Istana Buka Suara Soal Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG

Jakarta - Istana Kepresidenan menyatakan wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur program makan bergizi gratis (MBG) merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, penggunaan kantin sekolah sebagai dapur MBG masih dalam tahap kajian dan menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

"Saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah akan mempelajari lebih lanjut apakah skema tersebut layak diterapkan di daerah tertentu, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki keterbatasan infrastruktur pendukung.

Ia menegaskan, hingga kini belum ada keputusan final terkait penggunaan kantin sekolah sebagai dapur MBG karena BGN masih melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis dan operasional.

"Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat, apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah skema baru untuk memperluas jangkauan program makan bergizi gratis, khususnya di wilayah 3T.

Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan dapur komunitas, sehingga pemerintah tidak perlu membangun dapur baru atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di setiap lokasi.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program sekaligus mengurangi kebutuhan anggaran negara.

Selain itu, BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, hingga lembaga masyarakat lainnya.

Menurut Nanik, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam pelaksanaan program MBG yang terus diperluas.

Meski demikian, BGN memastikan kualitas makanan dan standar keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap skema yang diterapkan.

"Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN dan kita tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis (4/6/2026).(Adz)

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Sungai Penuh Dahkir Yahya Tutup Usia

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

SUNGAI PENUH – Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPRD Kota Sungai Penuh dan masyarakat Kota Sungai Penuh. Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi NasDem, Dahkir Yahya, S.Pd., MM, meninggal dunia pada Rabu (10/6/2026) pukul 23.30 WIB di RS Melati Sungai Penuh dalam usia 62 tahun.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia politik dan pemerintahan di Kota Sungai Penuh. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang santun, sederhana, serta memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat membuat almarhum dihormati oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan legislatif maupun masyarakat luas.

Ucapan Duka

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hardizal, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama pribadi, keluarga besar PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Sungai Penuh, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara sekaligus rekan kami, Bapak Dahkir Yahya. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang sangat mendalam bagi kami semua,” ujar Hardizal.

Menurut Hardizal, almarhum merupakan sosok legislator yang memiliki integritas, loyalitas, dan kepedulian tinggi terhadap kepentingan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, Dahkir Yahya selalu berupaya menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Beliau adalah pribadi yang baik, rendah hati, mudah bergaul, dan selalu membangun komunikasi yang harmonis dengan siapa saja. Selama bertugas di DPRD, beliau aktif memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Hardizal menambahkan, kepergian Dahkir Yahya bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar DPRD, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenal dan merasakan langsung pengabdiannya. Banyak jejak pengabdian yang telah ditorehkan almarhum selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Kami sangat kehilangan sosok beliau. Almarhum adalah sahabat, rekan kerja, dan tokoh masyarakat yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan. Dedikasi serta pengabdian beliau kepada masyarakat akan selalu menjadi teladan dan dikenang oleh kita semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hardizal mengajak seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadah yang telah dilakukannya selama hidup.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT. Semoga almarhum husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima segala amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat yang mulia di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini,” tutup Hardizal.

Wafatnya Dahkir Yahya menjadi duka bagi seluruh elemen masyarakat Kota Sungai Penuh. Pengabdian, dedikasi, serta kontribusi yang telah beliau berikan selama hidup akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat. Semoga segala amal baik almarhum menjadi ladang pahala dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.(*) 

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kerinci dan Jajaran Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

KERINCI – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar aksi sosial donor darah secara massal. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadahil, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Aula Mapolres Kerinci.

Aksi donor darah ini diikuti dengan antusias oleh Wakapolres Kerinci KOMPOL Gumuntar Aritonang, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Kerinci AKP Edy Mardi, S.E., M.M., serta seluruh Pejabat Utama (PJU), para perwira, dan jajaran personel Polres Kerinci.

Sinergi untuk Kemanusiaan

Kapolres Kerinci, AKBP Ramadahil, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri, khususnya Polres Kerinci, terhadap sesama. Donor darah ini juga bertujuan untuk membantu menjaga ketersediaan atau stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) guna menyuplai kebutuhan rumah sakit di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

"Hari Bhayangkara bukan hanya momentum perayaan bagi institusi Polri, melainkan juga momen untuk meneguhkan kembali komitmen kami dalam melayani dan membantu masyarakat. Setetes darah yang kita donorkan hari ini sangat berarti bagi keselamatan jiwa sesama," ujar AKBP Ramadahil.

Jalani Protokol Kesehatan dan Skrining Ketat

Sebelum melakukan donor darah, seluruh peserta—termasuk Kapolres, Wakapolres, dan Kabag Ops—wajib menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan awal (skrining) yang dilakukan oleh tim medis. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Pengecekan tekanan darah (tensi).
  • Pemeriksaan kadar hemoglobin (HB).
  • Wawancara riwayat kesehatan guna memastikan darah yang didonorkan benar-benar sehat dan aman.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental selama acara berlangsung. Sinergi antara pimpinan dan anggota dalam menyumbangkan darahnya ini diharapkan dapat memotivasi instansi lain serta masyarakat luas untuk rutin melakukan donor darah.

Melalui kegiatan donor darah di usia yang ke-80 ini, Polres Kerinci berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), tetapi juga dalam aksi-aksi sosial dan kemanusiaan.(*Adz)

Perkuat Sinergi, BPC HIPMI Kerinci Audiensi bersama BSI Sungai Penuh

BPC HIPMI Kabupaten Kerinci melakukan langkah strategis dengan menggelar audiensi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sungai Penuh pada Rabu (10/06).(MPC)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Kerinci melakukan langkah strategis dengan menggelar audiensi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sungai Penuh pada Rabu (10/06/2026). Kegiatan ini mempertemukan para pengusaha muda dengan jajaran manajemen perbankan untuk membangun kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pengusaha muda dan UMKM.

Kehadiran BPC HIPMI Kerinci diwakili Sekretaris Umum (Sekum) Rian Aframa Wijaya, bersama Ketua Bidang I, Deni Kurniawan, Ketua Bidang II, Vado Ferlyno, Ketua Bidang VII, Edy Syaputra, Kompartemen Organisasi, Mhd. Khaidir Ali, dan beberapa pengurus lainnya.

Kedatangan Pengurus BPC HIPMI Kerinci ini disambut hangat oleh Kepala BSI Kancap Sungai Penuh, Riki Satria. Dalam kesempatan tersebut, Riki mengapresiasi semangat pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Kerinci dan menyatakan kesiapan BSI untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

BPC HIPMI Kabupaten Kerinci melakukan langkah strategis dengan menggelar audiensi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sungai Penuh pada Rabu (10/09).(MPC)

"Kami sangat menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari HIPMI Kerinci. BSI berkomitmen untuk terus bersinergi, terutama dalam mendukung akses keuangan dan pembiayaan yang berbasis syariah bagi para pengusaha muda agar terus berkembang dan naik kelas," ujar Riki Satria.

Terpisah, Ketua Umum BPC HIPMI Kerinci, Anugra Andiska, menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk membangun ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Kerinci.

"Ini merupakan langkah strategis bagi perkembangan pengusaha muda daerah," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum, Rian Aframa Wijaya menjelaskan sinergi antara HIPMI dan BSI Sungai Penuh ini diharapkan dapat melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung bagi pengusaha sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah kedepan. 

"Kami ingin memastikan pengusaha muda Kerinci tidak kesulitan mendapatkan akses keuangan dan pembinaan yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kerinci," jelasnya.

Pertemuan ditutup dengan diskusi santai mengenai pemetaan potensi ekonomi lokal serta foto bersama sebagai simbol kolaborasi strategis tersebut. (HZA)

Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM, Satreskrim Polres Kerinci Amankan Pelaku “Pelangsir” Pertalite

 

Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci bergerak cepat dalam menindaklanjuti atensi pimpinan terkait pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Hasilnya, petugas berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan BBM jenis Pertalite di wilayah Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh.

​Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci, petugas mengamankan seorang pria berinisial RS (28), warga Desa Koto Dua, Sungai Liuk, yang diduga kuat melakukan praktik “pelangsiran” BBM.

​Kasat Reskrim Polres Kerinci menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait kecurigaan aktivitas pengisian BBM yang tidak wajar di SPBU Sungai Liuk pada Senin (8/6/2026).

​“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal melakukan penyelidikan di lapangan. Kami menemukan pelaku melakukan pelangsiran BBM jenis Pertalite menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi tangkinya,” ujar Kasat Reskrim.

​Modus operandi yang dijalankan pelaku adalah dengan mengisi BBM Pertalite di SPBU menggunakan sepeda motor bertangki besar secara berulang. Setelah tangki penuh, BBM tersebut kemudian disalin ke dalam jerigen untuk dikumpulkan di dalam satu unit mobil jenis Grandmax sebelum akhirnya dijual kembali kepada pengecer.

​Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa:

​1 unit sepeda motor Yamaha Vixion.

​1 unit sepeda motor Suzuki Thunder.

​1 unit mobil Grandmax yang memuat 18 jerigen berisi BBM Pertalite.

​Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan dengan melengkapi administrasi penyidikan (mindik) dan alat bukti.

​Kasat Reskrim menegaskan bahwa Polres Kerinci tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dengan melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.

​“Instruksi pimpinan jelas, kami akan terus melakukan patroli 24 jam dan memantau SPBU di seluruh jajaran. Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengecer agar mematuhi aturan pemerintah mengenai distribusi BBM. Tindakan tegas akan diambil bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di bidang migas,” tegasnya.

​Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi kecurangan dalam distribusi BBM di wilayah hukum Polres Kerinci melalui layanan kepolisian yang tersedia. (*)

Kepulangan Jemaah Haji Diperketat, Keluarga Dilarang Menjemput di Asrama

PPIH Provinsi Jambi melarang keluarga menjemput langsung jemaah haji di Asrama Haji Jambi untuk menjaga ketertiban proses pemulangan.Hal ini disampaikan dalam rapat kepulangan jemaah haji, Selasa (9/6/2026).(Ist)

JAMBI | Merdekapost.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menegaskan aturan ketat terkait proses pemulangan jemaah haji Jambi.

Aturan ketat yang dimaksud ialah keluarga jemaah dilarang keras untuk melakukan penjemputan langsung di Asrama Haji Jambi.

Kebijakan itu diambil, mengingat kompleksitas fase pemulangan yang dinilai lebih rumit dibandingkan fase keberangkatan.

Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi menyatakan, tantangan utama dalam pemulangan adalah kondisi psikologis jemaah serta tingginya antusiasme keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, dalam pengarahannya dalam Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi bersama para stakeholder, Selasa (9/6/2026).

"Pemulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," ujarnya.

Dia mengatakan, berkaca pada pengalaman sebelumnya terdapat jemaah yang langsung dibawa pulang oleh keluarganya secara mandiri.

Sehingga, hal itu menyulitkan pendataan petugas saat bus akan diberangkatkan ke kabupaten/kota.

Untuk mengantisipasi kerumunan, PPIH akan menutup dan mengunci akses pintu samping asrama dua jam sebelum kedatangan jemaah.

Panitia juga dilarang keras membawa orang luar atau ‘penumpang gelap’ ke dalam area asrama, guna memastikan situasi tetap kondusif.

"Maka panitia kami ingatkan untuk tidak membawa penumpang gelap ya dalam tanda kutip, supaya lebih aman dan tertib," tegasnya.

Wahyudi menjelaskan, selain pengaturan alur masuk melalui empat pintu teknis, perhatian khusus juga diberikan pada pengelolaan bagasi jemaah.

Tas bagasi baru akan diserahkan kepada pihak kabupaten/kota dua jam setelah jemaah meninggalkan asrama untuk menghindari kericuhan dan risiko barang tertukar antar daerah.

Panitia menekankan pentingnya menjaga agar jangan sampai tas jemaah dari satu kabupaten terbawa ke kabupaten lain yang jaraknya berjauhan.

Mengenai kondisi kesehatan, apabila terdapat jemaah yang perlu diobservasi atau dirujuk ke rumah sakit.

Koordinasi akan dilakukan secara terpusat melalui tim medis BKK agar informasi yang sampai ke keluarga tetap satu pintu dan tidak memicu kepanikan.

"Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada semacam persoalan-persoalan," jelasnya.

Seluruh prosesi penerimaan di asrama akan dilakukan secara efisien sebelum jemaah diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal. 

Panitia berharap suasana penerimaan tetap tenang agar jemaah tidak merasa lelah atau emosional setelah perjalanan panjang. (Adz)

Dua Kecelakaan Beruntun di 'Lobang Maut' Lintas Sumatra Merangin, Warga Desak Pemkab Segera Bertindak

Dua Kecelakaan Beruntun terjadi di 'Lobang Maut' yang menganga di jalan Lintas Sumatra Merangin.(Ist)

MERANGIN, MERDEKAPOST.COM – Kondisi jalan berlubang besar di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin, kawasan Lingkungan Mensawang, Dusun Bangko RT 36, kembali memakan korban.

Dilansir dari media benuajambi.com, Pada Senin (9/6/2026) sekitar pukul 19.50 WIB, sedikitnya terjadi dua kecelakaan lalu lintas dalam rentang waktu yang berdekatan akibat pengendara terjebak lubang besar yang berada di badan jalan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, para korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit MMC Kabupaten Merangin untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga setempat mengaku resah dengan kondisi jalan yang dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan ketika hujan turun deras.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan. Dalam hitungan menit saja sudah terjadi dua kali kecelakaan di lokasi yang sama. Lubang ini sangat dalam dan berbahaya bagi pengendara,” ujar salah seorang warga kepada media ini.

Warga juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Merangin, khususnya Wakil Bupati Merangin Abdul Khafid, agar segera memerintahkan instansi terkait melakukan perbaikan atau setidaknya menutup lubang tersebut guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Menurut warga, keberadaan lubang besar di ruas Jalan Lintas Sumatra itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang memadai.

“Kami kasihan dengan para pengguna jalan. Apalagi saat malam hari atau ketika hujan lebat, lubang itu sulit terlihat dan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu bertambahnya korban sebelum mengambil langkah cepat. Mengingat lokasi lubang berada di jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Saat ini, warga masih menunggu respons dan tindakan konkret dari pihak terkait untuk mengatasi kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut.(*)

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, mengikuti Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Senin (8/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Sekretaris Daerah Alpian, para Asisten Sekretariat Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Rapat membahas berbagai isu strategis terkait penataan aparatur sipil negara, terutama menyangkut kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dan PPPK penuh waktu, penanganan tenaga honorer, serta relaksasi aturan belanja pegawai daerah yang melampaui 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

Kegiatan tersebut melibatkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Menteri Dalam Negeri, gubernur dari berbagai provinsi, perwakilan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Pembahasan berfokus pada upaya mencari solusi terbaik dalam penataan tenaga non-ASN. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah skema PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu yang diharapkan mampu memberikan kepastian status bagi tenaga honorer tanpa mengabaikan kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Wali Kota Alfin menyambut baik langkah Komisi II DPR RI bersama pemerintah pusat yang terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan kepegawaian di daerah. Menurutnya, pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola aparatur yang lebih profesional dan berkeadilan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh mengapresiasi Komisi II DPR RI, Kementerian PAN-RB, dan Kementerian Dalam Negeri yang telah membuka ruang pembahasan terkait PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu. Kami berharap kebijakan yang lahir nantinya mampu memberikan kepastian hukum, meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer, serta tetap mempertimbangkan kondisi keuangan daerah,” ujar Alfin.

Zoom Meeting Bersama Komisi II DPR RI, Wako Alfin Dorong Kepastian Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu.(Adz) 

Alfin menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan kebijakan yang seimbang antara kebutuhan pelayanan publik dan kemampuan anggaran. Karena itu, ia berharap hasil rapat dapat menghasilkan keputusan yang berpihak kepada daerah sekaligus memberikan kepastian bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

Menurutnya, penataan aparatur yang tepat akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mendukung kinerja pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam rapat tersebut menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat sekaligus menyampaikan aspirasi daerah terkait penataan aparatur sipil negara. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*Adz)

Sinergi PUPR Kerinci dan Warga Tangani Titik Kritis Jalan Renah Pemetik

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ruas Jalan Renah Pemetik yang mengalami kerusakan cukup parah akhirnya mendapatkan penanganan melalui kolaborasi antara masyarakat setempat dan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci.

Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga bersama personel Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Kegiatan difokuskan pada pembersihan badan jalan yang tertutup lumpur serta pembuatan saluran drainase guna mengalirkan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

Sebelum alat berat diturunkan ke lokasi, kondisi ruas jalan tersebut dilaporkan sangat memprihatinkan. Tebalnya lumpur yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah tidak dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4×4).

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan Renah Pemetik.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT., menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada titik-titik kritis dengan cara membuang material lumpur yang menutupi badan jalan, memperbaiki aliran air melalui pembuatan saluran drainase, serta melakukan perbaikan sementara pada bagian jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Penanganan saat ini bersifat darurat dan sementara. Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat dapat kembali digunakan. Mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia, prioritas kami adalah memastikan titik-titik yang paling parah dapat dilalui kendaraan sambil menunggu penanganan yang lebih permanen,” ujarnya.

Frans menambahkan, persoalan utama pada ruas jalan tersebut adalah genangan air yang menyebabkan badan jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembuatan saluran drainase menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang dilakukan saat ini.

Dalam pelaksanaan di lapangan, dukungan pemerintah desa juga menjadi faktor penting. Kepala Desa Lubuk Tabun dan Kepala Desa Sungai Kuning turut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dalam menangani kerusakan jalan tersebut.

Kedua kepala desa tersebut bahkan menghimbau warganya untuk ikut bergotong royong membantu proses perbaikan dan pembersihan jalan. Kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi mempercepat proses pekerjaan sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keberlangsungan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, sehingga kami mengajak dan menginstruksikan warga untuk bersama-sama membantu agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan akses segera kembali normal". ungkap dua kepala desa tersebut.

Di lapangan, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat. Warga, pemerintah desa, dan petugas PUPR bekerja bahu-membahu membersihkan badan jalan, membuat saluran air, serta membantu berbagai kebutuhan teknis selama proses penanganan berlangsung.

Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap Jalan Renah Pemetik dapat terus berlanjut melalui program peningkatan jalan yang lebih permanen pada masa mendatang. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas masyarakat diyakini akan semakin lancar.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan Jalan Renah Pemetik menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mengatasi berbagai persoalan infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Melalui sinergi tersebut, akses yang sebelumnya nyaris terputus kini kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(adz)

Satreskrim Polres Kerinci Resmi Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus BBM Subsidi Ilegal ke Kejari Sungai Penuh

 

Merdekapost.com – Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Kerinci resmi melaksanakan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) terkait kasus dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada Senin (08/06/2026).

​Pelimpahan ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan.

​Kronologi dan Dasar Hukum

​Kasus ini bermula dari penindakan yang dilakukan oleh personel Polres Kerinci pada hari Kamis, 9 April 2026 lalu, sekira pukul 15.30 WIB di Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh.

​Tersangka atas nama SUPARDI Alias PAK INDAH Bin MARZUKI (53), seorang petani asal Desa Air Teluh, diduga kuat melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah, atau penampungan barang yang diduga hasil tindak pidana (penadahan).

​Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan:

​Kesatu: Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

​Atau Kedua: Pasal 591 huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

​Pelaksanaan Tahap II

​Proses penyerahan dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter beserta tim penyidik/penyidik pembantu Polres Kerinci, antara lain:

​IPDA Surya Dinata, S.Tr.K.

​AIPTU Witran, S.H.

​BRIPKA Jimi Putra, S.E.

​BRIPTU Lindi Pianos

​BRIPTU Andes Darmawan, S.E.

​Tersangka dan barang bukti diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungai Penuh, Nanda, S.H., bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh.

​"Pelaksanaan Tahap II ini merupakan bentuk komitmen Polres Kerinci dalam menegakkan hukum, khususnya mengawal pendistribusian BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang mencari keuntungan pribadi," ujar perwakilan Sat Reskrim Polres Kerinci.

​Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Dengan diserahkannya tersangka dan barang bukti ini, maka tanggung jawab penanganan perkara selanjutnya beralih ke pihak Kejaksaan untuk segera disidangkan. (*)

Torehkan Prestasi Gemilang, Polres Kerinci Borong Juara di Rakernis Fungsi Humas Polda Jambi 2026

 


Merdekapost.com – Sie Humas Polres Kerinci berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Humas Polda Jambi Tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, Polres Kerinci sukses memborong penghargaan bergengsi berkat keaktifan, kreativitas, dan performa unggul mereka di dunia digital serta media sosial.

Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi resmi publikasi di 96693.jpg dan 96417.jpg, Polres Kerinci berhasil membawa pulang dua penghargaan utama sekaligus, yaitu:

Juara I Aplikasi PID (Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi)

Juara I Aplikasi Multi Media

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan konsistensi Sie Humas Polres Kerinci dalam memposting berbagai kegiatan positif kepolisian guna mewujudkan citra Polri yang positif dan terpercaya di tengah masyarakat.

Unggul dalam Keaktifan Media Sosial

Berdasarkan data yang dirilis pada layar utama saat acara berlangsung (seperti yang diabadikan pada 96460.jpg), Polres Kerinci menduduki peringkat pertama dalam kategori Keaktifan Sie Humas Polres dalam Memposting Kegiatan Positif di Media Sosial dengan capaian luar biasa sebanyak 9.967 link. Angka ini jauh mengungguli Polres Tanjung Jabung Barat di posisi kedua (8.2... link) dan Polres Merangin di posisi ketiga (4.1... link).

Selain itu, dalam kategori Keaktifan Pengisian SPIT (Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu) dan Media Hub, perwakilan Polres Kerinci juga tampil maksimal saat menerima penghargaan langsung di atas panggung (96468.jpg).

Dibekali Strategi Komunikasi Modern

Rangkaian acara Rakernis ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, melainkan juga ruang peningkatan kapasitas personel. Seluruh perwakilan Humas dari berbagai Polres jajaran Polda Jambi tampak hadir dan mengikuti jalannya kegiatan dengan khidmat (96485.jpg).

Salah satu sesi krusial dalam Rakernis ini adalah pembekalan materi mengenai "Public Speaking and Media Handling" yang disampaikan oleh Dr. Mochammad Farisi, LL.M. (96446.jpg). Materi ini mengupas tuntas strategi komunikasi efektif di era digital guna membangun kepercayaan publik, mengelola krisis komunikasi, serta memperkuat interaksi dua arah yang empati dengan masyarakat.

Dengan komitmen "Humas Siap, Informasi Kuat, Citra Positif", capaian gemilang di Rakernis 2026 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi Polres Kerinci untuk terus mengoptimalkan komunikasi publik demi mewujudkan Humas Polri Presisi Indonesia Maju. (*)

Gunakan Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru di Berangkatkan Ke Kerinci

 

Dengan menggunakan mobil Ambulance HKKN Riau Jenazah Korban Ke-7 Kecelakaan Travel di Pekanbaru-Dumai di Berangkatkan Ke Kerinci.(Facebook/Ist)

Merdekapost.com  - Innalillahi wainna ilaihirajiun, Rafles Warga Jujun Kerinci dinyatakan meninggal dunia dan menjadi korban ke-7 lakalantas tol pekan baru - dumai

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Almarhum sebelumnya sempat mendapat perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru. 

Informasi yang berhasil dirangkum Jenazah sudah diberangkatkan dan dilepas oleh Pengurus HKKN Riau

Melalui video yang diunggah oleh akun Facebook @Phelnie Bonafita yang menayangkan pelepasan jenazah oleh HKKn Riau

Baca Juga: 

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

dalam video tersebut nampak keluarga besar HKKN Riau melepas keberangkatan jenazah Pak Rafles

"Assalamualaikum ww, pada malam hari ini kita melakukan pemberangkatan jenazah, jam 9 (21.00) kita berangkatkan dari Pekanbaru menuju kerinci, jenazah yang ketujuh korban lakalantas di tol kandis"

"pada malam ini kita berangkatkan beliau pak Rafles untuk menuju Kerinci dengan menggunakan mobil ambulance HKKN Riau"

"Pemberangkatan jenazah dilepas oleh Ketua dan tokoh-tokoh HKKN Riau, kami mendoakan jenazah sampai ketujuan, terima kasih assalamualaikum ww" Pungkas perwakilan dari HKKN Riau

Untuk diketahui almarhum menghembuskan nafas terakhir di RS Awal Bros dan diberangkatkan dari Pekanbaru sekira pukul 21.00 WIB Minggu malam

semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan, Alfatihah... (Adz)

Terbengkalai, 21.800 Motor Listrik MBG Tak Terpakai Usai Dadan Cs Diciduk Kejagung

Sebanyak 21.800 unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) kini menjadi perhatian publik setelah tiga mantan petinggi BGN, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka. (Ist)

MERDEKAPOST.COM - Pengungkapan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menyeret sorotan terhadap ribuan motor listrik yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung operasional program tersebut.

Sebanyak 21.800 unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) kini menjadi perhatian publik setelah tiga mantan petinggi BGN, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Pengadaan kendaraan operasional tersebut disebut memiliki nilai anggaran fantastis, diperkirakan mencapai Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.

Ribuan Motor Listrik Terlihat Menumpuk di Gudang

Pantauan di kawasan Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menunjukkan ribuan motor listrik berwarna biru masih tersimpan di area gudang milik produsen Emmo Electric Mobility.

Kondisi di lokasi kini jauh berbeda dibanding beberapa bulan lalu. Jika sebelumnya kendaraan-kendaraan tersebut tersusun rapi di area penyimpanan samping gudang, kini jumlahnya terlihat semakin banyak hingga memenuhi halaman depan.

Deretan motor listrik itu tampak tidak beroperasi dan sebagian besar ditutupi jaring hitam untuk melindungi kendaraan dari panas maupun hujan.

Tak hanya motor listrik, sebuah truk kontainer milik PT Yasa Artha Tunggal (YAT) juga terlihat terparkir di area sekitar gudang.

Suasana Gudang Lengang

Saat didatangi pada Sabtu (6/6/2026), aktivitas di lokasi terpantau minim. Tidak terlihat adanya kegiatan distribusi maupun mobilitas kendaraan yang signifikan.

Meski gerbang gudang dalam kondisi terbuka, suasana di sekitar lokasi tampak sepi. Tidak terlihat pekerja maupun aktivitas operasional yang biasanya berlangsung di area tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola mengenai status ribuan motor listrik tersebut maupun kelanjutan distribusinya setelah kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan petinggi BGN mencuat.

Warga Sebut Aktivitas Berkurang Saat Akhir Pekan

Seorang pedagang yang biasa berjualan di sekitar kawasan gudang mengatakan kondisi sepi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh libur akhir pekan.

Menurutnya, pada hari kerja aktivitas di area gudang biasanya lebih ramai dibandingkan saat Sabtu dan Minggu.

"Kalau hari biasa ada aktivitas karyawan. Sabtu memang biasanya lebih sepi karena banyak yang libur," ujarnya.

Pengadaan Motor Listrik Ikut Disorot

Kasus dugaan korupsi MBG yang sedang ditangani aparat penegak hukum membuat sejumlah proyek pendukung program tersebut ikut menjadi perhatian, termasuk pengadaan kendaraan operasional.

Publik kini menunggu kejelasan mengenai nasib puluhan ribu motor listrik yang telah diproduksi tersebut, sekaligus menanti hasil penyelidikan terkait penggunaan anggaran dalam program MBG yang sebelumnya menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

(Aldie Prasetya /Tribunnewsbogor)

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs