Breaking News! Galodo Terjang Komplek Kantor Bupati Solok Arosuka, Kantor PU Dilaporkan Hancur

SOLOK – Bencana galodo atau banjir bandang menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu malam (21/9/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Arus banjir yang bercampur lumpur dan material kayu terlihat mengalir deras hingga menutupi badan jalan di kawasan perkantoran.

Rekaman video yang beredar di tengah masyarakat memperlihatkan kondisi lokasi yang gelap dan mencekam. Derasnya arus membawa material tanah, bebatuan dan kayu, sementara penerangan di lokasi hanya berasal dari senter warga.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara warga yang menyebut sejumlah bangunan perkantoran terdampak. Salah satunya terdengar keterangan, "Misi kantor Dinas Kesehatan. Di depan bendera... Kantor PU sudah hancur..."

Informasi mengenai kerusakan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) tersebut hingga kini masih berupa laporan awal dari warga di lokasi dan belum dapat dipastikan tingkat kerusakannya secara resmi. seorang anak juga dikhabarkan terbawa arus.

Bencana juga menyebabkan akses jalan di sekitar kawasan perkantoran dilaporkan lumpuh akibat derasnya aliran banjir serta material lumpur dan kayu yang terbawa arus.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah terdapat korban jiwa maupun warga yang terdampak di kawasan tersebut. Petugas terkait diharapkan segera melakukan pendataan dan penanganan setelah kondisi memungkinkan.

Masyarakat, khususnya yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir bandang, diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta menghindari mendekati arus banjir maupun melintasi jalan yang terdampak hingga situasi dinyatakan aman oleh petugas.

Perkembangan mengenai kondisi korban, kerusakan bangunan, serta akses di kawasan Komplek Perkantoran Arosuka masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. (Adz)

Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi


Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta benda Habis Dilalap Sijago Merah, Toby Arif Munandar: Semua Ludes Tak Terselamatkan! GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat yang terjadi tengah malam tadi sekira pukul 11.45 WIB (Selasa, 01/09) betul-betul menghabiskan satu unit rumah dua lantai (semi permanen) milik Ibu Murni (orang tua  dari Toby Arif Munandar) yang berlokasi di Desa Kemantan Tinggi Kecamatan Air hangat Timur Kabupaten Kerinci.

Meskipun sebelumnya, diketahui pada Selasa (01/09) sore hingga menjelang Maghrib hujan lebat mengguyur Desa Kemantan dan sekitarnya.

Namun, ditengah keheningan malam dengan cuaca dingin, sekira pukul 11.30 tiba-tiba warga terkejut mendengar adanya teriakan meminta pertolongan, kebakaran,,, kebakaran,,, Hal ini sontak membuat warga berhamburan keluar rumah untuk melakukan pertolongan 

Api membesar begitu cepat, warga terlihat berjibaku melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya

Hingga sekira pukul 11.45 WIB armada dari Damkar terlihat sudah sampai dilokasi dan setidaknya ada 3 armada dikerahkan memadamkan kobaran api yang semakin membesar

Rumah semi permanent milik Ibu Murni berada dikawasan yang padat penduduk dan berjarak sangat rapat dengan rumah-rumah lainnya

Tim Damkar Kerinci dibantu masyarakat dan aparat setempat akhirnya bisa berhasil memadamkan kobaran api dan menghindarkan rumah-rumah tetangga tersulut dari amukan sijago merah, meskipun rumah beserta barang-barang berharga milik orang tua Toby tidak bisa terselamatkan.

Informasi sementara yang dihimpun, Ibu (pemilik rumah) dan salah seorang anaknya dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki. 

Korban (Saudara perempuan) dari Toby Arif Munandar menderita luka bakar serius dan butuh perawatan medis

Dugaan Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Meskipun belum ada informasi resmi dari pihak terkait, namun dilihat dari kondisi dilokasi kebakaran, rumah dua lantai semi permanent berikut barang-barang berharga didalamnya ludes semua terbakar tak terselamatkan

Dan diperkirakan kerugian bisa mencapai Ratusan Juta Rupiah

hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut. 

GP Ansor dan IKA PMII Open Donasi

Untuk membantu salah seorang kadernya yang sedang tertimpa musibah, GP Ansor Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta IKA PMII Kerinci Sungai Penuh melaksanakan Open Donasi.

Menghimbau kepada seluruh kader serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota SUngai Penuh untuk ikut berempati membantu meringankan beban keluarga yang ditimpa musibah kebakaran.

Adapun donasinya bisa disalurkan melalui Rekening sebagai berikut:



Semoga dengan sedikit bantuan kita semua, akan turut membantu beban keluarga korban, AMin ya Robbal Alamin. (HZA)

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Warga Diminta Tetap Waspada!

 

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB(adz/AI)

KERINCI - Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah, angin kencang juga merobohkan tiga tiang PLN di wilayah Desa Tangkil.

Robohnya tiang listrik berpotensi mengganggu jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.

Warga diimbau tidak mendekati tiang maupun kabel listrik yang roboh untuk menghindari risiko kecelakaan.

Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak angin puting beliung di Desa Tangkil.

Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan.

Data sementara mencatat empat rumah mengalami kerusakan dan tiga tiang PLN roboh.

Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan dan verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Peristiwa puting beliung ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kerinci untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Angin kencang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Warga disarankan segera mencari tempat aman ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi.

Masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta bangunan yang terlihat tidak kokoh selama cuaca ekstrem.

Khusus di sekitar lokasi tiang listrik roboh, warga diminta tidak menyentuh kabel atau mendekati jaringan listrik sebelum dinyatakan aman oleh petugas.(*) 

UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

MERDEKAPOST.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pemutakhiran data korban tragedi gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut bertambah menjadi 51 orang, naik dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban tewas.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik episentrum gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Gempa ini sempat memicu pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

Penambahan Korban Jiwa

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menyampaikan secara resmi perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pascabencana.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 pagi hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51, penambahan yang pertama di Manggarai Timur ada 3 warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

"Untuk yang ada di (Kabupaten) Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1, sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia," tambahnya.

Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa melukai puluhan warga lainnya yang kini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Untuk yang luka-luka dan luka berat yang mendapatkan perawatan total 64 warga," kata Syafii.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Merespons masifnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan di tingkat provinsi.

Sejumlah pemerintah kabupaten setempat juga telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan status darurat dan pembentukan pos komando:

- Kabupaten Manggarai

Menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang disusul penunjukan Pos Komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

- Kabupaten Ngada

Memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana serta pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) berdasarkan Keputusan Bupati No. 441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

- Kabupaten Manggarai Timur

Menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Data Pengungsi dan Kerusakan

Sekitar 5.000 warga diketahui mengungsi akibat gempa NTT ini. Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. 


Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. 


Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Sejumlah warga di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT memilih pergi ke bukit untuk mengungsi pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bukit karena takut gempa susulan karena pemukiman mereka berada di pesisir pantai. 

Warga kemudian membangun tenda darurat dan tidur beralaskan tikar dan kardus bekas.

Untuk penerangan, mereka membawa mesin genset ke wilayah perbukitan. 

Menurut warga, mereka belum bisa kembali ke rumah karena takut gempa susulan dan trauma Gempa pada tahun 1992 lalu. 

"Banyak warga yang pergi ke bukit untuk mengungsi malam ini, " Kata Jahadin, warga setempat, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Sementara itu, Sejumlah warga di Pulau Palue, membangun tenda darurat di lapangan terbuka untuk mengungsi tepatnya di Desa Rokirole.

Sementara data sementara pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2026), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. 

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate.

Di lain sisi, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak. 


Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.


"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. 

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. 

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.(*)

Perahu Pemancing Karam, 1 Remaja Tewas, 2 Masih Dicari di Sungai Batanghari Tebo

Perahu ditumpangi tiga orang saat memancing karam di Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (15/8/2026). Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.(Adz) 

Tebo, Merdekapost.com - Perahu  ditumpangi tiga orang saat memancing karam di Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (15/8/2026).

Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama M. Egi Firmansyah (17). 

Sementara dua korban yang masih hilang adalah Rendra (16) dan Ariel Saputra (21).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Bidang BPBD Kabupaten Tebo pada Sabtu. 

Berdasarkan informasi awal, ketiga korban pergi memancing menggunakan sebuah perahu.

Saat berada di tengah Sungai Batanghari, perahu yang mereka gunakan tiba-tiba karam dan tenggelam. 

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri.

Baca Juga: Jemaah Umrah Travel Gema Talbia yang Telantar di Arab Tiba di Jambi, Pengamat Desak Izin Travel Dicabut

Dalam pencarian awal, warga berhasil menemukan Egi dalam kondisi meninggal dunia. Adapun Rendra dan Ariel belum ditemukan hingga operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dimulai.

Basarnas Jambi melalui Pos SAR Bungo kemudian mengerahkan tujuh personel rescuer menuju lokasi kejadian. Tim tersebut menempuh perjalanan sekitar 2 jam 21 menit dari Pos SAR Bungo.

Pencarian melibatkan personel SAR gabungan dari Pos SAR Bungo, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Tebo, serta masyarakat setempat.

Baca Juga: Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian di sungai, di antaranya satu unit rescue car double cabin, perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR), peralatan penyelamatan di air, peralatan selam, perlengkapan medis dan evakuasi, serta peralatan komunikasi.

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Rendra dan Ariel. Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan.(Adz)

Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi NTT. Jumlah korban ini berdasarkan data sementera BNPB pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB

KUPANG - Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB. “Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

 Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Berton melaporkan bahwa total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate,” pungkasnya.

Angin Puting Beliung Terjang Tutung Bungkuk Kerinci, Puluhan Rumah Warga Rusak

Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB atau bertepatan dengan waktu Magrib

Kerinci – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB atau bertepatan dengan waktu Magrib. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. 

Dua desa yang terdampak yakni Desa Tutung Bungkuk dan Desa Koto Rendah. Tiupan angin yang sangat kencang membuat atap rumah warga beterbangan, sementara sejumlah pohon di laporkan tumbang. Peristiwa itu memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri.

Beberapa warga sempat merekam detik-detik terjadinya angin puting beliung. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan atap rumah beterbangan di udara serta pohon-pohon tumbang akibat terjangan angin.

Baca Juga: 

Aksi Pencurian Motor Jamaah Shalat Subuh di Masjid Raya Jujun Terekam CCTV Masjid

Breaking News: Kasus Tewasnya Brigadir Eko, Polda Jambi Tetapkan 6 Tersangka, 5 Polisi dan 1 Sipil

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Kerinci, Awang Syujandi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 22 rumah di Desa Tutung Bungkuk dan 8 rumah di Desa Koto Rendah mengalami kerusakan. 

“Data sementara, rumah yang rusak di Desa Tutung Bungkuk sebanyak 22 unit, sedangkan di Desa Koto Rendah sebanyak 8 unit. Pendataan masih terus di lakukan,” ujar Awang.

Ia menjelaskan, karena peristiwa terjadi saat Magrib, proses pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Petugas BPBD bersama tim terkait masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen.

“Kemungkinan besok data final sudah bisa di ketahui. Saat ini petugas masih melakukan pendataan di lapangan,” pungkasnya.(adz)

Kebakaran Hebat di Sebukar, Rumah Orang Tua Pj Bupati Ikut Terbakar

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran di Sebukar Kerinci, Rumah Orang Tua Mantan PJ Bupati Ikut Terbakar

Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Warga bersama petugas berupaya keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Joni menyampaikan bahwa sebanyak empat armada pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Nazif Ediyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, 3 armada Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Tiga armada damkar sudah kita kerahkan. Armada semurup, Armada depati 7 dan armada jujun”. Sebut nya.

“Tiga unit armada Damkar yang diturunkan malam ini, dan tidak menutup kemungkinan tambah armada”. Tambahnya lagi.

Berdasarkan informasi dilapangan, salah satu rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah rumah keluarga orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.

"ada 2 unit rumah yang dilalap api dan rumah tersebut salah satunya adalah milik Orang tuanya Pak Asraf (Mantan Pj Bupati Kerinci)" Ujar Khaidir

"Iyo, rumah orang tuonyo pak Pj" Ujar Warga

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.(Ali)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs