Wujud Kepedulian Sosial, PT Kerinci Merangin Hidro Gelar Sunatan Massal Gratis

PT Kerinci Merangin Hidro (PT KMH) menggelar kegiatan bakti sosial berupa Sunatan Massal Gratis.(Ist)

KERINCI – Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, PT Kerinci Merangin Hidro (PT KMH) menggelar kegiatan bakti sosial berupa Sunatan Massal Gratis.​

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Kalla Group ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dihadiri langsung oleh perwakilan manajemen perusahaan, tim medis, serta para orang tua yang mendampingi putranya.

Komitmen CSR Perusahaan untuk Masyarakat

​Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kerinci Merangin Hidro, selaku pengembang proyek PLTA Kerinci. Perusahaan berkomitmen penuh untuk tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur energi bersih, tetapi juga memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat lokal.

​"Kami berharap kegiatan khitanan massal gratis ini dapat membantu meringankan beban finansial para orang tua, sekaligus membantu anak-anak tumbuh dengan lebih sehat," ujar perwakilan manajemen PT KMH di sela-sela acara.

Antusiasme Peserta dan Orang Tua

​Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Anak-anak peserta sunatan massal tampak berani, didampingi oleh senyum bahagia dari para orang tua yang merasa sangat terbantu dengan adanya program gratis ini. Di akhir sesi, dilakukan foto bersama antara manajemen PT KMH, panitia, serta anak-anak peserta khitanan sebagai simbol suksesnya acara tersebut.

​Melalui aksi sosial seperti ini, PT Kerinci Merangin Hidro berharap hubungan harmonis dan sinergi antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar dapat terus terjalin erat demi kemajuan bersama di masa mendatang.(adz)

Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

KERINCI – Masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengeluhkan sistem pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN karena dinilai tidak memberikan kepastian jadwal kepada warga.

Keluhan tersebut muncul lantaran informasi yang disampaikan hanya sebatas wilayah yang akan mengalami pemadaman, tanpa disertai waktu dan durasi yang jelas. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan melakukan persiapan maupun antisipasi terhadap aktivitas sehari-hari.

“Lokasi yang mau dipadamkan ada, tapi kapan dan jam berapa tidak ada. Gimana warga mau siap-siap antisipasi, Pak,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga:

PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir

Menurut masyarakat, ketidakjelasan jadwal pemadaman berdampak pada berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan, usaha kecil, hingga kebutuhan rumah tangga. Warga berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan terjadwal agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitas selama pemadaman berlangsung.

“Parah dak jeleh tanggal dan waktu,,,,”

Selain itu, masyarakat juga meminta agar informasi pemadaman disampaikan lebih cepat melalui media sosial maupun saluran resmi lainnya sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyusul gangguan pada sistem kelistrikan Sumatera yang sebelumnya mengalami blackout di beberapa daerah.(Adz)

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir.(Ilustrasi)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Keberadaan Pembangkit  Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro terbesar nomor 2 di Sumatera  tampaknya tidak menjamin kebutuhan listrik di Kerinci-Sungai Penuh hidup normal, paska Sumatera Blackout listrik di jaringan transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai. 

Mulai tadi siang hingga malam ini, Sabtu 23 Mei 2026  listrik di Kota Sungaipenuh-Kerinci hidup  secara begiliran per-wilayah karena listrik dari pembangkit yang di beli PLN dari PLTA PT KMH sebagian di suplay menerangi daerah luar yang bermasalah. 

Padahal suplay listrik di Kerinci-Sungaipenuh hanya membutuhkan 21 MVA, sedangkan pembangkit dari PLTA 350 MW, Ini jauh melebihi kebutuhan Kerinc-Sungaipenuh Maupun se-Provinsi Jambi. 

Baca Juga:

"Kita minta PLN, listrik di Kerinci-Sungaipenuh tidak di gilirkan, seharusnya Kerinci-Sungaipenuh harus diutamakan terlebih dahulu, kita Punya pembangkit listrik terbesar, sisa listrik nya baru di suplay atau dijual ke daerah lain, "tegas Riko Pirmando.

Permintaan ini berdasarkan poling dibuat di storie akun media instagram indojatipos_official  terdapat 2196 view dengan rincian 25 persen warga setuju listrik di gilir dan 75 persen pengunjung tidak setuju listrik digilir.

”Selama 2 Jam poling dibuat, 2 ribu lebih pengunjung. Dan memilih tidak setuju digilir 75 persen dan 25 persen memilih setuju,”  ungkapnya.

Sementara Manager PLN ULP Sungaipenuh Eko Pitono membenarkan, bahwa listrik di kerinci berdampak pemadaman bergilir, dikarenakan membantu suplay ke daerah yang terdampak listrikya mati sejak kemarin malam. 

“Iya, kita berharap listrik di kerinci-sungaipenuh hidup semua,” ujar Eko, sambari ia akan melakukan koordinasi dengan UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi).(Red)

Gubernur Al Haris Tabur Benih Ikan di Danau Kerinci, Didampingi Bupati Monadi dan Pihak PT KMH

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., melaksanakan kegiatan penebaran benih ikan (Restocking)  di kawasan Tanjung Harapan, Danau Kerinci. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan mendukung ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat nelayan di sekitar Danau Kerinci.

​Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Jambi Al Haris di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh 

Gubernur tampak didampingi oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, sejumlah tokoh penting dan mitra strategis, serta perwakilan manajemen PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Aslori.

BACA JUGA:

Gerak Cepat, Bupati Bersama Dinas PUPR Kerinci Turunkan Alat Berat Bersihkan Sisa Banjir Gunung Tujuh

Bupati dan Wabup Kerinci Dampingi Gubernur Al Haris Safari Ramadan di Lempur

​Kehadiran pimpinan PT KMH (Merangin Hidro) dalam mendampingi Gubernur menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam pelestarian lingkungan. 

Penaburan benih ini merupakan langkah nyata untuk memastikan populasi ikan di Danau Kerinci tetap terjaga di tengah berlangsungnya pembangunan infrastruktur energi di wilayah tersebut.

​Gubernur Al Haris berharap agar masyarakat dapat menjaga benih yang telah ditabur hingga masa panen tiba, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga lokal. 

Senada dengan Gubernur Jambi, pihak PT KMH melalui Aslori menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program-program lingkungan dan sosial di Kabupaten Kerinci.

​Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari warga setempat yang berharap Danau Kerinci tetap menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.(Adz/Ali/MPC)

Jaga Ekosistem dan Dorong Kesejahteraan Nelayan, Bupati Monadi Bersama PT KMH Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui kegiatan restocking atau penebaran kembali ikan endemik di Danau Kerinci, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, bersama jajaran dinas terkait dan didukung oleh pihak swasta, PT KMH, sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Penebaran ikan endemik dilakukan di perairan Danau Kerinci menggunakan perahu motor, dengan melepas ribuan benih ikan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem danau.

Baca Juga: Geledah Kantor Damkar Sungai Penuh, Kejari Amankan Berangkas dan Barang Elektronik

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga populasi ikan endemik yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar danau.

“Kita ingin ekosistem tetap terjaga dan masyarakat nelayan dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujar Monadi.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan PT KMH yang turut berkontribusi dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Kerinci. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat pembangunan berwawasan lingkungan.

Baca Juga: Bupati Monadi Panen Padi Perdana dan Gotong Royong Bersama warga Desa Baru Semerah

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kerinci, Tito Rivano, menjelaskan bahwa kegiatan restocking ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan populasi ikan endemik sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah.

Dengan meningkatnya populasi ikan lokal, masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas perikanan di Danau Kerinci diharapkan dapat merasakan dampak ekonomi yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga Danau Kerinci sebagai warisan alam sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Melalui semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, keberlanjutan ekosistem danau diharapkan tetap terjaga untuk generasi mendatang. (adz)

Saat Sorotan Publik Kerinci Tertuju ke PLTA, PETI Jadi Ancaman Kerusakan Lingkungan yang Lebih Parah

PETI MERAJALELA: Disaat Sorotan Publik Kerinci Tertuju ke PLTA, PETI Jadi Ancaman Kerusakan Lingkungan yang Lebih Parah.(Istimewa)

Merdekapost.com – Di saat perhatian publik tersedot pada isu PLTA Kerinci dan fenomena surutnya air Danau Kerinci, ancaman kerusakan lingkungan yang jauh lebih serius justru luput dari sorotan. Kerusakan itu kini mengintai kawasan perbatasan Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, tepatnya di wilayah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali dilaporkan marak di kawasan tersebut.

Dilansir dari Explorenews.id, berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, aktivitas ilegal ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan telah melibatkan alat berat dalam jumlah besar. Bahkan, kuat dugaan sedikitnya 20 unit alat berat telah masuk dan beroperasi di kawasan yang seharusnya menjadi zona perlindungan ketat.

Bacaan Lainnya:

Susutnya Air Danau, Aslori Humas PLTA Buka Suara: Data Analisis Curah Hujan Menurun Drastis, Debit Air Danau Terdampak

Prajurit TNI AL Asal Kerinci Praka Mar. M. Genta Al Akbar Dimakamkan; Penuh Haru Mulai dari Pelepasan Jenazah oleh Pangkormar Hingga Pemakaman Militer Dipimpin oleh Dandim 0417/ Kerinci

Masuknya alat berat ke kawasan TNKS dinilai sebagai ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem.

Selain itu, aktivitas PETI berpotensi besar mencemari sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di hilir, baik di wilayah Kerinci maupun Merangin. Warga di sekitar perbatasan mengaku resah.

Mereka khawatir dampak PETI tidak hanya merusak hutan, tetapi juga memperparah bencana ekologis seperti banjir, longsor, serta pencemaran air akibat penggunaan bahan berbahaya dalam proses penambangan.

“Kami bingung, kenapa alat berat bisa masuk ke kawasan TNKS. Ini bukan jalan kecil, tapi kawasan hutan lindung. Kalau dibiarkan, dampaknya akan kami rasakan langsung,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (7/2/2026).

Sekarang saatnya Bersuara, Sebelum Terlambat

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada para aktivis dan pegiat lingkungan yang selama ini lantang menyuarakan isu penyelamatan alam. agar segera menyuarakan keprihatinan ini.

Warga berharap suara mereka tidak hanya fokus pada isu-isu yang sedang viral, tetapi juga berani bersikap tegas dan konsisten terhadap perusakan hutan TNKS yang kini terjadi secara nyata.

“Kalau benar-benar peduli lingkungan, sekarang saatnya bersuara. Jangan sampai TNKS rusak baru semua menyesal,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat juga mendesak Balai Besar TNKS, aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan, melakukan penertiban, dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Pembiaran terhadap PETI dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan mempercepat kehancuran kawasan konservasi nasional tersebut.

Jika perusakan ini terus dibiarkan, maka generasi mendatang hanya akan mewarisi kerusakan, bukan lagi hutan yang lestari.(*)

Susutnya Air Danau, Aslori Humas PLTA Buka Suara: Data Analisis Curah Hujan Menurun Drastis, Debit Air Danau Terdampak

Aslori Humas PT KMH (PLTA) menyebutkan: Kami tidak Sedang Membela Diri, Data Analisis Curah Hujan Menurun Drastis, Debit Air Danau otomatis Terdampak,  
Aslori : "PLTA Merangin Hidro hanya menggunakan sekitar 40 persen air Danau Kerinci untuk mengoperasikan tiga turbin pembangkit listrik, sementara 60 persen pasokan air berasal dari Sungai Batang Merangin".

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Humas PLTA Kerinci Merangin Hidro, Aslori Ilham, memberikan klarifikasi terkait turunnya debit air Danau Kerinci, Jambi. Klarifikasi tersebut disampaikan di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026).

Aslori Ilham menegaskan bahwa penurunan debit air Danau Kerinci tidak disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin Hidro, melainkan akibat menurunnya curah hujan secara signifikan.

Ia memaparkan data analisis curah hujan yang menunjukkan penurunan drastis sepanjang Januari 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap volume air Danau Kerinci.

“Kami tidak sedang membela diri. Data menunjukkan curah hujan memang turun drastis dan itu berdampak langsung pada debit air Danau Kerinci,” ujar Aslori.

Menurutnya, intensitas hujan selama Januari berada pada level sangat rendah. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat melakukan teknologi modifikasi cuaca untuk mengendalikan kondisi cuaca.

Berita Terkait Lainnya:

Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

Air Danau Semakin Menyusut, Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Aslori Ilham menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu BNPB melakukan modifikasi cuaca untuk memicu hujan. Namun pada periode ini, BNPB justru melakukan modifikasi agar hujan tidak turun, berdasarkan pertimbangan teknis tertentu.

Lebih lanjut, Aslori Ilham mengungkapkan bahwa kebutuhan air PLTA Merangin Hidro mencapai 100 meter kubik per detik. Jika sepenuhnya mengandalkan air dari Danau Kerinci, maka danau tersebut berpotensi mengalami kekeringan dalam waktu singkat.

“PLTA tidak hanya bergantung pada Danau Kerinci.

Kami justru lebih banyak memanfaatkan air dari Sungai Batang Merangin,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan air Danau Kerinci selama ini justru memberikan dampak positif, terutama saat debit danau berada pada kondisi tinggi.

Aslori Ilham juga menyebutkan bahwa PLTA Merangin Hidro hanya menggunakan sekitar 40 persen air Danau Kerinci untuk mengoperasikan tiga turbin pembangkit listrik, sementara 60 persen pasokan air berasal dari Sungai Batang Merangin.

Berdasarkan data dan penjelasan tersebut, Aslori menepis anggapan bahwa PLTA Merangin Hidro menjadi penyebab utama menyusutnya debit air Danau Kerinci.(Ali/adz)

Air Danau Semakin Menyusut, Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Air Danau Semakin Menyusut Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Kerinci – Kondisi Danau Kerinci, Jambi, saat ini tengah berada dalam status waspada. Dalam beberapa pekan terakhir, permukaan air di danau kebanggaan masyarakat Kerinci ini terpantau mengalami penurunan debit secara drastis. Fenomena ini mulai berdampak serius pada sektor perikanan dan aktivitas transportasi air warga setempat (28/01/2026).

Penyusutan air terlihat jelas di sepanjang bibir danau. Wilayah yang biasanya terendam air kini berubah menjadi hamparan lumpur yang mengering dan retak-retak. Di beberapa titik dermaga, kapal-kapal nelayan tampak kandas karena air telah menjauh hingga puluhan meter dari garis pantai semula.

Baca Juga: Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

Tokoh muda Kerinci, Zalmianto atau yang biasa dipanggil Anto Black mengatakan ” Karna uji coba turbin PLTA yg sumber air nya dari danau, Secara ekonomi nelayan semakin susah cari ikan otomatis Rumah makan makin susah cari penjual ikan, Kemudian Sungai yg jadi penyuplai air Danau akan cepat tersedot dan mengering . Bagi petani yg mengandalkan air sungai untuk bersawah akan kesulitan memanfaatkan air dari aliran sungai. Seumuran saya yg sudah 45 thn hidup di pinggir danau kerinci baru kali ini melihat danau air nya sekecil ini”.

Menurut Salah satu aktivis kerinci Ilham juga mengatakan “penurunan ini merupakan salah satu yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor cuaca ekstrem dan berkurangnya intensitas hujan di wilayah hulu dituding menjadi penyebab utama hilangnya volume air secara masif”.

Bacaan Lainnya: Kasus Guru dan Siswa, Polda Jambi Audiensi dengan PGRI Provinsi dan Dorong Jalur Mediasi

Dampak dari fenomena ini mulai dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat:

1. Mengeluhkan kematian bibit ikan akibat suhu air yang meningkat dan kadar oksigen yang menurun seiring dangkalnya air.

2. Petani di sekitar danau mulai khawatir pasokan air untuk sawah mereka akan terhenti jika tren penurunan ini terus berlanjut.

3. Nelayan tangkap tidak bisa melaut .

4. Investasi pakan dan bibit hilang begitu saja karena kondisi alam yang tidak mendukung.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan kajian mendalam terkait fenomena ini, serta menyiapkan langkah mitigasi bagi warga yang mata pencahariannya bergantung sepenuhnya pada Danau Kerinci. (*adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs