Gerakan Indonesia ASRI dari Ujung Barat Kerinci, Bupati Monadi: Mari Kita Budayakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Gerakan Indonesia ASRI Gotong Royong di Kayu Aro Barat, Bupati Monadi Ajak Masyarakat Budayakan Lingkungan Bersih dan Sehat.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menggelar Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Kayu Aro Barat, Minggu (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kerinci Monadi hadir bersama Wakil Bupati Kerinci H. Murison, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, serta Kajari Sungai Penuh Robi Harianto. Turut hadir pula jajaran instansi vertikal, BUMN, BUMD, pihak swasta, perangkat daerah, para camat, hingga berbagai organisasi dan komunitas yang ikut berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut.

Baca Juga: Bukan Isapan Jempol Belaka, Al Haris: Pemprov Jambi Bantu Rp3 Miliar untuk TPA di Sungai Penuh

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Sejak pagi hari, ratusan peserta telah memadati titik kumpul sebelum bergerak menuju sejumlah lokasi gotong royong yang telah ditentukan. Para peserta secara bersama-sama membersihkan sampah, merapikan lingkungan sekitar, serta memastikan kawasan tetap tertata rapi dan nyaman.

Gerakan Indonesia ASRI Gotong Royong di Kayu Aro Barat, Bupati Monadi Ajak Masyarakat Budayakan Lingkungan Bersih dan Sehat.(Ist)

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan moral yang harus menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Kebersihan dan keindahan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya tetap aman, sehat, resik, dan indah,” tegas Monadi.

Baca Juga: Viral! Desa Berjo Bagi-bagi THR Total Rp723 Juta, Tiap KK Terima Rp 500 Ribu, Sumbernya?

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan semangat gotong royong serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan pengurangan sampah plastik, seperti membawa tumbler sendiri dan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal setelah kegiatan.

Lebih lanjut, Monadi menyampaikan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada kegiatan hari ini saja, melainkan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga: Dukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Kadishub Kerinci Pimpin Personil Gotong Royong di Kayu Aro

“Harapannya, semangat Indonesia ASRI benar-benar menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Kabupaten Kerinci diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh elemen daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, indah, serta berkelanjutan.(Adz)

Gubernur Al Haris Tabur Benih Ikan di Danau Kerinci, Didampingi Bupati Monadi dan Pihak PT KMH

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan (Restocking)  di kawasan Tanjung Harapan, Danau Kerinci. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan mendukung ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat nelayan di sekitar Danau Kerinci.

​Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Jambi Al Haris di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh 

Gubernur tampak didampingi oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, sejumlah tokoh penting dan mitra strategis, serta perwakilan manajemen PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Aslori.

BACA JUGA:

Gerak Cepat, Bupati Bersama Dinas PUPR Kerinci Turunkan Alat Berat Bersihkan Sisa Banjir Gunung Tujuh

Bupati dan Wabup Kerinci Dampingi Gubernur Al Haris Safari Ramadan di Lempur

​Kehadiran pimpinan PT KMH (Merangin Hidro) dalam mendampingi Gubernur menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam pelestarian lingkungan. 

Penaburan benih ini merupakan langkah nyata untuk memastikan populasi ikan di Danau Kerinci tetap terjaga di tengah berlangsungnya pembangunan infrastruktur energi di wilayah tersebut.

​Gubernur Al Haris berharap agar masyarakat dapat menjaga benih yang telah ditabur hingga masa panen tiba, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga lokal. 

Senada dengan Gubernur Jambi, pihak PT KMH melalui Aslori menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program-program lingkungan dan sosial di Kabupaten Kerinci.

​Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari warga setempat yang berharap Danau Kerinci tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.(Adz/Ali/MPC)

Gerak Cepat, Bupati Bersama Dinas PUPR Kerinci Turunkan Alat Berat Bersihkan Sisa Banjir Gunung Tujuh

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmen cepat dalam menangani dampak bencana alam. Menindaklanjuti banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas di Kecamatan Gunung Tujuh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung mengerahkan alat berat ke lokasi terdampak pada Jumat (6/2/2026).

Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, didampingi Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri Handayani, ST, guna memastikan akses jalan di Desa Tangkil dan Desa Jernih Jaya kembali normal.

Pasca banjir, ruas jalan nasional di wilayah tersebut sempat tertutup material lumpur, pasir, hingga sampah yang terbawa arus. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan bagi para pengguna jalan jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Safari Ramadhan di Tambak Tinggi, Bupati Monadi Serahkan CSR Bank Jambi dan Himbau Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah

Dinas PUPR Kerinci menyiagakan alat berat dan dump truck untuk melakukan pembersihan intensif. Fokus utama petugas mulai dari pembersihan badan jalan dari tumpukan batu dan pasir, pengerukan saluran air agar drainase kembali berfungsi optimal, dan evakuasi material sisa banjir yang menghambat arus lalu lintas.

"Sekarang kita fokus untuk membersihkan tumpukan batu, lumpur, pasir, dan lainnya. Kehadiran alat berat diharapkan mempercepat proses normalisasi agar transportasi masyarakat lancar kembali," ujar Maya di sela peninjauan lapangan.

Tidak hanya sekadar melakukan pembersihan pasca-bencana, Kadis PUPR Maya Novefri menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan rencana jangka panjang. Mengingat kawasan Tangkil dan Jernih Jaya merupakan jalur vital, evaluasi teknis akan segera dilakukan.

"Ya, nanti kita akan cek semua titik rawan banjir yang ada di sini, supaya ke depannya bisa kita carikan solusi permanen," tegas Maya.

Baca Juga: BPC HIPMI Kabupaten Kerinci Tebar Kebaikan Melalui Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup

Langkah evaluasi ini mencakup pemetaan titik luapan air dan perbaikan infrastruktur yang lebih kokoh agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kecepatan respons Pemerintah Kabupaten Kerinci mendapat sambutan positif dari warga setempat. Jalur yang terdampak merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama warga di wilayah Gunung Tujuh.

"Kalau tidak segera dibersihkan, sisa pasir dan batu itu bisa membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat ini," ungkap salah seorang warga di lokasi.

Saat ini, arus lalu lintas di kawasan Tangkil dan Jernih Jaya berangsur pulih seiring dengan tuntasnya proses pembersihan oleh tim PUPR. Masyarakat tetap dihimbau untuk waspada saat melintasi kawasan tersebut, terutama saat intensitas hujan kembali meningkat.(Adz)

Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H Resmi Dibuka, Bupati Monadi Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani di Kerinci

Bupati Kerinci Monadi saat membuka Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H yang dirangkai dengan Tadarus Al-Qur’an dan Lomba Sholawat Busyro di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci.(Ist)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H/2026 M di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini di rangkai dengan Tadarus Al-Qur’an dan Lomba Sholawat Busyro yang berlangsung khidmat dan penuh semangat Ramadhan.

Pesantren Kilat Ramadhan tersebut di selenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Kerinci. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai keimanan, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Pesantren Kilat Ramadhan harus menjadi ruang pembinaan akhlak dan peningkatan kualitas generasi muda. Ia berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Turut hadir Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP., M.Si, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadhan.

Melalui Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap tercipta generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa. Kegiatan ini di harapkan menjadi ladang ilmu dan ladang pahala bagi seluruh peserta.(adz)

Jadi PR Berat Bupati dan DLH Kerinci? Salah Siapa, Pantai Danau Kerinci Kembali Dipenuhi Sampah

Sekeliling Pantai Danau Kerinci kembali Dipenuhi Sampah.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM  – Fenomena tak mengenakkan dan merusak pemandangan kembali terjadi di kawasan objek wisata Danau Kerinci,  Selain mengalami penyusutan permukaan air, kini muncul persoalan baru, sejumlah titik di bibir pantai danau dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Pantauan di sekeliling pantai menunjukkan tumpukan sampah yang sengaja dibuang di beberapa titik sepanjang bibir danau. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap. 

Salah seorang Warga menyebutkan kondisi seperti ini seolah sudah menjadi hal yang lumrah, dan bagi pemerintah daerah mungkin sudah dianggap biasa.“Jelas Afriadi.

Menurutnya, "jangankan di pinggir danau, di tepi jalan utama saja sering terlihat, tumpukan sampah yang berserakan ke badan jalan".

Bacaan Lainnya:

Dari Danau Kerinci, Gerakan Indonesia Asri Dimulai! DLH Serukan Aksi Nyata

Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih 

"Karena sudah terbiasa, kemungkinan tumpukan sampah di bibir pantai danau inipun akan terbiarkan begitu saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi seperti ini telah berlangsung beberapa pekan, terutama sejak permukaan air danau surut. Area yang sebelumnya tertutup air sekarang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab sebagai tempat pembuangan sampah alternatif.

“Surutnya permukaan air danau membuka lahan baru di bibir pantai. di beberapa titik itu dijadikan warga sebagai tempat membuang sampah”. tambahnya.

Sebagai warga Keliling Danau hanya bisa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, untuk tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan semakin memperparah kerusakan eko sistem  lingkungan Danau Kerinci yang juga otomatis   menurunkan daya tarik obyek  wisata Danau Kerinci.

Warga Sindir Program Indonesia ASRI Masih Sebatas Slogan

Pantauan dititik lainnya, yakni kawasan Tanjung Batu, kondisi yang sama, terlihat sampah plastik, ranting, hingga limbah rumah tangga memenuhi garis tepi danau yang nampak mengering karena penyusutan air.

Warga menyebut kondisi itu telah berlangsung beberapa waktu terakhir. “Air surut, sampahnya makin kelihatan. Kami cemas karena baunya mulai menyengat,” ujar Andi salah seorang warga, pada Kamis (26/02/2026).

Hingga saat ini Belum terlihat langkah Pemerintah melakukan pembersihan di lokasi-lokasi yang paling terdampak. 

Sejumlah warga pun menyindir dengan istilah lokal, “katonyo gotong royong”, menagih konsistensi ajakan kerja bakti Gerakan Nasional Indonesia ASRI 2026 yang kerap digaungkan akhir-akhir ini.

“Harusnya Gerakan Nasional Indonesia ASRI itu di fokuskan pada Danau Kerinci. Apalagi Danau Kerinci ini menjadi Ikon Pariwisata kabupaten Kerinci,”sebutnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperhatikan Danau Kerinci yang semakin hari kian memprihatinkan. 

Harus Ada Aturan Tegas dan Komitmen Nyata

Untuk diketahui, Pemkab Kerinci baru-baru ini melaksanakan program Indonesia ASRI yang difokuskan di kawasan dermaga Danau Kerinci, Minggu, 15 Februari 2026 lalu.

Bupati Monadi turun langsung bersama Dinas terkait (DLH), Forkopimda melaksanakan kegiatan gotong royong bersama membersihkan area dermaga Danau Kerinci

Pemkab Kerinci saat melaksanakan program Indonesia ASRI yang difokuskan di kawasan dermaga Danau Kerinci, Minggu, 15 Februari 2026 lalu.(adz/merdekapost.com)

Bupati Monadi bersama DLH Menyatakan, “Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, resik, dan indah (ASRI). Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Namun, nampaknya hal itu tidak terlalu berdampak kepada masyarakat, buktinya masih saja masyarakat membuang sampah ke area Danau Kerinci dan ini menjadi PR berat bagi Pemimpin dan Dinas terkait.

Seperti disebutkan oleh Nurfuadi, Warga sekitar Danau, menurutnya, "Kesadaran masyarakat masih tipis dan belum tersentuh sama sekali, padahal himbauan sudah berkali-kali disampaikan, dan bahkan contoh langsung juga sudah dilaksanakan oleh Bupati Kerinci Monadi, jadi dalam hal ini kita tidak bisa semata-mata menyalahkan Pemerintah daerah".Ujarnya

Pilihan Redaksi: Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Monadi: Jadikan Budaya Bersama Tumbuhkan Kesadaran Kolektif Warga!

“Seruan dan himbauan gerakan kebersihan lingkungan dengan  Program  Gerakan Nasional Indonesia Asri 2026 jangan hanya sebatas seremoni atau slogan, melainkan harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengawasan dan komitmen nyata Pemerintah Daerah Kerinci". Ungkapnya

"Nampaknya khusus untuk masalah sampah ini perlu ada aturan tegas dan jika perlu Undang-undang (Perda) yang mengaturnya, intinya jika ada yang masih buang sampah sembarangan, didenda" Pungkas Nurfuadi

Warga berharap Bupati Kerinci segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah, memperkuat pengawasan, serta mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau Kerinci sebagai ikon wisata dan sumber kehidupan masyarakat sekitar.(Adz/Tim)

ASN Kerinci Diminta Absen Pulang di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kebijakan Tidak Lazim Tuai Sorotan

KEBIJAKAN TAK LAZIM: ASN Kerinci Diminta Absen Pulang di Pasar 'Bedug' Ramadan Bukit Tengah, Kebijakan Tidak Lazim Tuai Sorotan.(Adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Kebijakan yang tidak lazim diterapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kerinci. ASN du dua Kecamatan diminta melakukan presensi atau absen pulang dinas bukan di kantor masing-masing, melainkan di titik koordinat Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kecamatan Siulak.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 100.3.4-5/BKPSDM/II/2026 tertanggal 22 Februari 2026 yang diterbitkan oleh BKPSDM Kabupaten Kerinci. 

Bacaan Lainnya: Para Terdakwa PJU Kerinci Dituntut Berbeda, Mantan Kadishub Tuntutan Tertinggi 2,4 Tahun

Dalam surat itu disebutkan bahwa pelaksanaan presensi pulang ASN dilakukan di lokasi Pasar Ramadan Bukit Tengah sebagai tindak lanjut dari perintah lisan Bupati Kerinci, Monadi, yang disampaikan pada 19 Februari 2026 saat pembukaan Pasar Ramadan tingkat kabupaten.

Kebijakan tak biasa, timbulkan pertanyaan soal disiplin kerja

Instruksi tersebut langsung menjadi perhatian, karena secara umum presensi ASN dilakukan di kantor atau unit kerja masing-masing sesuai dengan ketentuan jam kerja dan disiplin pegawai.

Sejumlah ASN yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, mereka harus meninggalkan kantor menjelang jam pulang untuk menuju lokasi pasar demi melakukan absensi.

Baca Juga: Tamparan Keras! Menteri PAN-RB RI Nilai Pemkot Sungai Penuh Peringkat Terendah Pelayanan Publik Se-Jambi

“Biasanya kami absen di kantor masing-masing. Sekarang harus ke pasar Ramadan untuk absen pulang. Ini tentu berbeda dari biasanya,” ujar salah seorang ASN.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah kebijakan tersebut telah sesuai dengan ketentuan disiplin ASN, terutama terkait kewajiban berada di tempat tugas selama jam kerja.

Harus sesuai aturan disiplin ASN

Mengacu pada ketentuan disiplin ASN yang diatur oleh Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PANRB, ASN wajib:

  • Masuk dan pulang kerja sesuai jam kerja
  • Melaksanakan tugas di unit kerja masing-masing
  • Mematuhi sistem presensi yang ditetapkan secara resmi

Ketentuan tersebut juga diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang mewajibkan ASN menaati jam kerja dan ketentuan kehadiran.

Jika presensi dilakukan di luar kantor, umumnya harus disertai dasar penugasan resmi atau kegiatan kedinasan yang relevan.

Diduga untuk meramaikan Pasar Ramadan

Sejumlah kalangan menduga kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya meramaikan Pasar Ramadan dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pasar Ramadan tingkat kabupaten sendiri merupakan program tahunan yang bertujuan mendukung pelaku UMKM dan meningkatkan aktivitas ekonomi selama bulan suci Ramadan.

Pilihan Redaksi: Guru Honorer Merangkap Pendamping Desa Jadi Tersangka, Mengapa Harus dia Jadi Tumbal?

Namun demikian, pengamat kepegawaian menilai kebijakan tersebut tetap harus memperhatikan prinsip disiplin kerja ASN dan tidak mengganggu kewajiban utama pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Jika tujuannya untuk mendukung kegiatan pemerintah daerah, seharusnya diatur secara proporsional dan tidak mengganggu kewajiban ASN di kantor,” ujar salah seorang sumber.

BKPSDM dan Pemkab Kerinci belum beri penjelasan resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun BKPSDM Kabupaten Kerinci belum memberikan keterangan resmi terkait dasar teknis, pertimbangan administratif, maupun mekanisme pengawasan disiplin ASN dalam pelaksanaan presensi di luar kantor tersebut.

Publik kini menanti klarifikasi resmi, terutama untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan aturan disiplin ASN serta tidak berdampak pada efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Publik Berharap Kebijakan tetap mengacu Aturan

Kebijakan yang menyangkut disiplin ASN dinilai harus mengacu pada regulasi yang berlaku, guna menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik.

Transparansi dan kejelasan dasar hukum menjadi penting agar kebijakan pemerintah daerah tidak menimbulkan polemik serta tetap berada dalam koridor aturan kepegawaian nasional.(Red)

Jaga Ekosistem dan Dorong Kesejahteraan Nelayan, Bupati Monadi Bersama PT KMH Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui kegiatan restocking atau penebaran kembali ikan endemik di Danau Kerinci, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, bersama jajaran dinas terkait dan didukung oleh pihak swasta, PT KMH, sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Penebaran ikan endemik dilakukan di perairan Danau Kerinci menggunakan perahu motor, dengan melepas ribuan benih ikan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem danau.

Baca Juga: Geledah Kantor Damkar Sungai Penuh, Kejari Amankan Berangkas dan Barang Elektronik

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga populasi ikan endemik yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar danau.

“Kita ingin ekosistem tetap terjaga dan masyarakat nelayan dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujar Monadi.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan PT KMH yang turut berkontribusi dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Kerinci. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat pembangunan berwawasan lingkungan.

Baca Juga: Bupati Monadi Panen Padi Perdana dan Gotong Royong Bersama warga Desa Baru Semerah

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kerinci, Tito Rivano, menjelaskan bahwa kegiatan restocking ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan populasi ikan endemik sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah.

Dengan meningkatnya populasi ikan lokal, masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas perikanan di Danau Kerinci diharapkan dapat merasakan dampak ekonomi yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga Danau Kerinci sebagai warisan alam sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Melalui semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, keberlanjutan ekosistem danau diharapkan tetap terjaga untuk generasi mendatang. (adz)

MoU Sudah Diteken, UNJA dan Pemkab Kerinci Satukan Langkah Kembangkan Pariwisata

Penandatanganan MoU kerjasama Universitas Jambi (UNJA) dan Pemkab Kerinci dalam mengembangkan Pariwisata.(ist)

Jambi, Merdekapost.com – Universitas Jambi (UNJA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, sekaligus menggelar Kuliah Umum Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum UNJA, Rabu (04/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Desentralisasi dan Inovasi Kebijakan Daerah dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata Tahun 2026” ini berlangsung di Gedung Hexagonal Lantai 3, Kampus UNJA Mendalo.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UNJA Helmi bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., para dekan dan wakil dekan fakultas di lingkungan UNJA, Sekretaris LPPM Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., Sekretaris LPPPM Ir. Yulia Morsa Said, M.T., Kepala UPA Laboratorium Dr. Ir. Suparjo, M.P., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., Ketua Tim Kerja Kerja Sama dan Layanan Internasional Herry Jon, S.E., dosen JISIP UNJA, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, BEM UNJA, serta mahasiswa.

Bacaan Lainnya:

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Jemput Bola, Wako Alfin Temui BWS VI dan Balai Bina Marga, Ajukan Lanjutan Normalisasi Sungai dan Peningkatan Jalan

Dalam sambutannya, Rektor UNJA Helmi menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui kolaborasi yang saling menguatkan.

“Alhamdulillah, Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik UNJA hampir bersamaan memperoleh akreditasi unggul dari lembaga akreditasi mandiri. Ini menjadi bukti bahwa akreditasi unggul bukan sekadar sertifikat, tetapi harus diimplementasikan secara nyata melalui kerja sama dan kontribusi langsung kepada daerah,” ujar Helmi.

Ia juga menyoroti besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya dari perguruan tinggi. Melalui MoU ini, UNJA berkomitmen mengarahkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi langkah konkret untuk saling menguatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kerinci,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya dapat hadir di Universitas Jambi serta berbagi pengalaman dengan sivitas akademika.

“Saya sangat berbahagia bisa berada di UNJA. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang saya bagikan dapat bermanfaat bagi mahasiswa. Kerja sama ini sangat penting, terutama dalam mendukung riset dan pengabdian UNJA yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan pengembangan pariwisata Kerinci,” ungkap Monadi.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kerinci pada tahun ini dan berharap UNJA dapat berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kami yakin UNJA adalah bagian dari kami. Kerja sama ini bukan sekadar dukungan, tetapi ikhtiar bersama dalam menyiapkan SDM dan pembangunan daerah. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Universitas Jambi,” pungkasnya.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs