Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjabtim, Polisi: Jika ada yang kehilangan Keluarga, Harap Melapor!

Ini Petunjuk Fisik Temuan Kerangka di Pesisir Tanjab Timur, Polisi meminta Jika ada yang kehilangan Keluarga dengan ciri-ciri itu agar segera melapor.(Ist)

TANJABTIM – Warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi, mendadak gempar. Sesosok kerangka manusia tanpa identitas ditemukan tergeletak di area pesisir pantai pada Rabu (25/3/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia ini bermula saat seorang warga setempat tengah mencari kepiting di sekitar lokasi. Aroma tidak sedap yang menyengat menuntun saksi menemukan tulang-belulang yang masih terbalut pakaian lengkap.

Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Soekani Daulay, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari Polsek Sadu.

"Saksi awalnya mencium bau bangkai saat mencari kepiting. Setelah ditelusuri, ternyata bersumber dari kerangka manusia yang berada sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga," ujar AKP Ahmad Soekani.

Akan Dilakukan Otopsi

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan beberapa petunjuk fisik, di antaranya korban mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan kombinasi warna ungu pada bagian lengan, diperkirakan tinggi sekitar 154 cm, dan sudah menjadi kerangka, sehingga jenis kelamin serta wajah tidak lagi dapat dikenali secara visual.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan adanya warga hilang di sekitar Desa Sungai Sayang. Untuk mengungkap tabir kematian korban, kerangka tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Jambi.

Baca Juga: 

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

"Pihak medis akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, serta mencari tahu apakah ada indikasi tindakan kekerasan atau kriminal sebelum korban meninggal dunia," tambah Kasat Reskrim.

Polres Tanjab Timur meminta masyarakat, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jambi, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center: 110, Polres Tanjab Timur 0822-8215-9776 (Kasat Reskrim), dan atau unit identifikasi 0813-6085-603.

Polisi berharap kerja sama masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi kerangka yang kini dijuluki sebagai "Mr. X" tersebut agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga. (***)

Usai Cari Ikan, Seorang Pemuda Malah Temukan Tengkorak di Pesisir Tanjabtim Jambi

Tengkorak ditemukan warga Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu sore (25/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Tengkorak yang diduga adalah nelayan asal Bangka, ditemukan warga Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tengkorak tersebut ditemukan di wilayah Sungai Sayang, Kecamatan Sadu.

Tengkorak tersebut pertama kali ditemukan seorang pemuda yang hendak pulang usai mencari ikan di sekitar kawasan pantai pesisir timur Jambi.

Sekretaris Desa Sungai Sayang, Firdaus, menyebutkan bahwa identitas korban sementara diduga merupakan seorang nelayan asal Bangka. 

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pencocokan data dengan keluarga yang diduga terkait.

“Identitas sementara diduga nelayan dari Bangka, masih dalam proses pencocokan dengan pihak keluarga,” ujarnya.

Setelah ditemukan, tengkorak tersebut langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian ke Polsek Sadu untuk penanganan awal. 

Kapolsek bersama jajaran turut berada di lokasi saat proses evakuasi.

Selanjutnya, tengkorak dibawa ke wilayah Sungai Lokan, Kecamatan Sadu, dan direncanakan akan dilakukan visum di fasilitas kesehatan setempat. 

Proses visum kemungkinan baru dilakukan pada Kamis (26/3/2026), karena penemuan terjadi menjelang malam.(*) 

Heboh Uang Palsu Rp50 Ribu dan Rp100 Ribu Beredar di Balai Hiang Kerinci

Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang.(Facebook) 

KERINCI – Warga di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 di kawasan Balai Hiang. 

Informasi ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebut sejumlah pedagang telah menerima uang yang diduga tidak asli.

Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna Facebook bernama S Yetri meminta pihak kepolisian setempat untuk segera turun tangan. 

Ia menyebutkan bahwa uang palsu tersebut sudah beredar luas dan meresahkan para pedagang kecil.

“Mohon kepada kepolisian Kecamatan Sitinjau Laut untuk bertindak, karena sudah banyak uang palsu beredar di Balai Hiang. Ini salah satu contohnya dan banyak pedagang lain yang mendapatkan uang palsu pecahan 100 dan 50 ribu,” tulisnya.

Dari foto yang beredar, terlihat dua lembar uang pecahan Rp50.000 dengan kondisi yang tampak mencurigakan. 

Beberapa bagian uang terlihat pudar, serta detail cetakan yang diduga tidak sesuai dengan ciri uang asli.

Sejumlah pedagang di kawasan tersebut mengaku khawatir dan berharap ada tindakan cepat dari aparat kepolisian. 

Mereka meminta adanya sosialisasi atau edukasi terkait cara membedakan uang asli dan palsu agar tidak terus menjadi korban.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran informasi tersebut. 

Namun, masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dengan memperhatikan ciri-ciri keaslian uang seperti bahan, warna, serta tanda pengaman lainnya.

Kasus dugaan peredaran uang palsu ini menjadi perhatian serius karena dapat merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada transaksi tunai sehari-hari. ( Adz | Ali )

Opini : Di Balik Jalan yang Tetap Fungsional, Ujian Fiskal dan Kapasitas Tata Kelola Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dalam diskursus pembangunan daerah, kualitas infrastruktur jalan kerap dijadikan indikator paling kasat mata untuk menilai kinerja pemerintah. Jalan yang mulus dianggap sebagai keberhasilan, sementara kerusakan segera diasosiasikan dengan kegagalan. Namun, cara pandang semacam ini sering kali luput mempertimbangkan satu variabel krusial: kapasitas fiskal daerah.

Dalam konteks Provinsi Jambi, membaca kondisi ruas jalan tidak bisa dilakukan secara hitam-putih. Dengan keterbatasan fiskal yang dimiliki, kemampuan pemerintah provinsi dalam menjaga sebagian besar ruas jalan tetap layak dan fungsional, terutama pada momentum krusial seperti arus mudik dan balik Lebaran, justru menjadi poin yang layak diapresiasi.

Realitasnya, tidak semua ruas jalan berada dalam kondisi sempurna. Beberapa titik masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari penurunan kualitas aspal, lubang jalan, hingga tekanan akibat kendaraan bertonase besar. Ruas jalan Padang Lamo, misalnya, kerap menjadi sorotan karena mengalami kerusakan di beberapa segmen. Namun yang menarik, di tengah keterbatasan tersebut, ruas ini tetap "berfungsi"—arus lalu lintas tidak terputus, mobilitas tetap berlangsung, dan distribusi logistik masih berjalan.

Di sinilah letak pembeda antara sekadar “membangun” dan “mengelola”. Tidak semua daerah mampu menjaga agar infrastruktur yang belum sempurna tetap bekerja optimal. Dibutuhkan strategi prioritas yang jelas, intervensi pemeliharaan yang tepat sasaran, serta kemampuan membaca urgensi lapangan secara cepat.

Keterbatasan fiskal daerah pada dasarnya memaksa pemerintah untuk melakukan pilihan-pilihan rasional. Tidak semua ruas bisa ditingkatkan sekaligus, tidak semua kerusakan bisa ditangani secara total dalam waktu singkat. Dalam situasi ini, pendekatan yang paling masuk akal adalah memastikan bahwa jaringan jalan tetap "terhubung (connectivity)" dan "berfungsi (functionality)", meskipun belum mencapai kondisi ideal.

Apa yang terjadi di Jambi mencerminkan pendekatan tersebut. Pemerintah provinsi tampak menempatkan pemeliharaan fungsional sebagai prioritas utama—yakni memastikan jalan tetap bisa dilalui secara aman dan tidak sampai memutus arus barang maupun orang. Ini adalah pendekatan yang seringkali tidak populer secara politik, tetapi sangat penting secara teknokratis.

Lebih jauh, jika dikaitkan dengan momentum Lebaran 2026, kondisi jalan yang “cukup baik” ini terbukti mampu menopang lonjakan arus kendaraan tanpa menimbulkan kemacetan ekstrem. Ini menjadi indikator bahwa secara struktural, jaringan jalan di Jambi masih memiliki daya dukung yang memadai, meskipun belum sepenuhnya ditingkatkan.

Tentu saja, kondisi ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Justru sebaliknya, ia harus menjadi pijakan untuk mendorong penguatan kebijakan ke depan. Keterbatasan fiskal tidak boleh dijadikan alasan permanen, tetapi harus direspons dengan inovasi pembiayaan, penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, serta eksplorasi skema alternatif seperti pembiayaan berbasis kemitraan.

Selain itu, penanganan kendaraan over dimension over load (ODOL) juga menjadi kunci penting. Tanpa pengendalian yang tegas, kerusakan jalan akan terus berulang, dan biaya pemeliharaan akan semakin membebani kapasitas fiskal daerah yang sudah terbatas.

Pada akhirnya, kita perlu menempatkan capaian ini secara proporsional. Jambi mungkin belum memiliki infrastruktur jalan yang sepenuhnya ideal. Namun dalam batas kemampuan fiskal yang ada, pemerintah daerah telah menunjukkan kapasitas dalam menjaga agar sistem tetap berjalan.

Ini bukan sekadar soal jalan yang mulus atau berlubang. Ini tentang bagaimana sebuah pemerintahan bekerja dalam keterbatasan, membuat prioritas, dan memastikan bahwa pelayanan dasar—dalam hal ini konektivitas wilayah—tetap terjaga.

Di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi, pendekatan seperti ini perlu dipahami, sekaligus dikawal. Karena pembangunan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, konteks, dan kemampuan mengelola realitas yang ada.

Jambi, dalam hal ini, sedang menunjukkan bahwa bahkan dengan fiskal yang terbatas, tata kelola yang tepat tetap mampu menjaga fungsi infrastruktur tetap hidup. Dan itu, dalam perspektif kebijakan publik, adalah capaian yang tidak sederhana.(***)

* Penulis ialah Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Iran Gempur Pasukan Israel di Jalur Gaza, Komando Militer Terdampak

Serangan rudal Iran ke Tel Aviv. (REUTERS)

Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan operasi yang menargetkan pasukan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

IRGC menyatakan gelombang serangan ke delapan True Promise 4 menargetkan aset militer Israel.

"Operasi-operasi ini adalah awal dari penargetan tempat-tempat berkumpulnya pasukan Zionis di Palestina utara dan Jalur Gaza," demikian pernyataan IRGC dikutip Middle East Monitor, Rabu (25/3).

Dalam rilis itu, IRGC juga menyebut serangan tersebut menargetkan komando militer Israel di utara kota Safed.

"Titik-titik strategis dan pusat-pusat militer [Israel] terkena dampak," lanjut mereka.

Timur Tengah membara usai Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran habis-habisan pada 28 Februari dengan tujuan mengganti rezim dan menghancurkan nuklir mereka.

Serangan AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran kedua Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga lain tewas.

Di hari pertama serangan, Iran langsung membalas. Mereka menargetkan Israel dan aset AS di negara-negara Teluk.

Iran juga menutup jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz, untuk menekan AS dan Israel.

Meski dibombardir AS-Israel, kepemimpinan Iran tetap kuat. Presiden Donald Trump tak berhasil melengserkan pemerintahan, dia justru tampak putus asa dan frustrasi menghadapi serangan balasan Iran.(adz)

Hendak Menuju Tol Malah Nyasar ke Sawah, Rute Alternatif GT Purwomartani Dihapus

PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) menghapus rute jalan alternatif menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani pada aplikasi navigasi digital imbas banyak pemudik yang tersasar ke area persawahan sejak Minggu (22/3) lalu. (Ist/CNN Indonesia)

Yogyakarta - PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) menghapus rute jalan alternatif menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani pada aplikasi navigasi digital imbas banyak pemudik yang tersasar ke area persawahan sejak Minggu (22/3) lalu.

"Info dari teman-teman lapangan untuk jalur yang menuju Gerbang Purwomartani itu untuk Google Maps-nya sudah dihapus," kata Humas PT JMJ, Rachmat Jesiman saat ditemui di GT Purwomartani, Selasa (24/3) malam.

Baca Juga: Mayat Pria Ber-KTP Jambi Ditemukan di Pantai Tegal Papak Pandeglang Banten

Selain menghapus rute pada aplikasi, PT JMJ juga menambah petugas, serta rambu-rambu yang mengarahkan pengendara agar melalui Jalan Yogya-Solo sebagai akses satu-satunya menuju GT Purwomartani.

"Harapannya tidak ada lagi yang tersasar," ucap Rachmat.

Jasiman pun turut memastikan bahwa hingga H+3 Lebaran nihil laporan kejadian kecelakaan (zero accident) pada jalur fungsional Tol Yogyakarta-Solo.

Keberadaan GT Purwomartani yang dibuka fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini mengundang 'kegelian'.

Pasalnya, para pemudik yang ingin menuju GT tersebut malah nyasar menyusuri area jalan sawah Karang Kalasan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman sejak Selasa siang.

Berdasarkan pantauan mobil demi mobil terlihat menyusuri area jalan sawah, tepatnya di sebelah timur RSI PDHI. Jalur ini mengarah ke Jalan Cangkringan melewati kawasan pemukiman dan bawah konstruksi jalan menuju GT Purwomartani.

Dari jalan Cangkringan, pengendara masih butuh beberapa ratus meter lagi untuk sampai ke Jalan Solo sebelum mencapai akses masuk menuju GT Purwomartani.

Menjelang sore, deretan kendaraan yang melintasi jalur sawah ini kian banyak. Warga setempat pun harus menyirami halaman depan rumahnya karena berdebu akibat dilintasi banyak mobil.

Warga setempat menyebut situasi ini sudah berlangsung sejak Minggu (22/3) kemarin. Terhitung ratusan hingga ribuan kendaraan tersasar ke pematang sawah sebelum akhirnya diarahkan oleh beberapa warga ke akses utama menuju GT Purwomartani.(adz)

Mayat Pria Ber-KTP Jambi Ditemukan di Pantai Tegal Papak Pandeglang Banten

Mayat pria ber-KTP Jambi ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Tegal Papak, Kampung Sukawali, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/3/2026). 

JAMBI - Mayat pria ber-KTP Jambi ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Tegal Papak, Kampung Sukawali, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/3/2026).

Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui warga yang melintas di kawasan pantai sekitar pukul 13.00 WIB.

Warga yang melihat langsung melaporkan temuan itu ke aparat setempat.

Petugas dari Polsek Pagelaran bersama tim terkait kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat ditemukan, jasad korban mengenakan kaus hitam, singlet putih, celana jins, dan sabuk hitam.

Awalnya, tidak ditemukan kartu identitas korban di lokasi.

Mayat pria ber-KTP Jambi ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Tegal Papak, Kampung Sukawali, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/3/2026).

Sejumlah warga di lokasi juga tidak mengenali korban.

“Awalnya warga tidak berani mendekat. Setelah polisi datang, baru dipastikan itu jasad manusia,” ujar seorang saksi.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban sekitar pukul 15.00 WIB.

Evakuasi melibatkan aparat kepolisian, TNI, Polair, hingga petugas pemadam kebakaran.

Jasad korban dibawa ke Puskesmas Pagelaran untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketahuan Identitasnya

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Yonni Wibowo (54), warga Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Hingga kini penyebab kematian korban masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan penyebab kematian korban.

Di lokasi kejadian, polisi memasang garis batas. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area pantai sementara waktu.(*)

Wow! Ribuan Tiket Ziforia Fest Terjual, NDX AKA dan DBagindas Siap Tampil di Kerinci

Ribuan Tiket Ziforia Fest Terjual, NDX AKA dan DBagindas Siap Tampil di Kerinci.(Ist)

KERINCI - RIBUAN warga dipastikan akan memadati kawasan kaki Gunung Kerinci dalam perhelatan spektakuler bertajuk Ziforia Fest 2026. Konser yang menghadirkan grup musik populer NDX AKA bersama D’Bangindas ini digadang-gadang menjadi konser terbesar dan tertinggi yang pernah digelar di Pulau Sumatera.

Berlokasi di kawasan M10 Lindung Jaya, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, acara ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 29 hingga 30 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran yang dinanti masyarakat.

Antusiasme publik terlihat luar biasa. Ribuan tiket dilaporkan telah terjual, dengan penonton yang diperkirakan datang dari berbagai daerah, seperti Pesisir Selatan, Mukomuko Bengkulu, Merangin hingga Solok Selatan. Kehadiran penonton lintas daerah ini menandakan besarnya daya tarik konser tersebut.

Baca Juga: Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan

Tak hanya menghadirkan artis papan atas, konser ini juga akan dimeriahkan oleh musisi lokal seperti Raba Lida, Band Simfoni, Bprojeck, Puja Kusuma, Sofie Anastasya, Anak, ARGB dan sejumlah penampil lainnya, yang siap memberikan warna tersendiri dalam perhelatan musik akbar tersebut.

Dengan konsep panggung megah berlatar keindahan alam Gunung Kerinci, konser ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum kebangkitan event besar di daerah.

Feby LO Ziforia Fest menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat menjadi bukti bahwa event ini sangat dinantikan. Ia optimis konser ini akan berlangsung meriah dan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para penonton.

“Antusias masyarakat luar biasa, ribuan tiket sudah terjual. Kami optimis konser ini akan menjadi momen bersejarah dan hiburan terbaik bagi masyarakat saat libur Lebaran.”ucapnya.

“Ini bukan sekear konser, tapi pengalaman musik terbesar di kaki Gunung Kerinci yang belum pernah ada sebelumnya.”kata Feby.(red)

Diduga Cabuli Siswi SMA, Oknum Security KPU Sungaipenuh Ditetapkan Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Security KPU Sungaipenuh Ditetapkan Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara.(Ist)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Satreskrim Polres Kerinci bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial WW, warga Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, yang diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi terjadinya amuk massa di lokasi kejadian setelah identitas pelaku terungkap.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetyawan menjelaskan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat pagi, 20 Maret 2026, sekitar pukul 05.00 WIB di kawasan Jl. Soekarno Hatta, Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.

Korban, seorang pelajar di salah satu SMA Kota Sungaipenuh berinisial APE (16), diduga dicabuli oleh pelaku dengan modus pemaksaan

​Kronologis Kejadian

Kejadian ini terungkap setelah pelapor, saudara Apendi, menerima informasi dari orang tua korban melalui pesan singkat bahwa keponakannya telah menjadi korban pencabulan oleh pria tak dikenal pada subuh hari.

BACA JUGA:

Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan

Pemukul dan Perampok Nenek di Tanjabtim Larikan Rp1,6 Juta untuk Beli Baju Lebaran

Pasca Viral Pungli di Kayu Aro, Ijin Pengelola Parkir Dicabut, Kini Roda Empat Digratiskan

Setelah dilakukan penelusuran bersama Ketua RT dan Bhabinkamtibmas, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai WW seorang security di KPU Kota Sungaipenuh.

​Pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim segera mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku guna menghindari aksi main hakim sendiri dari masyarakat sekitar.

​Hasil Gelar Perkara

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pelapor dan saksi JN adik korban, penyidik Sat Reskrim Polres Kerinci melaksanakan Gelar Perkara pada Sabtu malam, 21 Maret 2026 pukul 22.00 WIB.

​”Berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan hasil gelar perkara, kami telah menetapkan WW sebagai Tersangka. Status perkara juga telah resmi dinaikkan ke tingkat Penyidikan,” tegas Kasat Reskrim Polres Kerinci.

​Pasal yang Disangkakan

Jeratan Hukum Tersangka WW:

​Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

​Atau Pasal 415 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjaran.

​Langkah Lanjut

Saat ini, penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penangkapan (Sp.Kap) dan Surat Perintah Penahanan (Sp.Han) terhadap tersangka. 

Polres Kerinci juga secara intensif berkoordinasi dengan Dinas PPA Kota Sungai Penuh untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak korban, serta berkoordinasi dengan Posbakum untuk hak pembelaan tersangka.

​Polres Kerinci mengapresiasi langkah perangkat desa yang kooperatif sehingga pelaku dapat diamankan dengan kondusif.(red)

Jambi Mantap Terkelola: Ketika Stabilitas Pangan dan Kelancaran Mudik Bukan Sekadar Kebetulan

 

Oleh: Jefri Bentara Pardede *

Ramadan dan Idulfitri bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ujian nyata bagi kapasitas tata kelola sebuah daerah. Lonjakan kebutuhan pangan, mobilitas manusia yang masif, hingga potensi gangguan distribusi adalah kombinasi yang kerap memicu instabilitas—baik ekonomi maupun sosial. Namun, apa yang terjadi di Provinsi Jambi pada Ramadan–Lebaran 2026 justru menghadirkan narasi yang berbeda: stabilitas yang terjaga, mobilitas yang terkendali, dan koordinasi pemerintahan yang bekerja efektif.

Di tengah kecenderungan tahunan di banyak daerah—di mana harga pangan melonjak tajam dan kemacetan menjadi pemandangan biasa—Jambi menunjukkan performa yang patut dicatat secara serius. Harga sembako relatif stabil. Beras, minyak goreng, gula, hingga protein hewani berada dalam rentang harga yang terkendali. Memang terdapat fluktuasi pada komoditas hortikultura seperti cabai, tetapi itu masih dalam batas kewajaran pasar dan tidak berkembang menjadi gejolak yang meresahkan.

Stabilitas ini bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Ia merupakan produk dari manajemen distribusi yang berjalan, pengawasan pasar yang konsisten, serta kesiapan stok yang terjaga. Tidak terlihat adanya kepanikan publik, tidak pula terjadi fenomena panic buying yang biasanya menjadi pemicu utama lonjakan harga. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap sistem cukup terpelihara.

Lebih jauh, aspek yang sering kali luput dari perhatian adalah keterkaitan erat antara kelancaran lalu lintas dan stabilitas harga pangan. Dalam konteks ini, Jambi memberikan pelajaran penting. Jalur Lintas Timur Sumatera—urat nadi distribusi logistik sekaligus jalur utama arus mudik—mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Namun demikian, tidak terjadi kemacetan ekstrem yang berujung pada stagnasi distribusi.

Bandingkan dengan beberapa wilayah lain di Sumatera bagian selatan, di mana kemacetan panjang sempat terjadi akibat bottleneck infrastruktur dan tingginya intensitas kendaraan berat yang bercampur dengan arus mudik. Di Jambi, kepadatan memang terjadi, tetapi tetap dalam kategori “mengalir”. Ini adalah perbedaan yang sangat menentukan.

Kelancaran relatif tersebut berdampak langsung pada distribusi barang. Truk logistik tetap bergerak, pasokan tetap masuk ke pasar, dan rantai distribusi tidak terputus. Dalam perspektif ekonomi sederhana, ini berarti tekanan terhadap harga dapat diminimalisir. Dengan kata lain, jalan yang lancar adalah fondasi dari harga yang stabil.

Di sinilah kita melihat pentingnya peran koordinasi lintas sektor. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi menunjukkan kapasitasnya dalam membaca potensi risiko dan meresponsnya secara kolektif. Rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraan angkutan berat pada waktu tertentu, pengamanan jalur strategis, hingga pengawasan distribusi pangan dilakukan secara simultan dan terintegrasi.

Tidak dapat dipungkiri, orkestrasi yang relatif solid ini juga mencerminkan arah kepemimpinan daerah yang bekerja. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi, *Al Haris*, terlihat adanya penekanan pada koordinasi lintas sektor dan respons cepat terhadap isu-isu strategis. Kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga operasional—hadir dalam memastikan bahwa kebijakan benar-benar berjalan di lapangan.

Peran tersebut menjadi penting, terutama dalam momentum sensitif seperti Ramadan dan Lebaran, di mana keterlambatan respons sedikit saja dapat berujung pada efek berantai: kemacetan distribusi, kelangkaan barang, hingga lonjakan harga. Dalam konteks ini, keberhasilan menjaga stabilitas di Jambi menunjukkan adanya kendali dan arah kebijakan yang jelas.

Dalam konteks kepemimpinan daerah, capaian ini merefleksikan fungsi koordinatif yang berjalan efektif. Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu diimplementasikan secara konsisten di lapangan. Stabilitas yang terjadi di Jambi selama periode krusial ini menunjukkan adanya kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Tentu, bukan berarti tanpa catatan. Tantangan ke depan tetap ada: peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pengendalian kendaraan over dimension over load (ODOL), serta penguatan sistem logistik daerah agar semakin adaptif terhadap lonjakan musiman. Namun, capaian tahun ini memberikan fondasi yang kuat untuk perbaikan berkelanjutan.

Apresiasi perlu diberikan—bukan sebagai bentuk euforia berlebihan, tetapi sebagai pengakuan objektif atas kerja kolektif yang nyata. Kepada seluruh jajaran Forkopimda, aparat di lapangan, hingga para pelaku distribusi, keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi. Secara khusus, apresiasi juga layak disematkan kepada Gubernur Jambi, Al Haris, yang mampu menjaga ritme koordinasi dan memastikan stabilitas tetap terjaga dalam momentum yang penuh tekanan.

Ketika banyak daerah masih berjibaku dengan persoalan klasik setiap Lebaran, Jambi justru mampu menunjukkan bahwa stabilitas itu bisa dikelola.

Lebaran tahun ini di Jambi tidak diwarnai oleh kepanikan harga maupun kelumpuhan jalan. Masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, melakukan perjalanan dengan relatif nyaman, dan memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan berlebihan. Ini adalah capaian yang sederhana dalam tampilan, tetapi kompleks dalam proses.

Akhirnya, kita patut menyadari bahwa keberhasilan ini bukanlah titik akhir, melainkan standar baru. Standar bahwa Ramadan dan Lebaran seharusnya tidak lagi identik dengan gejolak. Standar bahwa dengan koordinasi yang tepat, kepemimpinan yang responsif, dan sistem yang berjalan, stabilitas bukanlah hal yang mustahil.

Jambi telah memberi contoh. Tinggal bagaimana konsistensi ini dijaga, diperkuat, dan dijadikan model ke depan.(***)

* Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi

Pemukul dan Perampok Nenek di Tanjabtim Larikan Rp1,6 Juta untuk Beli Baju Lebaran

MUARA SABAK - Jap Ai Hwa (80) harus pura-pura pingsan saat seorang pria memukul kepala dan tangannya dengan menggunakan tongkat yang biasa ia pakai untuk berjalan.

Namun, ia tidak bisa mencegah uang dalam laci warungnya raib dibawa seorang pria 34 tahun yang makan mi dan memesan rokok di warungnya.

Kejadian itu bertepatan dengan hari raya Idulfitri, Sabtu (21/3/2026), pagi hari, sekitar pukul 06.30 WIB.

Pelaku kabur, dan nenek Jap Ai Hwa menghubungi keluarga untuk meminta pertolongan.

Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) dialami seorang nenek berusia 80 tahun di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) saat momen Idulfitri itu akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Jap Ai Hwa, warga Kampung Singkep, RT 031 RW 004, Kecamatan Muara Sabak Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di warung milik korban.

Kapolres Tanjabtim, AKBP Ade Chandra, menjelaskan bahwa pelaku datang ke warung dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Pelaku memesan mi dan rokok, kemudian menanyakan jumlah yang harus dibayar setelah selesai makan.

Namun, ia meminta nenek 80 tahun itu untuk menunggu, karena temannya masih muat buah sawit.

“Pelaku sempat mengatakan kepada korban untuk menunggu karena menunggu temannya selesai muat,” ujar AKBP Ade Chandra.

Pelaku sempat mengaku dari daerah Lambur dan menunggu kapal motor pengangkut buah sawit. Nenek 80 tahun itu tidak curiga.

Diikuti dari Belakang

Keadaan mulai berubah saat nenek Jap Ai Hwa menuju toilet.

Saat korban berjalan menuju kamar mandi, pelaku diam-diam mengikuti dari belakang.

Di lokasi itu, pelaku mengambil sepotong kayu berupa tongkat yang biasa digunakan korban untuk berjalan.

Saat keluar, nenek itu melihat pria berada di depan pintu.

Pelaku lalu memukul korban pada bagian kepala dan tangan hingga korban terjatuh.

Serangan terjadi dengan cepat, sehingga nenek itu tidak bisa menghindar.

Perempuan 80 tahun itu akhirnya berpura-pura pingsan untuk menghindari kekerasan lebih parah.

Ambil Uang di Laci

Setelah korban dalam kondisi tidak berdaya, pelaku menuju laci warung dan mengambil uang tunai sebesar Rp1.600.000.

Usai mengambil uang tersebut, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Korban yang mengalami luka kemudian menghubungi pihak keluarga dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Lapor Polisi

Peristiwa ini dilaporkan ke Polres Tanjabtim dengan nomor laporan LP/B/15/III/2026/SPKT/Polres Tanjung Jabung Timur/Polda Jambi tertanggal 21 Maret 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Pidum bersama Tim Opsnal dan Unit Identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa tongkat bambu yang digunakan pelaku untuk menyerang korban.

Berdasarkan keterangan korban serta hasil penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku.

Pelaku diketahui bernama Ambo Sulo alias AS, berusia 34 tahun.

Polisi kemudian memperoleh informasi bahwa pelaku berencana melarikan diri melalui jalur perairan di wilayah Kecamatan Nipah Panjang.

Tim Opsnal Polres Tanjabtim selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Nipah Panjang untuk melakukan pengejaran.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Pelabuhan Ancol, Kecamatan Nipah Panjang, pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban,” kata Kapolres.

Uang untuk Beli Pakaian

Pelaku juga mengaku bahwa uang hasil kejahatan tersebut telah digunakan untuk kebutuhan pribadi, termasuk membeli pakaian.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Tanjabtim guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

AKBP Ade Chandra menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak laporan diterima.

Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.(*)

Gus Yaqut Kembali ke Rutan, KPK Cabut Status ‘Tahanan Rumah’ Ini Alasannya

Penjelasan KPK terkait eks Menag, Yaqut Cholil Qoumas yang kembali ke rutan usai sempat mendapatkan penangguhan penahanan 'tahanan rumah'. (Instagram.com/gusyaqut)

JAKARTA - Sebagian publik tengah ramai menyoroti mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas yang kembali ke rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (rutan KPK), Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2026.

Pasalnya, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu sebelumnya sempat menjadi tahanan rumah pada 19 Maret 2026.

Setelah 5 hari beralih menjadi tahanan rumah, KPK memutuskan untuk kembali menahan eks Menag yang tersandung dugaan skandal korupsi kuota haji 2023-2024 itu ke rutan.

Baca Juga: AS Tarik Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Timur Tengah, Sinyal Meredanya Konflik?

Hal itu sontak menuai sorotan publik usai sebelumnya KPK mengklaim penangguhan penahanan yang diterima Yaqut hanya bersifat sementara.

Lantas, apa alasan KPK kali ini hingga pada akhirnya mencabut status tahanan rumah bagi Gus Yaqut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Terjadwal dan Ada Progres Baru

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menjelaskan alasan pihaknya mencabut status tahanan rumah bagi Yaqut.

"Yang pertama, karena sudah terjadwal dan ada permintaan keterangan kepada yang bersangkutan," kata Asep kepada awak media di Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2026.

Di samping itu, Asep menambahkan pihaknya telah memiliki progres atau perkembangan baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Yaqut.

"Yang kedua, besok rencananya kami ada progres ya, terkait dengan penanganan kuota haji ini," bebernya.

Yaqut juga dilaporkan sempat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya datang kembali ke rutan KPK. 

Terlebih, penangguhan penahanan yang sempat dijalani Yaqut juga diklaim berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

Dalam kesempatan yang sama, Asep memastikan, salah satu alasan pengalihan status tahanan Yaqut sebagai tahanan rumah, yakni karena faktor kesehatan.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK itu lantas membeberkan hasil asesmen kesehatan Yaqut yang menderita gastroesophageal reflux disease (GERD) akut dan asma.

"Salah satu hasil dari asesmen kesehatan itu adalah yang bersangkutan itu mengidap GERD akut ya, dan pernah dilakukan endoskopi dan kolonoskopi," ungkap Asep.

"Saya kurang begitu hafal itu istilah medis, ya mungkin nanti bisa rekan-rekan cek. Juga mengidap asma yang bersangkutan," tambahnya.

Strategi Tangani Perkara

Asep juga menyebutkan ihwal strategi penanganan perkara yang juga menjadi salah satu pertimbangan pengalihan penahanan rumah Yaqut. 

Dalam kasus ini, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK itu mengungkapkan, Yaqut sempat menjalani pemeriksaan medis yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada hari yang sama.

"Jadi tentunya ini menjadi salah satu, salah satu syarat saja ya," terang Asep.

"Di samping juga tentunya ada keperluan-keperluan lain dalam hal ini strategi dalam penanganan perkara ini supaya bisa berjalan dengan lancar gitu," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Asep mengatakan Yaqut akan diperiksa lagi dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji besok, pada Rabu, 25 Maret 2026. 

"Tentu nanti akan di apa namanya, kami sesuai dengan keperluan dalam penanganan perkara ini," jelas Asep. 

"Ini kami akan memastikan perkara ini berjalan dengan lancar dan biar ini biar cepat ya. Kenapa ini dikembalikan juga ini dalam proses percepatan penanganan perkara," tandasnya.***

AS Tarik Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Timur Tengah, Sinyal Meredanya Konflik?

 

AS Tarik Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Timur Tengah

Jakarta - Langkah Amerika Serikat menarik kapal induk andalannya, USS Gerald R. Ford, dari wilayah operasi yang berkaitan dengan Iran menjadi sorotan global. Kapal perang terbesar di dunia itu kini dilaporkan berada di pangkalan militer di kawasan Mediterania setelah menjalani misi panjang di Timur Tengah.

Penarikan kapal induk tersebut memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari perubahan strategi militer hingga kemungkinan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meski belum ada pernyataan resmi terkait perubahan kebijakan, langkah ini dinilai bukan keputusan biasa dalam situasi geopolitik yang sensitif.

Selama beroperasi, USS Gerald R. Ford diketahui terlibat dalam sejumlah misi penting, termasuk menjaga stabilitas kawasan serta merespons potensi ancaman keamanan. Kapal ini juga menjadi simbol kekuatan militer AS dengan teknologi paling mutakhir yang dimilikinya.

Namun di balik operasi tersebut, kapal induk ini juga menghadapi sejumlah kendala teknis. Laporan menyebut adanya insiden internal seperti kebakaran kecil serta gangguan sistem yang memerlukan evaluasi lebih lanjut, sehingga memicu kebutuhan untuk perawatan di pangkalan.

Pihak militer AS menegaskan bahwa penarikan ini bukan berarti melemahnya kekuatan militer di kawasan. Sebaliknya, langkah tersebut disebut sebagai bagian dari rotasi operasional dan pemeliharaan rutin setelah penugasan panjang yang berlangsung berbulan-bulan.

Meski begitu, kehadiran kapal induk memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Dengan ditariknya USS Gerald R. Ford, analis menilai ada potensi perubahan pendekatan militer AS, termasuk kemungkinan membuka ruang bagi jalur diplomasi.

Beberapa pengamat geopolitik menyebut langkah ini bisa menjadi sinyal deeskalasi, terutama jika dikaitkan dengan upaya komunikasi yang dilaporkan mulai terjalin antara kedua negara. Namun, situasi di kawasan masih dinilai dinamis dan penuh ketidakpastian.

Secara keseluruhan, penarikan kapal induk ini menunjukkan bahwa strategi militer tidak selalu berbentuk peningkatan kekuatan, tetapi juga penyesuaian taktis. Dunia kini menanti langkah berikutnya dari Amerika Serikat dalam menghadapi dinamika konflik yang terus berkembang. (Editor: Aldie Prasetya/Sumber: CNN Indonesia)

Wisatawan: Keindahan Danau Kerinci tercoreng Karena banyak Sampah!

Wisatawan luar daerah yang berwisata kedanau kerinci kecewa: Keindahan Danau Kerinci tercoreng Karena banyak Sampah!.(Ist)

KERINCI - Kondisi miris dan menjadi persoalan yang sejak beberapa waktu terakhir terjadi di Kerinci adalah terkait banyaknya sampah yang berserakan.

Tumpukan sampah itu terlihat dibeberapa titik disepanjang jalan dan bahkan yang paling miris sampah juga menumpuk di objek-objek wisata yang seharusnya mempertontonkan keindahan namun malah sebaliknya.

Seperti yang terjadi di Salah satu Destinasi wisata ternama kabupaten kerinci, danau kerinci mendapat sorotan dan keluhan dari wisatawan luar daerah, bukan karena tarif masuk, tapi keindahan danau tercoreng dengan adanya sampah.

Bacaan Lainnya:
Salah seorang wisatawan dari Sarolangun, Yoga Adiansah yang berkunjung ke danau kerinci hari ini,(24/03/2026) merasakan sedikit kecewa, dengan adanya sampah dan kurangnya rasa sadar lingkungan.
“Sebenarnya danaunya indah, tapi dengan sampah yg seperti ini kita sebagai pengunjung sedikit kecewa, jorok banget, menghalang keindahan yang ada, kasian pengunjung dari luar daerah menaruh kesan jorok di danau, ungkapnya ”.
Dan ia berharap kepada pemerintah serta masyarakat agar lebih menjaga keindahan danau kerinci dan pentingnya masyarakat menumbuhkan rasa kepedulian nya terhadap lingkungan dan pentingnya rasa sadar lingkungan.
“ Mudah2an tahun depan liburan kesini ada perbaikan, tutupnya”. Semoga,,,(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs