Wisuda ke-XII IAIN Kerinci, Momentum Percepatan Transformasi Menuju UIN Kerinci

Momen pengukuhan 538 wisudawan dan wisudawati, IAIN Kerinci.

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Wisuda ke-XII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi momen pengukuhan 538 wisudawan dan wisudawati, tetapi juga menandai semakin kuatnya langkah kampus tersebut menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.

Hal itu disampaikan Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Perpustakaan Digital IAIN Kerinci. Menurutnya, proses alih status IAIN menjadi UIN terus menunjukkan perkembangan yang positif.

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Agama Republik Indonesia, IAIN Kerinci masuk dalam lima perguruan tinggi yang dinyatakan memenuhi persyaratan dari 15 perguruan tinggi yang mengajukan perubahan status kelembagaan.

“Perjalanan menuju UIN bukan hanya cita-cita kampus, tetapi juga harapan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, alumni, dan seluruh stakeholder sangat besar dalam mendorong terwujudnya UIN Kerinci,” ujar Jafar Ahmad.

Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh yang selama ini aktif mengawal proses pengembangan kampus.

Rektor optimistis proses transformasi tersebut dapat segera terealisasi. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, status UIN Kerinci ditargetkan dapat terwujud paling lambat pada tahun 2027 atau awal 2028.

Transformasi menjadi UIN dinilai akan membawa dampak strategis bagi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Selain memperluas pilihan program studi, perubahan status tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai bagian dari penguatan institusi, IAIN Kerinci juga mengumumkan rencana pembukaan Program Doktor (S3) pada Program Studi Islam dan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas akademik kampus sekaligus memperkuat kesiapan menuju status universitas.

“Pembukaan program doktoral merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik kampus. Ini menjadi salah satu indikator kesiapan IAIN Kerinci dalam menyongsong perubahan status menjadi UIN,” katanya.

Prosesi wisuda turut dihadiri Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra strategis. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti kuat bahwa transformasi IAIN Kerinci menuju UIN mendapat dukungan luas dari berbagai elemen daerah.

Dengan dikukuhkannya 538 lulusan pada tahun ini, IAIN Kerinci kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang di Provinsi Jambi. Wisuda ke-XII tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita besar lahirnya UIN Kerinci sebagai kebanggaan masyarakat Kerinci, Sungai Penuh, dan Provinsi Jambi.(adz)

Bongkar Jaringan Sabu Sumbar-Jambi, Polres Kerinci Sita 15,25 Gram Sabu, Dua Pelaku Ditangkap, Salah satunya PNS

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci kembali menorehkan prestasi dalam pemberantasan narkotika. Kali ini, aparat berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba antar-provinsi Sumatera Barat-Jambi dan mengamankan dua orang pelaku, salah satunya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba, AKP Yandra, mengungkapkan bahwa kedua tersangka yang diamankan yakni Z (56), seorang karyawan swasta asal Kota Padang, Sumatera Barat, dan N alias H (49), seorang PNS warga Kota Sungai Penuh.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari strategi undercover buy atau pembelian terselubung yang dilakukan Tim Opsnal melalui media sosial. Dari penyelidikan tersebut, kami berhasil mengurai jaringan peredaran sabu lintas provinsi dan menangkap pelaku yang berperan sebagai kurir serta penempel barang haram tersebut," ujar AKP Yandra.

Kasus ini bermula pada Jumat (12/6/2026), ketika Tim Opsnal mendeteksi aktivitas transaksi narkotika secara online melalui akun WhatsApp bernama "ANAK PAKAN" yang diduga dikendalikan oleh seorang bandar berinisial J di Kota Padang.

Para pelaku menggunakan modus "tempel", yakni pembeli memesan sabu secara online dan mentransfer uang melalui aplikasi DANA. Setelah pembayaran dilakukan, pembeli menerima foto lokasi tempat sabu disembunyikan di pinggir jalan.

Dari hasil penyelidikan awal, petugas berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0,55 gram yang disimpan di dalam kotak peluru senapan angin di wilayah Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Berbekal temuan tersebut, Tim Opsnal melakukan pengembangan selama tiga hari. Pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, petugas berhasil mengadang tersangka Z saat melintas di Desa Pelompek menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor.

Dari hasil pemeriksaan, Z mengaku diperintahkan oleh bandar berinisial J untuk mengantarkan sabu dari Padang kepada tersangka N alias H di Kota Sungai Penuh. Namun, karena merasa dibuntuti petugas, Z sempat membuang barang bukti di sepanjang jalan kawasan Perkebunan Teh Kayu Aro.

Tim kemudian memancing tersangka N alias H untuk bertemu di kawasan ATM depan Pabrik Teh Kayu Aro. Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penangkapan. N alias H pun mengakui perannya sebagai penempel sabu di wilayah Kota Sungai Penuh.

Usai mengamankan kedua pelaku, Tim Opsnal bergerak cepat melakukan penyisiran di sepanjang jalan Perkebunan Teh Bedeng 8, Kayu Aro. Hasilnya, petugas berhasil menemukan 41 paket sabu siap edar dengan berat bruto mencapai 14,7 gram.

Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil diamankan berupa narkotika jenis sabu seberat 15,25 gram bruto, satu kotak peluru senapan angin merek Super warna merah, dua unit telepon genggam, serta dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Kerinci guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan ketentuan terkait dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.(Ale)


Zafina Siswi SMPN 30 Kerinci Siap Harumkan nama Daerah di Jamda Pramuka Jambi 2026

Kerinci, Merdekapost.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Siswi SMPN 30 Kerinci. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru, Liskha Nurlidya, S.Pd, salah satu siswi terbaik sekolah tersebut, Zafina Dwi Putri, dipercaya mewakili Kecamatan Gunung Raya pada ajang Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026.

Zafina Dwi Putri, atau biasa disapa Zafina, lahir di Bangko pada 19 Juni 2012 dan merupakan anak kedua dari pasangan Wenrosmadi dan Sunarti.

Dengan berbekal semangat yang tinggi, disiplin, serta kemampuan yang dimilikinya, Zafina berhasil lolos melalui proses seleksi bersama tiga siswa lainnya untuk membawa nama Kecamatan Gunung Raya pada kegiatan kepramukaan tingkat Provinsi Jambi tersebut.

Proses seleksi yang diikuti berlangsung cukup ketat dengan berbagai tahapan penilaian, mulai dari kemampuan kepramukaan, kedisiplinan, mental, kekompakan, hingga keterampilan peserta.

Keberhasilan Zafina lolos menjadi bukti kerja keras, dedikasi, dan semangatnya dalam mengikuti pembinaan kepramukaan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi salah satu prestasi membanggakan bagi SMPN 30 Kerinci di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Liskha Nurlidya, S.Pd. Meski belum lama memimpin sekolah tersebut, berbagai pembinaan dan dukungan terus diberikan kepada para siswa guna mendorong lahirnya prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Baca Juga: Bupati Monadi Resmi Buka Jambore Pramuka Kwarcab Kerinci 2026

Kepala SMPN 30 Kerinci, Liskha Nurlidya, S.Pd, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian yang diraih salah satu siswinya tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 30 Kerinci.

Terpilihnya Zafina melalui seleksi yang ketat menjadi bukti bahwa siswa kami memiliki kemampuan dan semangat yang luar biasa. Semoga Zafina dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menambah pengalaman, mempererat persaudaraan, serta membawa nama harum sekolah dan Kecamatan Gunung Raya,” ujarnya.

Rasa bangga juga disampaikan Camat Gunung Raya, Azwir, S.pd. M.Si Ia mengapresiasi semangat dan prestasi para pelajar yang mampu membawa nama Kecamatan Gunung Raya hingga ke tingkat Provinsi Jambi.

“Kami sangat bangga kepada anak-anak yang terpilih mewakili Kecamatan Gunung Raya dalam Jamda Pramuka Jambi 2026. Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik, menjaga nama baik daerah, serta menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkarakter,” ungkapnya.

Baca Juga: Kamabicab Kerinci Buka Jambore Cabang 2026, Kak Monadi Dorong Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter

Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Abdurrahman Sayoeti Musa. Kegiatan akbar kepramukaan tersebut akan mempertemukan peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Jamda juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, serta kemandirian generasi muda. Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang keberangkatan peserta.

Dukungan penuh dari pihak sekolah, pemerintah kecamatan, keluarga, dan masyarakat diharapkan menjadi motivasi bagi Zafina untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama SMPN 30 Kerinci serta Kecamatan Gunung Raya di tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Pelayanan Kesehatan di Kerinci Semakin Terjangkau, Melayani Pasien Pengguna BPJS dan Bisa Berobat Gratis

KERINCI – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kerinci. Kini pelayanan kesehatan di RSUD Bukit Kerman dan RSUD Kabupaten Kerinci semakin mudah dijangkau masyarakat.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kerinci tersebut saat ini telah melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

Kehadiran layanan BPJS ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Bukit Kerman dan sekitarnya yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Dengan fasilitas yang terus dibenahi, pelayanan yang semakin ramah, serta dukungan tenaga medis yang kompeten, masyarakat kini dapat berobat dengan lebih nyaman dan terjangkau tanpa harus keluar daerah.

Baca Juga: Bupati Monadi Lepas Ekspor ke Tiongkok, Produk Unggulan Kerinci Ini Primadona Baru

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kerinci.

“Kerja sama dengan BPJS ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau,” ujar Hermendizal.

Ia menjelaskan, penerapan layanan BPJS di RSUD Bukit Kerman diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menghadirkan program layanan berobat gratis bagi masyarakat kurang mampu di RSUD Kabupaten Kerinci yang berada di kawasan Bukit Tengah jalur dua.

Baca Juga: Kapolres Cup U-40 Resmi Dibuka, Wako Alfin: Persaudaraan Jadi Kekuatan Utama

Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui program ini, warga kurang mampu diharapkan tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa harus terbebani biaya pengobatan.

Hermendizal juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia dengan baik serta terus menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar masyarakat Kerinci mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tutupnya.(*)

Listrik Kembali Normal, Pemkab Kerinci Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Suplai dari PLTA Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM  Pemerintah Kabupaten Kerinci mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) selaku pengelola PLTA Kerinci, atas bantuan suplai listrik yang diberikan untuk wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Bantuan ini menjadi solusi krusial setelah hampir seluruh wilayah mengalami pemadaman total selama lebih dari tiga hari akibat robohnya salah satu tower transmisi listrik pada Sabtu lalu.

Mulai Selasa (20/5/2025), kondisi kelistrikan di wilayah paling barat Provinsi Jambi ini kembali normal. Suplai listrik sementara yang disalurkan dari PLTA Kerinci berhasil memulihkan pasokan hingga seluruh pelanggan PLN di Kerinci dan Sungai Penuh kembali menikmati aliran listrik tanpa gangguan.

General Manager PLN Rayon Kerinci Sungai Penuh, Eko, membenarkan bahwa suplai listrik saat ini telah kembali normal. “Alhamdulillah iya. Insya Allah suplai listrik dari PLTA akan terus berlangsung sampai pembangunan tower SUTT selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Baca Juga :  

Pasca Banjir Bandang di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR dan BPBD Kerinci Bergerak Cari Solusi

Warga Kerinci pun menyambut baik kembalinya aliran listrik yang stabil. “Alhamdulillah listrik sudah kembali normal. Yang penting bagi kita listrik menyala, aktivitas dan usaha bisa berjalan seperti biasa,” ujar salah satu warga Kerinci.

Sebelumnya, selama masa blackout, PLN hanya mampu mendistribusikan listrik ke beberapa wilayah dengan sistem bergilir yang belum optimal karena keterbatasan daya. Namun dengan kerja sama antara PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Unit Transmisi, serta pihak PT. KMH PLTA Kerinci, solusi darurat berhasil ditemukan.

Merespon hal tersebut, Bupati Kerinci Monadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak PLN dan PLTA atas upaya dan langkah cepat penanganan krisis kelistrikan yang dilakukan.

Baca Juga :  

Kabar Baik Pelayanan Kesehatan! Berobat ke RSUD Bukit Kerman Kini Bisa Pakai BPJS

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada pihak PLN dan PLTA Kerinci yang telah bahu-membahu memberikan penanganan cepat sehingga suplai listrik ke wilayah kami kembali normal. Sinergi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat berjalan dengan baik,” ungkap Bupati Monadi.

PLN sendiri saat ini tengah membangun Emergency Restoration System (ERS), sebuah menara darurat untuk menggantikan fungsi tower transmisi yang roboh, guna mempercepat penormalan total jaringan.

Dengan suplai listrik dari PLTA Kerinci, listrik di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh kini kembali menyala sejak pukul 02.30 WIB dini hari tadi dan diharapkan akan tetap stabil hingga perbaikan tower selesai sepenuhnya.(ADZ)

Semangat HARKITNAS Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Jaga Tunas Bangsa

KERINCI – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si memimpin langsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118.(Ist)

KERINCI – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si memimpin langsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 sekaligus Hari Kearsipan Nasional ke-55 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah Siulak, Rabu (20/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, pejabat struktural, ASN, serta tamu undangan lainnya.

Tema nasional Harkitnas tahun 2026 mengusung semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” yang menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai pondasi utama menuju Indonesia yang maju dan berdaulat.

Dalam amanatnya, Bupati Monadi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum untuk merefleksikan kembali semangat persatuan yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908. Semangat kebangkitan bangsa saat ini, menurutnya, harus mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era transformasi digital dan kedaulatan informasi.

Semangat HARKITNAS Menggema di Kerinci, Bupati Monadi Ajak Jaga Tunas Bangsa.(Ist)

Monadi menyampaikan bahwa tema Harkitnas tahun ini memiliki makna penting dalam menjaga dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta mampu menjaga kedaulatan bangsa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, persatuan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain memperingati Hari Kebangkitan Nasional, pada kesempatan tersebut juga diperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55 Tahun 2026 dengan tema “Empowering The Future: Kearsipan Untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa arsip memiliki peran strategis sebagai fondasi pengambilan kebijakan, menjaga identitas bangsa, memperkuat transparansi pemerintahan, serta menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.

Bacaan Lainnya: Desak Kades Diberhentikan, Ratusan Warga Semerah Geruduk Kantor Bupati Kerinci

Ia mengajak seluruh civitas kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas untuk membangun budaya sadar arsip demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berkualitas.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Kearsipan Nasional harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi, inovasi, dan transformasi kearsipan di Kabupaten Kerinci,” ujar Monadi.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Peringatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat persatuan, meningkatkan kesadaran pentingnya literasi digital, serta memperkuat budaya tertib arsip dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Kerinci yang maju dan berdaya saing.(ADZ)

ASN Kerinci Peduli: Ketua TP PKK Salurkan Bantuan SECANTING untuk Cegah Stunting di Tingkat Desa

Wujud Nyata Kepedulian ASN Kerinci: Ketua TP PKK Salurkan Bantuan SECANTING untuk Cegah Stunting di Tingkat Desa.(adz/kominfo)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci semakin masif dalam memutus mata rantai stunting. Melalui kolaborasi Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) dan Tim Penggerak PKK, langkah konkret dilakukan dengan menyalurkan bantuan program SECANTING (Senin Cegah Stunting) di Desa Sungai Pegeh dan Desa Koto Tengah, Kecamatan Siulak, pada Jumat (13/3/2026).

​Aksi pencegahan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti Monadi. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan anak-anak dan keluarga beresiko mendapatkan asupan gizi berkualitas melalui penyaluran paket beras, telur, dan dukungan finansial untuk pemenuhan nutrisi harian.

​Inovasi Pencegahan Melalui Kepedulian ASN

​Dalam keterangannya, Novra Wenti Monadi menegaskan bahwa pencegahan stunting di Kabupaten Kerinci kini menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh jajaran birokrasi.

Baca Juga:Wujud Kepedulian di Bulan Suci, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Turun ke Jalan Berbagi Takjil

​"Pencegahan stunting tidak bisa ditunda. Program SECANTING ini adalah bukti nyata kepedulian seluruh ASN di lingkup Pemkab Kerinci hingga ke jajaran terbawah. Kami ingin memastikan setiap anak di Kerinci memiliki kesempatan tumbuh yang sama dengan dukungan nutrisi yang layak," ujar Novra Wenti.

​Program ini mengandalkan sistem gotong royong, di mana setiap hari Senin, para ASN secara sukarela mengumpulkan satu butir telur, satu canting beras, dan uang tunai Rp2.000. Komoditas ini kemudian dikonversi menjadi stimulan gizi bagi masyarakat di desa-desa yang membutuhkan intervensi cepat.

​Membangun Benteng Pertahanan Gizi di "Sekepal Tanah Surga"

​Sebagai penutup, Novra Wenti menekankan bahwa pencegahan stunting adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melihat isu ini sebagai tanggung jawab moral bersama demi menyelamatkan generasi mendatang.

​"Stunting adalah ancaman nyata bagi kecerdasan dan masa depan anak-anak kita.

Melalui SECANTING, kita sedang membangun benteng pertahanan gizi di setiap dapur keluarga Kerinci. Kami mengajak masyarakat, swasta, dan komunitas untuk bergerak bersama. Jangan biarkan satu pun anak kita tertinggal dalam tumbuh kembangnya," tegasnya.

Baca Juga: Wako Alfin Luncurkan Rumah Singgah Lansia Juara di Sungai Penuh

​Pemerintah Kabupaten Kerinci optimis bahwa dengan konsistensi gerakan ini, angka prevalensi stunting akan terus ditekan secara signifikan. Sinergi yang kuat antara kepedulian ASN dan partisipasi warga diharapkan mampu mencetak generasi emas Kerinci yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.

​"Langkah kecil hari ini adalah jaminan bagi anak-anak kita untuk meraih cita-cita setinggi langit. Karena dari setiap butir telur dan setiap canting beras yang kita salurkan, ada harapan besar untuk Kerinci bebas stunting," pungkas Novra wenti.(adz/kominfo)

Aktivis Kerinci Kritik Keras 'Lomba Selfie' Ala DLH di Tumpukan Sampah, Begini Klarifikasi Kadis LH

 

Aktivis Kerinci (Hitam Putih) Kritik Lomba Selfie Ala DLH di Tumpukan Sampah, Begini Klarifikasi Kadis LH.(Adz/Facebook Ant Black)

Kerinci, Merdekapost.com – Polemik terkait persoalan kebersihan di Kabupaten Kerinci kembali menjadi perbincangan publik. Setelah sebelumnya sorotan datang dari LSM PEDAS terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kerinci, kali ini kritik keras disampaikan oleh aktivis senior Kerinci, Zalmiyanto yang lebih dikenal dengan sapaan Anto Black.

Melalui unggahannya di media sosial, tokoh yang kerap dijuluki sebagai Pentolan Hitam Putih tersebut menilai respons DLH Kerinci terhadap persoalan sampah belum menyentuh akar permasalahan. Ia menyoroti munculnya kegiatan yang menampilkan lomba swafoto atau selfie di sekitar tumpukan sampah, sementara masyarakat justru menantikan langkah konkret untuk mengatasi persoalan kebersihan yang kian mengkhawatirkan.

Anto Black menyebut fenomena tersebut sebagai sebuah ironi. Menurutnya, ketika masyarakat membutuhkan solusi nyata dan cepat terhadap persoalan sampah, yang muncul justru kegiatan yang dianggap bersifat simbolik.

Baca Juga: Wako Alfin Luncurkan Rumah Singgah Lansia Juara di Sungai Penuh

“Dunia sudah terbalik. Dinas LH Kerinci lagi viral dengan lawakannya, sibuk mempertontonkan lomba selfie cantik di tumpukan sampah saat warga butuh solusi cepat,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia juga menilai bahwa persoalan sampah di Kerinci tidak akan pernah tuntas apabila daerah tersebut belum memiliki fasilitas pengolahan sampah yang memadai, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan kunci utama dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Tanpa infrastruktur yang jelas, berbagai program penanganan sampah dinilai hanya bersifat sementara.

Baca Juga: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 Orang Lainnya terjaring OTT KPK  

“Selagi tidak ada TPST atau TPSA, masalah sampah tidak akan selesai sampai kapan pun, sehebat apa pun teorinya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pola pengangkutan sampah yang dinilai masih kurang tertib. Ia mengingatkan agar armada pengangkut sampah dapat bekerja lebih profesional dan tidak menimbulkan persoalan baru, seperti sampah yang tercecer di sepanjang jalan.

Anto Black berharap pemerintah daerah dapat menangani persoalan sampah secara lebih serius dan terencana, sehingga tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Tanggapan Kepala Dinas LH

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., memberikan klarifikasi terkait foto dirinya yang sempat ramai dibicarakan di media sosial. Dalam keterangannya kepada Media Andalas Group, ia menjelaskan bahwa foto tersebut diambil saat kegiatan survei dan identifikasi lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan di sepanjang jalan nasional yang meliputi wilayah Gunung Kerinci, Kayu Aro hingga Bukit Kerman. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahap awal program nasional “Asri” yang bertujuan memetakan titik-titik penumpukan sampah ilegal agar dapat segera ditangani.

“Identifikasi ini kami lakukan untuk melihat seberapa parah kondisi persampahan kita. Kami tidak hanya sekadar berfoto, tetapi sedang mencari solusi nyata agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Baca Juga: Bantu Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah  

Sebagai tindak lanjut, sejak Jumat (13/3) pemerintah daerah telah menggerakkan Satgas Kebersihan Pra dan Pasca Idul Fitri. Kegiatan gotong royong massal dimulai dari wilayah Kayu Aro Barat dan Ujung Ladang, kemudian akan dilanjutkan ke Danau Kerinci Barat hingga wilayah Bukit Kerman.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, hingga unsur TNI dan Polri.

Selain penanganan langsung di lapangan, DLH Kerinci juga tengah menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Di antaranya adalah program edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga serta optimalisasi Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) yang direncanakan segera diresmikan oleh Bupati Kerinci.

Baca Juga: Wujud Kepedulian di Bulan Suci, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Turun ke Jalan Berbagi Takjil

Tak hanya itu, pemerintah daerah Kerinci juga mengklaim telah memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Hasil audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup pada Februari lalu disebut menghasilkan komitmen bantuan sarana dan prasarana untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan penguatan fasilitas IPST di Kabupaten Kerinci.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan lingkungan di Kerinci dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs