Atlet PT SAS Jhoni Setiawan Raih 16 Besar Singkirkan Filipina Dalam Kejuaraan Biliar 9 Ball International Kapolda Cup

 

Merdekapost.com - PT SAS (Sinar Anugerah Sukses) dan group menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga di Provinsi Jambi dengan menurunkan tiga atlet terbaiknya pada ajang 9 Ball International Open Handicap Kapolda Jambi Cup 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (5/5/2026), di Blackhawk Billiard & Cafe Kota Jambi.

Tiga atletnya yaitu Jhoni Setiawan, Andreas dan Rio Setiadi. Jhoni dalam kejuaraan kali ini berhasil mencetak posisi 16 besar setelah berhasil menyingkirkan atlet nasional dan atlet Asia asal Filipina. Sementara itu Andreas membukukan posisi di 32 besar dan Rio 64 besar. Kejuaraan ini diikuti oleh hampir 200 peserta asal Jambi, nasional dan peserta dari berbagai negara di Asia.

Keikutsertaan PT SAS kali ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong prestasi atlet lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Direktur PT SAS, Kameswara Helly usai acara pembukaan pada Selasa (5/5/2026) menyampaikan bahwa perusahaan sangat mendukung kejuaraan ini karena melihat potensi atlet-atlet Jambi yang sangat luar biasa dan patut mendapat dukungan.

Perusahaan juga melihat event ini bukan sekedar pertandingan namun sekaligus menjadi sarana dan wadah pembinaan serta peningkatan kualitas untuk para atlet biliar di Provinsi Jambi untuk mengasah kemampuan bersaing dengan atlet nasional bahkan luar negara. 

“Kami dukung kegiatan ini untuk kemajuan olahraga di Provinsi Jambi. Semoga kejuaraan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depannya, ” ujar Helly.

Pembukaan pertandingan dihadiri oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution, Ketua Pengprov POBSI Jambi Hendry Attan, sejumlah pejabat utama Polda, unsur pemerintah daerah, serta pengurus KONI dan POBSI dari seluruh wilayah di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut, sekaligus mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan pentingnya olahraga sebagai sarana pembinaan mental dan karakter. Ia menyebut, olahraga biliar tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan konsentrasi tinggi, strategi, serta mentalitas yang kuat.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti PT SAS dan AJC, ajang ini diharapkan mampu mendorong kemajuan olahraga biliar sekaligus mengharumkan nama Jambi di tingkat yang lebih luas. (*)

Bupati Batang Hari Pimpin Upacara Gabungan HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Tahun 2026

 

Merdekapost.com - Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja, serta HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Alun-alun Kabupaten Batang Hari, Rabu (13/05/26).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri dan Trantibumlinmas Tangguh bagi Pembangunan Berkelanjutan” sebagai bentuk komitmen aparatur dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat Menteri Dalam Negeri yang menyoroti berbagai tantangan global saat ini, seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika sosial yang berdampak terhadap stabilitas kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, serta Satlinmas dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

Disampaikan pula bahwa tugas ketiga institusi tersebut tidak hanya sebatas penegakan aturan, namun juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, perlindungan warga, serta menjaga ketenteraman umum agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Momentum peringatan hari jadi ini juga menjadi refleksi atas panjangnya pengabdian Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas kepada masyarakat. Pemerintah berharap seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, semangat pelayanan, serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Lagu Tradisional Batang Hari Resmi Kantongi Sertifikat KIK dari Kementerian Hukum

 

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Batang Hari menerima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) untuk lagu daerah dan tradisional sebagai bentuk pengakuan negara terhadap warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Selasa (12/05/2026).

Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief diwakili Sekretaris Daerah Mula P. Rambe, S.Sos., M.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut sekaligus menerima sertifikat dari pihak Kementerian Hukum.

Pemberian sertifikat ini menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap ekspresi budaya tradisional daerah. Selain sebagai bentuk legalitas, sertifikasi tersebut juga bertujuan menjaga kekayaan budaya agar tidak diklaim pihak lain serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja Menteri Hukum yang dikemas melalui program “What’s Up Campus Call Out (CCO) Institut Teknologi Bandung (ITB)” dan dilaksanakan secara virtual bersama seluruh Kantor Wilayah di Indonesia.

Pemerintah terus mendorong inventarisasi serta perlindungan kekayaan intelektual komunal sebagai upaya pelestarian budaya lokal, termasuk lagu daerah yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Batang Hari.

Acara berlangsung dengan lancar dan dihadiri jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi serta perwakilan pemerintah daerah lainnya. (*)

Jamuan Bersama Peserta JSFL 2026, Bupati Batang Hari Tanamkan Sportivitas dan Semangat Persaudaraan

 

Merdekapost.com - Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menggelar makan bersama dengan para peserta Jambi School Football League (JSFL) Tahun 2026 di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Dalam arahannya, Bupati Batang Hari menyampaikan bahwa kompetisi JSFL bukan hanya sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga.

Menurutnya, melalui sepak bola para pelajar dapat belajar tentang disiplin, kerja keras, kekompakan tim, hingga semangat untuk bangkit setelah menghadapi kekalahan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk mental generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.

Bupati juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan ajang JSFL untuk mempererat persahabatan antar pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Ia menegaskan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan, sementara di luar lapangan seluruh peserta tetap bersaudara dengan tujuan yang sama, yakni memajukan sepak bola daerah.

Selain memberikan motivasi kepada para atlet muda, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan terus mengembangkan kemampuan agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Ikatan Guru Nasional Provinsi Jambi, Sekretaris Umum PSSI Provinsi Jambi, para official JSFL se-Provinsi Jambi, serta Ketua KONI Kabupaten Batang Hari. (*)

Empat Pelaku Pengedar Narkoba Jaringan Riau-Jambi Terancam Hukuman Mati

Ditresnarkoba Polda Jambi menangkap empat pengedar jaringan Riau-Jambi dan menyita hampir 20 kilogram sabu serta lebih dari 20 ribu butir ekstasi di Muaro Jambi. Empat pengedar narkoba jaringan Riau-Jambi ditangkap.(Adz) 

JAMBI - Empat tersangka pengedar narkotika jaringan Riau-Jambi yang diamankan Ditresnarkoba Polda Jambi masing-masing berinisial MFR (28) dan JHM (29), warga Pekanbaru, Provinsi Riau. Sementara dua tersangka lainnya, YGN (32) dan KSA (28), merupakan warga Bengkalis, Provinsi Riau.

Para pelaku diketahui memiliki profesi yang berbeda-beda, mulai dari karyawan swasta, wiraswasta, hingga buruh harian lepas.

Adapun total barang bukti yang diamankan terdiri dari 19.940,75 gram sabu, 9.108,6 gram ekstasi atau sekitar 20.241 butir, serta 4.343 mililiter etomidate cartridge.

Kapolda Jambi menyebut, pengungkapan kasus tersebut diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 424.191 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu Jaringan Riau-Jambi

Selain itu, negara juga disebut mampu menghemat biaya rehabilitasi korban narkoba hingga lebih dari Rp596 miliar.

Saat ini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Ditresnarkoba Polda Jambi guna pengembangan jaringan.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlanjut dan akan disampaikan perkembangan kasus selanjutnya,” tutupnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.(red)

Lubang Menganga di Jalan Jalur Tiga Bangko, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

LUBANG MENGANGA - Kondisi Jalan Jalur Tiga Bangko kilometer 4, Merangin, dipotret pada Senin (11/5/2026). Jalan berlubang dan tergenang air. (iST)

Merangin, merdekapost.com - Pengendara yang melintas di Jalan Jalur Tiga Bangko, Kabupaten Merangin, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi lubang.

Kerusakan tersebut disebut kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Pantauan media dilokasi pada Senin (11/5/2026), terlihat sejumlah titik badan jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang.

Beberapa lubang bahkan tergenang air setelah hujan mengguyur wilayah Kabupaten Merangin sejak malam hingga pagi hari.

Kondisi itu membuat para pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat melewati lubang besar dan cukup dalam di sepanjang jalan tersebut.

Sering Terjadi Kecelakaan

Seorang warga sekitar, Mursal, mengatakan kerusakan jalan di kawasan Jalur Tiga itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan.

Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang telah berulang kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Jalan jalur tiga yang rusak di kilometer 4 yang terletak di RT 10 di Desa Sungai Ulak, lebih kurang mulai rusak dan berlubang sekira tiga bulan.

"Kondisinya sebagian besar badan jalan sudah berlubang semua, dan telah mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara yang melintas," kata Mursal.

"Yang sering mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara itu, di depan tempat penjualan alat berat traktor, itu kondisi lubang jalannya sudah dalam," tambahnya.

Ia menjelaskan, korban kecelakaan paling sering terjadi pada pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui kondisi jalan berlubang, terlebih saat hujan membuat lubang tertutup genangan air.

"Sering ada ibu-ibu pagi-pagi (kecelakaan) ketika ngantar anaknya saat itu hari hujan.

"Setelah hujan kan airnya tergenang, ada mereka pengendara pendatang baru gak tahu kondisi jalan berlubang, saat melintas di jalan itu, masuk dan terbalik motornya, dengan kondisi luka-luka dan sebagainya. 

"Sudah banyak sekali pengendara kendaraan sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan rusak dan berlubang di jalan jalur tiga Bangko ini," ungkap Mursal.

Warga Berharap Segera diperbaiki

Menurutnya, hingga kini kerusakan jalan tersebut belum juga mendapat penanganan meski sudah banyak pengendara menjadi korban akibat lubang yang lebar dan cukup dalam.

"Saya sebagai warga di dekat jalan rusak berlubang ini, berharap agar jalan ini segera diperbaiki, ada baiknya pemerintah sering memantau setiap jalan yang rusak dan segera memperbaikinya.

"Kalau lubang itu hanya sebesar ember itu mudah bagi kami sebagai warga untuk memperbaikinya sendiri dengan modal rendah.

"Tapi ini lubangnya sudah lebar seperti kubangan kerbau, sudah hampir seluruh badan jalan yang berlubang dan terendam air," jelas Mursal.

Ia berharap pemerintah dapat segera turun melihat kondisi jalan rusak yang berada di kawasan pusat Kota Bangko tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya.(*adz)

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu Jaringan Riau-Jambi

 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Sebuah operasi penghadangan dramatis di jalan lintas membuahkan hasil besar bagi pemberantasan narkotika di Bumi sepucuk Jambi Sembilan Lurah. 

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil meringkus empat orang pengedar jaringan Riau-Jambi yang kedapatan membawa puluhan kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Pengungkapan kasus ini terjadi pada Selasa malam, 5 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. 

Lokasi penangkapan berada di Jalan Lintas Sumatera KM 32, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan tepat di depan gerbang Polres Muaro Jambi.

Aksi Kejar-kejaran Hingga ke Pemukiman Warga

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H Siregar, mengungkapkan operasi ini bermula dari informasi akurat mengenai adanya aktivitas penjemputan narkotika yang akan melintasi wilayah hukumnya. 

Tim Opsnal segera melakukan siaga di titik-titik rawan perlintasan.

“Tim mendapatkan informasi adanya penjemputan narkotika yang akan melintasi wilayah Provinsi Jambi,” ujar Kapolda Jambi dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini.

Petugas mencurigai satu unit mobil Xenia putih bernomor polisi BM 1673 CI.

Saat hendak diberhentikan, pengemudi mobil tersebut justru tancap gas dan mencoba melarikan diri. 

Petugas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya mobil tersebut ditemukan terparkir dalam kondisi terkunci di salah satu rumah warga di RT 08 Desa Bukit Baling.

Temuan Tas Loreng Berisi Puluhan Paket Narkoba

Dengan disaksikan oleh ketua RT setempat, petugas melakukan penggeledahan paksa terhadap kendaraan yang ditinggalkan tersebut. 

Hasilnya sangat mengejutkan; petugas menemukan berbagai jenis narkotika yang disembunyikan dalam beberapa tas besar.

“Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti narkotika dalam beberapa tas,” terang Kapolda Jambi. 

Di dalam mobil tersebut, polisi mengamankan tas motif loreng berisi 20 paket besar sabu, tas hitam berisi 10 paket besar ekstasi, serta satu tas hitam tambahan berisi 16 paket besar etomidate cartridge.

Profil Tersangka dan Barang bukti

Empat tersangka yang diamankan merupakan warga asal Provinsi Riau, yakni MFR (28) dan JHM (29) asal Pekanbaru, serta YGN (32) dan KSA (28) asal Bengkalis. 

Para pelaku yang berprofesi sebagai karyawan swasta hingga buruh harian lepas ini diduga kuat merupakan kurir jaringan antarprovinsi.

Total barang bukti yang disita secara rinci meliputi:

- Sabu: 19.940,75 gram (hampir 20 kg).

- Ekstasi: 20.241 butir (seberat 9.108,6 gram).

- Etomidate: 4.343 ml (cairan pembius yang kerap disalahgunakan).

Kapolda Jambi menegaskan bahwa penggagalan ini memiliki dampak sosial yang massif. 

Estimasi kepolisian menyebutkan sebanyak 424.191 jiwa berhasil diselamatkan dari ancaman narkoba. 

Selain itu, negara berpotensi menghemat biaya rehabilitasi hingga lebih dari Rp 596 miliar.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlanjut dan akan disampaikan perkembangan kasus selanjutnya,” tutup Kapolda Jambi. 

Saat ini, keempat tersangka terancam hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

Tingkatkan Kedisiplinan, Direktur Baru RSU Mayjen H.A. Thalib Sidak Pelayanan Petugas

 

Merdekapost.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kedisiplinan pegawai, Direktur baru Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen H.A. Thalib, dr. Rofi imran (terlihat dalam dokumentasi melakukan koordinasi lapangan), melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah ruangan pelayanan pada hari ini.

Sidak ini difokuskan untuk memantau langsung kinerja tenaga medis, ketersediaan fasilitas, serta memastikan pelayanan terhadap pasien berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Poin Utama Dalam Sidak:

Pengecekan Kehadiran Pegawai: Direktur memeriksa langsung absensi dan kesiapan petugas di garda terdepan maupun di ruang rawat inap.

Interaksi Langsung dengan Pasien: Dalam kegiatannya, beliau menyempatkan diri berdialog dengan pasien dan keluarga untuk mendengar keluhan serta masukan terkait layanan rumah sakit.

Kebersihan dan Fasilitas: Area selasar, ruang tunggu, dan ruang perawatan tidak luput dari pantauan guna memastikan lingkungan yang nyaman bagi penyembuhan pasien.

Kesiapan Medis: Memastikan alat kesehatan dan stok obat-obatan dalam posisi siap digunakan.

Komitmen Pelayanan

Dalam sela-sela kegiatannya, dr,Rofi imran menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit.

"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan haknya untuk dilayani dengan baik, cepat, dan ramah. Kedisiplinan adalah kunci utama untuk mewujudkan rumah sakit yang dipercaya masyarakat," ujarnya di hadapan para staf.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari pengunjung rumah sakit yang berharap adanya perubahan signifikan di bawah kepemimpinan direktur yang baru, terutama dalam hal efisiensi birokrasi dan keramahan pelayanan. (*)

DPRD Batang Hari Turun ke Muara Tembesi, Aktivitas Tongkang Batu Bara dan Pos Misterius Jadi Perhatian

 

Merdekapost.com– Komisi II DPRD Kabupaten Batang Hari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan bantaran Sungai Batanghari di Kecamatan Muara Tembesi menyusul adanya laporan masyarakat terkait aktivitas tongkang batu bara dan keberadaan pos terpadu yang diduga belum memiliki izin resmi. (11/05/2026)

Peninjauan lapangan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, pemerintah kelurahan, hingga tokoh masyarakat setempat. Sidak dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti berbagai keluhan warga mengenai aktivitas tongkang yang dinilai mengganggu dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. 

Dalam sidak itu, rombongan menemukan keberadaan pos terpadu di bantaran sungai yang menggunakan atribut sejumlah instansi. Namun, legalitas pendirian pos tersebut dipertanyakan karena belum ada kejelasan izin maupun dasar pembentukannya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Batang Hari. 

Selain menyoroti keberadaan pos, DPRD juga menilai aktivitas tongkang batu bara di Sungai Batanghari harus diawasi lebih ketat. Pasalnya, lalu lintas tongkang dikhawatirkan berdampak terhadap abrasi bantaran sungai, keselamatan masyarakat, hingga kerusakan fasilitas umum di sekitar aliran sungai. 

Anggota Komisi II DPRD Batang Hari menegaskan bahwa hasil sidak akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan yang tepat. DPRD juga meminta adanya ketegasan dalam penertiban aktivitas yang tidak sesuai aturan demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan Sungai Batanghari. (*)

Mengurai Kemacetan, Mendorong Investasi: Jalan Khusus Batubara sebagai Solusi Struktural Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Persoalan kemacetan lalu lintas akibat aktivitas angkutan batubara di Provinsi Jambi telah lama menjadi isu yang bersifat struktural, bukan sekadar insidental. Intensitas kendaraan berat yang melintasi jalan umum, baik jalan nasional maupun jalan provinsi, telah menciptakan beban berlebih terhadap infrastruktur publik yang sejatinya tidak dirancang untuk menanggung aktivitas logistik industri ekstraktif secara masif dan berkelanjutan.

Dalam konteks kebijakan publik, kondisi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara fungsi ruang publik dan kebutuhan sektor industri. Jalan umum yang seharusnya berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat justru mengalami tekanan berat akibat dominasi kendaraan angkutan komoditas tambang. Akibatnya, muncul berbagai persoalan turunan seperti kemacetan, percepatan kerusakan jalan, peningkatan biaya perawatan infrastruktur, hingga meningkatnya risiko keselamatan pengguna jalan.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa solusi terhadap persoalan ini tidak dapat lagi bersifat parsial atau jangka pendek. Dibutuhkan pendekatan struktural yang mampu memisahkan secara tegas antara jalur transportasi publik dan jalur logistik industri. Dalam kerangka inilah pembangunan jalan khusus angkutan batubara menjadi sangat relevan dan mendesak untuk segera direalisasikan.

Jalan khusus batubara bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi merupakan instrumen reformasi sistem transportasi daerah. Dengan adanya jalur khusus, distribusi komoditas batubara dapat dilakukan secara lebih efisien, terukur, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum. Pada saat yang sama, infrastruktur publik dapat difokuskan kembali pada fungsi utamanya sebagai sarana mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam konteks ini, keberadaan investasi infrastruktur yang melibatkan PT SAS perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas. Investasi tersebut berperan dalam mendukung efisiensi logistik sektor energi, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi Jambi secara keseluruhan.

Dalam teori pembangunan ekonomi regional, efisiensi sistem transportasi merupakan salah satu variabel utama yang menentukan kualitas pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Infrastruktur yang tidak efisien akan menciptakan economic bottleneck yang menghambat arus barang, meningkatkan biaya logistik, dan menurunkan minat investasi. Sebaliknya, sistem logistik yang terintegrasi akan mempercepat perputaran ekonomi dan memperkuat struktur pertumbuhan daerah.

Oleh karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara dapat dipandang sebagai solusi struktural untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat ekosistem investasi di Jambi. Dengan adanya pemisahan jalur antara angkutan industri dan transportasi publik, maka beban jalan umum dapat dikurangi secara signifikan, sementara efisiensi distribusi komoditas batubara dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, penting untuk diakui bahwa pembangunan infrastruktur skala besar selalu membawa konsekuensi sosial dan lingkungan yang perlu dikelola secara hati-hati. Namun demikian, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda solusi struktural yang dibutuhkan. Justru yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, pengawasan, serta mitigasi dampak agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kritik publik terhadap proyek infrastruktur adalah bagian penting dari proses demokrasi dan kontrol sosial. Namun kritik tersebut akan lebih konstruktif apabila didasarkan pada analisis kebijakan yang komprehensif, bukan pada penolakan terhadap perubahan yang justru bertujuan memperbaiki sistem yang ada.

Dalam konteks Jambi, persoalan kemacetan akibat angkutan batubara tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan telah menjadi isu pembangunan yang menyangkut kepentingan luas masyarakat. Karena itu, diperlukan keberanian kebijakan untuk mengambil langkah strategis yang mampu menyelesaikan akar masalah, bukan hanya gejalanya.

Dengan demikian, pembangunan jalan khusus batubara merupakan langkah rasional dalam upaya mengurai kemacetan, meningkatkan efisiensi logistik, dan pada saat yang sama mendorong iklim investasi yang lebih sehat di Provinsi Jambi. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari transformasi sistem ekonomi daerah menuju arah yang lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Siswa MAN 3 Kerinci Raih Medali Emas Olimpiade Sosiologi Tingkat Provinsi Jambi

 

Merdekapost.com – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci. Puti Nabila Lesyarti, siswi kelas X.A MAN 3 Kerinci, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Satu (I) dan Medali Emas dalam ajang Kompetensi Sains Siswa Sigma (KSSS) Bidang Studi Sosiologi tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Keberhasilan Puti ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi yang dikeluarkan pada Mei 2026. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti kualitas pendidikan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri di Provinsi Jambi.

Dukungan Keluarga Menjadi Kunci

Di balik kesuksesan tersebut, terdapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Puti Nabila Lesyarti merupakan putri tercinta dari pasangan Bapak Lesmar dan Ibu Aliyar. Keberhasilan ini menjadi kado terindah bagi keluarga besar mereka, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan belajar membuahkan hasil yang manis.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Pihak MAN 3 Kerinci (Manega) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi Puti. Sebagai siswa berprestasi, Puti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sesama siswa untuk terus mengejar mimpi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Pencapaian ini menambah panjang daftar prestasi yang diraih oleh siswa-siswi MAN 3 Kerinci, memperkuat posisi sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang unggul dalam bidang akademik maupun non-akademik. (")

Opini : Geopolitik Energi Dunia dan Peluang Jambi: Mengapa Jalan Khusus Batubara Harus Dipercepat

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dinamika geopolitik global saat ini menunjukkan bahwa sektor energi kembali menjadi pusat ketegangan sekaligus perebutan kepentingan antar negara. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu ketidakpastian pasokan energi global, khususnya minyak bumi. Kondisi ini berdampak langsung pada volatilitas harga energi dan menciptakan tekanan baru terhadap stabilitas ekonomi negara-negara berkembang.

Dalam situasi global yang tidak stabil tersebut, daerah yang memiliki sumber daya energi strategis, termasuk Provinsi Jambi, berada pada posisi yang memiliki peluang sekaligus tantangan besar. Di satu sisi, permintaan terhadap energi berbasis batubara masih relatif tinggi sebagai sumber energi alternatif. Namun di sisi lain, kemampuan daerah untuk merespons peluang tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur pendukung, terutama sistem logistik yang efisien dan terintegrasi.

Dalam konteks inilah, isu percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara menjadi semakin relevan dan strategis. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan yang menentukan daya saing ekonomi daerah dalam percaturan energi global.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa keterlambatan dalam membangun sistem logistik yang efisien akan membuat daerah kehilangan momentum strategis. Ketergantungan angkutan batubara pada jalan umum selama ini telah menimbulkan berbagai persoalan struktural, mulai dari penurunan kualitas infrastruktur jalan, gangguan mobilitas masyarakat, hingga meningkatnya risiko keselamatan transportasi.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa sistem transportasi yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi intensitas aktivitas industri energi. Dalam perspektif kebijakan publik, kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan reformasi sistem logistik melalui pembangunan jalur khusus yang lebih terfokus dan terpisah dari kepentingan publik.

Keberadaan investasi infrastruktur yang dikembangkan oleh PT SAS perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi dan meningkatkan efisiensi distribusi komoditas strategis daerah. Dalam ekonomi modern, efisiensi logistik bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga merupakan faktor fundamental yang menentukan daya saing suatu wilayah.

Daerah yang mampu menyediakan infrastruktur logistik yang cepat, aman, dan terintegrasi akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menarik investasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebaliknya, keterbatasan infrastruktur akan menjadi hambatan struktural yang mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi daerah.

Krisis energi global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik justru membuka ruang baru bagi daerah penghasil sumber daya energi seperti Jambi untuk mengambil peran yang lebih signifikan. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh kebijakan infrastruktur yang adaptif, progresif, dan berorientasi jangka panjang.

Dalam kerangka tersebut, jalan khusus batubara bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Jambi dalam peta ekonomi energi nasional. Infrastruktur ini menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa aktivitas ekonomi sektor energi dapat berjalan secara efisien tanpa menimbulkan beban berlebihan pada ruang publik.

Tentu saja, setiap kebijakan pembangunan infrastruktur tidak dapat dilepaskan dari dimensi sosial dan lingkungan. Kritik terhadap dampak lingkungan, tata ruang, dan distribusi manfaat adalah bagian penting dari mekanisme kontrol publik yang sehat. Namun demikian, kritik tersebut harus ditempatkan dalam kerangka analisis kebijakan yang rasional, bukan semata-mata resistensi terhadap perubahan struktural yang diperlukan.

Yang perlu ditegaskan adalah bahwa dalam konteks geopolitik energi global saat ini, daerah tidak lagi memiliki kemewahan untuk bergerak lambat. Kecepatan dalam mengambil keputusan strategis menjadi faktor penentu apakah suatu wilayah mampu menjadi bagian dari rantai nilai global, atau justru tertinggal dalam kompetisi antar daerah.

Dengan demikian, percepatan pembangunan jalan khusus batubara di Jambi harus dipandang sebagai langkah strategis yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga responsif terhadap dinamika global. Ini adalah bagian dari upaya memastikan bahwa Jambi tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan besar ekonomi energi dunia, tetapi turut menjadi aktor yang mampu memanfaatkan peluang secara optimal dan berkelanjutan.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Investasi Tidak Boleh Tertahan: Jalan Khusus Batubara sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dalam lanskap ekonomi modern, investasi merupakan motor utama penggerak pertumbuhan daerah. Namun demikian, efektivitas investasi sangat ditentukan oleh kualitas ekosistem pendukungnya, terutama infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang memadai, investasi berisiko kehilangan efisiensi, meningkatnya biaya logistik, serta menurunnya daya saing jangka panjang.

Dalam konteks Provinsi Jambi, salah satu isu strategis yang terus menjadi perhatian adalah pengembangan infrastruktur logistik sektor energi, khususnya percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis transportasi, tetapi juga menyentuh dimensi yang lebih luas: kepastian investasi, tata kelola ruang publik, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa hambatan terhadap pembangunan infrastruktur logistik strategis pada akhirnya akan berdampak langsung pada perlambatan investasi. Dalam ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor ekstraktif dan sumber daya alam, efisiensi distribusi menjadi faktor penentu utama dalam menjaga minat investor.

Ketergantungan angkutan batubara pada jalan umum selama ini telah menimbulkan berbagai implikasi, mulai dari tingginya biaya eksternalitas seperti kerusakan jalan, kemacetan lalu lintas, hingga meningkatnya risiko keselamatan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia.

Dalam kerangka kebijakan publik, situasi tersebut mencerminkan perlunya transformasi sistem logistik yang lebih terstruktur melalui pemisahan jalur antara kepentingan publik dan aktivitas industri berat. Jalan khusus batubara hadir sebagai salah satu solusi rasional untuk mengatasi ketidakefisienan tersebut sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, keberadaan investasi infrastruktur yang melibatkan PT SAS perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan ekonomi jangka panjang. Investasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan korporasi, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi logistik energi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas.

Dalam teori pembangunan ekonomi regional, infrastruktur logistik yang efisien merupakan salah satu variabel kunci yang menentukan tingkat kompetitivitas suatu wilayah. Daerah yang mampu menyediakan sistem transportasi yang cepat, aman, dan terintegrasi akan lebih menarik bagi investor dibandingkan wilayah dengan hambatan logistik yang tinggi.

Oleh karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara di Jambi harus dipandang sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing investasi daerah. Dalam situasi persaingan antar wilayah yang semakin ketat, keterlambatan dalam menyediakan infrastruktur strategis dapat berakibat pada hilangnya peluang ekonomi yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, penting untuk dipahami bahwa pembangunan infrastruktur skala besar selalu memerlukan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun keseimbangan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk menunda keputusan strategis, melainkan sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola dan mitigasi dampak secara lebih komprehensif.

Kritik terhadap pembangunan infrastruktur adalah bagian yang sah dalam demokrasi. Namun kritik tersebut perlu didasarkan pada analisis yang objektif dan rasional, bukan pada penolakan terhadap perubahan yang justru dibutuhkan untuk mendorong kemajuan daerah.

Pada akhirnya, investasi tidak boleh dibiarkan tertahan oleh ketidakpastian infrastruktur. Dalam konteks Jambi, jalan khusus batubara bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan instrumen kebijakan yang berfungsi sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Jika Jambi ingin memperkuat posisinya dalam peta ekonomi energi nasional, maka keberanian untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis adalah sebuah keniscayaan. Karena dalam dunia ekonomi modern, yang tertinggal bukan hanya daerah yang tidak memiliki sumber daya, tetapi juga daerah yang lambat dalam mengambil keputusan strategis.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Anggota Komisi XII Elpisina Dorong Percepatan Elektrifikasi Desa dan Jalan Khusus Batubara di Jambi

 

Merdekapost.com - Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PKB, Elpisina melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) pengawasan ke Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi guna membahas berbagai persoalan strategis sektor energi dan pertambangan di Provinsi Jambi.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Tandry Adi Negara beserta jajaran, Inspektur Tambang Kementerian ESDM, serta pihak terkait lainnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Elpisina menyoroti sejumlah persoalan tata kelola pertambangan di Provinsi Jambi, terutama terkait aktivitas angkutan batubara.

“Persoalan jalan khusus batubara ini harus segera direalisasikan. Jangan sampai angkutan batubara terus-menerus melewati jalan umum karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun kerusakan infrastruktur,” ujar Elpisina.

Ia menegaskan, Komisi XII DPR RI akan mendorong proses pembangunan jalan khusus batubara agar segera ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh pihak terkait.

“Kita ingin ada tindak lanjut yang nyata. Jalan khusus batubara ini penting agar tata kelola pertambangan di Jambi berjalan lebih baik dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Lebih jauh terkait sektor pertambangan, Elpisina juga menyoroti kewajiban reklamasi bagi seluruh pelaku usaha tambang di Jambi. 

“Setiap pelaku usaha wajib menyelesaikan reklamasi. Jangan sampai setelah melakukan aktivitas pertambangan, lingkungan ditinggalkan begitu saja tanpa pemulihan,” tegasnya.

Menurutnya, selama jalan khusus batubara belum selesai dibangun, pengurangan kuota produksi batubara perlu menjadi perhatian.

“Kami mendukung adanya pengurangan kuota produksi batubara selagi jalan khusus belum diselesaikan. Ini demi menjaga kepentingan masyarakat dan mengurangi beban di jalan umum,” ujarnya.

Elpisina juga mengingatkan, pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan tata kelola pertambangan yang baik, yang harus dilaksanakan oleh seluruh pihak khususnya pelaku usaha tambang. 

“Semua pihak harus taat pada tata kelola pertambangan yang baik, sesuai aturan yang berlaku. Karena sektor ini harus tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Selain itu dalam kesempatan ini, Elpisina juga membahas mengenai persoalan elektrifikasi di wilayah pedesaan Jambi bersama ESDM Provinsi Jambi agar dapat segera dituntaskan.

“Kami juga berharap desa-desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik bisa segera mendapatkan akses listrik. Ini menjadi perhatian bersama karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara menyampaikan harapan agar sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan DPR RI terus diperkuat, khususnya dalam sektor energi dan sumber daya mineral.

“Ada beberapa yang kami suarakan untuk sinergitas Pemprov Jambi dengan DPR RI termasuk dengan inspektur tambang tadi. Kalau dari Provinsi Jambi kami berharap adanya dukungan energi dan sumber daya mineral,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun rasio elektrifikasi di Provinsi Jambi secara umum telah mencapai 100 persen, namun masih terdapat sejumlah desa dan dusun yang belum menikmati aliran listrik secara optimal.

“Memang di Jambi secara elektrifikasi sudah 100 persen namun untuk desa atau dusun yang belum terlistriki masih banyak. Makanya kita dorong dari Komisi XII, pak Elpisina bisa membawa dukungan masyarakat yang belum mendapatkan listrik agar bisa didorong di Kementerian ESDM maupun CSR perusahaan lainnya,” katanya.

Tandry juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 Provinsi Jambi memperoleh bantuan pemasangan listrik baru sebanyak 4.000 sambungan. Pihaknya berharap jumlah tersebut dapat meningkat pada tahun 2026 hingga 2027.

“Termasuk bantuan pasang baru listrik di Jambi tahun 2025 itu kita ada dapat bantuan 4.000. Nah kita berharap tahun 2026-2027 ini dengan adanya komposisi baru pak Elpisina selaku Komisi XII bisa menambah juga, bila perlu jadi 6.000 sampai 8.000,” tambahnya.

Selain itu, pihak Dinas ESDM Provinsi Jambi juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan, khususnya sektor panas bumi di Jambi.

“Kita sekarang sedang mendorong energi panas bumi. Kita berharap pengembang panas bumi ini masuk dalam proyek strategis nasional, sehingga bisa memberikan perubahan pertumbuhan ekonomi maupun pergerakan roda perekonomian di Jambi,” tutupnya. (*)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs