Ketika Adat, Pemimpin dan Harapan Bertemu di Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik

Kerinci - Langit cerah menaungi Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026) sore. Ribuan masyarakat memadati lokasi Kenduri Sko Lima Desa, sebuah perayaan adat yang hanya digelar sekali dalam lima tahun.

Momentum sakral ini bukan sekadar ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman. Kenduri Sko juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan para pemimpin daerah. Tiga kepala daerah hadir langsung dalam perhelatan tersebut, yakni Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam bersama istri Hj. Hesnidar Haris, S.E. bergelar Karang Setio, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan Kerinci-Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.

Menurutnya, tradisi yang berlangsung secara berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Para Pemimpin Negeri saat berfoto bersama penari massal yang ikut mensukseskan acara Festival Kenduri Sko 5 Desa Tajung Pauh Mudik.(Ist)

Di tengah kemeriahan Kenduri Sko, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian serta menyusun langkah penanganan.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kerinci.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Monadi juga mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, hingga Kato Melimpah, yang selama ini menjadi peneguh tata kehidupan adat di desa-desa.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tantangan zaman. Perkembangan teknologi, katanya, menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang dapat merusak sendi keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Di bawah langit cerah Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko Lima Desa kembali membuktikan dirinya bukan sekadar seremoni adat. Ia menjadi ruang pulang bagi ingatan kolektif, tempat bertemunya pemimpin dan masyarakat, sekaligus panggung untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.(Adz)

Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Gubernur Al Haris: Jadi Pemersatu dan Dorong Perbaikan Sarana Desa

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH yang bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam dan isteri Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) yang bergelar Karang Setio, berharap Kenduri Sko menjadi momen pemersatu dan dorongan bagi perbaikan sarana-prasarana desa demi kesejahteraan warga. 

Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat Tahun 2026, bertempat di Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai - Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci, Minggu (05/07/2026).

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Kenduri Sko berbeda dengan perayaan keagamaan tahunan seperti Idul Fitri karena bersifat berkala setiap lima tahun, sehingga menjadi kesempatan langka untuk menghimpun kembali tradisi yang diwariskan oleh leluhur. "Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali," ujar Gubernur, seraya menekankan pentingnya menjaga dan mempraktikkan adat secara sempurna agar nilai-nilai tersebut terus hidup di tengah masyarakat.

Gubernur Al Haris juga menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur. Tokoh masyarakat dan panitia acara, menyampaikan masalah jembatan dan banjir yang kerap melanda kawasan Tanjung Pauh mudik terutama saat hujan deras dari aliran hulu. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait untuk melakukan kajian segera terhadap potensi dan penyebab banjir, serta merumuskan langkah penanganan, termasuk rehabilitasi saluran dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” lanjutnya.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh yang turut mendukung pelaksanaan Kenduri Sko, serta memberikan ucapan terima kasih atas kerja panitia, termasuk sumbangan dari kalangan pemuda setempat. Ia menyinggung pula figur-figur pemerintahan daerah lama, menyerukan penghargaan terhadap pengalaman para tokoh yang pernah memimpin, dan memberi semangat agar acara adat terus hidup.

"Kita minta balai untuk melihat berapa potensinya, berapa masalahnya di atas itu. Kalau tidak ada dana dari pusat, kami upayakan secara bertahap untuk melakukan penanganan," ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa banjir merupakan persoalan kemanusiaan yang mengancam jiwa, harta benda, dan kelangsungan ekonomi serta pertanian warga. Karena itu, penanganan menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Kenduri Sko, sebuah tradisi turun-temurun yang masih dipraktikkan di beberapa daerah dan  komunitas di Jambi, kembali mendapat sorotan karena perannya dalam melestarikan nilai, kearifan lokal, dan identitas budaya nenek moyang. Untuk itu perlunya bagi kita 

membudayakan dan generasi muda yang mulai melihat pentingnya menjaga warisan tersebut dari kepunahan," sebutnya.

Selain itu Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Tanjung Pauh Mudik atas komitmen menjaga dan mengembangkan tradisi Kenduri Sko secara berkelanjutan. Menurutnya, festival budaya seperti Kenduri Sko memegang peranan penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di tengah arus globalisasi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana CSR bank Jambi senilai 25 juta untuk lima desa.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si menyambut baik upaya pelestarian adat dan budaya yang terus dilakukan oleh masyarakat Tanjung Pauh. "Adat lamu, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaga pusat-pusat adat tersebut agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Bupati.

"Saya mencatat dan mengapresiasi rangkaian ungkapan adat yang disampaikan di sini — mulai dari Iyo-iyo, Nek Mamak, Depatai, Kato Rajo, Kato Melimpah, hingga siratat lainnya yang selama ini menjadi peneguh tata adat di desa-desa kita. Melalui momen ini mari kita teguhkan komitmen untuk melestarikan adat-istiadat dan memperkuat solidaritas antarwarga," tambahnya.

"Di sisi lain, tantangan zaman tidak bisa kita abaikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa kemudahan sekaligus ancaman. Kita harus waspada dan mengambil peran aktif mengarahkan anak, cucu, dan keponakan agar memanfaatkan teknologi secara bijak. Saat ini muncul masalah serius seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang merusak sendi keluarga dan masyarakat, bahkan menyebabkan meningkatnya kasus perceraian. Untuk itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, serta keluarga untuk bersama-sama melakukan pengawasan, pendidikan nilai, dan pembinaan generasi muda," lanjutnya.

"Kepada para orang tua, khususnya bagi anak metino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi. Adat nenek moyang kita dulu menekankan ketahanan pangan, banyak pemukiman dekat sumber air dan sawah. Oleh karena itu, mari kita pertahankan dan kembalikan fungsi sawah sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga dan desa," pungkas Bupati.

Pada Kenduri Sko kali ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. beserta Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci beserta Ketua GOW Kabupaten Kerinci., Wakil Wali Kota Sungai Penuh beserta Ketua GOW Kota Sungai Penuh, para OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci para tokoh masyarakat dan para undangan lainnya. (*)

Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako 'Hipnotis' Ribuan Pengunjung Saat Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik - Kerinci. (Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ribuan pasang mata mendadak terdiam saat lantunan syair Iyo-Iyo Lagu Pusako menggema di arena Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026).

Di bawah langit yang diselimuti awan mendung, puluhan penari melangkah perlahan memasuki arena. Tak ada dentuman musik modern. Yang terdengar justru suara para anak jantan dan anak batino melantunkan syair adat yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.

"Iyo iyo… Depati-Depati kamai… Ninik mamak, Ninik mamak kamai… anak jantie anak batinu…"

Lantunan itu langsung menyelimuti seluruh arena. Para tamu undangan, masyarakat, hingga perantau yang pulang kampung larut dalam suasana khidmat. Syair yang dinyanyikan bukan sekadar pembuka tarian, melainkan bagian dari warisan lisan masyarakat Kerinci yang sarat makna.

Baca Juga: Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Setiap bait mengandung pesan tentang persatuan, musyawarah, penghormatan kepada depati dan ninik mamak, serta nilai-nilai adat yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik.

"Buluk kato mupakat... yang iyo kato iyo lah buluk... yang ijik kato ijik..."

Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa adat dibangun di atas kesepakatan bersama. Bagi masyarakat Tanjung Pauh Mudik, Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar nyanyian, tetapi nasihat yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Baca Juga: Monadi Dianugerahi Gelar Adat 'Depati Sinaro Bumi Sakti' dari Tanah Mendapo Sungai Penuh

Suasana semakin mengharukan ketika seorang penyanyi melanjutkan bait berikutnya.

"Sairing salam merbah, salam yang lalu kami sembah kembali... Iyo Iyo..."

Kemudian disambut syair:

"Tanjung Pauh pinang sebatang, kayo jauh lah datang, kami dekat lah tibo pulo..."

Syair tersebut menjadi ungkapan penghormatan kepada seluruh tamu yang hadir, sekaligus salam hangat bagi para perantau yang kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya untuk mengikuti Kenduri Sko.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Tak sedikit masyarakat yang tampak ikut bersenandung mengikuti lagu tersebut. Sebagian lainnya merekam momen langka itu menggunakan telepon genggam. Namun perhatian mereka tetap tertuju pada para penari yang bergerak selaras dengan irama lagu pusaka.

Bagi masyarakat adat Tanjung Pauh Mudik, Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar pertunjukan seni. Tarian ini merupakan simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus media penyampai pesan adat yang diwariskan secara lisan sejak dahulu.

Melalui syair-syairnya, masyarakat diajak untuk menjaga persatuan, menjunjung tinggi musyawarah, serta menghormati depati dan ninik mamak sebagai pemegang amanah adat.

Tepuk tangan panjang pun bergema ketika pertunjukan berakhir. Suasana haru menyelimuti arena Kenduri Sko. Bukan hanya karena indahnya tarian yang ditampilkan, tetapi karena masyarakat kembali diingatkan bahwa di tengah arus modernisasi, masih ada warisan budaya yang terus hidup dan dijaga dengan penuh kebanggaan.

Di Tanjung Pauh Mudik, Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar lagu. Ia adalah suara sejarah, identitas, dan jati diri masyarakat adat yang hingga kini tetap bergema di setiap pelaksanaan Kenduri Sko.(Adz)

Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Pengasungan Sko pada Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, seakan menghidupkan kembali jejak para leluhur.Minggu (05/07). (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM – Tanjung Pauh Mudik pada Minggu pagi (5/7/2026), Langkah demi langkah para pemangku adat berjalan perlahan seperti mengikuti irama sakral yang tercipta sendiri. Wajah mereka teduh, tangan mereka kokoh mengusung pusaka yang selama ini tersimpan rapi dalam penjagaan adat. 

Di hadapan ribuan pasang mata, Pengasungan Sko pada Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, seakan menghidupkan kembali jejak para leluhur.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Tak ada hiruk-pikuk. Yang terdengar hanya lantunan petatah-petitih adat, suara langkah yang teratur, dan sesekali bisik takjub dari masyarakat yang memadati lokasi prosesi.

Ketika pusaka adat mulai diangkat dan diarak, aroma kemenyan perlahan menyeruak di udara. Wanginya lembut, namun cukup menghadirkan suasana yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sejumlah warga mengaku merinding. Bukan karena takut, melainkan karena merasakan kuatnya aura sakral dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu.

Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik – Kerinci, Pengasungan Sko bukan sekadar mengeluarkan benda pusaka. Ia adalah peristiwa budaya yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Di dalamnya tersimpan pesan tentang penghormatan kepada leluhur, tentang amanah yang harus dijaga, dan tentang identitas yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik – Kerinci, Pengasungan Sko bukan sekadar mengeluarkan benda pusaka. Ia adalah peristiwa budaya yang mempertemukan masa lalu dan masa kini.(Istimewa)

Di tengah derasnya arus modernisasi, Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali membuktikan bahwa adat masih memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakatnya. Pusaka boleh diusung hanya sesekali, namun nilai-nilai yang dikandungnya terus dipikul setiap hari oleh anak negeri.

Di bawah langit Tanjung Pauh Mudik yang mendung Pengasungan Sko bukan hanya sebuah prosesi adat. Ia menjelma menjadi pengingat bahwa sebuah kampung akan tetap tegak selama masyarakatnya tidak melupakan akar dan leluhurnya.(adz)

Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Komitmen itu terlihat dalam pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026), dengan mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab."

Prosesi adat berlangsung khidmat saat Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar kehormatan kepada sejumlah kepala daerah dan pimpinan pemerintahan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga nilai-nilai adat serta membangun daerah.

4 Gelar adat Kehormatan:

  • Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. 
  • Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
  • Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Penganugerahan gelar berlangsung secara sakral dengan mengikuti tata cara adat yang diwariskan secara turun-temurun. Gelar tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus amanah untuk menjaga kelestarian adat, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai budaya.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan para pemangku adat. Menurutnya, gelar yang diterimanya merupakan amanah besar untuk terus menghidupkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

"Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan bagi pribadi saya, tetapi amanah untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus bersinergi dengan lembaga adat dalam membangun daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," ujar Alfin.»

Alfin menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Menurutnya, adat merupakan fondasi yang membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi identitas Kota Sungai Penuh di tengah perkembangan zaman.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh

Kenduri Sko 6 Luhah juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional yang menggambarkan kekayaan warisan leluhur masyarakat Sungai Penuh. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh,  jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Sungai Penuh, para pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Melalui Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh, Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya menjadikan adat dan budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta mewujudkan Sungai Penuh yang maju, berbudaya, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur.(*) 

Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek

Sekda Alfian hadiri Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek.(Ist)

Sungai Penuh -  Rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 terus berlangsung. Pada Minggu (28/6/2026) malam, giliran Luhah Datuk Singarapi Puteah Sunge Pnoh menggelar malam Pergelaran Seni dan Budaya bertajuk "Tradisi Hang Lahaek".

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Wali Kota Sungai Penuh yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, S.E., M.M., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Lembaga Adat Pondok Tinggi, para ninik mamak, Depati Nan Betujuh, tokoh masyarakat, cendekiawan, serta anak jantan dan anak batino Enam Luhah Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Ninik Mamak Singarapi Puteah, Depati Irwansyah, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri pergelaran seni dan budaya dalam rangka menyambut Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses hingga pelaksanaan puncak Kenduri Sko nanti.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Semoga kegiatan seni dan budaya ini berjalan dengan baik dari awal hingga akhir sebagai bentuk pelestarian adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur," ujarnya.

Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek.(Ist)

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Yang diwakili Sekda  Alpian, S.E., M.M., Menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang digelar oleh anak jantan dan anak batino Enam Luhah Sungai Penuh.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan adat serta budaya daerah kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

"Pemerintah Kota Sungai Penuh mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, ninik mamak, tokoh adat, dan masyarakat yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga semangat melestarikan budaya terus diwariskan kepada generasi penerus," kata Alpian.

Pergelaran seni budaya semakin semarak dan Sekral  dengan berbagai penampilan khas seni dan budaya yang dibawakan oleh anak jantan dan anak batino Luhah Singarapi Puteah. Di antaranya pertunjukan pencak silat tradisional, Tari Sekapur Sirih, Tari Rangguk, pementasan cerita rakyat, penampilan kolosal busana adat Dahin Balek Ka Dahin, drama rakyat Sepucuk Surat Ninek Siak Lengaeh, Tari Nurun Sko, penampilan spesial Sekda Alpian bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh yang membawakan lagu Datung Aeh, Tari Asing Ambung, launching Masa Kecil di Lahek Tumpoh Dahing, hingga penampilan Tari Iyo-Iyo secara massal yang memukau para tamu undangan.

Pergelaran ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Enam Luhah Sungai Penuh tetap berkomitmen menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Kenduri Sko 2026 sebagai salah satu agenda adat dan budaya terbesar di Kota Sungai Penuh.(Adz)

Bupati dan Sekda Kerinci Hadiri Kenduri Sko dan Resmikan Rumah Tanfidz Al Ikhlas Kemantan Kebalai

Bupati Kerinci Monadi dan Sekda Zainal Efendi Hadiri Kenduri Sko Tigo Lurah Permanti yang digelar di Desa Kemantan Kebalai dan Desa Kemantan Raya, Minggu (10/8/2025) sekaligus Meresmikan Rumah Tahfidz Al-Ikhlas Kemantan Kebalai. (mpc)

KERINCI, Merdekapost.com – Bupati Kerinci bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kerinci menghadiri Kenduri Sko Tigo Lurah Permanti yang digelar di Desa Kemantan Kebalai dan Desa Kemantan Raya, Minggu (10/8/2025).

Acara adat yang sarat makna ini mengangkat tema “Lestarikan Adat, Teguhkan Syariat, Perkokohkan Silaturahim Anak Jatan Anak Batino”.

Sejak kedatangan, Bupati dan Sekda Kerinci disambut meriah dengan tarian tradisional yang dibawakan anak-anak dan tarian dewasa, menambah semarak suasana.

Kenduri Sko, sebagai tradisi turun-temurun masyarakat Kerinci, dihadiri para depati, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, dan ratusan masyarakat dari berbagai penjuru. Prosesi adat berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan doa, petatah-petitih, pengangkatan gelar adat, hingga jamuan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci menyampaikan rasa bangga atas semangat masyarakat Kemantan yang terus melestarikan adat warisan leluhur.

“Kenduri Sko ini bukan hanya memperkuat identitas budaya Kerinci, tetapi juga menjadi wadah memperkokoh tali silaturahim dan menjaga nilai-nilai syariat di tengah masyarakat. Saya mengajak seluruh generasi muda untuk terus mencintai dan memelihara adat ini agar tidak tergerus zaman,” ujar Bupati.

Sekda Kerinci menambahkan bahwa kegiatan seperti Kenduri Sko memiliki nilai strategis dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

“Adat dan syariat harus berjalan beriringan. Dengan melestarikan keduanya, kita menjaga jati diri Kerinci,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan, Tigo Lurah Permanti menganugerahkan gelar adat kepada para tokoh yang hadir.

Bupati dan Sekda Dianugerahi Gelar Adat

Bupati Kerinci menerima gelar Depati Stuo Cahayo Negeri.

Sekda Kerinci menerima gelar Depati Rajo Mudo Payung Negeri dan

Pj Kepala Desa Kemantan Kebalai menerima gelar Depati Susun Negeri.

Usai prosesi adat, Bupati Kerinci dan Sekda Kerinci langsung meresmikan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Al-Ikhlas di Desa Kemantan Kebalai. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan rumah tahfidz ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara pelestarian adat dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Rumah Tahfidz ini diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani di Kemantan. Kita ingin adat yang kuat berpadu dengan syariat yang kokoh,” tegasnya.

Acara berakhir dengan suasana penuh keakraban, meneguhkan kembali komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya dan mempererat persaudaraan di antara anak jantan dan anak batino Tigo Lurah Permanti.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs