Diselingkuhi Suaminya, Polwan Cantik ini Ceritakan Kronologi Penggerebekan ke Rumah Janda

  • Ilustrasi pelakor 

MERDEKAPOST.COM - Mama muda ini bikin heboh jagat maya media sosial TikTok. Pasalnya wanita cantik jelita bernama Eby Feronica ini mengaku sebagai korban pelakor. 

Eby Feronica tampaknya seorang Polwan dan ia juga diduga sebagai istri seorang oknum Polisi.

Netizen pun menilai jika Eby lebih cocok dengan anggota Polisi yang diselingkuhi oleh istrinya di Jateng beberapa waktu lalu.

Sebagian netizen malah tak percaya jika ia menjadi korban pelakor. 

Sebab, selain berparas cantik, Eby Feronica juga dinilai sebagai wanita idaman bagi kalangan pria.

Namun, Eby Feronica membuat netizen terperangah dengan video siaran langsung penggerebekan suami di rumah pelakor yang dibuatnya. 

Video tersebut pun dibanjiri komentar dari para netizen.

Baca juga: Siswi SMA Ini Ngaku Dicabuli Oknum Dosen dengan Modus Tawarkan Terapi Kanker Payudara

Dilansir Tribunpekanabru.com dari akun TikTok @.eby.feronica pada Kamis (8/4/2021) membagikan tiga video penggerebekan ke rumah pelakor. 

Dalam video pertama, mama muda cantik ini mengendarai sepeda motor sendirian jam 2 malam ke rumah pelakor yang berada di salah satu komplek perumahan.

Dalam video kedua, ia menampilkan foto-foto pelakor yang ia sebut sebagai janda. 

Pelakornya mengenakan daster dan sedang hamil 9 bulan.

Mama muda ini juga menampilkan foto ia sedang dicekik oleh suaminya. 

"Malam itu banyak banget warga yang datang saat penggerebekan, pelakornya sedang hamil gedek, hamil sembilan bulan. Nah ini aku (foto) pas dianiaya (suami)," katanya.

Dalam video ketiga, Eby menjelaskan kronologi penggerebekan terhadap suami dan pelakor.

Ia pun mengaku tidak menganiaya pelakor tersebut. Ia hanya memastikan kondisi pelakornya yang dikabarkan sedang hamil besar. 

Baca Juga: Kalah, Calon Kades Minta Uang Siraman Dikembalikan

Namun, mama muda ini malah diusir pelakor dan dianiaya suaminya.

"Aku hanya memeluk pelakor dan bertanya kenapa kamu menyakiti sesama perempuan. Tapi pelakoritu mengusir saya," ujar Eby.

Ia pun menyarankan bagi wanita lain yang menjadi korban pelakor agar tidak menyia-nyiakan hidupnya untuk pria yang seperti suaminya. 

"Aku cuman mau ngingetin sesama perempuan, kalau diselingkuhin gak usah maafin. Karena aku udah maafin sepuluh kali lebih, tetap aja kayak gitu. Udah, kalian jangan sia-siakan hidup kalian yang sebentar ini buat laki-laki seperti itu," katanya.(*)

(MERDEKAPOST.COM / SUMBER: Tirbun Pekanbaru)

Kasus Korupsi LPJU Kabupaten Tebo, SZ Dituntut 4,6 Tahun Penjara

  • Saefudin Zuhri, terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi Mark Up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan menggunakan Dana APBDes Desa-desa di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017, hadirkan saksi ahli meringankan ke persidangan, Kamis (25/3/2021).  

MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Saefudin Zuhri dituntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tebo dalam kasus korupsi pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan menggunakan Dana APBDes Desa-desa di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017. 

Saefudin Zuhri dituntut dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan. Serta denda senilai 100 juta rupiah, subsider tiga bulan kurungan. 

Menurut JPU Kejari Tebo, Saefudin Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Sebagaimana dalam dakwaan subsider melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. 

Seperti diatur dalam dakwaan sebelumnya yakni melanggar pasal 3 Junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Baca Juga: Mahasisiswi Cantik ini Layangkan Kritik Pedas untuk Bupati Kerinci, "Pak Bupati, Maaf Bapak Saya Kritik!"

Sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Membayar uang pengganti sebesar 783 juta rupiah. jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutup uang pengganti tersebut," ucap JPU saat membacakan tuntutan Selasa (6/4/2021). 

Baca Juga: Walikota Sungai Penuh di Demo Lagi, Ini Tuntutan Para Pendemo

Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana penjara selama 2 tahun dan 3 bulan. Tuntutan jaksa penuntut Kejari Tebo dibacakan dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakin Yandri Roni selaku ketua majelis hakim. 

Saefudin Zuhri merupakan satu dari tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dengan menggunakan Dana APBDes Desa-desa di Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2017. 

Dua terdakwa lainnya yakni, Sudadi dan Cahyono Heri Prasetyo yang proses hukumnya dilakukan dalam berkas perkara terpisah. Proses persidangan dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi yang diketuai Hakim Erika Sari Emsah Ginting. 

Dalam perkara ini, nilai kerugian negara  mencapai 1,6 miliar lebih berdasarkan hasil perhitungan audit kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jambi. (red)

Siswi SMA Ini Ngaku Dicabuli Oknum Dosen dengan Modus Tawarkan Terapi Kanker Payudara

  • Ilustrasi Depresi dan Frustasi 

MERDEKAPOST.COM - Oknum dosen di Jember diduga mencabuli gadis 16 tahun (siswi SMA), tak lain keponakan dari istrinya.

Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum dosen tersebut dilaporkan ke Polres Jember, hasilnya ada kesesuaian antara keterangan korban dengan pelaku.

Polisi juga memeriksa lima orang saksi dalam proses penyelidikan di kasus pencabulan terhadap anak oleh terduga oknum dosen.

Kamis (8/4/2021), polisi memeriksa saksi terlapor yakni oknum dosen tersebut.

"Sudah ada lima orang saksi yang kami periksa dalam kasus dugaan pencabulan oleh oknum dosen, baik saksi pelapor maupun saksi terlapor.

Hari ini saksi terlapor yang kami periksa," kata Kepala Unit Pemeriksaan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari, Kamis (8/4/2021).

Oknum dosen tersebut diperiksa mulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib, atau sekitar 4 jam.

Vita tidak menjelaskan secara rinci terkait pemeriksaan terhadap terlapor.

Vita hanya menyebut terdapat kesesuaian keterangan antara keterangan pelapor dan terlapor.

"Ada kesesuaian," ujarnya.

Sedangkan rekaman suara dari korban pencabulan, sebut saja Nada (16), menjadi petunjuk. "Iya, itu bisa menjadi petunjuk, sudah kami kantongi," imbuh Vita.

Sempat Kabur ke Sumsel, 5 Pelaku Pembacokan Siswa di Jambi Ditangkap

Polisi juga sudah melakukan visum obgyn dan visum psikiatri terhadap Nada. Vita menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat bakal menggelar perkara itu, untuk penentuan tersangka.

"Dalam pekan ini, kami lakukan gelar perkara untuk penentuan tersangka," lanjutnya.

Pencabulan itu dilakukan di rumah oknum dosen itu, pada 26 Maret lalu.

Korban tinggal di rumah oknum dosen itu, karena sang dosen adalah pamannya.

Istri si paman merupakan tante kandung dari remaja tersebut.

Remaja itu diketahui berasal dari luar Jember.

Ayahnya menitipkan ponakannya kepada sang tante karena dia bersekolah SMA di Jember.

Namun remaja itu malah mendapatkan dugaan tindakan pencabulan dari sang paman.

Remaja itu mengaku dicabuli dua kali, pada Februari dan Maret 2021.

Pencabulan itu diketahui modusnya dengan rayuan untuk terapi kanker payudara.

Oknum dosen itu menyebut jika sang keponakan terkena kanker payudara.

Karenanya, dia kemudian menunjukkan sebuah jurnal yang disebutnya jurnal terapi kanker payudara.

Korban lalu menolak ide terapi kanker payudara itu karena dia merasa baik-baik saja.

Apalagi memang tidak pernah ada diagnosa dirinya sakit kanker payudara.

Namun sang paman terus memaksa, sampai akhirnya tega mencabuli korban dengan dalih terapi kanker payudara tersebut.

Baca Artikel Lainnya di sini: Gara-gara Bidan, Aksi Cabul Pria yang Ngaku Dukun ini Terbongkar


(Sumber : SURYA.CO.ID)

Gara-gara Bidan, Aksi Cabul Pria yang Ngaku Dukun ini Terbongkar

  • Ilustrasi Pencabulan Terhadap Anak 

MERDEKAPOST.COM - Apa yang ada dibenak pria ini sampai tega mencabuli anak dibawah umur.

Polres Empat Lawang melalui Satreskrim selasa lalu (06/04/2021) mengamankan pria berinisial S.

S menjadi tersangka yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak berumur 12 tahun.

Perbuatan bejat S terbongkar saat orang tua dan tetangga korban merasa curiga.

Berangkat dari kecurigaan itu membawa korban ke bidan untuk diperiksa.

Dimana berdasarkan hasil dari pemeriksaan bidan tersebut terdapat robekan di alat vital korban.

Baca Juga: Tergiur Ponsel Mahal Janda Muda Terjerat Prostitusi Online, "Yaudah Saya Mau Begituan"

Kemudian atas kejadian ini orang tua korban merasa tidak terima dan melaporkan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini ke Polres Empat Lawang.

“Perbuatan bejat pelaku terkuak saat orang tua dan kerabat korban curiga, lalu berinisiatif diperiksakan ke bidan dan ternyata memang benar, kuat dugaan korban telah disetubuhi oleh pelaku,” ungkap Mursal Kasatreskrim Polres Empat Lawang.

Mursal menambahkan  Pelaku dan barang bukti sudah ada, Satu helai handuk dan celana panjang sudah diamankan di Mapolres Empat Lawang melalui Polsek Pasemah Air Keruh (Paiker).

Baca Juga: Astaga! Seorang Kakek Cabuli Bocah 7 Tahun Sampai Tewas dengan Alat Vital Rusak

“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan, dinana saat ini, kami masih mendalami kasus ini,” Kata Mursal.

Terakhir Mursal menuturkan, dalam menjalankan aksinya pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati segala penyakit.

Selain itu juga pelaku mengajar bela diri di linkungannya.

Atas perbuatannya ini pelaku diancam dengan Pasal 81 dan atau 82 UU RI NO. 35 THN 2014 Tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun.(*)

(adz/Sumber: Sriwijaya Post)

Sempat Kabur ke Sumsel, 5 Pelaku Pembacokan Siswa di Jambi Ditangkap

DITANGKAP : Para Pelaku pembacokan Syarul Romadhon siswa SMAN 7 Kota Jambi 29/03 lalu.

MERDEKAPOST | JAMBI - Berakhir sudah pelarian AZ, MZ, RK, FR, dan MA. Mereka adalah pelaku pembacokan Syarul Romadhon, siswa SMAN 7 Kota Jambi, pada Senin (29/3) lalu.

AZ yang merupakan pelaku utama pembacokan Syarul Romadon diringkus setelah sempat kabur ke Provinsi Sumatera Selatan. 

AZ dan pelaku lain berstatus pelajar SMA di Kota Jambi.

Berita Lainnya: 

Motif pembacokan diketahui adalah dendam karena tim pelaku kalah dalam pertandingan futsal beberapa waktu yang lalu. 

Mereka membacok suporter lain dengan acak, tanpa mengetahui siapa yang dibacoknya itu.

Saat ini masih ada satu pelaku yang buron dengan inisial MY dan sedang dikejar oleh pihak kepolisian. Kini para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (red)

Sempat Keluarkan Tembakan, BNNP Jambi Berhasil Ringkus Kurir Sabu 2 Kg

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi berhasil gagalkan pengiriman 2 Kg narkotika jenis sabu-sabu, di kawasan Suban, Tanjung Jabung Barat, Senin (5/4/2021) sore. 

JAMBI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi berhasil gagalkan pengiriman 2 Kg narkotika jenis sabu-sabu, di kawasan Suban, Tanjung Jabung Barat, Senin (5/4/2021) sore.

Tidak hanya itu, petugas juga turut mengamankan 4 orang tersangka, dua berperan sebagai kurir 2 lainnya sebagai penerima.

Aksi penggerebekan juga sempat terekam dalam video amatir.

Dalam video tersebut, tampak sekira 10 anggota menggunakan kendaraan roda empat membuntuti satu unit kendaraan mini bus warna silver.

Kemudian, petugas langsung menghentikan laju kendaraan dengan dua unit mobil, dengan memepet kendaraan tersebut.

Baca Juga: Demi Kelancaran Ibadah Paskah, TNI Jaga Gereja di Perbatasan

Petugas juga sempat mengeluarkan belasan tembakan, hingga akhirnya para pelaku berhasil diringkus.

Kabid Berantas BNNP Jambi, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo membenarkan adanya aksi penangkapan dan pengamanan 2 Kg sabu-sabu tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini timnya tengah melakukan pengembangan di lokasi.

"Benar, tim kita sedang berada di lokasi untuk melakukan pengembangan," kata Guntur, Senin (5/4/2021).

"Untuk informasi lebgkapnya, nanti kita lakukan pers rilis," tutup Guntur.

(adz | jambi.tribunnews.com)

Astaga! Seorang Kakek Cabuli Bocah 7 Tahun Sampai Tewas dengan Alat Vital Rusak

Ilustrasi pencabulan anak dibawah umur

MERDEKAPOST.COM - Bocah perempuan 7 tahun meninggal dunia setelah jadi korban pencabulan kakek tirinya.

Bocah berinisial KO (7), warga Pademangan, Jakarta Utara, tewas setelah jadi korban pencabulan oleh kakek tirinya sendiri, TS (45).

KO tutup usia pada Selasa (30/3/2021) lalu dengan kondisi luka parah di bagian alat vitalnya.

Korban meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Pelaku Pembacok Siswa SMAN di Jambi Hingga Tewas Ditangkap Polisi

Awalnya, suatu pagi di pekan lalu, KO mengalami gejala sesak nafas dan mengeluhkan rasa sakit pada kemaluannya.

Setelah dibawa ke klinik, puskesmas, hingga rumah sakit kecamatan, KO yang kondisi kesehatannya terus menurun akhirnya dirujuk ke RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

Tapi, tak sampai berapa lama, KO meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Korban meninggal dunia dengan dugaan awal terjangkit Covid-19.

Demi memastikan dugaan itu, pihak rumah sakit lantas melakukan tes dan menyatakan korban negatif Covid-19.

Baca Juga: Asyik Karaoke Tiba-Tiba Tersambar Petir

Keluarga korban yang berada di rumah sakit sempat lega sejenak mengetahui jenazah bocah perempuan itu akhirnya bisa dibawa pulang dan dimakamkan secara normal karena negatif terpapar virus corona.

Namun, kelegaan itu seketika lenyap setelah dokter mengungkap hal lain soal kondisi kesehatan korban.

Paman korban, WL (39) mengatakan, pihak keluarga baru mengetahui bahwa KO menderita luka di alat vitalnya setelah dokter melakukan pemeriksaan mendalam pada jenazah bocah perempuan tersebut.

"Setelah itu didalami oleh dokter, ternyata ada kelainan atau kejanggalan di sana, yakni kemaluan korban," kata WL saat ditemui di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/4/2021).

Mendengar penjelasan dokter, keluarga korban mulai panik dan bertanya-tanya.

Baca Juga: Terungkap! Cara Teroris Rekrut dan Doktrin Orang Sampai Berani Lakukan Bom Bunuh Diri

Demi mencari kejelasan, pihak keluarga memutuskan mengirim jenazah korban ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan visum et repertum, sembari melaporkan hal ini ke aparat Polres Metro Jakarta Utara.

Bak petir yang tiba-tiba menyambar, keluarga tak percaya saat mengetahui hasil visum yang menyatakan kondisi alat vital KO sudah luka parah.

"Dari hasil visum itu memang kondisi kemaluan korban luka parah," kata WL.

Berbekal hasil visum dan keterangan keluarga, polisi akhirnya menindaklanjuti kasus yang mengarah ke dugaan pencabulan ini.

Hasil penyelidikan, polisi mendapati bahwa benar adanya KO telah menjadi korban pencabulan berkali-kali.

Ilustrasi Pencabulan bocah

Pelakunya tak lain adalah kakek tiri korban, TS, yang sehari-hari tinggal bersama di suatu kontrakan di wilayah Pademangan.

"Itu yang melakukan itu kakek tiri si korban. Sehari-harinya memang dia (korban) tinggal sama nenek dan kakek tirinya," ucap WL.

Keluarga masih tak percaya bocah perempuan tersebut nyatanya dicabuli oleh orang yang selama ini dipercaya memomongnya.

Baca Juga Berita Lainnya:

Tergiur Ponsel Mahal Janda Muda Terjerat Prostitusi Online, "Yaudah Saya Mau Begituan"

"Kita masih nggak percaya, masih syok. Karena dia (TS) memang sehari-harinya dipercaya jagain si KO ini," tutup WL.

Menyusul pelaporan kasus dugaan pencabulan ini ke polisi, keluarga akhirnya mengebumikan jenazah KO di TPU Semper pada Kamis (31/3/2021). (adz | Sumber: Tribunjatim.com)

Tergiur Ponsel Mahal Janda Muda Terjerat Prostitusi Online, "Yaudah Saya Mau Begituan"

Ilustrasi prostitusi online 

MERDEKAPOST.COM | Pengakuan mengejutkan gadis belia dan janda muda yang memilih terjun ke dunia prostitusi online.

Dua gadis muda yang terjerat prostitusi online ini diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Tangerang saat menunggu kedatangan pelanggan pada Jumat (2/4/2021).

Di antaranya seorang janda muda BN (20) memutuskan terjun ke bisnis prostitusi online lantaran ingin mendapatkan uang dengan mudah.

Sebab, dirinya harus menghidupi putrinya yang masih berusia 4 tahun.

"Tadinya cuma nemenin pacar yang kerja nyewain kamar."

"Tapi lama-lama saya lihat yang nyewa kamar kaya-kaya cuma kerja begitu, handphone bagus-bagus ya sudah saya mau kerja begituan," kata BN.

Pertama kali memutuskan menjadi PSK, dirinya mengaku masuk dalam dunia prostitusi online tak mudah.

  • Ilustrasi Prostitusi Online yang kian marak akhir-akhir ini

Lantaran saat itu satu-satunya ponsel yang dimilikinya tidaklah mumpuni untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Terlebih wanita malang itu tidak mengenal satu pun orang-orang yang seprofesi dengannya yang disinyalir terogranisir melalui grup disalah satu aplikasi pesan singkat di wilayah itu.

"Waktu itu pertama dapat tamu, saya sempat bingung sih."

"Nah saya mau ngadu ke siapa, tapi sekarang ada semacam grup WA jadi bisa tukaran info sama yang lain. Termasuk info razia," kata wanita berusia 20 tahun ini.

Tak berbeda dengan BN, MW (16) mengaku tergiur dengan hasil yang didapat dengan menjual diri kepada pria hidung belang.

"Paling murah Rp300 ribu, pernah dapet Rp800 ribu buat sekali main, itu enggak sampai 10 menit," kata MW.

Ilustrasi

MW yang menyebut meski baru berusia 16 tahun tersebut lebih memilih menjadi PSK ketimbang melanjutkan pendidikan.

Dirinya merasa lebih nyaman dengan hasil yang didapat dengan menjual diri.

"Lagian ayah juga enggak bakalan kuat biayain saya." "Adik saya dua masih SD kerjanya saja enggak jelas."

"Kadang seminggu sekali dapat duit kadang dua Minggu, namanya juga tukang servis listrik panggilan," jelasnya.

Di sisi lain, dirinya dapat membantu kedua orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, MW menyebut kedua orang tuanya tidak tahu profesi sebenarnya dari anak sulung itu.

"Orang tua tidak tahu, tiap hari pulang paling malem banget saya pulang jam 11 malam. Tahunya saya dikasih duit sama pacar saya."

"Saya juga jaga banget itu, kalau dipikir-pikir sayang juga kalau saya tiap hari harus bolak balik, ongkosnya mahal apalagi biaya sewa apartemen lebih mahal," kata MW.(*)

(SUMBER ARTIKEL : WARTAKOTA)

Saat Meliput Insiden Bentrok, Mobil Wartawan INews TV Diseruduk Truk Milik PT KBPC

  • Polres Bungo saat olah TKP paska mobil Wartawan INews TV diseruduk truk PT KBPC

MERDEKAPOST.COM | MUARABUNGO – Buntut dari insiden pengrusakan mobil milik salah satu wartawan TV Nasional I News TV Budi Utomo saat meliput kejadian bentrok antara karyawan PT KBPC dengan warga di Kabupaten Bungo provinsi Jambi, pada Kamis lalu (01/04/2021) aparat Kepolisian pun langsung bertindak.

Polres Bungo tanggap dan turunkan anggota untuk melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menjadi lokasi dimana mobil salah satu nasional Inews TV Budi Utomo dirusak oleh masa demo dari karyawan PT KBPC.

Olah TKP, dipimpin Kanit Pidum Ipda Erwin Simatupang dan tim Inafis, pada Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 11.40 wib yang menghadirkan langsung kendaraan yang dimiliki oleh Budi Utomo. 

Baca Juga: Asyik Karaoke Tiba-Tiba Tersambar Petir 

Pantauan dilapangan olah TKP berlangsung hanya belasan menit, tim meminta Budi Utomo menceritakan pasca kejadian yang dalam BAP yang dilaporkan ke Mapolres kepada tim dilapangan. 

"Alhamdulillah, pihak polres Bungo respon. Berharap semua ini cepat selesai," ujar Budi Utomo dilapangan dan menolak untuk  banyak bicara.

Untuk diketahui saat insiden, kedua masa bentrok antara masa Pekerja PT KBPC dan masa mengatasnamakan masyarakat lima dusun di kecamatan Muko-Muko Bathin VII dan aliran Sungai Batang Bungo, Kabupaten Bungo Jambi pecah pasca pemasangan portal besi dijalan tambang batubara. 

Baca Juga: Pelaku Pembacok Siswa SMAN di Jambi Hingga Tewas Ditangkap Polisi

Dari pantauan dilapangan, Insident tampak disengajakan oleh pihak pekerja PT KBPC, dengan menggunakan truk menabrak portal dan menyeruduk mobil wartawan Inews TV milik Budi Utomo yang tengah melakukan peliputan saat insiden bentrok. 

Budi Utomo wartawan tv nasional ini mengakui dirinya melihat langsung mobil pribadinya diseruduk oleh truk batu bara setelah menabrak Portal yang dipasang masa dari warga. Atas Insiden ini, tampak bagian bodi mobil bagian belakang rusak parah.

Baca Juga: Ruko Depan Kantor Bupati Merangin Terbakar

"Saya memarkirkan mobil saja sekitar 40-50  meter posisi sebelah kanan dari titik portal yang dipasang masa dari warga," ujar Budi Utomo.

Lanjut Budi, dia hanya mengingatkan mobil yang menyeruduk mobilnya truk warna putih yang ada tulisan didinding sebelah kanan merek PT KBPC. Siapa sopir dan Nopol tidak diketahui, karena saat bentrok Pecah ia tengah mencari posisi aman keluar dari kerumunan masa. 

"Saya juga terjatuh dan tangan kiri saya memar. Saat berusaha keluar dari kerumunan masa," ujarnya.(adz)

Terungkap! Cara Teroris Rekrut dan Doktrin Orang Sampai Berani Lakukan Bom Bunuh Diri

Ilustrasi ISIS

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA - Kelompok teroris ternyata juga memanfaatkan aplikasi media sosial  untuk menyebarkan paham atau doktrin ekstremisme hingga merekrut anggota baru.

Salah satu aplikasi yang sering dipakai kelompok terlarang ini yakni Telegram.

"Ada beberapa media yang menjadi alat yang mereka lakukan secara intensif (melakukan pembinaan) misalnya Telegram, atau juga di medsos lain di Facebook juga saya rasa digunakan," kata mantan narapidana teroris Haris Amir Falah, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sejak 2015 lalu sudah ada 17 kasus terorisme yang memanfaatkan Telegram sebagai alat komunikasi mereka.


Salah satunya, digunakan dalam kasus teror di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016 lalu.

Menurut Haris, dahulu perekrutan dilakukan secara langsung dan menyasar anak-anak muda.

Namun, kini doktrin dan pembinaan bisa dilakukan secara daring serta bisa langsung dijadikan "pengantin", istilah untuk pelaku teror.

"Jadi orang tanpa bertemu kemudian dia sudah bisa menjadi seorang pengantin," ujarnya.

Target dan Sasaran Doktrin adalah Kelompok Milenial

Dilanjutkan Haris, saat ini target doktrin para pelaku teror masih tertuju pada kelompok milenial.

Menurut dia, milenial adalah sasaran yang mudah untuk diajak bergabung dan diberi doktrin.

"Saya dulu direkrut waktu saya di SMA karena masih cari jati diri kemudian ingin menujukkan kehebatan, kemudian bertemulah apa yang mereka punya bertemu dengan doktrin-doktrin," ungkapnya.

"Doktrin di mana apa yang menjadi keinginannya dan ini sampai sekarang anak-anak udah sangat luar biasa (banyak) yang direkrut," ucap Haris.

Dalam sepekan ini, telah terjadi dua peristiwa teror di Indonesia.

Pelaku berinisial L berusia 26 tahun dan istrinya, YSR, melakukan teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi.

Kemudian, perempuan berinisial ZA menjadi pelaku penyerangan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ZA diketahui berusia 25 tahun.

Pelaku bom bunuh diri di Makassar diduga merupakan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke Negara Islam di Irak dan Suriah atau Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Sementara, pelaku teror di Mabes Polri diduga pendukung ISIS. Dugaan itu berasal dari hasil pendalaman polisi yang menemukan unggahan bendera ISIS di akun Instagram milik pelaku.(*)

Pelaku Pembacok Siswa SMAN di Jambi Hingga Tewas Ditangkap Polisi

  • Ilustrasi Pembacokan 

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Dua pelaku pembacokan terhadap SR (17), siswa SMAN 7 Kota Jambi hingga tewas akhirnya berhasil diringkus oleh pihak Kepolisian.

Dari data yang dihimpun, dua pelaku tersebut yakni MZ (16) dan MA (16).

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handres mengiyakan terkait penangkapan tersebut.

Namun ia menjelaskan, kasus tersebut sudah ditangani langsung oleh Polsek Telanaipura.

"Iya sudah di tangkap, langsung ke Polsek Telanaipura aja ya," kata Handres, Sabtu (3/4/2021).

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika Putra belum memberi komentar lebih terkait penangkapan tersebut.

Berita Terkait: Polisi Buru Pembacok SR Siswa di Kota Jambi Hingga Kritis

Saat dikonfirmasi, ia mengaku timnya masih melakukan proses terkait kasus tersebut.

"Masih Proses," singkat Yumika.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Jambi SR (17) kritis, usai mendapat luka bacok di bagian kepalanya, Senin (29/3/2021) malam.

SR terkapar saat kepalanya dihantam menggunakan senjata tajam jenis samurai, hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Radden Mattaher.

Baca Juga: 

Insiden nahas tersebut berawal saat, satu diantara SMA Negeri di Kota Jambi sedang melakukan pertandingan futsal dengan satu diantara SMA swasta di Kota Jambi di GOR Kotabaru, Senin malam.

Kemudian susana memanas, saat SMA swasta tersebut kalah telak, dengan skor 5:0 dengan SMA lawannya.

Para suporter yang berada di tribun penonton sempat terlibat keributan, namun masih dapat dikendalikan.

D, rekan korban menuturkan, saat itu, tim dari lawan sekolahnya tidak terima dengan kekalahan, hingga berujung bentrokan kecil di dalam GOR.

Baca Juga: TNI Kunjungi Gereja dan Bagikan Al-Kitab di Hari Paskah

Tidak diduga, keributan terus berlanjut, saat korban dan rekannya menuju jalan pulang, tiba-tiba 5 orang pelaku menghampiri korban, dan melakukan penyerangan hingga korban terkapar, dan kritis, tepat di kawasan Buluran, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi pada, Senin (29/03) sekitar pukul 18.30 wib.

Kata D, sebelum pergi meninggalkan GOR, kelompok dari lawan tanding futsalnya sempat mengancam korban dan rekannya tersebut.

Baca Juga: 

Mencla-Mencle KPU Jambi, PSU Tak Jelas Kapan Dilaksanakan

Ini Kronologis, Nesa yang Meninggal Tertimpa Kayu Saat Hendak ke Sekolah

"Awalnya gak terima hasil pertandingan bang, terus mereka ngancam bilang nunggu kami," kata D Senin (29/3/2021) malam.

"Ternyata, mereka sudah ngejar pas kami balik dan ketemu di Buluran," bilangnya.

Saat aksi kejar-kejaran berlangsung, korbam sempat tertinggal dengan rombongannya, hingga menjadi sasaran empuk bagi para pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika Putra mengiyakan terkait insiden pembacokan tersebut.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

"Kita sedang melakukan penyelidikan," singkatnya, Selasa (30/3/2021).(*)

Baca Juga Berita Merdekapost.com Lainnya:

TNI Kunjungi Gereja dan Bagikan Al-Kitab di Hari Paskah

Densus 88 Tangkap Penjual Pistol ke Zakiah Aini, Ini Tampangnya

Mencla-Mencle KPU Jambi, PSU Tak Jelas Kapan Dilaksanakan

(adz | Tribunjambi)

Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Ternyata Pengantin Baru, Istrinya Karyawan Swasta


Jakarta, Merdekapost.com - Teka teki pelaku bom bunuh diri yang tewas di depan halaman gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, perlahan-lahan mulai terungkap.

Fakta terbaru yang ditemukan penyidik, ternyata terduga pelaku merupakan pengantin baru, yang baru menikah sejak 6 bulan lalu.

Demikian disampaikan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangannya, Senin (29/3/2021).

“Betul, baru menikah 6 bulan lalu,” kata Argo.

Baca Juga: Suami Istri Pelaku Pengeboman Sempat Tertangkap Kamera Sebelum Ledakkan Diri

Jendral bintang dua itu menuturkan, tim di lapangan masih terus mengembangkan jaringan kasus bom bunuh diri tersebut.

Namun, dari data yang diperoleh sang istri dari pelaku inisial L merupakan pekerja swasta.

“Istri berinisial YSF pekerjaaan swasta. Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo.

Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, sekitar pukul 10.30 Wita.

Polisi Menduga Kasus ini Sebagai Aksi Teror Bom Bunuh Diri

Berdasarkan informasi terakhir, korban luka akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral sebanyak 20 orang.

Saat ini, para korban masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit. Tidak ada pihak gereja atau jemaat yang menjadi korban tewas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada dua terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Baca Juga: Ini Wajah Terduga Pelaku Bom Gereja di Makassar

Dua pelaku bom bunuh diri itu ialah laki-laki dan wanita. Pelaku bom bunuh pria sudah teridentifikasi yakni berinisial L.

Sementara pelaku bom bunuh diri wanita hingga kini masih dalam proses identifikasi oleh tim Biddokkes Polda Sulsel.

Kedua pelaku bom bunuh diri merupakan bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel yang beberapa anggotanya telah ditangkap pada bulan Januari lalu di Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar.

“Jadi mereka (pelaku) adalah bagian dari pengungkapan beberapa waktu lalu kurang lebih 20 orang kelompok JAD, mereka bagian dari itu. Inisial serta data-datanya sudah kita cocokan (inisial L),” kata Listyo Sigit di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). (adz/sumber:pojoksatu)

Ini Wajah Terduga Pelaku Bom Gereja di Makassar

Wajah terduga pelaku bom Gereja Katedral di Makassar beredar luas. Wajah tersebut adalah potongan kepala dari ledakan, Potongan kepala tersebut dibenarkan pihak Polri. (ist)

MERDEKAPOST.COM | SULSEL – Wajah terduga pelaku bom Gereja Katedral di Makassar beredar luas. Wajah tersebut adalah potongan kepala dari ledakan, Minggu (28/3/2021). Potongan kepala tersebut dibenarkan pihak Polri.

“Iya (ditemukan potongan kepala pelaku bomber) itu memang hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) demikian ya,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan dikutip detikcom, Minggu (28/3/2021).

Pengebom Tertangkap Kamera Sebelum Ledakkan Diri di MakassarSaat Pejalan Kaki Melintas, Bom Meledak di Gereja Katedral Makassar

Kombes Zulpan mengatakan potongan kepala milik terduga bomber tersebut ditemukan di atap sebuah bangunan yang lokasinya tepat di samping Gereja Katedral Makassar.

“Itu memang ditemukan di atap bangunan di samping gereja. Jadi di samping gereja ada bangunan,” jelas Zulpan.

Baca Juga: Suami Istri Pelaku Pengeboman Sempat Tertangkap Kamera Sebelum Ledakkan Diri 

Peristiwa memilukan itu terjadi selepas Misa Minggu Palma di Gereja Katedral Makassar yang beralamat di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ada 2 terduga pelaku yang mengendarai 1 unit motor matik.

“Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (28/3).

Diketahui, ledakan terjadi pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. (red)

Suami Istri Pelaku Pengeboman Sempat Tertangkap Kamera Sebelum Ledakkan Diri

Dua terduga pelaku bom makassar sebelum meledakkan diri | istimewa

MERDEKAPOST.COM | MAKASSAR – Foto dua terduga peledakan tertangkap kamera sedang berboncengan sebelum meledakkan diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel. Foto tersebut dibenarkan polisi sebagai terduga pelaku bom bunuh diri.

Dalam foto itu, terlihat ada seorang pria dan wanita tengah berboncengan menggunakan sepeda motor. Seorang wanita yang berada dalam posisi dibonceng.

“Iya (foto beredar benar terduga pelaku). Itu mungkin teman-teman (ada yang dapat),” ujar Zulpan dikutip detikcom, Minggu (28/3/2021). “Pelakunya 2 orang, laki-laki dan wanita,” kata Zulpan.

Menurut Zulpan, sejauh ini Biddokkes Polda Sulsel baru mengungkap identitas terduga pelaku pria yang potongan kepalanya sempat ditemukan di atas atap sebuah bangunan di samping Gereja Katedral Makassar.

“Insial pelaku (terduga pelaku pria) LL,” kata Zulpan.

Sementara untuk identitas terduga pelaku wanita masih dalam penyelidikan. Polisi beralasan potongan tubuh terduga pelaku wanita hancur.

“Belum, masih diidentifikasi. Karena hancur kan, hancur,” jelas Zulpan.

Diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi.

Pelaku bom bunuh diri diduga 2 orang dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku sempat dicegah sekuriti Gereja Katedral Makassar saat akan masuk ke pelataran gereja. Pelaku akhirnya meledakkan diri. (red) 


Polisi Buru Pembacok SR Siswa di Kota Jambi Hingga Kritis

Ilustrasi: Pembacokan Siswa di Kota Jambi Hingga Kritis

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Unit Reskrim Polsek Telanaipura kejar pelaku pembacokan SR (17), siswa SMA di Kota Jambi hingga kritis, Senin (29/3/2021) malam.

Kapolsek Telanaipura, AKP Yumika Putra mengatakan, saat ini, timnya tengah melakukan penyelidikan, dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kita sedang lakukan pengejaran," singkat Yumika, Selasa (30/3/2021) siang.

Seperti diberitakan, seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Jambi  SR (17) kritis, usai mendapat luka bacok di bagian kepalanya, Senin (29/3/2021) malam.

SR terkapar saat kepalanya dihantam menggunakan senjata tajam jenis samurai, hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Radden Mattaher.

Insiden nahas tersebut berawal saat, satu diantara SMA Negeri di Kota Jambi sedang melakukan pertandingan futsal dengan satu di antara SMA swasta di Kota Jambi di GOR Kotabaru, Senin malam.

Kemudian susana memanas, saat SMA swasta tersebut kalah telak, dengan skor 5:0 dengan SMA lawannya.

Suporter yang berada di tribun penonton sempat terlibat keributan, namun masih dapat dikendalikan.

D, rekan korban menuturkan, saat itu, tim dari lawan sekolahnya tidak terima dengan kekalahan, hingga berujung bentrokan kecil di dalam GOR.

Tidak diduga, keributan terus berlanjut, saat korban dan rekannya menuju jalan pulang, tiba-tiba 5 orang pelaku menghampiri korban, dan melakukan penyerangan hingga korban terkapar, dan kritis.

Kejadian pembacokan itu, tepat di kawasan Buluran, Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi pada, Senin (29/03) sekitar pukul 18.30 wib. 

Kata D, sebelum pergi meninggalkan GOR, kelompok dari lawan tanding futsalnya sempat mengancam korban dan rekannya tersebut.

"Awalnya gak terima hasil pertandingan bang, terus mereka ngancam bilang nunggu kami," kata D Senin (29/3/2021) malam.

"Ternyata, mereka sudah ngejar pas kami balik dan ketemu di Buluran," bilangnya.

Saat aksi kejar-kejaran berlangsung, korbam sempat tertinggal dengan rombongannya, hingga menjadi sasaran empuk bagi para pelaku.(Adz) 

Bu Kades yang Digrebek Ngaku Tidak Selingkuh, Rini: Kami Bahas Pencairan Beras

Bu kades yang viral videonya diduga berselingkuh, akhirnya membantah tuduhan tersebut dan mengaku dirinya bersama stafnya sedang membahas pencairan beras.(ist)

Merdekapost.com - Isu cinta terlarang Bu Kades dan bawahannya tersebut menjadi perbincangan hangat usai video penggebrekan viral di media sosial.

Bu Kades Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rini Kusmiyati (38) akhirnya buka suara terkait kabar perselingkuhan dengan bawahannya.

Ia membantah dengan tegas kabar perselingkuhannya dengan stafnya yang bernama Salam.

Hal itu disampaikan perempuan yang berusia 38 tahun ini saat ditemui usai membuat laporan pencemaran nama baik di Polres Pasuruan Kota.

Bu Kades Wotgalih Rini Kusmiyati seusai laporan di Polres Pasuruan Kota, Jumat sore (26/3/2021).

Ia menyampaikan beberapa bantahan terkait dugaan perselingkuhan yang ditujukan padanya.

Bahkan ia merasa difitnah hingga menyinggung soal dirinya yang tak berbusana saat penggebrekan tersebut.

Kemunculan Bu Kades tersebut merupakan kemunculan pertama pasca dirinya digerebek sang suami, Eko Martono.

Ia digerebek bersama stafnya yang menjabat Kasi Pelayanan dan Pemerintahan bernama Salam di sebuah rumah.

Berikut bantahan Bu Kades Wotgalih Pasuruan yang bertolak belakang dengan pengakuan sang suami:

1. Rini Kusmiyati membantah telah berselingkuh

Diduga selingkuh dengan staf di Kasi Pelayanan dan Pemerintahan Desa Wotgalih bernama Salam.

Rini mengaku tidak memiliki hubungan khusus dengan Salam.

"Hubungan saya dengan dia hanya sebatas kepala desa dan staf. Hanya hubungan kerja. Tidak lebih," kata Rini kepada Suryamalang.com, Jumat (26/3/2021).

2. Bahas soal Beras

Awalnya Rini Kusmiyati dan Salam memang sudah janjian untuk membahas pencairan beras bulanan untuk warga.

Menurutnya, Salam adalah operator di setiap proses pencairan bantuan ini.

"Kami bertemu di pinggir jalan. Karena tidak enak, pemilik rumah itu kenal Pak Salam. Akhirnya dia minta kami mengobrol di dalam rumah saja," sambung dia.

3. Bukan rumah kosong

Rini memastikan rumah tersebut tidak kosong.

Bahkan pemilik rumah yang mempersilakan Rini dan Salam masuk ke dalam rumah.

Tapi, pemilik rumah tidak tahu bila Rini adalah kepala desa.

"Pemilik rumah memperbolehkan saya masuk, kemudian ada penggerebekan itu. Sekali lagi, rumah itu bukan kosong, tapi ada orangnya," urainya.

4. Singgung soal dirinya tak berbusana

Rini menegaskan dia dan Salam sedang berada di ruang tamu saat penggerebekan bukan di dalam kamar.

Ia juga mengaku saat penggerebekan tersebut ia memakai busana.

"Juga tidak benar bila ada yang menyebut saya tidak pakai busana. Anak saya saksinya," paparnya.

Saat penggerebekan itu, dia ada duduk di ruang tamu bersama anaknya.

"Saya tidak kabur. Saya dan anak saya duduk di ruang tamu," ungkapnya.

5. Sebut Salam dipaksa lepas baju oleh warga

Disinggung soal Salam yang tidak pakai baju seperti dalam video viral yang beredar.

Rini mengungkapkan saat itu warga langsung mengejar Salam.

Warga minta Salam untuk lepas baju dan celana.

Tapi, Salam tidak mau.

Akhirnya Salam hanya melepas bajunya.

"Orang yang mengejar itu memaksa dia melepas bajunya," tambahnya.

Pernyataan Rini Kusmiyati berbeda dengan video viral yang beredar.

Dalam video viral di media sosial, penggerebekan dugaan perselingkuhan Bu Kades dengan Salam ini terlihat sangat dramatis.

Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Perselingkuhan Ibu Kades dengan Pegawainya

Penggerebek kesulitan membuka pintu tengah rumah yang diduga menjadi tempat perselingkuhan.

Sedangkan ruang tamu terlihat kosong.

Warga terlihat mengejar Rini dan Salam sampai ke ruang tengah.

Gambaran dalam video ini tampak berbanding terbalik dengan pengakuan Rini yang menyebut sedang berada di ruang tamu saat penggerebekan.

(Sumber : TRIBUNNEWS)

Bu Kades Bantah Berzina, Sebut Stafnya Dipaksa Telanjang oleh Suami: "Kami Tidak Selingkuh"

Pengakuan Bu kades di Pasuruan mengaku difitnah saat digerebek bersama anak buah (staf desa).(Ist) 

MERDEKAPOST.COM - Beberapa hari terakhir, nama Bu Kades asal Pasuruan Jawa Timur viral karena diduga selingkhu dengan staffnya sendiri.

Bu Kades ini sempat digerebek dengan suaminya sendiri saat sedang berada dirumah staffnya.

Setelah video penggerebekannya viral, Bu Kades asal Pasuruan Jawa Timur berinisial RK (38) membantah dirinya berzina dengan pria bernama Salam.

Salam sendiri merupakan pria yang masih brondong, dan bekerja jadi staf di Kantor Desa, Kasi Pelayanan dan Pemerintahan.

Pada Minggu (23/3/2021) pagi, Bu Kades Wotgalih dicurigai sedag berduaan dengan Salam di sebuah rumah di Dusun Bedungan RT 1/3, Desa Dandangendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Alhasil, suami Bu Kades, yang bernama Pak Eko mengerahkan anaknya dan warga setempat untuk melakukan penggerebekan.

Saat digrebek, Bu Kades dan Salam disebutkan sedang dalam kondisi telanjang atau tanpa busana.

Diduga, keduanya ini sedang selingkuh dan akan melakukan perzinahan.

"Oleh suami RK bersama warga, rumah tersebut didobrak.

EM (kiri), suami Kepala Desa (Kades) Wotgalih berinisial RK yang kepergok selingkuh dengan staf desanya SLM (ist)

"Dan didapati keduanya sedang dalam keadaan tanpa busana di dalam sebuah kamar," terang Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.

Disebutkan Pak Eko, penggerebekan ini merupakan yang ketiga kalinya dan paling parah setelah tahun 2020.

Sebelumnya Pak Eko sempat memergoki chattingan mesra antara sang istri, Bu Kades dan selingkuhannya.

"Ada anak saya juga yang besar, ikut mendobrak pintu dan melihat ibunya berduaan dengan pria lain. Ini yang paling parah," urai Pak Eko, suami Bu Kades.

"Sebelumnya, saya hanya memergoki chattingan saja," tambah Pak Eko.

Baca juga:  Kronologi Terbongkarnya Perselingkuhan Ibu Kades dengan Pegawainya

Melihat dirinya digrebek, Salam lari terbirit-birit ke depan rumah dengan keadaan telanjang.

Sedangkan Bu Kades lari terbirit-birit melalui pintu belakang rumah.

Melihat keduanya kabur, warga pun mengejar dan berhasil menangkap Salam, diduga selingkuhannya Bu Kades.

“Waktu digerebek ( Salam ) nggak pakai celana. Dia lari ke masjid lalu ditangkap dan dimassa,” terang Pak Eko.

Karena kejadian penggerebekan tersbeut, Pak Eko pun melaporkannya ke Polres Pasuruan dengan pasal perzinahan.

"Di lokasi itu telah terjadi dugaan tindak pidana perzinahan," tambah Endy.

 Baca juga: Bu Kades Wotgalih Bantah Selingkuh dengan Bawahannya hingga Pilih Lapor Polisi

Dituding selingkuh dan melakukan perzinahan, Bu Kades mengatakan itu semua bohong.

"Itu palsu semua," tegas Bu Kades, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJatim.

Pengakuan bu kades di Pasuruan mengaku difitnah saat digerebek bersama anak buah (Ist)

Pertama, bu Kades membantah memiliki hubungan asmara dengan Salam.

"Saya tidak memiliki hubungan spesial dengan dia. Hubungan saya dengan dia, hanya sebatas kepala desa dan staf.

Hanya hubungan kerja, tidak lebih. Kami gak selingkuh," kata Bu Kades usai melapor ke Polisi.

Dia menjelaskan, awalnya itu, ia dan Salam memang sudah janjian untuk membahas pencairan beras bulanan untuk warga.

Dikatakan dia, Salam adalah operator di setiap proses pencairan bantuan ini.

"Kita ketemu di pinggir jalan. Lah akhirnya, tidak enak. Pemilik rumah yang digerebek itu kebetulan kenal pak Salam, akhirnya menyampaikan mengobrol di dalam rumah itu saja," sambung dia.

Ia juga menepis kabar jika rumah tempat dia digerebek suaminya adalah kosong.

Menurut dia, rumah itu ada penghuninya.

Bahkan, yang mempersilahkan masuk itu pemilik rumah sendiri. Pemilik tidak tahu, ia adalah kepala desa.

"Terus saya diperbolehkan masuk oleh pemilik rumah, terus saya langsung digerebek.

Sekali lagi itu bukan rumah kosong, ada orangnya," urainya.

Kades juga berkilah saat penggerebekan itu ada di dalam kamar.

Ia menyebut, saat itu ada di ruang tamu bersama Salam.

Baca Juga: 3 Kali Berselingkuh Dimaafkan, Suami Pasrah Bu Kades Bercinta dengan Bawahannya

"Yang nyebut saya tidak pakai busana itu juga tidak benar. Saksinya anak saya," paparnya.

Menurutnya, saat penggerebekan itu, ia ada duduk di ruang tamu bersama anaknya.

"Saya ndak kabur. Saya ada sama anak saya duduk di ruang tamu," ungkapnya.

Ditanya soal Salam yang tidak pakai baju, Bu Kades mengatakan, saat ramai itu stafnya tersebut langsung dikejar oleh warga.

Warga dan Pak Eko memaksa Salam untuk melepaskan baju dan celana, sehingga terlihat telanjang.

Tapi, Salam tidak mau, dan akhirnya bajunya aja yang dilepas.

"Iya dipaksa sama yang mengejar untuk melepas bajunya," tambahnya. (adz/*)

SUMBER : tribunnewsbogor.com 

3 Kali Berselingkuh Dimaafkan, Suami Pasrah Bu Kades Bercinta dengan Bawahannya

Tiga Kali Selingkuh Sudah Dimaafkan, Suami Pasrah Bu Kades Bercinta dengan Bawahannya

MERDEKAPOST.COM - Begini curhatan suami Bu Kades yang viral karena kepergok bersama selingkuhan.

Suami Bu Kades curhat bagaimana dirinya memperlakukan istrinya sampai peristiwa perselingkuhan itu terjadi.

Dirinya sampai rela mengorbankan pekerjaannya demi kelancaran karir sang istri.

Suami RK itu curhat akhirnya ada pengorbanan besar demi karir istri jadi Kades.

Kini berantakan karir Bu Kades setelah kepergok selingkuh.

Suami Bu Kades ternyata rela menggadaikan SK-nya sebagai PNS demi istri bisa menjadi Kades.

Baca Juga:

Tapi balasan yang didapatkan suami RK justru tak sebanding.

Dikhianati dengan menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat istri digoyang pagi-pagi oleh seorang brondong.

Suamipun bercerita tentang bagaimana dirinya akhirnya dibuang istrinya sejak sang istri kepergok selalu berselingkuh.

Tak ada yang menyangka, ternyata suami Bu Kades yang viral itu memiliki pengorbanan besar.

Demi istri melanglang sampai ke kursi Kepala Desa, sang suami akhirnya merelakan dirinya tak bekerja.

Dikarenakan suami tersebut menggadaikan SK pekerjaannya sebagai PNS.

EK ternyata tercatat berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya. 

Baca Juga: 

Sebagai seorang ASN atau PNS, dia sudah banyak berkorban dengan sang istri saat bakal mencalonkan diri sebagai Kades Wotgalih.

Bahkan dia harus menggadaikan SK PNS nya demi sang istri yang mencalonkan diri sebagai Kades Wotgalih.

Demi mendukung sang istri, EK menggadaikan SK PNSnya untuk pinjaman di Bank dengan nominal Rp 150 juta.

Istrinya berhasil terpilih dan menang sebagai Kades Wotgalih

Dirinya sampai rela mencicil bayaran itu selama 15 tahun, sehingga dia hanya menerima sisa gajinya sebesar Rp 400 ribu perbulan.

"Gajinya sekarang tinggal sekitar Rp 400 ribu. Nah ini kan kasihan, sudah berkorban sebegitu besar tetap yang didapatkan malah seperti ini, termasuk SK PNS-nya dijadikan agunan. Pak EKo ini PNS, sebagai staf di SMP Negeri 3 Nguling," pengacara EK, Aditiya Anugrah Purwanto, yang mendampingi saat membuat laporan polisi, Rabu (24/3/2021).

Namun setelah satu tahun menjadi kades, sang istri telah justru berubah total.

Bu Kades RK berubah setelah mengenal seorang stafnya yang tiga tahun lebih muda.

EK menyelamatkan perkawinannya dan mencoba bicara, tetapi kemudian terjadi pertengkaran.

Sejak itu RK pun tak peduli kepada suaminya EK sampai tutup mata akan pengorbanan pria yang telah mendampinginya selama puluhan tahun.

"Rumah tangga kami memang bermasalah dan saya dibuang," ujar EK.

Menurut Aditiya, Pengacara EK, tidak hanya satu kali itu saja sang istri berselingkuh, bahkan sudah tiga kali.

Baca Juga: Sudah Diberi Izin Menumpang, Pria Ini Malah Nekat Tiduri Istri Temannya Sendiri

Namun perselingkuhan yang ketiga ini membuat darah EK mendidih dan memutuskan untuk menggerebek sang istri bersama pria selingkuhannya.

"Yang kami laporkan adalah perzinahan, klien kami memang sudah habis kesabarannya," jelasnya.

Ngaku Tetap Sayang

Suami Bu Kades jadi sorotan karena sikapnya yang lapang dada.

Pria itu masih tetap setia dan mengaku sayang.

Meski dia merasa telah dibuang, tetapi tak mau pisah.

Sayangnya istrinya tak mau lagi membina rumah tangga dengannya karena ada selingkuhan.

Diakui EK, seperti dilansir dari kompas.com, sebenanrya bukan hanya kali itu dia memergoki sang istri pergi meninggalkan rumah diluar dinas dan selingkuh.

"Saya sudah curiga, dengan gerik-gerik istri saya, dan ini yang ketiga kalinya, agar perbuatan ini tidak berlangsung terus, saya lakukan penggerebakan bersama anak saya dan warga," ujar Eko, Minggu (21/3/2021). (adz | Sumber:Tribunjatim)

Kajari Sungai Penuh Diminta Segera Usut Dugaan Korupsi di 3 Dinas

SUNGAI PENUH | MERDEKAPOST.COM - Tiga dinas pemerintahan kota sungai penuh diduga menjadi lahan korupsi yang telah merugikan negara, LSM PETISI SAKTI menggelar aksi demo di kantor kejaksaan negeri sungai penuh. kamis 25/03/2021

Aksi demo LSM PETISI SAKTI dalam orasi meminta Kajari Ristopo Sumedi S,H M,H memeriksa tiga kepala dinas pemerintahan kota sungai penuh yang terindikasi melakukan dugaan korupsi. 

Baca Juga: Sungai Penuh Kembali Berduka, H Hazairin Meninggal Dunia

Adapun Tiga Kepala dinas pemerintahan kota sungai penuh yang diduga korupsi, yaitu Kepala dinas PUPR kota sungai penuh, diduga melakukan korupsi dalam pembangunan RS Pratama Lantai 3 Ramp Pasien dengan nilai 3.726.244.193.00 serta jalan masuk dan Drainase rumah Pratama  kota sungai penuh dengan nilai 1.968.291.695.91.

Kepala Dinas Diskepora sungai penuh, diduga korupsi dalam pembangunan stadion mini kecamatan kumun debai dengan nilai 1.175.280.000.00. Serta Pembangunan stadion minii kecamatan pondok tinggi dengan nilai 1.447.006.000.00. Serta diduga melakukan pemalsuan dokumen sewa alat berat  pembangunan stadion mini kumun debai. 

Berita Lainnya:

Kepala Dinas perpustakaan kota sungai penuh diduga korupsi dalam pembangunan layanan gedung perpustakaan dengan nilai anggaran 9.402.846.000.00. 

Menangkapi tuntutan yang diaampaikan LSM Petisi dalam Aksi demo, kasi intel soemarsono SH meyampaikan " Apa yang disampaikan dalam aksi rekan LSM Petisi untuk menindak dan mengusut tiga kepala dinas pemerintahan kota sungai penuh yang diduga telah melakukan korupsi, kami dari kejaksaan akan menindak lanjuti sesuai dengan laporan serta bukti bukti yang ada nantinya. 

Baca Juga: Mantan Wabup Tebo : PSU Lambat, Potensi Konflik Bisa Meningkat

 Kami meminta tambahan data dugaan korupsi kepala dinas dari rekan LSM sebagaimana tuntutan yang di sampaikan dalam aksi ini. Kami akan berkoordinasi dengan pihak Inspektorat dan pihak APIP agar full data dan memanggil pihak terlapor ini ujar Kasi Intel kejari Soemarsono S,H 

Indra wirawan selaku direktur LSM Petisi mengatakan. " kami dari LSM petisi sebelumnya ucap terimakasih pihak kejaksaan yang telah menanggapi apa yang kami suarakan dalam aksi demo. 

Berita Lainnya:

Kasus yang Seret Direktur PT Tamarona Mas Indonesia Segera Dilimpahkan ke JPU

Sanusi Coreng Nama KPU, Subhan: Tunggu Keputusan DKPP

Untuk 5 Poin yang kami sampaikan dalam aksi ini sebagaimana apa yang dikatakan kasi intel untuk melengkapi data, kami akan kumpulkan data tambahan dan memasukan laporan ke kejari. Sebelumnya 5 poin ini sudah kami laporkan ke kejati provinsi jambi.Ujar Indra wirawan. 

Selanjutnya indra wirawan mengatakan" kami berharap pihak kejaksaan untuk segera mengusut dan memeriksa ketiga kepala dinas pemerintahan kota sungai penuh setelah kami memberikan laporan ke kejaksan dengan data tambahan sesuai yang di sampaikan kasi intel kejaksaan. " Pungkas indra wirawan. 

Pantauan awak media aksi yang digelar LSM Petisi Di kejaksaan terkait adanya dugaan korupsi tiga kepala dinas pemerintahan kota sungai penuh, berjalan damai dan lancar. (adz) 

Dua Warga Pulau Sangkar Ditahan Polisi, Diduga Rusak Properti PLTA

Gambar : Ilustrasi

MERDEKAPOST.COM | KERINCI – Dua Warga Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi ditahan pihak Polres Kerinci Minggu (21/03/2021).

Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan ada dua orang warga Pulau Sangkar ditahan polisi.

Baca Juga: Kronologi Terbongkarnya Perselingkuhan Ibu Kades dengan Pegawainya

Dua warga Pulau Sangkar tersebut adalah berinisial T dan U, mereka berdua ditahan lantaran diduga mengganggu kegiatan PLTA Kerinci di desa Tamiai.

“Ada dua warga pulau sangkar ditahan polisi, T dan U, itu persoalan kegiatan PLTA di Tamiai” ungkap sumber kepada media .

"Mereka diduga merusak alat perusahaan KMH" ujar sumber lainnya.

Baca Juga: Ini Kronologi Suami Pergoki Istri Selingkuh dengan Polisi Jam 3 Pagi

Dua orang yang ditahan tersebut merupakan tim 20 di Desa Pulau Sangkar, tim 20 ini adalah pejuang untuk membangkitkan kembali Adat Rencong Telang Pulau Sangkar.

Humas Kerinci Merangin Hidro (KMH) juga mengakui bahwa ada penangkapan dua orang warga pulau sangkar tersebut, “saya di Jakarta, saya dapat informasi ada dua orang yang ditahan, karena lakukan perusakan properti milik PLTA” ungkap Aslori singkat. (Adz | Merdekapost.com)



Berita Terpopuler


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs