Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Soroti Jalan Usaha Tani

Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Kerinci-SUngai Penuh Soroti Keterbatasan akses jalan Usaha Tani.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci–Sungai Penuh menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan usaha tani kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Selasa (13/1/2026).

Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di wilayah Kebun Baru yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur pertanian.

Dalam pertemuan itu, PMII menyoroti belum optimalnya pembangunan jalan usaha tani yang berdampak langsung pada aktivitas dan produktivitas petani. Akses jalan yang sulit dinilai menyebabkan tingginya biaya angkut hasil panen, keterlambatan distribusi, serta berujung pada penurunan pendapatan petani.

BACAAN LAINNYA: Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Ketua PMII Kerinci–Sungai Penuh, Mosri Efendi, menegaskan pemerintah daerah tidak seharusnya membiarkan petani terus berjuang sendiri di tengah janji pembangunan yang berulang setiap tahun.

“Jalan usaha tani bukan sekadar infrastruktur pelengkap, tetapi kebutuhan mendasar bagi petani. Jika terus diabaikan, yang dikorbankan adalah kesejahteraan masyarakat tani di Kebun Baru,” tegas Mosri.

Dalam audiensi tersebut, PMII menyampaikan tiga tuntutan utama kepada DTPH Kabupaten Kerinci, yakni:

1. Segera merealisasikan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani di Kebun Baru.

2. Menjadikan jalan usaha tani sebagai program prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

3. Membuka secara transparan tahapan perencanaan, anggaran, serta jadwal pelaksanaan pembangunan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala DTPH Kabupaten Kerinci Radium Khalis, bersama sejumlah kepala bidang, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PMII. Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, serta melakukan evaluasi terhadap program infrastruktur pertanian yang ada.

Meski demikian, Mosri Efendi menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.

“Kami akan terus mengawal persoalan jalan usaha tani di Kebun Baru hingga ada kepastian realisasi. PMII hadir bukan hanya sebagai penyampai aspirasi, tetapi sebagai pengontrol kebijakan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada petani,” pungkasnya.(red)

Panen Raya di Desa Baru Air Hangat, Kebahagiaan Petani adalah Semangat Kami

Bupati Kerinci Monadi Panen Raya di Desa Baru Air Hangat.(adz) 

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong terwujudnya surplus 100 ribu ton beras guna menjadikan Kerinci sebagai lumbung padi Provinsi Jambi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Panen Raya yang dilakukan langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, di Desa Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Senin (15/12/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci itu menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani. Terlebih, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai upaya mendorong sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Polisi dan Tim Puskesmas Gunung Kerinci Tinjau Kondisi Anak Autisme Diduga Dikurung Bertahun-tahun

Bupati Kerinci Monadi kepada media ini menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Kerinci dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Panen serentak ini adalah langkah konkret menuju Kerinci sebagai lumbung padi Provinsi Jambi,” ujar Monadi.

Saat ditanya terkait bantuan yang diberikan kepada petani, mantan Camat Depati Tujuh itu menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kesejahteraan petani seiring dengan meningkatnya produktivitas pertanian.

“Kami ingin petani sejahtera dan produksi terus meningkat. Jika pertanian maju, maka perekonomian masyarakat Kerinci juga akan tumbuh,” tegasnya.

Ditambahkannya, "keberhasilan petani merupakan motivasi utama pemerintah daerah. “Kebahagiaan petani adalah semangat kami,” ujar Monadi.

Dalam kegiatan Panen Raya tersebut turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Halis, Plt Sekretaris Dinas Dafril, unsur Forkopimcam, para kepala desa, serta kelompok petani setempat.(adz)

Cetak Sawah di Bungo Terancam Gagal, DPD Tani Merdeka Minta TPHP Provinsi Jambi Mengklarifikasi Dugaan Pelanggaran Prosedur

Bungo, Merdekapost.com – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Kabupaten Bungo secara resmi menyampaikan surat keberatan, permintaan klarifikasi, dan desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program cetak sawah di Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2025 yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi.

​Desakan ini muncul menyusul adanya temuan DPD Tani Merdeka Bungo di lapangan terkait potensi kegagalan program yang ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional tersebut.

​Realisasi Fisik Jauh dari Target, Program Terancam Gagal

​Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bungo, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas realisasi program di lapangan.

​Dalam surat resmi bernomor 02/DPD-TM/BGO/XB/2025 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertanian TPHP Provinsi Jambi, DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti:

​Minimnya Realisasi: Dari target yang telah ditetapkan, realisasi fisik di lapangan saat ini dinilai sangat minim, bahkan di beberapa lokasi hanya mencapai kisaran kurang dari 10%. Disebutkan bahwa di salah satu lokasi, dari target 113,07 hektare, yang dikerjakan baru sekitar 2 hektare.

​Prosedur Lelang Bermasalah: Pelaksanaan program, khususnya proses survei, investigasi, dan desain (SID), seharusnya dilakukan sebelum proses lelang. Namun, DPD Tani Merdeka menduga prosedur lelang telah mendahului verifikasi teknis dan desain, sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

​Kinerja TPHP Provinsi Jambi Dipertanyakan: Organisasi petani ini menilai TPHP Provinsi Jambi tidak proaktif dalam melakukan pengawasan teknis dan pengendalian mutu pekerjaan, yang berpotensi menyebabkan program cetak sawah di Kabupaten Bungo terancam gagal total.

​Tuntutan Resmi DPD Tani Merdeka Bungo

​DPD Tani Merdeka Bungo mengajukan empat poin tuntutan utama sebagai upaya penyelamatan program dan akuntabilitas anggaran negara:

​Klarifikasi Resmi: DPD Tani Merdeka mendesak TPHP Provinsi Jambi memberikan klarifikasi tertulis secara resmi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan realisasi program cetak sawah 2025.

​Audit Teknis Menyeluruh: Mendesak TPHP Jambi untuk melakukan audit teknis secara menyeluruh, termasuk kaji ulang desain dan perencanaan teknis, serta audit yang berkaitan dengan dokumen pertanggungjawaban.

​Klarifikasi Prosedural: DPD Tani Merdeka meminta TPHP Provinsi Jambi mengklarifikasi dugaan adanya pelanggaran prosedur lelang yang mendahului verifikasi teknis SID di lapangan.

​Keterlibatan Petani: Mendesak agar organisasi tani dan petani setempat dilibatkan secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses evaluasi dan penetapan langkah tindak lanjut perbaikan.

Baca Juga: BPC HIPMI Kerinci 2025-2028 Resmi Dilantik, Ini Jajaran Pengurusnya!

​"Kami tidak bisa menerima proyek yang hanya hidup di atas kertas. Petani Bungo menunggu hasil konkret," tegas perwakilan DPD Tani Merdeka. 

"Kami mendesak agar Kementerian Pertanian RI, Inspektorat Jenderal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan pihak berwenang lainnya segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan audit menyeluruh."

​DPD Tani Merdeka berharap surat keberatan dan desakan evaluasi ini dapat menjadi momentum perbaikan untuk mencegah kerugian negara dan memastikan tercapainya target swasembada pangan di Jambi, khususnya di Kabupaten Bungo.(adz/ali)

DPD Tani merdeka Indonesia Bungo : Progam cetak sawah di Bungo terancam gagal mintak penegak hukum turun tangan

DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo.(ali/mpc) 

BUNGO, MERDEKAPOST.COM - DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo. 

Program yang sejak awal dijanjikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan justru berubah menjadi proyek yang tidak jelas arah maupun hasilnya.

Cetak sawah di Kabupaten Bungo total seluas 261 hektare dengan perincian di Lubuk Kayu Aro (Ds Lubuk Kayu Aro : 109,78  ha) baru di kerjakan kisaran 18 hektare. Rantau Pandan (113,07 ha) baru di kerjakan  2  hektare, Ds Rambah : (39,11 Ha) yang dikelola Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi tahun 2025, kini berada di ujung kegagalan.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj: 5 Bahaya Besar Jika NU nekat jadi 'Penambang"

Minimnya progres, tidak adanya transparansi, lemahnya pengawasan, hingga sikap bungkam kontraktor menimbulkan gelombang kecurigaan publik terhadap pelaksanaan program bernilai puluhan miliar rupiah dengan target rampung akhir 2025, realisasi di lapangan justru memprihatinkan.

DPD Tani Merdeka Bungo menilai stagnasi ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini adalah bukti adanya kelemahan struktural—mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga akuntabilitas anggaran. 

Sementara dana publik terus terserap, petani tidak menerima manfaat apa pun. Program cetak sawah yang seharusnya memperkuat basis produksi pangan justru menambah kebingungan dan ketidakpastian.

“Kami tidak bisa menerima proyek kosong yang hanya hidup di atas kertas.Petani Bungo menunggu hasil, Kami meminta Kementan mengevaluasi secara total program cetak sawah yang ada di bungo, Jangan biarkan anggaran terserap sementara progress sangat minim. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kegagalan yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Indra, Ketua DPD Tani Merdeka Bungo.

Baca Juga: Penemuan Mayat Pria 63 Tahun Membusuk di Rumah, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

DPD Tani Merdeka Bungo mendesak Kementerian Pertanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh, membuka laporan penggunaan anggaran secara transparan, serta menindak semua pihak yang bertanggung jawab atas mandeknya program ini. Kami menolak program yang hanya indah dalam presentasi tetapi hampa di lapangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Bungo menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan retorika. Petani membutuhkan tindakan nyata dan hasl nyata, bukan janji yang terus diulang tanpa realisasi. Kondisi ini makin memperkuat dugaan bahwa Proyek tidak dikelola profesional,Koordinasi antar instansi lemah, Pengawasan konsultan tidak berjalan, Perencanaan lokasi diragukan sejak awal. Proyek yang seharusnya meningkatkan swasembada malah dinilai berubah menjadi beban anggaran yang tidak menghasilkan.

“Kami meminta dengan sangat dengan kementan untuk mengevaluasi program cetak sawah di kab. Bungo” tutupnya.(Ali)

Bupati Monadi Tanam Padi di Kemantan Raya, Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit

Bupati Monadi Tanam Padi di Kemantan Raya, Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama masyarakat Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur melaksanakan kegiatan tanam padi sekaligus menyerahkan bantuan satu unit Alsintan jenis Hidrotiler dan bibit padi kepada kelompok tani setempat, Sabtu (22/11/2025).

Bupati Monadi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk mewujudkan Swasembada Benih 2026. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si didampingi Sekda Kerinci Zainal Efendi Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur melaksanakan kegiatan tanam padi sekaligus menyerahkan bantuan satu unit Alsintan jenis Hidrotiler Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur. Sabtu, 22/11).(mpc) 

Ia meminta para penyuluh pertanian untuk benar-benar mengawal penggunaan bantuan agar berdampak maksimal bagi peningkatan hasil produksi pertanian.

“Pertanian kuat, petani sejahtera,” tegas Bupati Monadi.

Bupati Kerinci Monadi juga menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan alat dan bibit, tetapi juga pada kesungguhan petani dan pendampingan yang intensif dari para penyuluh. 

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan, mulai dari penyediaan benih unggul, peningkatan alsintan, hingga perbaikan infrastruktur pertanian.

“Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani dapat mempercepat peningkatan produksi sehingga target Swasembada Benih 2026 dapat tercapai dan kesejahteraan petani semakin meningkat,”ungkap Monadi.(Adz)

Bupati Monadi Serahkan Bantuan Alsintan dan Tanam Padi Bareng Petani Belui

Kerinci, MP.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Bupati Kerinci, Monadi, melakukan penyerahan bantuan berupa mesin Hidrotiller jenis kura-kura dan benih padi kepada para petani di Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, sekaligus melakukan kegiatan penanaman padi bersama, Rabu (29/10/2025).

Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Kerinci, sehingga pemerintah daerah terus mendorong inovasi dan penyediaan sarana-prasarana pertanian yang memadai.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah selalu hadir untuk mendukung kebutuhan petani,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Baca Juga: PDAM Tirta Sakti Kerinci Beri Diskon dan Promo Gratis Pemasangan

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Kerinci, Radium Khalis, Camat Depati Tujuh Indra Hermawan, serta jajaran pemerintahan desa dan para kelompok tani.

Kadis TPH Kerinci, Radium Khalis menambahkan bahwa penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) seperti hidrotiller sangat dibutuhkan untuk mempermudah pengolahan lahan, terutama di wilayah pertanian yang masih mengandalkan tenaga manual.

“Dengan alsintan ini, petani bisa lebih efisien dalam bekerja. Waktu pengolahan lahan lebih cepat, sehingga masa tanam dapat berlangsung tepat waktu,” jelasnya.

Baca Juga: Tim Wasev TMMD Kunker ke Kodim 0417 Kerinci, Dansatgas Paparkan Sasaran dan Progres TMMD 126 Secara Rinci

Para petani Desa Belui menyambut baik kehadiran Bupati beserta rombongan serta bantuan yang diberikan. Mereka berharap dukungan pemerintah seperti ini terus berlanjut guna meningkatkan hasil produksi dan pendapatan mereka.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan keberpihakan terhadap sektor pertanian sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(adz)

Dipusatkan di Koto Majidin, Kerinci Sekarang Ada Pengembangan Itik Lokal

 

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat sektor peternakan rakyat melalui inovasi dan peningkatan kapasitas peternak itik lokal kerinci (Koto Majidin) Senin, (20/10/2025).

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Varietas Itik Lokal Kerinci dalam rangka Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Peternak Kecamatan dan Desa Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kerinci Zainal Effendi, Kepala Dinas Pertanian Radium Halis, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi.

Kedatangan Bupati disambut meriah dengan tarian rebana oleh anak-anak Desa Koto Majidin, sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol semangat masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis lokal.

Baca Juga:  

Akses Pertanian Ditingkatkan, Manfaat Nyata Bagi Petani

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi juga menyerahkan alat mesin bajak apung “Kura-Kura” kepada kelompok tani setempat sebagai dukungan nyata pemerintah terhadap modernisasi sarana pertanian.

“Itik Kerinci adalah kekayaan genetik asli daerah yang harus kita kembangkan secara serius. Jika dikelola dengan baik, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tegas Bupati Monadi dalam sambutannya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Prof. drh. Fahmida, MP, yang memaparkan strategi pengembangan varietas unggul Itik Kerinci berbasis teknologi pakan dan sistem pemeliharaan modern.

Baca Juga:

Kasdim: Personil Harus dalam Kondisi Prima, Agar Bisa Bekerja Lebih Maksimal

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Osra Yandi, menyebut bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal menuju industrialisasi itik rakyat.

“Selama ini Itik Kerinci dikenal berkualitas, tapi belum dikelola secara terstruktur. Lewat pelatihan ini, kita ingin petani bukan hanya beternak, tapi juga mampu mengelola usaha berbasis hasil turunan seperti telur asin dan daging olahan,” ujarnya.

Baca Juga:  

Sinergi Pemkab Kerinci dengan IAIN Kerinci Menciptakan Pendidikan yang Unggul

Wawako Azhar Jenguk Zaki, Korban Pengeroyokan yang Kepalanya 'Ditusuk' Pakai Kunci

Antusiasme petani setempat pun terlihat jelas. Salah satu peserta pelatihan, Aspriadi, mengaku pelatihan ini sangat dinanti-nantikan.

“Selama ini kami beternak itik hanya ikut-ikutan kebiasaan orang tua. Tidak tahu cara pembibitan yang benar, tidak paham soal pakan yang tepat. Dengan adanya pelatihan ini, kami merasa lebih percaya diri untuk menjadikan itik sebagai usaha utama,” ungkapnya.

Selain itu Sailendra salah seorang petani dan juga peternak itik lokal menambahkan “Apalagi ditambah bantuan mesin bajak, kami merasa pemerintah benar-benar memperhatikan petani kecil seperti kami,” Pungkasnya.(Adz)

Mentan Kirimkan Bantuan 20 Unit Hydroteler untuk Kelompok Tani di Sungai Penuh

Mentan Kirimkan Bantuan 20 Unit Hydroteler untuk Kelompok Tani di Sungai Penuh, Insert: Wali Kota Sungai Penuh Alfin Saat Duduk Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. 20 Unit Hydroteler. (Dok)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh menerima bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa Hidro teller dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman.

Hal tersebut dibenarkan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, Rabu (15/10/2025).

“Kita telah menyerahkan proposal kepada Kementan saat kunjungan kerja ke Sungai Penuh dan Kerinci beberapa waktu lalu” ujarnya.

Baca Juga:DPC APDESI Kota Sungai Penuh 2025-2030 Resmi Dilantik, Wako Alfin Berharap Apdesi Jadi Pelopor Inovasi Desa

Alfin menyebutkan, bantuan ini merupakan bentuk komitmen Menteri Pertanian berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menguatkan ketahanan pangan Indonesia yang merata di setiap provinsi.

“Pemberian alat mesin pertanian itu tidak hanya sekadar hadiah namun akan dikontrol atau diawasi secara berkesinambungan oleh Menteri Pertanian. Tujuannya agar bantuan itu digunakan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap petani dan pertumbuhan ekonomi daerah” ujar Wako.

Baca Juga: Satgas TMMD Bangun Sumur Bor Bantu Warga Sungai Jeruang

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kota Sungai Penuh Armen SP, mengatakan bahwa jumlah Hidro teller yang diterima sebanyak 20 unit. Hidro teller ini diperuntukkan untuk kelompok tani.

“Ya, untuk percepatan tanam dan mengolah hasil pertanian” ungkapnya

Ia menghimbau kepada kelompok yang mendapatkan bantuan Hydroteler dapat dimanfaatkan dengan baik, Tutupnya. (adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs