Cerita Pak Kades Takut Jarum Suntik Saat Divaksin, Kades: Ada yang Tetes Bae Dak?


MERDEKAPOST.COM - Sejumlah kepala desa dan pewarta di wilayah Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur menjalani vaksinasi Covid-19, Selasa (16/3) pagi.

Cukup menarik, pada proses vaksinasi yang dipusatkan di Puskesmas Mendahara tersebut ada yang teriak takut jaruk suntik. Dan ada pula vaksinasinya tertunda karena tensi meninggi akibat cemas melihat jarum suntik.

“Ada yang kapsul atau tetes be dak,” tanya Amiruddin, Kades Merbau dengan muka cemas saat hendak divaksin.

Setelah divaksin Amir, mengakui jika dirinya cemas menjelang divaksin. Kecemasannya itu katanya, bukan soal ketidak percayaan terhadap vaksin atau efek sampingnya. Tapi karena jarum suntik.

”Dari dulu saya memang takut disuntik. Kecuali terpaksa,” katanya.

Baca Juga:

• Kasus Uang Ketok Palu: Putusan Cornelis Dkk Ditunda

• Tips Amankan Akun WhatsApp Agar Tidak Dibajak

• Ketahuan Nikah Siri, Oknum Kades Didenda Secara Adat, Ini Besarannya

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Mendahara, Nasrul mengatakan, vaksinasi kali ini diperuntukan bagi pegawai yang di kecamatan.

Selain itu juga pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Mendahara dan beberapa pihak kepolisian Sektor Kecamatan Mendahara serta Kepala Desa.

”Sebelumnya kita telah melaksanakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan. dan hari ini juga teman-teman media yang ada di Kecammatan Mendahara kita vaksin,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, sebelum dilakukan vaksin, peserta dilakukan screning terlebih dahulu. Makanya saat pemeriksaan tensi, beberapa peserta harus ditunda vaksinasiya lantaran tensi tinggi. 

Padahal sebelum memasuki ruangan semuanya terlihat sehat dan bugar.(*)

(Adz | Sumber: Jambiindependent.co.id | Merdekapost.com)

Berita Merdekapost.com Lainnya:

Rencana Impor Beras, PKB Minta Pemerintah Kaji Ulang

Kongres XX PMII di Balikpapan, Gus AMI; PMII Harus Jadi Garda Terdepan Bentengi Kebhinekaan

Puluhan Wartawan di Tanjabbar Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

 


Merdekapost.com | KUALATUNGKAL - Sebagai upaya pencegahan Covid-19 dan mendukung program pemerintah, puluhan awak media di Kabupaten Tanjabbar hari ini (10/3/2021) menjalani vaksinasi tahap pertama di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal.

Vaksinasi ini juga diberikan kepada sejumlah ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjabbar. Pemberian vaksin kepada sejumlah awak media dan pejabat pemerintah karena tugas mereka dinilai cukup berisiko tertular Covid-19

Baca Juga:

Bulan Ini, Kemenkes Sebar 200 Ribu Vaksin ke Seluruh Puskesmas

Meski Sudah 2x Disuntik Vaksin Sinovac, Sekda Kota Bandung Positif Covid-19

Dika, seorang wartawan media online di Tanjabbar menyebutkan bahwa setelah divaksin dirinya tidak merasakan apa-apa. Dika juga mengaku bahwa pada saat disuntik pun merasa seperti tidak disuntik.

"Tidak ada merasakan apa-apa, saat disuntik juga tidak terasa. Mungkin karena jarumnya juga kecil. Setelah disuntik juga seperti biasa saja," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Khairul Umam, setelah divaksin dirinya tidak merasakan apa-apa. Hanya saja memang Ia merasa pegal pada bagian tangan sebelah kiri.

"Iya cuma merasa pegal, tapi kata dokter nya memang bakal merasa pegal pada lengan. Selebihnya tidak ada merasa apa-apa,"tambahnya.(adz)

Meski Sudah 2x Disuntik Vaksin Sinovac, Sekda Kota Bandung Positif Covid-19

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna positif Covid-19 padahal dia dua kali disuntik vaksin.
Merdekapost.com | BANDUNG - Sekda Kota Bandung Ema Sumarna positif Covid-19 padahal dia dua kali disuntik vaksin.

Ema Sumarna disuntik vaksi pertama di RSKIA Kota Bandung Januari lalu.

Sekda Kota Bandung itu kemudian disuntik vaksin kedua pada Februari.

Saat menjalani vaksin pertama itu Sekda Kota Bandung bersama dengan sejumlah artis seperti Ariel Noah.

Walau sudah menerima dua dosis vaksin tidak berarti jadi kebal virus corona, kata Ahyani Kadis Kesehatan Kota Bandung, Rabu 10 Maret 2021.

Dia menyebut fungsi vaksinasi Covid-19 ini adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Tidak ada satu vaksin yang menjamin 100 persen kebal virus corona," kata dia.

Orang yang sudah divaksin dua dosis masih tetap berisiko terpapar.

Semuanya tergantung daya tahan tubuh dan juga berapa banyak virus yang masuk ke tubuhnya.

Kadis Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara menyebut Ema Sumarna dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa 9 Maret 2021.

Ema langsung dibawa untuk menjalani isolasi di RSKIA Bandung setelah terkonfirmasi covid-19.

Kondisi Sekda Kota Bandung Ema Sumarna disebut Ahyani masih stabil.

"Beliau baik-baik saja, mohon doa segera pulih," ujar Ahyani, Rabu 10 Maret 2021 dikutip dari Tribun Jabar.

Baca Juga: 

Bulan Ini, Kemenkes Sebar 200 Ribu Vaksin ke Seluruh Puskesmas

Ema Sumarna merupakan penerima pertama vaksin Covid-19 di Kota Bandung.

Harusnya yang jadi penerima pertama adalah Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Namun karena Wali KOta positif Covid-19 pada 8 Januari, akhirnya Ema jadi penggantinya.

Sementara syarat menerima vaksin Covid-19 adalah orang tersebut sedang tidak terpapar Covid-19.

Dua pemimpin di Kota Bandung yakni Wali Kota Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Yana Mulyana sebelumnya telah terinfeksi Covid-19.

Ema Sumarna dilantik menjadi Sekda Kota Bandung pada Jumat 22 Maret 2019. (*)

 Baca juga: Aprilia Manganang Bahagia Dinyatakan sebagai Lelaki, Ternyata Tunggu Momen Ini Sejak 28 Tahun Lalu

(adz/Sumber: Tribun Jabar)

Bulan Ini, Kemenkes Sebar 200 Ribu Vaksin ke Seluruh Puskesmas

Wamenkes mengatakan bulan ini pihaknya akan menyebar 200 ribu vaksin Covid-19 ke puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia. Pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac untuk para tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta. (CNN Indonesia)

Jakarta | Merdekapost.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyebar sebanyak 200 ribu vaksin Covid-19 ke seluruh puskesmas yang ada di Indonesia pada bulan ini. Hal tersebut, kata Dante, dilakukan demi mengejar jumlah vaksinasi Covid-19 yang ditargetkan selesai selama satu tahun.

"Seluruh puskesmas di Indonesia akan kami serahkan 200 ribu dalam bulan ini untuk mencapai tingkat vaksinasi yang maksimal tersebut," ujar Dante dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Selasa (9/3)

Selain itu, Dante mengatakan jumlah pasokan vaksin di Indonesia meningkat setelah Ia juga mengatakan akan ada tambahan vaksin lagi dari biofarma.

"Yang baru kemudian beberapa waktu ini kita akan mendapatkan vaksin dari biofarma yang sudah membuat vaksin sekitar 1,5 juta juga. Ditambah lagi sampai 18 juta produksi, yang terakhir 185 produksi vaksin. Maka akan terjadi peningkatan jumlah vaksinasi di seluruh Indonesia," kata dia.

Selain itu, Dante juga mengingatkan vaksinasi ini adalah sebuah gerakan yang harus dilakukan secara bersama-sama.

"Vaksinasi ini bukan program. Narasinya harus diganti menjadi gerakan vaksinasi. Maka, vaksinasi akan jadi tanggung jawab kita semua," kata Dante.

"Masyarakat dapat menyelenggarakan vaksinasi dengan dikoordinir oleh Kemenkes dan Dinkes setempat sehingga akselerasi mencapai target yang kita atur. Satu tahun memang berat, tetapi kita upayakan agar tidak terlalu meleset," imbuhnya.

Infografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap Dua

Diketahui, pemberian vaksinasi sendiri akan dilakukan secara bertahap, di mana kini telah masuk ke tahap kedua. Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pada Maret-April 2021, vaksinasi akan dilakukan kepada 500 ribu orang per hari. Kemudian pada Juni-Juli akan diberikan kepada sejuta orang per hari.

"Juni-Juli baru sejuta karena ketersediaan vaksinnya di Juni-Juli baru bisa 25 juta sebulan. Sejuta sehari kan 30 juta sebulan, sebelumnya kita tidak ada vaksinasi sebanyak itu," kata Budi saat memberikan sambutan dalam acara vaksinasi layanan tanpa turun atau lantatur (drive-thru), Jakarta, Rabu (3/3)

Budi menyebut target itu telah disesuaikan dengan rencana kedatangan beberapa merek vaksin ke Indonesia dengan total 426 juta dosis vaksin.

Rinciannya, 90 juta dosis vaksin tiba periode Januari-Juni 2021, sementara sisanya baru tiba periode Juli-Desember 2021.

( adz | CNN Indonesia | Merdekapost.com )

Cita Citata Klarifikasi soal Fee dari Dana Bansos Corona

Cita Citata menyampaikan klarifikasi terkait dana bansos yang disebut mengalir kepada penyanyi dangdut itu sebagai fee atau bayaran. Cita-citata menyampaikan klarifikasi terkait dana bansos corona yang mengalir ke pihaknya.(CNN)

Ini Peran Ihsan Yunus yang Dibeberkan Saksi Dipersidangan

Sidang Kasus Korupsi Paket Bansos Covid-19

Anggota DPR RI asal Jambi, Ihsan Yunus / ANTARA

JAKARTA | MERDEKAPOST.COM - Peran anggota DPR RI asal Jambi, Ihsan Yunus, dalam pusaran korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial semakin jelas. Ihsan disebut membawa perusahaan yang menjadi vendor penyedia paket bansos dan diduga menerima fee melalui asistennya, Agustri Yogasmara.

Hal itu terungkap dari kesaksian mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos Adi Wahyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Adi sebelumnya juga menjabat Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos Tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19. Dia dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Harry, konsultan hukum yang membawa PT Mandala Hamonangan Sude, didakwa menyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara senilai Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian,  direktur utama PT Tigapilar Argo Utama, didakwa menyuap senilai Rp 1,95 miliar.

Menurut Adi, sejumlah perusahaan mendapatkan jatah paket bansos melalui sejumlah pejabat dan politisi. Di antaranya, Juliari P Batubara (saat itu masih Mensos), Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras, Staf Ahli Mensos Kukuh Ari Wibowo, dan Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar.

Nama lainnya, Staf Khusus Mensos Bidang Hubungan Antar Lembaga Erwin Tobing, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Dasopang, dan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

“Nama-nama pengusul ini jelas. Ini ada Kukuh, Marwan Dasopang, Hartono Laras, Dadang Iskandar, Ihsan Yunus, Juliari P Batubara, Candra Mangke, M Royani. Ini tentu Saudara gak salah sebut, tentu ada data kan?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Muhammad Nur Azis kepada Adi merujuk kepada berita acara pemeriksaan (BAP) nomor 45.

Adi mengiyakan. Namun karena nama pengusul disampaikan sudah di akhir, yang diketahui Adi adalah nama-nama tersebut.

“Jadi PT Moncino, Saudara dengar, terafiliasi ke Pak Hartono Laras, PT Andalan Pesik Internasional terafiliasi ke Ihsan Yunus, PT Anugerah Bangun Kencana terafiliasi dengan Erwin Tobing, Sri Citra Pratama terafiliasi Juliari P Batubara begitu?" tanya Jaksa Azis.

"Ya betul," jawab Adi.

"Jadi ini karena sering rapat, Saudara tahu perusahaan ini terafiliasi dan diusulkan oleh nama-nama tersebut?" tanya Jaksa. "Ya Betul," jawab Adi.

Dalam BAP nomor 46, Adi juga menjelaskan nama-nama perusahaan dan pengusul masing-masing. Diketahui, pada tahap ketiga, Adi menjadi KPA kegiatan bansos Covid-19.

“Ini saya bacakan, PT Bumi Pangan pengusulnya Iman Ikram dan Ihsan Yunus; PT Food Station pengusulnya M Royani; Pertani tidak ada yang mengafiliasi; PT Tahta Jaga Internasional pengusulnya Hartono Laras....; PT Andalan Persik Internasional pengusulnya Iman Ikram dan Ihsan Yunus.... Benar keterangan Saudara?" tanya Jaksa.

Adi kembali mengiyakan.

Kepada Jaksa, Adi juga menjelaskan pembagian jatah 1,9 juta paket sembako Covid-19. “Sesuai dengan permintaan Pak Menteri. Pak Menteri atasan saya, jadi saya nurut beliau," kata Adi.

"Satu  juta paket itu untuk kolega Pak Menteri, siapa?" tanya Azis. Adi menjawab bahwa semua tercantum di BAP.  "Di BAP disebutkan 550 ribu paket untuk Pak Ivo Wongkaren PT Anomali Lumbung Artha. Atas rekomendasi siapa?" tanya jaksa.

"Melanjutkan setelah saya dipanggil Sak Sesditjen (M Royani)," jawab Adi.

"500 ribu paket lagi Pak Budi Pamungkas dari PT Integra Padma Mandiri?" tanya jaksa. "Iya 500 ribu," jawab Adi.

"Yang 900 ribu?" tanya jaksa. "Yang 400 ribu untuk timnya Pak Harry Sidabukke, dan satu kelompok Pak Iman sama Pak Yogas," jawab Adi.

Yogas yang dimaksud adalah Agustri Yogasmara yang dalam dakwaan disebut sebagai pemilik kuota paket bansos sembako. Yogas disebut-sebut sebagai operator Ihsan Yunus.

"Kemudian 200 ribu (paket) atas arahan Pak Menteri untuk Asri Citra dan Bisma Sindo kemudian yang 300 ribu untuk ‘bina lingkungan’," ungkap Adi.

Istilah “bina lingkungan” mengacu kepada pembagian jatah kepada Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, dan para pejabat lainnya baik di lingkungan Kemensos maupun pada kementerian dan lembaga lain. Sebagian dari paket tersebut dikerjakan Ardian Iskandar Maddanatja.

Jaksa kemudian membacakan BAP nomor 53. Dalam BAP itu Adi menjelaskan, setelah tahap 6 selesai dan menjelang tahap 7, dia dipanggil Menteri Juliari bersama Matheus Joko dan Kukuh Ari Wibowo. “Langsung ada arahan Pak Menteri untuk pembagian kuota,” ungkap Adi dalam BAP.

Adi merincikan, satu  juta paket diberikan untuk grup Herman Hery, Ivo Wongkaren, Stefano dan kawan-kawan; 400 ribu paket kepada Ihsan Yunus, Irman Ikram, Yogas, dkk; 300 ribu oleh Matheus Joko dikelola untuk kepentingan “bina lingkungan”; dan 200 ribu teman kerabat kolega Juliari.

"BAP ini benar ya?" tanya jaksa dan langsung dibenarkan Adi.(*)


Lebih Murah, Harga Vaksin Merah Putih Diperkirakan 5 Dolar, Sekitar Rp 70 Ribuan

Serah terima GeNose dari Menristek Bambang Brodjonegoro ke Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Dok. Istimewa

MERDEKAPOST.COM - Bibit vaksin Merah Putih buatan dalam negeri akan diserahkan ke PT Bio Farma akhir Maret 2021. Setelah bibit vaksin corona diserahkan, Bio Farma akan melakukan optimasi hingga pembersihan bibit vaksin untuk segera diuji klinik. 

Pengujian konsorsium vaksin Merah Putih berada di bawah naungan Kemristek/BRIN. Menristek Bambang Brodjonegoro memperkirakan harga vaksin Merah Putih akan lebih murah ketimbang produk luar. 

Ilustrasi vaksin corona.(Foto: REUTERS)

"Kalau range harga tentunya saat ini belum bisa diprediksi, tetapi yang pasti di bawah, karena sudah mendapatkan anggaran, baik itu research maupun di uji klinis. Jadi mudah-mudahan ini bisa 5 dolar atau lebih murah dari 5 dolar," ujar Bambang di Gedung Kemristek, Selasa (2/3). 

Jika dikonversikan ke dalam rupiah saat ini (1 dolar AS= Rp 14.351), harga Vaksin Merah Putih diperkirakan sekitar Rp 70 ribuan lebih (Rp 71 ribu). 

Meski demikian, Bambang menegaskan, perkiraan harga akan tergantung Bio Farma sebagai produsen. Bambang memastikan, setelah melewati uji klinik dan mendapat izin darurat BPOM, vaksin Merah Putih dapat segera diproduksi massal. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. (Ist)

"Proses riset sudah didanai oleh APBN melaui Kemristek/BRIN. Uji klinik juga rencananya akan didukung oleh pemerintah, sehingga mungkin nanti yang akan menjadi faktor harga adalah biaya produksi yang dilakukan bio farma," tutur Bambang. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio,  berharap uji klinik vaksin Merah Putih akan berlangsung di kuartal ketiga atau keempat 2021. Amin berharap vaksin Merah Putih bisa selesai sesuai target dan mendapat izin edar BPOM. 

"Barangkali diharapkan EUA (emergency use authorization/izin darurat) dapat diperoleh pertengahan tahun 2022, mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu," pungkas Prof. Amin. (adz/kumparan)

Update Covid-19 Sabtu 6 Februari, Tambahan 12.156 Kasus, Total Positif 1.147.010 Orang

Hingga Sabtu (6/2), jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1.147.010 orang, dengan 939.184 di antaranya dinyatakan sembuh dan 31.393 meninggal. Ilustrasi garda terdepan penanganan pandemi: tenaga medis. (Foto: ANTARA )

Jakarta, CNN Indonesia - Jumlah total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.147.010 orang pada Sabtu (6/2) usai ada penambahan kasus harian sebanyak 12.156 orang.

"Bertambah 12.156, total 1.147.010," demikian dikutip dari laman covid19.go.id, Sabtu (6/2) sore.

Dari jumlah total kasus tersebut, 939.184 orang di antaranya dinyatakan sembuh usai ada penambahan kasus sembuh harian 12.204 orang.

Selain itu, ada 31.393 pasien yang dinyatakan meninggal dunia atau bertambah 191 orang dari hari sebelumnya.

Satgas Covid-19 juga menyebut jumlah kasus aktif Corona sejauh ini mencapai 176.433 orang (turun 239 kasus dari hari sebelumnya), dengan jumlah suspek 74.401 orang.

Sementara, jumlah pemeriksaan spesimen Covid-19 mencapai 65.167 unit per hari ini.

Lihat juga: Insentif Nakes Batal Disunat, Kemenkes Tetap Tambah Relawan

Sehari sebelumnya, Jumat (5/2), jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 1.134.854 orang, dengan 926.980 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 31.202 meninggal dunia.

Sejauh ini, angka positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Pemerintah mencoba mengerem lajunya dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak awal Januari.

Namun demikian, Presiden Jokowi mengakui kebijakan ini tak efektif. Ia kemudian menyodorkan konsep pembatasan skala mikro hingga level RT/RW. Hal itupun sudah ia utarakan dalam pertemuan dengan sejumlah Gubernur.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Kaliaga Ginting menyebut kebijakan itu akan mulai diterapkan pada 9 Februari.

Sejumlah pakar menyebut itu tak akan efektif dan menilainya sebagai bentuk kegamangan Pemerintah untuk menerapkan lockdown total.

Selain itu, Pemerintah berupaya mengebut tahapan vaksinasi yang kini masih dalam tahap pertama atau untuk tenaga kesehatan. Presiden sendiri menargatkan vaksinasi untuk nakes tuntas pada akhir Februari.(arg)

Viral, Pasien yang Berbuat Mesum Saat Sedang Diisolasi di RSUD itu Berstatus Polisi

 

Polres Dompu memastikan anggota tersebut berpeluang menerima sanksi kode etik, juga terancam dijerat dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. Ilustrasi video porno. (Doc: CNNindonesia)

Merdekapost.com - Polres Dompu mengakui bahwa laki-laki dalam video mesum di ruang isolasi Covid-19 RSUD Dompu merupakan anggota kepolisian.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat menuturkan bahwa anggotanya tersebut berada di rumah sakit itu lantaran sedang mendapatkan perawatan karena positif Covid-19.

"Iya benar anggota Polres Dompu Inisial (F) yang pada saat itu isolasi di RSUD," ucap Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Ronald Cristofel saat dikonfirmasi terkait pernyataan Kapolres, Jumat (22/1).

"Untuk perempuan inisial (N)," tambahnya.

Berita Terkait: Sedang di Isolasi Dirumah Sakit Seorang Pasien Nekat Berbuat Asusila, Aksinya Terekam CCTV 

Dia menuturkan bahwa saat ini tim bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) bakal melakukan penyelidikan terhadap anggota yang kedapatan berbuat mesum di Rumah Sakit tersebut.

Laporan terkait hal itu, kata dia, akan segera dibuat oleh jajaran Polres untuk selanjutnya ditindak oleh penyidik Propam.

Menurutnya, anggota tersebut berpeluang dikenakan peraturan disiplin hingga melanggar kode etik. Belum lagi, kata dia, polisi itu dapat terancam dijerat dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan.

Saat ini, kata dia, oknum polisi berinisial F itu masih belum dapat diperiksa oleh polisi lantaran sedang menjalani isolasi mandiri.

"Setiap orang yang tidak mematuhi UU Karantina Kesehatan, dipidana penjara 1 tahun. Kita belum bisa memeriksa oknum anggota tersebut karena masih diisolasi covid," tuturnya.

Baca Juga: Ternyata, Kakek di Bungo ini Menanam Ganja disela-sela Tanaman Kopinya

Dalam perkara ini, polisi setidaknya menetapkan dua orang tersangka berinisial AM (32) dan HM (31) yang merupakan pegawai honorer di RSUD Dompu. Mereka menjadi tersangka lantaran merekam tayangan CCTV yang memperlihatkan pasien Covid-19 itu sedang mesum di ruang isolasi.

Awalnya, tersangka AM yang melihat pertama kali tayangan CCTV itu merekam video untuk diserahkan kepada kepala jaga ruang isolasi. Dia kemudian membagikan video tersebut ke tersangka HM melalui aplikasi share it.

Kemudian, video tersebut tak sampai ke para atasan dan malah dibagikan ke beberapa rekanan lainnya di rumah sakit. Hal itu kemudian diduga menjadi awal video mesum tersebut tersebar di media sosial dan menjadi viral.(*)

Sumber: CNN Indonesia | Aldie Prasetya | Merdekapost.com

Gus Ami: Vaksin Covid-19 Aman, Masyarakat Tak Perlu Takut

 

MERDEKAPOST.COM - Pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 produk Sinovac dimulai hari ini, Rabu (13/1/2021). Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri kabinet Indonesia Maju jadi penerima vaksin pertama. Langkah tersebut dilakukan setelah MUI telah memberi label halal dan suci untuk vaksin tersebut. Sementara itu, BPOM juga telah menerbitkan izin darurat penggunaan vaksin Sinovac pada Senin (11/1/2021) kemarin.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta masyarakat tidak lengah meski vaksinasi segera dimulai. Gus AMI, sapaan akrab Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyatakan, vaksinasi tidak boleh dijadikan alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan protokol kesehatan .

"Kita tidak boleh lengah, semua pihak tetap waspada terhadap Covid-19. Masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Gus AMI dalam siaran pers, Rabu (13/1/2021).

Meski begitu, Gus AMI mendukung penuh program vaksinasi tersebut dan meminta masyarakat untuk tidak ragu akan kualitas vaksin yang disiapkan pemerintah secara gratis. "Presiden Jokowi kan sudah memberikan contoh sebagai prototype vaksin Covid. Itu artinya vaksin Covid ini dipastikan aman. Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita semua untuk menolak vaksin ," tutur Gus AMI.

Legislator dapil Jawa Timur VIII itu juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pengadaan vaksin dan memastikan distribusinya berjalan optimal dan tepat sasaran. " Vaksin adalah hak masyarakat, sehingga harus segera dan distribusinya harus tepat sasaran agar kondisi sosial masyarakat bisa segera pulih dan ekonomi kembali bergerak," ungkapnya.

Sumber: Klikpositif.com

Mantan Menteri Kehakiman Muladi Meninggal Dunia Karena Covid

Mantan menteri kehakiman era reformasi pembangunan Prof. Muladi meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19. Muladi. (Foto: CNN Indonesia)

Merdekapost.com | Jakarta - Mantan menteri kehakiman era reformasi pembangunan Prof. Muladi meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19.

Kabar duka itu disampaikan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dalam cuitan Twitternya. Muladi meninggal pada Kamis (31/12) pada pukul 06.45 WIB.

"Innalillahi wwa inna ilaihi rojiuun. Prof. Dr. Muladi. SH. (mantan Rektor UNDIP, Menteri Kehakiman & Mensesneg) dikabarkan meninggal dunia pkl. 6.45 pagi ini," kata Jimly dalam cuitannya yang dilihat CNNIndonesia.com.

Muladi sebelumnya dikabarkan menderita Covid-19 dan dirawat di RS Gatot Soebroto sejak 17 Desember lalu.

Muladi sebelumnya dikenal sebagai politikus senior Partai Golkar. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Mensesneg. Selain itu, dia juga pernah memimpin Lemhanas.

(ald/sumber: CNN)

BREAKING NEWS: Ratusan Penyelenggara Pemilu di Merangin Reaktif

Ilustrasi Rapid test petugas KPPS Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjabbar. 

BANGKO, MERDEKAPOST.COM - Ratusan orang penyelenggara pemilu dari KPU Kabupaten Merangin dinyatakan reaktif.

Hal itu sesuai dengan hasil rapid test yang digelar oleh KPU bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merangin.

Komisioner KPU Kabupaten Merangin Shobirin menyebut, jumlah adhoc yang terdiri dari PPK, Sekretariat, PPS, sekretariat dan KPPS se Kabupaten Merangin sudah selesai melakukan Rapied Test.

Menurut dia, keseluruhan yang mengikuti Rapied Test berjumlah 9.403 orang. Dari jumlah itu, yang mengalami reaktif sebanyak 488 orang. 

Disampaikan Shobirin, jumlah yang disampaikan tersebut belum semuanya melakukan Rapied Test, masih sekitar 413 orang lagi yang belum melakukannya. Dan mereka akan dilakukan dikemudian hari.

"Total se Kabupaten Merangin 9.816 orang, yang mengikuti rapid test 9.403 orang, belum mengikuti Rapied Test 413 orang dan yang reaktif 488 orang," kata Shobirin.

BACA JUGA: Covid-19 di Provinsi Jambi Bertambah 46 Orang Positif, 7 Orang Anggota KPPS 

Terhadap yang reaktif, Shobirin menyebut jika mereka yang reaktif dilakukan isolasi, mengikuti prosedur yang berlaku pada tim Gugus Tugas.

Ketika ditanya soal swab, Dia menyebut jika itu akan dikoordinasikan dengan tim gugus tugas.

"Langkah Swab dikembalikan ke kebijakan Tim Gugus Tugas Kabupaten Merangin," pungkasnya. 

Sumber: Tribunjambi.com | Editor: HZA |Merdekapost.com

Anies Perpanjang PSBB Transisi Hingga 6 Desember

PSBB DKI Jakarta kembali diperpanjang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga 6 Desember 2020. Anies kembali perpanjang PSBB transisi hingga 6 Desember (ANTARA FOTO)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Perpanjangan dilakukan selama 14 hari ke depan hingga 6 Desember 2020. Perpanjangan itu berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1100 Tahun 2020.


"Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, terhitung tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19," kata Anies dalam keterangan yang di situsjakarta.go.id, Minggu (22/11).

Dia mengatakan pihaknya dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy bila terjadi kenaikan kasus secara signifikan. Namun, berdasarkan data epidemiologis selama penerapan PSBB masa transisi dua pekan terakhir, kondisi Ibu Kota masih aman dan terkendali.

"Akan tetapi, kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu LintasPolda Metro Jaya memastikan Pembatasan Lalu Lintas dengan SistemGanjil-Genap belum berlaku pada Senin (23/11).

Hal ini menyusul dengan PSBB transisi yang juga masih diterapkan di DKI Jakarta.

"Besok Hari Senin tanggal 23 November 2020 untuk Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil- Genap (GaGe) Masih Belum Diberlakukan," demikian rilis yang disampaikam Dirlantas Polda Metro Jaya (PMJ) yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (22/11). (adz/CNNindonesia)

Melonjak Drastis, Hari ini 13 Pasien Positif Covid-19 Dikerinci

MERDEKAPOST.COM - Berdasarkan data yang dirilis (Bpbd) Percepatan Dan Penanganan Covid- 19 Provinsi Jambi, hari ini Sabtu (17/10/2020) ada penambahan 13 kasus positif Covid- 19 di Kabupaten Kerinci

13 orang warga desa balai yang sudah di rapid tes, dan hasilnya hari ini 13 orang reaktif Covid-19.

Informasi yang berhasil dilansir dari Bpbd Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi hari ini, di Kabupaten Kerinci ada tambahan sebanyak 13 kasus positif Covid-19 dengan status Riwayat pernah Kontak dengan Pasien 746, 

Selain Itu, "pasien komfirmasi Positif Covid-19 Provinsi Jambi hari ini juga terdapat dikabupaten sarolangun sebnyak 13 orang, jadi Jumlah Keseluruhan Menjadi 26 Pasien Covid-19 Hari ini diProvinsi Jambi".

Sedangkan, Update covid-19 hari ini (17/10) pasien Covid - 19 sembuh sebanyak 27 orang dengan rincian:

Sungai penuh sebanyak 1 orang, di kab. Kerinci sebanyak 4 orang, di sarolangun sebanyak 3 orang, dikota jambi sebanyak 4 orang fan muaro jambi sebanyak 15 orang.

Saat dikomfirmasi warga desa balai disekitarnya, Juga membenarkan bahwa benar hari ini terdapat 13 orang reaktif covid 19. (ald)

Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 6 dan Sembuh 8 Orang

 

Gambar Ilustrasi Covid-19

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan yang sembuh di Provinsi Jambi hari ini, Kamis (17/9/2020) kembali bertambah.

Berdasar data tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, pasien positif Covid-19 bertambah 6 orang. Sedangkan pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 8 orang.

6 tambahan pasien positif Covid-19 berasal dari Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjab Timur dan Bungo.

Lalu, 8 tambahan pasien sembuh dari Covid-19 berasal dari Batanghari, Muaro Jambi dan Bungo.

Berikut Identitas pasien positif Covid-19 :

Pasien 346 inisial SD (69) laki-laki asal Kota Jambi, riwayat hasil Screening RDT Reaktif.

Pasien 347 inisial ES (48) laki-laki asal Tanjab Timur, riwayat hasil screening RDT Reaktif.

Pasien 348 inisial SF (58) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak perjalanan Padang. Pasien ini telah meninggal dunia.

Pasien 349 inisial MIQ (33) laki-laki asal Kota Jambi, riwayat hasil screening RDT Reaktif.

Pasien 350 inisial DI (35) perempuan asal Muaro Jambi, riwayat kontak akan ditracking.

Pasien 351 inisial HW (62) laki-laki asal Kota Jambi, riwayat kontak erat pasien 155.

Sementara untuk identitas 8 pasien sembuh yakni :

Pasien 288 inisial HA (28) laki-laki asal Batanghari, riwayat hasil screening RDT Reaktif.

Pasien 301 inisial MAA (8) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak erat pasien 300.

Pasien 300 inisial FUP (48) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak perjalanan Jakarta.

Pasien 302 inisial M (39) perempuan asal Bungo, riwayat kontak erat pasien 300.

Pasien 239 inisial AK (33) laki-laki asal Batanghari, riwayat kontak erat pasien 181 dan 182.

Pasien 222 inisial DA (37) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak perjalanan Sumsel.

Pasien 156 inisial APA (33) laki-laki asal Muaro Jambi, riwayat kontak cluster Petrochina.

Pasien 284 inisial RY (43) perempuan asal Bungo, riwayat kontak perjalanan Jakarta.

Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, ke delapan pasien ini hasil uji swab dua kali hasilnya negatif.

“Delapan pasien ini dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, tetap isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan,” tutupnya. 

Sumber : Jambiseru.com | Editor: Oga Oktavora | Merdekapost.com

Pasien Positif di Jambi Bertambah 5 orang, 2 Berasal dari Kerinci


MERDEKAPOST.COM – Pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hari ini, Rabu (9/9/3020) bertambah 5 orang. Kini kasus di provinsi Jambi mencapai 308 orang.

Berdasar data tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, tambahan 5 pasien terbaru ini berasal dari Kerinci, Kota Jambi dan Batanghari.

Tambahan 5 pasien ini adalah, pasien 305 inisial SM (22) perempuan asal Kota Jambi, riwayat kontak akan ditracking.

Kemudian, pasien 306 inisial ZF (63) perempuan asal Kerinci, riwayat kontak perjalanan Palembang. Lalu, pasien 307 inisial TKD (27) perempuan asal Kerinci, riwayat kontak pasien erat 306.

Terakhir, pasien 308 inisial AM (49) perempuan asal Batanghari, riwayat kontak perjalanan Palembang (Comorbid DM dan HT). (ald)

Nadiem: Siswa, Guru, hingga Dosen Dapat Tunjangan Pulsa untuk 4 Bulan ke Depan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
MERDEKAPOST.COM - Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan pemerintah  bakal menyediakan tunjangan pulsa di sektor pendidikan. Tunjangan pulsa ini diberikan kepada siswa, guru, hingga mahasiswa untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi corona.

"Selama ini kami telah melakukan perjuangan internal di dalam pemerintah. Dan Alhamdulillah, kami dapat dukungan untuk anggaran pulsa untuk peserta didik kita di masa PJJ ini," kata Nadiem di ruang rapat Komisi IX, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

"Jadi dengan senang hati saya mengumumkan hari ini, kami mendapat persetujuan anggaran Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru mahasiswa, dosen selama tiga, empat bulan ke depan," lanjut Nadiem.

Nadiem belum merinci kapan tunjangan pulsa akan dicairkan. Namun, ia mengatakan Kemendikbud mendorong agar tunjangan pulsa bagi siswa, dosen, hingga mahasiswa bisa segera cair.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga mengucapkan terima kasih kepada Menkeu Sri Mulyani karena sudah mengabulkan permintaan Kemendikbud menyediakan anggaran soal tunjangan pulsa.

"Saya tidak akan berhenti di sini. Alhamdulillah janji saya pulsa tercapai. Tim Kemendikbud saya apresiasi, terutama Ibu Menkeu. Eselon 1 Kemenkeu yang telah bekerja keeas mengamankan anggaran ini dari dana cadangan kita," tutur dia.

Selain tunjangan pulsa, Nadiem menyebut Kemendikbud juga sudah mengamankan tunjangan profesi dosen sebesar Rp 1,7 triliun. (red)

Sumber : Kumparan

Pasien Positif Covid-19 di Tebo Meninggal Dunia

MERDEKAPOST.COM - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo meninggal dunia pagi Jumat (21/8).

Meninggalnya pasien tersebut dibenarkan oleh Gugus Tugas Penangangan Covid-19, Dr Riana Elizabeth, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Tebo.

“Benar Ny. S (21) warga Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo – Jambi, meninggal dunia pagi ini di ruang isolasi Covid RSUD STS Tebo dan sudah dimakamkan menggunakan protokoler Covid,”tutur Riana kepada Jambiseru.com (media partner Merdekapost.com).

Perlu diketahui bahwa sebelumnya S yang tengah hamil 6 bulan memiliki perjalanan dari Palembang. Pasien positif corona diduga telah menularkan virus tersebut ke salah satu petugas kesehatan dan Ibu mertuanya.

Antoni Faksi Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Tebo mengatakan bahwa proses pemakaman pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah selesai dilakukan.

“Alhamdulillah proses pemakaman sudah selesai dilaksanakan, terimakasih atas kerjasama warga setempat, aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP yang sudah membantu prosesi pemakamannya, tadi yang gali lobang wargalah, tapi untuk proses pemakaman dilanjutkan oleh petugas kita sesuai Protokoler Covid-19,”tutup Antoni Faksi. (red)

Kerinci - Sungai Penuh Masih Zona Kuning, Hanya Merangin yang Zona Hijau Covid-19

Update data gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. (doc/ist)
MERDEKAPOST.COM - Penyebaran kasus virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi kian melonjak. Namun, hanya Kabupaten Merangin satu-satunya wilayah yang masuk zona hijau.

Berdasarkan peta risiko Covid-19 Kab/Kota di Provinsi Jambi periode 10-16 Agustus 2020, Kabupaten Merangin masuk dalam wilayah hijau. Yang artinya wilayah hijau yakni zona tidak terdampak.

Lalu, untuk 10 kabupaten-kota lainnya masuk dalam zona kuning. Zona kuning yang dimaksud zona resiko rendah.

Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, setiap Kabupaten-Kota di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan kegiatan 4T (Tracing, Tracking, Testing dan Treatment) di seluruh wilayah, penguatan sistem surveilans dan sistem pelayanan kesehatan.

Lalu, penguatan, sinergi dan koordinasi seluruh anggota Gugus tugas Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Tetap memperhatikan aturan/syarat dalam persiapan penerapan AKB supaya tetap aman dan produktif bagi seluruh masyarakat,” kata Johan kepada Jambiseru.com (media partner Merdekapost.com).

Johan menambahkan, peningkatan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala dengan sanksi tindak yang tegas bagi yang melanggar/tidak sesuai dengan aturan yang berlaku (memperhatikan Inpres no 6/2020, red).

“Setiap wilayah Kabupaten/Kota memperhatikan hasil pemetaan risiko wilayah sesuai dengan aturan yang berlaku, memaksimalkan upaya-upaya pencegahan penularan baru,” ujarnya.

“Bagi Kabupaten/Kota zona hijau/kuning agar tetap waspada terhadap penularan baru dengan melakukan penjagaan pada semua perbatasan, pembatasan perjalanan, isolasi dan ketat dalam penerapan protokol kesehatan, meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat serta meningkatkan surveilans aktif,” tutupnya.

Sementara, berdasar peta sebaran Covid-19 gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Kamis (20/8/2020), tercatat, Suspek sebanyak 76 kasus, Sembuh sebanyak 126, Kematian 4, Konfirm 250, Spesimen 97 orang.

Bisa dilihat dari rincian sebaran corona di Provinsi Jambi, Update per 20 Agustus 2020 :

Kota Jambi

Suspek : 27

Konfirm : 74

Sembuh : 35

Kematian : 1

Sarolangun

Suspek : 24

Konfirm : 10

Sembuh : 3

Kematian : 0

Batanghari

Suspek : 4

Konfirm : 40

Sembuh : 14

Kematian : 1

Merangin

Suspek : 0

Konfirm : 21

Sembuh : 21

Kematian : 0

Sungai Penuh

Suspek : 8

Konfirm : 26

Sembuh : 15

Kematian : 0

Kerinci

Suspek : 2

Konfirm : 5

Sembuh : 2

Kematian : 1

Bungo

Suspek : 1

Konfirm : 7

Sembuh : 4

Kematian : 0

Tebo

Suspek : 2

Konfirm : 7

Sembuh : 4

Kematian : 0

Muaro Jambi

Suspek : 3

Konfirm : 23

Sembuh : 14

Kematian : 1

Tanjung Jabung Barat

Suspek : 4

Konfirm : 29

Sembuh : 10

Kematian : 0

Tanjung Jabung Timur

Suspek : 1

Konfirm : 8

Sembuh : 4

Kematian : 0

(red)

Pasien Positif Corona Bertambah 7 di Jambi

MERDEKAPOST.COM - Juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah membenarkan atas penambahan 7 pasien positif terbaru hari ini, Jumat (14/8/2020).

Kepada Jambiseru.com (media partner Merdekapost.com) Johan menyebutkan, ke enam pasien ini berasal dari Kabupaten Bungo,  Kota Jambi, Batanghari dan Tanjab Barat.

"3 dari Kota Jambi, 1 dari Batanghari, 2 dari Bungo dan satu dari Tanjab Barat," kata Johan.

Berikut identitas 7 pasien positif corona hari ini:

Pasien 216 inisial BQ (64) laki-laki asal Batanghari, riwayat akan dilakukan tracking.

Pasien 217 inisial SNK (15) perempuan asal Kota Jambi, riwayat kontak erat pasien 196.

Pasien 218 inisial HA (33) laki-laki asal Tanjung Jabung Barat, riwayat kontak cluster PetroChina.

Pasien 219 inisial EL (35) laki-laki asal Kota Jambi, riwayat kontak cluster PetroChina.

Pasien 220 inisial MS (39) laki-laki asal Kota Jambi, riwayat kontak cluster PetroChina.

Pasien 221inisial MF (17) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak perjalanan dari Sumatera Selatan.

Pasien 222 inisial DA (37) laki-laki asal Bungo, riwayat kontak perjalanan dari Sumatera Selatan.

(red)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs