Tumpukan Uang Rp400 Juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Ternyata Pengganti Penipuan Catut Nama Al Haris

Foto tumpukan uang tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial. Uang itu disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.(Adz) 

JAMBI - Foto tumpukan uang Rp400 juta tunai senilai Rp400 juta di Rumah Dinas Gubernur Jambi mendadak viral di media sosial.

Uang tersebut disebut-sebut muncul dalam proses mediasi antara korban penipuan dengan terduga pelaku Titin Marleni yang mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris.

Foto tumpukan uang itu diunggah di Instageam cakapcuap.newsroom pada Selasa (27/5/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam kasus ini, pelaku menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa dengan mencatut nama Gubernur Jambi, Al Haris. Namun, setelah menyerahkan uang, korban jadi seperti yang dijanjikan pelaku.

Terkait tumpukan uang Rp400 juta tersebut, pengacara korban, Putra Tambunan, menuturkan dirinya hadir langsung dalam proses mediasi antara pelaku dan korban yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Mediasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima kuasa hukum dari korban penipuan yang dijanjikan bisa masuk sebagai jaksa.

"Benar, setelah kami menerima kuasa dari korban, tepat pada Minggu itu kami dihubungi tim Pak Gubernur Jambi dan diajak ke rumah dinas untuk proses mediasi," ujar Putra.

Menurut Putra, mediasi difasilitasi langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris sebagai upaya penyelesaian awal antara korban dan pelaku pertama.

Seorang ibu rumah tangga di Jambi, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambi ke Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).(Sumber foto:TribunJambi)

Dalam kesempatan itu, Putra Tambunan mengaku melihat langsung tumpukan uang tunai yang telah disiapkan.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri ada tumpukan uang di rumah dinas. Saya ikut menghitung, jumlahnya Rp400 juta,” kata Putra.

Putra menyebut, dari tim kuasa hukum korban hadir dua orang saat mediasi berlangsung.

Dia mengapresiasi sikap Gubernur Al Haris yang bersedia memfasilitasi pertemuan tersebut demi membantu korban mendapatkan kejelasan.

Lapor ke Polisi

Seorang ibu rumah tangga, Halatun (50) melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang mencatut nama Gubernur Jambike Polda Jambi, Jumat (22/5/2026).

Dalam laporannya, Halatun mengaku mengalami kerugian hingga Rp115 juta setelah diajak berinvestasi oleh terlapor bernama Titin Marleni.

Halatun datang membuat laporan didampingi kuasa hukumnya.

Ia menyebut awalnya ditawari untuk ikut dalam proyek pengadaan barang rumah dinas Ketua DPRD Merangin.

Menurut Halatun, terlapor meyakinkannya untuk menanamkan modal dengan menyebut memiliki kedekatan dengan pejabat penting di Jambi.

“Dia meyakinkan saya untuk berinvestasi kepada dia dengan membawa-bawa kedekatan dia dengan gubernur,” kata Halatun usai membuat laporan.

Halatun menjelaskan beberapa kali melakukan transfer uang kepada terlapor.

Transfer pertama dilakukan sebesar Rp50 juta, kemudian berlanjut Rp30 juta, Rp15 juta dan terakhir Rp20 juta.

“Total kerugian saya Rp115 juta,” ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, Halatun mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan agar uangnya dapat dikembalikan.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga ia memilih menempuh jalur hukum.

Untuk diketahui, laporan terhadap Titin Marleni disebut bukan kali pertama.

Sebelumnya, terdapat korban lain yang mengaku menjadi korban penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan ASN hingga penerimaan jaksa.

Baca Juga: Pengusaha Cafe dan Billyard di Sungai Penuh-Kerinci di Laporkan ke Polisi, Dugaan Penipuan Berkedok Investasi

Belakangan, kasus tersebut diketahui berakhir damai setelah adanya pengembalian uang kepada korban.

Halatun berharap persoalan yang dialaminya juga dapat diselesaikan dengan pengembalian uang miliknya.

“Kami dengar bahwa ada perdamaian yang dibantu oleh bapak gubernur. Saya juga berusaha mencari keadilan. Saya berharap ada perhatian juga dari pak gubernur,” pungkasnya.

Pekan lalu, terkait penipuan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, membantah adanya istilah "jatah gubernur" yang sempat dijanjikan TT kepada sejumlah korban.

Ia menegaskan tindakan pelaku TT merupakan perbuatan pribadi.

"Terkait perdamaian di rumah dinas, saya tidak tahu. Tempatnya saya tidak tahu, harinya saya tidak tahu. Itu urusan pribadi si TT dengan korban,” ujarnya.

Ariansyah menambahkan, Gubernur Jambi sama sekali tidak terkait dengan praktik penipuan tersebut.

Menurutnya, nama Al Haris dicatut tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pihak Pemerintah Provinsi Jambi.(*Sumber: TribunJambi.com/doc.cakapcuap.newsroom) 

Inilah Sederet Keuntungan Kehadiran Kodam Baru di Jambi: Keamanan dan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Jambi, Al Haris menyerahkan hibah lahan untuk pembangunan markas Kodam baru di Provinsi Jambi.(Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) mandiri di Provinsi Jambi tidak sekadar mengenai perluasan struktur organisasi militer.  

Kehadiran markas komando teritorial baru ini diproyeksikan akan membawa keuntungan multi-sektoral yang masif, mulai dari penguatan sistem pertahanan, percepatan penanganan bencana, hingga pemicu roda ekonomi hilir masyarakat daerah. 

Guna memuluskan langkah besar ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah resmi menyerahkan hibah lahan bersertifikat seluas 13,408 hektare. 

Lokasinya berasa di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi kepada Korem 042/Gapu, Jumat (22/5/2026).  

Baca Juga: Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Penyerahan aset ini disaksikan langsung oleh Pangdam Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P, M.M. 

Tidak tanggung-tanggung, Pemprov Jambi juga mengucurkan dana hibah Rp2,5 miliar untuk pembangunan dan pengawasan teknis rumah dinas pimpinan Korem sebagai fasilitas penunjang awal.

Akselerasi Penanganan Karhutla dan Konflik Lahan 

Salah satu keuntungan paling konkret dari berdirinya Kodam Jambi adalah terpangkasnya birokrasi kendali operasional saat terjadi situasi darurat di lapangan.  

Karakteristik wilayah Jambi yang kerap menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kerawanan konflik agraria memerlukan respons cepat dari aparat keamanan. 

Gubernur Jambi, Al Haris, menekankan bahwa status Jambi sangat layak ditingkatkan menjadi Kodam mengingat banyaknya tugas-tugas strategis teritorial yang harus dihadapi. 

Menurutnya, kesiapan lahan yang diserahkan ini menjadi bukti sukacita dan keseriusan pemerintah daerah agar jajaran petinggi TNI pusat tidak ragu untuk segera mematangkan keputusan tersebut. 

Hal senada diamini oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada.  

Ia menegaskan bahwa pembentukan Kodam Jambi akan secara otomatis memotong rantai komando.

Efeknya, koordinasi keamanan, pengendalian wilayah, hingga mobilisasi pasukan saat penanganan bencana alam dapat berjalan jauh lebih efektif, taktis, dan cepat tanpa harus menunggu instruksi dari markas komando provinsi tetangga.

Dampak Ekonomi dan Lompatan Infrastruktur Baru 

Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah efek domino (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.  

Pembangunan markas militer skala besar dipastikan akan memicu pertumbuhan kawasan baru di sekitar titik lokasi pertahanan. 

“Dengan dibangunnya KODAM Jambi nanti, kita optimis bahwa peran strategis TNI di Provinsi Jambi akan semakin optimal. Tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, serta pembangunan yang berkelanjutan." 

"Keberadaan KODAM Jambi juga diharapkan memberikan multiplier effect yang positif. Pembangunan fasilitas militer tentu akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan konektivitas wilayah, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan tersebut,” ujar Gubernur Al Haris.

Peluang Emas Konektivitas Lintas Trans Sumatera 

Melihat besarnya potensi keuntungan ini, Pemprov Jambi bahkan sudah bergerak mencari lahan alternatif cadangan di koridor Mendalo-Pijoan.  

Lokasi ini dibidik karena dinilai jauh lebih strategis di masa depan, mengingat posisinya berada di sekitar pintu keluar (exit) jalan tol Trans Sumatera rute Jambi-Merlung yang sedang digarap tahun ini. 

Jika kelak titik utama Kodam atau fasilitas militer seperti Resimen Induk Kodam (Rindam) berdiri di sana, Jambi akan memiliki integrasi pertahanan yang terhubung langsung dengan urat nadi transportasi logistik Sumatera.  

Ditambah lagi, rencana ini berjalan simultan dengan persiapan lahan Pangkalan Udara (Lanud) untuk mengimbangi target peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional. 

Menutup arahannya, Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan rasa bangganya atas atensi luar biasa dari Pemprov Jambi terhadap kesejahteraan prajurit.  

Ia menyebut rencana strategis TNI AD pada tahun 2027 memang mengagendakan penambahan empat Kodam baru, dan dengan modal kesiapan ini, Jambi menjadi kandidat terkuat yang siap melompat maju menuju wilayah yang lebih aman dan mandiri. 

Kodam Baru di Jambi

Kehadiran Kodam baru di Jambi diproyeksikan membawa keuntungan multi-sektoral masif.

Rantai komando terpotong, percepat respons penanganan karhutla dan konflik lahan.

Infrastruktur militer memicu multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi sekitar.

Lahan alternatif disiapkan dekat exit tol guna integrasi taktis Trans Sumatera.

Pemprov kucurkan tanah 13,4 hektare dan Rp2,5 miliar demi kejar target jatah Kodam 2027.

(Adz)

Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut. Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Istimewa) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI – Langkah Provinsi Jambi untuk memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri kini semakin dekat. 

Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dengan menghibahkan lahan seluas 13,4 hektare guna mempercepat realisasi pembentukan markas Kodam tersebut.

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. 

Momentum bersejarah ini disaksikan langsung oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, pada Jumat (22/5/2026).

Lahan yang diserahkan tersebut dipastikan telah memiliki sertifikat resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jambi. 

Letaknya dinilai sangat mumpuni dari sisi taktis, yakni berada tepat di depan pangkalan SPN Polda Jambi, kawasan Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan bahwa penyediaan lahan seluas kurang lebih 13,5 hektare ini merupakan langkah awal persiapan Jambi menuju pembentukan Kodam. 

Posisi lahan tersebut dinilai sangat strategis lantaran berhadapan langsung dengan SPN, serta dikelilingi oleh kompleks pendidikan dan kawasan perkantoran.

Tidak berhenti di situ, Al Haris membeberkan Pemprov Jambi saat ini tengah bergerak mencari lahan alternatif di koridor Mendalo-Pijoan yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan pertahanan masa depan. 

Kawasan tersebut dinilai krusial karena terhubung langsung dengan akses jalan tol Jambi-Merlung-Rengat.

Jika kelak kawasan itu berkembang menjadi persimpangan perlintasan utama, keberadaan Kodam di sana akan menjadi sangat strategis. 

Sementara itu, lahan di Pondok Meja yang diserahkan saat ini nantinya dapat dialihkan fungsinya untuk pembangunan Resimen Induk Kodam (Rindam) atau fasilitas militer pendukung lainnya. 

Beriringan dengan rencana tersebut, pemerintah daerah juga mulai membidik lahan untuk pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) guna mengimbangi target peningkatan status bandara Jambi menjadi bandara internasional.

Target Realisasi 2027 dan Respons Positif TNI

Proses penyerahan aset daerah ini diresmikan melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin.(Ist)

Al Haris menaruh harapan besar agar pada tahun 2027 mendatang, Jambi sudah masuk dalam daftar perencanaan pembentukan Kodam baru sesuai skema strategis TNI Angkatan Darat. 

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan institusi TNI demi mempercepat proyek ini, yang diyakini mampu mendongkrak pelayanan keamanan serta membantu kebutuhan masyarakat secara maksimal.

Langkah responsif Pemprov Jambi ini menuai apresiasi tinggi dari pimpinan TNI. 

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku sangat terkejut sekaligus terharu atas atensi besar yang diperlihatkan pemerintah daerah terhadap pengembangan satuan TNI.

Arief Gajah Mada mengaku sangat terkejut dan berterima kasih kepada Gubernur atas pemberian lahan yang dinilai sangat bagus dan strategis tersebut. 

Dokumentasi hibah ini akan segera dilaporkan ke Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sebagai bagian dari rencana pengembangan instansi.

Peluang Emas Penambahan Kodam Baru

Berdasarkan cetak biru rencana strategis TNI AD pada tahun 2027, memang akan dilakukan penambahan empat Kodam baru di seluruh Indonesia, dan Jambi menempati posisi peluang yang sangat besar. 

Arief Gajah Mada optimistis jika Kodam Jambi resmi berdiri, maka rantai komando pertahanan, koordinasi keamanan, hingga penanggulangan bencana alam di daerah akan berjalan jauh lebih cepat dan efisien.

Di akhir pertemuan, Pangdam kembali menegaskan rasa bangga dan harunya atas kepedulian Al Haris yang tidak hanya menghibahkan lahan, tetapi juga merencanakan perbaikan rumah dinas serta fasilitas penunjang bagi para prajurit TNI. 

Sinergi ini diharapkan terus kokoh demi mewujudkan Jambi yang maju dan aman.(*)

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate

Wujud Nyata Perang Melawan Narkoba, Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi dan Ribuan Cartridge Etomidate.(Istimewa)

JAMBI | MERDEKAPOST.COM – Polda Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia terkait pemberantasan narkoba dengan memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus jaringan lintas provinsi, Kamis (21/5/2026).

Pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman Mapolda Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Gubernur Jambi Al Haris, unsur Forkopimda, Kajati Jambi, TNI, BNN Provinsi Jambi, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, akademisi, pimpinan perbankan, perwakilan mahasiswa hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Pada kegiatan tersebut digelar juga deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama sabagai bentuk komitmen seluruh elemen dalam memerangi peredaran narkotika.

Barang bukti yang dimusnahkan

Dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tiga laporan polisi dengan total enam orang tersangka. Barang bukti narkotika yang dimusnahkan meliputi sabu seberat 20.378,169 gram atau sekitar 20 kilogram, 20.237 butir ekstasi dengan berat sekitar 9,1 kilogram, serta 1.970 cartridge etomidate (CE) sebanyak 4.332,5 mililiter.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba dilakukan pengujian keasliannya oleh tim Biddokkes Polda Jambi dengan mengambil sampel yang dipilih secara acak oleh Gubernur Jambi, forkopimda, LSM dan perwakilan media. Sebelumnya seluruh barang bukti Narkoba tersebut telah diuji juga keasliannya oleh Tim Labfor Polri Polda Sumatera Selatan. Pemusnahan dilakukan menggunakan metode aman dan ramah lingkungan, di mana sabu, ekstasi dan etomidate dibakar menggunakan insinerator tertutup agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.

Prosesi pemusnahan diawali secara simbolis dan dipilih oleh Gubernur Jambi, Kapolda Jambi serta unsur Forkopimda sebagai bentuk transparansi dan komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkotika di Provinsi Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba bukan sekadar agenda seremonial, namun menjadi simbol nyata perjuangan panjang melawan ancaman narkotika yang merusak generasi bangsa.

Gubernur Jambi Al Haris ikut hadir dalam kegiatan pemusnahan BB narkoba di Mapolda Jambi.(Ist)

“Di balik setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan hari ini, terdapat potensi kerusakan yang sangat besar terhadap masa depan anak-anak bangsa, kehancuran keluarga, hingga hilangnya harapan generasi muda,” ujarnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa peredaran gelap narkoba merupakan ancaman serius yang kerap terhubung dengan jaringan kejahatan terorganisir lintas wilayah bahkan lintas negara sehingga membutuhkan penanganan bersama secara serius dan berkelanjutan.

“Polda Jambi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, media hingga masyarakat luas untuk bersama-sama memerangi narkoba,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi atas dedikasi dan konsistensinya dalam mengungkap jaringan narkotika di wilayah Jambi.

“Pemberantasan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Penegakan hukum penting, namun pencegahan, edukasi dan pemberdayaan masyarakat juga harus diperkuat agar generasi muda Jambi terlindungi dari bahaya narkoba,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menciptakan Provinsi Jambi yang bersih dari narkoba melalui berbagai program preventif, termasuk pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar mengatakan bahwa Polda Jambi menjadi leading sector dalam membangun kekompakan dan sinergisitas bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan narkoba.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Jambi dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait pemberantasan narkoba. Kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika di Provinsi Jambi,” ujar Kapolda Jambi.

“Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu Polda Jambi akan terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda, BNN, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga generasi muda agar tercipta Jambi yang aman dan bersih dari narkoba,” tutupnya.

Sementara itu Kapolda Jambi melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak takut melaporkan ke layanan 110 apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.” ujar Kabid Humas.(Adz/humas)

Al Haris Ungkap Dukungan Kemenhub Wacana Jalur Kereta Api Batu Bara Jambi Rute Bungo-Sarolangun-Kemingking

Gubernur Jambi Al Haris melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).  Dia mengungkap rencana pembangunan jalur kereta api batu bara Bungo-Sarolangun-Kemingking Muaro Jambi. (Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Wacana jalur kereta api (KA) batu bara di Provinsi Jambi rute Bungo-Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking, Kabupaten Muaro Jambi, sampai ke Kementerian Perhubungan.

Gubernur Jambi Al Haris melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan jalur kereta api batu bara rute Bungo-Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking, Kabupaten Muaeo Jambi.

"Jalur kereta api batu bara rute Bungo, Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking," ujar Al Haris, Gubernur Jambi. 

Haris menyampaikan pembangunan jalur kereta api batu bara menjadi langkah strategis untuk mendukung kelancaran distribusi hasil tambang di Provinsi Jambi.

Langkah itu sekaligus menekan biaya logistik perusahaan tambang.

"Bersama Dirjen Perkeretaapian membahas rencana untuk membangun kereta api batu bara rute Bungo, Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking. Langkah ini memiliki peluang karena pembangunan kereta api Trans Sumatera menjadi program Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Pembangunan jalur kereta api, kata Al Haris, juga diharapkan mampu mengurangi beban angkutan batu bara di jalan raya serta meningkatkan efisiensi transportasi logistik di daerah.

Dukungan dari Kementerian Perhubungan menjadi sinyal positif bagi percepatan realisasi proyek strategis tersebut.

“Kemenhub mendukung dan mereka siap berkolaborasi dengan Pemprov Jambi mewujudkan pembangunan kereta api batu bara di Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan jalur kereta api batu bara dapat menjadi bagian dari penguatan konektivitas dan pengembangan infrastruktur transportasi di Sumatera, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Wacana Rel Kereta Api di Jambi Pernah Mengemuka

Pada 2018, wacana pembangunan rel kereta Api Trans Sumatera di Jambi pernah mengemuka.

Saat itu, selain jalur Jambi-Palembang, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi pernah menyampaikan pembangunan jalur Jambi-Rengat.

Pernah disebutkan bahwa pembangunan rencananya dimulai pada 2019.

Penetapan trase telah dilakukan oleh kementerian. Sesuai dengan studi detail engineering design (DED) jalur kareta api yang disiapkan sesuai trase Jambi- Pekanbaru melaui Rengat sepanjang 224 Km.

Namun, koordinat trase yang DED ditetapkan  hanya sepanjang 120 Km. Artinya, itu ada  kekurangan 104 Km.

Kala itu, rencananya ada 12 stasiun kareta api antara Jambi dengan Rengat. 

Sedangkan untuk  pola operasi untuk trase dan DED pembangunan jalur kareta api lintas Jambi dengan Rengat di Sumatra antara Stasiun Pematang  Gajah sampai dengan Stasiun Batang Asam. (*)

Gubernur Al Haris Sebut Program MBG Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi kekuatan baru yang tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara nyata.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (2/5/2026). Forum ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari kepala SPPG, mitra, yayasan, pengawas gizi, hingga pelaku lapangan dan juru masak.

Di hadapan peserta, Al Haris memaparkan capaian konkret program MBG di Jambi. Hingga saat ini, terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 173 unit telah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.

Baca Juga: Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mengalami kekurangan gizi. Namun dampaknya tidak berhenti di situ, tetapi merambah ke sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menilai, kehadiran program MBG telah menciptakan perubahan pola ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil. Produk-produk lokal kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

“Dulu banyak hasil produksi kita dijual keluar daerah. Sekarang, dengan adanya MBG, cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha,” katanya.

Baca Juga: Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Ia menegaskan bahwa program ini menciptakan efek domino ekonomi, di mana rantai pasok mulai dari produksi hingga distribusi ikut bergerak.

Namun di sisi lain, Al Haris juga mengingatkan adanya tantangan serius, khususnya pada sektor pangan. Ia menyebut, saat ini Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara sisanya masih harus dipasok dari luar daerah.

“Kita harus meningkatkan produksi, terutama beras. Ini penting agar kebutuhan program bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri,” tegasnya.

Di tengah tantangan tersebut, Al Haris melihat program MBG telah membuka peluang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Ribuan masyarakat kini terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari dapur produksi, distribusi bahan pangan, hingga jasa pendukung lainnya.

“Kita ingin program ini membawa kebahagiaan bagi semua. Bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola, petugas lapangan, hingga pelaku usaha,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan, sebanyak 446 ribu penerima manfaat telah terdata di Jambi, dengan 545 supplier yang terlibat dalam rantai pasok program.

Setiap harinya, sekitar Rp7,2 miliar anggaran berputar di daerah. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil. Secara keseluruhan, program ini telah menyerap sekitar 9.635 tenaga kerja.

Bagi Al Haris, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai indikator bahwa MBG mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di Jambi.

Bacaan Lainnya:

Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi bagaimana kita membangun ekonomi dari bawah, dari dapur ke desa, dari petani ke pasar,” katanya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya menjaga agar manfaat ekonomi dari program ini tetap berada di dalam daerah. Ia mendorong seluruh pihak untuk memperkuat rantai pasok lokal agar tidak bergantung pada daerah lain.

Dengan konsolidasi yang terus dilakukan dan dukungan lintas sektor, Al Haris optimistis program MBG akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan Jambi ke depan.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini kini tidak hanya memberi makan—tetapi juga menghidupkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan perlahan mengubah wajah kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)

Gubernur Al Haris Tinjau dan Serahkan Bantuan Korban Terdampak Banjir Sarolangun

  

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban terdapak banjir yang melanda sejumlah wilayah, Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis Desa Lubuk Resam Ilir, Kecamatan Cerminan Gedang  Kabupaten Sarolangun, Sabtu (02/05/2026).

Banjir bandang melanda Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak sepekan  mengakibat luapan Sungai Batang Asai naik  karena curah hujan tinggi. Sebanyak 26 desa di beberapa kecamatan terdampak, dan sebanayak  1.552 rumah  masyarakat yang terendam dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga lebih. Banjir juga menyebabkan satu jembatan roboh. 

Gubernur Al Haris  meninjau lokasi banjir untuk. memastikan percepatan penanganan dampak bencana dan menyerahkan bantuan darurat langsung kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (beras, makanan), perlengkapan sandang/selimut. Fokus utama adalah memastikan keamanan warga dan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Gubernur Al Haris sampaikan ucapan rasa prihatin yang mendala atas musibah banjir melanda daerah disarolangun ini, " musibah seperti ini, itu Allah yang mengatur semuanya tapi juga faktor manusia juga, ada andilnya yang hutannya ditebang, sungai nya sudah mendengkal dan sebagainya, ini juga masalah kita semuanya, karena itu sekarang kita ambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi yang ada di lapangan," ucap gubernur Al Haris 

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” lanjut Gubernur Al Haris 

" Mulai banjir disarolangun ini saya terus pantau , juga BPBD Provinsi Jambi dan Dinas Sosial catatan sipil provinsi Jambi sudah turun dilapangan untuk memantau dan kondisikan termasuk mengevalusi keluarga yang terdampak banjir." Sambung Gubernur Al Haris.

Dikatakan Gubernur Al Haris dalam kondisi pasca banjir adanya beberapa penyakit, itu Perlu kita waspadai, juga troma bagi kita semua apa lagi anak anak," pada saat paska banjir, kita perlu waspada dengan adanya penyakit, bersama kita atasi permasalahan , mulai dari rumah yang basah, perbaikan rumah yang hanyut, perlu kita baikan bersama sama baik pemerintah provinsi juga kabupaten Sarolangun," kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris, mintak bupati Sarolangun untuk mendata semua rumah yang terdampak banjir juga jembatan yang roboh agar segera bisa kita tangani bersama," saya minta Bupati segera buatkan surat keprovinsi boleh segera kita tangani bersama, apalagi ada jembatan yang putus, ini bagai mana anak anak kita kesekolah, mari bersama kita kerjakan, Pinta Gubernur Al Haris. 

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi   secara simbolis  Paket sembako 

1. Indomie 10 bungkus

2. Sarden 1 kaleng

3. Minyak 1 liter

4. Kecap 1 botol

5. Teh celup 1 kotak

6. Gula pasir 1 kg

Beras 600 kilo, 60 bungkus

Dari BPBD Provinsi Jambi Mei Instan 2.200 Kotak, sarden 24 Kaleng, minyak goreng 24, Gula pasir 60 bungkus, kopi 25 kotak, teh 48 kotak, makanan bayi 22 kotak, Family kit 20 Kotak dan Matras 30 lembar, Air mineral 225 dus.

Ditempat yang sama Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan, ucapan terima kasih kepada gubernur Al Haris, dimana kita tahu bersama begitu padat acara beliau dijambi dengan banyaknya kedatangan Mentri kejambi, beliau masih menyempatkan diri melihat secara langsung kondisi kita disini. Dengan membawa bantuan untuk masyarakat di Sarolangun. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Al Haris, 

Hurmin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari langkah penanganan yang komprehensif pasca bencana. “Kami ingin memastikan kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus merumuskan langkah terbaik ke depan agar penanganan banjir ini lebih efektif,” ujarnya.

Gubernur Al Haris didampingi Bupati Sarolangun Hurmin dan Forkompinda Sarolangun, Kepala Dinas Sosial catatan sipil Edi Kusmiran, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyumi  Dalinasyah Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta para tokoh masyarakat Sarolangun. (*)

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

PAN - Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Daftar nama DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang baru saja dilantik.

Pelantikan ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpindan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi digelar pada Kamis (30/4/2026) di Abadi Convention Center Kota Jambi.

Pelantikan ini dihadiri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPP PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno, Viva Yoga serta anggota DPR RI Uya Kuya, H. Bakri dan pengurus DPP.

PAN Provinsi Jambi ditargetkan bisa meraih 3 polisi kepala daerah pada Pilkada mendatang.

Berikut nama-nama Ketua dan DPD PAN Provinsi Jambi :

Ketua DPW : Al Haris (Gubernur Jambi)

Sekretaris: Madian Saswadi

Bendahara: Pit Arzuna

Ketua DPD DPD Kabupaten dan Kota :

- Tanjab Barat: Anwar Sadat (Bupati Tanjab Barat)

- Tanjab Timur: Asnawi

- Muaro Jambi: Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

- Kota Jambi: Maulana (Wali Kota Jambi)

- Batanghari: Firdaus Fattah

- Sarolangun: Tedy Irawan

- Merangin: Al Hanim Assodiqi

- Bungo: Dedy Putra (Bupati Bungo)

- Tebo: Suryadi

- Kerinci: Monadi (Bupati Kerinci)

- Sungai Penuh: Alvin (Wali Kota Sungai Penuh). (*)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs