Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas

Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas.(ISt)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM  -  Usai melaksanakan Safari Jumat di Masjid Baiturrahman, Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Jumat (30/10/2026), Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan mendadak ke Jembatan Desa Pinggir Air.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah rombongan melihat tumpukan sampah yang tersangkut di atas rangka besi jembatan dan mencemari aliran Sungai Batang Merao. Kondisi itu dinilai mengganggu kebersihan lingkungan sekaligus berpotensi menghambat aliran sungai.

Di lokasi, Wali Kota Alfin menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Kota Sungai Penuh.

"Perilaku membuang sampah sembarangan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Selain merusak keindahan lingkungan, juga dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ekosistem sungai dan berpotensi menyebabkan banjir," tegas Alfin.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pemerintah Desa Pinggir Air untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku yang membuang sampah di jembatan maupun ke aliran Sungai Batang Merao.

Ia juga meminta agar pengawasan di kawasan tersebut diperketat, disertai upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Alfin, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan, kesehatan, dan kelestarian Sungai Batang Merao," pungkasnya. (Adz).

Pompa IPA Koto Petai Rusak, Distribusi Air Bersih Terganggu di Sejumlah Wilayah Kerinci

Pompa IPA Koto Petai Rusak, membuat Distribusi Air Bersih Terganggu di Sejumlah Wilayah Kerinci.
(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kerusakan pompa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Koto Petai, Cabang Hiang, mengganggu distribusi air bersih Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci mulai 27 Oktober 2026. Akibatnya, pelanggan di Kecamatan Setinjau Laut, Kecamatan Tanah Cogok (Tanco), sebagian wilayah Tanjung Pauh Mudik, serta sejumlah desa sekitar menghadapi kendala pasokan air.

Saat ini, Perumda Tirta Sakti menunggu pengiriman pompa pengganti dari Jambi. Selain itu, kemarau panjang yang menurunkan muka air Danau Kerinci turut menyulitkan pengambilan air baku. Kedua kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Orang dan 3,5 Kg Emas Diamankan

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perumda Tirta Sakti Kerinci, Maya Novefri Handayani, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Sementara itu, perusahaan menempuh langkah teknis untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama proses perbaikan berlangsung.

Pompa IPA Koto Petai Rusak, Perumda Tirta Sakti Tunggu Pengganti

Kerusakan pompa submersible di IPA Koto Petai menjadi penyebab utama gangguan distribusi air. Saat ini, Perumda Tirta Sakti menunggu pompa baru dari Jambi untuk mendukung pemulihan operasional instalasi tersebut.

Baca Juga: Pererat Sinergi antar Daerah, Wawako Sungai Penuh Hadiri HUT Muara Jambi

Selain kerusakan peralatan, kemarau panjang juga memengaruhi pasokan air baku. Penurunan muka air Danau Kerinci membuat posisi pompa tanam semakin jauh dari permukaan air. Kondisi ini menambah tantangan bagi petugas dalam menjaga ketersediaan air untuk proses pengolahan dan distribusi.

Karena itu, pelanggan perlu memahami bahwa pemulihan layanan bergantung pada kedatangan pompa pengganti dan kesiapan operasional instalasi. Hingga saat ini, perusahaan belum menetapkan jadwal pasti untuk normalisasi aliran air.

Buka Valve 4 Inci, Pasokan dari IPA Talang Kemulun Jadi Alternatif

Untuk membantu mengatasi gangguan, Perumda Tirta Sakti membuka valve berukuran 4 inci yang mengatur aliran antara Koto Iman dan Tanjung Tanah.

Melalui langkah tersebut, perusahaan mengarahkan pasokan dari IPA Talang Kemulun untuk membantu kebutuhan air pelanggan di Koto Iman, Koto Salak, dan Koto Petai.

Baca Juga: Nilai Historis Dibalik Aura Magis Tari Nek Salih Indah Asal Belui

Dengan demikian, pengaturan jaringan ini menjadi salah satu upaya sementara untuk menjaga pelayanan selama pompa IPA Koto Petai menjalani perbaikan. Namun, kondisi pasokan dan kemampuan jaringan tetap memengaruhi kelancaran aliran ke setiap wilayah.

Oleh sebab itu, pelanggan perlu mengantisipasi kemungkinan aliran air yang belum stabil. Perumda Tirta Sakti juga mengimbau masyarakat agar menampung air secukupnya. Ketika aliran kembali tersedia serta menggunakan persediaan tersebut secara bijak.

Maya Novefri Handayani Minta Maaf, Pelanggan Di minta Hemat Air

Plt. Direktur Utama Perumda Tirta Sakti Kerinci, Maya Novefri Handayani, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang memengaruhi aktivitas masyarakat. Perusahaan kini berupaya menangani kerusakan pompa sekaligus mengoptimalkan jalur alternatif untuk membantu distribusi air.

Dalam draf pernyataan yang perlu di konfirmasi sebelum publikasi, Maya menyampaikan:

“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan distribusi air bersih. Saat ini, kami menunggu pompa pengganti dari Jambi untuk mendukung pemulihan operasional IPA Koto Petai. Kami juga mengoptimalkan pengaturan aliran dari IPA Talang Kemulun sebagai langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.”

Baca Juga: Pernah Viral, Kapal Pesiar 1,2 Milyar Terdampar Tak Pernah Karam

Selain itu, ia mengimbau pelanggan agar menyiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama gangguan berlangsung.

“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, kami terus mengupayakan langkah penanganan agar pelayanan segera kembali normal. Kami berharap masyarakat bersabar, menggunakan air secara bijak, dan mendukung proses pemulihan ini. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan.”

Perumda Tirta Sakti mengingatkan pelanggan di Kecamatan Sitinjau Laut, Tanco, sebagian Tanjung Pauh Mudik, serta wilayah terdampak lainnya agar menampung air ketika aliran tersedia.

Sementara itu, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi perusahaan mengenai perkembangan pengiriman pompa dan pemulihan distribusi. Dengan koordinasi serta dukungan pelanggan, perusahaan berharap dapat memulihkan pelayanan air bersih secepat mungkin.

Perumda Tirta Sakti kembali menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan berkomitmen mengupayakan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kerinci.(Red)

Kapolda Jambi Diminta Usut Dugaan Peredaran Rokok Ilegal di Kerinci dan Sungai Penuh

Kapolda Jambi Diminta Usut Dugaan Peredaran Rokok Ilegal Kerinci.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Dugaan peredaran rokok merek Rasta, Luffman, dan Oris yang disinyalir tidak memenuhi ketentuan cukai di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian publik. Aparat penegak hukum diminta menelusuri informasi tersebut guna memastikan legalitas produk yang beredar di pasaran.Cari Peta Wilayah

Pihak pelapor mengaku telah mengantongi sejumlah informasi terkait lokasi peredaran, pihak yang diduga terlibat, hingga jalur distribusi rokok tersebut. Informasi itu diharapkan dapat menjadi bahan awal bagi aparat untuk melakukan verifikasi dan penyelidikan sesuai prosedur hukum.

Dalam persoalan ini, Kapolres Kerinci diminta memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah yang telah dilakukan oleh satuan atau unit terkait dalam menindaklanjuti dugaan tersebut.

Baca Juga: Pernah Viral, Kapal Pesiar 1,2 Milyar Terdampar Tak Pernah Karam

Sementara itu, Kapolda Jambi diharapkan turun tangan melakukan supervisi apabila ditemukan indikasi penanganan yang tidak optimal. Langkah pengawasan dinilai penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan pihak tertentu.

Selain dugaan pelanggaran ketentuan cukai, informasi mengenai kemungkinan keterlibatan oknum aparat serta dugaan adanya pengendali distribusi dari luar daerah juga perlu ditelusuri. Namun, seluruh informasi tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan alat bukti yang sah.

Baca Juga: Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Orang dan 3,5 Kg Emas Diamankan

“Penelusuran diharapkan tidak hanya menyasar pengecer, tetapi juga mencakup mata rantai distribusi secara menyeluruh, mulai dari pemasok hingga pihak yang bertanggung jawab atas penyaluran produk. Dalam prosesnya, koordinasi dengan Bea Cukai diperlukan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi”ujar salah seorang Aktivis Kerinci yang minta identitasnya tidak ditulis.Cari Peta Wilayah

Masyarakat berharap penanganan dugaan peredaran rokok yang tidak memenuhi ketentuan cukai tersebut dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih. Apabila ditemukan bukti pelanggaran, pihak-pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan resmi, dugaan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai informasi yang harus diverifikasi oleh aparat berwenang.(Red)


Pernah Viral, Kapal Pesiar 1,2 Milyar Terdampar Tak Pernah Karam

Kerinci, Merdekapost.com – Pernah viral pada tahun 2024, Kapal yang diberi nama “KERINCI SAKTI WISATA” yang sempat dijuluki para netizen sebagai kapal pesiar di danau kerinci Yang telah menghabiskan APBD Provinsi Jambi pada tahun 2023 dengan jumlah 1,2 M kini terbengkalai di danau kerinci. 

Tepatnya di objek wisata pantai pasir panjang Tanjung Tanah, yang membuat rusak pemandangan mata yang memandang di danau kerinci.

Kapal wisata ini yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jambi Al haris pada tahun 2024 kemarin, bertujuan untuk mendukung perekonomian dan meningkatkan para wisatawan berkunjung ke kabupaten kerinci tapi cuma bisa beroperasi berlayar cuma 1 Minggu.

Baca Juga: 

Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Orang dan 3,5 Kg Emas Diamankan

Nilai Historis Dibalik Aura Magis Tari Nek Salih Indah Asal Belui

Kini kapal wisata yang dibanggakan dan di idam-idamkan oleh masyarakat kabupaten kerinci berdiam seperti mati suri di danau kerinci.

“Sungguh menyakitkan,Kapal wisata 1,2 M kebanggaan Kerinci kini justru terbengkalai, Kondisinya rusak parah, seperti beberapa tiang kapal pun tampak patah, kursi pun ada yang patah,besi palang kapal banyak yang sudah patah,kayu pun banyak sudah keropos akibat terendam air,hingga Air pun masuk ke dalam lantai kapal,” ungkap pengunjung, Senin (3/2/2025).

Kini, Minggu (25/10/2026), Kapal Kebanggaan masyarakat kabupaten kerinci hanya bisa mengingat, seperti mati suri di danau kerinci, pemandangan mata pun sudah tak jadi menarik untuk memandang Danau kerinci.(*)

Asisten III Hadiri Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026–2030

Asisten III Hadiri Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026–2030

SUNGAI PENUH  - Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sungai Penuh, M. Rasyid, S.Pd., M.H., menghadiri pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Kampus STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Senin (26/10/2026).

Pelantikan jajaran pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh dipimpin langsung oleh Wakil Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Adapun jajaran pimpinan yang dilantik yakni:

Ketua: Prof. Dr. Mahli Zainuddin, M.Si

Wakil Ketua I: Tri Saswandi, M.Pd

Wakil Ketua II: Dr. Efriana Jon, M.Pd

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jambi, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, unsur Forkopimda, perwakilan BUMN dan BUMD, civitas akademika perguruan tinggi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, serta tokoh pendidikan dari kedua daerah.

Pada kesempatan itu, Asisten III M. Rasyid membacakan sambutan Wali Kota Sungai Penuh yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh yang baru dilantik.

“Atas nama Pemerintah Kota Sungai Penuh, kami mengucapkan selamat kepada Ketua, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026–2030. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi, serta membawa kemajuan bagi institusi dan dunia pendidikan di Kota Sungai Penuh,” ujar M. Rasyid saat membacakan sambutan Wali Kota.

Dalam sambutannya juga ditegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi serta menghadirkan berbagai inovasi di bidang pendidikan.

Menurut Wali Kota, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas pendidikan serta kompetensi generasi mudanya.

Karena itu, keberadaan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional, berintegritas, dan memiliki karakter kuat.

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami berharap STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh terus memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kompetensi lulusan, serta mengembangkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah," tutupnya.(Adz)

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Rp667,6 Juta Seret Nama Andaris Minandar ASN Setwan DPRD Sungai Penuh

Merdekapost.com - Nama Andaris Minandar, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh, kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah laporan dugaan penipuan dan penggelapan.

Kali ini, muncul sebuah catatan tulisan tangan yang memuat daftar 12 nama atau pihak, disertai nominal uang dan keterangan tertentu. Dalam catatan tersebut, total nominal yang tertulis mencapai Rp667,6 juta.

Namun, belum diketahui secara pasti siapa pembuat catatan tersebut, kapan transaksi yang tercatat berlangsung, serta apakah seluruh nominal itu berkaitan langsung dengan Andaris Minandar.

Kemunculan catatan tersebut menambah perhatian terhadap persoalan yang sebelumnya mencuat, termasuk dugaan pembayaran hasil panen petani yang belum diselesaikan dan laporan terkait transaksi gadai sawah.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan adanya petani di Kabupaten Kerinci yang mengaku belum menerima pembayaran setelah menyerahkan hasil panen. Selain itu, seorang warga juga dilaporkan mengaku mengalami kerugian Rp40 juta dalam transaksi pegang gadai sawah yang diduga melibatkan Andaris.

Bahkan pihak kepolisian telah menerima laporan dari petani dan warga yang ditipu Rp.181.000.000,.

Untuk memastikan duduk perkara, diperlukan penjelasan dari pihak-pihak yang namanya tercantum dalam catatan tersebut, terutama mengenai asal-usul uang, bentuk transaksi, kesepakatan yang dibuat, serta apakah terdapat kewajiban pembayaran yang belum dituntaskan.

Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat menelusuri setiap laporan yang masuk sesuai prosedur dan bukti yang tersedia.

Di sisi lain, klarifikasi dari Andaris Minandar maupun pihak Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh penting untuk memberikan penjelasan yang berimbang, termasuk mengenai hubungannya dengan catatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Andaris Minandar dan sekretaris dewan Sungai Penuh terkait permasalahan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Andaris Minandar maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini guna memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang. (Tim)

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan. (Gambar ilustrasi AI)

KERINCI – SUNGAI PENUH — Peredaran rokok merek RASTA yang diduga tidak dilengkapi pita cukai resmi dilaporkan masih terpantau di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan serta langkah penindakan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.

Apabila dugaan tersebut terbukti, peredaran rokok tanpa pita cukai resmi berpotensi menimbulkan kerugian terhadap penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang mematuhi ketentuan perpajakan dan cukai.

Masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap jalur distribusi, toko pengecer, hingga pihak-pihak yang diduga memasok produk tersebut ke pasaran.

APH dan Bea Cukai Diminta Bertindak

APH bersama Bea Cukai didorong untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan peredaran rokok tersebut. Penelusuran diharapkan tidak hanya menyasar pengecer, tetapi juga mengungkap asal barang, jalur distribusi, serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Publik juga membutuhkan penjelasan terbuka mengenai langkah pengawasan dan penindakan yang telah dilakukan, sepanjang informasi tersebut dapat disampaikan sesuai ketentuan hukum.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan resmi, status pelanggaran terkait produk tersebut tetap perlu dipastikan melalui verifikasi oleh instansi berwenang.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai di Kerinci dan Sungai Penuh dapat dilakukan secara konsisten, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Catatan redaksi: Keterangan mengenai temuan di lapangan, lokasi penjualan, serta status pita cukai perlu dilengkapi bukti dan konfirmasi pihak berwenang sebelum diterbitkan.(Red)

HIPMI Kerinci dan Kota Sungai Penuh Jalin Kerja Sama dengan BSI, Dorong Penguatan Usaha Pengusaha Muda

HIPMI Kerinci dan Kota Sungai Penuh Jalin Kerja Sama dengan BSI, Dorong Penguatan Usaha Pengusaha Muda

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sungai Penuh. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sebagai langkah memperkuat sinergi antara dunia perbankan syariah dan kalangan pengusaha muda.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BSI Cabang Sungai Penuh, Bang Ricki Satria, bersama perwakilan HIPMI Kerinci dan HIPMI Kota Sungai Penuh.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah positif dalam membuka peluang kolaborasi, memperluas akses layanan perbankan syariah, serta mendukung pengembangan usaha para pengusaha muda di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Sinergi antara HIPMI dan BSI juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kerja sama tersebut, HIPMI diharapkan dapat semakin aktif membangun jaringan usaha, meningkatkan kapasitas kewirausahaan, serta memanfaatkan peluang pembiayaan dan layanan perbankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala BSI Cabang Sungai Penuh, Bang Ricki Satria, diharapkan dapat memberikan semangat kepada para pengusaha muda untuk terus berkembang dan berinovasi.

“Pengusaha muda harus berani bermimpi besar, berani memulai, dan konsisten mengembangkan usaha. Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras, integritas, inovasi, serta kemampuan membangun kolaborasi.

Kami berharap sinergi antara BSI dan HIPMI dapat menjadi langkah positif dalam mendorong pertumbuhan pengusaha muda yang tangguh, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mari bersama-sama membangun usaha yang berkelanjutan, memanfaatkan peluang ekonomi syariah, serta berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, HIPMI Kerinci dan Kota Sungai Penuh diharapkan semakin berperan sebagai wadah pengembangan pengusaha muda, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang usaha di daerah. (Ali)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs