Kebakaran Hebat di Sebukar, Rumah Orang Tua Pj Bupati Ikut Terbakar

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran di Sebukar Kerinci, Rumah Orang Tua Mantan PJ Bupati Ikut Terbakar

Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Warga bersama petugas berupaya keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Joni menyampaikan bahwa sebanyak empat armada pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Nazif Ediyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, 3 armada Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Tiga armada damkar sudah kita kerahkan. Armada semurup, Armada depati 7 dan armada jujun”. Sebut nya.

“Tiga unit armada Damkar yang diturunkan malam ini, dan tidak menutup kemungkinan tambah armada”. Tambahnya lagi.

Berdasarkan informasi dilapangan, salah satu rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah rumah keluarga orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.

"ada 2 unit rumah yang dilalap api dan rumah tersebut salah satunya adalah milik Orang tuanya Pak Asraf (Mantan Pj Bupati Kerinci)" Ujar Khaidir

"Iyo, rumah orang tuonyo pak Pj" Ujar Warga

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.(Ali)

Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik

KERINCI - Hujan lebat yang mengguyur Lima Desa Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci pada Rabu (20/5/2026) sore. Sejumlah rumah warga dilaporkan digenangi air. Debit air yang deras juga datang dari kawasan perbukitan dan mengalir langsung ke permukiman masyarakat.

Tak hanya merendam rumah warga, aliran air juga meluap hingga melewati badan Jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terganggu, bahkan sejumlah kendaraan tidak dapat melintasi jalan tersebut akibat tingginya genangan dan derasnya arus air.

Warga setempat menyebut banjir terjadi cukup cepat setelah hujan lebat yang mengguyur sore hari ini.

Mereka berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan instansi terkait guna mengantisipasi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku membersihkan genangan air sambil terus memantau kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian banjir tersebut. Ia menyebut pihak kecamatan telah akan melakukan pendataan awal terhadap wilayah terdampak dan pihak PUPR Kerinci dalam perjalanan menuju lokasi. (Red)

Longsor di Bungo Telan Korban Jiwa, Gubernur Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

Longsor Maut di Bungo Telan Korban Jiwa, Al Haris: Pemda Harus Ambil Langkah Cepat

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bungo hingga menelan korban jiwa. Dia menyampaikan rasa duka atas bencana longsor yang terjadi di daerah itu.

“Pertama kita menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian bencana longsor di Bungo yang mana sampai memakan korban jiwa dan terluka ibu dan anak. Kita akan terus mencoba menunggu data laporan nya lagi untuk kejadian bencana ini,” kata Al Haris, Rabu (13/5/2026).

Longsor yang menghantam salah satu rumah warga di Jalan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo Jambi ini terjadi pada Rabu siang. Tim SAR juga telah turun ke lokasi untuk menyelamatkan dan membantu korban yang tertimbun.

Baca Juga: Longsor di Jalur Muara Siau-Jangkat Merangin, Kendaraan Melintas Bergantian

Al Haris mengatakan agar sementara Pemerintah daerah (Bungo) untuk bergerak cepat menangani dampak bencana itu. Dia ingin, agar pemerintah setempat lebih dulu hadir dan memastikan pertolongan keselamatan dari longsor bisa terbantu

“Yang paling utama saat ini keselamatan masyarakat kita disana dulu ya. Kita minta pemerintah daerah cepat turun membantu warga terdampak longsor ini, bagaimana misi kemanusiaan ini bisa berjalan lancar,” ujar Al Haris.

Dia juga meminta, agar Pemda setempat juga mendata kerugian dan apa saja fasilitas umum yang ikut terdampak serta bantuan yang harus diberikan.

“Nantinya kalau sudah kita mendapatkan laporan resminya baru kita Pemprov jika dibutuhkan bantuan akan kita komunikasikan. Yang pasti Pemda disana bergerak cepat dulu, bantuan juga mesti disalurkan jika itu diperlukan,” jelas dia.

Baca Juga: Komitmen Pejuang Petani, Bupati Kerinci Monadi Teken MoU Cetak Sawah 2026

Sejauh ini, longsor yang terjadi hanya merusak satu rumah warga, longsor ini menimbun bagian belakang rumah korban saat hujan deras melanda. Bahkan, tebing belakang rumah korban tak mampu menahan debit air sehingga menimbun rumah.

Pihak Basarnas Jambi juga memastikan bahwa jumlah korban tertimbun longsor ada sebanyak tiga orang yang diketahui ibu dan 2 orang anaknya. Dua korban sudah dievakuasi dari material longsor, korban ibu berhasil selamat dan satu orang anaknya meninggal dunia. Sedangkan, satu korban lagi sudah diselamatkan saat pencarian.

Al Haris juga menyebut, jika longsor juga merusak hal lainnya maka harus diupayakan perbaikan segera. Kata dia, penanganan darurat harus menjadi prioritas utama. Selain evakuasi dan pendataan korban yang merupakan satu keluarga yang terdampak.

“Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan. Semua pihak harus bergerak cepat,” tegas dia.

Baca Juga: Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Al Haris, juga akan terus memantau perkembangan penanganan longsor tersebut. Ia berharap kondisi segera membaik dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan serta bantuan yang dibutuhkan.

“Ini harus kita utamakan persoalan bencana ini, apalagi kondisi saat ini juga masuk musim penghujan, dan kita imbau masyarakat juga terus berhati-hati, serta pihak-pihak terkait terus memberikan informasi soal cuaca dan potensi bencana supaya bisa di ketahui masyarakat,” tutup Al Haris.

Diketahui, korban satu keluarga yang terdampak longsor ini bernama Suryani (40) yang merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT) lalu, Arya (11), dan terakhir Revita (4). Bocah Arya diketahui telah meninggal dunia saat diselamatkan dan satu lagi bocah perempuan Revita sudah diselamatkan dan dilarikan kerumah sakit.

Tim gabungan SAR sudah turun ke lokasi kejadian buat membantu proses evakuasi. Sedangkan proses bantuan lainnya Tim SAR masih menunggu langkah selanjutnya sambil membantu membersihkan tumpukan longsor di rumah korban. (adz)

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas

Ibu dan 2 anak Tertimbun Longsor di Tanah sepenggal Bungo, Satu Orang Dilaporkan Tewas.(Ist)

Muara Bungo - Satu orang dilaporkan tewas dan dua orang terluka dalam bencana tanah longsor yang meluluhlantakkan sebuah rumah warga di Dusun (Desa) Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu siang (13/5).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bungo Zainadi, korban yang tertimbun longsor bernama Suryani, 40 tahun, dan dua anaknya Revita, 4 tahun dan Arya, 11 tahun. 

Korban tewas adalah Arya, yang saat kejadian longsor berada dalam kamar bersama adiknya Revita. Rabu sore, regu penolong berhasil mengevakuasi Revita dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari Kantor Basarnas Jambi, korban tertimbun longsoran tebing yang persis berada di belakang rumah permanen yang mereka huni. Penyebab longsor dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Bungo.(Adz)

Inul Daratista Emosi Sampai Mau Lempar Sendal Melihat Kelakuan 2 Menterinya Prabowo Soal Banjir Sumatera

MERDEKAPOST.COM - Pedangdut senior sekaligus pengusaha, Inul Daratista, tak bisa menahan amarahnya terhadap respons dua menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto terkait bencana banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Dari sekadar mengelus dada, emosi Inul memuncak hingga melontarkan ancaman bernada geram: "Kudu tak lempar sandal mukamu!"

Reaksi keras istri Adam Suseno ini ia tuangkan terang-terangan melalui unggahan-unggahan di akun media sosialnya, menyoroti pernyataan pejabat yang dinilai minim empati dan aksi politisi yang dianggap hanya sebagai panggung pencitraan.

"Kudu Tak Lempar Sandal Mukamu!" untuk Menteri Raja Juli Antoni

Sasaran utama kemarahan Inul adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga merupakan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.

Inul Daratista meradang setelah mendengar ucapan Raja Juli Antoni yang menyebut bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai 'momentum baik'. 

Bagi Inul, pernyataan tersebut sungguh menyakiti hati ribuan warga yang sedang berduka dan kehilangan.

"Bikin emosi, gini kok jadi pejabat negara, heran gue. Kudu tak lempar sandal mukamu!" tulis Inul Daratista dengan nada tinggi di Instagram.

Baca juga: 

Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

Tak berhenti di situ, pelantun Goyang Ngebor ini bahkan mengaitkan Raja Juli Antoni dengan isu lama, yakni foto lawas sang menteri yang pernah beredar bersama Aziz Wellang, tersangka kasus pembalakan liar yang belakangan kasusnya dihentikan.

"Kebanyakan main domino jadi kendo," sindir Inul dengan pedas.

Menteri Zulkifli Hasan Panggul Beras: "Bapak Lucu deh, Kamera Mana Kamera, Action"

Menteri kedua yang menjadi sorotan tajam Inul adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. 

Kedatangan Ketua Umum PAN ke lokasi banjir di Padang, Sumatera Barat, yang terekam kamera justru mengundang tawa sekaligus kritik dari Inul.

Dalam video yang viral, Zulkifli Hasan terlihat memanggul sekarung beras sendirian untuk diberikan kepada korban banjir.

Ia juga sempat terekam membersihkan lumpur di rumah warga menggunakan sekop.

Alih-alih bersimpati, Inul Daratista justru menyoroti kehadiran sejumlah anggota TNI yang berdiri di belakang Zulkifli Hasan dengan tangan kosong.

"Padahal ada tentara dibelakang pada tangan kosong, lah bapak sendirian manggul ????. Bapak lucu deh, kamera mana kamera, action ????," tulis Inul, menilai aksi tersebut tak lebih dari sekadar akting di depan kamera.

Emosi Puncak: Inul Hanya Bisa Elus Dada Lihat Maraknya "Pencitraan Full"

Banjir yang melanda Sumatera menjelang akhir November 2025 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga ironi yang membuat Inul Daratista hanya bisa mengelus dada.

Melalui unggahan lain di Instagram pribadinya @inul.d pada Senin (1/12/2025), Inul menumpahkan kekesalannya terhadap fenomena pejabat dan politisi yang memanfaatkan situasi darurat untuk kepentingan diri sendiri dan partai.

Proses evakuasi korban banjir bandang.(Doc.Istimewa)

"Wis mulai banyak yang turun lapangan, tapi pencitraan full. Foto-foto manja sama yang kelaparan sambil nangis-nangis," tulisnya, menyebut bahwa ia sampai tidak bisa berkata-kata melihat orang-orang yang sibuk mencari citra di atas penderitaan orang lain.

Kritik Inul menggarisbawahi bahwa penanganan bencana seharusnya menjadi "pencitraan" positif negara jika dilakukan dengan gesit, bukan hanya sekadar ajang bagi kader atau sosok partai untuk berfoto dan dokumentasi.

"Harusnya langsung action, dan action dari negara yang harus jadi pencitraan kalau penanganannya gesit, bukan sosok-sosok partai yang pada foto-foto. Ampun dah ah!” tutupnya, menegaskan bahwa apa yang ia saksikan hanyalah "Preeetttlah!!!"

Ucapan Menhut Raja Juli Antoni Jadi Sorotan

Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni menyatakan banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan momentum yang baik untuk melakukan evaluasi tata kelola hutan.

Menurut Raja Juli Antoni, rangkaian bencana tersebut menunjukkan adanya kesalahan mendasar dalam pengelolaan lingkungan. 

Karena itu, ia menegaskan bahwa kementeriannya akan melakukan introspeksi terhadap seluruh kebijakan yang selama ini dijalankan. 

Baca juga: 

20 Rakit Ditenggelamkan Tim Gabungan, Upaya Berantas Dompeng Emas di Merangin Jambi

"Ini kita mendapatkan momentum yang baik semua mata melihat, semua telinga mendengar yang terjadi di tiga provinsi itu, berharap tidak akan meluas," ucap Raja Juli saat ditemui awak media di Riau, 29 November 2025.

"Ini momentum yang baik untuk evaluasi, intropeksi bahwa ada yang salah nih dalam pengelolaan lingkungan hidup kita,"

"Pak Presiden dalam pidatonya mengatakan penebangan hutan liar yang tidak terkontrol berkontribusi besar terhadap bencana. Jadi kita akan melakukan evaluasi kebijakan,” imbuhnya. 

Dalam kunjungannya ke Riau selama dua hari, ia menekankan pemerintah tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga langsung menyiapkan langkah-langkah konkret. 

Salah satunya dilakukan di Kuantan Singingi, di mana ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat sebagai bentuk penguatan hak masyarakat adat. 

“Masyarakat adat selama ini tersisihkan, padahal mereka adalah kelompok yang paling mampu menjaga hutan. Legalisasi ini memberi mereka ruang untuk berkontribusi,” jelasnya.(Adz)

Total Korban Meninggal Capai 867 orang Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut dan Sumbar

Wilayah Sumatra alami rangkaian bencana banjir bandang serta tanah longsor menghancurkan permukiman sejak akhir November 2025.(adz/mpc)

MERDEKAPOSTI.COM – Wilayah Sumatra alami rangkaian bencana banjir bandang serta tanah longsor menghancurkan permukiman sejak akhir November 2025. 

Meski sejumlah titik banjir mulai surut, upaya pencarian korban dan penanganan darurat masih berlangsung di lapangan di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru jumlah korban meninggal, hilang, dan luka-luka pada Jumat (5/12/2025).

Laporan tersebut menggambarkan skala bencana yang disebut para relawan sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir di Sumatra.

Data BNPB menunjukkan total 867 orang meninggal dunia, 521 masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 4.200 warga luka-luka akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Petugas saat melakukan evakuasi korban banjir.(adz)

Ribuan rumah, fasilitas umum, dan jaringan infrastruktur seperti jembatan serta akses jalan utama rusak berat, membuat bantuan logistik sulit menjangkau lokasi-lokasi terpencil.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 345 orang.

Sementara Kabupaten Agam di Sumatra Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban meninggal tertinggi di level kabupaten, sebanyak 156 jiwa.

Di Sumatra Utara, korban meninggal mencapai 312 orang, dengan wilayah paling terdampak berada di Tapanuli Tengah yang mencatat 89 kematian.

BNPB menjelaskan bahwa penyebab bencana kali ini berkaitan erat dengan fenomena hidrometeorologi ekstrem, yaitu kondisi cuaca yang dipicu oleh perubahan siklus hidrologi, curah hujan tinggi, temperatur, angin, dan kelembapan.

Di sejumlah daerah, curah hujan ekstrem memicu luapan sungai sekaligus runtuhan tanah di area perbukitan yang labil.

Hingga Jumat sore, data kerusakan dan korban jiwa tercatat melalui dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Selain korban meninggal, lebih dari 500 orang masih belum ditemukan, menyisakan kekhawatiran mendalam bagi keluarga yang hingga kini menunggu kabar.

Di saat bersamaan, upaya pertolongan terus dikerahkan. BNPB menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah pencarian korban dan keselamatan warga yang bertahan di lokasi-lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penguatan personel SAR dilakukan untuk mengantisipasi kondisi medan yang semakin menantang.

“Meneruskan operasi pencarian dan pertolongan. Ini sudah dilakukan dan diperkuat tim SAR gabungan dengan penebalan, penambahan dari anggota Kodam dan Polda sehingga tim yang sudah bekerja lebih dari 1 minggu ini bisa mendapatkan tambahan tenaga supaya upaya pencarian ini masih tetap bisa maksimal,” katanya, Kamis (4/12/2025), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Selain operasi pencarian, distribusi bantuan logistik menjadi prioritas. Akses darat yang banyak terputus membuat sejumlah wilayah hanya dapat ditembus melalui udara.

Menurut Abdul Muhari, arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan penyaluran bantuan ke titik pengungsian terpencil.

“Tentu saja ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat terdampak.”

“Sebagaimana tadi juga disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden, ini harus menjadi perhatian karena untuk beberapa tempat, titik-titik pengungsian masih jauh dari titik-titik dropping atau titik-titik pusat logistik bantuan di kabupaten/kota,” jelasnya.

Sejumlah posko udara kini berupaya menjangkau kawasan terisolasi agar warga yang terputus jalur darat dapat segera menerima bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan primer lain.

Baca Juga: 20 Rakit Ditenggelamkan Tim Gabungan, Upaya Berantas Dompeng Emas di Merangin Jambi

Di lapangan, relawan dan tim medis melaporkan tantangan berupa penumpukan jenazah di lokasi terdampak terparah, keterbatasan ambulans, serta risiko kesehatan pada pengungsi akibat sanitasi buruk dan suhu malam yang ekstrem.

Pemerintah daerah di ketiga provinsi telah menetapkan status tanggap darurat yang masih berlaku hingga kini.

Dengan ratusan korban belum ditemukan dan cuaca yang masih fluktuatif, upaya pemulihan diprediksi berlangsung panjang.

Para penyintas berharap dukungan logistik dan tenaga tambahan terus diperkuat agar pencarian korban tidak terhenti di tengah jalan.(adz)

Banjir di Aceh Utara Meluas, 3.507 Orang Mengungsi

MERDEKAPOST.COM - Hingga Rabu (26/11/2025), banjir telah merendam 18 dari total 27 kecamatan di Aceh Utara.

Banjir meningkat signifikan dibandingkan awal kejadian yang hanya berdampak pada lima kecamatan. Pemerintah daerah resmi menetapkan status darurat banjir.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jali, menyampaikan bahwa ribuan warga harus mengungsi akibat banjir yang belum menunjukkan tanda mereda.

“Kami mencatat 3.507 pengungsi hingga hari kelima ini.

Ribuan lainnya terdampak banjir namun belum mengungsi. Kami siaga penuh 24 jam,” ungkapnya saat ditemui.

Selain memaksa warga meninggalkan tempat tinggal, banjir juga menimbulkan kerusakan material.

Data Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menunjukkan tiga rumah warga rusak berat, 17 rumah rusak sedang, dan enam lainnya mengalami rusak ringan.

Area pertanian dan perikanan turut terdampak, dengan 620 hektar sawah dan 571 hektar tambak terendam air sejak meningkatnya curah hujan pekan ini.

Kerusakan infrastruktur turut memperberat kondisi warga, terutama di wilayah Kecamatan Sawang, di mana satu jembatan putus akibat arus deras Sungai Sawang.

Selain itu, delapan titik tanggul sungai dilaporkan jebol sehingga mempercepat meluapnya air ke permukiman.

Dalam proses evakuasi, seorang karyawan tim penyelamat dilaporkan mengalami kesulitan menjangkau warga terdampak karena tingginya arus air dan minimnya akses.

Bupati Ismail meminta seluruh tim penanganan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saya minta seluruh petugas evakuasi jaga diri baik-baik. Upayakan terobos banjir demi evakuasi korban.

Jaga keselamatan diri dan korban, kita terus beri maksimal sekuat tenaga untuk korban banjir,” tegas Ismail.

Kebutuhan Alat Berat dan Logistik Mendesak

Pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh alat berat yang tersedia untuk memperlancar aliran air dan membuka akses jalur yang tertutup lumpur.

Namun, kebutuhan logistik makanan dan tambahan alat berat disebut sangat mendesak untuk mempercepat penanganan darurat.

Instruksi resmi telah dikeluarkan Bupati kepada jajaran teknis dan layanan publik.

Tenaga kesehatan diminta ditempatkan di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi gangguan kesehatan pada kelompok rentan.

“Fokus penanganan korban banjir untuk ibu hamil, balita, anak, lansia, dan disabilitas,” tambah Ismail.

Selain itu, Dinas PUPR diminta segera mengoperasikan peralatan untuk normalisasi aliran air di area yang mengalami penyumbatan.

Untuk penyaluran bantuan, Dinas Sosial diminta segera mengirim logistik ke titik-titik evakuasi.

Ismail juga menginstruksikan para camat untuk tetap berada di wilayah masing-masing guna mempercepat penyampaian data lapangan.

Ia mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan debit air menyusul curah hujan tinggi dan kedangkalan aliran sungai.(RED)

Kebakaran di Pendung hilir, 4 Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran di Pendung hilir, 4 Rumah Ludes Terbakar 

Kerinci, Merdekapost - Pada hari Jum'at tanggal 10 Oktober 2024 Pukul 12:20 WIBdi Desa Pendung Hilir Kecamatan Air Hangat  Kabupaten Kerinci telah terjadi Kebakaran yang menghanguskan 4 (Empat) unit Rumah. 

Adapun Identitas pemilik rumah yang terbakar :

1.Nama    : Ramadi

   Umur      : 51 tahun

   Alamat   : Dusun III Desa Pendung Hilir Kecamatan Air Hangat     Kabupaten Kerinci

2.Nama    : Danton Sori

   Umur      : 55 tahun

  Alamat    : Dusun III Desa pendung Kecamatan Air hangat kabupaten Kerinci. 

3. Nama    : Aprizal 

    Umur      : 60 tahun

   Alamat    : Dusun III Desa Pendung Hilir Kecamatan Air hangat kabupaten kerinci

4. Nama    : Rahman 

    Umur     : 65 tahun

    Alamat  : Dusun III Desa Pendung Hilir Kecamatan Air hangat kabupaten kerinci


Adapun Kronologis Kejadian sbb :

Pada hari Jum’at, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 12.20 WIB, saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah Sholat Jum’at, menurut keterangan saksi pemilik rumah sdr. Ramadi yang bersangkutan tidak berada di rumah.

Saksi melihat api berasal dari dalam kamar rumah milik sdr. Ramadi, kemudian api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah warga di sekitarnya. Melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.⁠

Sekitar pukul 12.40 WIB, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan upaya pemadaman api.

Pada pukul 13:30 WIB, api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dengan bantuan petugas pemadam kebakaran.

Adapun Kerugian yang ditimbulkan Akibat Kebakaran tersebut sbb :

- 3 (Tiga) Unit Rumah Rusak Berat, 

- 1 (Satu) Unit Rumah Rusak Ringan.

- Diperkirakan kerugian Rp.1.500.000.000.00 ( Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah ). 

Informasi yang dihimpun dari saksi mata kejadian, Pada saat kebakaran terjadi pemilik rumah A.n. Ramadi tidak berada di rumah. tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini dan dugaan sementara di perkirakan api berasal dari konsleting arus pendek listrik.(adz/ali)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs