Pedagang Berhamburan Saat Pasar Teluk Nilau Terbakar, Kerugian Ditaksir Milyaran Rupiah

Pedagang Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mencoba menyelamatkan barang. Puluhan kios hangus akibat kebakaran, Jumat (1/5/2026) sore.(iST) 

Kuala Tungkal, Merdekapost.com - Kepanikan pedagang terjadi saat kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung, Jumat (1/5/2026).

Pedagang berhamburan menyelamatkan diri, meninggalkan kios-kios mereka yang mulai dilalap api.

Di tengah kepulan asap tebal dan kobaran api yang membesar, para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan seadanya. 

Beberapa terlihat mengangkut barang dengan tergesa, sementara yang lain hanya bisa pasrah menyaksikan api menghanguskan sumber penghidupan mereka. 

Warga sekitar turut membantu, bahu-membahu mengevakuasi barang yang masih bisa diselamatkan.

BACA JUGA: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Namun, upaya tersebut terhambat oleh tiupan angin kencang yang membuat api cepat menjalar. Kobaran api membumbung tinggi ke langit, melahap kios demi kios yang ada disana.

Suasana berubah menjadi pilu ketika sejumlah pemilik kios tak kuasa menahan tangis. 

Jerit histeris terdengar di antara kerumunan, menyaksikan harta benda mereka ludes dalam hitungan menit.

Informasi sementara menyebutkan sekitar 20 kios terbakar, meski jumlah pasti masih dalam pendataan pihak pemadam kebakaran yang kini berada di lokasi.

Hingga saat ini, petugas terus berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Camat Pengabuan Ismail menyebut, belum diketahui pasti penyebab kebakaran hingga saat ini tim masih fokus memadamkan api.

"Belum diketahui penyebabnya, nanti kita sampaikan," ujarnya.

Ia memprediksi kebakaran tersebut lebih dari 20 kios, namun pihak nya masih melakukan pendataan. 

Kerugian Ditaksir hingga Miliaran Rupiah

Kondisi lokasi kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026). Camat Pengabuan memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Kerugian akibat kebakaran di kawasan Pasar Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (1/5/2026) sore, mencapai miliaran rupiah.

Camat Pengabuan, Ismail, mengatakan hingga malam ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

"Untuk penyebabnya belum diketahui. Kalau kerugian diperkirakan miliaran rupiah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 10 kios dilaporkan telah hangus terbakar.

Untuk data pastinya, pihak kecamatan masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi kejadian.

“Data sementara sekitar 10 kios terbakar. Kami masih mendata, nanti informasi lengkap akan kami sampaikan,” kata Ismail.

Kronologi 

Kebakaran terjadi begitu cepat dengan kobaran api yang membesar dan membubung tinggi.

Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang di lokasi.

Akibatnya, sejumlah kios di kawasan pasar tidak sempat diselamatkan.

Hingga pukul 18.20 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Saat ini masih proses pemadaman,” ujar Ismail.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat terus berjibaku menjinakkan api.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar pasar.

Proses pemadaman berlangsung hingga sore hari.

Sementara itu, warga berbondong-bondong memadati lokasi kejadian.

Mereka menyaksikan langsung kebakaran yang melanda pusat aktivitas ekonomi tersebut.

Pendataan kerugian dan penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Red)

7 Pelaku PETI Ditangkap di Merangin, Polda Jambi Buru Pemilik Alat Berat

Jambi, Merdekapost.com - Kepolisian Daerah Jambi melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (29/4)

Pada kesempatan tersebut petugas mengamankan tujuh orang pelaku yang tengah melakukan aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku di lokasi kejadian.

Baca Juga: 2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

Dari hasil pemeriksaan, diketahui enam dari tujuh pelaku merupakan warga asal Sumatera Utara yang berperan sebagai operator dan kernet alat berat. Sementara satu pelaku lainnya merupakan warga lokal yang bertugas menguras air di lubang tambang. Para pelaku saat diamankan sedang menjalankan aktivitas penambangan menggunakan excavator yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang diterima sehari sebelumnya.

“Pengungkapan kasus tersebut menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu,” ujar Erlan.

Selain mengamankan tujuh tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa kunci alat berat excavator yang digunakan dalam aktivitas ilegal tersebut. Seluruh tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolda Jambi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polda Jambi juga mengungkap bahwa pihak pemilik alat berat dan pemodal kegiatan tambang ilegal tersebut telah teridentifikasi dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Kami menegaskan bahwa Polda Jambi berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk aktivitas penambangan emas tanpa izin yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat sekaligus wujud keseriusan kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di wilayah Jambi.

Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI serta segera melaporkan apabila menemukan adanya praktik serupa. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam upaya pemberantasan kejahatan yang berdampak luas seperti ini,” ujar Kabid Humas Polda Jambi mewakili Kapolda Jambi.(Tim)

2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.(Ist) 

JAMBI - 109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.

Selain 4 ton BBM subsidi jenis solar, polisi juga menyita satu unit mobil Hino Dutro warna hijau nomor polisi BH 8374 YU.

2 pelaku ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi di di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua pelaku yakni DES (41), warga Kecamatan Bangunrejo, sopir kendaraan berisi solar subsidi dan pemilik BBM berinisial DL (43), warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Pengungkapan penyalahgunaan BBM subsidi ini bermula saat menghentikan mobil Hino Dutro hijau dnegan nomor polisi BH 8374 YU karena mencurigakan.

Saat diperiksa ditemukan 109 jerigen berkapasitas 35 liter, sehingga total solar yang diamankan sekira 4.000 liter.

Keterangan polisi, solar subsidi ini diduga akan dijual ke pihak industri dengan harga non subsidi.

Dua pelaku lantas dibawa ke Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Keduanya disangkakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023  (Pasal 40 angka 9), mengatur sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar bagi penyalahguna pengangkutan/niaga BBM, gas bumi, atau olahan yang disubsidi pemerintah. 

(*Adz/ Sumber: Tribunjambi.com)

Membanggakan, Perempuan Kerinci Kembali Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi

Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah, Dua Perempuan Kerinci Torehkan Prestasi tingkat Provinsi Jambi.(Adz)

Jambi, Merdekapost.com - Perempuan Kerinci kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jambi dalam Peringatan Hari Kartini ke-148 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (30/4/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jambi (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita dari Kabupaten Kerinci yang dipimpin Ny. Septi Malinda Murison berhasil membawa kebanggaan daerah.

  • Suci Mutia Ilviza menerima Penghargaan Perempuan Inisiator Bidang Sosial dan Literasi Al-Qur’an Tahun 2026.
  • Resna Amelia meraih Juara II Lomba Cerita Perjuangan Kartini di Era Digital.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa perempuan Kerinci terus hadir sebagai sosok tangguh, mandiri, dan berdaya, sejalan dengan semangat Kartini di era ekonomi digital menuju Jambi Mantap Jilid II dan Indonesia Emas 2045.

Selamat kepada para perempuan inspiratif Kerinci. Terus berkarya dan menginspirasi..!

(*Adz)

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras.(mpc)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi yang digelar di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4/26).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern,” yang menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era perubahan.

Dalam paparannya, Alfin membeberkan sejumlah arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Program tersebut antara lain “Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat dan Agamis,” “Sungai Penuh Melayani,” “Sungai Penuh Ilok,” serta penguatan program pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA: Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

Selain menyampaikan materi kebijakan, Alfin juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang berintegritas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukanlah hasil yang instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan konsistensi.

“Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua butuh proses. Mulailah dari hal kecil, bangun kebiasaan baik, dan jaga konsistensi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Baca Juga: Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

Dalam kesempatan tersebut, Alfin turut membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat merantau hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Sungai Penuh.

Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, hukum, serta praktik pemerintahan di daerah, yang kemudian dijawab langsung oleh Wali Kota.

Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

KERINCI – SMA Negeri 6 Kerinci kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama pada ajang Jambi School Football League (JSFL) Wilayah Kerinci 2025. Atas capaian tersebut, SMAN 6 Tanjung Tanah Kerinci resmi mewakili Kabupaten Kerinci untuk berlaga di tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Berdasarkan jadwal resmi, kompetisi tingkat provinsi akan digelar mulai 12 hingga 17 Mei 2026. SMAN 6 Kerinci tergabung di Grup A bersama SMAN 1 Sarolangun dan SMAN 8 Kota Jambi.

Pada laga perdana, SMAN 6 Kerinci akan menghadapi SMAN 1 Sarolangun pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, mereka dijadwalkan bertemu SMAN 8 Kota Jambi pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 14.00 WIB.

PLH Kepala Sekolah SMAN 6 Kerinci, Erwady, kepada media ini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih para siswa.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang anak-anak serta dukungan penuh dari para pelatih dan pihak sekolah. Kami sangat bangga atas prestasi ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh kepada tim untuk menghadapi pertandingan di tingkat Provinsi Jambi.

“Kami berharap tim SMAN 6 Kerinci dapat tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Kerinci. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkasnya. Kamis (30/4/2026).

Ajang ini akan menjadi pembuktian bagi SMAN 6 Kerinci untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Jika berhasil lolos dari fase grup, mereka akan melaju ke babak semifinal pada 16 Mei 2026, sebelum puncaknya di partai final pada 17 Mei 2026.(*)

Gubernur Al Haris: Hari Kartini Momentum Perempuan Jambi Perkuat Peran dan Lindungi Generasi

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, menghadiri Peringatan Hari Kartini ke-148 yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (30/04/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penasehat BKOW Provinsi Jambi, para istri bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, pimpinan organisasi wanita, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan dan perbankan, pelaku usaha, tokoh perempuan dari berbagai unsur masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Peringatan Hari Kartini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Sudah 148 tahun kita memperingati Hari Kartini. Artinya, semangat perjuangan beliau terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun yang terpenting bukan hanya mengenang, melainkan bagaimana kita memaknai dan melanjutkan perjuangan tersebut dalam kehidupan nyata,” ujar Gubernur Al Haris.

Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini telah mengambil peran signifikan di berbagai sektor. Di bidang pemerintahan, politik, pendidikan, dunia usaha, hingga sektor keuangan, keterlibatan perempuan semakin nyata dan menunjukkan kapasitas yang tidak kalah dengan laki-laki.

“Perempuan hari ini sudah hadir di berbagai dimensi. Baik di sektor publik maupun swasta, perempuan menunjukkan kemampuan, integritas, dan profesionalisme. Ini adalah bukti bahwa perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa dan daerah,” katanya.

Gubernur Al Haris juga mengapresiasi meningkatnya partisipasi perempuan di Provinsi Jambi dalam berbagai posisi strategis. Ia menilai bahwa hal tersebut mencerminkan kemajuan pola pikir masyarakat yang semakin terbuka terhadap kepemimpinan dan kontribusi perempuan.

Namun demikian, Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus tetap diiringi dengan penguatan nilai-nilai keluarga dan keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, perempuan memiliki peran ganda yang mulia, yakni sebagai penggerak di ruang publik sekaligus sebagai pilar utama dalam keluarga.

“Perempuan tidak boleh merasa berada di bawah laki-laki. Perempuan harus percaya diri, berdaya, dan mampu menjadi inspirasi. Tetapi dalam menjalankan perannya, tetap menjaga keharmonisan keluarga, menjadi pendamping yang baik, serta mendidik generasi penerus dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga mengajak seluruh perempuan di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kompetensi, serta aktif berkontribusi dalam organisasi dan lingkungan sosial. Ia berharap momentum Hari Kartini dapat menjadi penguat semangat kebersamaan dan solidaritas antarorganisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Penasehat BKOW Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), dalam sambutannya menekankan bahwa perjuangan Kartini harus dimaknai sebagai panggilan moral untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya di era digital.

Ia menyampaikan bahwa kondisi sosial saat ini menuntut peran perempuan yang lebih aktif dalam menjaga moral dan melindungi generasi muda dari berbagai ancaman. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa dampak positif sekaligus tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama.

“Hari ini bukan hanya sekadar perayaan. Ini adalah peringatan bagi kita semua. Jika dahulu Kartini berjuang membuka jalan menuju terang, maka hari ini kita menghadapi tantangan yang berbeda, termasuk persoalan moral dan perlindungan terhadap perempuan serta anak,” ujar Hesti.

Selain itu, isteri Gubernur Al Haris tersebut mengajak seluruh organisasi perempuan untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak hanya aktif di ruang seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.

“Kita harus saling mengingatkan, saling menginspirasi, dan saling menjaga. Organisasi perempuan harus hadir sebagai solusi, menjadi pelindung, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya introspeksi diri bagi setiap individu dan organisasi agar terus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut bukan hanya mewakili diri pribadi, tetapi juga mewakili komunitas, organisasi, dan masyarakat luas yang menaruh harapan besar terhadap kiprah perempuan.

Peringatan Hari Kartini ke-148 ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi perempuan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan dan menjaga ketahanan sosial di Provinsi Jambi.

Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap semangat perjuangan Kartini terus menginspirasi lahirnya perempuan-perempuan tangguh, berintegritas, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah. (*)

Magister Manajemen STIE KBP Padang Studi Banding ke Kampus MSU Malaysia dan Singapura

 

Merdekapost.com - Program Studi Magister Manajemen (MM) STIE KBP Padang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing global melalui kegiatan studi banding ke kampus Management and Science University (MSU) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (30/4/2026) sampai Minggu (3/5/2026) ini juga menghadirkan pembelajaran lapangan di dua negara, yakni Malaysia dan Singapura.

Rombongan dipimpin Ketua STIE KBP Padang Dr Suhelmi Helia didampingi Wakil Ketua Dr Afriyeni, dosen senior Prof Yasri, serta Ketua Prodi MM Dr Sumiati. Kegiatan ini turut diikuti dosen S1 dan S2 serta mahasiswa dari berbagai angkatan. Sejumlah tokoh publik juga menjadi mahasiswa MM, di antaranya Anggota DPRD Sumbar Verry Mulyadi dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye turut ikut dalam kegiatan bersama 30 orang lainnya.

Ketua STIE KBP Padang Suhelmi Helia menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan oleh MSU Malaysia. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis internasional.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh MSU kepada dosen dan mahasiswa STIE KBP. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya serius kami untuk meningkatkan kualitas, memperluas wawasan global, serta membangun jejaring internasional,” ujar Suhelmi.

Dalam kegiatan tersebut, STIE KBP juga mencatat prestasi membanggakan. Dr Sumiati dipercaya menjadi guest lecturer (dosen tamu) dalam International Lecture Series di MSU Malaysia. Ia menerima Certificate of Appreciation atas kontribusinya dalam kegiatan bertajuk Strategic Green Management: ESG, Innovation and Competitive Advantage in the Net-Zero Era.

Sumiati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak MSU. Ia menilai kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk pengakuan atas kualitas akademik STIE KBP.

“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh MSU. Ini menjadi pengalaman luar biasa dan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas kolaborasi internasional,” ungkapnya.

Sumiati juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuka peluang besar untuk kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan dan riset. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dalam bentuk program akademik lainnya yang lebih luas,” tambah Sumiati.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan dosen MSU Malaysia, Dr. Aimi Anuar, yang memberikan materi bertajuk Strategic Workforce Planning. Dalam pemaparannya, Aimi menekankan pentingnya perencanaan tenaga kerja berbasis data dan berkelanjutan untuk memastikan organisasi memiliki SDM yang tepat.

“Perencanaan tenaga kerja harus dilakukan secara strategis, mulai dari menyelaraskan tujuan bisnis, menganalisis kondisi saat ini, hingga memproyeksikan kebutuhan masa depan agar organisasi tetap kompetitif,” jelas Aimi.

Aimi juga menegaskan bahwa proses tersebut harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika perubahan. “Organisasi perlu adaptif dan terus melakukan penyesuaian agar tetap relevan dengan perkembangan lingkungan bisnis,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan STIE KBP dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional. Dengan pengalaman lintas negara dan kolaborasi global, STIE KBP semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing global. (*)

Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

 

Merdekapost.com – Bertempat di Kantor Kecamatan Muara Bulian, Rabu (29/04/2026), Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Bunda Zulva Fadhil, secara resmi mengukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari. Para ketua relawan yang dikukuhkan merupakan istri dari seluruh camat di Kabupaten Batang Hari.

Pengukuhan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat peran Relawan Rumah Bunda sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial dan pendampingan kepada masyarakat di setiap kecamatan.

Dalam sambutannya, Bunda Zulva Fadhil menyampaikan harapannya agar Relawan Rumah Bunda mampu menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pemberdayaan keluarga, serta pelayanan kemasyarakatan lainnya.

“Relawan Rumah Bunda diharapkan hadir di tengah masyarakat sebagai wadah yang mampu memberikan perhatian, kepedulian, dan solusi bagi berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Muara Bulian Zuhri turut melantik Asih Verawati sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Muara Bulian. Pelantikan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pembinaan dan pelayanan Posyandu di tingkat kecamatan demi meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah perwakilan dinas dan badan terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, serta para tamu undangan lainnya. (*)

Terungkap Saat Sidang, Uang Rp1 M Diserahkan untuk Eks Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra

JAMBI - Terungkap saat sidang, adanya aliran dana ke mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adi Putra sebesar Rp 1 miliar.

Sidang kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik alat praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi digelar Pengadilan Tipikor Jambi pada Selasa (28/4/2026).

Pada sidang  kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp21 miliar itu, jaksa menghadirkan sejumlah saksi yang juga berstatus tersangka didalam kasus ini.

Yakni Zainul Havis mantan Kabid SMK sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Wawan Setiawan pemilik PT Indotec Lestari Prima, Endah Susanti pemilik PT Tahta Djaga Internasional, serta Rudi Wage Soeparman selaku perantara proyek.

Dalam keterangannya, Rudi Wage menyebutkan jika dia menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar dalam koper di salah satu hotel di Jakarta.

Uang itu diserahkan ke seseorang bernama Hendra yang disebut sebagai kakak kandung Vahrial Adi Putra.

"Saya lihat langsung, saya cek isinya Rp 1 miliar," kata Rudi Wage di persidangan.

Penyerahan uang ini diserahkan pada April 2022.

Selain uang ini, Rudi Wage juga menyerahkan uang Rp700 juta. Uang ini disebut sebagai seseorang bernama Firman.

Uang ini juga diserahkan kepada Hendra yang ditujukan ke Varial Adi Putra.

Rudi juga membeberkan proses proyek senilai sekitar Rp65 miliar itu dibagi ke dalam 17 paket pekerjaan yang mencakup berbagai kompetensi, seperti multimedia, tata busana, hingga perhotelan.

Data paket pekerjaan ini didapatkan dari seseorang bernama David, lengkap dengan daftar sekolah, jenis pekerjaan, serta pagu anggaran. 

Selanjutnya, paket-paket tersebut ditawarkan kepada sejumlah penyedia, termasuk Firman, Jajang, hingga pihak lain.

Saksi juga mengaku mentransfer uang Rp 165 juta kepada David atas permintaan Zainul Havis, serta transfer lainnya untuk berbagai keperluan yang disebut kebutuhan dinas.

Kasus ini bermula pada tahun 2022.

Di mana pada tahun anggaran 2022 terdapat kegiatan pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan Pagu anggaran sekitar Rp62,1 miliar.

Total anggaran tersebut direncanakan untuk 30 paket pengadaan alat praktik SMK di Provinsi Jambi.

Berdasarkan perhitungan Jaksa, diperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp21,8 miliar.

Kerugian negara tersebut berasal dari beberapa penyedia, antara lain PT AKP, PT MIT, PT PAS, PT STN, dan PT TDI, dengan nilai kerugian terbesar berasal dari PT TDI.

Dalih penggunaan e-katalog dan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai jaksa hanya menjadi kedok administratif. (*)

Jenazah Nur Alimatun Tiba di Rumah Duka, Mahasiswi STMA Trisakti Asal Jambi Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Nur Alimatun, Mahasiswi Cerdas STMA Trisakti Asal Jambi salah satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi (Ist/Instagram STMA Trisakti)

JAMBI - Seorang mahasiswi asal Jambi bernama Nur Alimatun Citra Lestari, menjadi korban tewas dalam kecelakaan kereta api di Bekasi.

Kecelakaan kereta api itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Data terbaru, ada 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan ini, puluhan orang mengalami luka-luka.

Nur Alimatun Citra Lestari (19), merupakan seorang mahasiswi asal Kota Jambi.

Ia di lahirkan 2007 silam di Jalan Camar II Nomor 38, RT. 13, RW.02 Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi.

Lokasi rumahnya di kawasan belakang SMP 2 Kota Jambi, tempat tinggal orang tuanya saat ini.

Nur merupakan bungsu tiga dari tiga bersaudara.

Kakak pertamanya perempuan tinggal di Jambi dan belum menikah, saat ini bekerja di Bapas Jambi 

Kakak keduanya tinggal di Bekasi dan telah berkeluarga.

Sosok yang Cerdas

Pendidikan awal Nur Alimatun dimulai dari SDN 6 Kota Jambi.

Setelah itu, Nur melanjutkan ke SMPN 2 Kota Jambi. Sekolah seragam abu-abu putihnya diselesaikan di SMAN 10 Kota Jambi.

Nur merupakan sosok rajin dan cerdas.

Dia mendapatkan beasiswa dari perusahaan asuransi untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti (STMA Trisakti).

Kampus STMA Trisakti berada di Jakarta.

Untuk kuliah di sana, Nur Alimatun Citra Lestasi tinggal Bekasi, bersama kakak keduanya.

Dalam aktivitas keseharian, Nur mengunakan trasportasi umum termasuk KRL yang mengalami kecelakaan tersebut.

Orang tua Nur Alimatun bernama Ruslan. Sebelumnya bapak Nur bertugas di Lapas Jambi. 

Arpan, tetangga korban, menceritakan orang tua korban sudah pensiun lima tahun lalu dari lapas.

Arpan juga menceritakan, awalnya korban engan mengambil beasiswa di Jakarta karena dianggap jauh dari rumah.

Namun, karena ada pertimbangan kakaknya yang tinggal di Jabodetabek akhirnya tawaran tersebut diambil.

"Almarhum ini dapat beasiswa, karena kakaknya tinggal di sana, maka dia berangkat juga," ujarnya. 

Jenazah Tiba di Jambi

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Jalan Camar II Nomor 33, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, pada pukul 08.15 Wib, Rabu (29/4). Tangis haru pecah saat kedatangan peti jenazah si bungsu itu.

Ayah korban, Ruslan mengatakan, kabar duka tersebut diterima keluarga pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi itu ia peroleh dari anak kedua yang tinggal di Bekasi.

“Informasi kami terima setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” ujar Ruslan.

Nur Alimatun Citra merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun menempuh pendidikan. Saat ini, almarhumah tercatat sebagai mahasiswi semester IV di Sekolah Tinggi Manajemen Administrasi Trisakti.(*)

Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin Kecam Pernyataan Sekda yang Sebut PMII Layaknya Preman

Yugi Parionandes Kecam Pernyataan Sekda Merangin soal PMII Disebut Preman

 Medekapost.com | Pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin yang menyebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) layaknya preman menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Demisioner Sekretaris Cabang PMII Merangin sekaligus Pengurus PKC PMII Provinsi Jambi, Yugi Parionandes.

Yugi menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap organisasi mahasiswa sekaligus mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik.

“Pernyataan itu sangat keterlaluan, tidak beretika, dan mencederai akal sehat. Seorang Sekda seharusnya menunjukkan kapasitas sebagai birokrat yang bijak, bukan justru melontarkan ucapan yang merendahkan dengan menyamakan organisasi mahasiswa seperti preman,” tegas Yugi, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, PMII merupakan organisasi kaderisasi nasional yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan intelektual, sosial, dan kebangsaan. Karena itu, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang kader PMII di Merangin, tetapi juga melukai marwah kader PMII secara luas.

Ia juga menegaskan bahwa pejabat publik yang anti kritik dan mudah terpancing emosi menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami prinsip demokrasi. Kritik dari mahasiswa, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial yang dijamin dalam sistem demokratis.

“Jika pejabat alergi terhadap kritik lalu merespons dengan kata-kata kasar, itu menunjukkan kegagalan dalam memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Jabatan tidak boleh dijadikan tameng untuk merendahkan rakyat dan mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yugi mendesak Sekda Merangin untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh kader PMII dan masyarakat. Ia menilai, tanpa klarifikasi dan permintaan maaf, pernyataan tersebut berpotensi memperburuk citra birokrasi Pemerintah Kabupaten Merangin di mata publik.

“Jangan merasa paling berkuasa. Jabatan itu sementara, tetapi ucapan akan terus diingat masyarakat. Kami meminta agar segera disampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa PMII tidak akan gentar menghadapi intimidasi verbal dari pihak mana pun, serta akan terus menjalankan fungsi perjuangan dan pengawalan kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.

“PMII lahir untuk melawan ketidakadilan, bukan untuk tunduk pada arogansi kekuasaan,” tutupnya. (*)

Penampakan Kayu Gelondongan dan Alat PETI Hanyut di Sungai Saat Banjir di Sarolangun

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai. 

JAMBI -  Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sejak Sabtu (26/4/2026), memicu kepanikan warga di sepanjang aliran Sungai Batang Asai.

Arus deras yang datang tiba-tiba membawa material kayu dalam jumlah besar. Batang-batang pohon tampak berhamburan mengikuti derasnya aliran sungai, memperlihatkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi di hulu.

Sejumlah desa dilaporkan terdampak cukup serius, di antaranya Desa Teluk Kecimbung dan Pulau Melako.

Warga setempat menyebut air naik dengan cepat disertai lumpur dan potongan kayu, sehingga sulit untuk melakukan penyelamatan barang.

Tak hanya itu, banjir juga menyeret sejumlah peralatan tambang emas ilegal atau PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Mesin dompeng yang biasa digunakan penambang dilaporkan hanyut terbawa arus, menjadi pemandangan yang mencolok di tengah bencana.

Kondisi ini memicu sorotan masyarakat terhadap maraknya aktivitas PETI dan penebangan hutan di kawasan tersebut. Banyak pihak menilai, kerusakan lingkungan di daerah hulu menjadi faktor utama yang memperparah dampak banjir.

“Kayu-kayu besar yang hanyut ini jadi bukti nyata hutan sudah rusak. Ditambah aktivitas dompeng yang tidak terkendali,” ujar salah seorang warga.

Baca juga: Hujan Deras, 409 Rumah di Tiang Pumpun Merangin Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Banjir bandang yang membawa material kayu dan peralatan tambang ini mempertegas kekhawatiran publik soal lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal di wilayah Sarolangun.

Hingga kini, warga masih waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan debit air sungai yang masih tinggi.

Gubernur Jambi Al Haris Evaluasi Keras Soal PETI, Banjir Bandang di Sarolangun Jadi Sorotan

Gubernur Jambi, Al Haris, merespons cepat bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Sarolangun.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, ia juga menyoroti keras aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau dompeng yang diduga memperparah kerusakan lingkungan, khususnya di sepanjang aliran sungai.

Air Rendam Rumah hingga Atap

Ya, Al Haris mengaku telah menerima laporan sejak malam hari, baik dari pemerintah daerah maupun pantauan langsung di media sosial.

Beberapa wilayah yang terdampak paling parah di antaranya Sarolangun, Batang Asai, dan Batin VIII.

“Kondisinya memang parah, air merendam rumah warga hingga ke atap,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia memastikan akan turun langsung ke lokasi setelah menyelesaikan agenda kementerian yang tengah dihadirinya.

Banjir Sesuai Peringatan BMKG

Menurut Al Haris, bencana ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait potensi banjir pada April.

Ia menjelaskan, periode ini merupakan fase peralihan sebelum memasuki musim kemarau.

“Setelah April, kita akan menghadapi potensi kekeringan pada Mei hingga Juli,” jelasnya.

Dompeng Jadi Sorotan

Di tengah bencana, beredar informasi mengenai rakit dompeng yang hanyut terbawa arus.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal telah merusak ekosistem sungai.

Al Haris pun mengingatkan bahwa praktik PETI merupakan aktivitas terlarang yang berdampak serius terhadap lingkungan.

“Dompeng merusak bibir sungai dan mengacaukan alur alami. Ini harus jadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk merefleksikan penyebab banjir besar yang terjadi.

“Apakah ini murni bencana alam, atau akibat ulah manusia sendiri yang merusak lingkungan?” lanjutnya.

Bantuan Masih Menunggu Data

Terkait penanganan, Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu laporan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Hingga kini, belum ada data pasti terkait jumlah korban maupun total kerugian.

Meski demikian, Al Haris menegaskan seluruh pihak telah diminta siaga penuh.

Ia menginstruksikan jajaran seperti BPBD, TNI, Polri, hingga relawan untuk bergerak cepat membantu warga terdampak.

“Semua harus bersiaga dan memberikan bantuan maksimal di lapangan,” pungkasnya.

Editor : ALDIE PRASETYA | Sumber: TribunJambi

Gubernur Al Haris Siap Tindaklanjuti Masukan DPRD Demi Kemajuan Jambi

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri langsung rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus), bertempat di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (27/4/2026) siang.

Kehadiran Gubernur Al Haris dalam rapat tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti berbagai masukan, saran, serta rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD demi peningkatan pelayanan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa setiap masukan dari legislatif akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

"Apa saja yang disarankan dan masukan dari dewan sesuatu yang akan kami ikut kedepannya," ujar Gubernur Al Haris.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga mengakui, masih terdapat berbagai kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan di Provinsi Jambi. Karena itu, menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama untuk mewujudkan harapan masyarakat.

"Tentu kita semua menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan untuk mencapai apa yang diharapkan masyarakat Jambi. Oleh karena itu perlu kerja sama agar harapan dari masyarakat itu tercapai," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah menegaskan bahwa seluruh hasil pembahasan dari Pansus DPRD akan segera ditindaklanjuti bersama, khususnya dalam menentukan arah kebijakan serta penyusunan berbagai regulasi yang dibutuhkan.

"Nanti akan kita tindaklanjuti bersama dalam menentukan arah dan kebijakan serta dalam penyusunan peraturan-peraturan," tegas M. Hafiz Fattah. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs