Aksi Pencurian Motor Jamaah Shalat Subuh di Masjid Raya Jujun Terekam CCTV Masjid

Aksi Pencurian Motor Jamaah Shalat Subuh di Masjid Raya Jujun Terekam CCTV.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com - Aksi pencurian motor saat warga sedang melaksanakan shalat subuh di masjid kembali terjadi pada Senin pagi, 27/07 2026

Kali ini nasib naas menimpa seorang ibu-ibu jamaah masjid yang memarkirkan motor dihalaman masjid Raya Jujun kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci

Namun ketika selesai menunaikan shalat subuh motornya sudah tidak ada lagi dilokasi parkir

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa motor tersebut milik istrinya Hendri (Sinar Danau)

Baca Juga: Aksi Nekat! Duel Senjata Tajam Antar Remaja di Taman Rimba Jambi Viral

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui apakah sudah dilaporkan ke pidak yang berwajib atau belum

Dari Video yang beredar yang diunggah akun facebook @Buya Firdaus, terlihat pelaku terdiri dari dua orang pria yang memakai masker

dengan gerakan yang sangat cepat dan terlihat sudah profesional, dalam hitungan detik pelaku berhasil membuka kunci pengaman kendaraan dan selanjutnya bergegas membawa motor tersebut kabur meninggalkan lokasi parkir halaman masjid Raya Jujun

Baca Juga: Ciptakan Situasi Kondusif di Malam Hari, Polsek Sungai Penuh Gelar Patroli KRYD Sasar Kafe dan 'Night Karaoke'

Harapan korban semoga pelaku bisa segera tertangkap, karena jika dilihat dari rekaman CCTV yang beredar, muka atau wajah pelaku masih bisa terlihat, serta motor yang mereka gunakan juga terpantau nomor polisinya.

semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, berhati-hatilah memarkirkan kendaraan, karena bahaya selalu mengintai. (Adz)

Ini Pesan Wako Alfin Saat Hadiri Pengukuhan Ketua dan Pengurus DWP Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024–2029

Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024 - 2029 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (23/7/2026).(Foto: Istimewa)

SUNGAI PENUH -  Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH menghadiri acara Pengukuhan Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh Masa Bakti 2024 - 2029 yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (23/7/2026).

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jambi, Ny. Hj. Iin Kurniasih Sudirman, sebagai bentuk pengesahan kepengurusan DWP Kota Sungai Penuh untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Mengusung tema "Dharma Wanita Persatuan Perempuan Berdaya, Perempuan Inovatif Menuju Sungai Penuh Juara 2030", kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Alpian, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, para kepala OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Bhayangkari, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Hermendizal Kadinkes Kerinci Tegaskan: Layanan Kesehatan Hak Masyarakat Paling Utama, Tugas Kita Berusaha Mewujudkannya

Dalam sambutannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh, Ny. Winda Alpian, menyampaikan bahwa pengukuhan yang dilaksanakan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

"Pengukuhan hari ini merupakan sebuah amanah pengabdian yang harus kami emban dengan penuh rasa tanggung jawab. Kami berkomitmen menjalankan program kerja organisasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Kota Sungai Penuh," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Alfin, SH menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan seluruh pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh yang baru saja dikukuhkan.

Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi secara optimal, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Baca Juga: Gara-gara Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan, Tidak Diantar ke Alamat, Travel Safa Marwa Disorot

"Saya mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, serta mampu mengimplementasikan tugas pokok organisasi dan terus mendukung setiap program Pemerintah Kota Sungai Penuh menuju Sungai Penuh Juara, yakni kota yang maju, adil, dan sejahtera," kata  Wako Alfin.

Wali Kota juga mendorong seluruh jajaran DWP agar terus menjadi organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Sungai Penuh.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Dharma Wanita Persatuan dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Sungai Penuh Juara 2030.(*Adz)

Begini Penjelasan Pihak Safa Marwa, Terkait Dugaan Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan

Begini Penjelasan Pihak Safa Marwa Terkait Dugaan Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan di kawasan Rawang Sungai Penuh.(Ist/Ilustrasi AI)
Sungai Penuh, Merdekapost.com - Polemik dugaan penumpang perempuan Travel Safamarwa berinisial P yang disebut diturunkan sendirian di tengah hujan di kawasan Rawang akhirnya mendapat tanggapan dari pihak sopir. Dua sopir yang mengantar P memberikan versi berbeda dari cerita yang sebelumnya disampaikan keluarga penumpang.

Dilansir dari Media Bekabar.id, menuliskan klarifikasi dari Salah seorang sopir Safamarwa, Jaka, menjelaskan, proses perpindahan penumpang dilakukan secara normal seperti biasanya di Desa Pulau Sangkar.

 Menurutnya, seluruh penumpang dipindahkan ke kendaraan lain sesuai jalur tujuan masing-masing agar distribusi penumpang lebih efektif dan cepat.

"Kerinci ini wilayahnya luas. Dari Pulau Sangkar penumpang dibagi berdasarkan jalur, ada yang ke Air Hangat Timur, Sungai Penuh, dan Keliling Danau," kata Jaka, Kamis (23/07/26).

Baca Juga: Gara-gara Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan, Tidak Diantar ke Alamat, Travel Safa Marwa Disorot

Jaka mengaku sejak awal P menyampaikan tujuan akhirnya adalah Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur. Karena rute tersebut searah dengan jalur yang dibawanya, P tetap berada di dalam mobil dan tidak dipindahkan bersama penumpang lain. Namun di tengah perjalanan, P disebut tiba-tiba mengubah lokasi turun.

"Di perjalanan dia bilang mau turun di Simpang Tiga Rawang. Karena itu saya pindahkan ke mobil lain yang memang menuju arah Rawang, yang dikemudikan sopir bernama Yar. Kalau dari awal bilang turun di Koto Lolo, tentu kami pindahkan ke mobil yang searah jalurnya ke sana," ujarnya.

Sementara itu, sopir kedua, Yar, mengatakan setelah berpindah kendaraan, P kembali menyampaikan bahwa kakaknya akan menjemputnya di kawasan Simpang Tiga Rawang.

Menurut Yar, saat mobil memasuki wilayah Tanah Kampung dan melintas menuju Tanjung Rawang, ia kembali memastikan lokasi penjemputan.

"Dia bilang dijemput di salah satu minimarket di Rawang. Saat sampai di jembatan simpang Tanjung Rawang saya tanya lagi, mana kakaknya. Tiba-tiba dia malah meminta diantar ke Koto Lolo, padahal itu sudah berbeda jalur," kata Yar, Kamis (23/07/26).

Yar mengaku sempat meminta P menunggu karena dirinya harus lebih dulu mengantar penumpang lain. Namun lantaran P mengatakan kakaknya sudah hampir tiba di Rawang, ia memutuskan berhenti di salah satu bengkel di kawasan menuju Pemancar Rawang.

Sopir Bantah Tinggalkan Penumpang Sendirian 

Menurut penjelasan Yar, kendaraan tidak langsung meninggalkan lokasi P turun

"Dilokasi P turun, Kami berhenti dulu disana, mobil belum langsung jalan karena kami masih menunggu kakaknya datang, jadi tidak benar kalau kami tinggalkan P begitu saja" ujarnya

Dia menyebut sekitar lima menit kemudian beberapa penumpang lain mulai meminta agar perjalanan dilanjutkan karena mereka ingin juga cepat sampai ke tujuan

"Saat itu penumpang yang lain sudah mendesak agar segera jalan, mungkin karena mendengar itu P menangis. tapi kami tetap menunggu sampai kakaknya datang menjemput. baru setelah kakaknya tiba dilokasi barulah kami lanjutkan perjalanan mengantar penumpang lainnya" Ujar Yar

Sebelumnya, diberitakan bahwa keluarga P menyampaikan keberatan atas pelayanan Travel Safa Marwa, kakak P Rifki Dermawan mengaku adiknya diturunkan di kawasan Rawang saat hujan turun, padahal ia telah meminta sopir menunggu hingga dirinya tiba dilokasi penjemputan

Baca Juga: Hermendizal Kadinkes Kerinci Tegaskan: Layanan Kesehatan Hak Masyarakat Paling Utama, Tugas Kita Berusaha Mewujudkannya

Rifki juga menyebut dirinya sempat meminta agar adiknya diturunkan di Koto Lolo atau disebuah Mini market agar bisa berteduh,namun permintaannya disebut tidak dipenuhi

Dalam peristiwa ini, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama pihak Travel yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. 

Selain kejadian ini juga masih banyak kejadian-kejadian lainnya yang diduga merupakan ulah dari supir-supir yang nakal bahkan beberapa kejadian kecelakaan disinyalir karena human error, supir ngantuk, ugal-ugalan dan memaksanakan diri.

Semoga ini jadi pembelajaran bagi kita semua. (adz/bekabar.id/berbagai sumber) 

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik

Gara-gara Sopir Turunkan Penumpang Wanita Sendirian di Jalan Saat Hujan, Tidak Diantar ke Alamat, Travel Safa Marwa Disorot

SUNGAI PENUH – Pelayanan Travel Safamarwa menuai sorotan setelah seorang penumpang perempuan berinisial P diduga diturunkan sendirian di tepi jalan saat hujan deras di kawasan Jembatan Rawang, Kota Sungai Penuh, Rabu (22/7/2026).

P diketahui baru saja menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Setelah tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, ia melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Sungai Tutung, Kabupaten Kerinci, menggunakan jasa travel Safamarwa.

Namun, alih-alih diantar ke lokasi yang dinilai aman, P justru disebut diturunkan di pinggir jalan dalam kondisi hujan. Peristiwa itu memicu kekecewaan pihak keluarga yang menilai sopir travel mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Kakak korban, Rifki Dermawan, S.Kom, mengatakan sejak awal pihak keluarga telah berkoordinasi dengan sopir. Karena adiknya dijadwalkan menjadi penumpang terakhir yang diantar setelah kendaraan memutar ke wilayah Sulak, mereka meminta agar titik penurunan disesuaikan.

Baca Juga: Kini IAIN Kerinci Sudah Punya 10 Program Studi Berakreditasi Unggul, Semakin Mantap Menuju UIN

"Saya minta adik saya diturunkan di Koto Lolo, di toko saya, tapi sopir bilang tidak lewat situ. Kami lalu mengusulkan Hamparan Mart agar dia bisa berteduh karena sedang hujan. Itu juga ditolak, " ujar Rifki.

Menurutnya, setibanya di kawasan Jembatan Rawang, sopir tetap bersikeras menurunkan adiknya dengan alasan harus mengantar penumpang lain dan tidak melewati rute yang diminta keluarga.

"Saya sudah minta jangan turunkan adik saya sendirian. Saya bilang tunggu saya datang menjemput. Tapi sopir tetap jalan dan akhirnya menurunkan adik saya begitu saja di tepi jalan saat hujan. Saya terpaksa hujan-hujanan menjemputnya, " katanya.

Rifki menyayangkan sikap sopir tersebut. Menurutnya, adiknya merupakan penumpang yang membayar penuh dan baru menyelesaikan perjalanan jauh dari Jakarta, sehingga seharusnya mendapatkan pelayanan yang mengutamakan keamanan.

Baca Juga: Sejumlah Fakta Kematian EWS Anggota Polisi Tanjabtim yang Kini Diusut Polda Jambi

"Ini penumpang yang membayar penuh. Perempuan, baru pulang dari perjalanan jauh, malah diturunkan sendirian di pinggir jalan saat hujan. Di mana tanggung jawab pelayanannya?" tegasnya.

Pihak keluarga berharap manajemen Travel Safamarwa memberikan penjelasan atas insiden tersebut, melakukan evaluasi terhadap pelayanan sopir, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali dialami penumpang lain.

Sementara itu, Pemilik PO Safa Marwa, H. Kaharudin, saat dikonfirmasi media menyatakan belum mengetahui adanya kejadian tersebut. Ia mengaku baru mengetahui informasi itu setelah menerima pesan konfirmasi dari wartawan dan berjanji akan meminta klarifikasi dari sopir yang bertugas.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon bersabar dulu, Pak. Saya belum dapat informasi mengenai masalah ini, baru tahu setelah membaca pesan WhatsApp ini. Besok saya panggil". (adz)

5 Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Ditetapkan, Siapa saja?

 

Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh mengumumkan hasil seleksi calon pimpinan BAZNAS kota Sungai penuh berdasarkan hasil seleksi penilaian  BAZNAS RI Nomor R/3699/BPR1-BHKL/KETUA/KD.02.05/VI/2026 tertanggal 9 Juni 2026.

Adapun nama-nama 5 Pimpinan Baznas tersebut adalah:

1. Muhammad Ajmain, S.Pd (Unsur Tokoh masyarakat Islam)

2. Aulia, S.Pd (Unsur Ulama)

3. Marsal, Sh,MH (Tenaga Profesional)

4. Samsuddin, S.Pd.I (Tokoh masyarakat Islam)

5. Yapendra, SHI (Tokoh masyarakat Islam)

Berdasarkan keputusan walikota Sungai Penuh ini masa kerja para pimpinan Baznas adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan yaitu pada tanggal 6 Juli 2026.

(Adz)

Ketika Adat, Pemimpin dan Harapan Bertemu di Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik

Kerinci - Langit cerah menaungi Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026) sore. Ribuan masyarakat memadati lokasi Kenduri Sko Lima Desa, sebuah perayaan adat yang hanya digelar sekali dalam lima tahun.

Momentum sakral ini bukan sekadar ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman. Kenduri Sko juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan para pemimpin daerah. Tiga kepala daerah hadir langsung dalam perhelatan tersebut, yakni Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam bersama istri Hj. Hesnidar Haris, S.E. bergelar Karang Setio, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan Kerinci-Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.

Menurutnya, tradisi yang berlangsung secara berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Para Pemimpin Negeri saat berfoto bersama penari massal yang ikut mensukseskan acara Festival Kenduri Sko 5 Desa Tajung Pauh Mudik.(Ist)

Di tengah kemeriahan Kenduri Sko, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian serta menyusun langkah penanganan.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kerinci.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Monadi juga mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, hingga Kato Melimpah, yang selama ini menjadi peneguh tata kehidupan adat di desa-desa.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tantangan zaman. Perkembangan teknologi, katanya, menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang dapat merusak sendi keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Di bawah langit cerah Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko Lima Desa kembali membuktikan dirinya bukan sekadar seremoni adat. Ia menjadi ruang pulang bagi ingatan kolektif, tempat bertemunya pemimpin dan masyarakat, sekaligus panggung untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.(Adz)

Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Pengasungan Sko pada Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, seakan menghidupkan kembali jejak para leluhur.Minggu (05/07). (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM – Tanjung Pauh Mudik pada Minggu pagi (5/7/2026), Langkah demi langkah para pemangku adat berjalan perlahan seperti mengikuti irama sakral yang tercipta sendiri. Wajah mereka teduh, tangan mereka kokoh mengusung pusaka yang selama ini tersimpan rapi dalam penjagaan adat. 

Di hadapan ribuan pasang mata, Pengasungan Sko pada Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, seakan menghidupkan kembali jejak para leluhur.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Tak ada hiruk-pikuk. Yang terdengar hanya lantunan petatah-petitih adat, suara langkah yang teratur, dan sesekali bisik takjub dari masyarakat yang memadati lokasi prosesi.

Ketika pusaka adat mulai diangkat dan diarak, aroma kemenyan perlahan menyeruak di udara. Wanginya lembut, namun cukup menghadirkan suasana yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sejumlah warga mengaku merinding. Bukan karena takut, melainkan karena merasakan kuatnya aura sakral dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu.

Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik – Kerinci, Pengasungan Sko bukan sekadar mengeluarkan benda pusaka. Ia adalah peristiwa budaya yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Di dalamnya tersimpan pesan tentang penghormatan kepada leluhur, tentang amanah yang harus dijaga, dan tentang identitas yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik – Kerinci, Pengasungan Sko bukan sekadar mengeluarkan benda pusaka. Ia adalah peristiwa budaya yang mempertemukan masa lalu dan masa kini.(Istimewa)

Di tengah derasnya arus modernisasi, Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali membuktikan bahwa adat masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakatnya. Pusaka boleh diusung hanya sesekali, namun nilai-nilai yang dikandungnya terus dipikul setiap hari oleh anak negeri.

Di bawah langit Tanjung Pauh Mudik yang mendung Pengasungan Sko bukan hanya sebuah prosesi adat. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa sebuah kampung akan tetap tegak selama masyarakatnya tidak melupakan akar dan leluhurnya.(adz)

Wujud Kepedulian Sosial, PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis

PT Kerinci Merangin Hidro (PT KMH) menggelar kegiatan bakti sosial berupa Sunatan Massal Gratis.(Ist)

KERINCI – Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, PT Kerinci Merangin Hidro (PT KMH) menggelar kegiatan bakti sosial berupa Sunatan Massal Gratis.​

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Kalla Group ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen perusahaan, tim medis, serta para orang tua yang mendampingi putranya.

Komitmen CSR Perusahaan untuk Masyarakat

​Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kerinci Merangin Hidro, selaku pengembang proyek PLTA Kerinci. Perusahaan berkomitmen penuh untuk tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat lokal.

​"Kami berharap kegiatan khitanan massal gratis ini dapat membantu meringankan beban finansial para orang tua, sekaligus membantu anak-anak tumbuh dengan lebih sehat," ujar perwakilan manajemen PT KMH di sela-sela acara.

Antusiasme Peserta dan Orang Tua

​Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Anak-anak peserta sunatan massal tampak berani, didampingi oleh senyum bahagia dari para orang tua yang merasa sangat terbantu dengan adanya program gratis ini. Di akhir sesi, dilakukan foto bersama antara manajemen PT KMH, panitia, serta anak-anak peserta khitanan sebagai simbol suksesnya acara tersebut.

​Melalui aksi sosial seperti ini, PT Kerinci Merangin Hidro berharap hubungan harmonis dan sinergi antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar dapat terus terjalin erat demi kemajuan bersama di masa mendatang.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs