Korban Keracunan MBG Muaro Jambi Bertambah jadi 85 orang



Muaro Jambi - Korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, bertambah menjadi 85 orang hingga Jumat sore (30/01/2026). 

Seluruh korban dirawat di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Baca Juga: Bupati BBS Langsung Turun ke RS Pasca Dapat Kabar Puluhan Siswa Muaro Jambi Diduga Keracunan MBG

Insiden keracunan diduga berasal dari menu soto yang disajikan oleh SPPG dan berdampak pada tujuh sekolah. 

Dua guru turut menjadi korban setelah mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Tak hanya siswa, anggota keluarga juga ikut keracunan usai menyantap sisa makanan.

Pihak SPPG Sengeti membantah makanan basi dan menegaskan sajian telah sesuai standar. Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno memastikan seluruh korban dirawat intensif dan biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah. (sumber: jambisharing)


Bupati BBS Langsung Turun ke RS Pasca Dapat Kabar Puluhan Siswa Muaro Jambi Diduga Keracunan MBG

Bupati BBS Langsung Turun ke RS Pasca Dapat Kabar Puluhan Siswa Muaro Jambi Diduga Keracunan MBG.(ist)

MUAROJAMBI, MERDEKAPOST.COM — Puluhan anak di Kabupaten Muaro Jambi diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari sekolah. Jumlah korban dilaporkan lebih dari 40 orang, sebagian besar merupakan anak usia sekolah, dengan gejala muntah, diare, badan lemas, hingga bibir membiru.

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan pemerintah daerah menanggung seluruh biaya pengobatan korban. “Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama. Seluruh pengobatan diberikan secara gratis,” kata dia.

Baca Juga:

Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Murid di Muaro Jambi dilarikan ke Rumah Sakit

Wako Alfin dan Wawako Azhar Tinjau SPAM Hamparan Rawang

Pantauan di RSUD Ahmad Ripin Sengeti menunjukkan pasien anak terus berdatangan sejak siang hari dengan keluhan serupa. Sejumlah orang tua menyebut gejala muncul tidak lama setelah anak-anak mengonsumsi makanan di sekolah.

Fitriani, orang tua murid tingkat RA, mengatakan anaknya mengalami muntah dan gemetaran usai makan di sekolah. “Sekitar pukul sebelas masih normal. Setelah makan di sekolah, kondisinya langsung menurun,” ujarnya.

Kasus serupa juga dialami murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti. Ratih, orang tua murid, mengatakan anaknya mengalami muntah dan diare setelah menyantap menu soto dari program Makanan Bergizi Gratis di sekolah.

Bacaan Lainnya:

Terjun Langsung ke Alam, Bupati Kerinci Monadi Susuri Hutan Pauh Tinggi

Pemerintah daerah menyatakan tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, fokus utama saat ini adalah penanganan medis agar seluruh korban segera pulih. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas kesehatan.(Red)

Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Murid di Muaro Jambi dilarikan ke Rumah Sakit

Diduga Keracunan Makanan MBG, Puluhan Murid di Sekernan Muaro Jambi dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti.(ist)

MUAROJAMBI, MERDEKAPOST.COM — Puluhan murid dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, di duga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Jumat, (30/01/2026).

Akibat kejadian itu, puluhan murid SD di larikan ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti, untuk mendapatkan penanganan medis.

Pantauan di rumah sakit menunjukkan anak-anak datang dengan keluhan muntah, diare, badan lemas, hingga gemetar. Sejumlah pasien bahkan harus mendapat penanganan intensif karena kondisi fisik yang melemah.

Orang tua murid, mengatakan anaknya mulai mengalami gejala tidak lama setelah pulang sekolah. “Setelah makan di sekolah dan sampai di rumah, anak saya langsung muntah-muntah. Bibirnya sampai biru dan badannya gemetaran,”ungkapnya.

Menurutnya, sebelum itu anaknya tidak mengonsumsi makanan lain selain menu dari sekolah.

Kasus serupa dialami murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti. Ratih, orang tua murid, mengatakan anaknya sempat terlihat sehat sepulang sekolah sebelum akhirnya mengalami muntah dan diare. “Di sekolah makan soto dari program MBG,” ujarnya.

Berdasarkan informasi sementara, para murid yang di duga keracunan berasal dari sekolah-sekolah penerima distribusi makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Sengeti, yang menjadi penyedia menu dalam program MBG.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan maupun instansi terkait mengenai penyebab kejadian tersebut. Aparat kesehatan masih melakukan pendataan jumlah korban dan menelusuri sumber makanan yang di duga memicu keracunan.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan serta pengawasan distribusi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.(Red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs