Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro, Warisan Sejarah Kerinci yang Mendunia

Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro, Warisan Sejarah Kerinci yang Mendunia.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Kebun Teh Kayu Aro di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, genap berusia 100 tahun pada Selasa (30/12/2025). Momentum satu abad perkebunan teh tertua di Indonesia ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Wakil Bupati Kerinci Murison, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kebun Teh Kayu Aro merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang dibangun pada masa kolonial Belanda awal abad ke-20. Perkebunan ini dibuka oleh perusahaan Belanda NV HVA (Namlodse Venotchaaf Handle Veriniging Amsterdam) sekitar tahun 1920 di kaki Gunung Kerinci.

Bacaan Lainnya:

Penuh Kehangatan dan Kekeluargaan, Bupati Monadi Lepas Letkol Inf. Eko Budiarto Lanjutkan Tugas di Mabes TNI AD

Penanaman teh pertama dimulai pada tahun 1923, disusul pendirian pabrik pengolahan teh pada 1925. Sejak awal operasinya, Kebun Teh Kayu Aro memproduksi teh hitam dengan metode ortodoks (tradisional), yang kala itu diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar Eropa.

Pemilihan lokasi Kayu Aro bukan tanpa alasan. Berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.400 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memiliki tanah vulkanik yang subur serta iklim sejuk dan lembap, kondisi yang sangat ideal untuk menghasilkan teh berkualitas tinggi.

Pada masa kolonial, perkebunan ini terus berkembang pesat. Luas areal tanam tercatat mencapai sekitar 2.590 hektare pada tahun 1940, menjadikannya salah satu perkebunan teh terbesar di Asia Tenggara kala itu.

Pasca kemerdekaan Indonesia, Kebun Teh Kayu Aro dinasionalisasi oleh pemerintah pada tahun 1959 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1959. Sejak saat itu, pengelolaannya berada di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan dengan beberapa kali perubahan struktur kelembagaan, mulai dari PN Aneka Tanaman VI (1959–1962), PNP Wilayah I Sumatera Utara (1963–1973), hingga menjadi bagian dari PT Perkebunan VIII pada tahun 1974.

Melalui konsolidasi BUMN perkebunan pada tahun 1996, Kebun Teh Kayu Aro resmi menjadi unit usaha PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) sejak 11 Maret 1996. Peralihan ini menandai babak baru modernisasi pengelolaan kebun tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah yang melekat.

Baca Juga: Semarak, HAB Kemenag RI ke 80, Riuan Peserta Ikuti Jalan Santai Kerukunan di Kemenag Kerinci

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa kebun teh ini merupakan warisan sejarah dan kebanggaan daerah yang telah dikenal hingga mancanegara. Selama satu abad, Kebun Teh Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan waktu, penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus ikon pariwisata Kabupaten Kerinci.

Lebih lanjut, kata orang nomor satu di Kabupaten Kerinci ini, Kebun Teh Kayu Aro tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga berperan strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta menjadi daya tarik utama sektor pariwisata Kerinci. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, PTPN VI, dan masyarakat harus terus diperkuat agar keberadaan kebun teh ini tetap lestari dan berkelanjutan.

“Momentum satu abad ini, semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan Kebun Teh Kayu Aro sebagai aset sejarah, ekonomi, dan pariwisata yang bernilai tinggi bagi generasi masa depan,”pungkasnya.(adz)

Penuh Kehangatan dan Kekeluargaan, Bupati Monadi Lepas Letkol Inf. Eko Budiarto Lanjutkan Tugas di Mabes TNI AD

Penuh Kehangatan dan rasa Kekeluargaan, Bupati Monadi Lepas Dandim Letkol Inf. Eko Budiarto Lanjutkan Tugas pengabdian di Mabes TNI AD.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., secara resmi melepas Komandan Distrik Militer (Dandim) 0417/Kerinci, Letkol Inf. Eko Budiarto, S.IP., yang mendapatkan penugasan baru sebagai Pabandya 1/Binsatpur Spaban IV/Binsiapsat Sopsad Mabes TNI Angkatan Darat di Jakarta. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Bupati Kerinci, Sungai Langit, pada Senin malam, 29 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para staf ahli, asisten, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci. Turut hadir pula para perwira jajaran Kodim 0417/Kerinci sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Letkol Inf. Eko Budiarto selama bertugas di Kabupaten Kerinci.

Baca Juga: 

Semarak, HAB Kemenag RI ke 80, Riuan Peserta Ikuti Jalan Santai Kerukunan di Kemenag Kerinci

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi Letkol Inf. Eko Budiarto dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah selama menjalankan tugas di Kabupaten Kerinci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik. Semoga sukses dan amanah dalam menjalankan tugas di tempat yang baru,” ujar Bupati Monadi.

Sementara itu, Letkol Inf. Eko Budiarto dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kerinci serta seluruh elemen masyarakat selama dirinya bertugas.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Kerinci, jajaran pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat Kerinci atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan selama saya menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci. Banyak kenangan dan pengalaman berharga yang akan selalu saya ingat,” ungkap Letkol Inf. Eko Budiarto.

Baca Juga :  

Tugas Berakhir, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto Dilepas dengan Haru Diiringi Do'a

Ia juga berharap sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah yang telah terbangun dengan baik dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan ke depan.

“Saya berharap sinergi yang sudah terjalin antara Kodim 0417/Kerinci dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi keamanan, ketertiban, dan kemajuan daerah,” tambahnya.

Diketahui, Letkol Inf. Eko Budiarto mulai menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci sejak 4 Mei 2024. Selanjutnya, serah terima jabatan akan dilaksanakan di Korem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi pada tanggal 31 Desember 2025.

Untuk mengisi jabatan Dandim 0417/Kerinci, telah ditunjuk Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub.Int., yang sebelumnya menjabat sebagai Danyonif 144/Jaya Yudha.

Acara pelepasan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi momen penghormatan atas pengabdian Letkol Inf. Eko Budiarto sekaligus doa dan harapan terbaik bagi kelanjutan kariernya di Mabes TNI Angkatan Darat.(adz)

Dugaan Mark Up Dana BSPS di Tanah Cogok, Oknum Pendamping Diduga Rampas Hak Rakyat Miskin Penerima Bantuan

Dugaan Mark Up Dana BSPS di Tanah Cogok, Oknum Pendamping Diduga bermain ketidakterbukaan harga, kualitas dan intimidasi terhadap warga miskin penerima manfaat.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang seharusnya menjadi angin segar bagi warga kurang mampu di Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, kini justru didera kabar tak sedap. Oknum pendamping program tersebut diduga melakukan praktik mark-up harga material yang dinilai sangat memberatkan penerima bantuan dan merusak citra kedinasan.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul nota perbandingan antara harga material di pasar dengan harga yang dibebankan kepada penerima bantuan. Selisih harga yang cukup signifikan ini memicu dugaan adanya manipulasi dana yang dilakukan secara sistematis oleh oknum di lapangan.

​Modus Operandi yang Merugikan

​Praktik ini diduga dilakukan dengan cara menggelembungkan harga satuan barang bangunan yang dikirim ke rumah warga. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya merasa kecewa karena jumlah material yang diterima tidak sebanding dengan total dana bantuan yang seharusnya mereka dapatkan.

​"Kami rakyat kecil sangat bergantung pada bantuan ini. Kalau harganya dimainkan seperti ini, rumah kami tidak akan selesai dengan layak. Ini jelas merampas hak kami," keluhnya.

Citra Dinas Terkait Terancam

​Tindakan oknum pendamping ini dinilai telah mencoreng integritas Dinas terkait dan kementerian yang menaungi program BSPS. Alih-alih membimbing warga agar dana swadaya tersebut efisien, oknum tersebut justru diduga menjadikan program ini sebagai ladang keuntungan pribadi.

​Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan adalah:

  • ​Ketidakterbukaan Harga: Kurangnya transparansi nota belanja kepada penerima bantuan.
  • Kualitas Material: Dugaan kualitas barang yang tidak sesuai dengan standar harga yang ditetapkan.
  • ​Intimidasi Terselubung: Adanya tekanan agar warga menerima saja material yang dikirim tanpa boleh protes.

​APH Didesak Turun Tangan

​Menanggapi gejolak di masyarakat, sejumlah pihak mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan investigasi dan turun langsung ke lapangan di wilayah Kecamatan Tanah Cogok.

​"Kami meminta APH untuk segera memeriksa oknum pendamping tersebut dan pihak-pihak terkait. Jangan sampai program mulia pemerintah pusat ini dikotori oleh oknum-oknum nakal yang mencari untung di atas penderitaan rakyat miskin," ujar salah satu aktivis setempat.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah apa yang akan diambil terhadap oknum pendamping yang diduga terlibat dalam praktik mark-up tersebut.(ali/mpc)

Tugas Berakhir, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto Dilepas dengan Haru Diiringi Do'a

Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto Pamit pindah Tugas ke Mabesad, Tokoh masyarakat dan Adat Kerinci Lepas dengan penuh Haru dan diringi Doa.(adz/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Masa pengabdian sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0417/Kerinci, Letkol Inf. Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P., resmi berakhir. Perwira TNI AD tersebut akan melanjutkan tugas dan pengabdian pada jabatan baru di lingkungan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Dalam acara perpisahan yang berlangsung bersama para tokoh masyarakat dan pemangku adat Kerinci, suasana haru dan kekeluargaan terasa begitu kental. Pada kesempatan itu, Letkol Eko Budiarto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan serta kerja sama yang terjalin erat selama dirinya bertugas di Bumi Sakti Alam Kerinci.

Baca Juga:

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Pemkot Sungai Penuh Susun Strategi Optimalisasi Pajak dan Retribusi

Ia menuturkan bahwa selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci, hubungan antara Kodim dengan Lembaga Adat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terbangun dengan komunikasi yang harmonis serta penuh semangat kebersamaan.

“Kami sekeluarga memohon pamit dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas segala dukungan, bimbingan, arahan, serta kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik selama ini,” ungkap Letkol Eko.

Ia juga berharap, jalinan silaturahmi dan sinergi yang telah terbangun antara Kodim 0417/Kerinci dengan para pemangku adat tidak berhenti sampai di akhir masa tugasnya, melainkan terus terjaga di masa mendatang.

Baca Juga : 

Semarak, HAB Kemenag RI ke 80, Riuan Peserta Ikuti Jalan Santai Kerukunan di Kemenag Kerinci 

Sementara itu, mewakili dua lembaga adat formal serta para pemangku adat Kerinci, Muzhar, Dpt., menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Letkol Eko Budiarto selama bertugas di wilayah Kerinci.

Menurutnya, Dandim 0417/Kerinci telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta menjaga keharmonisan antara TNI dan masyarakat adat.

“Kok datang kayo lah nampak muko, balik lah nampak pulo punggung. Kami doakan semoga Bapak Eko senantiasa diberi kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban amanah di Mabes TNI,” tuturnya.

Acara perpisahan tersebut berlangsung khidmat, penuh rasa kekeluargaan, serta menjadi momentum penguatan hubungan emosional antara TNI dan masyarakat adat Kerinci. (*)

Semarak, HAB Kemenag RI ke 80, Riuan Peserta Ikuti Jalan Santai Kerukunan di Kemenag Kerinci

Kerinci, Merdekapost.com - Memeriahkan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti sekitar 2.500 peserta dari seluruh unsur keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Kerinci.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., M.M. di halaman PLHUT, Senin (29/12/2025) pagi.

Kegiatan Jalan Sehat Kerukunan ini dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. 

Adapun rute jalan sehat dimulai dari Kantor Kemenag Kabupaten Kerinci, melintasi area Terminal Baru Bandara, dan kembali finish di Kantor Kemenag Kabupaten Kerinci.

Kakan Kemenag cabut undian doorprize.(mpc) 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan mempererat tali silaturahmi di lingkungan Kementerian Agama.

“Melalui Jalan Sehat Kerukunan ini, kita ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kerukunan antar seluruh keluarga besar Kemenag Kerinci". Ungkap Kakan Kemenag.

"Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga kesehatan jasmani agar seluruh aparatur dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  

Pemkot Sungai Penuh Susun Strategi Optimalisasi Pajak dan Retribusi

Ia juga mengapresiasi dukungan dan sinergi dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik dari mitra perbankan maupun para donatur. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin menjadi wujud nyata kebersamaan dalam mendukung kegiatan positif di lingkungan Kementerian Agama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), serta para donatur Ajwa Tour dan Kiswah Tour and travel yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Dukungan tersebut membuat rangkaian kegiatan HAB ke-80 di Kemenag Kerinci semakin semarak dan meriah,” tambahnya.

Peserta jalan sehat kerukunan.(mpc) 

Menambah kemeriahan kegiatan, panitia membagikan kupon doorprize kepada seluruh peserta saat melintasi area Terminal Baru Bandara. Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute jalan sehat, agenda kegiatan dilanjutkan dengan lomba volley gembira dan lomba tebak kata yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta.

Baca Juga :  

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Tak kalah menarik, rangkaian lomba juga diselingi dengan pengundian nomor doorprize, sehingga suasana kegiatan semakin semarak dan penuh kegembiraan hingga akhir acara. Berbagai hadiah menarik telah disiapkan dan dibagikan kepada peserta yang beruntung di halaman Kantor Kemenag Kerinci.

Peserta kegiatan berasal dari seluruh unsur di lingkungan Kemenag Kerinci, mulai dari Kasubbag TU, Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat Wakaf, Pengawas Madrasah dan PAIS, Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, Penghulu dan Penyuluh, Guru Madrasah, Guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah, Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren (FKPP), Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan, hingga ASN dan Non ASN serta keluarga.

Melalui kegiatan Jalan Sehat Kerukunan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci berharap dapat memperkuat soliditas internal, meningkatkan kebugaran jasmani, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni dan kerukunan, sejalan dengan semangat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.(*)

Pemkot Sungai Penuh Susun Strategi Optimalisasi Pajak dan Retribusi

SUNGAI PENUH, Merdekapost.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kajian optimalisasi pajak dan retribusi daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Senin (29/12/2025).

Kajian ini menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus perumusan kebijakan baru dalam pengelolaan pendapatan daerah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga:

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPRD Kota Sungai Penuh, pimpinan organisasi perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, para camat, hingga tokoh masyarakat. Pelibatan lintas sektor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan sesuai dengan potensi daerah.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menegaskan bahwa penguatan PAD merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, peningkatan penerimaan daerah harus diiringi dengan perbaikan sistem pengelolaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Optimalisasi pendapatan daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang transparan, adil, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Alfin.

Baca Juga:

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Selain itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi, penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah, serta pengembangan sektor UMKM dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kajian ini, Pemkot Sungai Penuh berharap dapat merumuskan strategi pengelolaan pendapatan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.(adz)

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit Karena akan Pindah ke Polres Batanghari.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K, bertempat di Aula Tribrata Lantai II Mapolres Kerinci, Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kerinci, Kabag Ops, para Kasat, serta Pejabat Utama (PJU) Polres Kerinci. Acara juga dihadiri insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian.

Bacaan Lainnya:

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Mengawali paparannya, AKBP Arya Tesa Brahmana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak media atas sinergi dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama masa kepemimpinannya di Polres Kerinci.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengungkapkan bahwa dirinya akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Batang Hari, berdasarkan Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tertanggal 15 Desember 2025, dan akan mulai bertugas pada Januari 2026. Sementara itu, jabatan Kapolres Kerinci selanjutnya akan diisi oleh AKBP Ramadhanil, S.I.K., S.H., M.H, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Verifikasi Perkapolda Bagverivkumpol Divkum Polri.

Dalam pemaparan kinerja, AKBP Arya Tesa Brahmana menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kerinci tercatat sebanyak 374 kejadian, mengalami penurunan 21,67 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 480 kasus.

Baca Juga:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up  

Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 25 kasus pada tahun 2025, dengan penyelesaian perkara sebanyak 12 kasus, menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, di bidang pemberantasan narkotika, Polres Kerinci mencatat adanya peningkatan jumlah perkara. Pada tahun 2024 tercatat 101 kasus, sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi 108 kasus.

Barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun 2025 meliputi sabu seberat 231,11 gram, daun ganja 5.082,25 gram, 19 batang ganja, serta 8 butir ekstasi, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 92 persen.

“Meski jumlah kasus meningkat, kami mampu menyelesaikan perkara narkotika dengan tingkat penyelesaian yang tinggi sebagai bentuk komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran narkoba,” tegas Kapolres.

Di sektor lalu lintas, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan dari 25 kejadian pada 2024 menjadi 33 kejadian pada 2025. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan sekitar 32 persen.

Kapolres juga menyoroti sejumlah pengungkapan kasus kriminal menonjol yang ditangani Satreskrim Polres Kerinci di bawah pimpinan AKP Very Prasetyo. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah kasus pembunuhan di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, di mana pelaku sempat melarikan diri ke luar negeri.

Baca Juga:

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'  

“Berkat kerja sama lintas negara dan koordinasi dengan Interpol, pelaku berhasil ditangkap di Malaysia oleh Tim Reskrim Macan Kincai. Informasi terakhir, pelaku divonis hukuman 14 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Selama tahun 2025, Polres Kerinci juga berhasil mengamankan dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar dari berbagai penanganan perkara pidana yang merugikan negara. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satreskrim Polres Kerinci dalam menegakkan hukum secara profesional dan akuntabel.

“Setiap rupiah uang negara wajib kita jaga dan kembalikan untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab institusional Polri,” tegas AKBP Arya Tesa Brahmana.

Menutup kegiatan, Kapolres menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal bagi umat Kristiani serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengimbau warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan selama malam pergantian tahun.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antara Kapolres dan awak media.(adz)

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Kerinci, Merdekapost.com  – Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P. memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 0417/Kerinci dalam rangka kegiatan Farewell, bertempat di Balai Prajurit Kodim 0417/Kerinci, Senin (29/12/2025).

Dalam pengarahannya, Letkol Inf Eko Budiarto menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan Persit atas dedikasi, loyalitas, serta kerja sama selama masa kepemimpinannya di Kodim 0417/Kerinci.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas satuan tidak terlepas dari soliditas dan kekompakan seluruh keluarga besar Kodim. Dandim juga berpesan agar prajurit senantiasa menjaga disiplin, profesionalisme, serta terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial di wilayah masing-masing.

Baca Juga:

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok Semakin Terang: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu 

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'

Kepada anggota Persit, Dandim mengharapkan agar terus mendukung tugas suami dengan menjaga keharmonisan keluarga serta aktif dalam kegiatan organisasi.

Diakhir pengarahan Dandim juga berpesan tetap jaga silaturahmi walaupun kita berjauhanKegiatan Farewell yang diikuti 450 prajurit, pns dan persit berlangsung dengan penuh keakraban dan suasana haru, sebagai bentuk kebersamaan dan penghargaan atas kepemimpinan Letkol Inf Eko Budiarto selama menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.(adz)

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok Semakin Terang: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, pelaksanaan di lapangan diduga kuat tidak sesuai dengan kesepakatan awal rapat dan memicu dugaan adanya praktik "mark-up" anggaran yang merugikan penerima bantuan.

Ketidaksesuaian Spesifikasi Material

Menurut keterangan warga dan bukti di lapangan, pada awal rapat sosialisasi ditegaskan bahwa konstruksi rumah akan menggunakan tiang dari semen (beton) dan besi guna menjamin kekokohan bangunan. Namun, fakta yang terjadi di lokasi justru berbanding terbalik. Material yang dikirimkan ke warga penerima manfaat adalah kayu, yang secara kualitas dan nilai ekonomis jauh di bawah standar beton yang dijanjikan.

"Awalnya bilang pakai tiang semen dan besi, tapi yang datang malah kayu. Kami tidak pernah meminta bahan seperti itu," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan Terhadap Pendamping dan Fasilitator

Ketidaksesuaian ini menimbulkan tanda tanya besar terkait peran tim di lapangan. Warga mendesak agar pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang bertanggung jawab langsung dalam proses perencanaan dan pengadaan barang, di antaranya:

Inisial R: Selaku Pendamping Bedah Rumah Kecamatan Tanah Cogok.

Inisial D: Selaku Fasilitator Program.

Keduanya dinilai sebagai pihak yang paling mengetahui proses peralihan spesifikasi material tersebut dari beton menjadi kayu.

Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum (APH)

Masyarakat meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan, tidak tinggal diam melihat kejanggalan ini. Perlu adanya audit investigatif terhadap aliran dana dan harga satuan barang (sebagaimana tertera dalam nota toko "Mitra Bangunan" yang beredar) untuk memastikan apakah ada penggelembungan harga (mark-up).

"Kami minta APH turun tangan. Periksa R dan D. Jangan sampai dana bantuan untuk rakyat miskin justru dipangkas untuk keuntungan pribadi," tegas warga dalam laporannya.

Program BSPS seharusnya bertujuan untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat, namun jika material yang diberikan tidak sesuai standar keamanan, hal ini justru dapat membahayakan penghuni rumah di masa depan.(Ali/mpc)

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'

Kasus  Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya Berdamai.(adz)

‎‎‎Kerinci, Merdekapost.com  – Viral pemberitaan Seorang petani bernama Suherdi asal Desa Ensatu, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, diduga menjadi korban penipuan bernilai Puluhan juta rupiah.‎‎

Kemarin (28/12/2025) pihak Suherdi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Kerinci.‎‎ 

Dengan dibantu mediasi oleh kedua belah pihak keluarga alhasil mendapatkan titik terang pihak keluarga dari Pirda menghubungi Suherdi dan ingin menyelesaikan kasus tersebut.

Baca Juga:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

”Ia pihak keluarga ada hubungi kami dan kami sudah berdamai, dengan adanya mediasi dari pihak keluarga keduanya,” Ucap Suherdi Saat dikonfirmasi Via Ponselnya (29/12)‎‎

Dilanjutkan Suherdi, ditanya soal laporan di Polres kerinci, ia menyampaikan akan mengikuti prosedur dan hingga perdamaian diketahui oleh pihak kepolisian.

‎‎”Terkait pelaporan kami akan ikuti prosedur, walaupun nantinya berdamai, harus diketahui pihak kepolisian,” Jelasnya.‎‎

”Apapun perkembangan nya kami akan kabari mbak, sesuai untuk peliputan berita dari awal sampai akhir, do’akan saja semua berjalan lancar,” Tutup Suherdi saat dihubungi Via Ponsel. 

(Adz/ Sumber: alfatimenews.com)‎‎‎‎

HMI Cabang Sijunjung Desak Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanah Tanjung Kaliang

HMI Cabang Sijunjung Desak Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanah Tanjung Kaliang Kabupaten Sijunjung.(mpc)

Sijunjung, Merdekapost.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sijunjung dengan tegas mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) agar segera menetapkan HAS sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah di Tanjung Kaliang, Kabupaten Sijunjung. 

Desakan ini disampaikan karena fakta-fakta yang berkembang ke publik menunjukkan adanya indikasi kuat pelanggaran hukum yang tidak bisa lagi ditutupi.

HAS telah resmi dicopot dari jabatannya sejak 11 Desember 2025 oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan dijatuhi sanksi disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan selama 12 bulan. Pencopotan tersebut merupakan bukti nyata bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan HAS bukan persoalan ringan.

Jika sanksi administratif terberat sudah dijatuhkan oleh internal kejaksaan, maka tidak ada alasan hukum maupun moral bagi Kejaksaan Agung untuk terus menunda penetapan status tersangka.

Berlarut-larutnya penanganan perkara ini justru memperkuat kecurigaan publik terhadap integritas penegakan hukum, terlebih yang diduga terlibat adalah oknum aparat penegak hukum. Kondisi ini tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat Tanjung Kaliang, tetapi juga mencoreng marwah institusi kejaksaan di mata publik.

Hukum tidak boleh hanyaa berlaku untuk masyarakat miskin, Ketika seorang jaksa telah dicopot dan dikenai sanksi berat, maka penetapan tersangka adalah konsekuensi logis.

Bacaan Lainnya:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

Kasus tanah Tanjung Kaliang ini tidak hanya berdampak pada konflik agraria, tetapi juga menimbulkan kerugian negara dan kerusakan ekosistem dalam skala besar. 

Berdasarkan estimasi konservatif valuasi jasa lingkungan, kerusakan ekosistem hutan seluas ±700 hektare berpotensi menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp70 miliar hingga Rp140 miliar, yang mencakup hilangnya fungsi tata air, pencegahan banjir dan longsor, penyimpanan karbon, serta kerusakan keanekaragaman hayati.

Selain itu, dugaan pembalakan kayu di kawasan tersebut juga berimplikasi pada hilangnya potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor kehutanan, kerusakan tegakan hutan, serta nilai ekonomi kayu yang diduga dieksploitasi secara melawan hukum. Kerugian akibat pembalakan ini diperkirakan menambah puluhan miliar rupiah kerugian negara, yang tidak dapat dipulihkan hanya melalui sanksi administratif.

Kasus ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang, oleh karena itu, kejaksaan agung harus mengusut tuntas dan memproses seluruh pihak lain yang terlibat, baik oknum aparat, pemerintah kabupaten Sijunjung, pemodal, pihak swasta, pihak yang melakukan perlindungan, perantara maupupun pihak yang menikmati hasil dari penguasaan lahan dan pembalakan kayu dikawasan tanjung kaliang.

pembiaran dan penundaan penetapan tersangka dalam kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap lembaga hukum.

HMI Cabang Sijunjung dengan tegas menyatakan akan terus mengawal kasus ini, termasuk melalui langkah advokasi dan aksi terbuka, hingga HAS resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(adz)

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok menuai sorotan tajam. Pasalnya, Kepala Desa (Kades) setempat mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pelaksanaan bantuan bedah rumah tersebut. Ketidakterlibatan orang nomor satu di desa ini menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi pengelolaan anggaran.

Peran Kades Terabaikan

Kepala Desa menyatakan kekecewaannya karena merasa dilangkahi oleh pihak pendamping dan fasilitator program. Menurutnya, sebagai pimpinan tertinggi di tingkat desa, ia seharusnya mengetahui dan mengawasi setiap bantuan yang masuk demi memastikan ketepatan sasaran dan transparansi anggaran.

"Kades itu orang nomor satu di desa. Seharusnya dilibatkan dari awal. Kalau seperti ini, muncul dugaan kuat adanya niat untuk melakukan mark-up dana bantuan oleh oknum pendamping dan fasilitator," ujar salah satu sumber yang memahami situasi tersebut.

Masyarakat Tuntut Rincian Harga Material

Kecurigaan tidak hanya datang dari pihak pemerintah desa, tetapi juga dari warga penerima manfaat. Masyarakat mulai mempertanyakan nilai bantuan yang diterima dalam bentuk material bangunan.

Saat warga meminta pihak pendamping untuk merinci harga satuan material serta total penggunaan dana secara transparan, pihak pendamping justru memilih untuk bungkam dan tidak memberikan jawaban pasti. Sikap tertutup ini memperkuat dugaan warga bahwa harga material telah digelembungkan (mark-up) jauh di atas harga pasar.

Dugaan Mark-Up Dana Bantuan

Ketertutupan informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan nota pembelian material menjadi pemicu utama kegaduhan di lapangan. Warga berharap pihak terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja pendamping BSPS di Kecamatan Tanah Cogok.

"Kami hanya minta keterbukaan. Kalau memang jujur, kenapa harus diam saat ditanya rincian harga? Kami menduga ada selisih dana yang cukup besar antara anggaran yang dialokasikan dengan fisik barang yang kami terima," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pendamping maupun fasilitator BSPS Kecamatan Tanah Cogok belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan ketidakterlibatan pemerintah desa dan tuntutan transparansi harga material tersebut.(Ali/Adz)

Jeruk dan Durian Lokal Terancam: Pemuda Pulau Tengah Minta Pemkab Kerinci Lindungi Warisan Hortikultura

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, salah satu kawasan hortikultura yang disegani. Jeruk lokal Pulau Tengah dan durian khas Kerinci bukan hanya komoditas pertanian, melainkan sumber kehidupan, identitas daerah, serta kebanggaan masyarakat.

Secara nasional, durian dan jeruk di kenal sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Durian memiliki banyak spesies dengan cita rasa khas, sementara jeruk—khususnya jenis Citrus reticulata—populer karena kulitnya tipis, mudah dikupas, rasanya manis sedikit asam, dan daging buahnya mudah dipisahkan. Jeruk ini kaya vitamin C dan pernah menjadi komoditas unggulan di Pulau Tengah.

Namun, kejayaan itu kini tinggal cerita.

Jeruk Pulau Tengah: Dari Primadona Menjadi Kenangan

Jeruk Pulau Tengah pernah berjaya. Kebun jeruk membentang luas, hasil panen menghidupi keluarga, dan namanya dikenal hingga luar daerah. Kini, jeruk tersebut nyaris tidak lagi dibudidayakan.

Berbagai persoalan diduga menjadi penyebab: serangan penyakit tanaman, minimnya pendampingan teknis, fluktuasi harga, hingga absennya kebijakan perlindungan varietas lokal. Tanpa intervensi nyata, pejuang petani perlahan meninggalkan jeruk karena dianggap tak lagi menjanjikan secara ekonomi.

Hilangnya jeruk Pulau Tengah menjadi luka sekaligus peringatan.

Durian Lokal Terdesak Varietas Luar

Kondisi serupa kini menghantui durian lokal khas Pulau Tengah. Masuknya durian varietas dari luar daerah dengan janji cepat panen dan nilai jual tinggi membuat durian lokal kian tersingkir. Padahal, durian lokal memiliki karakter rasa dan aroma khas yang menjadi identitas Kerinci.

Jika tidak segera dilindungi dan dikembangkan, durian lokal berpotensi menyusul jeruk: perlahan hilang dari kebun dan pasar.

Suara Pemuda Pulau Tengah: Ego Salman Angkat Bicara

Kondisi ini mendapat sorotan dari pemuda Pulau Tengah, Ego Salman. Ia menyebut persoalan ini bukan sekadar soal pertanian, tetapi tentang keberlangsungan warisan daerah.

“Kami, pemuda Pulau Tengah, tumbuh dengan cerita kejayaan jeruk dan durian lokal. Hari ini, kami justru menyaksikan bagaimana komoditas itu satu per satu menghilang. Jika dibiarkan, generasi kami hanya akan mengenalnya dari cerita,” ujar Ego Salman.

Menurutnya, jargon pembangunan pertanian harus dibarengi dengan kebijakan nyata yang berpihak pada pejuang petani, bukan sekadar slogan.

“Pejuang petani selama ini berjuang sendiri. Mereka butuh pendampingan, perlindungan varietas lokal, bantuan bibit, dan kepastian pasar. Tanpa itu, mustahil meminta petani bertahan menanam komoditas lokal,” tegasnya.

Pesan untuk Pejuang Petani

Ego Salman juga menyampaikan pesan khusus kepada para pejuang petani di Pulau Tengah agar tidak sepenuhnya meninggalkan komoditas lokal.

“Kami paham tekanan ekonomi membuat petani memilih yang cepat panen. Tapi jeruk dan durian lokal adalah warisan. Selama masih ada yang tersisa, mari kita jaga bersama sambil menunggu keberpihakan nyata dari pemerintah,” katanya.

Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci

Pemuda Pulau Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah konkret, mulai dari:

pendataan jeruk dan durian lokal yang masih tersisa,

pendampingan budidaya berbasis riset,

perlindungan plasma nutfah lokal, hingga

menjadikan komoditas lokal sebagai bagian dari strategi pertanian dan agrowisata.

Peringatan dari Pulau Tengah

Hilangnya jeruk Pulau Tengah harus menjadi pelajaran penting. Jangan sampai durian lokal menyusul tanpa upaya penyelamatan. Bagi masyarakat Pulau Tengah, ini bukan sekadar soal buah, tetapi tentang masa depan pejuang petani dan jati diri daerah.

Pulau Tengah pernah berjaya.

Kini, suara pemuda bertanya dengan tegas:

apakah pemerintah siap berdiri bersama pejuang petani untuk menghidupkannya kembali?(ADZ)

FORMA KIP-K IAIN Kerinci Catat Sejumlah Program Strategis Sepanjang 2025

KERINCI – Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (FORMA KIP-K) IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa melalui berbagai program kerja yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Hingga akhir tahun ini, FORMA KIP-K secara konsisten melaksanakan program di bidang aspirasi, pengembangan kapasitas, serta kepedulian sosial sebagai wujud keseriusan organisasi.

Di bidang aspirasi dan keorganisasian, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melakukan penataan internal organisasi dengan mengkalkulasi ulang iuran kas sebagai upaya mendukung program berbasis kebutuhan mahasiswa KIP-K.

Bacaan Lainnya:

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

Organisasi ini juga menghadirkan layanan pengaduan berbasis digital, membuka ruang diskusi melalui Temu Mahasiswa KIP-K, serta melaksanakan sosialisasi KIP-K bagi mahasiswa.

Selain itu, FORMA KIP-K turut memperkuat fungsi hukum dan advokasi mahasiswa, menyusun draft tata tertib dan komitmen organisasi, serta aktif membangun jejaring nasional.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui partisipasi dalam Musyawarah Nasional Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP-K Nasional (MUNAS PDKN) di Jawa Barat. Aktivitas organisasi juga diperkuat melalui pembaruan informasi dan publikasi kegiatan secara rutin.

Pada bidang pelatihan dan keterampilan, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melaksanakan sejumlah program unggulan yang berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa. Di antaranya melalui IPQAH KIP-K Platinum berupa pelatihan tilawah umum, serta penggelaran Ajang Kreativitas, Sportivitas, dan Inovasi (AKSI) 2025 yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan menjadi salah satu agenda berskala nasional.

Bacaan Lainnya:

Semarak CFD Bareng Bupati Kerinci, Yesa Collection Bagikan 500 Paket Hadiah untuk Warga

Sementara itu, melalui program FORMA KIP-K Peduli, organisasi ini menunjukkan kepedulian sosial dengan terlibat dalam aksi demokratis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui demonstrasi pada 2 September 2025.

Selain itu, FORMA KIP-K juga melakukan aksi sosial terhadap korban bencana di Sumatera serta memberikan pendampingan dan bantuan bagi mahasiswa KIP-K yang mengalami musibah.

Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menyampaikan bahwa rangkaian program tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam menjalankan peran sebagai wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa penerima KIP-K.

“Program-program yang kami jalankan sepanjang 2025 adalah bentuk komitmen FORMA KIP-K untuk hadir secara nyata bagi mahasiswa. Kami berupaya tidak hanya fokus pada isu internal kampus, tetapi juga membangun kapasitas, jejaring, serta kepedulian sosial mahasiswa KIP-K,” ujar Dzikril.

Ia menambahkan, ke depan FORMA KIP-K IAIN Kerinci akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program agar organisasi semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa serta mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat kampus maupun nasional. (red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs