Pemkot Sungai Penuh Susun Strategi Optimalisasi Pajak dan Retribusi

SUNGAI PENUH, Merdekapost.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kajian optimalisasi pajak dan retribusi daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Senin (29/12/2025).

Kajian ini menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus perumusan kebijakan baru dalam pengelolaan pendapatan daerah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga:

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPRD Kota Sungai Penuh, pimpinan organisasi perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, para camat, hingga tokoh masyarakat. Pelibatan lintas sektor ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan sesuai dengan potensi daerah.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menegaskan bahwa penguatan PAD merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, peningkatan penerimaan daerah harus diiringi dengan perbaikan sistem pengelolaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Optimalisasi pendapatan daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang transparan, adil, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Alfin.

Baca Juga:

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Selain itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi, penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah, serta pengembangan sektor UMKM dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kajian ini, Pemkot Sungai Penuh berharap dapat merumuskan strategi pengelolaan pendapatan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.(adz)

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit Karena akan Pindah ke Polres Batanghari.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K, bertempat di Aula Tribrata Lantai II Mapolres Kerinci, Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kerinci, Kabag Ops, para Kasat, serta Pejabat Utama (PJU) Polres Kerinci. Acara juga dihadiri insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian.

Bacaan Lainnya:

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Mengawali paparannya, AKBP Arya Tesa Brahmana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak media atas sinergi dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama masa kepemimpinannya di Polres Kerinci.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengungkapkan bahwa dirinya akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Batang Hari, berdasarkan Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tertanggal 15 Desember 2025, dan akan mulai bertugas pada Januari 2026. Sementara itu, jabatan Kapolres Kerinci selanjutnya akan diisi oleh AKBP Ramadhanil, S.I.K., S.H., M.H, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Verifikasi Perkapolda Bagverivkumpol Divkum Polri.

Dalam pemaparan kinerja, AKBP Arya Tesa Brahmana menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kerinci tercatat sebanyak 374 kejadian, mengalami penurunan 21,67 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 480 kasus.

Baca Juga:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up  

Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 25 kasus pada tahun 2025, dengan penyelesaian perkara sebanyak 12 kasus, menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, di bidang pemberantasan narkotika, Polres Kerinci mencatat adanya peningkatan jumlah perkara. Pada tahun 2024 tercatat 101 kasus, sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi 108 kasus.

Barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun 2025 meliputi sabu seberat 231,11 gram, daun ganja 5.082,25 gram, 19 batang ganja, serta 8 butir ekstasi, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 92 persen.

“Meski jumlah kasus meningkat, kami mampu menyelesaikan perkara narkotika dengan tingkat penyelesaian yang tinggi sebagai bentuk komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran narkoba,” tegas Kapolres.

Di sektor lalu lintas, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan dari 25 kejadian pada 2024 menjadi 33 kejadian pada 2025. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan sekitar 32 persen.

Kapolres juga menyoroti sejumlah pengungkapan kasus kriminal menonjol yang ditangani Satreskrim Polres Kerinci di bawah pimpinan AKP Very Prasetyo. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah kasus pembunuhan di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, di mana pelaku sempat melarikan diri ke luar negeri.

Baca Juga:

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'  

“Berkat kerja sama lintas negara dan koordinasi dengan Interpol, pelaku berhasil ditangkap di Malaysia oleh Tim Reskrim Macan Kincai. Informasi terakhir, pelaku divonis hukuman 14 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Selama tahun 2025, Polres Kerinci juga berhasil mengamankan dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar dari berbagai penanganan perkara pidana yang merugikan negara. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satreskrim Polres Kerinci dalam menegakkan hukum secara profesional dan akuntabel.

“Setiap rupiah uang negara wajib kita jaga dan kembalikan untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab institusional Polri,” tegas AKBP Arya Tesa Brahmana.

Menutup kegiatan, Kapolres menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal bagi umat Kristiani serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengimbau warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan selama malam pergantian tahun.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antara Kapolres dan awak media.(adz)

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Kerinci, Merdekapost.com  – Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Budiarto, S.I.P., M.I.P. memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 0417/Kerinci dalam rangka kegiatan Farewell, bertempat di Balai Prajurit Kodim 0417/Kerinci, Senin (29/12/2025).

Dalam pengarahannya, Letkol Inf Eko Budiarto menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit dan Persit atas dedikasi, loyalitas, serta kerja sama selama masa kepemimpinannya di Kodim 0417/Kerinci.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas satuan tidak terlepas dari soliditas dan kekompakan seluruh keluarga besar Kodim. Dandim juga berpesan agar prajurit senantiasa menjaga disiplin, profesionalisme, serta terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial di wilayah masing-masing.

Baca Juga:

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok Semakin Terang: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu 

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'

Kepada anggota Persit, Dandim mengharapkan agar terus mendukung tugas suami dengan menjaga keharmonisan keluarga serta aktif dalam kegiatan organisasi.

Diakhir pengarahan Dandim juga berpesan tetap jaga silaturahmi walaupun kita berjauhanKegiatan Farewell yang diikuti 450 prajurit, pns dan persit berlangsung dengan penuh keakraban dan suasana haru, sebagai bentuk kebersamaan dan penghargaan atas kepemimpinan Letkol Inf Eko Budiarto selama menjabat sebagai Dandim 0417/Kerinci.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.(adz)

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok Semakin Terang: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu

Dugaan Mark-Up Dana BSPS di Tanah Cogok: Janji Tiang Beton, Realita Hanya Kayu

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, pelaksanaan di lapangan diduga kuat tidak sesuai dengan kesepakatan awal rapat dan memicu dugaan adanya praktik "mark-up" anggaran yang merugikan penerima bantuan.

Ketidaksesuaian Spesifikasi Material

Menurut keterangan warga dan bukti di lapangan, pada awal rapat sosialisasi ditegaskan bahwa konstruksi rumah akan menggunakan tiang dari semen (beton) dan besi guna menjamin kekokohan bangunan. Namun, fakta yang terjadi di lokasi justru berbanding terbalik. Material yang dikirimkan ke warga penerima manfaat adalah kayu, yang secara kualitas dan nilai ekonomis jauh di bawah standar beton yang dijanjikan.

"Awalnya bilang pakai tiang semen dan besi, tapi yang datang malah kayu. Kami tidak pernah meminta bahan seperti itu," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan Terhadap Pendamping dan Fasilitator

Ketidaksesuaian ini menimbulkan tanda tanya besar terkait peran tim di lapangan. Warga mendesak agar pihak berwenang melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang bertanggung jawab langsung dalam proses perencanaan dan pengadaan barang, di antaranya:

Inisial R: Selaku Pendamping Bedah Rumah Kecamatan Tanah Cogok.

Inisial D: Selaku Fasilitator Program.

Keduanya dinilai sebagai pihak yang paling mengetahui proses peralihan spesifikasi material tersebut dari beton menjadi kayu.

Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum (APH)

Masyarakat meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan, tidak tinggal diam melihat kejanggalan ini. Perlu adanya audit investigatif terhadap aliran dana dan harga satuan barang (sebagaimana tertera dalam nota toko "Mitra Bangunan" yang beredar) untuk memastikan apakah ada penggelembungan harga (mark-up).

"Kami minta APH turun tangan. Periksa R dan D. Jangan sampai dana bantuan untuk rakyat miskin justru dipangkas untuk keuntungan pribadi," tegas warga dalam laporannya.

Program BSPS seharusnya bertujuan untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat, namun jika material yang diberikan tidak sesuai standar keamanan, hal ini justru dapat membahayakan penghuni rumah di masa depan.(Ali/mpc)

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'

Kasus  Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya Berdamai.(adz)

‎‎‎Kerinci, Merdekapost.com  – Viral pemberitaan Seorang petani bernama Suherdi asal Desa Ensatu, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, diduga menjadi korban penipuan bernilai Puluhan juta rupiah.‎‎

Kemarin (28/12/2025) pihak Suherdi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Kerinci.‎‎ 

Dengan dibantu mediasi oleh kedua belah pihak keluarga alhasil mendapatkan titik terang pihak keluarga dari Pirda menghubungi Suherdi dan ingin menyelesaikan kasus tersebut.

Baca Juga:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

”Ia pihak keluarga ada hubungi kami dan kami sudah berdamai, dengan adanya mediasi dari pihak keluarga keduanya,” Ucap Suherdi Saat dikonfirmasi Via Ponselnya (29/12)‎‎

Dilanjutkan Suherdi, ditanya soal laporan di Polres kerinci, ia menyampaikan akan mengikuti prosedur dan hingga perdamaian diketahui oleh pihak kepolisian.

‎‎”Terkait pelaporan kami akan ikuti prosedur, walaupun nantinya berdamai, harus diketahui pihak kepolisian,” Jelasnya.‎‎

”Apapun perkembangan nya kami akan kabari mbak, sesuai untuk peliputan berita dari awal sampai akhir, do’akan saja semua berjalan lancar,” Tutup Suherdi saat dihubungi Via Ponsel. 

(Adz/ Sumber: alfatimenews.com)‎‎‎‎

HMI Cabang Sijunjung Desak Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanah Tanjung Kaliang

HMI Cabang Sijunjung Desak Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanah Tanjung Kaliang Kabupaten Sijunjung.(mpc)

Sijunjung, Merdekapost.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sijunjung dengan tegas mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) agar segera menetapkan HAS sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah di Tanjung Kaliang, Kabupaten Sijunjung. 

Desakan ini disampaikan karena fakta-fakta yang berkembang ke publik menunjukkan adanya indikasi kuat pelanggaran hukum yang tidak bisa lagi ditutupi.

HAS telah resmi dicopot dari jabatannya sejak 11 Desember 2025 oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dan dijatuhi sanksi disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan selama 12 bulan. Pencopotan tersebut merupakan bukti nyata bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan HAS bukan persoalan ringan.

Jika sanksi administratif terberat sudah dijatuhkan oleh internal kejaksaan, maka tidak ada alasan hukum maupun moral bagi Kejaksaan Agung untuk terus menunda penetapan status tersangka.

Berlarut-larutnya penanganan perkara ini justru memperkuat kecurigaan publik terhadap integritas penegakan hukum, terlebih yang diduga terlibat adalah oknum aparat penegak hukum. Kondisi ini tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat Tanjung Kaliang, tetapi juga mencoreng marwah institusi kejaksaan di mata publik.

Hukum tidak boleh hanyaa berlaku untuk masyarakat miskin, Ketika seorang jaksa telah dicopot dan dikenai sanksi berat, maka penetapan tersangka adalah konsekuensi logis.

Bacaan Lainnya:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

Kasus tanah Tanjung Kaliang ini tidak hanya berdampak pada konflik agraria, tetapi juga menimbulkan kerugian negara dan kerusakan ekosistem dalam skala besar. 

Berdasarkan estimasi konservatif valuasi jasa lingkungan, kerusakan ekosistem hutan seluas ±700 hektare berpotensi menyebabkan kerugian negara sedikitnya Rp70 miliar hingga Rp140 miliar, yang mencakup hilangnya fungsi tata air, pencegahan banjir dan longsor, penyimpanan karbon, serta kerusakan keanekaragaman hayati.

Selain itu, dugaan pembalakan kayu di kawasan tersebut juga berimplikasi pada hilangnya potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor kehutanan, kerusakan tegakan hutan, serta nilai ekonomi kayu yang diduga dieksploitasi secara melawan hukum. Kerugian akibat pembalakan ini diperkirakan menambah puluhan miliar rupiah kerugian negara, yang tidak dapat dipulihkan hanya melalui sanksi administratif.

Kasus ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang, oleh karena itu, kejaksaan agung harus mengusut tuntas dan memproses seluruh pihak lain yang terlibat, baik oknum aparat, pemerintah kabupaten Sijunjung, pemodal, pihak swasta, pihak yang melakukan perlindungan, perantara maupupun pihak yang menikmati hasil dari penguasaan lahan dan pembalakan kayu dikawasan tanjung kaliang.

pembiaran dan penundaan penetapan tersangka dalam kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia dan memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap lembaga hukum.

HMI Cabang Sijunjung dengan tegas menyatakan akan terus mengawal kasus ini, termasuk melalui langkah advokasi dan aksi terbuka, hingga HAS resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(adz)

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok menuai sorotan tajam. Pasalnya, Kepala Desa (Kades) setempat mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam proses pelaksanaan bantuan bedah rumah tersebut. Ketidakterlibatan orang nomor satu di desa ini menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi pengelolaan anggaran.

Peran Kades Terabaikan

Kepala Desa menyatakan kekecewaannya karena merasa dilangkahi oleh pihak pendamping dan fasilitator program. Menurutnya, sebagai pimpinan tertinggi di tingkat desa, ia seharusnya mengetahui dan mengawasi setiap bantuan yang masuk demi memastikan ketepatan sasaran dan transparansi anggaran.

"Kades itu orang nomor satu di desa. Seharusnya dilibatkan dari awal. Kalau seperti ini, muncul dugaan kuat adanya niat untuk melakukan mark-up dana bantuan oleh oknum pendamping dan fasilitator," ujar salah satu sumber yang memahami situasi tersebut.

Masyarakat Tuntut Rincian Harga Material

Kecurigaan tidak hanya datang dari pihak pemerintah desa, tetapi juga dari warga penerima manfaat. Masyarakat mulai mempertanyakan nilai bantuan yang diterima dalam bentuk material bangunan.

Saat warga meminta pihak pendamping untuk merinci harga satuan material serta total penggunaan dana secara transparan, pihak pendamping justru memilih untuk bungkam dan tidak memberikan jawaban pasti. Sikap tertutup ini memperkuat dugaan warga bahwa harga material telah digelembungkan (mark-up) jauh di atas harga pasar.

Dugaan Mark-Up Dana Bantuan

Ketertutupan informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan nota pembelian material menjadi pemicu utama kegaduhan di lapangan. Warga berharap pihak terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja pendamping BSPS di Kecamatan Tanah Cogok.

"Kami hanya minta keterbukaan. Kalau memang jujur, kenapa harus diam saat ditanya rincian harga? Kami menduga ada selisih dana yang cukup besar antara anggaran yang dialokasikan dengan fisik barang yang kami terima," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pendamping maupun fasilitator BSPS Kecamatan Tanah Cogok belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan ketidakterlibatan pemerintah desa dan tuntutan transparansi harga material tersebut.(Ali/Adz)

Jeruk dan Durian Lokal Terancam: Pemuda Pulau Tengah Minta Pemkab Kerinci Lindungi Warisan Hortikultura

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, salah satu kawasan hortikultura yang disegani. Jeruk lokal Pulau Tengah dan durian khas Kerinci bukan hanya komoditas pertanian, melainkan sumber kehidupan, identitas daerah, serta kebanggaan masyarakat.

Secara nasional, durian dan jeruk di kenal sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Durian memiliki banyak spesies dengan cita rasa khas, sementara jeruk—khususnya jenis Citrus reticulata—populer karena kulitnya tipis, mudah dikupas, rasanya manis sedikit asam, dan daging buahnya mudah dipisahkan. Jeruk ini kaya vitamin C dan pernah menjadi komoditas unggulan di Pulau Tengah.

Namun, kejayaan itu kini tinggal cerita.

Jeruk Pulau Tengah: Dari Primadona Menjadi Kenangan

Jeruk Pulau Tengah pernah berjaya. Kebun jeruk membentang luas, hasil panen menghidupi keluarga, dan namanya dikenal hingga luar daerah. Kini, jeruk tersebut nyaris tidak lagi dibudidayakan.

Berbagai persoalan diduga menjadi penyebab: serangan penyakit tanaman, minimnya pendampingan teknis, fluktuasi harga, hingga absennya kebijakan perlindungan varietas lokal. Tanpa intervensi nyata, pejuang petani perlahan meninggalkan jeruk karena dianggap tak lagi menjanjikan secara ekonomi.

Hilangnya jeruk Pulau Tengah menjadi luka sekaligus peringatan.

Durian Lokal Terdesak Varietas Luar

Kondisi serupa kini menghantui durian lokal khas Pulau Tengah. Masuknya durian varietas dari luar daerah dengan janji cepat panen dan nilai jual tinggi membuat durian lokal kian tersingkir. Padahal, durian lokal memiliki karakter rasa dan aroma khas yang menjadi identitas Kerinci.

Jika tidak segera dilindungi dan dikembangkan, durian lokal berpotensi menyusul jeruk: perlahan hilang dari kebun dan pasar.

Suara Pemuda Pulau Tengah: Ego Salman Angkat Bicara

Kondisi ini mendapat sorotan dari pemuda Pulau Tengah, Ego Salman. Ia menyebut persoalan ini bukan sekadar soal pertanian, tetapi tentang keberlangsungan warisan daerah.

“Kami, pemuda Pulau Tengah, tumbuh dengan cerita kejayaan jeruk dan durian lokal. Hari ini, kami justru menyaksikan bagaimana komoditas itu satu per satu menghilang. Jika dibiarkan, generasi kami hanya akan mengenalnya dari cerita,” ujar Ego Salman.

Menurutnya, jargon pembangunan pertanian harus dibarengi dengan kebijakan nyata yang berpihak pada pejuang petani, bukan sekadar slogan.

“Pejuang petani selama ini berjuang sendiri. Mereka butuh pendampingan, perlindungan varietas lokal, bantuan bibit, dan kepastian pasar. Tanpa itu, mustahil meminta petani bertahan menanam komoditas lokal,” tegasnya.

Pesan untuk Pejuang Petani

Ego Salman juga menyampaikan pesan khusus kepada para pejuang petani di Pulau Tengah agar tidak sepenuhnya meninggalkan komoditas lokal.

“Kami paham tekanan ekonomi membuat petani memilih yang cepat panen. Tapi jeruk dan durian lokal adalah warisan. Selama masih ada yang tersisa, mari kita jaga bersama sambil menunggu keberpihakan nyata dari pemerintah,” katanya.

Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci

Pemuda Pulau Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah konkret, mulai dari:

pendataan jeruk dan durian lokal yang masih tersisa,

pendampingan budidaya berbasis riset,

perlindungan plasma nutfah lokal, hingga

menjadikan komoditas lokal sebagai bagian dari strategi pertanian dan agrowisata.

Peringatan dari Pulau Tengah

Hilangnya jeruk Pulau Tengah harus menjadi pelajaran penting. Jangan sampai durian lokal menyusul tanpa upaya penyelamatan. Bagi masyarakat Pulau Tengah, ini bukan sekadar soal buah, tetapi tentang masa depan pejuang petani dan jati diri daerah.

Pulau Tengah pernah berjaya.

Kini, suara pemuda bertanya dengan tegas:

apakah pemerintah siap berdiri bersama pejuang petani untuk menghidupkannya kembali?(ADZ)

FORMA KIP-K IAIN Kerinci Catat Sejumlah Program Strategis Sepanjang 2025

KERINCI – Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (FORMA KIP-K) IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa melalui berbagai program kerja yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Hingga akhir tahun ini, FORMA KIP-K secara konsisten melaksanakan program di bidang aspirasi, pengembangan kapasitas, serta kepedulian sosial sebagai wujud keseriusan organisasi.

Di bidang aspirasi dan keorganisasian, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melakukan penataan internal organisasi dengan mengkalkulasi ulang iuran kas sebagai upaya mendukung program berbasis kebutuhan mahasiswa KIP-K.

Bacaan Lainnya:

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

Organisasi ini juga menghadirkan layanan pengaduan berbasis digital, membuka ruang diskusi melalui Temu Mahasiswa KIP-K, serta melaksanakan sosialisasi KIP-K bagi mahasiswa.

Selain itu, FORMA KIP-K turut memperkuat fungsi hukum dan advokasi mahasiswa, menyusun draft tata tertib dan komitmen organisasi, serta aktif membangun jejaring nasional.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui partisipasi dalam Musyawarah Nasional Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP-K Nasional (MUNAS PDKN) di Jawa Barat. Aktivitas organisasi juga diperkuat melalui pembaruan informasi dan publikasi kegiatan secara rutin.

Pada bidang pelatihan dan keterampilan, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melaksanakan sejumlah program unggulan yang berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa. Di antaranya melalui IPQAH KIP-K Platinum berupa pelatihan tilawah umum, serta penggelaran Ajang Kreativitas, Sportivitas, dan Inovasi (AKSI) 2025 yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan menjadi salah satu agenda berskala nasional.

Bacaan Lainnya:

Semarak CFD Bareng Bupati Kerinci, Yesa Collection Bagikan 500 Paket Hadiah untuk Warga

Sementara itu, melalui program FORMA KIP-K Peduli, organisasi ini menunjukkan kepedulian sosial dengan terlibat dalam aksi demokratis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui demonstrasi pada 2 September 2025.

Selain itu, FORMA KIP-K juga melakukan aksi sosial terhadap korban bencana di Sumatera serta memberikan pendampingan dan bantuan bagi mahasiswa KIP-K yang mengalami musibah.

Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menyampaikan bahwa rangkaian program tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam menjalankan peran sebagai wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa penerima KIP-K.

“Program-program yang kami jalankan sepanjang 2025 adalah bentuk komitmen FORMA KIP-K untuk hadir secara nyata bagi mahasiswa. Kami berupaya tidak hanya fokus pada isu internal kampus, tetapi juga membangun kapasitas, jejaring, serta kepedulian sosial mahasiswa KIP-K,” ujar Dzikril.

Ia menambahkan, ke depan FORMA KIP-K IAIN Kerinci akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program agar organisasi semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa serta mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat kampus maupun nasional. (red)

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

Kerinci, Merdekapost.com – Proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 2025 memasuki tahapan penting. Sebanyak 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan lulus seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak, serta berhak melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan Panitia Seleksi melalui Pengumuman Nomor 005/Pansel.JPT/Kerinci/2025, setelah dilakukan verifikasi kelengkapan dokumen serta penilaian rekam karier peserta. Puluhan ASN ini akan bersaing untuk mengisi enam jabatan strategis eselon II di lingkup Pemkab Kerinci.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kerinci, Suhatril, menyampaikan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan wajib mengikuti tahapan lanjutan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

“Peserta yang lulus administrasi selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi teknis dan manajerial. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan,” ujarnya.

Tahapan Seleksi Lanjutan

Panitia seleksi telah menetapkan agenda lanjutan sebagai berikut:

Penulisan Makalah

Dilaksanakan pada Jumat, 26 Desember 2025, dengan tema dan ketentuan teknis yang ditentukan panitia.

Wawancara

Digelar selama dua hari, 27–28 Desember 2025, bertempat di BKD Provinsi Jambi. Jadwal wawancara masing-masing peserta akan diumumkan setelah seluruh makalah diterima dan diverifikasi.

Melalui mekanisme seleksi terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan terpilihnya pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kinerja dan pembangunan daerah.

Daftar Peserta Lulus Seleksi Administrasi:

Formasi Kepala Dinas Pendidikan

Dian Eka Satria, S.Si., M.Si

Saprel, S.Pd

Dr. Roli Darsa, M.Pd., M.T

Hendri, S.Pd., M.Pd

Isra Kamar, S.Pd

Efri Donal, S.Pd., M.Pd.I

Formasi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP

Rikhe Evriyantos, SP., M.Si

Miftahul Jannah, ST., M.Si

Muhammad Yasin, S.Pd., MM

Formasi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

Asril, S.Pd., M.Pd

Siswadi, S.Pd., M.M

Andrizal, S.T

Saukani, S.H

Edi Ruslan, S.Sos., M.H

Formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Yasser Arafat, S.E., M.Si

Adi Wirzal, SP., M.Si

Rifdi, S.Sos., M.Si

Neneng Susanti, S.Hut., M.Si

Formasi Kepala Bappeda Litbang

Wawan Suswanto, S.Sos., M.Si

Febi Diostovel, S.E., M.E

Candra, S.KM

Nozal Edmiral, S.E., M.Si

Formasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Jamal Penta Putra, S.Pd., M.Si

Andes Aldi Putra, S.Sos., M.Si

Andry Gustova, S.KM., M.Kes

Budi Sartono, S.E., M.Si

Panitia seleksi mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dengan disiplin, profesional, dan menjunjung tinggi integritas, karena hasil seleksi ini akan sangat menentukan arah kepemimpinan perangkat daerah Kabupaten Kerinci ke depan. (adz)

Semarak CFD Bareng Bupati Kerinci, Yesa Collection Bagikan 500 Paket Hadiah untuk Warga

Kerinci, Merdekapost.com — Dalam rangka mendukung gerakan Pemerintah Kabupaten Kerinci, Yesa Collection bersama Yesa Group turut memeriahkan kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar di Tugu PPK Jalur Dua Bukit Tengah, Siulak, Minggu (28/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, Yesa Group membagikan 500 paket hadiah kepada masyarakat Kerinci–Sungaipenuh serta komunitas Yesa Lover’s yang mengikuti berbagai aktivitas menarik, seperti Runway, Spin Wheel, dan Photobooth, dengan ketentuan mengikuti akun Instagram resmi @yesa.collection.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, Ketua PPK Kerinci, Owner Yesa Collection Yelva Elviza, sejumlah selebgram Kerinci–Sungaipenuh, serta ratusan Yesa Lover’s yang tampak antusias memadati area CFD.

Owner Yesa Group, Yelva Elviza, mengatakan bahwa kehadiran Yesa Collection di CFD merupakan wujud dukungan terhadap program Pemerintah Daerah sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pelanggan setia.

“Yesa Group sangat mendukung program Car Free Day yang digagas Pemerintah Daerah. Kegiatan ini bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat. Di sinilah banyak Yesa Lover’s berkumpul, sehingga kami ingin berbagi kebahagiaan sebagai bentuk apresiasi dan rasa cinta Yesa Collection kepada pelanggan,” ujar Yelva.

Ia juga menambahkan bahwa Yesa Collection berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat Kerinci–Sungaipenuh.

“Insyaallah, pada 3 Januari 2026 nanti, Yesa Collection akan melaunching series terbaru. Kami berharap produk-produk Yesa Collection terus diterima dan dicintai masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, yang hadir bersama Ketua TP PKK Kerinci, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Yesa Collection dalam mendukung pelaksanaan CFD.

“Kami mengapresiasi Yesa Group yang telah ikut ambil bagian memeriahkan Car Free Day ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena melibatkan pelaku usaha lokal sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Monadi.

Monadi juga berharap keterlibatan dunia usaha dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan daerah.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha dan komunitas yang ikut berkolaborasi, sehingga Car Free Day menjadi ruang publik yang hidup, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat Kerinci,” tutupnya.(ali/mpc)

Polisi Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat di dalam Parit Desa Sungai Pegeh Kerinci

Jajaran Satreskrim Polres Kerinci lakukan olah TKP terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci merespons cepat laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim melaporkan bahwa identitas mayat tersebut diketahui bernama Arman Danil alias Pak Hapit (55), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMPN 22 Kerinci, yang merupakan warga Dusun II, Desa Sungai Pegeh.

​Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekira pukul 16.05 WIB, saat seorang saksi bernama Teca (23) melintas di lokasi kejadian. Ia melihat korban sudah tergeletak di dalam parit pinggir jalan raya. Mengetahui hal tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar, termasuk saudara Yoka, untuk membantu mengecek kondisi korban.

​Setelah diidentifikasi oleh warga setempat sebagai warga Desa Sungai Pegeh, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah istrinya. Pihak keluarga bersama petugas kesehatan segera melakukan pengecekan fisik luar terhadap tubuh korban.

​Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh personel Satreskrim Polres Kerinci:

​Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka fisik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi penemuan.

​Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan Kepala Desa Baru Sungai Pegeh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

​Korban memiliki kebiasaan rutin berolahraga jalan kaki (maraton) setiap pagi. Pada hari kejadian, korban diketahui keluar rumah sekira pukul 06.00 WIB untuk berolahraga sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut mengingat riwayat penyakit yang diderita korban.

​"Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah pihak keluarga menandatangani surat pernyataan," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci dalam laporannya.

​Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa di lingkungan masing-masing.(ali)

Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kakan Kemenag Kota Sungai Penuh Ikuti Giat NGOTA

Sungai Penuh – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag, M.M, Bersama Kasi Pendidikan Islam, Pengawas Madrsah dan para Kepala Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Sungai Penuh mengikuti kegiatan Ngobrol Santai (NGOTA) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 23 Desember 2025, dengan titik kumpul di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh.

Kegiatan NGOTA merupakan forum komunikasi dan diskusi yang dikemas secara santai namun sarat makna, bertujuan untuk memperkuat pemahaman, sinergi, serta komitmen jajaran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan publik yang prima, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Bacaan Lainnya: Turnamen Silat Wako Sungai Penuh, Zefri Efdison IPSI Apresiasi Pesilat Muda Raih Prestasi

Keikutsertaan pimpinan dan kepala madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas tata kelola pelayanan, khususnya di satuan kerja madrasah dan unit layanan di bawah Kementerian Agama Kota Sungai Penuh.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti paparan dan diskusi yang disampaikan oleh Dr. H. Mahbub Daryanto Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, dengan penekanan pada pentingnya inovasi layanan, peningkatan integritas aparatur, serta penguatan budaya kerja yang responsif, adaptif, dan humanis.

Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan zona integritas di lingkungan Kementerian Agama.(Adz)

Turnamen Silat Wako Sungai Penuh, Zefri Efdison IPSI Apresiasi Pesilat Muda Raih Prestasi

 

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Gedung Olahraga (GOR) Kemenangan Kota Sungai Penuh dipadati ribuan penonton dalam ajang Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Tahun 2025. Event perdana ini menjadi wadah pembinaan sekaligus motivasi bagi para pesilat muda untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

Memasuki hari keempat pertandingan, Sabtu (27/12/2025), antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sorak sorai penonton terus menggema dari tribun GOR, menyemangati para pesilat muda yang bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Aksi demi aksi para pesilat dari berbagai kategori usia berhasil memukau penonton. Semangat juang yang diperlihatkan atlet-atlet muda tersebut membuat suasana pertandingan semakin meriah dan sarat emosi positif.

Guna mengantisipasi membludaknya penonton serta menjaga kondusivitas selama pertandingan, panitia bersama aparat keamanan menerapkan pengamanan ekstra ketat. Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat yang tetap kooperatif dan memahami tugas pihak keamanan demi kelancaran turnamen.

Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sungai Penuh, Zefri Efdison, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menilai dukungan penuh dari Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menjadi faktor penting suksesnya kegiatan tersebut.

“Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup pertama ini sangat patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini menjadi motivasi besar bagi pesilat muda, khususnya di Kota Sungai Penuh, untuk terus berprestasi,” ujar Zefri Efdison.

Ia menambahkan, turnamen ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai daerah. Tercatat sekitar 514 pesilat ikut ambil bagian, mulai dari kategori usia dini, usia kedua, hingga pra-remaja. Peserta berasal dari sembilan kabupaten/kota, terdiri dari lima daerah di Provinsi Sumatera Barat dan empat daerah di Provinsi Jambi.

Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sungai Penuh, Zefri Efdison, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menilai dukungan penuh dari Wali Kota Sungai Penuh. (Adz)

Menurut Zefri, ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk menjaring atlet potensial sejak dini sekaligus melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

Senada dengan itu, Ketua IPSI Kota Sungai Penuh, Joly Satria, S.Pd, berharap turnamen serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Turnamen ini menjadi momentum evaluasi pembinaan atlet sekaligus motivasi bagi seluruh perguruan silat. Harapannya, ke depan event seperti ini bisa berkelanjutan dan melahirkan pesilat-pesilat unggulan,” ungkap Joly Satria.


Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh Tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama IPSI dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh 2025, Rezki Utama (Tolet), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, Wali Kota Sungai Penuh, IPSI Kota Sungai Penuh, para sponsor, perangkat pertandingan, aparat keamanan, seluruh perguruan silat, pelatih, atlet, serta masyarakat yang telah mendukung penuh pelaksanaan turnamen ini,” ujar Rezki Utama.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan Turnamen Wali Kota Cup I merupakan hasil kerja sama dan kekompakan semua pihak.

“Alhamdulillah, selama empat hari pelaksanaan, pertandingan berjalan aman, lancar, dan menjunjung tinggi supportivitas. Ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti bahwa Kota Sungai Penuh mampu menjadi tuan rumah event pencak silat berskala regional,” ungkapnya.

Rezki Utama berharap Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup dapat dijadikan agenda rutin tahunan.

“Kami berharap turnamen ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkat kualitasnya, sehingga menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini dan melahirkan pesilat-pesilat unggulan yang mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkas Rezki Utama.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs