Kompak, Bupati Monadi dan Dandim Eko Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning

Kompak, Bupati Monadi dan Dandim Letkol Eko Siswanto Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning (Renah Pemetik). (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berkomitmen untuk memperkuat konektivitas wilayah. Hal itu terlihat saat Bupati Kerinci, Monadi bersama Dandim Kodim 0417/Kerinci, Letkol Eko Siswanto yang secara resmi membuka kegiatan perbaikan dan pembangunan jalan penghubung Desa Pungut Mudik – Sungai Kuning, pada Kamis (16/4/2026).

Pembangunan jalan sepanjang 26 kilometer ini dimulai dari Desa Pungut Mudik, melewati Desa Pasir Jaya, Lubuk Tabun hingga Desa Sungai Kuning di wilayah Kecamatan Siulak Mukai.

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR, karya bakti TNI Kodim 0417/Kerinci, serta dukungan Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya Novefry Handayani, Plt. Camat Siulak Mukai Mountri Friadi, serta para kepala desa di wilayah yang dilalui pembangunan jalan tersebut.

Terjang Lumpur dan Hujan, Bupati Monadi Bersama Dandim Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Ist) 

Menariknya, kehadiran Bupati Kerinci Monadi bersama Dandim Eko Siswanto dan rombongan menuju lokasi kegiatan mendapat perhatian masyarakat. Rombongan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut serta harus melewati medan jalan yang cukup berat dan berlumpur.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat rombongan untuk hadir langsung di lokasi kegiatan. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh masyarakat setempat yang telah menunggu sejak pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi prioritas penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan jalan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses antarwilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendorong peningkatan ekonomi desa. Kami juga sangat mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, TNI, dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam kegiatan ini,” ujar Monadi.

Sementara itu, Dandim Kodim 0417/Kerinci, Letkol Eko Siswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari karya bakti TNI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Terjang Lumpur dan Hujan, Bupati Monadi Bersama Dandim Buka Akses Jalan 26 Km Pungut Mudik-Sungai Kuning.(Doc/Istimewa)

"Melalui kegiatan karya bakti ini, TNI hadir membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di wilayah Pungut Mudik hingga Sungai Kuning,” ungkapnya.

Dengan dimulainya pembangunan jalan tersebut, masyarakat di tiga desa yang dilalui proyek diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa akses transportasi yang lebih mudah, peningkatan distribusi hasil pertanian, serta terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah provinsi seperti ini dapat terus diperkuat demi mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/Adv)

Jelang Lebaran, Kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera Semakin Memprihatinkan

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Kondisi Jalan Lintas Timur yakni dari Jambi-Betung- Palembang kian memprihatinkan.

Mendekati musim mudik Idul Fitri 1447 H/2026, ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama di kilometer 16 hingga Kilometer 65 sampai Sungai Lilin - Bayung Lincir.

Sebagai jalan nasional dan urat nadi distribusi logistik kondisi jalan dihiasi banyak lubang besar, gelombang aspal, hingga bekas galian yang belum dituntaskan.

Kerusakan yang telah berlangsung hampir dua tahun terakhir ini disebut-sebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

Dalam sepekan terakhir saja, dilaporkan terjadi tiga kecelakaan di titik berbeda. Seorang sopir truk, Ardy, mengungkapkan kecelakaan kerap melibatkan kendaraan besar seperti fuso dan tronton di Km 64.

Baca Juga: 224 Milyar untuk 88 KM Batang Asai-Pelalawan, Gubernur Jambi Ingatkan Pengawasan Muatan Kendaraan

Sementara di Km 24, kecelakaan sepeda motor juga sering terjadi. Tidak jarang pula mobil terbalik dan terguling akibat menghindari lubang.

“Hampir setiap hari ada kecelakaan. Ini bukan semata faktor kelalaian pengemudi, tapi juga kondisi jalannya. Tiga minggu terakhir saja sudah delapan kejadian. Ini sangat membahayakan, apalagi nanti saat arus mudik mulai padat,” ujarnya.

Tingginya volume kendaraan berkapasitas besar, termasuk truk logistik dan kendaraan over dimension over load (ODOL), semakin memperparah kerusakan.

Selain itu, kualitas aspal yang dinilai kurang maksimal diduga membuat jalan cepat rusak kembali.

Dampaknya tidak hanya pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga terhadap distribusi barang.

Bacaan Lainnya:

Kasus Raibnya Saldo Nasabah, Dirut Bank Jambi Jalani Pemeriksaan Polda Jambi

Antrean di Bank 9 Jambi Membludak Dimana-mana, Didominasi ASN, Warga: Jangan Suruh Kami Tenang, Carikan Solusinya!

Waktu tempuh kendaraan logistik menjadi lebih lama karena pengemudi harus memperlambat laju kendaraan demi menghindari lubang dan permukaan jalan yang tidak rata.

Padahal, ruas ini merupakan jalur strategis penghubung antarwilayah di Sumatera, termasuk menuju Jambi dan daerah sekitarnya.

Ardy menambahkan, pada akhir 2025 lalu sempat dilakukan perbaikan di sejumlah titik setelah kondisi jalan tersebut viral di media sosial. Namun, perbaikan dinilai belum menyeluruh.

“Memang sempat diperbaiki sekitar November–Desember, tapi hanya sebagian. Bahkan ada titik yang sudah digali tapi belum diaspal kembali. Itu justru makin membahayakan,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam, terlebih menjelang lonjakan arus mudik 2026. (*)

Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru 88 KM, Gubernur Resmikan Akses Impian Warga Puluhan Tahun

Senyum warga Batang Asai saat Penandatanganan prasasti diresmikannya jalan Batang Asai-Simpang Pelalawan yang dilakukan Gubernur Jambi disaksikan Bupati Sarolangun.(Ist)

Sarolangun, Merdekapost - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos,M.H menandatangani prasasti peresmian Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai sepanjang lebih kurang 88 kilometer.

Penandatanganan dilaksanakan di Masjid Jami’ Al Muhajirin, Pasar Gerabak, Desa Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jumat (27/02/2026).

Peresmian tersebut menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Batang Asai yang selama puluhan tahun mendambakan akses jalan yang layak, aman, dan nyaman.

Kehadiran Gubernur Al Haris didampingi Bupati Sarolangun Hurmin dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalan strategis tersebut tepat waktu sehingga kini dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah, saya berangkat pukul tujuh pagi dari Jambi dan masih bisa menunaikan salat Jumat disini. Perjalanan lancar, ini bukti jalan sudah sangat baik dan selesai tepat waktu,” ujar Gubernur.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa setelah pembangunan tuntas, fokus selanjutnya adalah memastikan pemeliharaan berjalan optimal, terutama pada titik-titik rawan.

Komitmen Pemerintah Tuntaskan Pekerjaan yang Belum Selesai

Menurut Gubernur Al Haris, pembangunan Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk menuntaskan pekerjaan lama yang sebelumnya dilakukan secara bertahap namun belum menyeluruh.

"Dengan penanganan secara terpadu hingga selesai, akses konektivitas kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Gubernur Al Haris  juga menegaskan bahwa Batang Asai memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh penting Jambi dan nasional.

Karena itu, pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari penghargaan atas kontribusi daerah tersebut bagi Provinsi Jambi.

Dengan terbukanya akses yang lebih baik, Gubernur Al Haris mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Kelancaran distribusi hasil produksi diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Batang Asai.

Hurmin: Mari Kita Jaga dan Rawat dengan Semangat Gotong Royong

Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam merealisasikan pembangunan jalan dengan total anggaran sekitar Rp244,56 miliar yang dialokasikan selama tiga tahun anggaran.

Menurutnya, kehadiran jalan tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan, serta memangkas waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam menjadi sekitar dua jam perjalanan.

Hurmin juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan melalui semangat gotong royong, termasuk menjaga kebersihan bahu jalan dan mendukung pengawasan kendaraan bertonase tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama masyarakat Batang Asai mengucapkan terima kasih dan doa agar Gubernur Al Haris senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melanjutkan pembangunan demi kemajuan Provinsi Jambi dan kesejahteraan masyarakat," ucap Bupati. (*)

Jalan Provinsi Dikerok Tanpa Kejelasan, Warga Terancam Kecelakaan

Jalan Provinsi Dikerok Tanpa Kejelasan, Warga Kerinci–Sungai Penuh Terancam Kecelakaan

Kerinci, Merdekapost.com – Kondisi jalan provinsi yang membentang di wilayah Kabupaten Kerinci hingga Kota Sungai Penuh menuai keluhan keras dari masyarakat.

Pasalnya, ruas jalan yang telah dikerok justru dibiarkan terbuka tanpa perbaikan lanjutan, menciptakan permukaan jalan yang tidak rata dan membahayakan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan aspal yang telah dikupas meninggalkan cekungan cukup dalam di beberapa titik.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Baca Juga:

Dandim 0417/Kerinci Tekankan kepada Anggota agar Bijak Bermedsos dan Jauhi Kegiatan Ilegal

Wako Alfin Serahkan Sembako Ramadhan dan Bantuan Renovasi Rumah Baznaz

Hukum Adat Masuk KUHP Baru, LAM Jambi-Aparat Penegak Hukum Godok Aturan Perda

Situasi semakin diperparah saat malam hari. Minimnya penerangan jalan umum membuat bekas kerukan sulit terlihat, sehingga pengendara kerap tidak sempat menghindar.

Warga menilai, pengerjaan jalan tanpa manajemen keselamatan yang jelas adalah bentuk kelalaian yang serius.“Siang saja sudah rawan, apalagi malam. Jalan gelap, tahu-tahu motor sudah masuk lubang,” keluh salah satu warga setempat.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Dalam kurun waktu dua hari pasca pengerokan, tercatat dua kasus kecelakaan terjadi di Desa Koto Iman. Korban dilaporkan mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan perawatan medis.

Warga mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Menurut mereka, pengerokan jalan seharusnya diikuti dengan perbaikan cepat atau setidaknya dilengkapi rambu peringatan disetiap titik serta penerangan sementara.

“Kalau memang belum bisa diaspal, minimal dipasang tanda bahaya disetiap titik. Jangan biarkan masyarakat jadi korban,” tegas warga lainnya.

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh mendesak pemerintah provinsi segera mengambil tindakan tegas, baik dengan mempercepat perbaikan jalan maupun mengevaluasi pihak kontraktor yang dinilai abai terhadap keselamatan publik.

Jalan provinsi adalah urat nadi aktivitas warga, bukan jebakan maut yang dibiarkan menganga.(adz)

Edi Purwanto Desak Kementerian PUPR Bangun Jalur Dua Mendalo, Begini Tanggapan Presiden BEM UNJA


Edi Purwanto Desak Kementerian PUPR Bangun Jalan Dua jalur di Mendalo, Begini Tanggapan Presiden BEM UNJA M Zaki. (istimewa)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM — Anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan perhatian khusus dan mempercepat pembangunan jalan dua jalur di kawasan Mendalo, Muaro Jambi. Desakan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian PUPR.

Edi menegaskan bahwa kondisi Mendalo yang semakin padat tidak hanya memicu kemacetan parah, tetapi juga mengancam keselamatan puluhan ribu mahasiswa dan masyarakat sekitar.

“Saya minta atensi dari Kementerian PUPR. Jalan Mendalo harus segera dibuat dua jalur, demi keselamatan ribuan mahasiswa dan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses ini,” ujar Edi Purwanto.

Baca Juga: Bakal Ada yang Unik dan Menarik Saat Festival Kerinci Nanti, Balik ku Dahin

Menanggapi hali itu, Presiden BEM Universitas Jambi, Rahmad Zaki, memberikan apresiasi atas dorongan yang disampaikan Edi Purwanto kepada Kementerian PUPR. Ia menyebut kawasan Mendalo sebagai “kawah candradimuka” mahasiswa, pusat aktivitas akademik dan sosial yang sudah lama membutuhkan penataan infrastruktur lebih baik.

“Kami menyambut positif langkah Mas Edi Purwanto. Kawasan Mendalo ini adalah ‘kawah candradimuka’ mahasiswa dan menjadi jalur vital bagi ribuan orang setiap hari. Pembangunan jalur dua bukan lagi kebutuhan jangka panjang, tetapi kebutuhan mendesak yang harus segera dieksekusi,” ujar Rahmad Zaki.

Bacaan Lainnya:

Tiga Nama Calon Sekda Sarolangun Diumumkan, Menunggu Pilihan Bupati Hurmin?

Zaki menegaskan bahwa rencana tersebut tidak boleh berhenti pada wacana semata. Menurutnya, persoalan Mendalo sudah memasuki fase kritis karena banyak mahasiswa menjadi korban kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir sampai saat ini, akibat ruas jalan yang sempit, minim penerangan, dan tidak adanya fasilitas keselamatan.

Presiden BEM Universitas Jambi, Rahmad Zaki

“Jangan hanya sebatas omon-omon saja, wacana ini harus segera direalisasikan karena sudah banyak mahasiswa menjadi korban kecelakaan. Jalan sempit, kurang lampu, dan tidak adanya ruang aman bagi pejalan kaki membuat mahasiswa berada pada posisi rentan setiap hari. Ini kondisi yang tidak bisa lagi ditunda,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Genjot Percepatan Pembangunan 65 Gerai Kopdes Merah Putih

BEM UNJA memastikan akan mengawal proses pembangunan jalan dua jalur Mendalo dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kami siap mengawal dari awal sampai selesai. Ini menyangkut keselamatan mahasiswa dan masyarakat Mendalo. Kami berharap pemerintah bergerak cepat dan konsisten menuntaskan hal ini,” tutup Rahmad Zaki.

Dengan adanya dorongan dari DPR RI dan dukungan penuh dari mahasiswa, pembangunan jalur dua Mendalo diharapkan segera masuk tahap realisasi untuk menjawab persoalan kemacetan dan keselamatan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Walikota Alfin Cek Kondisi Jalan, Jembatan dan Akses Transportasi Penting di Kota Sungai penuh

Walikota Sungai penuh Alfin SH, dan Rombongan tinjau Akses jalan yang rusak dan melihat kondisi Jembatan Kerinduan. (ist/mpc)

SUNGAI PENUH, MP.Com – Walikota Alfin,SH bersama Wakil WaliKota Azhar Hamzah, turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi jalan di daerah Tanjung dan jembatan Kerinduan yang menjadi icon kota Sungai Penuh Selasa 25 Maret 2025.

Meskipun dalam kondisi menjalankan ibadah puasa dan cuaca sangat terik, Walikota beserta rombongan tetap turun melihat langsung kondisi jalan yang rusak.  

“Alhamdulillah siang ini kita bisa turun bersama Pak Wawako Azhar Hamzah, Sekda Alfian, Ketua DPRD Kota Sungai beserta anggota, kita ingin melihat langsung kondisi jalan yang rusak yang selama ini menjadi keluhan warga, ini juga dalam upaya perencanaan perbaikan infrastruktur yang akan dilakukan oleh Pemerintah”,ujar Alfin (25/3)

Baca juga :

Heboh Beredarnya Uang Palsu, Ini Himbauan Pimpinan Bank Jambi Cabang Kerinci

Perintahkan OPD Kumpulkan Mobnas, Wako Alfin: Senin Sudah Terkumpul Semua   

Alfin menyatakan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan parah.

"Kami memahami keluhan masyarakat terkait kondisi jalan ini. Oleh karena itu, kami akan mengupayakan perbaikan agar akses transportasi bisa semakin lancar,” ujar Wako Alfin.

Baca juga : 

Wali Kota Sungai Penuh Sidak Kendaraan Dinas, Banyak Pejabat Nunggak Pajak Mobnas! 

Seru, Ngabuburit di Atas Udara Bukit Gedang Adat Pendung Semurup  

Terkait Jembatan Kerinduan, Alfin menekankan pentingnya pemeliharaan jembatan ini, selain sebagai icon kota Sungai Penuh,juga merupakan sarana vital sebagai penghubung masyarakat dari Kabupaten Kerinci dari daerah hilir yang ingin ke kota Sungai penuh

“Kita pastikan jalan maupun jembatan Kerinduan agar tetap aman dan nyaman bagi pengguna, kondisinya tetap baik agar tidak membahayakan masyarakat,” Ucap Wako Alfin.

Kunjungan dan turun langsung melihat kondisi jalan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.(adz)


Pemkab Kerinci Mulai Tangani Perbaikan Jalan yang Putus di Perbatasan Desa Pancuran Tiga

 

KERINCI – Pemkab Kerinci melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai menangani kerusakan jalan di jalan di perbatasan 4 Desa Tanjung Pauh Hilir tepatnya Desa Serumpun Pauh, Kecamatan Danau Kerinci Barat (DKB) yang sempat terputus akibat longsor. 

Langkah cepat ini dilakukan setelah adanya instruksi langsung dari Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison usai melakukan peninjauan ke lokasi kejadian beberapa waktu yang lalu.

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat. 

"Jalan ini adalah urat nadi perekonomian warga. Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganannya berjalan cepat. Tidak boleh ada keterlambatan dalam menangani infrastruktur yang menyangkut kepentingan masyarakat," ujar Monadi, Kamis (06/03/25).

Baca Juga: Pastikan Bahan Pokok Stabil, Bupati dan Wabup Sidak di Pasar Hiang

Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci Murison menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki. "Kami tidak hanya ingin jalan ini sekadar diperbaiki, tetapi juga memastikan perawatan dan pengawasan bersama agar ke depannya tidak mudah rusak lagi. Partisipasi warga dalam menjaga kondisi jalan juga sangat dibutuhkan," tambah Murison ketika mendampingi Monadi.

Terpisah, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya Nofebvri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan alat berat untuk mempercepat proses perbaikan. "Kami bergerak cepat sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wabup. Setelah peninjauan kemarin, PUPR langsung tancap gas untuk menangani jalan yang terputus ini agar akses warga kembali normal," ujarnya, Kamis (06/03/25).

Maya juga menekankan bahwa perbaikan ini tidak hanya sebatas membuka akses, tetapi juga memperkuat struktur jalan agar lebih tahan terhadap potensi longsor di masa depan. "Kami ingin perbaikan ini benar-benar memberikan solusi jangka panjang. Oleh karena itu, kami juga akan melakukan penguatan pada titik-titik rawan longsor di sekitar jalan ini," tukasnya.(*)

Audiensi dengan Aktivis Tanco, PJ Bupati Tegaskan Jalan Koto Petai Mulus tahun 2024

Pj Bupati Kerinci Asraf saat bersama para aktivis Tanco terkait pembangunan jalan Koto Petai yang rusak Parah. (Asraf saat meninjau kondisi jalan bersama dinas PUPR-Foto Bawah). (mpc/ist)  

KERINCI - Pasca tidak dianggarkannya jalan yang rusak di desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok, kabupaten Kerinci di APBD Murni tahun 2024, Persatuan Aktivis Tanah Cogok, melakukan audiensi dengan PJ Bupati Kerinci dan Dinas PUPR Kerinci pada Senin (22/07/2024) bertempat di kantor Bupati Bukit Tengah.

Pada audiensi tersebut, PJ Bupati Kerinci, Asraf, menyampaikan bahwa ucapan terima kasih kepada Persatuan Aktivis Tanah Cogok, yang ikut peduli terhadap jalan Koto Petai yang rusak tersebut.

"Setelah viral aksi penanaman pisang di jalan Koto Petai, saya langsung memerintahkan Dinas PUPR untuk menurunkan alat berat dan penimbunan jalan yang rusak,"jelasnya.

Baca Juga: Mantap! PJ Bupati Asraf Sebut Jalan Koto Petai Tahun ini Akan Diaspal

Dia menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Dinas PUPR kabupaten Kerinci, agar jalan Koto Petai dari Batas Ujung Pasir-Koto Petai hingga jalan Batas Koto Salak-Koto Petai untuk dilakukan peningkatan dengan pengaspalan pada APBD perubahan 2024.

"Sudah disampaikan kepada Dinas PUPR, ada 2 yang diaspal untuk dimasukkan di APBD-P ini Jalan Koto Petai dan Jalan Tanjung Tanah. Yang jelas tahun ini diaspal, karena ini hutang saya dengan masyarakat,"jelasnya.

Baca Juga:

Pasca Viral Aksi Warga Tanam Pohon Pisang, PUPR Kerinci Langsung Turunkan Alat Berat Timbun Jalan Rusak

Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

Dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lambannya penimbunan jalan desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok. "Saya kira pengerjaan jalan Sebukar- Bunga Tanjung itu untuk jalan Koto Petai, tapi ternyata itu hanya lingkar bukan masuk jalan Koto Petai yang rusak saat ini, insya Allah tahun 2024 ini akan diaspal,"tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya jalan Koto Petai yang seperti kubangan kerbau ditanami pohon pisang oleh warga setempat, sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Pasca aksi penanaman pisang tersebut Pemerintah kabupaten Kerinci Melalui Dinas PUPR Kerinci langsung dilakukan penimbunan dengan anggaran Tanggap darurat.(mka)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs