7 Bandara Lumpuh akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, 15 Penerbangan di Jambi Batal

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan penerbangan di sejumlah bandara dan berdampak pada 15 penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(Adz| Ist | AI) 

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) semakin meluas hingga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki.

Kondisi tersebut berdampak terhadap jalur penerbangan dan membuat sejumlah bandara di wilayah Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Lampung melakukan penyesuaian operasional.

Sedikitnya tujuh bandara melakukan penutupan sementara atau closed demi alasan keselamatan penerbangan.

BACA JUGA: 

Dilema Penegakan Hukum Karhutla: Antara “Kasihan Rakyat Kecil”, “Segera Hukum Perusahaan”, dan Tanggung Jawab Negara

Bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK) yang ditutup pukul 02.08 hingga 13.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pukul 07.20 hingga 14.00 WIB, serta Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) pukul 04.18 hingga 14.00 WIB.

Selanjutnya, Bandara Husein Sastranegara (BDO) ditutup pukul 12.07 hingga 16.00 WIB, Bandara Budiarto Curug (RTO) pukul 06.48 hingga 13.30 WIB, Bandara Pondok Cabe (PCB) pukul 10.05 hingga 14.00 WIB, dan Bandara Taufik Kiemas (TFY) pukul 11.30 hingga 15.00 WIB.

Gangguan penerbangan tersebut turut berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sebanyak 15 penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan hampir seluruh penerbangan yang terjadwal pada hari ini mengalami pembatalan.

"Semua penerbangan di-cancel, kecuali ke Jogja," kata Ardon, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Berdasarkan data pembaruan Bandara Sultan Thaha Jambi pukul 10.58 WIB, terdapat tujuh penerbangan kedatangan (arrival) dan delapan penerbangan keberangkatan (departure) yang dibatalkan.

Untuk penerbangan kedatangan, seluruhnya merupakan rute Jakarta (CGK)-Jambi (DJB).

Penerbangan yang dibatalkan yakni QG 960, ID 6804, GA 126, IU 842, GA 128, QG 966, dan IU 840.

Sementara itu, untuk penerbangan keberangkatan dari Jambi menuju Jakarta, delapan penerbangan juga dinyatakan batal.

Masing-masing yakni ID 6807, QG 961, ID 6805, GA 127, IU 843, GA 129, QG 967, dan IU 841.

Pembatalan penerbangan tersebut berkaitan dengan kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) setelah adanya erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap jalur penerbangan.

Dalam laporan Bandara Sultan Thaha Jambi, juga tercatat telah diterbitkan NOTAM A3346/26 NOTAMN yang menyatakan Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga pukul 13.30 WIB.

Baca Juga: Siapa Dalang Dibalik Aktivitas PETI Beralat Berat di Pulau Baru? Nama Bur dan Anton Muncul dari Keterangan Warga

Meski demikian, Ardon memastikan masih terdapat penerbangan yang tetap beroperasi, yakni penerbangan dengan tujuan Yogyakarta.

"Kecuali ke Jogja," ujarnya.

Selain mengganggu aktivitas penerbangan, sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga disertai fenomena alam sekunder berupa petir vulkanik dan gangguan magnet bumi.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi penerbangan dan informasi terbaru terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.(Adz)

Sambut HUT RI ke-81, Bandara Depati Parbo Kerinci Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah

Sambut HUT RI ke-81, Bandara Depati Parbo Kerinci Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah.(Kolase/Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Depati Parbo Kerinci menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan kemanusiaan yang mengusung tema kepedulian sesama ini diikuti oleh segenap jajaran pegawai dan staf di lingkungan Bandara Depati Parbo. 

Rangkaian acara meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek kesehatan mata, pemeriksaan medis umum, hingga pendonoran darah.

Kepala UPBU Depati Parbo, menjadi pendonor pertama yang mendonorkan darahnya dalam aksi sosial tersebut. 

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, DWP Provinsi Jambi Gelar Senam Bersama dan Gerakan Peduli Lingkungan

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk teladan serta ajakan nyata kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya dalam membantu ketersediaan stok darah.

"Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial jajaran Bandara Depati Parbo dalam mengisi HUT Kemerdekaan RI ke-81. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Rahmat Subhan Fajri ,S.K.,M.M di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan bakti sosial ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia.(ADZ)

Harga Tiket Pesawat Bungo-Jakarta bersama Batik Air Rp1,5 Jutaan, Terbang Setiap Hari

MUARA BUNGO, MERDEKAPOST.COM - Mulai 15 Juni 2026, Batik Air membuka penerbangan langsung Muara Bungo-Jakarta.

Hal ini untuk menghadirkan perjalanan yang lebih cepat, praktis, dan nyaman menuju salah satu wilayah strategis di Provinsi Jambi.

Hadirnya rute ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat untuk perjalanan bisnis, aktivitas pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga kunjungan keluarga. 

Berikut jadwal pesawat rute Bandara Muara Bungo (BUU) Jambi menuju Bandara Soekarno Hatta (CKG) pada Juni 2026, dilansir dari Traveloka pada 15 Juni 2026.

Batik Air

Selasa, 16 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.514.800

Rabu, 17 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.447.800

Kamis, 18 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.514.800

Jumat, 19 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.514.800

Sabtu, 20 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.514.800

Minggu, 21 Juni 2026

14:05 - 15:35 WIB, harga tiket Rp1.514.800

Nam Air

Rabu, 17 Juni 2026

16:25 - 18.00 WIB, harga tiket Rp1.360.400

Kamis, 18 Juni 2026

16:25 - 18.00 WIB, harga tiket Rp1.419.700

Jumat, 19 Juni 2026

16:25 - 18.00 WIB, harga tiket Rp1.419.700

Minggu, 21 Juni 2026

16:25 - 18.00 WIB, harga tiket Rp1.419.700

(adz/red)

Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Akses Jalan Utama Lewat Desa Agung Koto Iman

KERINCI – Kabupaten Kerinci memasuki babak baru dalam layanan transportasi udara. Sejak 1 April 2026, operasional penerbangan di Bandara Depati Parbo resmi di pusatkan di terminal baru yang telah mulai difungsikan penuh.

Perubahan ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi penumpang. Seluruh aktivitas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, kini tidak lagi di lakukan di terminal lama.

Seluruh Layanan Pindah ke Terminal Baru

Kepala Bandara Depati Parbo, Ramadan Subhan, memastikan bahwa seluruh operasional telah di alihkan sepenuhnya. Ia menegaskan tidak ada lagi aktivitas penerbangan di terminal lama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak keliru lokasi saat hendak bepergian. Penumpang di minta langsung menuju terminal baru sesuai jadwal penerbangan agar tidak tertinggal pesawat.

Baca Juga: Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik Pasca Idul Fitri

Perpindahan ini sudah di sosialisasikan secara bertahap, namun pihak bandara tetap mengimbau agar calon penumpang lebih teliti terhadap informasi terbaru.

Akses Baru dan Imbauan untuk Penumpang

Terminal baru Bandara Depati Parbo dapat di akses melalui Jalan Raya Desa Agung Koto Iman, Kecamatan Tanah Cogok. Untuk membantu pengguna jasa, pengelola bandara telah memasang berbagai petunjuk arah di sejumlah titik strategis menuju lokasi.

Penumpang juga di sarankan datang lebih awal dari jadwal keberangkatan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat penyesuaian lokasi baru, sekaligus memberi waktu lebih untuk proses check-in dan pemeriksaan.

Keberadaan terminal baru ini membawa harapan besar terhadap peningkatan kenyamanan. Fasilitas yang lebih modern di harapkan mampu mendukung kelancaran arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Juga :  

Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bupati Fadhil Tekankan Penguatan Potensi Unggulan Daerah

Di sisi lain, pengembangan bandara seperti ini juga menjadi indikator pertumbuhan wilayah. Infrastruktur transportasi udara yang lebih baik biasanya beriringan dengan peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Kerinci sendiri di kenal dengan potensi wisata alamnya yang kuat, mulai dari kawasan pegunungan hingga danau. Dengan fasilitas bandara yang lebih representatif, akses menuju daerah ini di perkirakan akan semakin mudah di jangkau wisatawan.

Langkah modernisasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konektivitas daerah terus di perkuat. Bagi masyarakat setempat, kehadiran terminal baru bukan hanya soal kenyamanan perjalanan, tetapi juga peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.(Adz)

Sawah Warga 4 Desa di Tanco Terbengkalai, Akibat Irigasi Tersumbat Material Proyek Jalan Bandara, Kontraktor dan Pihak Bandara Diam!

Sawah warga di Tanco Terbengkalai sudah tiga kali musim tanam, Akibat Irigasi Tersumbat, Warga Minta Kontraktor Jalan Bandara Bangun Box Culvert.(istimewa)

Kerinci | Merdekapost.com – Pekerjaan pembangunan jalan masuk menuju bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi menimbulkan masalah serius bagi masyarakat sekitar. 

Warga empat desa yakni Agung Koto Iman, Koto Iman, Koto Salak dan Koto Petai mengeluhkan aliran irigasi yang tersumbat akibat aktivitas proyek tersebut. 

Saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan utama sawah di empat desa itu, kini tertutup material timbunan yang runtuh dan tanah galian dari proyek serta sampah. 

Berita Terkait:

Baca Juga: Proyek Jalan Bandara Kerinci Sebabkan Irigasi Tersumbat, Petani Empat Desa Terdampak

Baca Juga: Proyek Bandara Depati Parbo Kerinci, PPK-nya Istri, Pengawas diduga Suaminya, PERADAN: Pantas dari Awal Spek-nya Banyak Masalah"
 Polemik yang memprihatikan ini juga viral dimedia sosial, sebagaimana ditulis salah satu akun facebook @saudinkoim

"Sangat menyesalkan pembangunan yang tidak mempertimbangan kepentingan dan kebutuhan petani,irigasi sangat vital untuk mendukung pertanian tapi berdampak buruk jika dibangun seperti ini ....apa lagi jika jalan ini dipagar kiri dan kanan akan menutup akses petani ... jangan salah rakyat jika ada gejolak dan kegaduhan yg terjadi🙏". tulis saudinkoim

"Kondisi sawah jadi kering hingga Puluhan hektar sawah jadi gagal digarap..ulah proyek yg tidak memperhatikan kepentingan petani..."

"tokoh masyarakat dn aparat desa sdh berkirim surat secara baik² kpd yg pihak terkait. meminta untuk dibangun boxculver yg memadai namun jawabannya masih terawang awang dn sangat mengecewakan..." Ujarnya lagi

Puluhan hektar hamparan sawah masyarakat 4 desa yang terbengkalai tidak bisa digarap.(Doc.istimewa)

"Sudah tiga kali musim tanam warga tidak bisa menggarap sawah". Ujar Safdi seorang warga Koto Iman

"puluhan dan mungkin ratusan hektar sawah warga 4 desa terbengkalai karena tidak ada air". tambahnya lagi

Harapan kami sederhana sekali, tolong perhatikan 'periuk nasi' kami, karena sawah itu adalah sumber pendapatan kami untuk hidup

Baca Juga: 

Diduga Sarat Korupsi, Proyek Bandara Depati Parbo Dilaporkan ke Kejagung

Agar Sawah Bisa Digarap dan Irigasi Lancar, Warga dan Lembaga Adat 4 Desa Desak Kontraktor Jalan Bandara Bangun Box Culvert

Menurutnya, Lembaga adat, pemerintah desa bersama masyarakat 4 desa sudah melakukan pertemuan beberapa hari yang lalu, dan memutuskan melalui pemerintah Kabupaten Kerinci agar memfasilitasi Kontraktor pelaksana Proyek jalan bandara yaitu PT Air Tenang agar membantu masyarakat dengan membuatkan Box Culvert, tujuannya supaya air bisa mengalir lancar dan sawah bisa digarap.

"Namun surat keputusan tersebut sampai sekarang tidak ada kejelasan dan tindak lanjutnya".ujarnya lagi

Untuk diketahui, Sebelumnya, dalam menyikapi persoalan tersebut, masyarakat 4 (empat desa) bersama Lembaga Adat, BPD dan Pemdes telah menggelar rapat yang bertempat di monumen Masjid Gempa Bumi di Koto Iman

Adapun hasil dari keputusan rapat yang tertuang didalam satu lampiran surat, bahwa masyarakat terdampak oleh pembangunan jalan masuk bandara karena tidak adanya box culvert yang mengakibatkan:

1. Penyumbatan saluran irigasi oleh sampah

2. Tidak lancarnya air irigasi

3. Lahan perasawahan tidak bisa digarap

4. Petani/warga kehilangan akses jalan

oleh karena itu masyarakat meminta kepada pihak pelaksana proyek yaitu CV Air Tenang agar melakukan pembangunan box culver dengan lebar 3 meter dan tinggi 3 meter serta panjangnya disesuaikan dengan ukuran konstruksi badan jalan

masyarakat mendesak agar pembangunan box culvert tersebut dilaksanakan dalam waktu tujuh hari terhitung Rabu 25 September 2025

Proyek pembangunan jalan masuk bandara yang tidak ada Box Culvertnya sehingga saluran irigasi tersumbat oleh material dan sampah. (adz/merdekapost)

Surat keputusan musyawarah tersebut ditanda tangani oleh masyarakat bersama Lembaga Adat 4 desa, BPD 4 Desa dan diketahui oleh 4 Kepala Desa yaitu Desa Koto Iman, Agung Koto Iman, Koto Salak dan Koto Petai.

Surat tersebut juga dialamatkan kepada Bupati Kerinci, Ketua DPRD Kerinci, Kapolres, Dandim 0417/Kerinci, Anggota DPRD DapilIV, Kadis Pehunungam, Kadis tanaman pangan holtikultura,Kepala Balai wilayah sungai Sumatera VI Provinsi Jambi, Kepala Bandara Depati Parbo, Dirut PT. Air Tenang dan Camat Tanah Cogok dan ditembuskan kepada Gubernur Jambi.(adz)

Proyek Jalan Bandara Kerinci Sebabkan Irigasi Tersumbat, Petani Empat Desa Terdampak

Pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci, Jambi menimbulkan masalah baru bagi masyarakat sekitar. (mpc)

Kerinci | Merdekapost.com – Pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi menimbulkan masalah baru bagi masyarakat sekitar. 

Warga empat desa yakni Agung Koto Iman, Koto Iman, Koto Salak dan Koto Petai mengeluhkan aliran irigasi yang tersumbat akibat aktivitas proyek tersebut.

Saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan utama sawah di empat desa itu, kini tertutup material timbunan yang runtuh dan tanah galian dari proyek. 

Akibatnya, air tidak bisa mengalir dengan lancar ke lahan persawahan. 

Kondisi ini membuat tanaman padi kekurangan air dan membuat warga tak bisa turun ke sawah. Yang lebih mengkhawatirkan lagi irigasi di jalan yang dibangun tersebut juga tidak dipasang box culvert. 

“Kami sangat mendukung pembangunan bandara ini, tapi jangan sampai kami sebagai petani jadi korban. Saluran air tersumbat, sawah jadi kering,” ungkap Rizal, salah seorang warga setempat, Sabtu (20/9/2025).

Keluhan serupa juga datang dari kelompok tani. 

Mereka berharap agar pihak kontraktor yang melakukan pekerjaan bisa memperhatikan dampak dari pembangunan tersebut. 

Warga juga meminta pekerjaan tidak asal jadi. Saluran irigasi di jalan yang baru dibangun tersebut harus dipasang box clovert. 

“Jangan sampai pembangunan jalan ini mengorbankan mata pencaharian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan bahwa pekerjaan jalan tersebut bukanlah di bawah naungan pihak mereka. 

Meski demikian pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. 

“Pekerjaan itu bukan di kita, tapi akan kita sampaikan ke pihak balai," ujar Kepala PUPR Kerinci, Maya. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor proyek jalan bandara belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga.(adz)

Proyek Bandara Depati Parbo Kerinci, PPK-nya Istri, Pengawas diduga Suaminya, PERADAN: Pantas dari Awal Spek-nya Banyak Masalah"

 

Proyek Bandara Depati Parbo Kerinci tahun 2024, PPK-nya Istri, Pengawas diduga Suaminya, Peradan sebut Pantas dari Awal Banyak Masalah. (Ist)

Merdekapost.com – Dugaan terjadinya praktik Korupsi proyek Pembangunan lanjutan Bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi kian menguat. 

Proyek yang bernilai Rp24,3 Miliar Tahun Anggaran 2024 itu kini resmi dilaporkan oleh DPW PERADAN Provinsi Jambi bersama LSM Geransi ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Yang menghebohkan, berdasarkan laporan pengaduan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek berinisial RA disebut-sebut merupakan istri dari salah seorang pengawas yang juga diduga terlibat dalam pengawasan proyek. Hubungan keluarga ini menimbulkan dugaan adanya konflik kepentingan yang mencolok.

Setelah Digali, Ruas Jalan Nasional Depan Bandara Depati Parbo Kerinci Memakan Korban

 

Merdekapost.com - Ruas jalan Nasional yang terletak di perbatasan Desa Sebukar dan Hiang, Kabupaten Kerinci, tepatnya di depan Bandara Depati Parbo Kerinci kembali memakan korban. 

Kejadian nahas ini terjadi pada Senin malam (27/7), setelah jalan tersebut digali untuk keperluan proyek perbaikan, namun belum ditutup atau diberi tanda peringatan yang memadai.

Menurut keterangan warga sekitar, seorang pengendara sepeda motor terperosok ke dalam lubang galian yang berada tepat di badan jalan. Korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSU MHA Thalib.

“Saat itu gelap dan hujan gerimis. Tidak ada rambu atau tanda bahaya di sekitar galian. Tiba-tiba terdengar suara keras, ternyata ada yang jatuh,” ujar Joni salah seorang warga setempat. 

Baca Juga : Breaking News! Satu Lagi ASN Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi PJU Kerinci, Total Jadi 10 Orang

Warga setempat mengaku kecewa dengan pihak kontraktor dan instansi terkait, karena dianggap lalai dalam memberikan pengamanan di lokasi pekerjaan.

“Sudah digali, tapi dibiarkan begitu saja. Ini jalan nasional, ramai dilalui kendaraan. Mestinya ada pengamanan,” katanya. 

Sementara itu, Arya Candra Pengacara yang ditunjuk uleh keluarga untuk memperjuangkan hak-hak korban mengatakan bahwa, dalam kejadian ini pihak kontraktor yang mengerjakan proyek hingga saat ini tidak ada tanggapan, bahkan tidak nampak batang hidungnya.

"Pihak kontraktor hingga saat ini tidak nampak batang hidungnya, padahal pihak korban telah menyampaikan pada saat pertemuan tgl 31 juli 2025 di kantor Pjn Wilayah II Provinsi jambi pada satker dan PPk 2.5," jelasnya.

Arya mengungkapkan bahwa diduga pihak PJN Wilayah II Provinsi Jambi dalam kejadian ini lamban dalam menyelesaikan sehingga memakan korban luka berat.

"Diduga pihak dari PJN wilayah II Provinsi Jambi lamban dalam menyelesaikan atas kelalaiannya hingga memakan korban luka berat," ungkap Arya.

Kronologis kejadian tersebut, Telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa dua orang mahasiswa akibat dugaan kelalaian pelaksanaan proyek penutupan lubang jalan tanpa rambu peringatan, dengan rincian:

Salah satu korban Zufri Juliardi

Zufri Juliardi, lahir 5 Juli 2007, mengalami luka berat berupa retak pada kepala, muntah-muntah,sempat dirawat dirumah Sakit Umum Daerah Sungai Penuh karena kondisi sangat parah akhirnya dirujuk kerumah sakit  dipadang dan saat ini menjalani perawatan dan operasi intensif di Rumah Sakit di Padang, Sumatera Barat.

Baca Juga : 3 Orang Pelaku dan 25 Paket Ganja Siap Edar Diamankan Polres Kerinci

Achmad Dzaki Alfikri, lahir 14 Maret 2007, mengalami benturan kepala berat, beberapa kali muntah, Tangan terkilir,pinggang terkilir, gigi patah 4 biji dan hingga kini masih menjalani kontrol medis berkelanjutan akibat dari Benturan kepala yang sangat kuat

Kedua korban mengalami kecelakaan saat melintasi lubang proyek yang tidak diberi tanda atau rambu peringatan, sebagaimana diatur dalam ketentuan teknis keselamatan kerja proyek jalan nasional. 

Masyarakat mendesak Kementerian PUPR, Balai Pelaksana Jalan Nasional, dan pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian ini. Mereka menuntut agar pihak kontraktor dan pejabat terkait dijerat Pasal 360 ayat (1) KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka berat, yang ancaman hukumannya penjara hingga 5 tahun.

H Andi selaku kontraktor, dinilai tidak punya rasa kasihan dan iba terhadap korban yang mengalami kecelakaan.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs