesai. Saya hanya meminta hak saya sebagai pekerja dibayarkan,” ujar Y.

Y mengatakan, saat meminta kepastian pembayaran, dirinya memperoleh penjelasan bahwa pihak kontraktor masih memiliki kewajiban terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan nilai sekitar Rp9 juta lebih.

Informasi tersebut, menurut Y, menjadi salah satu alasan pembayaran sisa upahnya belum diselesaikan.

Namun, Y mempertanyakan hubungan antara kewajiban tersebut dengan pembayaran upah tenaga kerja.

Menurutnya, apabila terdapat kewajiban kontraktor berdasarkan hasil pemeriksaan atau persoalan administrasi lainnya, hal tersebut semestinya tidak membuat pembayaran atas pekerjaan tenaga kerja tertunda tanpa kepastian.

Y berharap pihak kontraktor memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status pembayaran sisa upah tersebut serta kepastian waktu pembayarannya.

Baca Juga: Siapa Dalang Dibalik Aktivitas PETI Beralat Berat di Pulau Baru? Nama Bur dan Anton Muncul dari Keterangan Warga

Atas persoalan tersebut, Y berharap Dinas Tenaga Kerja dapat melakukan klarifikasi dan memeriksa persoalan pembayaran upah tersebut berdasarkan dokumen serta hubungan kerja yang sebenarnya.

Ia meminta adanya kepastian mengenai status pembayaran, alasan penundaan, serta waktu penyelesaian sisa upah yang menurut pengakuannya masih belum diterima.

Persoalan pembayaran upah tersebut dinilai perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk mengenai hubungan kerja antara pekerja dan pihak yang mempekerjakan, bukti pembayaran, serta kesepakatan mengenai besaran dan waktu pembayaran.

Pernyataan mengenai adanya temuan BPK sekitar Rp9 juta lebih juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Jika benar terdapat temuan pemeriksaan, perlu diketahui substansi temuan tersebut, pihak yang berkewajiban menindaklanjutinya, serta apakah temuan tersebut memiliki keterkaitan dengan pembayaran tenaga kerja.

Baca Juga: Kematian Brigadir EWS Tanjabtim Masih Didalami Polda Jambi, 5 Polisi Sudah Dipecat

Kejelasan tersebut penting agar persoalan antara kontraktor dan pihak lain tidak berujung pada ketidakpastian terhadap hak pekerja yang mengaku telah menyelesaikan pekerjaannya.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, pihak CV Satu Putra, RSUD Mayjen H.A. Thalib, serta Dinas Tenaga Kerja perlu memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Klarifikasi diperlukan untuk mengetahui secara pasti nilai pekerjaan, mekanisme pembayaran, status pembayaran kepada tenaga kerja, serta kebenaran informasi mengenai adanya temuan BPK yang disebut menjadi salah satu alasan tertundanya pembayaran.

Pemberitaan ini didasarkan pada keterangan awal dari pekerja dan tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu sebelum diperoleh dokumen serta keterangan dari seluruh pihak terkait.

CV Satu Putra dan pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(*)

Warga Sungai Penuh-Kerinci Tak Perlu Jauh, CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen HA Thalib

Masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci segera mendapat akses layanan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.(iST/ai) 

MERDEKAPOST.COM | SUNGAI PENUH - Masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci segera mendapat akses layanan pemeriksaan CT-Scan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan kualitas dan kelengkapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur Utama RSUD Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi Irman, mengatakan kehadiran CT-Scan menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, cepat, dan berkualitas.

“Ini merupakan langkah kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujar dr. Rofi Irman.

Dengan tersedianya fasilitas CT-Scan, masyarakat nantinya dapat menjalani pemeriksaan penunjang medis dengan teknologi yang lebih memadai.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu dokter memperoleh gambaran kondisi pasien secara lebih akurat dalam menentukan diagnosis dan penanganan medis.

BERITA LAINNYA:

Kepercayaan Publik Meningkat, RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Kembali Dipadati Pasien

Dirut RSUD Mayjen H.A. Thalib Sampaikan Terima Kasih kepada Walikota Sungai Penuh atas Hadirnya Layanan CT-Scan 

Dr. Rofi Irman berharap kehadiran CT-Scan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan berteknologi modern.

Selama ini, pemeriksaan CT-Scan menjadi salah satu layanan penunjang yang dibutuhkan untuk membantu diagnosis berbagai kondisi medis.

Dengan segera beroperasinya fasilitas tersebut, RSUD Mayjen H.A. Thalib diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang semakin lengkap kepada masyarakat.

Kehadiran CT-Scan juga menjadi kabar positif bagi warga Sungai Penuh dan Kerinci karena akses terhadap layanan pemeriksaan tersebut nantinya lebih dekat sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan serupa. (Ali)

Dirut RSUD Mayjen H.A. Thalib Sampaikan Terima Kasih kepada Walikota Sungai Penuh atas Hadirnya Layanan CT-Scan

Dirut RSUD Mayjen H.A. Thalib Sampaikan Terima Kasih kepada Walikota Sungai Penuh atas Hadirnya Layanan CT-Scan

 Merdekapost.com | ​Sungai Penuh – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh, dr. Rofi Imran, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH., atas komitmen dan dukungan penuhnya terhadap peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat.

​Apresiasi tersebut disampaikan seiring dengan pengadaan fasilitas medis terbaru, yaitu fasilitas layanan pemeriksaan CT-Scan, yang akan segera beroperasi di RSUD Mayjen H.A. Thalib. Layanan alat medis canggih ini menjadi satu-satunya yang tersedia di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

​"Atas nama keluarga besar RSUD Mayjen H.A. Thalib, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH. Atas dukungan dan perhatian luar biasa dari beliau, rumah sakit kita kembali dapat menyediakan layanan CT-Scan bagi masyarakat," ujar dr. Rofi Imran.

​Hadirnya fasilitas CT-Scan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Walikota Alfin untuk terus mendorong pelayanan medis yang lebih lengkap, cepat, akurat, dan berkualitas bagi seluruh warga Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci.

​Dengan adanya fasilitas pemeriksaan diagnostik ini, pasien diharapkan dapat memperoleh:

​Pemeriksaan yang lebih akurat untuk mendeteksi berbagai kondisi medis secara detail.

​Proses diagnosis yang lebih cepat, sehingga pengobatan dapat dilakukan tanpa penundaan.

​Penanganan medis yang lebih tepat sesuai kebutuhan kondisi pasien.

​Layanan kesehatan masyarakat yang semakin lengkap tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

​Pihak manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib berharap, dengan terwujudnya penambahan sarana medis modern ini, kualitas derajat kesehatan masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya dapat meningkat secara signifikan. (kai)

Sambut HUT RI ke-81, Direktur RSUD Mayjen H.A Thalib Bangkitkan Semangat Kebersamaan Seluruh Tenaga Kesehatan

dr. Rofi Irman, Sp.PD, FINASIM (Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen HA Thalib Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen HA Thalib Sungai Penuh, dr. Rofi Irman, Sp.PD, FINASIM, menyampaikan pesan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran Civitas Hospitalia RSU Mayjen H.A Thalib.

Dalam penyampaiannya, dr. Rofi Irman menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan, kebersamaan, dan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya.

dr Rofi menekankan bahwa setiap elemen rumah sakit—mulai dari dokter, perawat, apoteker, tenaga kesehatan (nakes) lainnya, hingga staf pendukung non-medis—memiliki peran yang sama pentingnya dalam rantai pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

"Tidak ada perbedaan dalam komitmen kita untuk melayani. Baik dokter, perawat, apoteker, nakes, maupun jajaran manajemen dan staf pendukung, semuanya memiliki posisi yang sama dan setara dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Kita semua adalah satu tim," tegas dr. Rofi Irman.

Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh karyawan RSU Mayjen H.A Thalib untuk menjadikan momen Hari Kemerdekaan RI ke-81 ini sebagai pengingat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri. Semangat perjuangan para pahlawan bangsa harus ditransformasikan menjadi semangat melayani pasien dengan penuh empati, profesionalisme, dan ketulusan hati.

Baca Juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Kajari Sungai Penuh Ajak Jajaran Teladani Perjuangan Pahlawan dan Tegakkan Hukum Seadil-adilnya

"Mari kita jaga terus semangat untuk melakukan yang terbaik setiap harinya. Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini harus diisi dengan kerja keras, integritas, dan pengabdian tanpa batas untuk kesehatan masyarakat," pungkasnya.

Pesan motivasi ini disambut hangat oleh segenap staf dan tenaga medis RSU Mayjen HA Thalib Sungai Penuh, sebagai dorongan positif untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan yang optimal, ramah, dan profesional bagi masyarakat.(Ali/Merdekapost)

Utamakan Kesembuhan Pasien, Direktur RSU M.H.A Thalib dr. Rofi Imran Rutin Pantau Penanganan Medis

Direktur RSU MH Thalib, dr. Rofi Imran, turun langsung memastikan pelayanan medis serta memantau perkembangan kesehatan para pasien secara berkala.(Ist)

Merdekapost.com — Komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh. 

Direktur RSU MH Thalib, dr. Rofi Imran, turun langsung memastikan pelayanan medis serta memantau perkembangan kesehatan para pasien secara berkala.

Sikap kepedulian dr. Rofi Imran terhadap proses kesembuhan pasien menjadi perhatian mendasar dalam manajemen pelayanan rumah sakit tersebut. Kehadirannya di ruang-ruang perawatan merupakan bentuk pengawasan langsung untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal, cepat, dan terukur.

Tidak hanya melakukan tinjauan di lapangan, arahan ketat terkait profesionalisme tenaga medis juga rutin disampaikan dalam setiap apel pagi jajaran RSU MH Thalib.

"Kesembuhan dan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Seluruh jajaran, baik dokter, perawat, maupun tenaga pendukung, harus memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai ada yang lalai atau mengabaikan perawatan pasien sekecil apa pun," tegas dr. Rofi Imran saat memberikan arahan.

Langkah pengawasan melekat dan penegakan kedisiplinan ini diharapkan dapat terus meningkatkan mutu pelayanan RSU MH Thalib, sehingga masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya merasa aman, nyaman, serta melayani dengan rasa empati yang tinggi saat membutuhkan perawatan medis.(red)

Kepercayaan Publik Meningkat, RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Kembali Dipadati Pasien

Dampak dari Kepercayaan Publik yang mulai Meningkat, RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Kembali Dipadati Pasien.(Adz/Mpc)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Upaya pembenahan dan transformasi pelayanan yang terus digalakkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh di bawah kepemimpinan Direktur dr. Rofi Irman, Sp.PD., FINASIM mulai membuahkan hasil yang nyata. Akhir-akhir ini, rumah sakit milik Pemerintah Kota Sungai Penuh tersebut kembali dipadati oleh pasien yang datang untuk berobat.

Lonjakan kunjungan pasien ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan medis di RSUD Mayjen H.A. Thalib kini semakin meningkat dan bangkit kembali.

Komitmen Peningkatan Pelayanan

Di bawah manajemen dr. Rofi Irman, RSUD Mayjen H.A. Thalib secara konsisten melakukan berbagai langkah strategis demi memberikan pengalaman berobat yang prima bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya. Terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus pembenahan rumah sakit saat ini:

Pelayanan Semakin Cepat: Pemangkasan birokrasi dan optimalisasi alur pendaftaran serta penanganan medis guna mengurangi waktu tunggu pasien.

Dokter & Perawat Profesional: Peningkatan kompetensi serta kesiapsiagaan tenaga medis dalam melayani pasien dengan ramah dan responsif.

Fasilitas Terus Ditingkatkan: Pembaruan sarana dan prasarana penunjang medis agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang modern.

Kepuasan Pasien Makin Tinggi: Menjadikan kenyamanan dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan.

Sinyal Positif Kebangkitan Rumah Sakit

Masyarakat yang sempat beralih ke fasilitas kesehatan lain kini mulai kembali mempercayakan kesehatannya di RSUD Mayjen H.A. Thalib. Suasana ruang tunggu dan poliklinik yang kembali ramai menjadi indikator kuat bahwa program pembenahan internal yang dilakukan pihak manajemen berjalan di jalur yang benar.

"Lonjakan kunjungan pasien ini adalah sebuah sinyal positif kebangkitan RSUD MHA Thalib Sungai Penuh. Ini merupakan bentuk amanah dan kepercayaan publik yang harus terus kami jaga dan tingkatkan," ujar perwakilan manajemen.

Dengan komitmen yang kuat serta kepemimpinan yang adaptif, RSUD Mayjen H.A. Thalib optimis dapat terus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang andal, profesional, dan dicintai oleh masyarakat.(Ali)

Sinergi Lintas Sektor, Operasi Katarak Gratis di RSU MH Thalib Dihadiri Kepala Daerah dan Jajaran Kapolres Kerinci

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Rumah Sakit Umum (RSU) MH Thalib Sungai Penuh menjadi saksi terlaksananya program sosial kemanusiaan berupa operasi katarak massal gratis. Kegiatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat penting daerah dan aparat penegak hukum.

Hadir dalam pemantauan kegiatan tersebut, Walikota Sungai Penuh, Alfin Azhar, bersama Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos.. Kehadiran dua kepala daerah serumpun ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, khususnya dalam penuntasan gangguan penglihatan akibat katarak.

Pengamanan dan Dukungan Penuh dari Polres Kerinci

Tak hanya jajaran pemerintahan sipil, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kerinci juga turun langsung memberikan dukungan penuh guna memastikan kelancaran jalannya acara. Tampak hadir di lokasi:

Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, Kabag Ops, AKP Edy Mardi, Kasat Reskrim, AKP Very Prasetyawan, Kasat Intel, AKP Sugiarto, Kasat Narkoba, AKP Yandra

Selain jajaran perwira Polres, agenda ini juga mendapat pengawalan dan peninjauan langsung dari pihak Sentral Aliatama Provinsi Jambi serta perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Kerinci yang ikut mengawal proses screening dan pendampingan para pasien.


Tinjau Langsung Pasien

Dalam sela-sela kegiatan, para pejabat menyempatkan diri untuk berdialog langsung dan memberikan motivasi kepada para lansia dan warga yang sedang mengantre maupun yang telah selesai menjalani operasi. Seperti yang terlihat pada file 101720.jpg, beberapa petugas medis juga sigap melakukan pemeriksaan tekanan darah (screening awal) kepada para tamu undangan dan peserta sebelum tindakan operasi dimulai.

Suasana keakraban dan sinergi yang kuat antarpimpinan daerah juga sangat terasa. Momen kedatangan dan jabat tangan hangat antara jajaran Polres Kerinci, Bupati Kerinci, dan Walikota Sungai Penuh di area parkir RSU MH Thalib  menjadi simbol runtuhnya sekat birokrasi demi pelayanan optimal bagi masyarakat.

Program operasi katarak ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas masyarakat yang sebelumnya terganggu penglihatannya, sekaligus menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah, kepolisian, dan instansi sosial di tengah-tengah masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Pangkas Birokrasi Rujukan, Direktur RSU dr. Rofi Irman Resmi Luncurkan Program SISRUTE

 

Merdekapost.com – Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Rofi Imran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan dengan diluncurkannya program Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) secara resmi oleh Direktur RSU dr. Rofi Imran pada hari ini.

Program SISRUTE merupakan inovasi berbasis digital yang dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan mengintegrasikan proses rujukan pasien antar-fasilitas kesehatan. Dengan sistem ini, koordinasi mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit rujukan utama dapat dilakukan secara real-time.

Mempercepat Penanganan, Menyelamatkan Nyawa

Dalam sambutannya, Direktur RSU dr. Rofi Imran menyampaikan bahwa kecepatan penanganan adalah kunci utama dalam keselamatan pasien, terutama pada kasus-kasus darurat (emergency).

"SISRUTE bukan sekadar aplikasi baru, melainkan sebuah transformasi layanan. Selama ini, kendala rujukan sering kali terletak pada komunikasi dan kepastian ketersediaan ruang atau dokter spesialis. Dengan SISRUTE, semua data pasien dan kapasitas rumah sakit terbuka secara transparan sejak pasien masih berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama," ujar Direktur.

Keunggulan Program SISRUTE

Penerapan teknologi ini membawa beberapa perubahan signifikan dalam alur pelayanan medis, di antaranya:

Kepastian Ketersediaan Fasilitas: Fasilitas kesehatan perujuk dapat langsung mengetahui ketersediaan kamar, alat medis, dan dokter spesialis di RSU dr. Rofi Imran sebelum mengirimkan pasien.

Transfer Data Medis Cepat: Rekam medis singkat pasien dapat dikirimkan secara digital, sehingga tim medis di RSU dr. Rofi Imran bisa melakukan persiapan tindakan bahkan sebelum pasien tiba di ruang IGD.

Efisiensi Waktu dan Biaya: Memangkas birokrasi administrasi konvensional (menggunakan telepon atau surat kertas) yang sering memakan waktu lama.

Sinergi Bersama Fasilitas Kesehatan Mitra

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan setempat, kepala puskesmas, serta perwakilan klinik swasta mitra RSU dr. Rofi Imran. Menutup acara, Direktur mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan program ini.

"Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan mitra dapat mengoptimalkan penggunaan SISRUTE ini. Mari kita hilangkan ego sektoral demi memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan humanis untuk masyarakat," pungkasnya.

Dengan hadirnya SISRUTE, RSU dr. Rofi Imran optimistis angka keterlambatan penanganan pasien rujukan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membawa pelayanan kesehatan daerah ke era digital modern. (*)

Gerak Cepat Dirut Baru RSUD M.H.A. Thalib Kini Hadirkan Pelayanan Prioritas untuk Ibu Hamil hingga Disabilitas

 

Gerak Cepat Dirut Baru, RSUD M.H.A. Thalib Kini Hadirkan Pelayanan Prioritas untuk Ibu Hamil hingga Disabilitas.(Ist)

SUNGAI PENUH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib terus berbenah demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih prima, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Di bawah komando Direktur Utama (Dirut) yang baru, dr. Rofi Imran, rumah sakit plat merah ini langsung melakukan pergerakan luar biasa dengan meluncurkan program Pelayanan Prioritas Rawat Jalan.

Langkah progresif ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, meliputi ibu hamil, lansia di atas 60 tahun dengan risiko tinggi, penyandang disabilitas, serta ibu yang membawa bayi di bawah usia satu tahun.

Alur Pendaftaran Khusus: Tanpa Antre di Loket Reguler

Untuk memastikan kenyamanan pasien prioritas, manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib telah memangkas birokrasi pendaftaran yang selama ini kerap memakan waktu. Melalui sistem baru ini, pasien kelompok prioritas tidak perlu lagi menunggu di ruang tunggu reguler.

Berikut adalah alur pelayanan prioritas yang telah diterapkan:

Penyambutan dan Fasilitas Khusus: Sejak tiba di area rumah sakit, pasien prioritas akan langsung dibantu oleh petugas. Bagi yang membutuhkan, fasilitas kursi roda dan pendampingan antipasien jatuh telah disiagakan.

Pencetakan Nomor Antrean: Petugas secara sigap akan membantu mengambilkan nomor antrean di mesin Counter Antrian. Bagi pasien yang mendaftar secara daring via Mobile JKN, cukup menunjukkan bukti pendaftaran.

Pemberian ID Card/Kalung Prioritas: Pasien akan diberikan kalung penanda khusus oleh petugas agar seluruh elemen rumah sakit mengenali status prioritas mereka.

Langsung Menuju Loket Khusus (Loket 2): Pasien prioritas diarahkan langsung menuju Loket 2 (Pendaftaran Manual) tanpa harus mengantre lama di jalur pasien umum.

Pemeriksaan Sidik Jari & Menuju Poliklinik: Setelah proses verifikasi berkas dan fingerprint, petugas akan mengantarkan pasien langsung ke poliklinik tujuan (seperti Poliklinik Kebidanan/Kandungan) untuk mendapatkan tindakan medis.

Komitmen Penuh dr. Rofi Imran untuk Kerinci dan Sungai Penuh

Pergerakan cepat yang dilakukan oleh dr. Rofi Imran ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Melalui kebijakan ini, RSUD Mayjen H.A. Thalib membuktikan diri bukan sekadar tempat berobat, melainkan institusi yang humanis dan ramah terhadap kelompok rentan.

"Kami berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan yang setara, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia adalah fokus utama kami untuk mendapatkan kenyamanan ekstra tanpa harus merasa terbebani oleh antrean panjang," ujar pihak manajemen dalam sosialisasi program tersebut.

Dengan jargon "Rumah Sakit Kita Semua", perubahan positif ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu dan kepedulian layanan kesehatan di bumi Sakti Alam Kerinci dan Kota Sungai Penuh.(Ald/Ali)

Tingkatkan Kedisiplinan, Direktur Baru RSU Mayjen H.A. Thalib Sidak Pelayanan Petugas

 

Merdekapost.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kedisiplinan pegawai, Direktur baru Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi imran (terlihat dalam dokumentasi melakukan koordinasi lapangan), melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah ruangan pelayanan pada hari ini.

Sidak ini difokuskan untuk memantau langsung kinerja tenaga medis, ketersediaan fasilitas, serta memastikan pelayanan terhadap pasien berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Poin Utama Dalam Sidak:

Pengecekan Kehadiran Pegawai: Direktur memeriksa langsung absensi dan kesiapan petugas di garda terdepan maupun di ruang rawat inap.

Interaksi Langsung dengan Pasien: Dalam kegiatannya, beliau menyempatkan diri berdialog dengan pasien dan keluarga untuk mendengar keluhan serta masukan terkait layanan rumah sakit.

Kebersihan dan Fasilitas: Area selasar, ruang tunggu, dan ruang perawatan tidak luput dari pantauan guna memastikan lingkungan yang nyaman bagi penyembuhan pasien.

Kesiapan Medis: Memastikan alat kesehatan dan stok obat-obatan dalam posisi siap digunakan.

Komitmen Pelayanan

Dalam sela-sela kegiatannya, dr,Rofi imran menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit.

"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan haknya untuk dilayani dengan baik, cepat, dan ramah. Kedisiplinan adalah kunci utama untuk mewujudkan rumah sakit yang dipercaya masyarakat," ujarnya di hadapan para staf.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari pengunjung rumah sakit yang berharap adanya perubahan signifikan di bawah kepemimpinan direktur yang baru, terutama dalam hal efisiensi birokrasi dan keramahan pelayanan. (*)

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

dr. Rofi Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai PenuhKolase – Wakil Wali Kota Azhar Hamzah Melantik Pejabat Administrator.(ist)

SUNGAI PENUH – Harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh kini mulai bersemi. Pemerintah Kota secara resmi menunjuk pimpinan baru untuk dua rumah sakit daerah guna memastikan warga mendapatkan perawatan medis yang lebih baik dan manusiawi.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, memimpin langsung prosesi pelantikan ini di Ruang Pola Kantor Walikota pada Senin (04/05/2026) malam. Dalam agenda tersebut, beliau memberikan amanah kepada:

dr. Rofi Irman sebagai Direktur Utama RSUD MHA Thalib.

Sementara itu, mantan Direktur RSU MHA Thalib, Debi Zartika, dimutasi menjadi Direktur RSUD H Bakri. Sedangkan jabatan Kabid Keuangan dan Perencanaan kini dipercayakan kepada Afriantoni, SH., MH.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Azhar Hamzah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah strategis yang telah mengikuti koordinasi bersama BKN dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, lebih dari sekadar urusan birokrasi, beliau menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam bertugas.

“Kami menitipkan pesan agar saudara-saudara bekerja dengan tulus. Teruslah berinovasi agar visi Sungai Penuh Juara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Azhar Hamzah.

Pemerintah Kota menaruh harapan besar pada manajemen baru ini. Fokus utama ke depan bukan hanya soal administrasi, melainkan bagaimana menciptakan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang sedang berjuang mencari kesembuhan.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

Wakil Wali Kota meminta para direktur baru segera membenahi sistem manajemen internal. Targetnya jelas: RSUD harus memberikan pelayanan prima sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa kesulitan saat membutuhkan bantuan medis.

“Perbaiki manajemen dan tingkatkan kepedulian terhadap pasien. Kita ingin seluruh warga terlayani dengan sangat baik,” tambahnya di hadapan para asisten, staf ahli, dan kepala OPD yang hadir.

Dengan semangat baru ini, RSUD MHA Thalib dan RSUD H. Bakri diharapkan akan siap bertransformasi menjadi garda terdepan kesehatan yang lebih responsif dan ramah bagi seluruh masyarakat. (Red)

IMM Jambi Buka Posko Pengaduan Masyarakat Terkait Pelayanan RSUD M.H.A. Thalib Sungai Penuh


SUNGAI PENUH – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Jambi membuka posko pengaduan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh.

Posko tersebut dibuka sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi antara DPD IMM Provinsi Jambi dengan pihak manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib. Dalam pertemuan tersebut disepakati adanya upaya pembenahan pelayanan rumah sakit yang ditargetkan berlangsung dalam waktu 30 hari kerja..

Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD IMM Jambi menyampaikan bahwa posko pengaduan ini bertujuan untuk memastikan komitmen perbaikan pelayanan rumah sakit benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Atasi Macet, Pemkot Berharap Jalan H Bakri Jadi Satu Arah

Melalui posko tersebut, masyarakat diajak untuk menyampaikan pengalaman maupun kendala yang pernah dialami ketika mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Mayjen H.A. Thalib.

“Setiap laporan masyarakat nantinya akan dihimpun sebagai bahan evaluasi terhadap komitmen peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” demikian keterangan yang disampaikan dalam pengumuman resmi DPD IMM Jambi.

Jenis Pengaduan yang Dapat Disampaikan

Dalam posko pengaduan ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai jenis laporan terkait pelayanan rumah sakit, di antaranya:

Pelayanan tenaga kesehatan

Ketersediaan obat

Sistem pendaftaran pasien

Informasi jadwal poli dan kuota pasien

Etika atau sikap pelayanan petugas

Kendala pelayanan kesehatan lainnya

Laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Periode Pengaduan 30 Hari

Posko pengaduan masyarakat ini dibuka selama 30 hari kerja, terhitung mulai 2 Maret hingga 2 April 2026.

Masyarakat yang ingin menyampaikan laporan atau pengaduan dapat menghubungi kontak yang telah disediakan oleh DPD IMM Provinsi Jambi melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk WhatsApp, media sosial, maupun surat elektronik.

Melalui langkah ini, IMM Jambi berharap partisipasi masyarakat dapat membantu mengawal upaya peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Mayjen H.A. Thalib sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

DPD IMM Jambi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelayanan kesehatan agar sistem pelayanan publik di bidang kesehatan semakin transparan dan akuntabel. (Adz)

Hearing, Dihadapan Komisi I Manajemen RSUD MHAT Janji dan Komit Perbaiki Pelayanan

Ketua Komisi I DPRD Dahkir Yahya memimpin hearing bersama Dinas Kesehatan, manajemen RSUD, dan BPJS Kesehatan di Sungai Penuh, Rabu (25/02).

Sungai Penuh – Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh menggelar hearing bersama Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib, dan BPJS Kesehatan, Rabu (25/02). Pertemuan ini membahas peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Rapat dipimpin Ketua Komisi I, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, dan dihadiri Ketua DPRD Hutri Randa, S.Sos., MM, anggota Komisi I, jajaran Dinas Kesehatan, manajemen RSUD, serta perwakilan BPJS Kesehatan. Hearing ini merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

Sorotan Persoalan Pelayanan Kesehatan

Komisi I menyoroti sejumlah persoalan utama, antara lain antrean pasien yang panjang, kendala administrasi BPJS, serta sistem rujukan dan penanganan pasien gawat darurat yang kurang optimal.

Ketua Komisi I menegaskan, “Seluruh pihak wajib memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan pelayanan kesehatan maksimal dan profesional. Masyarakat harus menerima layanan cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi, baik pasien umum maupun peserta BPJS.”

Arahan DPRD Komisi I : Sinergi dan Keadilan Layanan

Ketua DPRD Hutri Randa menekankan pentingnya sinergi antarinstansi. “Kesehatan adalah kebutuhan mendasar. Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan karena administrasi atau keterbatasan fasilitas. Semua pihak harus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh,” ujarnya.

Komitmen RSUD dan Penjelasan BPJS

Manajemen RSUD menyatakan komitmen memperbaiki pelayanan, termasuk antrean, kedisiplinan tenaga kesehatan, dan sarana prasarana pendukung. Sementara itu, BPJS Kesehatan menjelaskan mekanisme pelayanan dan prosedur klaim agar kendala administrasi diminimalisir.

Dorongan Pengawasan dan Dukungan Anggaran

Komisi I mendorong Dinas Kesehatan memperkuat pengawasan dan pembinaan fasilitas kesehatan agar standar pelayanan minimal terpenuhi secara konsisten.

Di akhir hearing, Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh menegaskan komitmen mengawal peningkatan kualitas layanan melalui pengawasan, evaluasi berkala, dan dukungan anggaran. Dengan langkah ini, masyarakat akan merasakan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efektif, dan adil.(*)

IMM Desak Tindakan Nyata atas Dugaan Permasalahan Pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib

IMM Desak Tindakan Nyata atas Dugaan Permasalahan Pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib

Sungai Penuh, Merdekapost.com – DPD(Dewan Pimpinan Daerah) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Jambi melalui Bidang Hukum dan HAM kembali menyoroti dugaan persoalan pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Kepala Bidang Hukum dan HAM DPD IMM Provinsi Jambi, Yopi Aprizal, menyampaikan bahwa persoalan serupa sebelumnya pernah menjadi perhatian IMM. 

Kembali munculnya permasalahan ini menunjukkan adanya indikasi persoalan yang belum diselesaikan secara tuntas.

“Kami tidak hanya meminta klarifikasi. Klarifikasi tanpa perbaikan konkret tidak akan menyelesaikan akar persoalan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata dan pembenahan sistem pelayanan,” tegas Yopi.

Baca Juga :  PERMAHI Jambi Desak Para Petinggi Bank Jambi Mundur Jika Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik

Menurutnya, rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab hukum dan kewajiban konstitusional dalam menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan manusiawi.

DPD IMM Provinsi Jambi mendesak:

1. Dilakukannya evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap sistem pelayanan serta manajemen rumah sakit.

2. Penyampaian hasil evaluasi tersebut kepada publik secara transparan.

3. Adanya langkah konkret perbaikan, termasuk pembenahan prosedur pelayanan dan penguatan pengawasan internal.

4. Pemerintah daerah untuk memastikan adanya pengawasan dan tindak lanjut atas persoalan yang berulang.

Baca Juga :  Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

“Jika persoalan ini terus berulang tanpa pembenahan, maka kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan akan semakin menurun,” tambahnya.

IMM menegaskan bahwa sikap ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial serta komitmen dalam mengawal perlindungan hukum dan hak asasi manusia di bidang pelayanan publik.(*)

Klarifikasi Dinkes & Pihak RSU MHAT, Tak Mampu Redam Kritik, Pelayanan Tetap Jadi sorotan Tajam!

Klarifikasi Dinkes & Pihak RSU MHAT, Tak Mampu Redam Kritik, Pelayanan Tetap Jadi sorotan Tajam warga.(adz)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD Mayjen H.A. Thalib terkait berbagai keluhan pelayanan ternyata belum mampu meredam kekecewaan masyarakat.

Di media sosial, sejumlah warganet mengaku tetap tidak puas dan menilai persoalan yang muncul seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar pembelaan diri.

Beberapa komentar warga menyebut, setiap tahun rumah sakit daerah tersebut kerap viral karena keluhan serupa.

Mulai dari sikap petugas yang dinilai kurang ramah, pasien yang diminta mencari ruangan sendiri, hingga pengalaman keluarga pasien yang harus menjemput obat tanpa pendampingan petugas.

“Pegawai dan staf sibuk mengklarifikasi dan membela diri, bukannya evaluasi. Tahun ke tahun selalu viral, tapi tidak merasa ada yang salah,” tulis salah satu akun di media sosial.

Baca Juga: Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

Warga menilai kritik dan keluhan masyarakat seharusnya menjadi masukan penting bagi manajemen rumah sakit. Terlebih, sebagai fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan profesional, ramah, dan humanis.

Menurut sejumlah warga, profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari sikap dan empati terhadap pasien.

“Kalau kerja profesional, pasien sehat yang dapat pujian, rumah sakit juga yang dapat nama baik. Itu juga jadi ladang amal kalau melayani dengan ikhlas,” ujar seorang warga.

Sebaliknya, sikap jutek, cuek, dan pelayanan yang dianggap kurang informatif dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik.

Baca Juga: Pasca Viral di Medsos Keluhan Warga tentang Pelayanan, Ini Klarifikasi Dinkes dan Manajemen RSUD M.H.A. Thalib

Padahal, citra rumah sakit sangat bergantung pada pengalaman pasien dan keluarga selama menjalani perawatan.

"harus pk wali kota tegas memberikan peringatan ketegasan kepada para dokter dan perawat..,,??? kok saya heran pejabat cuman tinggal diam aja" ungkap netizen lagi

Bahkan ada netizen yang bilang,"Langsung k pak Prabowo aja gan🙏"

“Kami hanya ingin dilayani dengan baik. Itu saja,” tulis warganet lainnya. 

Ini berarti pada intinya masyarakat kota Sungai Penuh dan Kerinci berharap bisa dilayani dengan baik, sopan, beretika dan megutamakan rasa kemanusiaan

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak manajemen terkait tuntutan evaluasi menyeluruh atas sistem pelayanan.

Masyarakat berharap, polemik yang kembali mencuat ini menjadi momentum pembenahan internal demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh.

Pegawai Akan Dirotasi

Pasca viralnya keluhan pelayanan di RSU MHA Thalib Sungai Penuh, Pihak Pemerintah yang dalam hal ini diambil alih oleh Sekda Kota Sungai Penuh Alfian turun ke RSUD dan melakukan evaluasi

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dinkes dan Manajemen RSUD (Direktur), Sekda menyampaikan bahwa akan dilakukan rotasi atau mengganti pegawai /petugas

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga: 

Awal Tahun ini, Total Sudah 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun, Sementara Pemilik Kabur

Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.(*)

(Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com)

Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSU MH Thalib yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah pegawai rumah sakit daerah itu akan dirotasi guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menyampaikan rencana pergeseran pegawai tersebut saat menggelar pertemuan bersama Direktur RSU, Debi Zartika, Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, para kepala bidang, serta jajaran pegawai rumah sakit, Sabtu, 21 Februari 2026.

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga:Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Sementara itu, manajemen RSU menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah daerah. Pihak rumah sakit berharap pergeseran pegawai dapat memperkuat kinerja tim serta memperbaiki persepsi publik terhadap layanan yang diberikan.

Belum dirinci berapa jumlah pegawai yang akan dirotasi maupun waktu pelaksanaannya. Pemerintah daerah menyatakan langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan.(Adz)

Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.(ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan siaran langsung seorang konten Kreator asal Kerinci, Anisa yang dikenal dengan nama “Itek Mamek”, yang menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Siaran langsung yang tayang melalui akun Facebook pribadinya tersebut ditonton ribuan pengguna dan menuai ratusan komentar dari warganet.

Dalam penuturannya, Anisa menjelaskan bahwa keluhan tersebut bermula saat dirinya membawa sang ibu berobat karena mengalami penurunan kadar hemoglobin (HB). Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Mayjen H.A. Thalib, ibunya sempat menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang. Namun tak lama kemudian, kondisi kembali menurun sehingga harus dibawa kembali ke rumah sakit.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif untuk membawa pasien berobat ke Padang guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Saat meminta rujukan, keluarga mengaku diarahkan ke dokter spesialis jantung.

Padahal, menurut pihak keluarga, selama ini keluhan utama pasien berkaitan dengan HB rendah dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca Juga :  

Bakteri Jadi Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Muaro Jambi, GMNI : Tindak Tegas SPPG Sengeti!

Meski demikian, keluarga tetap membawa pasien ke rumah sakit di Padang untuk berkonsultasi dengan spesialis jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan, disebutkan bahwa pasien tidak mengalami gangguan jantung. Pihak rumah sakit di Padang kemudian menyarankan agar keluarga kembali ke Sungai Penuh untuk meminta rujukan baru ke spesialis penyakit dalam.

Setibanya kembali di RSUD Sungai Penuh, keluarga mengaku belum bisa mendapatkan layanan rujukan dengan alasan kuota antrean telah penuh untuk hari tersebut hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu, kondisi pasien disebut masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Situasi inilah yang memicu kekecewaan Anisa hingga menyampaikannya secara terbuka melalui siaran langsung. Dalam tayangan tersebut, ia menyatakan akan kembali menyuarakan persoalan ini apabila rujukan yang dibutuhkan tidak segera diperoleh. Namun ia juga menyampaikan kesiapan untuk menghapus konten dan meminta maaf apabila persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Baca Juga :  

Dandim 0417/Kerinci Bersama Forkopimda Hadiri Pembukaan Pasar Ramadhan di Bukit Tengah

Siaran langsung tersebut mendapat respons luas dari warganet. Sebagian besar komentar berisi dukungan serta berbagai pengalaman pribadi terkait pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pihak media telah mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Wali Kota Sungai Penuh, Alfin. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Pemerintah Kota Sungai Penuh maupun dari manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib terkait permasalahan yang disampaikan.

Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait. (Red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs