Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti Alam Kerinci

Oleh: Iqbal Adi Guna

Bumi Sakti Alam Kerinci sedang menghadapi ancaman ekologis yang tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Di balik keindahan bentang alam Kerinci yang selama ini dikenal dengan kekayaan hutan, sungai, dan keanekaragaman hayatinya, kini muncul tekanan baru berupa masuknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Persoalan PETI di Kerinci harus dilihat sebagai ancaman yang sedang memasuki tahap awal. Kerinci bukan wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan sejarah panjang aktivitas pertambangan emas ilegal berskala besar. Karena itu, masuknya aktivitas PETI ke wilayah Kerinci tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa yang dapat dibiarkan berkembang.

Sebuah persoalan lingkungan tidak selalu dimulai dengan kerusakan besar yang langsung terlihat. Banyak kerusakan ekologis bermula dari aktivitas yang pada awalnya dianggap kecil, kemudian berkembang karena tidak ada upaya pencegahan yang serius. Ketika sebuah aktivitas telah mengubah bentang alam, membuka kawasan hutan, dan mengganggu sistem sungai, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada hari ini, tetapi juga akan menjadi beban bagi generasi berikutnya.

Aktivitas PETI di wilayah Sungai Penetai, Desa Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, menjadi salah satu gambaran bagaimana tekanan tersebut mulai muncul di wilayah Kerinci. Persoalan ini bukan sesuatu yang baru. Pada November 2022, operasi terpadu Polres Kerinci di aliran Sungai Penetai mengamankan empat orang yang diduga melakukan aktivitas PETI. Sebelumnya, masyarakat juga telah melaporkan adanya alat berat yang masuk menuju kawasan tersebut.

Fakta bahwa aktivitas serupa kembali ditemukan menunjukkan bahwa PETI bukan lagi sekadar kejadian sesaat. Ada ancaman yang harus diperhatikan agar aktivitas tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi Kerinci.

Kekhawatiran ini semakin besar karena wilayah tersebut berada dalam bentang ekologis Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kawasan konservasi yang memiliki arti penting tidak hanya bagi Kerinci, tetapi juga bagi dunia.

TNKS merupakan bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 2004. Bersama Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, kawasan ini menjadi salah satu benteng terakhir hutan hujan Sumatra yang memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan berbagai spesies dan keseimbangan ekosistem.

Namun, bagi masyarakat Kerinci, TNKS bukan hanya tentang status kawasan konservasi atau pengakuan internasional. TNKS memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat melalui fungsi ekologisnya dalam menjaga sumber air, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan ruang hidup.

Karena itu, ketika aktivitas PETI masuk ke wilayah yang memiliki fungsi ekologis penting, persoalannya tidak lagi hanya tentang aktivitas pertambangan tanpa izin. Persoalannya adalah bagaimana Kerinci menghadapi tekanan terhadap wilayahnya sendiri.

Data kerusakan menunjukkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Analisis Forest Watch Indonesia (FWI) berdasarkan titik lokasi pertambangan emas di wilayah Batang Merangin menemukan sekitar 105 hektare kawasan hutan taman nasional telah mengalami kerusakan. Mayoritas bukaan tersebut berada di Daerah Aliran Sungai Penetai.

Selain itu, data KKI Warsi berdasarkan citra satelit Sentinel-2 menunjukkan adanya peningkatan bukaan hutan akibat aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan yang tersebar di Kerinci, Merangin, dan Bungo. Luasan tersebut tercatat meningkat dari sekitar 572 hektare pada 2022 menjadi sekitar 699 hektare pada 2023.

Angka tersebut bukan hanya sekadar statistik. Setiap hektare hutan yang terbuka menggambarkan adanya perubahan terhadap kondisi ekologis yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Aktivitas PETI juga memberikan dampak terhadap kondisi sungai. Di Sungai Penetai, laporan lapangan menggambarkan adanya pembukaan vegetasi di sekitar sungai, perubahan alur sungai, runtuhnya tebing akibat pengerukan, serta meningkatnya kekeruhan air akibat material lumpur dari aktivitas pertambangan.

Padahal, sungai bukan hanya jalur air yang mengalir dari hulu ke hilir. Sungai merupakan bagian dari sistem kehidupan masyarakat dan menjadi habitat bagi berbagai jenis organisme, termasuk ikan semah yang memiliki nilai ekologis dan budaya bagi masyarakat Kerinci.

Kerusakan lingkungan tidak pernah berhenti pada satu titik. Perubahan yang terjadi di kawasan hulu akan memberikan pengaruh terhadap wilayah di bawahnya. Ketika hutan kehilangan fungsinya dan sungai mengalami tekanan, masyarakat yang bergantung pada lingkungan tersebut menjadi pihak yang akan menerima dampaknya.

Penulis melihat bahwa masuknya aktivitas PETI ke Kerinci harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kerinci tidak boleh menjadi wilayah yang baru bertindak setelah kerusakan terjadi secara luas.

Dalam perspektif pengelolaan lingkungan, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih penting dibandingkan pemulihan. Sebab, tidak semua kerusakan ekologis dapat dikembalikan seperti kondisi semula.

Sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK), penulis berpandangan bahwa persoalan PETI di Kerinci harus ditempatkan sebagai persoalan perlindungan wilayah. Kerinci tidak boleh menjadi ruang baru bagi berkembangnya aktivitas yang berpotensi meninggalkan kerusakan ekologis.

Sikap kritis terhadap PETI bukanlah sikap yang ditujukan kepada masyarakat tertentu. Yang menjadi perhatian adalah aktivitas pertambangan ilegal yang masuk ke wilayah Kerinci dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat Kerinci.

Sebab, ketika kerusakan terjadi, dampaknya akan tetap berada di Kerinci. Hutan yang terbuka berada di Kerinci, sungai yang terdampak berada di Kerinci, dan masyarakat Kerinci yang akan menghadapi konsekuensinya.

Hari ini kita berbicara untuk mempertahankan Kerinci dari PETI. Bukan karena kita sedang berbicara tentang penolakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam, tetapi karena ada batas yang harus dijaga ketika sebuah aktivitas mulai mengancam keberlanjutan wilayah.

Kerinci tidak boleh menunggu sampai kerusakan menjadi luas untuk kemudian bergerak. Banyak persoalan lingkungan menjadi besar karena pada tahap awal dianggap kecil dan dibiarkan berkembang.

Penulis meyakini bahwa menjaga Kerinci bukan hanya tentang mempertahankan hutan dan sungai, tetapi tentang menjaga identitas, ruang hidup, dan masa depan masyarakat Kerinci. Jika hari ini kita membiarkan aktivitas PETI berkembang tanpa sikap yang jelas, maka persoalan tersebut bukan lagi menjadi beban hari ini saja, tetapi akan menjadi warisan masalah bagi generasi Kerinci berikutnya.

Kerinci adalah wilayah yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan sejarah yang harus dijaga. Karena itu, ketika ancaman mulai masuk, maka sikap yang dibutuhkan bukan menunggu, tetapi bertindak sebelum kerusakan menjadi lebih luas.*

*Penulis adalah Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK)

Dukung Perluasan Lahan Perkebunan Kopi di Kayu Aro, Monadi Bidik Kopi Kerinci Berkualitas

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut ditandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu merupakan bagian dari perluasan tanaman kopi Arabika dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pada tahap pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 320 hektare, dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika seluas 650 hektare pada 2026. Sebanyak 42 kelompok penerima manfaat turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Kegiatan diawali arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengembangan dan hilirisasi kopi yang dimulai dari sektor hulu.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tersebut. Menurutnya, program perluasan kopi bukan sekadar menambah luas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Monadi menilai Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk menghasilkan kopi berkualitas. Selain Arabika, Pemkab Kerinci juga mengembangkan Robusta dan Liberika.

Namun, Bupati menegaskan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam.

Pemkab Kerinci mendorong penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari bibit berkualitas, budidaya, pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, produktivitas, pascapanen, peningkatan mutu, pemasaran hingga pengembangan produk olahan.

Dengan pola tersebut, komoditas kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci sebagai salah satu upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan bahwa kualitas produk dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi. Peluang pasar domestik maupun ekspor perlu dimanfaatkan dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Edi Purwanto Turun ke Lokasi Kebakaran, Upayakan Rumah Khusus Untuk Warga Bungo

Monadi juga berpesan kepada kelompok penerima manfaat agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta petunjuk teknis.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui perluasan 650 hektare tanaman kopi Arabika, Pemkab Kerinci berharap produksi kopi berkualitas terus meningkat dan berdampak terhadap pendapatan petani serta perekonomian daerah.

Lebih jauh, pemerintah daerah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas, kebanggaan dan salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika.

Dengan tanam perdana ini, Kerinci mulai memperkuat langkah membangun industri kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah.(Adz)

Kabut Asap Makin Pekat, Direktur RSUD Mayjen H.A Thalib Ajak Masyarakat Kerinci & Sungai Penuh Pakai Masker


 Merdekapost.com | Sungai Penuh, (08/09/2026) – Kondisi kualitas udara di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kian memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut beberapa waktu terakhir. Merespons situasi ini, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A Thalib, dr. Rofi Irman, Sp.PD, Cht. FINASIM, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan resminya, dr. Rofi Irman mengajak warga Kerinci dan Sungai Penuh untuk kembali meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan pernapasan. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kesehatan kita adalah aset yang paling berharga. Saat ini kita sedang dilanda kabut asap, dan ini sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan," ujar dr. Rofi.

Lebih lanjut, dokter spesialis penyakit dalam tersebut menjelaskan bahwa partikel mikro yang terkandung dalam asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat berbahaya jika terhirup. Dampaknya bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru kronis.

"Oleh karena itu, saya mengimbau dan mengajak mari seluruh masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh untuk bersama-sama memakai masker kembali. Ini adalah langkah pencegahan paling sederhana dan efektif untuk melindungi diri kita sendiri dan keluarga dari paparan asap berbahaya," tegasnya.

Selain penggunaan masker, pihak rumah sakit juga menyarankan masyarakat untuk:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
  • Memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu detoksifikasi tubuh.
  • Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk persisten, atau nyeri dada.

RSUD Mayjen H.A Thalib berkomitmen untuk terus siaga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. 

Mari kita jaga kesehatan bersama dengan selalu disiplin memakai masker saat kondisi udara tidak sehat.(Kai)

Kejari Sungai Penuh Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp1,5 Miliar di Desa Tebing Tinggi Danau Kerinci

Kejari Sungai Penuh Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp1,5 Miliar di Desa Tebing Tinggi Danau Kerinci.(Ist)

SUNGAI PENUH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi dan penggelapan Alokasi Dana Desa (ADD) serta Dana Desa (DD) di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Danau Kerinci. 

Diduga kuat, penyimpangan pengelolaan keuangan desa tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp1,5 miliar.

Proses penanganan perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyelidikan yang serius oleh tim pidana khusus bersama Seksi Intelijen Kejari Sungai Penuh. 

Dari informasi yang beredar Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Robi Harianto,S.,S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Roby Novan Ronar, S.H dan jajarannya telah mengumpulkan berbagai alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi terkait alur penggunaan anggaran di desa tersebut.

Kerugian Negara Capai Rp1,5 Milyar

Dari hasil pemeriksaan dan audit internal, ditemukan indikasi kuat adanya penyalahgunaan wewenang, kegiatan fiktif, serta penggelapan dana yang seharusnya disalurkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tebing Tinggi.

Kasi Intelijen Kejari Sungai Penuh Roby Novan Ronar, S.H

Dikatakannya, "Tim penyelidik dan Intelijen telah bekerja maksimal dalam mengusut tuntas aliran dana ini". 

"Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar," ujar pihak Kejari Sungai Penuh.

Kejari Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk penyelewengan Dana Desa tanpa tebang pilih. 

Dalam waktu dekat, pihak kejaksaan menjadwalkan penetapan pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh menegaskan untuk desa-desa yang tidak mengembalikan temuan dari hasil audit maka akan di tindak tegas

"Desa-desa yang tidak mengembalikan hasil audit akan kami Tindak tegas, hal ini akan kami buktikan pada desa Tebing Tinggi Kecamatan Danau Kerinci". Pungkas Kajari.(Red)

Soni Indra Kembali Pimpin KAHMI Kerinci-Sungai Penuh, Musda Bentuk Tim Persiapan KAHMI Kerinci

Soni Indra Kembali Pimpin KAHMI Kerinci-Sungai Penuh, Musda Bentuk Tim Persiapan KAHMI Kerinci.(Ist)

MERDEKAPOST.COM | SUNGAI PENUH – Soni Indra kembali dipercaya memimpin Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kerinci-Sungai Penuh untuk periode 2026-2031.Keputusan itu ditetapkan melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Sabtu (5/9/2026).

Selain menetapkan ketua umum untuk periode lima tahun ke depan, forum musyawarah tersebut juga menghasilkan keputusan strategis terkait rencana pembentukan KAHMI Kerinci sebagai organisasi yang berdiri secara terpisah dari KAHMI Kerinci-Sungai Penuh.

Dalam proses pemilihan, Soni Indra kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum KAHMI Kerinci-Sungai Penuh secara aklamasi.

Baca Juga: Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Untuk mendukung proses penyusunan kepengurusan periode 2026-2031, Musda menetapkan Hutri Randa dan Badar Khumaira sebagai anggota formatur.

Keduanya diberikan mandat untuk membantu menyusun struktur kepengurusan KAHMI Kerinci-Sungai Penuh untuk lima tahun mendatang.

Salah satu keputusan penting lainnya adalah pembentukan tim persiapan KAHMI Kerinci. Tim tersebut beranggotakan tujuh senior KAHMI yang ditugaskan menyiapkan berbagai kebutuhan dan tahapan pembentukan organisasi KAHMI Kerinci secara terpisah.

Ketujuh senior tersebut yakni:

1. Nani Efendi

2. Martono

3. Norzal Hadi

4. Saprial

5. Pebi Julianto

6. Fengki Efniza

7. Hairul Anwar

Pembentukan tim ini menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti rencana pemisahan struktur KAHMI Kerinci-Sungai Penuh. Proses tersebut selanjutnya akan berjalan melalui mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Mashuri mengingatkan seluruh peserta agar menjaga suasana musyawarah tetap kondusif dan mengutamakan soliditas organisasi.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat merusak hubungan antarsesama alumni HMI.

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Gelar Lelang Jabatan 5 posisi JPT Pratama, Ini Daftar dan Syaratnya

Terkait rencana pembentukan KAHMI Kerinci, Mashuri menyatakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan organisasi.

Dengan demikian, keputusan Musda terkait pembentukan KAHMI Kerinci masih menjadi tahap awal dan perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Musda ke-IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh berlangsung cukup panjang dan dinamis. Sejumlah agenda dibahas melalui sidang pleno yang dipimpin Martono, didampingi Saprial dan Badar Khumaira.

Perbedaan pandangan mewarnai jalannya persidangan. Peserta menyampaikan berbagai usulan, pandangan, hingga argumentasi dalam membahas sejumlah agenda organisasi.

Baca Juga: Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, IMKK Jenguk Korban Kebakaran Salurkan Bantuan Uang dan Sembako

Dinamika tersebut membuat beberapa pembahasan berlangsung cukup alot. Kendati demikian, seluruh agenda tetap dilanjutkan hingga forum mencapai keputusan.

Musda akhirnya ditutup menjelang waktu Magrib setelah seluruh rangkaian pembahasan dan agenda persidangan diselesaikan.

Hasil Musda ke-IV ini sekaligus menjadi pijakan bagi keberlanjutan kepemimpinan KAHMI Kerinci-Sungai Penuh di bawah Soni Indra untuk periode 2026-2031. Di sisi lain, pembentukan tim persiapan KAHMI Kerinci menandai dimulainya tahapan baru menuju pembentukan organisasi KAHMI Kerinci secara terpisah. (*)

Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi


Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta benda Habis Dilalap Sijago Merah, Toby Arif Munandar: Semua Ludes Tak Terselamatkan! GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kebakaran hebat yang terjadi tengah malam tadi sekira pukul 11.45 WIB (Selasa, 01/09) betul-betul menghabiskan satu unit rumah dua lantai (semi permanen) milik Ibu Murni (orang tua  dari Toby Arif Munandar) yang berlokasi di Desa Kemantan Tinggi Kecamatan Air hangat Timur Kabupaten Kerinci.

Meskipun sebelumnya, diketahui pada Selasa (01/09) sore hingga menjelang Maghrib hujan lebat mengguyur Desa Kemantan dan sekitarnya.

Namun, ditengah keheningan malam dengan cuaca dingin, sekira pukul 11.30 tiba-tiba warga terkejut mendengar adanya teriakan meminta pertolongan, kebakaran,,, kebakaran,,, Hal ini sontak membuat warga berhamburan keluar rumah untuk melakukan pertolongan 

Api membesar begitu cepat, warga terlihat berjibaku melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya

Hingga sekira pukul 11.45 WIB armada dari Damkar terlihat sudah sampai dilokasi dan setidaknya ada 3 armada dikerahkan memadamkan kobaran api yang semakin membesar

Rumah semi permanent milik Ibu Murni berada dikawasan yang padat penduduk dan berjarak sangat rapat dengan rumah-rumah lainnya

Tim Damkar Kerinci dibantu masyarakat dan aparat setempat akhirnya bisa berhasil memadamkan kobaran api dan menghindarkan rumah-rumah tetangga tersulut dari amukan sijago merah, meskipun rumah beserta barang-barang berharga milik orang tua Toby tidak bisa terselamatkan.

Informasi sementara yang dihimpun, Ibu (pemilik rumah) dan salah seorang anaknya dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian kaki. 

Korban (Saudara perempuan) dari Toby Arif Munandar menderita luka bakar serius dan butuh perawatan medis

Dugaan Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Meskipun belum ada informasi resmi dari pihak terkait, namun dilihat dari kondisi dilokasi kebakaran, rumah dua lantai semi permanent berikut barang-barang berharga didalamnya ludes semua terbakar tak terselamatkan

Dan diperkirakan kerugian bisa mencapai Ratusan Juta Rupiah

hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut. 

GP Ansor dan IKA PMII Open Donasi

Untuk membantu salah seorang kadernya yang sedang tertimpa musibah, GP Ansor Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta IKA PMII Kerinci Sungai Penuh melaksanakan Open Donasi.

Menghimbau kepada seluruh kader serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota SUngai Penuh untuk ikut berempati membantu meringankan beban keluarga yang ditimpa musibah kebakaran.

Adapun donasinya bisa disalurkan melalui Rekening sebagai berikut:



Semoga dengan sedikit bantuan kita semua, akan turut membantu beban keluarga korban, AMin ya Robbal Alamin. (HZA)

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

KERINCI – Kemunculan dua ekor beruang di kawasan permukiman warga Desa Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, memicu keresahan masyarakat. Satwa liar yang dilindungi tersebut dilaporkan sudah beberapa kali masuk ke ladang hingga merusak tanaman dan bahkan membuka rumah warga.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil merekam kemunculan beruang tersebut dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Menurut keterangan warga, kemunculan beruang bukan hanya sekali terjadi. Dalam sepekan terakhir, satwa tersebut dilaporkan sudah beberapa kali terlihat berkeliaran di area perkebunan yang dekat dengan permukiman.

“Dalam minggu ini sudah dua kali kehadiran beruang,” ujar salah seorang warga dalam rekaman video.

Warga juga menyebutkan bahwa jumlah beruang yang muncul diperkirakan lebih dari satu ekor. Bahkan, dalam kejadian terbaru terlihat dua ekor beruang berada di ladang masyarakat.

“Terlihat dua ekor beruang di perkebunan warga, kami minta dinas terkait segera turun tangan,” ungkap Refsanjani, seorang petani setempat.

Selain merusak tanaman, keberadaan beruang juga dilaporkan sempat membuka rumah warga, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi bahaya yang bisa terjadi.

Diduga, kemunculan satwa liar ini dipicu oleh berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya, sehingga beruang turun ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Warga Desa Koto Baru Hiang berharap pihak berwenang, khususnya BKSDA, segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Langkah seperti pemasangan perangkap atau evakuasi satwa dinilai perlu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi kemunculan beruang. (*)

Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, Bupati Monadi Pimpin Warga Bersihkan Sungai Siulak Mukai

KERINCI - Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dengan aksi nyata. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, turun langsung bersama masyarakat melaksanakan aksi bersih sungai di wilayah Kecamatan Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

Dengan semangat gotong royong, Bupati Monadi bersama Kadis Lingkungan Hidup Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., Camat Siulak Mukai, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sungai.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang mengisi kemerdekaan dengan kepedulian dan aksi nyata untuk daerah dan lingkungan.

Mari jaga sungai, jaga lingkungan, dan terus hidupkan semangat gotong royong demi Kerinci yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs