RTK PMII komisariat IAIN Kerinci, Rapi Pianto Jabat Ketua, Alda Srilupita Ketua Kopri

 

Ketua Komisariat dan Ketua Kopri PMII  IAIN Kerinci terpilih

Merdekapost.com - Puluhan aktifis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Kerinci, mengikuti Rapat Tahunan Komisariat (RTK) di Kampus 1 IAIN dan berlanjut di Aula Kantor Camat Sitinjau Laut , Jum'at (23/7/2021).

Dalam RTK PMII Komisariat IAIN tersebut, Rapi Pianto terpilih sebagai Ketua dan Alda Srilupita sebagai Ketua Kopri periode 2021-2022

Ketua Panitia, Ahmad Kausari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan pengurus PMII tingkatan kampus. Dalam agenda utamanya adalah pemilihan ketua komisariat baru.

“Alhamdulillah RTK kali ini berjalan lancar. Selain memilih ketua komisariat, kita juga membahas rencana langkah PMII Komisariat untuk 1 tahun mendatang, tentunya semua itu sesuai usulan dari kader maupun anggota,” katanya.

Ahmad Kausari menambahkan, untuk kedepan, diharapkan kepemimpinan Ketua Komisariat PMII IAIN Kerinci yang terpilih sekarang bisa berkembang untuk hal yang lebih baik.

"Semoga PMII komisariat IAIN kerinci akan lebih baik untuk seterusnya," ungkapnya. (fdl)

Peletekan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru IAIN kerinci Berlangsung Sukses

 

Merdekapost.com - Cita-cita IAIN Kerinci untuk memiliki gedung perkuliahan terpadu terwujud sudah. Sabtu (11/6/2021) pagi tadi, peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan sukses dilakukan Prof Suyitno, Direktur Diktis Kemenag RI.

Turut menyaksikan momen sejarah ini Prof Asafri Jaya Bakri, Walikota Sungai Penuh, yang dulunya pernah menjadi Rektor STAIN Kerinci dan dua periode menjabat Rektor UIN STS Jambi.

Acara seremonial itu didesain di lokasi proyek. Seluruh jajaran IAIN Kerinci turut hadir.

Dalam sambutannya, Prof Suyitno berpesan agar peningkatan fasilitas ini juga diiringi dengan peningkatan kapasitas mahasiswa. Ia mensupport langkah IAIN Kerinci di bawah komando Dr As’ari, yang bekerja keras memajukan kampus.

Sementara Walikota Sungai Penuh, AJB yang diminta menyampaikan arahan menggaris bawahi beberapa hal. Ia menukil pengalamannya semasa menjadi Rektor.

“Jaga kekompakan. Taati aturan. Jangan Mark up,”ujarnya.

Sedangkan Rektor IAIN Kerinci Dr As’ari mengucap terimakasih atas support dari Kemenag RI. Ia menyebut perjuangan untuk memperoleh bantuan SBSN tidak mudah.

Ia mengaku sampai bergerilya jemput bola ke pusat.

“Penambahan fasilitas ini semoga membantu mempercepat upaya memajukan kampus,”katanya.

Acara diakhiri dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Prof Suyitno diringi Rektor IAIN Kerinci Dr As’ari. Tepuk tangan langsung bergemuruh seusai Prof Suyitno meletakkan batu pertama.(*)

IAIN Kerinci Dipercaya Kelola Proyek SBSN 2021

Merdekapost.com - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan tinggi melalui anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

IAIN Kerinci adalah satu di antara 5 PTKIN yang pada tahun anggaran 2021 mendapatkan manfaat SBSN senilai 42,1 milyar untuk membangun Gedung Perkuliahan Terpadu.

Rektor IAIN Kerinci Dr. Asy’ari Husain, M.Ag mengatakan 'alhamdulillah kami dipercaya mendapatkan proyek SBSN 2021 untuk membangun sarpras kampus yang sudah lama kami nantikan di tengah kebutuhan sarana pendidikan yang mendesak".

Didampingi Wakil Rektor Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Jafar Ahmad, Asy’ari menerangkan, IAIN Kerinci memiliki 5.700 mahasiswa, yang tersebar di 4 fakultas, yaitu Fakuktas Syari'ah, Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).

Di tanya masalah luas tanah, Mantan WR II IAIN Kerinci ini mengatakan saat ini kami memiliki 21 Ha berada di tiga lokasi. “Masalah tanah untuk IAIN Kerinci sementara sudah memenuhi tetapi untuk pengembangan kami akan terus mengembangkannya”, katanya.

Kepala Subdirektorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Ruchman Basori mengatakan sampai dengan tahun anggaran 2020 Kementerian Agama melalui SBSN telah berhasil membangun 211 gedung senilai 5,893 trilyun di 57 PTKIN.

Ruchman berharap IAIN Kerinci dapat melaksanakan pembangunan SBSN dengan lancar, berkualitas, tidak mengalami luncuran apalagi sampai mengalami mangkrak alias Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

“Pastikan siapa saja yang terlibat dalam proses pembangunan adalah orang yang amanah dan professional, sehingga proyek SBSN berhasil menggembirakan”, kata Alumni IAIN Walisongo ini.

Mantan Aktivis Mahasiswa ’98 ini yakin di tangan Komandan Asy’ari Husain IAIN Kerinci terus berkembang kea arah kemajuan tidak kalah dengan PTKIN lainnya. “Pak Rektor harus didukung dengan kaum muda yang mempunyai keinginan tinggi, berkinerja bagus dan adaptif terhadap teknologi”, katanya.

Wakil Rektor Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Jafar Ahmad mengatakan di antara fakultas yang perkembangannya pesat dan memiliki animo yang besar dari masyarakat adalah FEBI. Namun fakultas-fakultas lain juga tetap potensial untuk dilakukan pengembangan.

Jafar berharap gedung kuliah terpadu yang akan dibangun dapat mengatasi kekurangan ruang kuliah yang ada sekaligus menambah semangat belajar bagi mahasiswa. (*)

Sukses Gelar PKD, GP Ansor Kerinci Kibarkan Bendera Ansor di Hamparan Perkebunan Teh Kaki Gunung Kerinci

Sukses melaksanakan PKD di Kayu Aro Kerinci, para peserta dan panitia mengibarkan bendera Ansor di hamparan perkebunan teh di kaki Gunung Kerinci-Kayu Aro. (ist) 

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA - Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kabupaten Kerinci Sukses dilaksanakan dan telah ditutup secara resmi Minggu sore (28/03/2021).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua PW GP Ansor Jambi Juwanda pada Jum'at (26/03) lalu, yang mana acara pembukaannya bertempat di auditorium IAIN Kerinci dan selanjutnya pelatihan, pembekalan atau penyampaian materi dilaksanakan di Kayu Aro.

Fahrual, S.E selaku ketua panitia pelaksana didampingi Sekretaris panitia Rian Aframa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pemateri yang telah menyempatkan diri hadir dan memberikan pembekalan yang sangat bermanfaat bagi para peserta, terutama pemateri sahabat senior yang dari Jambi yang telah menempuh perjalanan jauh ke Kayu Aro Kerinci.

Kemudian, lanjut Fahrual, Setelah acara pembukaan secara resmi di IAIN Kerinci, semua peserta bertolak ke Kayu Aro untuk mengikuti pelatihan dan menginap selama dua malam yaitu dari 26-28 Maret di aula mess Kerinci di Kayu Aro.

Acara pembukaan yang dilaksanakan di auditorium IAIN Kerinci (bawah) dan para pemateri dari sahabat senior Ansor Provinsi Jambi. (doc/mpc)

Adapun jumlah peserta yang berhasil lulus screening dan berhak mengikuti PKD kali ini adalah sebanyak 31 orang dari jumlah yang mendaftarkan diri sebanyak 90 orang, peserta memang terbatas karena selain masalah fasilitas juga kita mengutamakan dan menaati protokol Covid-19". Ujar Fahrual.

Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar meskipun suasana di Kayu Aro ini sangat dingin karena berada di kaki gunung Kerinci, namun semua peserta terlihat semangat mengikuti semua tahapan-tahapan kegiatan.

Sementara itu, M Hanil Ketua GP Ansor Kerinci kepada Media Merdekapost.com menyatakan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah sukses melaksanakan kegiatan yang menyita banyak energi ini. mulai dari tahapan persiapan, screening test hingga pelaksanaan pelatihan dan pembekalan di Kayu Aro.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah sukses melaksanakan kegiatan PKD ini, Saya tau sahabat panitia begitu banyak tersita waktunya sejak dari mulai persiapan sampai pada pelaksanaan kegiatan, dan alhamdulillah telah sukses dilaksanakan dan ditutup secara resmi pada Minggu 28/03 sore". Ungkap Hanil.

Berita Merdekapost.com lainnya:

"Kemudian, lanjutnya, Terima kasih kami kepada Nahdlatul Ulama Kerinci, Rektor IAIN Kerinci, para sahabat senior, para pemateri yang telah hadir dan mensupport penuh kegiatan PKD kali ini, seperti Sahabat senior Dr. Asyari, MA (Rektor IAIN Kerinci), Dr. Jafar Ahmad (Wakil Rektor IAIN Kerinci), Mensediar, S.Pd, MM (FPKB DPRD Kerinci), Kemenag Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu". Ungkap Hanil.

"dan, lanjut Hanil, wabil khusus Sahabat Senior Bang Jun atau Juwanda (Ketua PW Ansor/Anggota FPKB DPRD Provinsi Jambi), H. Zostavia, M.PdI (Kanwil Kemenag), Arif Hermanto, "terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu ke Kerinci". Ujar Hanil.

"Harapan kami tentunya dengan selesainya kegiatan ini, maka para kader dan sahabat dapat lebih mengembangkan diri kedepannya, dan tetap menjadi garda terdepan pembela para ulama ahlussunah waljamaah selalu menjaga persatuan dan kesatuan NKRI". (hza)

Cak Imin Minta Fraksi PKB Hentikan Pembahasan RUU Pemilu

Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat Harlah NU ke 95 menerima Kitab Tafsir dari Gus Yaqut Menteri Agama (Foto: Heri / Merdekapost)

MERDEKAPOST, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II Fraksi PKB Luqman Hakim menyebut Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta fraksi PKB menghentikan pembahasan draf RUU Pemilu. 

Dia mengatakan Cak Imin ingin pelaksanaan pilkada diadakan tahun 2024 sesuai UU yang ada.

"Ketua Umum DPP PKB memerintahkan Fraksi PKB di DPR RI agar menghentikan pembahasan draft RUU Pemilu yang saat ini sedang berjalan dan mendukung pilkada serentak nasional sesuai UU 10/2016 yakni November 2024," kata Luqman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/2).

"Sebagai anggota Fraksi PKB yang ditugaskan menjadi pimpinan Komisi II, tentu saya akan melaksanakan perintah Ketua Umum DPP PKB yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya," lanjut dia.

Luqman menuturkan dalam pandangan Cak Imin, sebaiknya pembahasan RUU Pemilu tak dibahas terburu-buru serta membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, kata dia, Cak Imin menuturkan pandemi corona menjadi hambatan pembahasan melibatkan publik.

Baca Juga: Sofyan Ali Terima SK Pengurus DPW PKB Jambi Periode 2021-2026

"(RUU Pemilu) harus diperbaiki dengan matang, tidak terburu-buru serta membutuhkan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat sipil. Agar keinginan mulia memperbaiki UU pemilu dapat dihindarkan dari jebakan interest politik jangka pendek yang bersifat elitis, seperti yang sering terjadi pada pembahasan regulasi pemilu sebelumnya," ujar dia.

Dia menjabarkan ada sejumlah masalah dalam pemilu 2019 yang diinginkan Cak Imin agar diperhatikan dalam RUU pemilu. Hal tersebut termasuk banyaknya penyelenggara pemilu yang meninggal dunia pada pemilu 2019 akibat.

Lalu, praktik money politic pada pemilu 2019 yang makin massif. Selain itu, kata dia, UU Pemilu yang sudah ada gagal memberikan efektifitas pemerintahan.

"UU 7/2017 yang mengatur pemilu gagal mencapai tujuan memperkuat sistem presidensialisme dan penyederhanaan partai politik. Manuver Presiden Jokowi mengajak kubu Prabowo Subianto ke dalam koalisi pemerintah adalah upaya membangun efektivitas pemerintahan yang gagal dihasilkan pemilu," ujarnya.

Partisipasi politik perempuan juga dinilai perlu ditingkatkan.  Sebab, UU Pemilu yang ada dianggap juga belum mengatur kewajiban domisili caleg di daerah pemilihan. 

Luqman melanjutkan aturan pemilu 2019 belum memberi jaminan adanya persamaan beban pelayanan anggota DPR kepada rakyat yang diwakili secara berimbang. 

Kemudian, penggunaan sistem pemilu proporsional terbuka sejak pemilu 2009, perlu dievaluasi.

Terakhir, UU pemilu yang sudah ada belum memberi ruang bagi kemajuan teknologi untuk mempermudah pelaksanaan pemilu, terutama pada pemungutan dan penghitungan suara. (adz/kumparan.com)

Ini Pesan Menag Saat Lantik Rektor IAIN Kerinci dan Ketua STAIN Majene

Prosesi Pelantikan dan pengambilan sumpah Rektor IAIN Kerinci

Jakarta, Merdekapost.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas melantik Dr. H. Asa'ari, M.Ag dan Prof. Dr. Wasilah,  ST, MT., masing-masing sebagai rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.

Tampil sebagai saksi, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Hadir, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag, Staf Ahli, dan Staf Khusus Menag.

Dalam amanatnya, Menag tidak ingin ada tindakan-tindakan transaksional, koruptif yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi keagamaan di lingkungan Kementerian Agama. “Saya tidak ingin ada tindakan-tindakan transaksional, koruptif, saya tidak mau itu. Sekali saya mendengar, saya akan copot jabatan saudara-saudari,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (04/02). 

Menag juga tidak ingin ada praktek pembohongan intelektual di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. “Saya tidak ingin lagi ada pembohongan-pembohongan intelektual di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, saya tidak ingin mendengar ada kasus-kasus plagiarisme di perguruan-peguruang tinggi khususnya di perguruan tinggi keagamaan, saya tidak mau mendengar itu,” tandasnya.

“Begitu saya mendengar hal seperti itu, saya akan minta pak Sekjen dan pak Dirjen mengevaluasi, karena anak buah salah, pasti pimpinannya harus ditunjuk hidung, jadi tanggung jawab kalau terjadi pratek-praktek seperti yang saya sampaikan tadi,” tegasnya. 

Menteri Agama saat melantik Rektor IAIN Kerinci dan Ketua STAi Majene. (ist) 

“Saudara-saudari yang baru dilantik memiliki tanggung jawab penuh, tolong amanah ini dijaga dengan baik demi kemajuan perguruan tinggi yang saudara-saudari pimpin,” pinta Menag.

Menag juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi keagamaan diberi mandat oleh negara sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional di bawah pengelolaan Kementerian Agama. 

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan harus menjadi mercusuar akhlak dan moral generasi bangsa sebagai calon pemimpin bangsa. Perguruan tinggi keagamaan harus berperan secara nyata dalam meningkatkan kualitas dakwah dan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. 

“Untuk itu, dari lingkungan perguruan tinggi keagamaan diharapkan lahir ide-ide cemerlang dan konsep brilian untuk memperkuat pembangunan masyarakat religius dan moderasi beragama di Tanah Air kita,” ucap Menag.      

Menag juga menggarisbawahi bahwa perhatian terhadap transformasi perguruan tinggi keagamaan menjadi institut dan universitas, tidak boleh mengalahkan perhatian terhadap pengembangan perguruan tinggi itu sendiri sebagai laboratorium pembangunan manusia yang berkarakter.(hza/hms.kemenag)

Sah, Menag Lantik Dr Asa'ari Sebagai Rektor IAIN Kerinci

 

Dr H Aza'ari saat mengikuti Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah / janji jabatan Rektor IAIN Kerinci Kamis 4 Februari 2021 pukul 14.00. (hza)

Jakarta - Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas melantik Rektor IAIN Kerinci yang baru yaitu Dr. H Asa'ari M.Ag. Kamis 4 Februari 2021 pukul 14.00 WIB.

Dr. Asa'ari, M.Ag dilantik sebagai Rektor IAIN Kerinci menggantikan rektor yang lama Dr. Y. Sonafist.M.Ag

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah / janji jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan dilaksanakan pada Kamis 4 Februari 2021 pukul 14.00 Bertempat di ruang pengambilan sumpah Kementerian agama Gedung Kementerian agama di jalan lapangan Banteng Barat Nomor 3-4 Jakarta Pusat. (hza)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs