Profil Lodewyk Pusung Jenderal TNI Bintang 3, Eks Pangdam I/BB yang Ditahan Kasus Korupsi MBG

Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung ditahan Kejagung.(Ist) 

Merdekapost.com - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung telah ditahan Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi tata kelola Makanan Bergizi Gratis (MBG). Lodewyk merupakan mantan Pangdam I/Bukit Barisan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lodewyk Pusung lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 27 September 1960. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985.

Lodewyk berpengalaman di bidang infanteri. Dia purna tugas pada tahun 2018 dengan pangkat Mayjen TNI.

Jabatan terakhir yang diembannya adalah Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI.

Selama bertugas menjadi prajurit TNI, Lodewyk mengemban sejumlah jabatan strategis. Salah satunya adalah Pangdam I/BB pada tahun 2015-2017.

Lodewijk dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN di Istana Presiden, Jakarta Selasa (22/10/2024). Kemudian Lodewijk dicopot dari jabatannya pada Selasa (2/6/2026).

Berikut beberapa jabatan yang diemban Lodewyk selama berkarir di TNI:

Danton Yonif 507/Sikatan (1985)

Kasiaplat Deplat Rindam VI/Tpr (1996)

Danyonif 203/Arya Kemuning Kodam Jaya (1999)

Dandim 0505/Jakarta Timur Kodam Jaya (2001)

Asops Kasdam IX/Udayana (2005)

Dosen Sesko TNI (2009)

Danrem 142/Tatag Dam VII/Wrb (2010)

Ir Kostrad (2013)

Kasdam VI/Mulawarman (2014)

Pangdivif I/Kostrad (2015)

Pangdam I/BB (2015)

Asops Panglima TNI (2017)

Pendidikan Militer

Akmil (1985)

Suscarcab Inf (1985)

Selapa I/Inf (1989)

Diklapa II/Inf (1994)

Seskoad (1998)

Sesko TNI (2008)

Lemhanas (2013)

Sebelumnya diberitakan, Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung telah ditahan Kejaksaan Agung. Ketiganya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG.

"Penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada Badan Gizi Nasional tahun 2025-2026," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Dia mengatakan penyidikan dilakukan berdasarkan surat perintah tanggal 29 Mei 2026. Penetapan tersangka diawali pemeriksaan tiga orang tersebut sebagai saksi.

"Setelah melalui pemeriksaan tersebut, Saudara DH, SS, dan LP, sebagai saksi dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan Saudara DH selaku Kepala Badan Gizi Nasional, SS selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi dan LP selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis," ucap Syarief.(Adz/Antara)

Diduga Masalah Asmara dengan Istri Oknum TNI, Sebabkan Pria di Merangin Dianiaya

Korban penganiayaan yang diduga dilakukan aparat di Kabupaten Merangin, mengalami luka-luka di tubuhnya. Diduga pemicunya persoalan asmara.(Ist)

JAMBI, MP - Dugaan penganiayaan terhadap seorang pria di Kabupaten Merangin diduga dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan yang disebut sebagai istri oknum TNI.

Korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Merangin akibat luka-luka yang dialaminya. Kuasa hukum korban, Andrianto, mengatakan kondisi kliennya masih dalam tahap pemulihan sehingga belum dapat memberikan keterangan secara rinci.

“Saat ini kami fokus melakukan pemulihan kesehatan korban. Korban masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya masih membutuhkan penanganan medis,” kata Andrianto kepada wartawan.

Menurut Andrianto, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari korban, peristiwa tersebut berawal dari persoalan asmara.

Korban mengaku mengenal seorang perempuan yang disebut merupakan istri dari oknum TNI. Kepada korban, perempuan tersebut menyampaikan bahwa dirinya telah berpisah dengan suaminya.

“Versi dari klien kami, ini berawal dari persoalan asmara. Seorang wanita yang merupakan istri dari oknum tersebut menyampaikan kepada klien kami bahwa dirinya sudah berpisah,” ujarnya.

Namun demikian, pihak kuasa hukum menegaskan keterangan tersebut masih akan didalami lebih lanjut setelah kondisi kesehatan korban membaik.

Baca Juga: Pemuda di Merangin Diduga Dianiaya Oknum TNI, Luka-luka Lebam di RSUD Abunjani

Andrianto menjelaskan, sebelum dugaan penganiayaan terjadi, korban didatangi sejumlah orang di sebuah rumah kos. Salah satu di antaranya diduga merupakan suami dari perempuan tersebut.

“Saat dilakukan penggerebekan di salah satu tempat kos, ada beberapa orang yang datang. Yang jelas ada seorang suami dari perempuan tersebut,” katanya.

Setelah itu, korban diduga dibawa ke sebuah institusi dan mengalami tindakan kekerasan. Meski belum merinci bentuk kekerasan yang dialami, pihak kuasa hukum menyebut korban mengaku sempat diinterogasi dan mendapatkan perlakuan fisik.

“Klien kami menyampaikan bahwa dirinya diinterogasi dan mengalami tindakan kekerasan. Bekas-bekas luka itu juga sudah terlihat dan sudah dilihat oleh rekan-rekan media,” ujarnya.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Selain luka fisik, korban juga mengeluhkan pusing dan sempat muntah-muntah.

“Hari ini korban mengeluhkan pusing di kepala dan tadi pagi sempat muntah-muntah. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari dokter spesialis,” kata Andrianto.

Terkait jumlah pelaku, pihak kuasa hukum menyebut korban mengingat ada lebih dari satu orang yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Namun kepastian jumlah pelaku masih menunggu kondisi korban pulih sepenuhnya.

Pihak keluarga bersama kuasa hukum kini tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan. Mereka juga berharap institusi TNI dapat menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

“Kami percaya institusi TNI akan memberikan keadilan dan menjalankan mekanisme hukum yang berlaku apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran,” pungkasnya. 

Keluarga Minta Keadilan

Keluarga korban dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan oknum TNI di Kabupaten Merangin menuntut agar kasus tersebut diproses secara adil dan transparan.

Kakak kandung korban, Kurkon Yusman, mengaku sangat terpukul melihat kondisi adiknya yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, korban mengalami luka di hampir seluruh bagian tubuh.

“Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Saya menuntut hak kemanusiaan adik saya. Sebagai kakak, saya ingin hukum yang seadil-adilnya karena adik saya sudah diperlakukan tidak manusiawi,” kata Kurkon kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Kurkon mengaku tidak mengetahui secara pasti benda yang digunakan dalam dugaan penganiayaan tersebut. Namun dari luka yang terlihat, ia menduga korban mengalami kekerasan menggunakan benda keras.

“Kalau untuk luka hampir semua tubuh parah semua. Saya tidak paham apakah menggunakan selang atau kayu karena saya tidak ada di tempat. Tapi yang terlihat secara kasat mata itu benda keras,” ujarnya.

Keluarga juga mengungkap adanya luka bakar pada bagian alat vital korban yang diduga akibat percikan api atau benda panas.

“Iya, ada bekas bakar di alat vital,” ungkapnya.

Sebelumnya, kuasa hukum korban, Andrianto, menyebut peristiwa yang menimpa kliennya diduga berawal dari persoalan asmara. Berdasarkan keterangan awal korban, ia mengenal seorang perempuan yang disebut sebagai istri oknum TNI dan mengaku telah berpisah dengan suaminya.

Namun demikian, pihak kuasa hukum menegaskan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut masih akan didalami lebih lanjut setelah kondisi kesehatan korban membaik.

Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Merangin. Keluarga telah menunjuk kuasa hukum dan tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Sementara itu, Tribun Jambi mencoba mengonfirmasi Dandim 0420/Sarko. Saat mendatangi Makodim, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto sedang berada di luar mako karena ada kegiatan. Sementara Kasdim sedang berada di Sarolangun karena kegiatan Korem. (Aldie prasetya / Sumber: Tribun Jambi)

Pemuda di Merangin Diduga Dianiaya Oknum TNI, Luka-luka Lebam di RSUD Abunjani

 

Seorang Pemuda (Inisial R) di Merangin Diduga Dianiaya Oknum TNI, Luka -luka Lebam di RSUD Abunjani.(Ist)

JAMBI - Tubuh R yang terbaring di di Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko, Kabupaten Merangin, dipenuhi lebam dan memar, Rabu (3/6/2026). Luka tampak di kepala, mulut, punggung, tangan hingga kaki.

Dengan kondisi fisik melemah, pandangan kabur, dan kepala pusing, warga Kabupaten Merangin itu harus menjalani perawatan intensif.

R jadi korban penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota TNI.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut disebut terjadi di lingkungan Makodim 0420/Sarko pada Selasa (2/6/2026). 

Kuasa hukum korban, Andrianto, menuturkan R diduga berada di lokasi tersebut sejak sekitar pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Selama berada sana, R diduga mendapat tindak kekerasan yang mengakibatkan luka memar dan lebam di hampir seluruh bagian tubuhnya. 

Akibatnya, kondisi fisik R menurun drastis hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Pihak keluarga yang menerima mendapat kabar mengenai kondisi R, mengecek ke sana. Di sana, keluarga mendapati korban dalam keadaan memprihatinkan.

"Kami menemukannyua di salah satu ruangan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Lebam di punggung, mulut, kepala, tangan, kaki, hampir di seluruh tubuhnya," ujar Andrianto.

Dibawa ke Polres Merangin

Setelah kuasa hukum dan keluarga datang, R dibawa ke Polres Merangin untuk proses awal, kemudian dirujuk ke rumah sakit guna menjalani perawatan medis.

Andrianto menyatakan pihaknya telah mendokumentasikan kondisi korban melalui foto dan video sebagai bagian dari alat bukti. 

Dia meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan dan berkeadilan.

Sementara itu, pihak keluarga berharap Polisi Militer maupun pihak berwenang dapat mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut dan memberikan kepastian hukum. 

Menurut Andrianto, apa pun latar belakang persoalan yang terjadi, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. 

Dia menegaskan penganiayaan merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Apakah ini persoalan pribadi atau hal lain, itu masih kami dalami. Namun yang pasti, penganiayaan tidak bisa dibenarkan. Saat ini fokus kami adalah pemulihan korban dan menunggu keterangannya setelah kondisi kesehatannya membaik,” tegasnya.

Pengakuan R

Saat ditemui di RSUD Kolonel Abunjani, R masih terlihat kesakitan.

Dia menuturkan kronologi awal kejadian. 

Berawal ketika seorang perempuan datang ke kontrakannya di kawasan dekat SMP Negeri 4 Merangin, pada Selasa pagi.

"Saat itu saya sedang tidur. Pagi itu, ada seorang perempuan datang ke kos. Kami tidak tahu kalau dia ternyata istri anggota TNI. Kami hanya menyuruh dia duduk karena sedang membersihkan kotoran kucing di dekat pintu," kata R.

Tak lama berselang, kata R, sejumlah orang datang dan mengetuk pintu kontrakannya dengan keras. 

Setelah itu, sekitar tujuh orang membawa R ke Makodim 0420/Sarko.

R mengatakan mendapat tekanan dan kekerasan fisik di sana dan dimintai pengakuannya. 

Kata R, dirinya dipukul, diinjak, kepalanya dipukul pakai kayu. 

"Sekitar pukul 10 pagi sampai menjelang jam lima sore," ungkapnya.

R menjelaskan mengenal perempuan tersebut karena yang bersangkutan mengaku telah berstatus janda dan bercerai. 

Dia mengaku sempat berusaha menjauh, karena khawatir terjadi masalah.

Hingga berita ini ditayangkan, Tribun Jambi mencoba mengonfirmasi hal tersebut ke Komandan Kodim 042/Sarko. 

Namun, saat ke sana, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto sedang berada di luar mako karena ada kegiatan. Sementara Kasdim sedang berada di Sarolangun karena kegiatan Korem. (Aldie Prasetya / Sumber: Tribun Jambi)

Inilah Sederet Keuntungan Kehadiran Kodam Baru di Jambi: Keamanan dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Jambi, Al Haris menyerahkan hibah lahan untuk pembangunan markas Kodam baru di Provinsi Jambi.(Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) mandiri di Provinsi Jambi tidak sekadar mengenai perluasan struktur organisasi militer.  

Kehadiran markas komando teritorial baru ini diproyeksikan akan membawa keuntungan multi-sektoral yang masif, mulai dari penguatan sistem pertahanan, percepatan penanganan bencana, hingga pemicu roda ekonomi hilir masyarakat daerah. 

Guna memuluskan langkah besar ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah resmi menyerahkan hibah lahan bersertifikat seluas 13,408 hektare. 

Lokasinya berasa di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi kepada Korem 042/Gapu, Jumat (22/5/2026).  

Baca Juga: Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Penyerahan aset ini disaksikan langsung oleh Pangdam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P, M.M. 

Tidak tanggung-tanggung, Pemprov Jambi juga mengucurkan dana hibah Rp2,5 miliar untuk pembangunan dan pengawasan teknis rumah dinas pimpinan Korem sebagai fasilitas penunjang awal.

Akselerasi Penanganan Karhutla dan Konflik Lahan 

Salah satu keuntungan paling konkret dari berdirinya Kodam Jambi adalah terpangkasnya birokrasi kendali operasional saat terjadi situasi darurat di lapangan.  

Karakteristik wilayah Jambi yang kerap menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kerawanan konflik agraria memerlukan respons cepat dari aparat keamanan. 

Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan bahwa status Jambi sangat layak ditingkatkan menjadi Kodam mengingat banyaknya tugas-tugas strategis teritorial yang harus dihadapi. 

Menurutnya, kesiapan lahan yang diserahkan ini menjadi bukti sukacita dan keseriusan pemerintah daerah agar jajaran petinggi TNI pusat tidak ragu untuk segera mematangkan keputusan tersebut. 

Hal senada diamini oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada.  

Ia menegaskan bahwa pembentukan Kodam Jambi akan secara otomatis memotong rantai komando.

Efeknya, koordinasi keamanan, pengendalian wilayah, hingga mobilisasi pasukan saat penanganan bencana alam dapat berjalan jauh lebih efektif, taktis, dan cepat tanpa harus menunggu instruksi dari markas komando provinsi tetangga.

Dampak Ekonomi dan Lompatan Infrastruktur Baru 

Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah efek domino (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.  

Pembangunan markas militer skala besar dipastikan akan memicu pertumbuhan kawasan baru di sekitar titik lokasi pertahanan. 

“Dengan dibangunnya KODAM Jambi nanti, kita optimis bahwa peran strategis TNI di Provinsi Jambi akan semakin optimal. Tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, serta pembangunan yang berkelanjutan." 

"Keberadaan KODAM Jambi juga diharapkan memberikan multiplier effect yang positif. Pembangunan fasilitas militer tentu akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan konektivitas wilayah, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan tersebut,” ujar Gubernur Al Haris.

Peluang Emas Konektivitas Lintas Trans Sumatera 

Melihat besarnya potensi keuntungan ini, Pemprov Jambi bahkan sudah bergerak mencari lahan alternatif cadangan di koridor Mendalo-Pijoan.  

Lokasi ini dibidik karena dinilai jauh lebih strategis di masa depan, mengingat posisinya berada di sekitar pintu keluar (exit) jalan tol Trans Sumatera rute Jambi-Merlung yang sedang digarap tahun ini. 

Jika kelak titik utama Kodam atau fasilitas militer seperti Resimen Induk Kodam (Rindam) berdiri di sana, Jambi akan memiliki integrasi pertahanan yang terhubung langsung dengan urat nadi transportasi logistik Sumatera.  

Ditambah lagi, rencana ini berjalan simultan dengan persiapan lahan Pangkalan Udara (Lanud) untuk mengimbangi target peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional. 

Menutup arahannya, Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan rasa bangganya atas atensi luar biasa dari Pemprov Jambi terhadap kesejahteraan prajurit.  

Ia menyebut rencana strategis TNI AD pada tahun 2027 memang mengagendakan penambahan empat Kodam baru, dan dengan modal kesiapan ini, Jambi menjadi kandidat terkuat yang siap melompat maju menuju wilayah yang lebih aman dan mandiri. 

Kodam Baru di Jambi

Kehadiran Kodam baru di Jambi diproyeksikan membawa keuntungan multi-sektoral masif.

Rantai komando terpotong, percepat respons penanganan karhutla dan konflik lahan.

Infrastruktur militer memicu multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi sekitar.

Lahan alternatif disiapkan dekat exit tol guna integrasi taktis Trans Sumatera.

Pemprov kucurkan tanah 13,4 hektare dan Rp2,5 miliar demi kejar target jatah Kodam 2027.

(Adz)

Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut. Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Istimewa) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI – Langkah Provinsi Jambi untuk memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri kini semakin dekat. 

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut.

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. 

Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, pada Jumat (22/5/2026).

Lahan yang diserahkan tersebut dipastikan telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jambi. 

Letaknya dinilai sangat mumpuni dari sisi taktis, yakni berada tepat di depan pangkalan SPN Polda Jambi, kawasan Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan bahwa penyediaan lahan seluas kurang lebih 13,5 hektare ini merupakan langkah awal persiapan Jambi menuju pembentukan Kodam. 

Posisi lahan tersebut dinilai sangat strategis lantaran berhadapan langsung dengan SPN, serta dikelilingi oleh kompleks pendidikan dan kawasan perkantoran.

Tidak berhenti di situ, Al Haris membeberkan Pemprov Jambi saat ini tengah bergerak mencari lahan alternatif di koridor Mendalo-Pijoan yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertahanan masa depan. 

Kawasan tersebut dinilai krusial karena terhubung langsung dengan akses jalan tol Jambi-Merlung-Rengat.

Jika kelak kawasan itu berkembang menjadi persimpangan perlintasan utama, keberadaan Kodam di sana akan menjadi sangat strategis. 

Sementara itu, lahan di Pondok Meja yang diserahkan saat ini nantinya dapat dialihkan fungsinya untuk pembangunan Resimen Induk Kodam (Rindam) atau fasilitas militer pendukung lainnya. 

Beriringan dengan rencana tersebut, pemerintah daerah juga mulai membidik lahan untuk pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) guna mengimbangi target peningkatan status bandara Jambi menjadi bandara internasional.

Target Realisasi 2027 dan Respons Positif TNI

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Ist)

Al Haris menaruh harapan besar agar pada tahun 2027 mendatang, Jambi sudah masuk dalam daftar perencanaan pembentukan Kodam baru sesuai skema strategis TNI Angkatan Darat. 

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan institusi TNI demi mempercepat proyek ini, yang diyakini mampu mendongkrak pelayanan keamanan serta membantu kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Langkah responsif Pemprov Jambi ini menuai apresiasi tinggi dari pimpinan TNI. 

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas atensi besar yang diperlihatkan pemerintah daerah terhadap pengembangan satuan TNI.

Arief Gajah Mada mengaku sangat terkejut dan berterima kasih kepada Gubernur atas pemberian lahan yang dinilai sangat bagus dan strategis tersebut. 

Dokumentasi hibah ini akan segera dilaporkan ke Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sebagai bagian dari rencana pengembangan instansi.

Peluang Emas Penambahan Kodam Baru

Berdasarkan cetak biru rencana strategis TNI AD pada tahun 2027, memang akan dilakukan penambahan empat Kodam baru di seluruh Indonesia, dan Jambi menempati posisi peluang yang sangat besar. 

Arief Gajah Mada optimistis jika Kodam Jambi resmi berdiri, maka rantai komando pertahanan, koordinasi keamanan, hingga penanggulangan bencana alam di daerah akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

Di akhir pertemuan, Pangdam kembali menegaskan rasa bangga dan harunya atas kepedulian Al Haris yang tidak hanya menghibahkan lahan, tetapi juga merencanakan perbaikan rumah dinas serta fasilitas penunjang bagi para prajurit TNI. 

Sinergi ini diharapkan terus kokoh demi mewujudkan Jambi yang maju dan aman.(*)

Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto Silaturahmi dengan Wali Kota Sungai Penuh

Suasana Hangat dan Mencair: Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., saat melaksanakan silaturahmi dengan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., yang berlangsung di Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (23/02/26).(Ist)

Sungai Penuh, Merdekapost.com – Komandan Kodim (Dandim) 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., yang berlangsung di Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (23/02/26).

Kedatangan Letkol Inf Eko Siswanto disambut langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh di ruang kerjanya. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi dan koordinasi antara Kodim 0417/Kerinci dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung program pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Dalam pertemuan tersebut, Dandim menyampaikan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0417/Kerinci, untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam berbagai bidang, mulai dari ketahanan wilayah, penanggulangan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga:  Guru Honorer Merangkap Pendamping Desa Jadi Tersangka, Mengapa Harus dia Jadi Tumbal?

“Kodim 0417/Kerinci siap mendukung setiap program Pemerintah Kota Sungai Penuh demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Dandim 0417/Kerinci. Ia menegaskan bahwa sinergitas antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kodim 0417/Kerinci selama ini telah terjalin dengan sangat baik.

Suasana Hangat: Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., saat melaksanakan silaturahmi dengan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., yang berlangsung di Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (23/02/26).(Ist)

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Kodim 0417/Kerinci dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota siap terus berkolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Alfin, S.H.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diharapkan melalui pertemuan ini, koordinasi dan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kota Sungai Penuh semakin solid dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh yang aman, maju dan sejahtera.

Untuk Diketahui, Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub. menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci menggantikan Letkol Inf. Eko Budiarto sejak tanggal 31 Desember 2025. (Adz)

Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim

Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim.(adz)

Sungai Penuh – Dalam rangka memeriahkan tahapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persit Kartika Chandra Kirana, Kodim 0417/Kerinci menggelar lomba permainan tradisional yang berlangsung meriah di Makodim 0417/Kerinci, Minggu (15.02.26).

Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Persit dan Putra Putri  jajaran Kodim 0417/Kerinci dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Berbagai permainan tradisional  turut memeriahkan suasana, menghadirkan keceriaan serta mempererat tali silaturahmi antara anggota.

Baca Juga: Luar Biasa! MTQ Tingkat Desa Talang Lindung Berhadiah Umroh, PT Tren Horizone Perkuat Syiar Islam di Sungai Penuh

Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kekompakan dan kebersamaan keluarga besar Kodim 0417/Kerinci.

“Melalui lomba permainan tradisional ini, kita ingin menumbuhkan rasa kebersamaan, sportivitas, serta melestarikan budaya bangsa. Momentum HUT Persit ini juga menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kodim,” ujar Dandim.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 0417/Kerinci Ny. Kiki Eko Siswanto menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh anggota yang telah ikut menyemarakkan kegiatan.

Baca Juga: Aksi Nyata TNI untuk Negeri, Kasdim 0417/Kerinci Hadiri Giat Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kota Sungai Penuh

“Kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan, tetapi sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meningkatkan kekompakan antaranggota Persit,” ungkapnya.

Suasana penuh keceriaan dan tawa menghiasi jalannya kegiatan. Dengan digelarnya lomba permainan tradisional ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam tubuh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci semakin solid dan harmonis dalam mendukung tugas-tugas suami sebagai prajurit TNI AD.(Adz)

Aksi Nyata TNI untuk Negeri, Kasdim 0417/Kerinci Hadiri Giat Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kota Sungai Penuh

Aksi Nyata TNI untuk Negeri, Kasdim 0417/Kerinci Hadiri Giat Korve Gerakan Indonesia ASRI di Kota Sungai Penuh.(adz)

Sungai Penuh, MERDEKAPOST.COM - Dukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Kodim 0417/Kerinci melaksanakan kegiatan korve pembersihan lingkungan di wilayah Kota Sungai Penuh, Sabtu (14.02.26).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasdim 0417/Kerinci Mayor Inf Mohd Arifin bersama personel Kodim 0417/Kerinci. Korve dilaksanakan dengan menyasar area fasilitas umum dan lingkungan sekitar kota guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga: Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Monadi: Jadikan Budaya Bersama Tumbuhkan Kesadaran Kolektif Warga!

Mayor Inf Mohd Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan serta bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang bersih dan asri.

“Melalui kegiatan korve ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, dan dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita,” ujar Mayor Inf Mohd Arifin.

Baca Juga: Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih

Ia juga menegaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempererat sinergi antara TNI dan warga.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran personel Kodim 0417/Kerinci di tengah masyarakat mendapat respon positif sebagai bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs