Kemenkes: Insyaallah Situasi COVID-19 saat Ramadhan dan Lebaran Lebih Aman

Jubir vaksinasi perwakilan Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi.  Foto: Kemkes RI

MERDEKAPOST.COM - Beberapa ahli epidemiologi menganalisis puncak kasus corona Omicron terjadi akhir Februari 2022. Itu berarti, kondisi saat Ramadhan dan Lebaran (April-Mei) relatif lebih aman.

Bagaimana tanggapan Kemenkes terkait hasil analisis tersebut?

"Insyaallah (Ramadhan dan Lebaran lebih aman)," kata jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat, Rabu (9/2).

Nadia mengatakan, hal ini sejalan dengan pola gelombang Omicron di berbagai negara di dunia. Masa rata-rata mencapai puncak kasus adalah 35-42 hari dari kasus pertama terdeteksi.

"Kalau kita lihat puncak awal Maret dan nanti kasus turun cepat kan polanya Omicron begitu," tuturnya. 

Kuncinya menurut Nadia ada 2 hal. Masyarakat punya peran signifikan. 

"Jadi gabungan percepatan vaksinasi dan prokes kita bisa pada kondisi bulan September awal sampai Desember 2021 (kasus turun tajam setelah gelombang Delta 3 bulan)," tuturnya.

Saat ini kasus masih di angka 37 ribuan sehari. Namun kasus di Jakarta dalam 2 hari terakhir menurun, sempat 15 ribu lalu turun jadi 10 ribu. Namun pola ini tentu harus dilihat beberapa hari ke depan.(Ald)

Awalnya Dua Orang, Hari ini Belasan Pelajar SMA Titian Teras Abd. Sayoeti Terpapar Corona

Kampus SMA titian Teras di Muaro Jambi. (ist)

JAMBI | MERDEKAPOST.COM - Sebanyak 19 orang pelajar SMA Titian Teras Abdurrahman Sayuti terkonfirmasi Positif Covid19.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi, Afifudin.

"Ya awalnya yang terpapar hanya dua orang dan baru diketahui pagi tadi," ujarnya.

Mendapat informasi itu, kata dia, Dinkes melalui Puskesmas Sungai Duren langsung melakukan tracing ke sekolah itu.

"Sebanyak 153 orang pelajar di tracing, hasilnya dari 153 orang itu ternyata 19 orang terkonfirmasi positif 19," kata Afifudin. 

Dijelaskannya, kedua orang yang dikabarkan positif pertama kali itu diketahui setelah keduanya melakukan rapid tes secara mandiri. 

Saat ini SMA Titian Teras Abdurrahman Sayoeti diliburkan. Namun semua yang terkonfirmasi tidak dibolehkan pulang dan di isolasi di asrama sekolah itu sendiri.

"Mereka di sana jan memang tinggal di asrama, jadi mereka tidak dibolehkan pulang, tetap diisolasi di sana. Namun mereka yang terkonfirmasi, dipisah tempatnya dengan pelajar lainnya," sebut Afifudin.

Sementara itu rasa kekhawatiran datang dari salah satu wali murid yang anaknya mengenyam pendidikan di SMA tersebut. 

"Iya kita sebagai orang tua tentu sangat mengkhawatirkan anak yang di asrama, karena mereka satu tempat tinggal dan saling berinteraksi di asrama itu," kata Harahap.(adz/jpnn)

Lebih Murah, Harga Vaksin Merah Putih Diperkirakan 5 Dolar, Sekitar Rp 70 Ribuan

Serah terima GeNose dari Menristek Bambang Brodjonegoro ke Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Dok. Istimewa

MERDEKAPOST.COM - Bibit vaksin Merah Putih buatan dalam negeri akan diserahkan ke PT Bio Farma akhir Maret 2021. Setelah bibit vaksin corona diserahkan, Bio Farma akan melakukan optimasi hingga pembersihan bibit vaksin untuk segera diuji klinik. 

Pengujian konsorsium vaksin Merah Putih berada di bawah naungan Kemristek/BRIN. Menristek Bambang Brodjonegoro memperkirakan harga vaksin Merah Putih akan lebih murah ketimbang produk luar. 

Ilustrasi vaksin corona.(Foto: REUTERS)

"Kalau range harga tentunya saat ini belum bisa diprediksi, tetapi yang pasti di bawah, karena sudah mendapatkan anggaran, baik itu research maupun di uji klinis. Jadi mudah-mudahan ini bisa 5 dolar atau lebih murah dari 5 dolar," ujar Bambang di Gedung Kemristek, Selasa (2/3). 

Jika dikonversikan ke dalam rupiah saat ini (1 dolar AS= Rp 14.351), harga Vaksin Merah Putih diperkirakan sekitar Rp 70 ribuan lebih (Rp 71 ribu). 

Meski demikian, Bambang menegaskan, perkiraan harga akan tergantung Bio Farma sebagai produsen. Bambang memastikan, setelah melewati uji klinik dan mendapat izin darurat BPOM, vaksin Merah Putih dapat segera diproduksi massal. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. (Ist)

"Proses riset sudah didanai oleh APBN melaui Kemristek/BRIN. Uji klinik juga rencananya akan didukung oleh pemerintah, sehingga mungkin nanti yang akan menjadi faktor harga adalah biaya produksi yang dilakukan bio farma," tutur Bambang. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio,  berharap uji klinik vaksin Merah Putih akan berlangsung di kuartal ketiga atau keempat 2021. Amin berharap vaksin Merah Putih bisa selesai sesuai target dan mendapat izin edar BPOM. 

"Barangkali diharapkan EUA (emergency use authorization/izin darurat) dapat diperoleh pertengahan tahun 2022, mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu," pungkas Prof. Amin. (adz/kumparan)

Terpapar di Rutan, Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Mantan Hakim MK Patrialis Akbar Positif Covid-19

Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Mantan Hakim MK Patrialis Akbar terpapar Corona Virus (Covid-19) di Rutan. (Ist)

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA – Mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola terkonfirmasi positif Covid-19. Ia terpapar Covid-19 di dalam Lapas Sukamiskin.

Dari data terakhir ada sebanyak 60 napi di Lapas Sukamiskin yang dinyatakan positif Covid-19.

Dari 60 napi tersebut, dua diantaranya adalah Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar.

Kepala Lapas (Kalapas) Suka Miskin, Asep Sutandar mengatakan, rata-rata napi yang terpapar Covid-19 berkategori orang tanpa gejala (OTG).

“Beliau-beliau tanpa gejala,” kata Asep Sutandar, Minggu (14/2/2021).

Asep menyebutkan, rata-rata napi yang tanpa gejala sejauh ini tidak ada keluhan.

“Rata-rata yang OTG (orang tanpa gejala) dan tidak ada keluhan insyaallah akan kembali normal tergantung kondisi fisiknya,” sebutnya.

Soal penanganan Covid-19 di Sukamiskin, Asep menyampaikan bahwa, pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan dan PMI Kota Bandung.

Menurutnya swab massal yang dilakukan merupakan bagian dari langkah pencegahan. (*)

Update Covid-19 Sabtu 6 Februari, Tambahan 12.156 Kasus, Total Positif 1.147.010 Orang

Hingga Sabtu (6/2), jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1.147.010 orang, dengan 939.184 di antaranya dinyatakan sembuh dan 31.393 meninggal. Ilustrasi garda terdepan penanganan pandemi: tenaga medis. (Foto: ANTARA )

Jakarta, CNN Indonesia - Jumlah total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.147.010 orang pada Sabtu (6/2) usai ada penambahan kasus harian sebanyak 12.156 orang.

"Bertambah 12.156, total 1.147.010," demikian dikutip dari laman covid19.go.id, Sabtu (6/2) sore.

Dari jumlah total kasus tersebut, 939.184 orang di antaranya dinyatakan sembuh usai ada penambahan kasus sembuh harian 12.204 orang.

Selain itu, ada 31.393 pasien yang dinyatakan meninggal dunia atau bertambah 191 orang dari hari sebelumnya.

Satgas Covid-19 juga menyebut jumlah kasus aktif Corona sejauh ini mencapai 176.433 orang (turun 239 kasus dari hari sebelumnya), dengan jumlah suspek 74.401 orang.

Sementara, jumlah pemeriksaan spesimen Covid-19 mencapai 65.167 unit per hari ini.

Lihat juga: Insentif Nakes Batal Disunat, Kemenkes Tetap Tambah Relawan

Sehari sebelumnya, Jumat (5/2), jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1.134.854 orang, dengan 926.980 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 31.202 meninggal dunia.

Sejauh ini, angka positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Pemerintah mencoba mengerem lajunya dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak awal Januari.

Namun demikian, Presiden Jokowi mengakui kebijakan ini tak efektif. Ia kemudian menyodorkan konsep pembatasan skala mikro hingga level RT/RW. Hal itupun sudah ia utarakan dalam pertemuan dengan sejumlah Gubernur.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Kaliaga Ginting menyebut kebijakan itu akan mulai diterapkan pada 9 Februari.

Sejumlah pakar menyebut itu tak akan efektif dan menilainya sebagai bentuk kegamangan Pemerintah untuk menerapkan lockdown total.

Selain itu, Pemerintah berupaya mengebut tahapan vaksinasi yang kini masih dalam tahap pertama atau untuk tenaga kesehatan. Presiden sendiri menargatkan vaksinasi untuk nakes tuntas pada akhir Februari.(arg)

3 Kantor Dinas di Tebo Tutup Gara-gara Covid-19 Meningkat Drastis

Sekda Tebo Arhadi. (Ist)

Merdekapost.com | Sungai Penuh – Meledaknya pendemi Covid-19 di Kabupaten Tebo, ternyata mulai berimbas terhadap jalannya roda pemerintahan Kabupaten Tebo. Sebanyak 3 kantor di Tebo Tutup, gara-gara korona. Kejadian ini terjadi, lantaran ada pegawainya yang dinyatakan reaktif berdasarkan uji swab.

Sekda Tebo, Teguh Arhadi saat dikonfirmasi Minggu (6/12) membenarkan hal tersebut.

“Bukan diliburkan, tapi seluruh stafnya melakukan Work From Home (WFH) demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Pemkab Tebo,” terang Sekda melalui telepon selulernya.

Teguh menjelaskan ketiga OPD yang terpaksa melakukan WFH karena ada stafnya yang terpapar Covid-19 yaitu Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tebo, Bappeda dan Litbang Kabupaten Tebo.

“Untuk Sekretariat Daerah (Setda) Tebo mulai besok senin (7/12) juga melakukan WFH karena ada salah seorang staf bagian umum Setda Tebo yang Terpapar Covid-19, untuk memutuskan mata rantainya kita mengambil tindakan tegas melakukan WFH selama tiga hari kedepan untuk kepentingan tracking siapa saja yang kontak erat dengan yang bersangkutan,”tutup Sekda. 

Perlu diketahui Jumat kemarin (04/12) penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 4 orang, namun dihari Sabtu (05/12) mengalami ledakan sebanyak 18 orang. (adz)

BREAKING NEWS: Ratusan Penyelenggara Pemilu di Merangin Reaktif

Ilustrasi Rapid test petugas KPPS Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjabbar. 

BANGKO, MERDEKAPOST.COM - Ratusan orang penyelenggara pemilu dari KPU Kabupaten Merangin dinyatakan reaktif.

Hal itu sesuai dengan hasil rapid test yang digelar oleh KPU bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merangin.

Komisioner KPU Kabupaten Merangin Shobirin menyebut, jumlah adhoc yang terdiri dari PPK, Sekretariat, PPS, sekretariat dan KPPS se Kabupaten Merangin sudah selesai melakukan Rapied Test.

Menurut dia, keseluruhan yang mengikuti Rapied Test berjumlah 9.403 orang. Dari jumlah itu, yang mengalami reaktif sebanyak 488 orang. 

Disampaikan Shobirin, jumlah yang disampaikan tersebut belum semuanya melakukan Rapied Test, masih sekitar 413 orang lagi yang belum melakukannya. Dan mereka akan dilakukan dikemudian hari.

"Total se Kabupaten Merangin 9.816 orang, yang mengikuti rapid test 9.403 orang, belum mengikuti Rapied Test 413 orang dan yang reaktif 488 orang," kata Shobirin.

BACA JUGA: Covid-19 di Provinsi Jambi Bertambah 46 Orang Positif, 7 Orang Anggota KPPS 

Terhadap yang reaktif, Shobirin menyebut jika mereka yang reaktif dilakukan isolasi, mengikuti prosedur yang berlaku pada tim Gugus Tugas.

Ketika ditanya soal swab, Dia menyebut jika itu akan dikoordinasikan dengan tim gugus tugas.

"Langkah Swab dikembalikan ke kebijakan Tim Gugus Tugas Kabupaten Merangin," pungkasnya. 

Sumber: Tribunjambi.com | Editor: HZA |Merdekapost.com

Kasus Positif Covid-19 di Jambi Bertambah, Batanghari yang Paling Banyak

Ilustrasi virus corona. Kasus Covid-19 di Jambi bertambah. Dari 7 daerah ini, Batanghari paling banyak. (IST) 

JAMBI, Merdekapost.com - Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jambi,  per Kamis (26/11/2020), bertambah sebanyak 39 kasus. Begitu juga dengan pasien sembuh bertambah 7 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyampaikan, penambahan 39 kasus baru tersebut berasal dari Kota Jambi, Tebo, Kerinci, Tamjung Jabung Barat (Tanjabbar), Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Bungo, dan Batanghari.

"Kota Jambi 2 orang, Tebo 1 orang, Kerinci 5 orang, Tanjabbar 8 orang, Tanjabtim) dan Bungo masing-masing 3 orang, serta Batanghari paling banyak 17 orang," katanya.

Baca juga:  BREAKING NEWS! 49 Penyelenggara Pilkada Bungo Terkonfirmasi Reaktif Covid-19

Untuk pasien sembuh, yakni 1 orang berasal dari Tanjabtim, 4 orang dari Muaro Jambi, serta 2 orang dari Kota Jambi.

Berdasarkan update data dari Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, diketahui untuk suspek juga bertambah 2 orang menjadi 122 orang, untuk kasus terkonfirmasi bertambah 39 orang menjadi 1.774 orang, pasien sembuh bertambah 7 orang menjadi 1.263 orang.

Serta total jumlah meninggal dunia 36 orang, dan spesimen yang ditunggu 146 orang.

Sementara Lima kabupaten/kota berada di zona orange atau berisiko sedang, yaitu Tebo, Batanghari, Tanjabbar, Tanjabtim, dan sungai Penuh.

"Selebihnya di zona kuning atau berisiko rendah. Dan untuk Provinsi sendiri masih di zona orange," pungkasnya.

Sumber: Tribunjambi.com | Editor: HZA |Merdekapost.com

Merangin Nihil Kasus Covid-19, Alharis Lepas Lima Pasien Sembuh Pulang

Al Haris langsung melepas lima pasien sembuh Covid-19 yang selama ini diisolasi di rumah aman Dinas Sosial Merangin, Kamis (10/9/20). 
Merdekapost.com, Merangin – Lima pasien Covid-19 satu keluarga di Merangin dinyatakan sembuh virus corona. Dua kali hasil swab dinyatakan negatif Covid-19 dan mereka dibolehkan pulang ke rumah.

Baca Juga : Pasien Positif di Jambi Bertambah 5 orang, 2 Berasal dari Kerinci

Bupati Merangin, Al Haris langsung melepas lima pasien sembuh Covid-19 yang selama ini diisolasi di rumah aman Dinas Sosial Merangin, Kamis (10/9/20).

Didampingi Direktur RSD Kolonel Abundjani dan Kadis Kominfo, Al Haris menyerahkan surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 kepada Imex Namara dan keluarga.

Al Haris juga berharap Imex Namara dan keluarga selalu dalam keadaan sehat dan selalu mematuhi protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Semoga tidak ada lagi warga kita yang terinfeksi Covid-19 dan semoga ini pasien terakhir,” kata Al Haris.

Al Haris mengatakan tim medis sudah melakukan langkah yang luar biasa dalam merawat pasien hingga dinyatakan sembuh covid-19.

“Alhamdulillah setelah kita lakukan langkah medis, dan juga memberikan ramuan daun sungkai, madu dan asupan lainnya secara rutin selama pasien dirawat dan diisolasi, alhamdulillah pasien kita sembuh,” ujar Al Haris pada awak media.

“Yang takkalah pentingnya adalah kami memberikan semangat dan memupuk mental agar pasien tetap kuat berkeinginan untuk sembuh,” tambah Al Haris lagi.

Baca Juga: Rencana Pembangunan Tol Sumatera Lewati Hutan, Pemkab Tanjabbar Ajukan Pergeseran Jalur

Bupati berharap agar masyarakat membantu pemerintah mencegah atau memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kami harap patuhilah himbauan pemerintah agar memakai masker, cuci tangan, tidak berkerumun. Intinya kita bagaimanapun wabah ini kalau tidak kita yang berusaha maka tidak bisa berhenti,” sebutnya. (*)

Sumber : Jambiseru.com| Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com

Hari Ini 6 Dinyatakan Positif Corona di Jambi, Dua Diantaranya Anak-anak dari Cluster PetroChina


JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Kasus virus corona atau Covid-19 di Provinsi Jambi terus meningkat. Hari ini, Sabtu (1/7/2020), pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 6 orang.

Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyebutkan, 3 dari 6 pasien itu dari cluster PetroChina.

Johan menyebutkan, ke enam pasien ini pun berasal dari Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjab Barat.

“4 dari Tanjab Barat dan 2 dari Muaro Jambi,” kata Johan.

Baca Juga : Di Ponpes Nurul Jalal Tebo, Al Haris Dido'akan Jadi Gubernur Jambi

Berikut identitas 6 pasien positif corona hari ini:

Pasien 163 inisial MAH (1) laki-laki asal Tanjab Barat, riwayat kontak erat pasien cluster PetroChina.

Pasien 164 inisial HR (31) perempuan asal Tanjab Barat, riwayat kontak erat pasien cluster PetroChina.

Pasien 165 inisial DAP (5) laki-laki asal Tanjab Barat, riwayat kontak erat pasien cluster PetroChina.

Pasien 166 inisial AZ (40) laki-laki asal Tanjab Barat, riwayat kontak screening perjalanan.

Pasien 167 inisial FM (19) laki-laki asal Muaro Jambi, riwayat kontak pasien terkonfirmasi.

Pasien 168 inisial RS (27) perempuan asal Muaro Jambi, riwayat kontak perjalanan dari Bandung.

(Oga)

Kenapa Jumlah Positif Corona di Jakarta Tinggi? Ini Penjelasan Gubernur Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di kawasan Bundaran H, Jakarta Pusat, Minggu (26/7).
Jakarta, Merdekapost.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan penyebab tingginya jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) di Jakarta. Menurut Anies, hari ini ada penambahan sebanyak 584 kasus positif Corona.

"Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan juga apa yang kita kerjakan di Jakarta. Setiap hari, kita mendengar kasus baru di Jakarta, hari ini angkanya agak besar di atas 400, diumumkan sore ini jumlahnya persisnya kita akan ada 584 kasus baru," kata Anies, dalam webinar bertajuk 'Salat Idul Adha dan Kurban di Masa Pandemi', Rabu (29/7/2020).

Jumlah penambahan kasus positif Corona di Jakarta yang disampaikan Anies berbeda dengan data di situs covid19.go.id. Data yang diinformasikan di situs tersebut merupakan data yang diambil sampai dengan pukul 12.00 WIB tadi.

Anies menyebut tingginya jumlah kasus positif Corona di Jakarta dikarenakan Pemprov DKI mencari warga-warga yang terpapar. Mantan Mendikbud itu menjelaskan bahwa Pemprov DKI melakukan pengetesan Corona sebanyak mungkin.

"Kenapa di Jakarta jumlahnya tinggi? Saya ingin menyampaikan, karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar, lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya. Kalau Jakarta hanya ingin angkanya kecil, maka, pemprov tidak perlu melakukan testing. Dijamin angka COVID langsung turun," ujarnya.

"Tetapi, masalah wabahnya tidak turun, wabahnya masih jalan terus. Tapi, kita akan dapat pesan yang salah, di luar sana masih ada wabah. Tapi, kita nggak aktif mencari. Yang dikerjakan pemprov adalah mengetes sebanyak mungkin, mencari yang positif," lanjut Anies.

Anies mengungkapkan, sepekan terakhir DKI sudah melakukan testing sebanyak 43 ribu dengan kasus positif sekitar 6,3 persen dari jumlah yang di-testing. Untuk itu, dia meminta agar banyaknya kasus positif di DKI disyukuri.

"Kami di Jakarta dalam satu pekan terakhir ini saja sudah 43 ribu per minggu, dan yang ditemukan positif ada 6,3 persen. Inilah yang kalau tidak ketahuan, mereka akan menularkan lebih banyak lagi. Kami berharap semuanya bantu ikut menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta harus disyukuri, kalau mereka nggak ketemu, maka mereka menularkan," paparnya.

(ald/detik.com)

Camat Danau Kerinci Serahkan BLT DD Tahap Tiga di Desa Pentagen

Camat Danau Kerinci yang diwakili sekcam saat penyerahan BLT-DD tahap tiga (rdp)

MERDEKAPOST.COM - Camat Tito Rivano yang diwakili oleh sekcam Danau Kerinci H. M. Syafrizal beserta staf serahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap ke Tiga di Kantor Desa Pendung Talang Genting Kecamatan Danau Kerinci, Senin (27/7).

Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti membeli beras dan kebutuhan pangan lainnya

Pada kesempatan tersebut, Tito juga mengingatkan, walaupun saat ini kita sudah memasuki new normal, tapi seluruh masyarakat diharapkan tetap memperhatikan protokol kesehatan agar tidak ada masyarakat yang terkena virus covid -19.

"Dalam situasi new normal ini kami harapkan semua masyarakat untuk taat atas himbauan pemerintah dan memperhatikan protokol kesehatan"ujarnya.

Sementara itu, Kades Pj Nuryetri, SE Pendung Talang Genting (Pentagen),  dalam laporannya menyampaikan bahwa, masyarakat penerima BLT DD di desa Pentagen sebanyak 103 KK, dengan bantuan yang di ambil melalui dana desa ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat paska covid-19 ini.

Usai menyerahkan BLT DD di desa pentagen  Tito langsung menuju ke desa Koto Baru Sanggaran Agung untuk melakukan penyerahan BLT DD tahap tiga yang di dampingi langsung Babinsa Serka Manzani dari Koramil 417-05/Danau Kerinci dan babinkamtibmas Brigadir Marlo Saputra dari Polsek Danau Kerinci. (rdp)

3 Pasien Positif Corona Terbaru dari Sungai Penuh dan Muaro Jambi


MERDEKAPOST.COM - Juru bicara (Jubir) tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyebutkan 3 pasien positif virus corona dari Muaro Jambi dan Sungai Penuh.

“Satu pasien dari Muaro Jambi dan dua dari Sungai Penuh,” kata Johan, Jumat (19/6/2020).

Dikatakan Johan, untuk pasien 110 inisial BP (15) laki-laki asal Muaro Jambi. Sedangkan pasien 111 inisial EF (22) laki-laki asal Sungai Penuh dan pasien 112 inisial DN (24) laki-laki asal Sungai Penuh.

“Pasien asal Muaro Jambi dari cluster kontak Gowa. Untuk pasien dari Sungai Penuh cluster kontak pasien positif di Sungai Penuh,” tutupnya. (ald)

Drastis! 519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
MERDEKAPOST.COM  - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 meningkat signifikan dalam lima hari terakhir.

Tercatat, 519 pasien positif Covid-19 sembuh dari 1-5 Juni 2020. Menurut Risma, peningkatan jumlah pasien sembuh tak lepas dari upaya testing, tracing, and therapy (3T) yang dilakukan Pemkot Surabaya. Pemkot Surabaya didukung mobil laboratorium dari BNPB dan BIN untuk melakukan rapid test dan tes swab massal selama tujuh hari terakhir di berbagai titik.

"Adanya dukungan mobil PCR (polymerase chain reaction) ini yang menjadi salah satu indikator peningkatan kesembuhan pasien itu," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (5/6/2020).

Risma senang jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ia yakin tren itu bisa terjaga. Sebab, Surabaya telah memiliki mobil PCR untuk memeriksa sampel cairan tenggorokan atau swab pasien positif Covid-19.

"Warga yang mestinya sudah harus swab yang kedua itu tertunda karena tidak punya alat. Dengan alat ini (mobil PCR), maka percepatan itu bisa kelihatan," jelas Risma.

Risma mengingatkan seluruh pasien positif yang sembuh menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Bahkan mungkin nanti ke depan saya minta protokol seperti ini. Selalu cuci tangan dan menggunakan masker kalau mereka keluar. Karena itulah cara satu-satunya kita menjaga kesehatan kita pada saat seperti ini," kata Risma.

MOBIL PCR : Keberadaan mobil laboratorium PCR milik BIN dan BNPB untuk mendukung peningkatan angka kesembuhan pasien. (foto: ald/kompas.com)
Lihat Foto Mobil PCR bantuan dari BNPB Pusat di Surabaya (mobil pcr) Risma juga mengimbau semua pasien sembuh agar tidak lengah dan lalai. "Karena itu saya tidak mau warga lengah meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh oleh dokter," tutur Risma.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kesembuhan meningkat.

Salah satunya, dukungan moril petugas medis di rumah sakit dan pusat karantina. Dukungan itu membuat pasien menjadi gembira. "Kalau di Asrama Haji itu positif tapi OTG (orang tanpa gejala), mereka gembira imunnya naik, kemudian kita berikan vitamin. Kemudian makannya juga kita pantau, dan mereka juga olahraga berjemur," ungkap Febria.

Selain itu, Febria menekankan pentingnya keberadaan mobil laboratorium PCR milik BIN dan BNPB untuk mendukung peningkatan angka kesembuhan pasien.  Sebab, pasien positif Covid-19 baru dinyatakan sembuh setelah dua kali mendapatkan hasil negatif berdasarkan tes swab.

Sementara, pemeriksaan sampel cairan tenggorokan pasien Covid-19 tertunda karena keterbatasan alat. Kini, kendala itu telah teratasi. Pemkot Surabaya bisa memangkas waktu pemeriksaan sampel swab pasien positif Covid-19.

"Memang swab kemarin sempat tertunda, jadi kita lakukan swab ulang. Tapi sekarang bisa cepat, karena kemarin terhambat karena labnya lama kemudian antre, kalau sekarang bisa cepat," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Surabaya mengumumkan tambahan 132 pasien sembuh dari Covid-19 pada Jumat (5/6/2020). Rinciannya, 95 orang berasal dari Hotel Asrama Haji yang selesai menjalani karantina dan 37 orang dari Rumah  Sakit Husada Utama.

Sebelumnya, pada 1 Juni pasien sembuh di Surabaya berjumlah 17 pasien. Peningkatan terjadi beberapa hari berikutnya, sebanyak 60 pasien sembuh pada 2 Juni. Lalu, 240 pasien sembuh pada 3 Juni dan 70 pasien sembuh pada 4 Juni. Adapun total pasien sembuh sampai hari ini berjumlah 742 pasien.)*

Sumber : Kompas.com | Editor: heri | Merdekapost.com

Hari ini Jambi Nambah 2 Orang Positif Covid-19


JAMBI – Pasien virus corona (Covid-19) di Jambi hari ini, Kamis (4/6/2020) bertambah 2 orang.

Berdasar pusatkrisis.kemkes.go.id, update per 4 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, pasien terkonfirmasi di Provinsi Jambi sebanyak 99 orang. Maka hari ini di Jambi bertambah 2 pasien.

Sedangkan pasien yang sembuh dari Covid-19 di Jambi hari ini juga mendapat tambahan 10 orang. Pasien yang sembuh sebanyak 27 orang.

Sementara, kasus virus corona berdasar secara global atau seluruh dunia hari ini mencapai angka 6.524.369.

Sedangkan, kasus terkonfirmasi di Indonesia mencapai angka 28.818. Lalu, kasus sembuh mencapai 8.892 orang. Dan untuk kasus meninggal sebanyak 1.721.

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri, hanya di Provinsi Jambi pasien Covid-19 sampai hari ini pasien Covid-19 yang meninggal dunia tidak terdapat. (oga)

Lanjut! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini

Ilustrasi Kartu Pra Kerja (ant)
Merdekapost.com - Pendaftaran program kartu prakerja gelombang 4 dijadwalkan buka mulai hari ini atau tepat setelah perayaan lebaran, Selasa (26/5).
"Gelombang 4 akan dibuka pada 26 Mei, begitu setelah lebaran langsung dibuka," ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni P Purbasari, mengutip pernyataannya pekan lalu.

Denni mengatakan pembukaan pendaftaran sebelumnya sempat terganjal oleh sistem yang bermasalah.

Penundaan juga dilakukan karena pemerintah ingin memberikan kesempatan terlebih dulu kepada pekerja yang terdampak virus corona untuk mendaftar di program kartu prakerja
Karenanya, ia berharap masyarakat bisa bersabar. "Mungkin ada teman-teman yang masih gagal, sabar, ini batch (gelombang) akan dibuka terus sampai November," jelasnya.

Hingga 19 Mei 2020, calon peserta yang mendaftar program kartu prakerja mencapai 10,4 juta orang.
Denny mengatakan bawah jumlah pendaftar program membludak. Sementara, jumlah peserta yang lolos seleksi terpaut jauh lebih sedikit. Ia bahkan menyebut seleksi jadi lebih ketat dengan kemungkinan hanya 1 dari 10 peserta yang diterima.

Saat seleksi batch pertama berlangsung, misalnya, hanya 800 ribu dari 2 juta pendaftar yang lolos tahap seleksi. Sementara, di batch 2 dan 3 jumlah pendaftar membludak, sehingga perbandingan jumlah peserta yang diterima dan pendaftar makin melebar.

"Untuk batch 2 kan yang mendaftar 1,4 juta orang yang diterima hampir 300 ribu. Jadi, sekali lagi dibandingkan yang diterima, masih banyak pendaftar. Karenanya, teman-teman bersabar ini dibuka terus sampai September," tutur Denni. (rdp)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs