UPDATE Gempa M7,7 NTT: Korban Jiwa 51 Orang, 64 Luka Berat, Status Darurat Berlaku

MERDEKAPOST.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pemutakhiran data korban tragedi gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tersebut bertambah menjadi 51 orang, naik dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban tewas.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik episentrum gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer dengan koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Gempa ini sempat memicu pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

Penambahan Korban Jiwa

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menyampaikan secara resmi perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pascabencana.

"Kami laporkan untuk update per pukul 09.00 pagi hari ini bahwa total korban meninggal dunia ada 51, penambahan yang pertama di Manggarai Timur ada 3 warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

"Untuk yang ada di (Kabupaten) Manggarai yang tadinya 23 menjadi 24, tambah 1, sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia," tambahnya.

Selain menelan korban jiwa, guncangan gempa melukai puluhan warga lainnya yang kini tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Untuk yang luka-luka dan luka berat yang mendapatkan perawatan total 64 warga," kata Syafii.

Penetapan Status Tanggap Darurat

Merespons masifnya dampak kerusakan dan jatuhnya korban, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan di tingkat provinsi.

Sejumlah pemerintah kabupaten setempat juga telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan status darurat dan pembentukan pos komando:

- Kabupaten Manggarai

Menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026 melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang disusul penunjukan Pos Komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

- Kabupaten Ngada

Memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana serta pembentukan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) berdasarkan Keputusan Bupati No. 441 dan No. 442/KEP/HK/2026.

- Kabupaten Manggarai Timur

Menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 4 September 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Data Pengungsi dan Kerusakan

Sekitar 5.000 warga diketahui mengungsi akibat gempa NTT ini. Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8/2026) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. 


Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. 


Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Sejumlah warga di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT memilih pergi ke bukit untuk mengungsi pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Mereka memutuskan untuk mengungsi ke bukit karena takut gempa susulan karena pemukiman mereka berada di pesisir pantai. 

Warga kemudian membangun tenda darurat dan tidur beralaskan tikar dan kardus bekas.

Untuk penerangan, mereka membawa mesin genset ke wilayah perbukitan. 

Menurut warga, mereka belum bisa kembali ke rumah karena takut gempa susulan dan trauma Gempa pada tahun 1992 lalu. 

"Banyak warga yang pergi ke bukit untuk mengungsi malam ini, " Kata Jahadin, warga setempat, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Sementara itu, Sejumlah warga di Pulau Palue, membangun tenda darurat di lapangan terbuka untuk mengungsi tepatnya di Desa Rokirole.

Sementara data sementara pada pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2026), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar. 

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena dan Takabonerate.

Di lain sisi, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak. 


Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.


"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. 

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. 

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.(*)

2 Korban Hilang Perahu Karam di Sungai Batanghari Tebo Ditemukan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas musibah perahu karam yang menimpa tiga warga di aliran Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berakhir duka. Seluruh pemancing yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (15/8/2026) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.(Ist)

JAMBI - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) atas musibah perahu karam yang menimpa tiga warga di aliran Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berakhir duka. 

Seluruh pemancing yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (15/8/2026) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Awalnya, korban pertama bernama M. Egi Firmansyah (17) ditemukan lebih dahulu oleh warga masyarakat sekitar lokasi kejadian tak lama setelah perahu karam.

Baca Juga: Perahu Pemancing Karam, 1 Remaja Tewas, 2 Masih Dicari di Sungai Batanghari Tebo

Pascalaporan darurat dari BPBD Kabupaten Tebo diterima pihak Basarnas, sebanyak tujuh personel rescuer dari Pos SAR Bungo langsung diterjunkan menuju Last Known Position (LKP). 

Tim SAR Gabungan bersama warga lokal bergerak menyisir arus sungai yang berarus deras dan dipenuhi rintangan alami.

Penyisiran intensif hingga Sabtu malam membuahkan hasil bertahap. 

Pada pukul 18.00 WIB, korban kedua atas nama Rendra (16) ditemukan mengapung sekitar 10 meter dari titik LKP dalam kondisi tak bernyawa. 

Tak berselang lama, sekitar pukul 20.05 WIB, korban terakhir bernama Ariel Saputra (21) ditemukan sekitar 30 meter dari LKP.

"Seluruh korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka Desa Sungai Aro," tulis laporan keterangan resmi unggahan akun Instagram @dottcom.id.

Proses Evakuasi

Penggalan momen krusial pencarian hingga proses evakuasi korban terekam lengkap dalam dua bagian klip video unggahan akun Instagram @dottcom.id:

Penyisiran Gelap Gulita dan Evakuasi Jenazah 

Suasana gelap malam mewarnai tepi Sungai Batanghari. 

Terlihat Petugas Basarnas berseragam oranye dan warga bergotong-royong memapah/mengangkat tubuh korban menyusuri semak belukar dan pepohonan di tepi perairan. 

Penerangan hanya mengandalkan senter kepala (headlamp) dan lampu sorot.

Evakuasi ke Mobil Ambulans 

Puluhan warga berkumpul di sekitar mobil ambulans dengan sirine menyala merah. 

Tim SAR dan warga berdesakan memindahkan kantong jenazah korban masuk ke pintu belakang ambulans diiringi isak tangis histeris warga serta sanak keluarga yang menanti.

Suara riuh isak tangis dan teriakan warga di sekitar ambulans.

Semua jenazah kini telah disemayamkan di rumah duka Desa Sungai Aro untuk proses pemakaman oleh pihak keluarga.

| Editor: Aldie Prasetya | Sourcw: TribunJambi |

Tanpa Bantuan Pemdes, Warga Pinggir Air Hilir Swadaya Gelar Peringatan HUT RI

MERDEKAPOST.COM - DESA PINGGIR AIR, Semangat nasionalisme warga Desa Pinggir Air, khususnya wilayah Pinggir Air Hilir, tetap membara meski diduga tak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat. 

Diduga selama dua tahun terakhir, Kepala Desa Pinggir Air, M. Nasir, tidak pernah menyelenggarakan kegiatan atau acara resmi untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak ingin suasana peringatan HUT RI berlalu sepi tanpa ada sebentuk kegiatan memeriahkan, maka kelompok ibu-ibu Pinggir Air Hilir berinisiatif mengambil alih memeriahkan momen HUT RI dengan menggelar berbagai kegiatan secara swadaya. 

Seluruh pendanaan acara ini murni berasal dari dana pribadi dan sumbangan masyarakat, tanpa ada bantuan anggaran dari Pemerintah Desa (Pemdes).

Rangkaian Acara Kemerdekaan Swadaya Warga

Pelaksanaan Lomba: Hari Senin hingga Selasa, berlokasi di tanah kosong sebelah.

Malam Puncak & Hiburan: Hiburan orgen tunggal pada Selasa malam (malam Rabu).

Sasaran Partisipasi: Seluruh pemuda-pemudi serta warga Desa Pinggir Air diundang untuk meramaikan dan berpartisipasi aktif.

Inisiatif mandiri ini menjadi bukti nyata kekompakan warga Pinggir Air Hilir dalam merayakan Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi sorotan atas minimnya peran Pemdes dalam memfasilitasi kegiatan kemasyarakatan di tingkat desa selama dua tahun terakhir.(Red)

Kapolsek Danau Kerinci Beri Motivasi Personel: "Jadikan Tugas sebagai Ibadah dan Bentuk Pengabdian Tulus"


KERINCI — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kapolsek Danau Kerinci, IPTU Arisman, S.H., M.H., memberikan arahan dan motivasi mendalam kepada seluruh personel Polres Kerinci, khususnya jajaran Polsek Danau Kerinci.

​Dalam penyampaiannya, IPTU Arisman menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian tanpa pamrih dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari.

​Menjaga Integritas dan Dedikasi: IPTU Arisman mengingatkan bahwa seragam Polri yang dikenakan merupakan amanah besar dari masyarakat. Setiap personel diharapkan terus memelihara kepercayaan publik melalui pelayanan yang ramah, cepat, dan berkeadilan.

​Tugas Sebagai Ladang Ibadah: Beliau mengajak seluruh anggota untuk memaknai setiap tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai sarana berbuat kebaikan dan beribadah.

​Kekompakan dan Soliditas: Sinergi antara jajaran Polres Kerinci dan Polsek Danau Kerinci harus terus diperkuat. Soliditas internal menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan wilayah.

​Semangat Kemerdekaan: Mengambil momentum HUT RI ke-81, personel diharapkan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dengan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Kerinci.

​IPTU Arisman menutup arahannya dengan optimisme bahwa dengan niat yang tulus dan kerja keras, jajaran Polri di wilayah hukum Kerinci akan selalu dicintai dan menjadi pelindung handal bagi masyarakat.(Adz)


Satu Barisan Menuju Kesejahteraan: Tani Merdeka Indonesia Siapkan Langkah Nyata Bangkitkan Petani Nusantara


MERDEKAPOST.COM - Semangat perjuangan mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani kian menggelora di seluruh pelosok Republik Indonesia. Momentum HUT Ke-81 Republik Indonesia menjadi pijakan krusial bagi jajaran pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat komitmen, menyatukan barisan, serta mengawal visi besar pertanian nasional dari pusat hingga ke daerah.

Sinergi kepemimpinan menjadi fondasi utama gerakan ini:
Sudaryono (Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia) menegaskan pentingnya pengawalan kebijakan strategis dan penyediaan akses sarana pertanian yang berkeadilan agar setiap jengkal tanah subur di Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan para petani.

Don Muzakir (Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia) menyerukan konsolidasi total bagi seluruh pengurus di tingkat DPP, DPW, DPD, hingga ranting. Beliau menekankan bahwa perjuangan Tani Merdeka adalah perjuangan nyata di lapangan untuk memastikan petani tidak berjalan sendirian.

Candra Andika (Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi) turut menyuarakan semangat dari daerah, siap menggerakkan roda organisasi lokal demi mewujudkan kedaulatan pangan regional yang tangguh dan berdampak langsung pada ekonomi warga.

Melalui kerja keras dan kolaborasi lintas wilayah, Tani Merdeka Indonesia optimistis dapat menjawab tantangan sektor pertanian modern, mulai dari peningkatan produktivitas hingga kepastian harga di tingkat petani.

Tani Merdeka, Indonesia Berjaya! Pertanian Maju, Rakyat Sejahtera.

(Adz/Merdekapost.com)

500 Peserta Meriahkan Fun Run HUT RI ke-81, Wagub Sani: Jalan Sehat Wujudkan Jambi Maju dan Kompak

 

Merdekapost.com - Semangat kemerdekaan kembali menggema di Kota Jambi, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I melepas peserta Fun Run dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT-RI) Republik Indonesia ke-81, Minggu (16/08/2026) pagi.

Kegiatan Fun Run dimulai pukul 06.00 WIB dilepas oleh Wagub Sani dari Taman Putri Pinang Masak Park (RTH) dan menempuh rute melalui Jembatan Ikonik Gentala Arasy menuju seberang Kota Jambi. Sebanyak lebih kurang 500 peserta dari kalangan, termasuk perangkat daerah, komunitas olahraga, pelajar, serta masyarakat umum.

Wagub Sani dalam sambutannya menekankan pentingnya gaya hidup sehat dan peran serta masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial. “Melalui kegiatan sederhana seperti Fun Run, kita tidak hanya menjaga kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan rasa tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani menyampaikan bahwa kegiatan jalan pagi dan olahraga bersama ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Melalui jalan pagi ini kita tingkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, insya Allah Jambi akan semakin maju lagi," ucap Wagub Sani.

Kegiatan Fun Run ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat silaturahmi di bulan kemerdekaan.

Turut hadir mendampingi pelepasan, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, Kapolsek Pasar Jambi, tokoh masyarakat, serta para pemuda dan pemudi Kota Jambi yang antusias mengikuti kegiatan.

Dengan balutan kaos merah putih dan semangat 45, para peserta berjalan santai dan berlari kecil menyusuri rute yang telah ditentukan, sambil menikmati pemandangan Sungai Batanghari dari atas Jembatan Gentala Arasy.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Jambi yang sehat, kuat, dan berkarakter. (*)

Edi Purwanto: Saya Pertanyakan Keseriusan Kemenhub Menjamin Keselamatan Pelayaran Nasional

 

Oleh: Edi Purwanto *

Saya mempertanyakan keseriusan Kementerian Perhubungan dalam menjamin keselamatan pelayaran nasional setelah terjadinya insiden KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Bagi saya, peristiwa seperti ini tidak boleh hanya dipandang sebagai kecelakaan biasa yang selesai setelah proses evakuasi dan penanganan di lapangan berakhir. Ada persoalan yang jauh lebih besar yang harus dijawab, terutama menyangkut bagaimana negara memastikan setiap kapal yang melayani masyarakat benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Keselamatan transportasi laut merupakan tanggung jawab yang tidak bisa dianggap ringan. Setiap hari masyarakat menggunakan kapal untuk bepergian, membawa barang, bekerja, berwisata, maupun menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Ketika sebuah kapal mengalami kebakaran di tengah pelayaran, pertanyaan mengenai kesiapan kapal, kelayakan peralatan keselamatan, prosedur darurat, kemampuan awak kapal, hingga pengawasan pemerintah tentu harus muncul.

Karena itu, saya meminta Kementerian Perhubungan tidak berhenti pada penanganan insiden KMP Putri Yasmin. Pemerintah harus menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional.

Insiden Kapal Tidak Boleh Dianggap Laka Biasa

Saya melihat setiap kecelakaan transportasi harus menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai kita hanya sibuk melakukan penanganan ketika peristiwa sudah terjadi, tetapi tidak melakukan pembenahan mendasar agar kejadian serupa tidak terulang.

KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Peristiwa tersebut semestinya menjadi alarm bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran. Saya tidak ingin persoalan ini berhenti pada pertanyaan mengenai bagaimana kejadian tersebut berlangsung, tetapi juga harus dilanjutkan dengan pertanyaan mengapa kejadian tersebut bisa terjadi dan apakah ada sistem pengawasan yang perlu diperbaiki.

Bagi saya, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi ketika menyangkut nyawa manusia.

Kita berbicara mengenai transportasi publik yang digunakan masyarakat. Artinya, negara memiliki kewajiban memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman ketika menggunakan layanan tersebut.

Karena itu, saya meminta Kemenhub melihat kejadian ini secara serius. Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Jangan sampai evaluasi hanya berfokus pada satu kapal atau satu kejadian, sementara persoalan yang mungkin bersifat sistemik tidak disentuh.

* Edi Purwanto, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil Provinsi Jambi 

BACA LENGKAPNYA DI JAMBISERU.COM

Apel Renungan Suci Pemkot Sungai Penuh dan Pemkab Kerinci, Peringati HUT RI ke 81 Berlangsung Khidmat di TMP Semumu

Apel Renungan Suci Pemkot Sungai Penuh dan Pemkab Kerinci, Peringati HUT RI ke 81 Berlangsung Khidmat di TMP Semumu.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bhakti Semumu, Minggu (16/8) tepat pukul 00.00 WIB.

Apel dipimpin langsung Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, Sekda, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan renungan suci berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., mengatakan, renungan suci menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus memaknai kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

“Renungan suci ini menjadi momentum tepat bagi kita untuk memaknai nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Semangat dan pengorbanan mereka harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan pengabdian terbaik,” ujar Wako.(Ist)

Sempat Kejar-kejaran, Pelaku Curanmor di Merangin Jambi Dibekuk Polisi

Pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial YA (16) berhasil dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin.(Ilustrasi AI) 

MERDEKAPOST.COM, BANGKO - Seorang pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial YA (16) berhasil dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin.

Pelaku berinisial YA itu masih di bawah umur dan berdomisili di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun.

Kronologi bermula saat pelapor pemilik motor pada Minggu (09/08/2026) sedang karaoke di tempat karaoke wilayah Bangko, saat pelapor hendak keluar dari tempat karaoke membeli rokok, pelapor mendapati motor merek Honda CRF sudah tidak ada ditempat parkir.

Kasatreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto saat ditemui Tribunjambi.com di ruang kerjanya membenarkan atas keberhasilan tim nya menangkap pelaku curanmor di wilayah hukum Polres Merangin.

"Berawal dari korban sedang berada di cafe dan karaoke di sekitaran Kota Bangko, pada saat ingin keluar dari cafe motor CRF korban sudah tidak ada di parkiran," tutur AKP Epy Koto.

Kemudian pelapor melaporkan kejadian itu ke Polres Merangin. 

Foto:  3 sepeda motor barang bukti yang disita polisi dari komplotan pencurian kendaraan bermotor yang ditangkap di Kabupaten Merangin. (Ist)

Berawal dari laporan pelapor tersebut, pada Senin (10/08/2026) Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin melakukan pengecekan TKP dan melakukan penyelidikan.

Berbekal hasil penyelidikan tersebut Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin yang dipimpin Kanit Pidum IPDA Agus Riyadi melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Pada hari Rabu (12/08/2026), berdasarkan CCTV di TKP, sepertinya ada dua orang pelaku, kemudian kami berkoordinasi dengan Polsek Bangko untuk melakukan razia, setelah mendapatkan informasi lanjutan, diketahui pelaku ngekost di Bangko, ternyata ditemukan satu unit motor hasil curian beserta kunci leter T dan barang bukti lainnya," ungkap AKP Epy Koto.

AKP Epy Koto melanjutkan berdasarkan pengembangan kasus curanmor itu, Tim mendapatkan informasi. Pelaku diketahui sedang mengarah ke Kabupaten Sarolangun sempat terjadi kejar-kejaran antara Tim dengan para pelaku yang menggunakan sepeda motor dari hasil curian.

Sesampainya Tim di wilayah Dusun Mudo Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, para pelaku berhasil melarikan diri dari kejaran polisi.

"Saat dikejar pelaku ada yang belok ke kiri dan belok ke kanan, kami kejar pelaku yang ke arah ke kiri, pelaku sempat terjatuh dari motor dan berlari kemudian kami mengejar pelaku," jelas AKP Epy Koto.

Tim kemudian langsung menyisir dan mencari pelaku diseputaran taman wisata kolam buaya yang terletak di Dusun Mudo Kecamatan Bangko.

Baca Juga: Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Setelah dilakukan penyisiran dan pencarian cukup lama disekitar lokasi, Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin berhasil menangkap pelaku.

"Pelaku curanmor ini ada dua orang, yang berhasil kami tangkap pelaku berinisial YA (16), masih anak dibawah umur, sedang satu orang pelaku saat ini masih dalam pengejaran Tim Opsnal kami," ujar AKP Epy Koto.

Saat diinterogasi oleh Tim Opsnal, pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan pencurian sepeda motor di 7 TKP berbeda.

- 1 Unit Sepeda Motor Beat Street warna putih di TKP Rumah Sakit

- 1 Unit Sepeda Motor CRF warna merah hitam di TKP Queen Karaoke

- 1 Unit Sepeda Motor CRF warna putih di TKP Queen Karaoke

- 1 Unit Sepeda Motor CRF warna merah hitam di TKP Ruko Kelurahan Sungai Ulak

-1 Unit Sepeda Motor Nmax warna hitam di TKP Masjid Baitul Salam

- 1 Unit Sepeda Motor MX King warna ungu TKP Barbershop Depan SMPN I Pasar Atas Bangko

- 1 Unit Sepeda Motor Beat Deluxe warna Putih di TKP Masjid Baitul Salam

Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin terus melakukan pengembangan penyidikan atas kasus curanmor itu, dan masih mengejar satu orang pelaku lainnya  

Saat ini barang bukti dan pelaku telah diamankan di Mapolres Merangin.

Baca Juga: Jemaah Umrah Travel Gema Talbia yang Telantar di Arab Tiba di Jambi, Pengamat Desak Izin Travel Dicabut

Barang bukti yang telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian Polres Merangin 

- 1(satu) Motor R2 Merk Honda CRF dengan Noka 

- 1( satu ) SPM R2 Merk Yamaha MX-King Nopol BH 2776 XT Noka 

- 1( satu) unit SPM R2 merk Honda Beat Nopol BH 5557 IK noka 

- ⁠1 ( satu ) buah gagang kunci T

- ⁠8 ( delapan ) buah mata kunci T

- ⁠1 ( satu ) buah Handphone merk oppo 

- ⁠1 ( satu ) buah switer warna biru Dongker 

- ⁠1 ( satu ) pasang sendal karet warna hitam 

- ⁠1 ( satu ) Buah helm warna Abu-Abu 

- ⁠1 ( satu ) buah Handphone merk z fold 7

Kasatreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto mengimbau kepada masyarakat Merangin, saat menggunakan sepeda motor harap berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya, usahakan parkir ditempat yang aman, kunci stang kendaraan sepeda motornya serta memakai kunci ganda.

Tersangka dijerat dengan pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan diancam dengan dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (Adz/Source: Tribunjambi.com)

Monadi Tutup Turnamen Bulu Tangkis Bupati Cup III 2026, Ini Juaranya!

KERINCI – Rangkaian Pertandingan Bulu Tangkis Piala Bergilir Bupati Cup III Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, di Hall Desa Mukai Mudik, Kecamatan Siulak Mukai, Sabtu (15/8/2026).

Penutupan Bupati Cup III Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta para peserta dan masyarakat yang menyaksikan jalannya pertandingan.

Pada partai puncak, pertandingan mempertemukan PB Setda Kerinci melawan PB Puskesmas Dapil 2. Laga berlangsung sengit dan menarik dengan kedua tim menampilkan permainan terbaik serta menjunjung tinggi semangat sportivitas.

Setelah melalui pertandingan yang penuh semangat, PB Puskesmas Dapil 2 berhasil keluar sebagai Juara I Bupati Cup III Tahun 2026, sementara PB Setda Kerinci harus puas sebagai runner-up atau Juara II.

Bupati Kerinci Monadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bupati Cup III Tahun 2026 sejak pembukaan hingga pertandingan final.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen bukan hanya dilihat dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari terbangunnya semangat kebersamaan, kekompakan dan silaturahmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

“Selamat kepada PB Puskesmas Dapil 2 yang berhasil menjadi juara. Kepada PB Setda Kerinci, juga kami sampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat yang telah ditunjukkan. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah kebersamaan, sportivitas dan silaturahmi yang semakin kuat,” ujar Monadi.

Ia berharap kegiatan olahraga seperti Bupati Cup dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan tersebut dinilai mampu membangun kekompakan dan semangat kerja di antara jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan. Dengan tubuh yang sehat, kebersamaan yang kuat dan semangat yang tinggi, kita tentu akan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kerinci,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pertandingan final sekaligus penutupan oleh Bupati Kerinci, rangkaian Bupati Cup III Tahun 2026 resmi ditutup. Turnamen yang menjadi bagian dari semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut meninggalkan semangat kebersamaan, sportivitas dan kekompakan bagi seluruh keluarga besar Pemerintah Kabupaten Kerinci.

PB Puskesmas Dapil 2 sebagai juara dan PB Setda Kerinci sebagai runner-up menjadi penutup manis perhelatan Bupati Cup III Tahun 2026 yang berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan.(Adz/explorenews)

Perahu Pemancing Karam, 1 Remaja Tewas, 2 Masih Dicari di Sungai Batanghari Tebo

Perahu ditumpangi tiga orang saat memancing karam di Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (15/8/2026). Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.(Adz) 

Tebo, Merdekapost.com - Perahu  ditumpangi tiga orang saat memancing karam di Sungai Batanghari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Sabtu (15/8/2026).

Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

Korban yang meninggal dunia diketahui bernama M. Egi Firmansyah (17). 

Sementara dua korban yang masih hilang adalah Rendra (16) dan Ariel Saputra (21).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Bidang BPBD Kabupaten Tebo pada Sabtu. 

Berdasarkan informasi awal, ketiga korban pergi memancing menggunakan sebuah perahu.

Saat berada di tengah Sungai Batanghari, perahu yang mereka gunakan tiba-tiba karam dan tenggelam. 

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri.

Baca Juga: Jemaah Umrah Travel Gema Talbia yang Telantar di Arab Tiba di Jambi, Pengamat Desak Izin Travel Dicabut

Dalam pencarian awal, warga berhasil menemukan Egi dalam kondisi meninggal dunia. Adapun Rendra dan Ariel belum ditemukan hingga operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dimulai.

Basarnas Jambi melalui Pos SAR Bungo kemudian mengerahkan tujuh personel rescuer menuju lokasi kejadian. Tim tersebut menempuh perjalanan sekitar 2 jam 21 menit dari Pos SAR Bungo.

Pencarian melibatkan personel SAR gabungan dari Pos SAR Bungo, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Tebo, serta masyarakat setempat.

Baca Juga: Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian di sungai, di antaranya satu unit rescue car double cabin, perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR), peralatan penyelamatan di air, peralatan selam, perlengkapan medis dan evakuasi, serta peralatan komunikasi.

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Rendra dan Ariel. Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan.(Adz)

Update Gempa M7,7 NTT: 47 Orang Tewas dan 346 Rumah Rusak

Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi NTT. Jumlah korban ini berdasarkan data sementera BNPB pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB

KUPANG - Sebanyak 47 orang tewas akibat gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Update ini berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8/2026), pukul 18.48 WIB. “Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

 Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang. Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Berton melaporkan bahwa total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. 

Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet.

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif. BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate,” pungkasnya.

Gubernur Al Haris Gelar "Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku" Pasang 10.000 Bendera Merah Putih di Sepanjang Jembatan Gentala Arasy dan Tempat lainnya

 

Merdekapost.com - Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, bersama  Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris SE, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM, berserta seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi menggelar kegiatan "Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku" dengan memasang 10.000 Bendera Merah Putih di sepanjang Jembatan Gentala Arasy dan ditempat lainya di Kota Jambi, Sabtu (15/08/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI ke-81 yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat semangat kebangsaan masyarakat Jambi.

Gubernur Al Haris, Wagub Abdullah Sani dan unsur Forkopimda Provinsi Jambi turun langsung memimpin pemasangan bendera bersama para kepala OPD. Hari ini dipasang 1.000, akan dilanjutkan besoknya 10.000, Bendera Merah Putih dibentangkan rapi di sepanjang ikon jembatan kebanggaan Kota Jambi tersebut serta ditempat lainnya, Pemandangan Sang Saka Merah Putih yang berkibar di atas Sungai Batanghari diharapkan menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat.

Gubernur Al Haris dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemasangan bendera nasional sepanjang Jembatan Gentala Arasy dimaksudkan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Bendera Merah Putih. "Kita hari ini memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak perjuangan dari para pendahulu kita hingga sampai pada hari ini. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah, kita harus semakin bersemangat," ujar Gubernur Al Haris.

"Gebyar Mahardika ini kita gelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan untuk menggelorakan semangat kemerdekaan. Jembatan Gentala Arasy kita penuhi Merah Putih agar setiap yang melintas merasakan getaran 17 Agustus," ujar Gubernur Al Haris di sela kegiatan.

Gubernur menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pemacu bagi semua generasi termasuk generasi muda dan aparatur pemerintahan untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas-tugas kebangsaan dan pelayanan kepada masyarakat. "Ini adalah tugas dan tanggung jawab moral kita selaku anak bangsa," tambahnya.

Kegiatan Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku di Jembatan Gentala Arasy diharapkan mampu menginspirasi seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan dalam upaya mewujudkan Indonesia maju 2045.

Gubernur Al Haris mengatakan, peringatan HUT RI bukan hanya tentang pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme.“Persiapan harus dilakukan sejak sekarang karena rangkaian kegiatan melibatkan banyak instansi. Semua harus bekerja sama agar pelaksanaannya berjalan baik,” ujarnya.

Gubernur Al Haris menegaskan, makna kemerdekaan saat ini bukan lagi berjuang mengusir penjajah, melainkan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nyata.

"Tidak terasa, Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Perjuangan kita sekarang adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan memastikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita. Semangat kita harus tetap menyala," tegas Gubernur Al Haris 

Ia menyebut pemasangan bendera ini merupakan simbol persatuan. "Gebyar Mahardika ini hanya simbol untuk kita semua bagaimana kita tetap menjaga Sang Saka Merah Putih. Kita jaga, kita rawat, dan kita jadikan ini simbol kebersamaan, persatuan, keberagaman, dan juga cinta tanah air," lanjut Al Haris.

Senada dengan itu, Komandan Korem 042/Garuda Putih (Danrem 042/Gapu) Brigadir Jenderal TNI Nyamin menyampaikan bahwa pemasangan seribu bendera ini memiliki makna penting bagi pembinaan karakter bangsa.

"Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku, pemasangan seribu bendera ini adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi-generasi kita dalam membangun NKRI ini. Kita sudah sampai di usia 81 tahun. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini agar ke depannya kita akan lebih maju lagi," ujarnya.

Dijelaskan Danrem, untuk menyukseskan peringatan HUT RI, Pemprov Jambi juga telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh masyarakat agar memasang bendera Merah Putih di rumah dan lingkungan masing-masing.

"Ini puncaknya. Kita pasang di Jembatan Gentala Arasy ini sebanyak 1.000 bendera terlebih dahulu. Target kita 10.000 bendera, sisanya akan dipasang secara bertahap," jelas Danrem. (*)

Jemaah Umrah Travel Gema Talbia yang Telantar di Arab Tiba di Jambi, Pengamat Desak Izin Travel Dicabut

Jemaah umrah dari Travel Gema Talbia tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Sebelumnya, ada 21 jemaah umrah asal Jambi yang telantar di Arab Saudi.(Ist)

JAMBI - Jemaah umrah dari Travel Gema Talbia tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Ada dua kloter pemulangan jemaah umrah yang kemarin telantar di Tanah Suci, yaitu pukul 15.20 WIB dan pukul 18.40 WIB.

Para jemaah keluar sambil mendorong tas-tas koper di kereta dorong.

Kedatangan para jemaah mendapat sambutan dari keluarga di pintu kedatangan Bandara Sultan Thaha Jambi.

Saat awak Media mencoba mewawancrai, para  jemaah enggan berkomentar.

Pantauan Media, mereka bertemu keluarga lalu langsung menuju mobil untuk pulang.

"Maaf saya tidak bisa komentar," kata seorang jemaah.

Sebelumnya, ada 21 jemaah umrah dan dua pembimbing umrah dari Jambi yang telantar di Arab Saudi.

Merek merupakan rombongan jemaah umrah Travel Gema Talbia Jambi.

Jemaah Umrah Ditelantarkan, Nasroel Yasir Desak Izin Travel Dicabut

Kasus penelantaran jemaah umrah asal Jambi memicu sorotan publik.

Pengamat Sosial Jambi, Nasroel Yasir, mendesak Menteri Agama mengambil tindakan tegas terhadap travel umrah yang terbukti menelantarkan jemaah.

Ia meminta izin operasional travel bermasalah dicabut dan pemiliknya masuk daftar hitam agar tidak kembali membuka usaha serupa dengan nama berbeda.

Menurut Nasroel, persoalan travel umrah bermasalah tidak hanya terjadi menjelang keberangkatan, tetapi juga saat jemaah sudah berada di Tanah Suci.

"Kementerian Agama jangan main mata atau sekadar mengambil kesempatan dalam kesempitan di atas penderitaan rakyat. Jangan ada kongkalikong atau ampunan bagi travel jahat. Izin operasinya harus dicabut total," tegas Nasroel.

Nasroel juga meminta pemerintah memperketat sistem perizinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

BACAAN LAINNYA:

Dua Negeri Beradik Kakak Kompak Torehkan Prestasi! Kerinci dan Sungai Penuh Sabet Apresiasi Kemendagri

Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Aksi Damai di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dijaga dan Dikawal

Menurutnya, pemilik travel bermasalah berpotensi menutup perusahaan lama dan kembali membuka usaha dengan nama baru atau menggunakan nama orang lain.

Karena itu, ia meminta akses perizinan terhadap pemilik, pengurus, maupun pihak yang terlibat dalam travel bermasalah dibekukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sistem perizinan harus dikunci total. Jangan biarkan orang yang sama atau kroni-kroninya bikin travel baru dengan nama berbeda. Ini bentuk kejahatan sistematis, bukan sekadar gagal berbisnis," katanya.

Nasroel turut menyampaikan keprihatinannya terhadap jemaah yang menjadi korban.

Menurutnya, sebagian masyarakat harus menabung bertahun-tahun untuk mengumpulkan biaya umrah.

"Masyarakat itu mau berangkat umrah susah payah menabung. Ada yang menyisihkan uang belanja bulanan, menjual ternak, bahkan menjual tanah demi bisa menatap Ka'bah," ujarnya.

Ia menilai penelantaran jemaah setelah berada di luar negeri merupakan persoalan serius karena menyangkut kepastian akomodasi hingga kepulangan.

"Begitu uang terkumpul, keberangkatan ditunda-tunda. Pas akhirnya berangkat, malah ditelantarkan di negeri orang tanpa kepastian hotel dan tiket pulang. Ini betul-betul tidak punya nurani!" tegasnya.

Nasroel meminta regulator menempatkan perlindungan jemaah sebagai prioritas utama dalam pengawasan travel umrah.

"Kementerian terkait harus pro kepada masyarakat, bukan kepada pebisnis," imbuhnya. (Editor: Aldie HR / Source:Tribun Jambi)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs