KH Yahya Cholil Staquf Yakin Bisa Jadi Ketua Umum PBNU

Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf Calon Ketua Umum PBNU

Jakarta - Yahya Cholil Staquf yakin bisa menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam muktamar ke-34 NU yang bakal diadakan di Lampung pada 22 Desember 2021. Keyakinan Katib Aam PBNU ini muncul setelah menemui langsung pimpinan cabang NU di daerah.

"Saya yakin (dipilih menjadi Ketum PBNU). Kalau berdasarkan penglihatan saya, mayoritas setuju," ujar Yahya di Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2021).

Yahya mengaku sudah mendatangi langsung 474 cabang NU di berbagai daerah. Dari pertemuan tersebut dia merasa yakin dalam Muktamar NU nanti, dia akan terpilih dan menggantikan Said Aqil Siroj.

"Saya sudah bertemu 474 cabang, secara pribadi, saya paksakan diri bertemu langsung, saya berpikir enggak perlu bikin timses, lebih baik saya sendiri datang ke cabang. Saya tawarkan secara langsung, saya lihat, saya tahu bagaimana wajah yang setuju dan tidak setuju," kata dia.

Dia menyebut, jika nantinya terpilih memimpin salah satu organisasi Islam terbesar ini dirinya akan meneruskan visi dan misi almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Dia mengaku mengenal baik Gus Dur pada saat diberikan kesempatan menjadi juru bicara Gus Dur saat menjadi Presiden ke-4 RI.

"Saya melihat ada momentum yang tepat untuk menghadirkan Gus Dur. Apa yang dulu digagas dan diperjuangkan Gus Dur sangat relevan dengan momentum hari-hari ini," kata dia.(*)

Sumber: liputan6.com

Melepas Jebakan Khittah, Kembali ke Spirit Walisongo; Saatnya NU Move On!


Ketum PBNU Said Aqil Siradj (kanan), Wapres (tengah) dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (kiri). (doc/ist) 

Melepas Jebakan Khittah, Kembali ke Spirit Walisongo; Saatnya NU Move On !

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA*

MERDEKAPOST.COM - Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas yang paling bangga mewarisi spirit dakwah Islamiah ala Walisongo. Setiap figur dari sembilan waliyullah menjadi road maps perjuangan membela agama, bangsa dan negara. Sementara itu tidak ada guideline yang tegas bagaimana menentukan posisi masing-masing para wali; siapa yang pertama dan siapa yang terakhir.

Generasi muda Nahdliyyin terpaksa menjadi terbelah. Mereka yang memilih jalur khittah menemukan pijakannya pada figur-figur anggota Walisongo yang tidak berada di pucuk kepemimpinan politik. Bagi golongan ini, NU sebagai sebuah organisasi modern lebih baik bergerak di ranah politik kebangsaan dari pada terjun ke ranah politik kekuasaan.

Warga Nahdliyyin yang lain memilih jalur tafsir yang berbeda. Mereka menemukan pijakan pemikirannya pada figur-figur waliyullah seperti Sunan Giri Kedaton yang pertama dan Sunan Gunung Jati yang terakhir. Atau, figur Raden Fattah yang melepas statusnya sebagai anggota Walisongo sebelum diangkat secara mufakat untuk menjadi Raja Demak. Kelompok Nahdliyyin ini memandang politik kekuasaan jauh lebih penting daripada politik kebangsaan.

Logo Nahdlatul Ulama

Perdebatan antara pendukung politik kebangsaan dan politik kekuasaan sudah pasti tidak akan selesai sampai kapanpun. Bahkan, Muktamar NU ke-34 di Lampung nanti tidak menjamin dua kubu ini sepakat satu suara tentang hermeneutika tafsir atas peran Walisongo. Sebab, figur para wali memang beragam sejak awal. Sejarah tidak bisa diubah, walaupun tafsir atas sejarah bisa terus berkembang.

Memang benar ada satu upaya yang mencoba untuk memadukan dua paradigma berpikir umat Islam di Nusantara kala itu. Misalnya Sultan Agung dari Mataram Islam melakukan profanisasi atas konsep teologis Manunggaling Kawulo-Gusti, yang semula bermakna spiritual (manusia dan Tuhan) menjadi politis (rakyat dan raja). Pengaruhnya berupa perubahan status seorang raja, yang sekaligus adalah waliyullah.

Konsep baru Sultan Agung Mataram Islam ini secara substansial tidak cukup baru, karena masih menyimpan aspek ortodoksi Islam Nusantara itu sendiri, yang bisa dirujuk pada figur Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, dan Raden Fatah. Tiga figur ini bukan saja waliyullah melainkan juga raja; bukan saja raja tetapi juga waliyullah. Raja dan Wali manunggal dalam satu figur.

Penyatuan konsep Raja dan Wali adalah konsep paling matang yang bisa kita nikmati sebagai warisan agung dari Mataram Islam. Hal ini harus terus dipertahankan sebagai wujud kecintaan kita pada bentuk interpretasi Islam versi Nusantara. Walaupun Islam Nusantara semacam ini juga mengandung sisi ortodoksi, yaitu sebuah pemahaman keislaman yang sudah eksis sejarah era Rasulullah dan Khalafaurrasyidin.

BACA JUGA: Potensi dan Peluang Duet Kyai Said - Cak Imin di Muktamar NU 

Warga Nahdliyyin tidak satupun yang akan menolak kenyataan sejarah bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Utusan Allah sekaligus penguasa politik Madinah. Sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib adalah penguasa politik sekaligus sahabat terpilih yang dijamin masuk surga. Artinya, kombinasi agama dan politik kekuasaan bertahan sejak awal Islam sampai wujud terbarunya di Nusantara.

Adalah kenyataan yang cukup sulit diterima dalam konteks mutakhir perkembangan kebangsaan kita hari ini untuk memisahkan Nahdlatul Ulama dari politik. Sebab, atmosfer politik hari ini adalah atmosfer demokrasi yang berbeda total dari demokrasi ala orde lama. Kepimpinan Soeharto memang sangat represif. Jika saat itu ada wacana khittah maka sangat rasional. Karena di bawah otoritarianisme hanya sentralisasi yang mungkin hidup. Kebebasan direpresi sedemikian mengerikan.

Konsep NU kembali ke Khittah, yakni meninggalkan politik kekuasaan dan memilih politik kebangsaan, hari ini tidak relevan. Hari ini bukan lagi zaman Orde Baru yang otoriter represif. Mempertahankan produk pemikiran yang tidak kontekstual adalah bentuk kejumudan yang logis. Karena konsekuensinya adalah menganggap era reformasi hari ini masih serupa dengan era orde baru Soeharto. Hanya dengan meninggalkan produk pemikiran era orde baru kita bisa sepenuhnya masuk ke era reformasi, termasuk meninggalkan Khittah itu sendiri.

Meninggalkan Khittah bukan berarti menyalahi jalan dakwah Islamiah ala Walisongo. Tetapi, kita sedang mencontoh beberapa figur Walisongo dengan meninggalkan figur yang lain. Kita mencontoh anggota Walisongo yang memilih jalur politik kekuasaan dengan meninggalkan anggota Walisongo lain yang memilih jalur politik kebangsaan. Ini modal konseptual yang perlu dibahas pada muktamar 34 nanti.

Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus AMI) bersama Ketum PBNU Kiyai Said Aqil Sirodj 

Dengan demikian, hemat penulis, PBNU yang baru harus lahir dari muktamar 34 nanti, yaitu berorientasi pada kekuasaan bukan sekedar kebangsaan, Kepemimpinan PBNU yang baru harus terlepas dari Jebakan Khittah yang secara nyata telah merugikan NU secara politik, Khittah adalah "masa lalu" dan saat ini NU membutuhkan masa depan, muktamar adalah momentum NU untuk move on bahkan NU membutuhkan kepemimpinan baru yaitu PBNU yang Ketua Umum Tanfidziah dipimpin oleh politisi ulung kader terbaik Nahdliyyin. Sedangkan Rais 'Amm dipimpin oleh ulama, keduannya menyatu sebagai kepemimpinan konsep era walisongo seperti Sunan Giri, Sunan Gunung Jati dan Raden Fatah. Tidak ada pilihan yang lebih baik, karena berdasarkan pengalaman NU paling mutakhir; ada upaya menjadikan warga Nahdliyyin sebagai objek politik kekuasaan bukan subjek politik kekuasaan. Wallahu a'lam bis shawab.

*Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.*

Ketum PKB: Jokowi Hebat, Indonesia Jadi Leader G20


Potensi dan Peluang Duet Kyai Said - Cak Imin di Muktamar NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj (kedua kiri) bersama Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (ketiga kiri) dan para pejuang NU menghadiri acara Haul Para Pejuang NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PBNU dan MPR RI yang bermaksud untuk mendoakan para pejuang NU yang telah wafat. (foto:Tribunnews) 

MERDEKAPOST.COM – Figur atau tokoh-tokoh yang pantas menduduki posisi nomor satu di Nahdlatul Ulama (NU) terus mengemuka meski mulai mengerucut pada dua calon Ketua Umum PBNU yakni KH. Said Aqil Siradj dan KH. Yahya Cholil Staquf.

Namun mengaca dari setiap muktamar jam’iyyah berlambang Bintang Sembilan ini selalu saja ada dinamika yang berkembang jelang pelaksanaan muktamar yang pada tahun ini akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember mendatang.

Termasuk juga dinamika kemungkinan majunya figur tak terduga seperti Abdul Muhaimin Iskandar berduet dengan KH. Said Aqil Siradj. Hal ini bisa saja terjadi, Muhaimin yang juga dipanggil Cak Imin berada di posisi Rois Tanfidziyah dan Said Aqil di posisi Rois Syuriah.

Cak Imin yang saat ini sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa saja tiba-tiba memutar haluan merangsek masuk ke PBNU bila melihat skenario PKB yang dipimpinnya terganggu jika yang jadi Ketua Umum PBNU nantinya adalah Gus Yahya.

BACA JUGA: Gus Muhaimin Ditetapkan Jadi Wakil Presiden Centrist Democrat International

Meski NU selama ini secara tegas telah menyatakan memisahkan diri dari politik praktis namun harus diakui bahwa juga sel-sel PKB memiliki irisan yang kuat dengan NU. Bisa jadi juga Muktamar NU ke-34 kali ini jadi pintu dibukanya kembali pembahasan Khittah NU ketika para elite NU membahas bab politik dimana yang hadir di muktamar nanti beberapa anggota NU yang aktif di PKB.

Kenyataan ini bisa saja terjadi berdasarkan atas pernyataan Direktur Eksekutif Indostrategic, A. Khoirul Umam yang menilai bahwa salah satu faktor kemenangan calon ketua umum PBNU akan ditentukan oleh keberpihakan politik Abdul Muhaimin Iskandar lewat manuver sel-sel politik PKB di daerah.

Umam berpendapat memang sekilas ini tidak memiliki kaitan. Namun dalam kalkulasi politik praktis, perubahan status quo di elit PBNU ini bisa berimplikasi serius pada dominasi kepemimpinan dan stabilitas politik internal PKB

“Jika kita petakan, Kiai Yahya Cholil Staquf merupakan kakak kandung Menteri Agama Gus Yaqut, yang notabene berada di gerbong tersendiri dalam dinamika internal PKB. Jika Kiai Yahya menang di Muktamar NU nanti, maka hal itu berpotensi mengonsolidasikan kekuatan politik yang mengancam dominasi politik Cak Imin yang mampu bertahan sekitar 20 tahun di pucuk kepemimpinan PKB ”. katanya seperti dilansir Antara. 

Sementara itu, KH. Imam Jazuli, Pimpinan Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, berpendapat berbeda. Antara PKB dan NU menurutnya seharusnya bersatu jika ingin menjadi sebuah kekuatan politik yang disegani.

“Saya kira sudah saatnya PKB dan NU bersatu lewat Muktamar ini. NU dan PKB akan sama-sama mendapatkan keuntungan dan menjadi kekuatan politik besar,” kata Kyai Imam.

Untuk itu menurut Kyai Imam ide menduetkan Cak Imin dengan Kyai Said sangat memungkinkan di PBNU. Cak Imin yang sudah malang melintang di dunia politik praktis menduduki posisi Tanfidziyah sementara Kyai Said yang lebih senior menempati posisi Rois Syuriah.

“Saya kira jika duet ini benar-benar terwujud akan sangat dahsyat dampaknya bagi warga Nahdliyyin meski akan ada resistensi terkait dengan khittoh NU. Tapi selama komunikasi politik terjalin dengan baik apapun bisa terjadi,” kata Kyai Imam. (Sumber : Tribunnews.com)

Gus Muhaimin Ditetapkan Jadi Wakil Presiden Centrist Democrat International

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) 

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA - Centrist Democrat International (CDI) atau organisasi partai-partai berhaluan tengah dunia menetapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden CDI Andres Pastrana Arango dari Kolumbia, pada Kamis (28/10/2021).

Penetapan jabatan tersebut dilakukan saat Sidang Umum Komite Eksekutif dan anggota CDI seluruh dunia secara hybrid di Stanhope Hotel Brussels, Belgia. 

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) saat melakukan pertemuan secara virtual dengan para petinggi Partai Komunis China (CPC), Senin (25/10/2021).

Tentu saja saya berterimakasih atas kepercayaan para Komite Eksekutif CDI. Jabatan Wakil Presiden CDI merupakan sebuah kebanggaan bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi PKB dan Indonesia,” kata Gus Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (29/10/2021).

Gus Muhaimin menambahkan, jabatan yang disematkan kepadanya merupakan peluang yang bagus bagi PKB dan juga Indonesia untuk berkontribusi lebih nyata di CDI, baik dalam konteks hubungan Asia, politik global, demokrasi dan social justice. Terutama dalam konteks penanganan pandemi Covid-19.

“Perlu saya sampaikan Indonesia saat ini juga tengah berjuang merecovery ekonomi dan politik yang sempat mengalami stagnasi akibat pandemi,” ungkap Gus Muhaimin.

Baca juga:  PKB Targetkan Raih 100 Kursi di DPR RI Pada Pileg 2024

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Masyarakat (Korkesra) tersebut ditetapkan menjadi Wakil Presiden bersama beberapa pimpinan partai politik dunia, antara lain perwakilan Belgia, Spanyol, Bosnia, Jerman, Kroasia, Kolumbia, Brazil, Maroko, Meksiko, Ekuador, Peru, Libanon, Kamboja, dan Filipina.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif CDI tetap dijabat oleh Antonio Lopez Isturiz White dari Spanyol. 

Sedangkan Koordinator CDI Kawasan Asia-Pasifik dijabat oleh Cesar Rosselo, Kawasan Afrika dijabat Alberto Ruiz Thiery, dan Kawasan Amerika Latin dijabat oleh Monica Valencia Campo. Mereka bertiga di bawah Direktur Regional CDI, Luis Blanco.

Selain restrukturisasi Komite Eksekutif CDI, forum tersebut juga membahas perkembangan ragam persoalan yang terjadi di berbagai belahan dunia, tak terkecuali masalah pandemi Covid-19, ekonomi hijau dan transformasi digital.

Para pimpinan partai politik anggota CDI dari berbagai negara secara bergantian menyampaikan kondisi negara masing-masing di depan para pimpinan parpol lainnya. 

Di sisi lain, mereka juga membahas langkah antisipatif yang perlu dilakukan untuk mencari jalan keluar ragam persoalan tersebut. (Sumber: Tribunnews.com | HZA | merdekapost.com)

Ponpes Darul Qur'an Pentagen Kembali Kirimkan Santrinya berkompetisi Pada MTQ Provinsi Jambi di Tanjabbar

Para santri Ponpes Darul Qur'an Pentagen (foto: mpc)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Ponpes Darul Quran Merupakan Sekolah agama yang memadukan antara Pelajaran agama dan umum.

Ponpes yang mulai beroperasi sejak Tahun 2017 ini diharapkan mampu memberi warna tersendiri bagi perkembangan kemajuan pendidikan agama di Kabupaten Kerinci.

Pada Momentum MTQ Tingkat Provinsi Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2021 Ponpes Darul Quran mengirim santri dan alumni untuk ikut sebagai peserta MTQ tahun ini dan kita berharap santri yang mewakili kabupaten kerinci bisa mengharumkan nama Pondok pesantren dan juga nama Kabupaten Kerinci .

Baca Juga: 

PKB Jambi Sambut Baik Perpres Dana Abadi Pesantren

Adapun peserta yang dikirimkan untuk berkompetisi di MTQ Provinsi Jambi di Tanjabbar adalah Fiqran Ramadhan (Tilawah anak anak) Aufar (Tartil) dan Zaghul Fasha (Hafidz 5 Juz) 

Aufar sebelumnya meraih juara tiga Cabang Tartil Pada MTQ ke 49 tahun 2019 di kabupaten Bungo.

Ponpes Darul Qur'an saat ini dipimpin  oleh Dr. Zakiar, M.A. beralamat di Desa Pendung Talang Genting atau Pentagen. (hza)

Tekankan Pentingnya Medsos, Gus AMI: Penentu Langkah PKB

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) (foto : Radarbangsa)

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA - Berkembangnya teknologi komunikasi yang semakin canggih menjadi tantangan bagi partai politik dalam berkomunikasi. Media sosial menawarkan manfaat bagi partai politik untuk melakukan komunikasi politik ke publik yang lebih luas.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, manfaat tersebut juga turut dirasakan oleh PKB serta seluruh kadernya. Gus Muhaimin menyebut medsos sudah memberi kesempatan luas bagi PKB berperan aktif mengampanyekan politik rahmatan lil ‘alamain.

“Lima tahun terakhir sosial media betul-betul memberi kesempatan yang luas untuk kita mengambil peran sekaligus membawa pola pikir publik dan lainnya. Isi berita dan konten yang bagus menentukan langkah (PKB) kedepannya,” kata Gus Muhaimin saat menghadiri pelatihan jurnalistik yang digelar DKN Garda Bangsa secara virtual, Rabu, 29 September 2021.

Secara khusus Gus Muhaimin berpesan, semangat seluruh kader PKB, termasuk di dalamnya kader Garda Bangsa, untuk berperan lebih nyata dalam bidang publikasi atau bidang pemberitaan harus terus diperkuat.

Baca Juga: 

Peringati Hari Santri, Panglima Santri Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Anugerah Santri Award

Dia menyoroti tiga hal yang perlu diperkuat oleh mereka di era saat ini. Pertama, meningkatkan kemampuan menulis para kader dalam menyampaikan informasi termasuk penyajiannya yang baik dan mengedukasi pembaca.

Kedua menurutnya, kemampuan mengisi atau membuat sebuah konten yang nantinya akan menjadi perhatian publik melalui media mainstream maupun media sosial yang mudah dilihat masyarakat luas.

“Dan yang ketiga, kemampuan memanage sosial media dan strategi media secara baik agar sebuah informasi dan konten menjadi hal menarik untuk publik,” ungkap Gus Muhaimin.

Gubernur Jambi Al Haris Gandeng KPK Berantas Korupsi

Kemampuan tersebut, lanjut Wakil Ketua DPR RI ini, wajib dipahami seluruh kader Garda Bangsa dalam mengawal perjuangan partai. Mereka harus memiliki sekaligus mengimplementasikan kemampuan menulis, mengisi konten dan juga memanage sebuah informasi secara bersamaan.

“Inilah yang harus dikuasai teman-teman Garda Bangsa untuk langkah perjuangan kedepannya. Saya menyambut baik pelatihan jurnalistik ini. Kemampuan jurnalistik merupakan kebutuhan yang dibutuhkan setiap hari dalam kehidupan. Sama seperti olahraga, makan, liburan dan lainnya. Saya mendukung penuh, teruslah tingkatkan kualitas dalam bidang ini,” tukas Gus Muhaimin.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Tommy Kurniawan berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik seluruh kader garda bangsa dari berbagai wilayah, salah satunya melalui media pelatihan jurnalistik. Menurut dia, seluruh kader harus mumpuni dan memahami proses dalam memfilter sebuah berita dan juga menjadikannya informasi yang baik untuk masyarakat.

“Kita ingin seluruh DKW memiliki team yang kuat dalam ilmu jurnalistik ini.Kader Garda Bangsa kami harapkan bisa berbuat masksimal dalam hal jurnalistik untuk masa depan perjuangan partai dan juga kebesaran organisasi bersama (Garda Bangsa),” kata Bro Tomkur. (Sumber : Radarbangsa | hza)


Peringati Hari Santri, Panglima Santri Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Anugerah Santri Award

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2021, Panglima Santri menyelenggarakan "Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional & Penghargaan Anugerah Panglima Santri Award dengan total hadiah 150 Juta Rupiah. 

Tema: Santri Indonesia; Mata Air Peradaban Dunia

Sub Tema: 

1. Santri dan kesenjangan digital; peluang dan tantangan.

2. Pesantren dan Ekologi: gerakan revolusi hijau kaum sarungan

3. Peran santri dalam mewujudkan Indonesia emas 2045

4. Santri Diaspora dan Ijtihad perdamaian dunia

5. Resolusi Jihad NU dan Kebangkitan Rakyat Indonesia

6. Kemandirian Santri dan Pesantren di era disrupsi

_______

Ketentuan Penulisan:

1. Karya yang dikirimkan berupa file MS Word

2. Karya ditulis dengan menggunakan font Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,5 dan margin atas dan kanan 3, kiri dan bawah 4

3. Karya ditulis minimal 10 halaman dan maksimal 15 halaman

4. Referensi karya minimal berjumlah 9

5. Boleh perorangan atau kelompok maksimal 3 orang.

_______

Persyaratan:

1. Peserta merupakan masyarakat umum dan Warga Negara Indonesia.

2. Karya atau tulisan belum pernah dipublikasikan 

3. Karya tidak mengandung unsur pelanggaran hak cipta

4. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya

5. Peserta tidak dipungut biaya apapun

6. Setiap karya Ilmiah dikirim melalui form: s.id/panglimasantri paling lambat 10 Oktober 2021.

6. Peserta wajib follow IG, Twitter, FB Panglima Santri: @cakiminow, dan Subscribe Channel Youtube: Gus Muhaimin Iskandar

7. Seluruh Karya yang telah masuk menjadi hak panitia 

_______

Timeline Lomba:

- Waktu terakhir pengumpulan karya: 10 Oktober 2021

- Presentasi / pemaparan hasil karya tulis ilmiah bagi 15 besar peserta 20 Oktober 2021.

- Pengumunan pemenang 22 Oktober 2021

_______

Pemenang akan mendapatkan:

Juara 1 : 15 JUTA Rupiah + Sertifikat

Juara 2 : 10 JUTA Rupiah + Sertifikat

Juara 3 : 5 JUTA Rupiah + Sertifikat

Pemenang Favorit : 12 Juta Rupiah untuk 12 orang pemenang

Panglima Santri Award, Penghargaan untuk Guru Madrasah/Pesantren dengan pengabdian terlama akan mendapatkan 30 JUTA rupiah dan santri berprestasi yang kurang mampu 10 JUTA Rupiah.

_______

Wahai anak Bangsa, kami tunggu karya terbaik anda, semoga anda selalu dalam lindungan Allah SWT, tetap kreatif, selalu sehat, banyak rejeki yang berkah barokah. 

CONTACT PERSON :

Anata: 081654960360 Rasyid: 081234603499

Gus AMI: Politik Kesejahteraan Jadi Solusi Atasi Krisis

Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar (Dok | DPR)

Merdekapost.com | Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya krisis di berbagai bidang. Salah satunya krisis ekonomi. Hal ini menjadi fakta yang dicarikan solusi yang integral dan mendasar.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar  mengatakan, cara dan menajemen pembangunan saat ini tidak bisa dilakukan dengan cara biasa-biasa saja untuk mengatasi krisis ini.

Pria yang akrab disapa Gus AMI ini mengatakan, hampir 25 tahun Reformasi, pemerintah belum menemukan solusi strategi ekonomi yang tepat, siapapun presidennya, bahkan mungkin Presiden yang akan datang, Tahun 2024, bakalan tidak bisa mengatasi persoalan ekonomi yang sesuai konstitusi.

”Ini karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Kebutuhan untuk mengatasi pengangguran dan keluar dari kesulitan ekonomi,” ujarnya saat memberikan pengarahan pada Diskusi Tematik Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) 2021 Solusi Gerakan Reforma Agraria Atasi Krisis Agraria secara virtual, Senin (13/9/2021).

Minta Dukungan Bangun Jambi, Gubernur Al Haris Undang Anggota DPRD Fraksi PKB Coffe Morning

Karena itu, menurut Gus Muhaimin, solusinya harus ada cara baru berupa kebijakan politik kesejahteraan yang harus menjadi prioritas. Juga politik lingkungan hidup dan politik ekonomi yang berbasis kekuatan nasional. Solusi-solusi itulah yang harus dipersiapkan untuk menjadikan 2024 sebagai era baru yang taat konstitusi seperti Pasal 33 UUD 1945 dan sesuai dengan UU Pokok Agraria.

Menurut Gus Muhaimin, diperlukan penegakan konstitusi sesuai Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, yakni demi tercapainya keadilan atas penguasaan, pemilikan dan pemanfaatan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Juga Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang menandai perubahan kebijakan agraria dari corak kolonialisme ke corak nasionalisme. Yang lebih sesuai dengan karakter dan watak rakyat Indonesia. UUPA 1960 bertujuan untuk mewujudkan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

”Kalau UU Pokok Agraria 1966 dan Pasal 33 UUD 1945 sudah cukup, berarti agendanya penegakan konstitusi. Pelaksanaan secara disiplin, menggurai, membenahi selurut perangkat konstitusi, aturan-aturan pelaksanaan agar sesuai dengan UUD dan UU Pokok Agraria,” katanya.

Satgas Covid-19 Tak Beri Izin, Tour De Singkarak 2021 Resmi Dibatalkan

Selain itu, perlu ada perubahan paradigma atau cara pandang dan cara kelola serta manajemen pembangunan. Sebab, karena krisis yang terjadi saat ini, pemerintah, partai politik, dan berbagai pihak terkait belum menemukan paradigma pembangunan yang efektif.

”Kalau yang diperlukan adalah penegakan konstitusi, kenapa selama ini tidak bisa tegak. Ganti DPR, ganti presiden dari periode ke periode, penegakan UU Pokok Agraria tidak bisa jalan,” tuturnya.

Menurut Gus Muhaimin, ada banyak faktor. Pertama adalah sebuah pemahaman bahwa siapapun pemerintah hari ini tidak akan berdaya kepada pasar dan realitas ekonomi. Ketidakberdayaan itu karena secara refleks, siapapun pemerintah hari ini pasti akan tunduk kepada kekuatan ekonomi pasar karena ketidakberdayaan ekonomi nasional.

“Sehingga yang perlu diantisipasi adalah kita harus menyiapkan satu rangkaian langkah-langkah yang tepat agar kebijakan pemerintah, pengambilan strategi pemerintah, tidak benar-benar tunduk pada pasar akibat keadaan yang sulit,” katanya.

Gubernur Jambi Terima 2 Penghargaan Bidang Pertanian dari Wapres

Gus Muhaimin menuturkan, hal ini terjadi karena pemerintah dan kita semua belum menemukan konsep yang tepat dari cara mengantisipasi keadaan yang sulit. Sehingga semua pemerintahan, mulai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Jokowi menjadi pragmatis tunduk kepada pasar karena dua hal yang dikejar. Pertama jumlah pengangguran harus cepat teratasi, menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

”Kalau tidak itu, yang ditakuti pemerintah hanya satu, jumlah pengangguran tinggi sehingga bisa terjadi keresahan sosial, harga-harga naik dan menyebabkan emosi kemarahan masyarakat. Yang penting ekonomi tumbuh dulu, pengangguran teratasi, lupa terhadap substansi konstitusi karena tidak tahu solusinya,” urainya.(hza)

DKW Garda Bangsa Jambi Gelar Bukber

DKW Garda Bangsa Jambi Gelar Bukber dan Rapat Penyusunan Program

MERDEKAPOST.COM - DKW Garda Bangsa Provinsi Jambi Gelar Buka bersama para Sahabat pengurus Garda Bangsa Provinsi Jambi. Selasa, 04/05.

Ketua DKW Garda Bangsa Provinsi Jambi Eko Supryanto didampingi Ardiansyah Sekretaris DKW menyebutkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan selain dalam upaya menjalin siulaturrahmi juga dirangkai dengan rapat penyusunan program DKW Garda Bangsa Provinsi Jambi.

Dikatakannya, "Kita menggelar acara buka bersama ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturrahmi dan sekaligus rapat penyusunan program DKW kedepannya".

Kegiatan yang bertempat di kantor DPW PKB Provinsi Jambi ini menurut Eko merupakan langkah awal pasca dikukuhkannya kepengurusan DKW Garda Bangsa oleh Gus AMI baru-baru ini, 

Terima kasih kepada sahabat semua yang sudah hadir Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan dan berkah dari Allah SWT dalam menjalankan aktivitas kita selama bulan Ramadhan dan semoga Garda bangsa akan semakin Jaya kedepannya". pungkas eko.(adz)

Di Tengah Isu MLB, Gus AMI Ketemu Mahfud MD

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyambangi Menko Polhukam Mahfud MD di rumah dinasnya di Jakarta Selatan, Rabu (21/4). (Foto: Instagram @cakiminow)

MERDEKAPOST.COM |  JAKARTA - Di tengah isu Muktamar Luar Biasa (MLB), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sowan ke sejumlah tokoh. 

Setelah ketemu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Cak Imin, sapaan karibnya, menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Cak Imin Ketemu Mahfud di rumah dinasnya di Jakarta Selatan, Rabu (21/4) malam. Hal tersebut diketahui dari Instastory Cak Imin lewat akun @cakiminow. Cak Imin mengunggah dua foto bersama Mahfud MD.

Belum diketahui apa yang dibicarakan antara Cak Imin, dengan Mahfud MD yang pernah menjadi loyalis PKB KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini. Apakah tengah konsolidasi seputar isu MLB PKB yang belakangan menghangat, atau terkait isu yang lain.

Unggahan Mahfud MD di Twitter ditanggapi beragam oleh netizen. Ada yang nyentil dan nanya soal MLB PKB. “Cak Imin? Wah KLB lagikah prof?” tanya akun @JokowiPemuja.

Gus AMI dan Mahfud MD pada suatu kesempatan. (adz)

Seperti diketahui, sejumlah kader PKB mendorong pelaksanaan MLB. Alasan mereka, karena selama ini Cak Imin dinilai kerap melanggar AD/ART partai, salah satunya menunjuk ketua dan para pengurus DPW hingga DPC.

Sedangkan Gus Yaqut, diduga bermanuver, mendorong MLB, menjadi suksesor Cak Imin. Malah kabarnya, sejumlah eks mantan pengurus PKB di daerah menyebut telah mengetahui manuver ini. Katanya Gus Yaqut telah membentuk tim untuk mendorong MLB.

(Source: wartamadura)

Besok, Mukernas dan Munas Alim Ulama PKB Akan Bahas Sikap Politik 2024

Ketua Panitia Mukernas dan Munas Alim Ulama PKB, Faisol Reza (tengah) memberikan keterangan pers terkait acara yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (8/4). (doc/CNN)

Merdekapost.com | Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Jakarta pada Kamis (8/4). Sikap politik PKB di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan turut dibahas dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Mukernas dan Munas Alim Ulama PKB, Faisol Reza mengatakan bahwa kader-kader PKB di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) akan menyampaikan pandangan soal sikap politik PKB di Pemilu 2024.

Garda Bangsa Jambi Siap Kawal Kemenangan Haris-Sani Pada PSU Pilgub Jambi

"Pasti dibahas. Nanti kami bahas besok, akan disampaikan oleh DPW PKB," kata Faisol dalam konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat pada Rabu (7/4).

Ia menolak menjelaskan saat ditanya apakah sikap politik yang akan disampaikan tersebut terkait langkah untuk mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

Faisol berkata, hal tersebut masih bersifat rahasia.

"Rahasia," katanya.

Terkait isu capres, dia mengakui, sedang dibicarakan hampir semua partai politik (parpol) saat ini. Namun, Faisol menegaskan, PKB belum fokus membahas hal tersebut.

Usai Dikukuhkan Oleh Gus AMI, DKW Garda Bangsa Jambi Siap Kembangkan Kaderisasi

Menurutnya, saat ini merupakan momentum bagi PKB untuk betul-betul mendukung pemerintah melaksanakan pemulihan ekonomi. Dia berpendapat, isu-isu politik yang membuat hubungan antara parpol dan elemen bangsa terganggu harus dijauhkan lebih dahulu.

"Kita belum tahu kejutan-kejutan besok, karena masing-masing wilayah seperti DPW memiliki pikiran-pikiran yang barangkali bisa akan disampaikan [ke] DPP terkait perkembangan politik," ucap Faisol.

Baca Juga: TNI Kenalkan Perangkat Lunak Komputer Kepada Anak-anak Perbatasan Papua

"Tentu kita tidak bisa mengelak, hanya saja secara umum sudah kami nyatakan di DPP dan kepada DPW, bahwa hari ini PKB fokus untuk memberikan dukungan kepada pemerintah pemulihan ekonomi kesehatan dan sosial," imbuhnya.(*)

(adz | CNNindonesia) 

3 Hari Berkeliling Jambi Sambangi PKD Ansor, Juwanda: Letih Tapi Tidak Boleh Mengeluh, Semoga menjadi Barokah

Juwanda saat menghadiri dan membuka PKD Ansor di 3 Kabupaten yaitu Kerinci, Sarolangun dan Bungo. (hza)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Wajahnya terlihat letih dan kelelahan, Begitu sampai di Jambi sudah larut malam. Setelah selama 3 hari berkeliling Jambi.

Sahabat Juwanda Ketua PW Ansor Provinsi Jambi yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi jambi ternyata baru habis berkeliling Jambi mulai dari paling ujung barat yaitu kabupaten Kerinci, kemudian Sarolangun dan terakhir di Bungo.

Dirinya menghadiri pembukaan sekaligus memberikan pembekalan kepada para kader Ansor yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor di Tiga Kabupaten tersebut.

Memberikan materi di PKD Ansor Bungo. (hza)

Rabu 25 Maret dirinya bertolak Ke Kerinci karena sudah dijadwalkan membuka PKD GP Ansor Kerinci pada besoknya yaitu Kamis 26 Maret, kemudian besoknya ke Sarolangun dan terakhir di Bungo 28 Maret.

Ketika dikonfirmasi Merdekapost.com, Juwanda menyebutkan, bahwa itu adalah tanggung jawab dan amanah yang harus dijalaninya sebagai pimpinan Ansor Provinsi Jambi.

Baca Juga: Juwanda Ketua PW GP Ansor Jambi Resmi Buka Kegiatan PKD GP Ansor Kerinci

"Iya, letih, lelah tentu saja, apalagi kalau ke Kerinci, jarak tempuhnya cukup jauh, dan sekarang hanya ada jalur darat, 9 sampai 11 jam dari Jambi". Ungkapnya.

PKD Ansor Sarolangun (ist)

"jadi kalau dihitung-hitung sebenarnya 4 hari ya, keliling dari Rabu sampai minggu, karena Rabu sudah meluncur menuju Kerinci".

"namun, lanjutnya, meskipun demikian tidak boleh mengeluh, karena itu semua adalah bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani". tuturnya

Berita Lainnya: Sukses Gelar PKD, GP Ansor Kerinci Kibarkan Bendera Ansor di Hamparan Perkebunan Teh Kaki Gunung Kerinci

"dan bagi Saya, rasa letih dan lelah itu akan hilang ketika saya bisa bertemu dengan adik-adik dan sahabat serta kader-kader yang berada di daerah-daerah", ujarnya.

"iya, letih itu semoga menjadi barokah dan insya Allah juga menjadi amal ibadah, dan harapan Saya semoga selalu dalam lindungan-Nya dan selalu diberikan kesehatan". Pungkasnya sambil tersenyum. (hza)

Sukses Gelar PKD, GP Ansor Kerinci Kibarkan Bendera Ansor di Hamparan Perkebunan Teh Kaki Gunung Kerinci

Sukses melaksanakan PKD di Kayu Aro Kerinci, para peserta dan panitia mengibarkan bendera Ansor di hamparan perkebunan teh di kaki Gunung Kerinci-Kayu Aro. (ist) 

MERDEKAPOST.COM | JAKARTA - Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kabupaten Kerinci Sukses dilaksanakan dan telah ditutup secara resmi Minggu sore (28/03/2021).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua PW GP Ansor Jambi Juwanda pada Jum'at (26/03) lalu, yang mana acara pembukaannya bertempat di auditorium IAIN Kerinci dan selanjutnya pelatihan, pembekalan atau penyampaian materi dilaksanakan di Kayu Aro.

Fahrual, S.E selaku ketua panitia pelaksana didampingi Sekretaris panitia Rian Aframa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pemateri yang telah menyempatkan diri hadir dan memberikan pembekalan yang sangat bermanfaat bagi para peserta, terutama pemateri sahabat senior yang dari Jambi yang telah menempuh perjalanan jauh ke Kayu Aro Kerinci.

Kemudian, lanjut Fahrual, Setelah acara pembukaan secara resmi di IAIN Kerinci, semua peserta bertolak ke Kayu Aro untuk mengikuti pelatihan dan menginap selama dua malam yaitu dari 26-28 Maret di aula mess Kerinci di Kayu Aro.

Acara pembukaan yang dilaksanakan di auditorium IAIN Kerinci (bawah) dan para pemateri dari sahabat senior Ansor Provinsi Jambi. (doc/mpc)

Adapun jumlah peserta yang berhasil lulus screening dan berhak mengikuti PKD kali ini adalah sebanyak 31 orang dari jumlah yang mendaftarkan diri sebanyak 90 orang, peserta memang terbatas karena selain masalah fasilitas juga kita mengutamakan dan menaati protokol Covid-19". Ujar Fahrual.

Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar meskipun suasana di Kayu Aro ini sangat dingin karena berada di kaki gunung Kerinci, namun semua peserta terlihat semangat mengikuti semua tahapan-tahapan kegiatan.

Sementara itu, M Hanil Ketua GP Ansor Kerinci kepada Media Merdekapost.com menyatakan ucapan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah sukses melaksanakan kegiatan yang menyita banyak energi ini. mulai dari tahapan persiapan, screening test hingga pelaksanaan pelatihan dan pembekalan di Kayu Aro.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah sukses melaksanakan kegiatan PKD ini, Saya tau sahabat panitia begitu banyak tersita waktunya sejak dari mulai persiapan sampai pada pelaksanaan kegiatan, dan alhamdulillah telah sukses dilaksanakan dan ditutup secara resmi pada Minggu 28/03 sore". Ungkap Hanil.

Berita Merdekapost.com lainnya:

"Kemudian, lanjutnya, Terima kasih kami kepada Nahdlatul Ulama Kerinci, Rektor IAIN Kerinci, para sahabat senior, para pemateri yang telah hadir dan mensupport penuh kegiatan PKD kali ini, seperti Sahabat senior Dr. Asyari, MA (Rektor IAIN Kerinci), Dr. Jafar Ahmad (Wakil Rektor IAIN Kerinci), Mensediar, S.Pd, MM (FPKB DPRD Kerinci), Kemenag Kerinci dan Kota Sungai Penuh serta banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan namanya satu persatu". Ungkap Hanil.

"dan, lanjut Hanil, wabil khusus Sahabat Senior Bang Jun atau Juwanda (Ketua PW Ansor/Anggota FPKB DPRD Provinsi Jambi), H. Zostavia, M.PdI (Kanwil Kemenag), Arif Hermanto, "terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu ke Kerinci". Ujar Hanil.

"Harapan kami tentunya dengan selesainya kegiatan ini, maka para kader dan sahabat dapat lebih mengembangkan diri kedepannya, dan tetap menjadi garda terdepan pembela para ulama ahlussunah waljamaah selalu menjaga persatuan dan kesatuan NKRI". (hza)

Juwanda Ketua PW GP Ansor Jambi Resmi Buka Kegiatan PKD GP Ansor Kerinci

Acara pembukaan PKD Ansor Kerinci bertempat di Auditorium IAIN Kerinci. (nek)

MERDEKAPOST, KERINCI - Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Cabang Kerinci tahun 2021, resmi dibuka pada Jumat (26/04) Kemarin bertempat di Auditorium IAIN Kerinci. 

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gp Ansor Kerinci tahun 2021 ini, dibuka langsung oleh Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi Juwanda.

Dalam pembukaan ini turut Hadir Rektor IAIN Kerinci bersama Wakil Rektor, Dandim 0417/Kerinci, Polres Kerinci, Ketua KPU Kerinci, Pimpinan Bawaslu Kerinci serta Kader-Kader GP Ansor Kerinci.

Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi, Juwanda, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi bagi PC GP Ansor Kerinci yang telah melaksakan PKD tahun 2021.

Baca Juga: KPU Didemo, Ormas Tuntut Pecat Komisioner Tidak Netral

"Mari Kita membesarkan organisasi GP Ansor ini, kalau kita membesarkan Ansor nanti akan dapat manfaat dari beransor,"tutur Juwanda yang juga Anggota DPRD Provinsi Jambi. 

Dia menyampaikan Banyak yang beransor dan hidup dari Ansor, saya pun hidup dari Ansor, karena barokah bersansor. "Apapun yang diperoleh dari Ansor, kita harus siap meluangkan waktu untuk membesarkan Ansor Karena kita ingin ansor tumbuh kuat dan dan berkembang,"tutupnya

Ketua GP Ansor Kerinci, M. Hanil, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia PKD GP Ansor yang telah berhasil melaksanakan pembukaan PKD GP Ansor 2021.

"Peserta yang sebanyak 35 orang ini adalah orang pilihan, karena prosesnya melalui test Screening, mari ikuti pelatihan dengan baik,"ujarnya. 

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Asa'ari, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi pelaksanaan kegiatan PKD GP Ansor tahun 2021 ini yang dilaksanakan di mess kayu aro.

"Saya bangga pergerakan GP Ansor kerinci tumbuh dengan penuh semangat. Kepada peserta dapat Menkhayati dan memahami misi GP Ansor,"katanya. 

Karena beberapa Ideologi radikalisme dan paham sesat ditengah berbangsa dan bernegara, seperti HTI dan FPI yang sudah dibubarkan.

Baca Juga: KPU Jambi Sebut PSU Bisa Digelar Pada Bulan Puasa

"Mari sama-sama kita menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, (NKRI), tugas kita meluruskan paham radikalisme yang yang menyimpang dinegeri kita. Sehingga kades Ansor ini bisa menjaga keharmonisan dan berbangsa dan bernegara,"ucapnya.  

Sementara Ketua Panitia PKD GP Ansor, Fahrual, dalam sambutan, menyampaikan peserta yang mendaftar banyak, namun setelah dilakukan Test Screening yang lulus 35 orang. 

"Kenapa diambil 35 org,  karena mengingat kondisi saat Covid-19, sehingga Pimpinan Cabang GP Ansor kabupaten Kerinci memutuskan sebanyak 35 orang. Pelaksanaan PKD dilaksanakan selama Tiga hari dari 26-28 Maret tahun 2021,"katanya. (Nek/mpc)

Harga Pakan Tinggi, Peternak Menjerit dan Prustasi, Gerbang Tani Minta Pemerintah Turun Tangan

Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Jambi Eko Waskito. (adz/mpc)

Jambi, Merdekapost.com - Saat ini mayoritas peternak mengalami kerugian dan penurunan harga yang sangat besar. Hal ini disebabkan menurunnya penjualan selama Pandemi Covid-19 dan kenaikan harga pakan yang diberlakukan oleh perusahaan penyedia pakan. Harga pakan ternak dalam 2 bulan terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Kenaikan tersebut menyebabkan banyak peternak frustasi dan bahkan ada yang nekad membuang telur-telur tersebut karena harga jual yang lebih rendah dibanding harga produksi.

Kenaikan harga pakan tersebut sangat didominasi oleh kenaikan bahan baku pakan yang 75%nya adalah impor. Sementara perusahaan pengimpor bahan baku impor tersebut hanyalah beberapa saja, tercatat ada empat besar pengimpor bahan baku yang menguasi pasokan bahan baku impor. 

Ilustrasi peternak sedang menyiapkan distribusi pakan ternak. (ist)

“Keputusan sepihak pabrik pakan menaikkan harga pakan ternak sangat disayangkan. Hal ini menyebabkan kerugian ganda. Kerugian bagi peternak dan juga kerugian bagi upaya pemenuhan gizi yang baik untuk menghilangkan stunting. “ Ujar Idham Arsyad ketum DKN Gerbang Tani.

“Keputusan menaikkan harga pakan, juga bertentangan dengan keputusan Kemendag dan Kemenkeu. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 142/PMK.010/2017 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 tentang Kriteria dan/atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan yang Atas Impor dan/atau Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai telah jelas mengecualikan bahan tertentu dari pajak. Selain itu, juga telah ada Edaran dari Dirjend Perdagangan Dalam Negeri yang memerintahkan pelarangan menaikkan harga pakan.” Ujar Idham dalam rilisnya.

Karena itu DPN Gerbang Tani : 

1. Menolak keputusan pabrik menaikkan pakan ternak karena menyebabkan kerugian para peternak

2. Memohon kepada Menteri Perdagangan untuk membuka akses terhadap pengadaan bahan baku pakan ternak sehingga tidak menyebabkan kelangkaan

3. Memohon KPPU untuk menyelidiki potensi kartel dalam industri pakan peternakan.

Ilustrasi peternak membagikan pakan ternak. sekarang ini dengan naiknya harga pakan membuat para peternak menjadi lesu. (ist) 

Terkait persoalan ini, Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Jambi Eko Waskito juga menyatakan.

Menurutnya, "harus ada intervensi Pihak Pemerintah atas kenaikan pakan ternak, di tambah lagi harga bibit ternak juga ikut naik, disaat negara sedang gencar mendorong inovasi ekonomi skala lokal, disaat itu pula para pengusaha pakan ternak memanfaatkan harga pakan dan bibit ternak,  sehingga petani ternak dan kelompok masyarakat menjadi lesu untuk terlibat dalam UMKM di bidang petani peternak".

Eko juga menghimbau pemerintah pusat dan Pemerintah daerah untuk mendata perusahaan dan kelompok-kelompok masyarakat yang berusaha dibidang penyedia pakan ternak agar ada sinergisitas aksi nyata dalam menyikapi persoalan ini. tutupnya. (hza)

MK Tolak Gugatan Pilbup Bandung, Kemenangan Dadang-Sahrul Gunawan Sah!

Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan saat daftar Pilkada Kabupaten Bandung. (Foto: PKB)

MERDEKAPOST.COM, BANDUNG - Gugatan Pilbup Bandung menjadi salah satu sengketa hasil Pilkada yang diputus Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang pada Kamis (18/3) ini. Pilbup Bandung merupakan salah satu dari 9 gugatan Pilkada yang masuk tahap pembuktian meski melebihi syarat selisih suara antara paslon.

Gugatan itu diajukan paslon nomor 1, Kurnia Agustina dan Usman Sayogi, dengan 511.413 suara. Sedangkan kandidat yang unggul yakni paslon nomor 3, Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan, yang meraih 928.602 suara.

Merujuk Pasal 158 UU Pilkada, seharusnya maksimal selisih suara yang lanjut ke tahap pembuktian sebesar 0,5% atau 8.289 suara. Sedangkan selisih suara keduanya mencapai 417.189 suara atau 25,16%.


Namun pada akhirnya, MK menyatakan gugatan Kurnia-Usman tak dapat diterima. Dengan demikian, kemenangan Dadang-Sahrul Gunawan menjadi sah.

"Mengadili, menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," ujar Ketua MK, Anwar Usman, saat membacakan putusan di ruang sidang, Jakarta.

Suasana jalannya sidang lanjutan uji materi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di ruang sidang pleno Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (10/8). (Foto: ANTARA)

MK sebelumnya menunda penerapan Pasal 158 UU Pilkada karena ingin menggali kebenaran dalil Kurnia-Usman bahwa terjadi kecurangan di Pilkada Bandung. 

Kurnia-Usman mendalilkan terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan paslon Dadang-Sahrul. Dalil kecurangan tersebut seperti politik uang, pembagian sembako, dan mendiskreditkan gender Kurnia Agustina selaku calon Bupati wanita. 

Namun setelah menggelar sidang pemeriksaan saksi-saksi, MK menyatakan dalil-dalil tersebut tidak beralasan menurut hukum. 

"Mahkamah tidak menemukan fakta hukum yang dapat meyakinkan bahwa dalil pemohon berkaitan dengan adanya politik uang, keterlibatan ASN, dan isu mendiskreditkan gender, yang dapat meyakinkan peristiwa yang didalilkan pemohon tersebut benar terjadi. Menurut mahkamah dalil-dalil permohonan pemohon adalah tidak beralasan menurut hukum," ucap Hakim MK, Daniel Yusmic, saat membaca pertimbangan putusan. 

Kolase Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan. Foto: Dok. Istimewa

Seperti dalil Kurnia-Usman yang menyebut adanya politik uang yang dilakukan Dadang-Sahrul melalui program kartu tani, kartu wirausaha, dan kartu ngaji. MK menyatakan tidak menemukan adanya bukti bahwa program-program tersebut diikuti dengan pemberian uang kepada calon pemilih.

"Pihak terkait (Dadang-Sahrul) memang telah menyampaikan atau berkampanye ke masyarakat mengenai visi dan misi jika terpilih yang salah satunya dengan cara membagikan kartu tani, kartu wirausaha, dan kartu ngaji. Namun dalam penyampaian visi misi itu tidak ada bukti kuat yang terungkap dalam persidangan diajukan oleh pemohon, bahwa visi misi pihak terkait dibarengi dengan pemberian sejumlah uang kepada para calon pemilih untuk memengaruhi calon pemilih agar memilih pihak terkait," jelas Hakim Daniel.

"Terhadap bukti di persidangan, contoh kartu tani, kartu wirausaha, dan kartu ngaji tersebut sifatnya sangat sumir dan tidak dapat membuktikan kartu-kartu itu serta merta dapat dikonversi menjadi uang. Karena apabila hal itu sebatas program, implementasi harus dengan persetujuan DPRD," lanjut Hakim Daniel.

Berdasarkan dalil paslon Kurnia-Usman yang tidak beralasan menurut hukum, kata Daniel, MK kembali menerapkan syarat sesuai Pasal 158 UU Pilkada. 

Sehingga permohonan Kurnia-Usman tidak dapat diterima karena tak memenuhi syarat selisih suara antarpaslon. Suara Kurnia-Usman dengan Dadang-Sahrul yang terpaut 25,16% melebihi batas maksimal 0,5%.(adz/kumparan)

Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Ditetapkan Jadi Bupati dan Wabup Kabupaten Bandung

Bupati Bandung terpilih Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Bandung terpilih Sahrul Gunawan. (Ant)

MERDEKAPOST.COM - KPU Kabupaten Bandung resmi menetapkan pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan menjadi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bandung terpilih.

Penetapan tersebut menutup proses Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan penetapan itu tertuang dalam surat keputusan nomor : 18/PL.02.7-Kpt/3204/Kab/III/2021. Agus mengatakan, surat itu segera dikirimkan ke DPRD Kabupaten Bandung untuk proses menuju pelantikan.

"Jadi demikian secara formal tugas dan tahapan KPU sudah selesai," kata Agus Baroya di Soreang Sabtu (20/3), demikian dikutip dari Antara.

Keputusan ini menyusul adanya vonis dari MK terkait gugatan Pilbup Bandung. Dalam putusannya, MK tidak menerima gugatan yang diajukan lawan Dadang-Sahrul Gunawan, yakni Kurnia Agustina dan Usman Sayogi.

Baca Juga Berita Lainnya:

Ketua PKB Kota Jambi Sampaikan Ucapan Duka "Selamat Jalan Sahabat Nuzul Prakasa"

AHY di Ujung Tanduk, Putra SBY Terancam Miskin Digugat Jhoni Allen Rp 55,8 Miliar

Kendati sudah ditetapkan sebagai pemenang, belum diketahui kapan Dadang dan Sahrul akan dilantik. Sebab, pelantikan kewenangan dari Kementerian Dalam Negeri.

"Itu memang di luar tahapan, jadi bukan kewenangan kami, kami sendiri belum tahu (kapan) pelantikannya," kata Agus.

Atas penetapan tersebut Dadang Supriatna mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama KPU dan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Legislator PKB Kerinci, Reno Efendi Ajak Peserta Jambore PKK Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Ditengah Pandemi

"Kami sudah menerima salinannya, dan kami akan menunggu prosesi paripurna dan penetapan dan pelantikan, mudah-mudahan pelantikan bisa secepatnya dilaksanakan," kata Dadang.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak dan masyarakat umum membantu membangun Kabupaten Bandung selama lima tahun ke depan.

"Kita tidak usah bicara ke belakang, sekarang tidak ada pasangan calon satu, dua, dan tiga, tapi yang ada kini masyarakat Kabupaten Bandung," kata Bupati terpilih yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.(adz/kumparan)

Legislator PKB Kerinci, Reno Efendi Ajak Peserta Jambore PKK Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Ditengah Pandemi

 

Merdekapost.com - Anggota DPRD Kabupaten Kerinci Fraksi PKB, Reno menghadiri acara jambore PKK ke-9 tahun 2021 tingkat Kecamatan Kayu Aro Barat, kamis (18/3/2021).

Dalam sambutannya, Reno mengatakan jambore PKK dengan tema 'Kita tingkatkan kinerja kader PKK untuk mendukung menuju Kerinci yang lebih baik' ini, kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama PKK. 

Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang akan berpengaruh besar terhadap kinerja pembangunan dari keluarga yang sejahtera.

"Maka tata kehidupan berbangsa dan bernegara akan dapat melahirkan ketentraman, keamanan keharmonisan dan kedamaian dengan demikian kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tolak ukur Barometer dalam pembangunan," ujarnya.

Reno berharap, sebagai mitra kerja di bidang pemberdayaan masyarakat tim penggerak PKK Kecamatan Kayu Aro Barat beserta jajarannya dari Kecamatan dan pengurus di Desa untuk selalu meningkatkan kemampuan kreativitas inovasinya dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

"Kepada para kepala desa dan Lurah agar senantiasa meningkatkan upaya pembinaan terhadap seluruh kader PKK yang ada di Desa masing-masing serta juga mengingatkan kepada seluruh kader pkk yang hadir bahwa sesuatu kegiatan program tidak hanya selesai setelah waktu kegiatan Tetapi semua kegiatan perlu ditindaklanjuti melalui Pemantauan dan pembinaan begitu seterusnya," paparnya.

Anggota DPRD Kerinci ini berpesan kepada seluruh kader PKK dan peserta Jambore, agar Kegiatan ini dapat dijadikan wadah memupuk kebersamaan dan ajang silaturahmi berbagai Perlombaan yang diadakan sebagai rangkaian acara PKK ini, outputnya yang diharapkan adalah melahirkan keterampilan dan kreativitas yang tinggi dari pada kader, sesuai dengan tema yang diangkat melalui Jambore kader PKK tingkat kecamatan Kayu Aro Barat.

"Semangat ibu-ibu PKK Kecamatan Kayu Aro Barat, walau ditengah pandemi terus aktif, terus kreatif, harus jadi pelopor dan penyemangat para ayah, merawat dan mendidik anak-anak untuk membangun keluarga yang lebih baik," ungkapnya. (064)


Kongres XX PMII di Balikpapan, Gus AMI; PMII Harus Jadi Garda Terdepan Bentengi Kebhinekaan

Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) A Muhaimin Iskandar atau Gus AMI hadiri Kongres XX PMII di Balikpapan, Kalimantan Timur, 17 Maret 2021.(ist/dpppkb/merdekapost.com)

MERDEKAPOST.COM - Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) A Muhaimin Iskandar atau Gus AMI menghadiri Kongres XX PMII di Balikpapan, Kalimantan Timur, 17 Maret 2021.

Dalam sambutannya, Gus AMI yang juga Ketua Umum DPP PKB menyampaikan bahwa PMII memiliki kekuatan yang lebih dibanding organisasi-organisasi lain dalam membentengi kebhinekaan di Indonesia.

“Komitmen kebangsaan PMII harus terus diperkuat. PMII harus menjadi garda terdepan dalam membentengi kebhinekaan,"

PMII turut serta melahirkan reformasi yang spirit utamanya adalah perubahan, perbaikan dan pembaharuan.

Spirit reformasi tersebut, lanjut Gus AMI, telah melahirkan wajah demokrasi yang dinamis dan tumbuh dengan baik, sehingga bisa dinikmati bersama oleh masyarakat Indonesia saat ini.


Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, PMII juga telah meletakkan tonggak sejarah spirit perubahan tersebut melalui berbagai produk gagasan, salah satunya pergerakan arus balik masyarakat pinggiran yang kemudian diadopsi oleh pemerintah dengan konsep membangun dari pinggiran.

Dia juga menyatakan progresifitas PMII selama ini telah melahirkan banyak kader yang turut serta mewarnai kancah perpolitikan nasional, pun demikian di wilayah eksekutif maupun yudikatif.

"Kita semua sudah melihat banyak kader-kader PMII yang mengisi dan turut andil melahirkan pemimpin-pemimpin progresif. PMII juga harus menjadi kunci transformasi bagi SDM yang unggul,"

Puncak acara kongres ini berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, 17-20 Maret 2021. Kongres XX PMII di buka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

(hmsdpp/dpppkb/herizaldi/Merdekapost.com)



Berita Terpopuler


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs