Banjir Bandang di Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR Kerinci Turun Tangan

 

Kerinci – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci, Rabu (20/5/2026) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak berada di Kecamatan Danau Kerinci Barat, tepatnya di lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Akibat tingginya intensitas hujan, sejumlah rumah warga dilaporkan digenangi air. Debit air yang deras juga datang dari kawasan perbukitan dan mengalir langsung ke permukiman masyarakat, sehingga membuat warga panik.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah pimpinan Bupati Monadi langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk turun ke lapangan. Dinas PUPR Kabupaten Kerinci bersama BPBD dan pihak kecamatan bergerak cepat melakukan peninjauan guna mengetahui penyebab utama banjir sekaligus mencari langkah penanganan.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci, Rabu (20/5/2026) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Danau Kerinci Barat, tepatnya di lima desa di Tanjung Pauh Mudik.(adz)

Sekitar pukul 19.30 WIB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci Ir. Maya Novefri Handayani, BPBD Kerinci, serta Camat Danau Kerinci Barat turun langsung ke lokasi. 

Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah kecamatan telah melakukan penelusuran terhadap titik aliran air yang menyebabkan banjir.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik

“Dari hasil peninjauan sementara, debit air yang cukup besar berasal dari kawasan perbukitan dan masuk ke permukiman warga. Kami masih menyelusuri titik penyebab utama agar bisa segera dilakukan langkah penanganan,” ujar Maya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kajian teknis untuk menentukan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar banjir serupa tidak kembali terjadi saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, Camat Danau Kerinci Barat Noverman Nurdin menyampaikan, sebelum dilakukan tindakan di lapangan, pihak pemerintah kecamatan akan menggelar hearing atau musyawarah bersama kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah terdampak banjir.

“Besok kita akan duduk bersama terlebih dahulu dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah penanganan. Setelah ada kesepakatan bersama, baru dilakukan tindakan atau eksekusi di lapangan,” ujar Noverman.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, mengingat banjir yang datang secara tiba-tiba membuat aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian rumah mengalami genangan cukup tinggi.(*)

Tunggangi Motor Trail, Bupati Monadi Kembali Tinjau Perbaikan Jalan Renah Pemetik

Bupati Kerinci Monadi bersama Kadis PUPR Kembali meninjau proses Perbaikan Jalan Renah Pemetik.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Progres pembangunan dan perawatan Jalan Renah Pemetik terus dikebut. Rabu (20/5/2026), Bupati Kerinci Monadi turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan menggunakan motor trail, Bupati Monadi menyusuri medan jalan yang tengah diperbaiki. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan kualitas pembangunan di lapangan.

Baca Juga: Ketua TP PKK Sungai Penuh Buka Bimtek Posyandu, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., serta Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT.

Monadi menegaskan bahwa akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah Renah Pemetik.

Menunggangi motor trail, Bupati Kerinci Monadi bersama Kadis PUPR Kembali meninjau proses Perbaikan Jalan Renah Pemetik.(mpc)

“Semoga proses pengerjaan berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi warga,” ujar Monadi saat meninjau lokasi pekerjaan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini membutuhkan perhatian khusus terhadap akses jalan.(Adz)

Ketua TP PKK Sungai Penuh Buka Bimtek Posyandu, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Ketua TP PKK Sungai Penuh Buka Bimtek Posyandu, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak.(Ist)

SUNGAI PENUH – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Kerinci dan diikuti pengurus PKK, tenaga kesehatan, perwakilan pemerintah desa, serta peserta bimtek dari berbagai wilayah di Kota Sungai Penuh.

Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan Posyandu agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal, khususnya bagi ibu dan anak.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Dharma Wanita Kota Sungai Penuh Winda Alpian, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran pengurus PKK Kota Sungai Penuh, serta perwakilan pemerintah desa.

Dalam sambutannya, Sri Kartini Alfin menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tim pembina Posyandu menjadi langkah penting agar pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kapolsek Sitinjau Laut Iptu Sigit Purwanto Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026

“Melalui Bimtek ini, kami ingin mendorong peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk memperkuat upaya pencegahan stunting. Kami berharap seluruh peserta dapat menambah pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan Posyandu sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung program kesehatan di Kota Sungai Penuh.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Ke depan, TP PKK Kota Sungai Penuh berharap bimtek tersebut mampu melahirkan tim pembina Posyandu yang aktif, inovatif, dan berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.(*Adz)

Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik

KERINCI - Hujan lebat yang mengguyur Lima Desa Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci pada Rabu (20/5/2026) sore. Sejumlah rumah warga dilaporkan digenangi air. Debit air yang deras juga datang dari kawasan perbukitan dan mengalir langsung ke permukiman masyarakat.

Tak hanya merendam rumah warga, aliran air juga meluap hingga melewati badan Jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terganggu, bahkan sejumlah kendaraan tidak dapat melintasi jalan tersebut akibat tingginya genangan dan derasnya arus air.

Warga setempat menyebut banjir terjadi cukup cepat setelah hujan lebat yang mengguyur sore hari ini.

Mereka berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan instansi terkait guna mengantisipasi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjibaku membersihkan genangan air sambil terus memantau kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian banjir tersebut. Ia menyebut pihak kecamatan telah akan melakukan pendataan awal terhadap wilayah terdampak dan pihak PUPR Kerinci dalam perjalanan menuju lokasi. (Red)

Kapolsek Sitinjau Laut Iptu Sigit Purwanto Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026

 

Merdekapost.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026, jajaran Pemerintah Kecamatan Sitinjau Laut bersama unsur Forkopimcam menggelar upacara bendera khidmat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Camat Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, pada Rabu (20/5/2026).

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Pembina Upacara) adalah Kapolsek Sitinjau Laut, Iptu Sigit Purwanto, S.Kom., M.S. Dalam amanatnya, Kapolsek mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintahan untuk merefleksikan semangat perjuangan bangsa guna meningkatkan kinerja, kedisiplinan, serta pelayanan prima kepada masyarakat demi kemajuan daerah.

"Semangat Kebangkitan Nasional harus kita implementasikan secara nyata dalam tugas sehari-hari. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa adalah kunci utama dalam menjaga kondusifitas dan mendorong pembangunan di Kecamatan Sitinjau Laut," ujar Iptu Sigit Purwanto dalam sambutannya.

Kehadiran Unsur Lintas Sektoral

Upacara peringatan ini diikuti oleh berbagai unsur pimpinan vertikal dan aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan serta desa. 

Hadir dalam kegiatan tersebut:

Sekretaris Camat (Sekcam) Sitinjau Laut: Setyaweni, S.E.

TNI: Babinsa Serma Ade S.

Jajaran Polsek Sitinjau Laut:

Kanit Provos: Aiptu Julis Purwanto

Kanit Sabhara: Aiptu Romi Dalmaira

Kanit Binmas: Aiptu Jupman Hadi

Aparatur Sipil: Seluruh staf dan pegawai Kantor Camat Sitinjau Laut (STL).

Pemerintahan Desa: Kepala Desa (Kades) serta Perangkat Desa se-Kecamatan Sitinjau Laut. (*)

Polres Batang Hari Ringkus Pengedar Sabu dan Ekstasi di Batin XXIV, Senpi Rakitan Turut Diamankan

 

Merdekapost.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Batang Hari kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Batang Hari. Seorang pria berinisial Andeski Dwi Prama (26), warga Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, diamankan Tim Kuda Hitam Satresnarkoba dalam operasi yang berlangsung pada Senin malam (18/5/2026).

Penangkapan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/31/V/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES BATANG HARI/POLDA JAMBI tertanggal 19 Mei 2026. Pelaku diamankan di sebuah pondok yang berada di RT 004 RW 001 Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV.

Kasat Resnarkoba melalui keterangan resmi menyebutkan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat yang menyebut lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Kuda Hitam yang dipimpin Kanit Opsnal Satresnarkoba, Ipda Eric Meibuqhin Nasution, S.H., M.H., langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Sekira pukul 01.30 WIB, petugas berhasil mengamankan pelaku. Saat hendak ditangkap, Andeski sempat mencoba melarikan diri dan bahkan menodongkan senjata api rakitan ke arah petugas. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan dan pelaku langsung diamankan tanpa perlawanan lebih lanjut.

Dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu dan pil ekstasi. Dari hasil pengembangan di rumah pelaku, polisi kembali menemukan simpanan narkotika lainnya beserta alat pendukung transaksi.

Total barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu seberat bruto 6,93 gram dan pil ekstasi seberat bruto 8,10 gram dengan berbagai bentuk dan warna. Selain itu, polisi turut menyita timbangan digital, uang tunai diduga hasil penjualan narkotika sebesar Rp1.850.000, buku catatan transaksi, handphone, sepeda motor, hingga satu unit senjata api rakitan jenis revolver beserta empat butir amunisi aktif kaliber 6 mm.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku berperan sebagai pengedar sabu dan ekstasi. Ia juga mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang narapidana bernama Heru yang berada di Lapas Kota Jambi. Sementara senjata api rakitan disebut didapat dari seseorang berinisial Feri yang juga berada di lapas.

Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Batang Hari guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga masih terkait dengan narapidana di dalam lapas. (*)

Sidak di Kantor Camat Sungai Bungkal, Wako Alfin Ingatkan ASN Disiplin dan Layani Warga

Sidak di Kantor Camat Sungai Bungkal, Wako Alfin Ingatkan ASN Disiplin dan Layani Warga dengan baik.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Kecamatan Sungai Bungkal, Senin (19/5/2026)

Wako yang akrab disapa Bang Alfin menjelaskan, sidak ini dilakukan untuk memastikan para pegawai hadir dan menjalankan tugas sesuai dengan tanggungjawab masing-masing.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bdei juga mengecek dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal serta benar-benar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Kantor-kantor ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama mengenai pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat, harus berjalan baik,” tegasnya.

Sidak di Kantor Camat Sungai Bungkal, Wako Alfin Ingatkan para ASN gara Disiplin dan Layani masyarakat dengan baik.(Ist)

Ia menambahkan, disiplin dan tanggung jawab merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Kehadiran dan kedisiplinan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.

Dari sidak tersebut, masih ditemukan beberapa pegawai yang belum hadir tanpa keterangan yang jelas.(*aDZ)

Proyek Normalisasi dan Irigasi, Ada Dugaan Pelanggaran Teknis dan Keuangan di Tubuh PT Wika

Sungai Penuh – Proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau PT WIKA di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sepanjang tahun 2025 masih menyisakan polemik panjang. Proyek normalisasi sungai dan pembangunan irigasi yang semula diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir serta mendukung sektor pertanian, justru menuai berbagai sorotan dari masyarakat.

Sejak awal pelaksanaan, sejumlah persoalan muncul di lapangan. Mulai dari kualitas pekerjaan yang dinilai tidak maksimal, dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, hingga lemahnya pengawasan pelaksanaan proyek.

Sorotan paling banyak muncul pada proyek normalisasi di kawasan Sungai Batang Merao serta pembangunan irigasi di wilayah Kayu Aro. Warga menilai pengerjaan dilakukan terkesan amburadul dan tidak rapi. Bahkan pada proyek irigasi Kayu Aro, cerucut pengaman disebut tidak terpasang sepenuhnya sebagaimana mestinya.

Baca Juga: HIMSAK Soroti TPST di Kawasan Hutan: Wali Kota Sungai Penuh di Duga Abaikan Hukum

Selain itu, proyek juga sempat diterpa isu dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk operasional alat berat. Dugaan tersebut sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat karena dinilai bertentangan dengan aturan penggunaan BBM subsidi.

Tidak hanya persoalan teknis di lapangan, kondisi internal perusahaan pelaksana juga disebut-sebut mengalami kekacauan. Lemahnya pengawasan dinilai menjadi salah satu penyebab berbagai persoalan proyek muncul di sejumlah titik pekerjaan.

Kini, memasuki bulan kelima tahun 2026, muncul lagi informasi terbaru terkait dugaan persoalan pencairan dana proyek. Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat dugaan dana proyek tidak dicairkan sesuai prosedur dan perjanjian kontrak.

Baca Juga: Tak Hanya Reses Amrizal Juga Serahkan Bantuan di Bengkolan Dua, Bupati Monadi Turut Hadir

Bahkan, dana proyek disebut tidak masuk ke rekening perusahaan sebagaimana mekanisme resmi, melainkan mengalir ke rekening pihak ketiga. Jika dugaan tersebut benar, maka hal itu dinilai berpotensi melanggar aturan hukum dan tata kelola keuangan proyek.

Berbagai persoalan yang mencuat membuat masyarakat mempertanyakan kualitas pengawasan terhadap proyek-proyek bernilai besar tersebut. Publik berharap adanya penjelasan resmi dari pihak terkait agar polemik yang berkembang tidak terus menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT WIKA terkait berbagai dugaan yang berkembang tersebut.(*)

Tak Hanya Reses Amrizal Juga Serahkan Bantuan di Bengkolan Dua, Bupati Monadi Turut Hadir

KERINCI – Kegiatan reses Amrizal di Desa Bengkolan II, Selasa (19/5/2026), berlangsung penuh antusias masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kerinci, Monadi.

Tak hanya menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat, dalam kegiatan itu Amrizal juga menyerahkan berbagai bantuan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Masyarakat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai usulan pembangunan, mulai dari kebutuhan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian, hingga dukungan terhadap pelaku usaha kecil di desa.

Bupati Monadi ke media ini menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kontribusi Anggota DPRD Provinsi Jambi terhadap masyarakat Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya:

Anggota DPRD Provinsi Jambi Abdul Hamid Serap Aspirasi Warga Tungkal III

HIMSAK Soroti TPST di Kawasan Hutan: Wali Kota Sungai Penuh di Duga Abaikan Hukum

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi sangat penting agar program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Kami mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan untuk masyarakat Desa Bengkolan II,” ujar Monadi.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci ini, berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian, usaha kecil, maupun sektor peternakan sehingga ekonomi masyarakat semakin kuat,” tutur Monadi.

Sementara itu, Amrizal mengatakan kegiatan reses menjadi sarana untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan aspirasi warga dapat diperjuangkan di tingkat provinsi.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga dan memperjuangkannya. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian agar masyarakat semakin terbantu dalam menjalankan usaha dan aktivitas ekonominya,” kata Amrizal.

Kegiatan berlangsung hangat dan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, serta warga setempat.(adz)

Anggota DPRD Provinsi Jambi Abdul Hamid Serap Aspirasi Warga Tungkal III

KUALA TUNGKAL – Laksanakan Reses di kelurahan Tungkal III, kecamatan Tungkal Ilir, kabupaten Tanjab Barat, anggota DPRD Provinsi Jambi, H. Abdul Hamid, SH tampung aspirasi warga. Selasa (19/5/2026)

Reses tahap II tahun sidang 2026, anggota DPRD Provinsi Jambi, dari Fraksi PKB, H. Abdul Hamid, SH tampung aspirasi warga di wilayah kelurahan Tungkal III, kecamatan Tungkal Ilir.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor lurah Tungkal III juga dihadiri sekretaris DPC PKB Tanjab Barat, Suheri Abdulah, SH, Lurah Tungkal III, Hidayatullah, S. Kom.I, pengurus DPC PKB Tanjab Barat, serta tamu undangan.

Pada kesempatan tersebut warga kelurahan Tungkal III menyampaikan berbagai keluhan diantaranya terkait cara mengusul bantuan untuk UMKM, bantuan pertanian dan perkebunan serta bantuan untuk nelayan.

Warga berharap melalui reses anggota DPRD Provinsi Jambi ini apa yang menjadi keluhan warga kelurahan Tungkal III dapat penjelasan yang tepat dan segera terealisasi.

Anggota DPRD Provinsi dari fraksi PKB, H. Abdul Hamid, SH mengucapkan terimakasih kepada warga kelurahan Tungkal III yang telah hadir mengikuti kegiatan reses.

Dia juga menjelaskan aspirasi yang telah diserap melalui reses ini akan didorong realisasinya kepada pemerintah sesuai dengan instansi yang terkait.

”Apa yang disampaikan hari ini akan kami bawa ke komisi, selanjutnya akan kami dorong ke pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera direalisasikan, ” ungkapnya. (Adz)

HIMSAK Soroti TPST di Kawasan Hutan: Wali Kota Sungai Penuh di Duga Abaikan Hukum

Operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Renah Kayu Embun (RKE) kini menjadi bom waktu bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh. Persoalan ini tidak lagi sekadar bicara soal sampah, tetapi sudah masuk ke wilayah yang jauh lebih serius: dugaan pelanggaran hukum kehutanan dan lingkungan hidup di kawasan hutan produksi tetap.

Pemerintah Kota Sungai Penuh sibuk membangun citra bahwa TPST RKE adalah simbol modernisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Publik disuguhi narasi tentang mesin pencacah organik, pengolahan maggot, mesin komposer, hingga produksi biji plastik. Semuanya dibingkai seolah menjadi tonggak kemajuan lingkungan hidup Kota Sungai Penuh.

Namun pertanyaannya sederhana: apa gunanya berbicara soal “lingkungan modern” jika berdiri di atas kawasan hutan yang legalitasnya justru dipersoalkan?

Fakta yang tidak bisa ditutupi adalah TPST tersebut berada di kawasan hutan produksi tetap. Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan di luar kehutanan wajib memperoleh Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Aturan ini bukan formalitas. Ini adalah pagar hukum agar hutan tidak dijarah atas nama pembangunan.

Masalahnya, TPST RKE diduga sudah dibangun dan dioperasikan sebelum seluruh izin kehutanan dan lingkungan hidup diselesaikan. Jika dugaan ini benar, maka publik patut bertanya: apakah pemerintah sedang menjalankan pembangunan, atau justru mempertontonkan bagaimana aturan bisa dinegosiasikan oleh kekuasaan?

Yang lebih ironis, kawasan Renah Kayu Embun sebelumnya juga telah dipersoalkan karena dijadikan lokasi pembuangan sampah yang dianggap tidak sesuai dengan fungsi kawasan hutan. Alih-alih melakukan pemulihan kawasan, pemerintah justru kembali menghadirkan aktivitas persampahan dengan skala yang lebih besar dan dibungkus jargon “TPST modern”.

Ini menimbulkan kecurigaan serius: jangan-jangan modernisasi hanya dijadikan tameng untuk melegitimasi pelanggaran lama.

Pemerintah boleh saja berbicara tentang target Adipura dan transformasi pengelolaan sampah. Namun penghargaan lingkungan tidak akan pernah bermakna jika diperoleh dengan mengorbankan kepastian hukum dan keberlanjutan kawasan hutan. Jangan sampai demi mengejar simbol prestise, pemerintah justru meninggalkan jejak persoalan ekologis dan hukum yang jauh lebih besar.

Belum lagi persoalan lingkungan hidup. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kegiatan pengolahan sampah skala besar wajib memiliki persetujuan lingkungan melalui AMDAL atau UKL-UPL. Tanpa dokumen tersebut, operasional TPST berpotensi cacat hukum dan dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana apabila terbukti menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.

Persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Sebab ketika pemerintah mulai merasa bisa membangun apa saja di kawasan hutan tanpa transparansi penuh kepada publik, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya legalitas proyek, tetapi juga wibawa hukum itu sendiri.

Sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dari semangat menjaga marwah alam Kerinci. Efandra Rahmat Hidayat selaku Presiden HIMSAK menegaskan "Pemerintah Kota Sungai Penuh wajib membuka seluruh dokumen legalitas TPST RKE kepada publik. Mulai dari izin penggunaan kawasan hutan, persetujuan lingkungan, hingga kajian dampak ekologisnya. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan."

Kami juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap keberadaan TPST tersebut.

Hutan bukan tanah kosong yang bisa dipakai sesuka hati atas nama pembangunan.(*)

*Penulis: Efandra Rahmat Hidayat, Presiden Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK) 


Daftar 12 Tim Juara dan Semifinalis Jambi School Football League 2026 di Batanghari

Kolase foto juara Jambi School Football League 2026 tingkat SD, SMP, dan SMA yang berlangsung di Lapangan Alun-Alun Batang Hari, 11--17 Mei 2026. 

MUARA BULIAN - Tiga sekolah di masing-masing tingkat telah meraih kampiun di ajang Jambi School Football League 2026 yang berlangsung di Kabupaten Batang Hari dalam sepekan terakhir.

Pertandingan JSFL 2026 berlangsung pada 11--17 Mei 2026 kemarin, menghadirkan tim-tim dari sekolah-sekolah se-Provinsi Jambi.

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jambi, M Fadhil Arief menilai ajang liga pelajar tidak hanya bertujuan mencari bibit atlet sepak bola berbakat, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, melalui kompetisi olahraga para pelajar dapat belajar mengelola emosi, membangun mental bertanding, hingga memahami cara bangkit setelah mengalami kekalahan.

"Dalam pertandingan ini bukan hanya soal mencari bakat, tetapi bagaimana karakter anak-anak bisa terbentuk dengan baik.

"Mental mereka diasah, bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana bangkit ketika sedih atau kalah," katanya.

Pria yang juga menjabat Bupati Batang Hari itu menjelaskan pengalaman emosional yang dialami pemain selama bertanding menjadi pembelajaran berharga yang belum tentu diperoleh di lingkungan sekolah.

Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola dalam kegiatan gala dinner Jambi School Football League (JSFL) tingkat Provinsi Jambi, Kamis (14/5/2026). (Ist)

"Kita melihat ada yang menangis karena kecewa, tetapi itu bagian dari proses.

"Semua orang pernah merasa sedih, yang penting bagaimana mereka bisa bangkit kembali.

"Nilai-nilai seperti ini didapat dari interaksi selama pertandingan olahraga," jelasnya.

Ia menambahkan, peran orang tua juga sangat penting dalam membangun motivasi serta semangat bertanding para pelajar selama mengikuti kompetisi.

"Karena itu, menurutnya diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan optimal.

"Terkait JSFL ini, seluruh stakeholder harus bersinergi supaya anak-anak bisa berkembang lebih baik lagi.

"Harapannya ke depan Jambi dapat melahirkan pemain nasional Indonesia yang membanggakan keluarga, daerah, provinsi hingga negara," tutupnya.

Deretan Juara

Di tingkat SD, SDN 144 Bungo berhasil menyabet juara setelah menakulkkan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melalui adu penalti setelah laga berakhir imbang 0-0.

Di bawah keduanya, ada SDIT Alkahfi Sarolangun dan SDN 155 Muaro Jambi yang menjadi semifinalis.

Di tingkat SMP, wakil Kota Jambi, SMPN 12 berhasil meraih juara.

Mereka berhasil menaklukkan tim runner up MTsN 1 Sarolangun dengan skor 2-0 di babak final, Minggu (17/5) kemarin.

Adapun, sebagai semifinalis, ada SMPN 11 Sungai Penuh dan SMPN 34 Kerinci.

Di tingkat SLTA, SMAN 1 Batang Hari meraih gelar juara JSFL 2026.

Pertandingan sengit dengan hasil tipis 1-0 melawan SMAN 6 Kerinci menutup partai final.

Sementara sebagai semifinalis, ada SMAN 5 Tanjab Timur dan SMAN 9 Tanjab Barat.

Pertandingan JSFL 2026 iini berlangsung di Lapangan Alun-alun Kabupaten Batang Hari.

Berikut daftar juara JSFL 2026:

Tingkat SD

Juara: SDN 144 Bungo

Runner Up: SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi

Semifinalis: SDIT Alkahfi Sarolangun dan SDN 155 Muaro Jambi

Tingkat SMP

Juara: SMPN 12 Kota Jambi

Runner Up: MTsN 1 Sarolangun

Semifinalis: SMPN 11 Sungai Penuh dan SMPN 34 Kerinci

Tingkat SMA

Juara: SMAN 1 Batang Hari

Runner Up: SMAN 6 Kerinci

Semifinalis: SMAN 5 Tanjung Jabung Timur dan SMAN 9 Tanjung Jabung Barat.(*)

Anak Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Sekolah di Tebo, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Anak Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Sekolah di Kabupaten Tebo, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

MUARA TEBO – Dunia pendidikan di Kabupaten Tebo kembali menjadi sorotan.

Seorang siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Tebo, inisial MOP (14), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh 9 orang kakak kelas di lingkungan sekolah pada Rabu 13 Mei 2026.

Akibat kejadian tersebut, korban dikabarkan mengalami trauma berat dan enggan kembali masuk sekolah.

Orang tua korban pun mengaku kecewa dan tidak terima atas peristiwa yang menimpa anaknya.

Menurut keterangan keluarga, mereka menilai pihak sekolah belum menunjukkan langkah tegas terhadap para pelaku yang diduga terlibat.

Bahkan, pada Sabtu 16 Mei 2026, guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) mendatangi rumah keluarga korban untuk melakukan upaya perdamaian.

Namun, langkah tersebut justru memicu kekecewaan dari pihak keluarga, karena dinilai belum disertai tindakan disiplin yang jelas terhadap para siswa yang diduga melakukan kekerasan.

“Anak kami trauma dan takut masuk sekolah lagi. Kami kecewa karena sampai sekarang belum ada tindakan tegas dari pihak sekolah,” ujar Lia, ibu korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan aksi kekerasan terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang.

Ibu korban juga mempertanyakan pengawasan pihak sekolah hingga dugaan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap seorang siswa dapat terjadi.

Baca Juga: Bupati Merangin Tegaskan Siap Pasang Badan Perjuangkan Hak Tenaga Medis RSUD Kolonel Abundjani

Sementara itu, pihak keluarga memastikan akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Mereka menyatakan dalam waktu dekat akan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

“Kami akan membuat laporan langsung ke Polres. Kami ingin ada keadilan untuk anak kami,” tegas orang tua korban.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang SD dan SMP, Rahman, mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak sekolah.

“Kami baru mendapatkan informasi dari teman-teman media. Secepatnya kami akan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk meminta keterangan serta menentukan langkah yang akan diambil,” ujarnya.

Baca Juga: Jaksa Tolak Pledoi 4 Terdakwa Kasus Korupsi DAK SMK Jambi

Rahman menambahkan, pihaknya juga akan mendalami apakah terdapat korban lain dalam kasus tersebut.

“Apakah hanya satu orang atau ada korban lain, nanti akan kami dalami dan informasikan kembali kepada teman-teman media,” tutupnya.*

Bupati Merangin Tegaskan Siap Pasang Badan Perjuangkan Hak Tenaga Medis RSUD Kolonel Abundjani

Bupati Merangin Tegaskan Siap Pasang Badan Perjuangkan Hak Tenaga Medis RSUD Kolonel Abundjani.(Ist)

BANGKO - Bupati Merangin, M. Syukur, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga medis di RSUD Kolonel Abundjani Bangko.

Komitmen tersebut disampaikan saat Bupati memimpin apel pagi di halaman RSUD Kolonel Abundjani Bangko, Senin (18/5/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Merangin itu merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan oleh perwakilan tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan PPPK Paruh Waktu terkait sejumlah persoalan internal rumah sakit.

“Saya sengaja hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Bapak dan Ibu semua tidak berjuang sendiri. Saya ada bersama Bapak dan Ibu. Insyaallah hak-hak Bapak dan Ibu yang telah berkorban selama ini tidak akan hilang. Sebagai bupati, saya bertanggung jawab,” tegas M. Syukur di hadapan ratusan pegawai.

Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan internal secara kekeluargaan tanpa menimbulkan kegaduhan di luar lingkungan rumah sakit.

“Saya tidak akan lari dari masalah. Saya siap menerima aspirasi pegawai kapan saja,” ujarnya. (Red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs