Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Kegiatan Pemda di Lapangan

Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Langsung Kegiatan Pemda di Lapangan.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta memperkuat kemitraan dengan insan pers,Pada tahun 2026.

Diskominfo Kerinci menghadirkan terobosan dengan membuka ruang kebebasan pers melalui pelibatan langsung media dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah di lapangan.

Melalui kebijakan ini, para media mitra kerja sama tidak hanya menerima informasi secara administratif, tetapi juga diajak untuk mengikuti langsung kegiatan pemerintah daerah di berbagai lokasi. Dengan keterlibatan langsung di lapangan, para awak media dapat melihat, mendengar, serta mengonfirmasi fakta secara langsung sehingga mampu menyajikan pemberitaan yang lebih aktual, faktual, dan terpercaya sesuai dengan kondisi yang terjadi di masyarakat.

Kehadiran langsung para wartawan di lapangan juga menjadi bentuk penghargaan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah daerah terhadap media mitra kerja sama.

Baca Juga: Sudah 11 Tahun SAD Jambi Menunggu Janji Lahan 2.500 Ha dari Jokowi yang Belum Ditepati

Pemerintah Kabupaten Kerinci menilai bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, sehingga keterlibatan langsung wartawan dalam kegiatan pemerintah merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pers.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci Yuldi Candra menegaskan bahwa keterlibatan media dalam kegiatan lapangan merupakan bentuk keterbukaan pemerintah daerah terhadap kerja-kerja jurnalistik.

“Kami ingin memberikan ruang yang luas kepada teman-teman media untuk melihat langsung berbagai kegiatan pemerintah di lapangan. Dengan begitu, informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan fakta yang terjadi. Kehadiran wartawan di lapangan juga merupakan bentuk penghargaan sekaligus kebanggaan bagi kami terhadap media mitra kerja sama Pemerintah Kabupaten Kerinci,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pemberitaan yang lebih profesional serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Selain itu, keterlibatan media secara langsung juga diharapkan dapat memperkuat transparansi pemerintahan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program dan kebijakan pemerintah daerah.

Tidak hanya memberikan ruang yang lebih luas bagi kebebasan pers, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci juga menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan serta profesionalitas insan pers. Pada tahun 2026, standar satuan anggaran publikasi untuk media online resmi dinaikkan.

Baca Juga: Dua Warga Ujung Pasir di Keroyok Sejumlah Pemuda di Kayu Aro Ambai

Jika sebelumnya nilai publikasi sebesar Rp100 ribu per berita, kini ditingkatkan menjadi Rp200 ribu per berita. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan para wartawan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurut Kepala Diskominfo, kebijakan peningkatan standar anggaran tersebut juga merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan kerja jurnalistik di daerah.

“Walaupun kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas akibat kebijakan efisiensi secara nasional, Pemerintah Kabupaten Kerinci tetap berupaya memberikan perhatian kepada insan pers. Kami berharap dengan peningkatan standar publikasi ini, para wartawan dapat terus bekerja secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang masih terbatas serta semakin bertambahnya jumlah media setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap kemitraan yang terjalin dengan insan pers dapat terus terjaga dengan baik, sehingga informasi pembangunan daerah dapat tersampaikan secara luas, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat. (ali)

Dua Warga Ujung Pasir di Keroyok Sejumlah Pemuda di Kayu Aro Ambai

KERINCI – Aksi pengeroyokan diduga dilakukan oleh puluhan pemuda di wilayah Kayu Aro Ambai terhadap dua warga Ujung Pasir yang tengah melintas di jalan raya, Sabtu malam (16/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kayu Aro Ambai, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci. Kedua korban diketahui bernama Dipa dan Kori.

Insiden bermula saat kedua korban melintas di lokasi kejadian. Namun secara tiba-tiba mereka diduga dilempari botol oleh sejumlah pemuda setempat.

Saat Dipa dan Kori menanyakan alasan pelemparan tersebut, puluhan pemuda diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap keduanya.

Baca Juga: GMM Jambi Kecewa Minimnya Dukungan Pemkab Merangin dalam Kegiatan Pelantikan

Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka pada bagian kaki serta merasakan sakit di beberapa bagian tubuh akibat pengeroyokan yang terjadi.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya insiden tersebut.

Tidak terima atas kejadian yang dialami korban, pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib agar segera ditangani sesuai proses hukum yang berlaku.

Selain itu, nama-nama yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut juga disebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kejadian tersebut, mengidentifikasi para pelaku, serta menjaga situasi keamanan agar tidak menimbulkan konflik lanjutan antarwarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut. (Ali)

Jaksa Tolak Pledoi 4 Terdakwa Kasus Korupsi DAK SMK Jambi

 

Kerugian Negara Rp21 Miliar, Jaksa Tolak Pledoi Empat Terdakwa Korupsi DAK SMK Jambi.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara tegas menolak seluruh nota pembelaan (pledoi) yang diajukan oleh empat terdakwa kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pengadaan peralatan praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2022. Jaksa menilai, manuver pembelaan para terdakwa tidak berdasar dan meminta majelis hakim tetap menjatuhkan hukuman berat sesuai tuntutan.

Penegasan ini disampaikan JPU Ninik dalam sidang dengan agenda replik (jawaban atas pledoi) di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Senin (18/5/2026).

"Kami memohon agar majelis hakim menolak pembelaan para terdakwa, dan mengabulkan tuntutan jaksa," ujar JPU Ninik dengan nada lugas di hadapan majelis hakim.

Kasus yang mencoreng dunia pendidikan di Jambi ini ditaksir telah merugikan keuangan negara hingga Rp 21 miliar. Keempat terdakwa dinilai jaksa terbukti secara sah dan meyakinkan bekerja sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 55 KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: GMM Jambi Kecewa Minimnya Dukungan Pemkab Merangin dalam Kegiatan Pelantikan

Peran keempat terdakwa dalam pusaran korupsi ini terbagi rapi, mulai dari pejabat birokrasi, makelar, hingga bos perusahaan penyedia maulai dari Zainul Havis (ZH) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik Provinsi Jambi, Rudy Wage Soeparman (RWS) Perantara atau makelar proyek, Endah Susanti (ES) Pemilik PT Tahta Djaga Internasional, dan Wawan Setiawan (WS) Pemilik PT Indotec Lestari Prima (ILP).

Meskipun digempur penolakan dari jaksa, kubu terdakwa tidak bergeming. Melalui kuasa hukumnya, mereka menyatakan tetap bertahan pada pembelaan yang telah disampaikan sebelumnya. "Kami tetap pada pembelaan, Yang Mulia," sahut kuasa hukum terdakwa.

Dalam perkara ini, jaksa melayangkan tuntutan yang bervariasi. Menariknya, Rudy Wage Soeparman selaku perantara justru dituntut paling tinggi ketimbang para pengusaha dan PPK.

Berikut daftar rapor merah tuntutan hukuman dan denda bagi keempat terdakwa

Rudy Wage Soeparman (Perantara) Dituntut 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta (subsider 180 hari kurungan), serta wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar.

Wawan Setiawan (Pemilik PT ILP) Dituntut 5 tahun penjara, denda Rp 100 juta (subsider 120 hari kurungan), dan uang pengganti sebesar Rp 6,5 miliar.

Endah Susanti (Pemilik PT TDI) Dituntut 2 tahun 6 ibulan penjara, denda Rp 50 juta, serta uang pengganti Rp 389 juta.

Zainul Haviz (PPK) Dituntut 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta, dan uang pengganti Rp 205 juta. Catatan: ZH baru mengembalikan Rp 110 juta, tersisa Rp 95 juta yang harus dibayarkan.

Baca Juga: Sudah 11 Tahun SAD Jambi Menunggu Janji Lahan 2.500 Ha dari Jokowi yang Belum Ditepati

Jaksa menegaskan tidak ada celah bagi para terdakwa untuk lolos dari jerat hukum. Hal yang memberatkan hukuman mereka adalah karena tindakan lancung ini secara nyata menghambat mutu pendidikan dan kualitas praktik siswa SMK di Jambi. Ditambah lagi, mereka dinilai sama sekali tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sementara itu, hal yang meringankan hanya karena para terdakwa mengaku menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum penjara sebelumnya.

Nasib akhir keempat terdakwa 'penggarong' dana pendidikan Jambi ini kini berada di tangan majelis hakim. Sidang putusan atau vonis final dijadwalkan akan digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang. (Adz)

Ketua Asprov PSSI Jambi Mhd. Fadhil Arief Hadiri Final JSFL 2026, SDN 144 Bungo Raih Juara Usai Kalahkan SD IT Nurul ilmi 2 Kota Jambi

Batang Hari, Merdekapost.com – Puncak kompetisi sepak bola pelajar Jambi School Football League (JSFL) 2026 tingkat Sekolah Dasar (SD) resmi digelar Minggu, 17 Mei 2026. Di alun-alun Batang hari Laga penentuan juara yang berlangsung penuh gairah dan sportivitas ini mempertemukan SD IT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melawan SDN 144 Bungo. 

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak akhir, SDN.144 MUARO BUNGO sebagai pemenang dengan skor akhir 5-4 melalui babak adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang dalam waktu normal.

Gelar juara ini membawa kebanggaan tersendiri bagi tim dari Kota Jambi sekaligus membawa pulang apresiasi berupa dana pembinaan senilai Rp2.000.000. Penyerahan piala bergilir dan hadiah juara dilakukan langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jambi, M. Fadhil Arief, yang juga menjabat sebagai Bupati Batanghari, di hadapan para pemain, pelatih, dan penonton yang memadati lokasi pertandingan.

Bacaan Lainnya:

JSFL, SDIT Al-Kahfi Sarolangun Menang 2-1 atas SD Islam Mutiara Al Madani Sungai Penuh

Hujan, Duel Sengit di Lapangan Garuda Batang Hari, MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin

Dalam sambutannya usai penyerahan piala dan hadiah, M. Fadhil Arief menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menampilkan permainan berkelas dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga. Ia menegaskan, kompetisi seperti JSFL memiliki peran vital dalam menjaring talenta muda daerah.

“Anak-anak inilah bibit atlet masa depan kita. Potensi yang mereka miliki hari ini adalah modal utama bagi sepak bola Jambi dan Indonesia di masa mendatang. Keberadaan liga sekolah ini sangat penting sebagai wadah pembinaan dini, agar talenta yang ada di pelosok daerah dapat tergali, terlatih, dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar M. Fadhil Arief.

Ia berharap, semangat dan kedisiplinan yang ditunjukkan para pemain selama mengikuti kompetisi dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Tidak hanya mengutamakan kemenangan, Ketua PSSI Jambi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi olahraga dan prestasi akademik, serta pembentukan karakter atlet yang tangguh, jujur, dan berakhlak mulia.

Pertandingan final JSFL 2026 ini menjadi penutup rangkaian kompetisi yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu, melibatkan ratusan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Keberhasilan penyelenggaraan ini membuktikan komitmen PSSI Provinsi Jambi dalam memajukan sepak bola usia dini, sekaligus memastikan ketersediaan regenerasi pemain yang berkualitas dari akar rumput.

Dengan berakhirnya edisi tahun ini, para pemangku kepentingan berharap JSFL akan terus menjadi agenda rutin yang menjembatani bakat-bakat muda Jambi menuju kancah sepak bola nasional.(*)

Sudah 11 Tahun SAD Jambi Menunggu Janji Lahan 2.500 Ha dari Jokowi yang Belum Ditepati

Joko Widodo, semasa menjadi Presiden RI, berdialog dengan warga Suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. (SETPRES) 

SAROLANGUN - Harapan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Kabupaten Sarolangun terhadap janji mantan Presiden RI Joko Widodo kian memudar.

Hingga kini, janji penyediaan lahan penghidupan seluas 2.500 hektare bagi komunitas adat tersebut belum juga terealisasi.

Sudah hampir 11 tahun berlalu sejak janji itu disampaikan Jokowi saat mengunjungi permukiman Orang Rimba di Sarolangun pada Jumat, 30 Oktober 2015.

Saat itu, Jokowi menjanjikan penyediaan lahan sebagai ruang hidup dan sumber mata pencaharian agar masyarakat SAD tidak lagi hidup berpindah-pindah di kawasan konflik.

Namun hingga 2026, janji tersebut belum juga terwujud dan masih sebatas proses administratif.

Baca Juga: Bupati Batang Hari Antar Keberangkatan 210 Jamaah Haji Menuju Tanah Suci

Kondisi itu membuat ratusan warga Orang Rimba terus hidup dalam keterbatasan, tanpa kepastian sumber penghidupan serta dibayangi konflik sosial yang berkepanjangan.

Secara historis dan budaya, kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan ruang hidup masyarakat Orang Rimba.

Akan tetapi, kawasan yang kini berstatus taman nasional itu dinilai tidak lagi mampu menopang kehidupan mereka.

Hasil hutan seperti jernang, damar, rotan, manau hingga satwa buruan semakin sulit ditemukan dan tidak lagi memiliki nilai ekonomi yang memadai.

Temenggung Bepayung dari Desa Pematang Kabau, Sarolangun, mengatakan belum adanya kepastian lahan menjadi penyebab utama keresahan di tengah masyarakat SAD.

"Janji itu diucapkan langsung oleh Presiden (Jokowi) sejak 2015. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Ini membuat warga hidup tidak tenang," ujarnya.

Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga hilangnya rasa percaya kepada pemerintah dan para pemimpin adat.

Baca Juga: Teridentifikasi! Tangis Pecah saat Serah Terima Peti 11 Jenazah Korban Tabrakan Truk vs Bus ALS Arah Jambi

“Sekarang warga mulai buruk sangka dan tidak percaya lagi. Kami hanya butuh kepastian lahan untuk hidup, bukan sekadar kunjungan atau janji,” tegasnya.

Situasi tersebut, kata dia, membuat posisi para temenggung semakin sulit karena masyarakat mulai sulit diarahkan dan emosi sosial mudah tersulut.

“Sejak itu masyarakat susah diatur. Mereka jadi beringas karena merasa dibohongi,” ungkapnya.

Saat kunjungan Jokowi ke Bukit Duabelas pada 2015 lalu, masyarakat SAD juga sempat meminta bantuan fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih.

Kilas Balik Janji Jokowi

Kala itu, Temenggung Grip menyampaikan bahwa 15 unit rumah bantuan pemerintah yang dibangun sejak 2004 jarang ditempati karena tidak memiliki fasilitas pendukung.

“Tidak ada sumur, tidak ada penerangan. Untuk apa kami tempati?” ujarnya saat itu.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi disebut langsung memerintahkan para menteri terkait untuk menindaklanjuti berbagai permintaan masyarakat SAD.

Pada kesempatan yang sama, warga SAD juga menerima program Kartu Indonesia Sehat.

Sementara itu, Menteri Sosial saat itu, Khofifah Indar Parawansa, turut mengunjungi warga SAD yang dievakuasi akibat kabut asap.

Khofifah kala itu menjanjikan bantuan pemulihan kebun, pendidikan anak hingga perlindungan bagi komunitas adat terpencil.

Namun setelah lebih dari satu dekade berlalu, janji penyediaan lahan seluas 2.500 hektare yang dianggap penting bagi keberlangsungan hidup Orang Rimba masih belum terealisasi.

Bagi masyarakat SAD di Sarolangun, kata Temenggung Bepayung, janji tersebut kini menjadi simbol panjangnya kekecewaan terhadap negara yang dulu mereka yakini hadir, namun perlahan menghilang.(Adz/Sbr: TribunJambi.com)

Lewat Final Dramatis, SDN 144 Muara Bungo Sabet Gelar JSFL 2026

 

Merdekapost.com – Kompetisi Jambi School Football League (JSFL) 2026 tingkat sekolah dasar resmi ditutup dengan kemenangan gemilang SDN 144 Muara Bungo di Lapangan Alun-alun Batanghari, Minggu (17/05/2026).

Pada laga puncak yang berlangsung seru dan menegangkan, SDN 144 Muara Bungo berhasil mengalahkan SD IT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melalui adu penalti dengan skor 5-4 setelah kedua tim bermain imbang sepanjang waktu normal.

Sejak kick off dimulai, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim saling menunjukkan permainan terbaik dengan semangat juang dan sportivitas yang tinggi hingga memaksa laga ditentukan lewat babak penalti.

Penutupan turnamen turut dihadiri Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief bersama jajaran pejabat daerah serta pengurus olahraga di Provinsi Jambi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola usia dini di daerah.

Dalam sambutannya, Fadhil Arief menegaskan bahwa ajang kompetisi pelajar memiliki peranan besar dalam mencetak bibit atlet potensial. Menurutnya, pembinaan sejak dini tidak hanya bertujuan melahirkan pemain berprestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.

Ia berharap kegiatan seperti JSFL dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar semakin banyak talenta muda sepak bola dari Jambi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Turnamen yang diikuti ratusan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Jambi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Asprov PSSI Jambi dalam mendorong kemajuan sepak bola usia muda di Provinsi Jambi. (*)

Bupati Batang Hari Antar Keberangkatan 210 Jamaah Haji Menuju Tanah Suci

 

Merdekapost.com - Suasana haru menyelimuti pelepasan ratusan jamaah calon haji asal Kabupaten Batang Hari yang diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Acara pelepasan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, di pendopo rumah dinas bupati, Minggu (17/05/2026).

Sebanyak 210 jamaah calon haji mengikuti prosesi keberangkatan dengan didampingi keluarga dan kerabat yang turut mengantar serta mendoakan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, kesiapan mental, serta memperkuat niat dan kekhusyukan selama melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Ia juga meminta para jamaah untuk menjaga kebersamaan dan mematuhi arahan petugas pendamping agar seluruh proses ibadah berjalan lancar. Selain itu, para petugas haji diminta memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kesehatan jamaah selama berada di Arab Saudi.

Pelepasan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta keluarga jamaah yang tampak penuh haru melepas keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci. (*)

Teridentifikasi! Tangis Pecah saat Serah Terima Peti 11 Jenazah Korban Tabrakan Truk vs Bus ALS Arah Jambi

PALEMBANG - Tangis keluarga pecah saat proses penyerahan peti jenazah korban kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Jumat (15/5/2026).

Suasana haru terlihat ketika Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana menyerahkan berkas dan surat kepada pihak keluarga korban.

Sejumlah keluarga tampak saling berpelukan sambil menangis di depan peti jenazah.

"Ketika sampai mau langsung dimakamkan di Muratara, ini adik saya," ujar Yasmin, kakak sopir truk tangki, Ariyanto.

Keluarga korban terlihat tak kuasa menahan duka saat menerima jenazah anggota keluarganya.

Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumsel, Mulkan mengatakan ahli waris korban meninggal dunia maupun korban luka akan mendapatkan santunan setelah proses verifikasi data selesai dilakukan.

"Untuk korban meninggal dunia ahli waris akan menerima Rp50 juta, sedangkan untuk korban luka-luka maksimal Rp20 juta. Sesegera mungkin kami selesaikan proses santunan," ujar Mulkan.

Dia menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani korban untuk mempermudah proses penyaluran santunan kepada ahli waris.

"Kami bekerja sama dengan rumah sakit yang merawat agar nanti bisa berhubungan dengan ahli warisnya," tutupnya.

14 Korban Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan bersama Pusdokkes Polri telah berhasil mengidentifikasi 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari total tersebut, sebanyak 11 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat (15/5/2026).

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data post mortem dan ante mortem, termasuk pemeriksaan DNA korban dan keluarga.

“Dari pemeriksaan post mortem dan ante mortem, terdapat 14 jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi.

"Tiga jenazah lainnya masih dalam proses karena kami masih menunggu data pembanding,” ujarnya saat rilis hasil identifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Dia menjelaskan, selain 17 korban meninggal dunia yang ditemukan di lokasi kejadian, terdapat dua korban lain yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Fahrul asal Tegal dan Jumiatun asal Pati, Jawa Tengah.

“Sehingga total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi 19 orang, terdiri dari 17 korban di lokasi kejadian dan dua korban meninggal saat perawatan,” katanya.

Untuk korban selamat bernama Ngadiono, saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang dan kondisi kesehatannya disebut mulai membaik.

“Pasien Ngadiono telah menjalani operasi kedua berupa pengangkatan jaringan nekrotik pada 11 Mei 2026 dan kini dipindahkan ke ruang rawat inap,” jelas Rony.

Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty mengatakan seluruh pemeriksaan DNA dilakukan secara menyeluruh dan profesional, mulai dari ekstraksi sampel hingga analisis profil DNA.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 11 jenazah berhasil dikenali melalui pencocokan DNA, sedangkan tiga korban lainnya diidentifikasi menggunakan data sekunder.

Korban bernama Abella Zea Septiana teridentifikasi melalui data medis, Zulkifli dikenali dari kalung yang dikenakan, sementara Sukono diidentifikasi dari dokumen identitas berupa KTP dan SIM yang ditemukan.

Hingga kini, tiga jenazah lainnya masih belum teridentifikasi karena tim DVI masih menunggu sampel DNA pembanding dari keluarga korban.

Daftar 14 korban yang telah teridentifikasi:

- Aldi Sulistiawan

- Hj. Syamsiah Bachri

- Zulpan Efendi

- Agustina Maharani

- Martoni

- Aryanto

- Klinton Wardana Marbun

- Bahrul Ulum

- Syafruddin NST

- Alif Supriyatin

- Budiyanto

- Abella Zea Septiana

- Zulkifli

- Sukono

Sopir Bus Hindari Lubang

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri resmi meningkatkan status penanganan kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki ke tahap penyidikan.

Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan dan keterangan saksi kernet bus bernama Muhammad Fadli, kecelakaan diduga terjadi saat sopir berusaha menghindari lubang di jalan.

Saat itu, bus ALS melaju ke arah Sarolangun, Jambi, sementara truk melaju ke arah Lubuklinggau.

"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan akibat driver menghindari saat di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan," ujar Rony saat rilis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Jumat (15/5/2026).

Terkait kemungkinan adanya tersangka dalam kasus tersebut, Rony menyebut penetapannya masih menunggu hasil penyidikan dan alat bukti yang cukup.

"Sebagaimana prosesnya untuk menentukan siapa tersangka menunggu hasil penyidikan. Penentuan siapa tersangka juga kami akan koordinasi dengan Kejaksaan. Pihak bus PT ALS juga sudah dipanggil," katanya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumsel, Maesa Soegriwo mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan lubang yang dihindari sopir bus ALS hanya memiliki kedalaman sekitar dua sentimeter.

"Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu dari mana," kata Maesa.(*)

Ditangkap di Jambi, Perampok di Angkot Medan yang Viral Akhirnya Dilumpuhkan dengan Peluru

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Seorang pria berkomplot untuk melakukan perampokan di dalam angot di Medan, ditangkap di Tebo, Jambi.

Ia bernama Sony Liston Siringgo-ringgo (35), yang akhirnya ditangkap di Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Madarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Peluru bahkan harus bersarang di kakinya karena berusaha melawan dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

Beraksi Berdua

Sony beraksi berdua dengan pria bernama Erikson Napitupulu (44).

Keduanya bekerja sama merampok tiga wanita yang merupakan penumpang Angkot Morina 81, pada awal April lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, aksi perampokan tersebut dilakukan secara terencana dan sistematis.

Dalam kejadian itu, Erikson berperan sebagai sopir angkot rute Medan Belawan-Terminal Amplas.

Sedangkan Sony, yang akhirnya tertangkap di Tebo, bertindak sebagai eksekutor yang menodong penumpang menggunakan senjata tajam.

Keduanya berpura-pura tidak saling mengenal agar korban mengira sopir juga menjadi sasaran penyanderaan.

Sony beraksi mengancam penumpang perempuan dengan senjata tajam.

Namun, bukannya membela penumpang atau berhenti, Erikson justru memacu kendaraan lebih cepat agar korban tidak bisa melompat keluar dan teriakan mereka tidak terdengar pengendara lain.

Dalam kondisi itu, Sony memaksa korban menyerahkan telepon genggam mereka.

"Modus mereka cukup terencana. Pelaku utama berpura-pura menyandera sopir agar seolah-olah tidak ada kerja sama. Padahal keduanya sudah bersekongkol sejak awal," katanya.

Kasus perampokan di dalam Angkot Morina 81 tujuan Medan Belawan–Terminal Amplas itu sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian dan viral di media sosial karena korban nekat melompat dari angkot yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi demi menyelamatkan diri.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan kehilangan telepon genggam miliknya.

Ingin Merantau, tak Punya Uang

Aksi perampokan penumpang Angkot Morina 81 di Medan diduga dilakukan karena salah satu pelaku ingin merantau ke Jambi namun tidak memiliki uang.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Ferry Walintukan mengatakan sebelum kejadian pada Selasa 7 April 2026, kedua pelaku bertemu di pangkalan Angkot Morina 81 sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo mengaku ingin merantau ke Jambi namun tidak memiliki biaya.

Dia kemudian mengajak Erikson Napitupulu bekerja sama melakukan perampokan terhadap penumpang angkot.

Dalam rencana tersebut, Erikson bertugas sebagai sopir, sedangkan Sony menjadi eksekutor yang menodong korban menggunakan parang.

Keduanya juga menyusun skenario agar aksi terlihat seperti penyanderaan terhadap sopir angkot.

Jika berhasil, hasil rampokan berupa uang dan barang milik korban akan dibagi dua.

Kronologi Aksi Perampokan

Sekitar pukul 10.00 WIB, keduanya mulai menjalankan aksi dari pangkalan angkot dengan Erikson sebagai pengemudi dan Sony duduk di kursi depan.

Sesampainya di Jalan Yos Sudarso, Sony berpindah ke kursi belakang sambil menyembunyikan senjata tajam yang dibawanya.

Di kawasan persimpangan Sungai Mati, satu per satu penumpang mulai naik ke dalam angkot hingga total terdapat lima orang penumpang.

Begitu penumpang terakhir naik, Sony langsung mengeluarkan parang dan menodong salah satu penumpang perempuan sambil meminta sopir mempercepat laju kendaraan.

"SLS mengeluarkan parang dari pinggangnya dan mengancam dengan menodongkan parangnya kepada penumpang perempuan dan berteriak, sopir jangan berhenti. Tambah kecepatan," kata Ferry.

Saat angkot melaju kencang, Sony mulai mengancam para penumpang agar menyerahkan telepon genggam mereka.

Namun aksi tersebut sempat mendapat perlawanan dari salah satu korban perempuan.

Korban bahkan mengalami luka bacok sebelum akhirnya melompat keluar dari angkot untuk menyelamatkan diri.

"SLS kembali mengancam penumpang perempuan yang pertama naik ke angkot dengan menodongkan parang dan meminta HP.

"Tetapi korban melawan meronta, sehingga korban mengalami luka bacok, dan akhirnya korban menyelamatkan diri melompat keluar dari angkot," katanya.

Setelah itu, Sony kembali mengancam penumpang perempuan lainnya dan berhasil mengambil telepon genggam korban sebelum mendorong korban keluar dari angkot yang masih melaju.

"Penumpang perempuan tersebut menyerahkan handphone, dan setelah handphone korban dikuasai, tersangka mendorong korban keluar dari angkot yang sedang berjalan kencang,” ujarnya.

Korban ketiga juga dipaksa menyerahkan telepon genggamnya.

Namun karena takut, korban memilih melompat keluar dari kendaraan sebelum sempat didorong pelaku.

"Penumpang yang ketiga kembali diancam dan memberikan handphone kepada tersangka SLS. Karena ketakutan, melompat menyelamatkan diri dari angkot,” ujarnya.

Setelah ketiga korban keluar dari angkot, tersisa seorang penumpang laki-laki lanjut usia.

Kedua pelaku kemudian menghentikan kendaraan dan meminta pria tersebut turun tanpa merampas barang miliknya.

Tak lama berselang, seorang pengendara sepeda motor mengikuti dari belakang sambil merekam kejadian tersebut.

Melihat hal itu, Erikson meminta Sony menempelkan parang ke lehernya agar terlihat seolah-olah sopir juga menjadi korban penyanderaan.

Pada saat melanjutkan perjalanan, EN melihat dari kaca spion ada pengendara motor yang mengejar sambil merekam. Lalu EN menyuruh SLS meletakkan parang di bagian leher agar terlihat bahwa sopir juga diancam sambil menyuruh terus berjalan," katanya.

Setelah merasa situasi aman, parang yang digunakan dibuang ke parit dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju Simpang Jalan Rumah Potong Hewan.

Di lokasi itu, Sony memberikan satu unit telepon genggam hasil rampokan kepada Erikson.

"SLS menyampaikan kepada EN berhasil mengambil dua handphone lalu memberikan satu kepada EN," ungkapnya.

Residivis dan Buronan

Usai kejadian, Erikson meninggalkan angkot di lahan kosong sebelum keduanya berpencar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Erikson diketahui merupakan mantan narapidana yang telah empat kali keluar masuk penjara dalam kasus pencurian dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara Sony Liston Siringgo-ringgo tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Medan sejak 2020 dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Ditangkap Terpisah

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap dua pelaku perampokan terhadap tiga penumpang Angkot Morina 81 rute Terminal Amplas–Pelabuhan Belawan tersebut.

Kedua pelaku masing-masing bernama Erikson Napitupulu (44), warga Jalan P Ternate, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan dan Sony Liston Siringgo-ringgo (35), warga Jalan Dusun IV Timur.

Keduanya ditangkap tim khusus MIT secara terpisah.

Erikson lebih dulu diamankan pada Sabtu 25 April 2026 di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Sementara Sony Liston Siringgo-ringgo ditangkap pada 30 April 2026 di area perkebunan Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan tersangka Sony terpaksa ditembak karena melawan dan mencoba melarikan diri saat proses pencarian barang bukti.

"Tindakan tegas terukur dilakukan karena tersangka membahayakan keselamatan petugas saat proses pengembangan.

"Saat ini tersangka sudah mendapat perawatan medis dan proses penyidikan terus berjalan," kata Ferry, Jumat (15/5/2026).(*)

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik

*Informasi pada artikel ini diolah dari berbagai sumber

Prabowo: MBG akan Kita Teruskan, tapi Kita Harus Tertibkan ke Dalam

Presiden Prabowo Subianto meninjau gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi. Ia menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan program makan bergizi gratis atau MBG.(Istimewa) 

JAKARTA, MERDEKAPOST.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya jagung dan peluncuran program ketahanan pangan bersama jajaran Polri dan TNI di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo mengatakan program MBG memiliki peran penting dan strategis bagi masa depan bangsa sehingga pelaksanaannya harus dikawal secara ketat.

Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan tidak akan mentoleransi adanya penyalahgunaan wewenang maupun pengelolaan yang tidak transparan dalam pelaksanaan program tersebut.

Dia meminta seluruh pihak menjaga integritas selama program berjalan.

"MBG akan kita teruskan, tapi kita harus tertibkan ke dalam. Tidak boleh ada penyelewengan, karena MBG begitu penting, begitu strategis untuk rakyat," ujar Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan, keberhasilan program MBG nantinya akan terintegrasi dengan jaringan distribusi ekonomi kerakyatan di daerah.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah yakni mengoptimalkan peran koperasi dan sektor produksi pangan lokal.

Menurut dia, program MBG akan disinergikan dengan Koperasi Merah Putih serta sektor perikanan dan pertanian di desa-desa.

Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

"Dengan Koperasi Merah Putih, MBG, desa nelayan, ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh perikanan kita, produksi pangan kita aman, aman karbohidrat, aman protein," tambah Prabowo.

Akui Masih Ada Masalah

Di sisi lain, Prabowo juga mengakui program MBG masih menghadapi banyak persoalan dalam pelaksanaannya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan tidak akan ragu mencopot pejabat yang terbukti melakukan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG.

"MBG banyak masalah. Kita harus tertibkan. Manusia Indonesia, ya kita mengertilah ya. Penyakit kita harus kita berani hadapi.

"Harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat. Berurusan dengan uang, dia lupa," kata Presiden Prabowo.

Dia menambahkan, pemerintah akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap jalannya program tersebut.

Prabowo menegaskan siap menindak siapa saja yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.

"Tapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan, akan kita tertibkan kita bersihkan kita copot dari jabatan," lanjut Prabowo.

Dia juga mengingatkan seluruh unsur pimpinan mulai dari menteri, gubernur, bupati, hingga kepala desa agar terus melakukan evaluasi diri dan menjaga integritas masing-masing.

"Semua koreksi diri. Ya, koreksi diri. Jaga diri kita masing-masing. Saling menegur, saling ingatkan. Saling ingatkan," tegasnya.(*)

Taklukkan "Sekepal Tanah Surga", Komunitas Sepeda POC Jambi Sukses Gowes Lintasi Jambi, Kerinci, Hingga Sungai Penuh

 

Merdekapost.com – Menguji nyali, fisik, sekaligus menikmati keindahan alam menjadi esensi utama dari agenda gowes jarak jauh yang digelar oleh komunitas sepeda Road Bike POC Provinsi Jambi. 

Kali ini, komunitas tersebut sukses menuntaskan misi gowes menantang dari Kota Jambi menuju kawasan barat, menjelajahi eksotisme Kabupaten Kerinci, hamparan teh Kayu Aro, hingga berfoto bersama di jantung Kota Sungai Penuh.

Perjalanan yang memakan jarak ratusan kilometer dengan rute menanjak ekstrem ini diikuti oleh deretan cyclist tangguh, termasuk salah satu anggota aktif, Bang Jaya, bersama rekan-rekan sehobi yang kompak mengenakan jersey kebanggaan mereka.

Menantang Jalur Ekstrem Menuju Atas Awan

Perjalanan panjang dari Kota Jambi menyuguhkan trek variatif, mulai dari jalur lurus yang menguras tenaga hingga rute perbukitan khas pegunungan Jambi. Setibanya di wilayah Kerinci yang masyhur dijuluki "Sekepal Tanah Surga", para pesepeda langsung disuguhi rute ikonik berlatar Gunung Kerinci.

Salah satu titik paling berkesan sekaligus menguji mental adalah jalur Kayu Aro. Di sana, Bang Jaya dan tim POC Jambi harus menaklukkan jalanan menanjak di tengah hamparan hijau kebun teh tertua dan tertinggi kedua di dunia. Hawa dingin yang menusuk tulang dan kabut tipis tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengayuh pedal hingga mencapai titik tertinggi rute.

"Sensasi mengayuh sepeda di Kerinci ini luar biasa. Lelahnya perjalanan ratusan kilometer dari Kota Jambi langsung terbayar lunas begitu disuguhi pemandangan megah kebun teh Kayu Aro dan segarnya udara di sini," ujar salah satu perwakilan rombongan.

Selebrasi Kompak di Tugu Adipura Kota Sungai Penuh

Setelah puas menikmati eksotisme jalur pegunungan dan perkebunan teh, rombongan goweser POC Jambi melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Sungai Penuh. Perjalanan ini menjadi simbol tuntasnya petualangan mereka menaklukkan topografi Bumi Sakti Alam Kerinci.

Sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan menyelesaikan rute berat ini, Bang Jaya bersama seluruh anggota komunitas menyempatkan diri melakukan sesi foto bersama di Tugu Adipura (Tugu Payung/Tugu Keris) yang menjadi salah satu landmark ikonik di pusat Kota Sungai Penuh. Kehadiran para pesepeda dengan sepeda road bike premium dan jersey penuh warna sempat menarik perhatian warga lokal yang melintas.

Perkuat Silaturahmi Lewat Olahraga

Selain untuk menyalurkan hobi dan mempromosikan gaya hidup sehat, kegiatan gowes lintas kabupaten/kota ini juga bertujuan untuk mempererat kekompakan internal komunitas POC Provinsi Jambi, sekaligus mengeksplorasi potensi sport tourism (wisata olahraga) yang ada di Provinsi Jambi, khususnya di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh keseruan. Dengan suksesnya gowes "Sekepal Tanah Surga" ini, POC Jambi membuktikan bahwa batas fisik bisa dilampaui dengan kebersamaan dan kedisiplinan dalam bersepeda. (*)

JSFL, SDIT Al-Kahfi Sarolangun Menang 2-1 atas SD Islam Mutiara Al Madani Sungai Penuh

JSFL - SDIT Al-Kahfi Sarolangun menang atas SD Islam Mutiara AlMadani Sungai Penuh dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan tingkat sekolah dasar Jambi School Football League Tingkat Provinsi Jambi, Jumat (15/5/2026).(Ist) 

MUARA BULIAN - SDIT Al-Kahfi Sarolangun berhasil meraih kemenangan atas SD Islam Mutiara AlMadani Sungai Penuh dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan tingkat sekolah dasar Jambi School Football League Tingkat Provinsi Jambi, Jumat (15/5/2026).

Sejak awal pertandingan, SDIT Al-Kahfi Sarolangun tampil menekan dan berhasil unggul dua gol lebih dahulu pada babak pertama. 

Sementara SD Islam Mutiara Al Madani Sungai Penuh sempat kesulitan membangun serangan menghadapi permainan cepat lawan.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. SD Islam Mutiara AlMadani Sungai Penuh mulai memperkuat lini pertahanan dan perlahan mampu keluar dari tekanan.

Baca Juga: Hujan, Duel Sengit di Lapangan Garuda Batang Hari, MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin

Pantauan media di lapangan, tim asal Sungai Penuh tersebut berhasil memperkecil ketertinggalan usai mencetak satu gol pada babak kedua sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, laga tingkat SD kali ini berlangsung lebih emosional dan mengundang gelak tawa penonton.

Postur tubuh para pemain yang lebih kecil dibanding pertandingan tingkat SMP sebelumnya menjadi perhatian tersendiri di lapangan.

Meski demikian, semangat bertanding para pemain tetap tinggi. Teknik permainan yang diperlihatkan juga cukup menarik perhatian penonton. Para pemain tampak percaya diri saat membangun serangan dan saling mengoper bola sepanjang pertandingan.

Baca Juga: SMPN 34 Kerinci dan SMPN 12 Kota Jambi Raih Kemenangan pada Hari Ketiga JSFL

Hingga peluit panjang dibunyikan, SDIT Al-Kahfi Sarolangun tetap mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan dengan skor akhir 2-1 atas SD Islam Mutiara Al Madani Sungai Penuh.

Sebelumnya, pertandingan lain mempertemukan MI Negeri 3 Kerinci melawan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi yang berakhir imbang tanpa gol 0-0.

Kemudian SDN 56 Batanghari berhasil menang tipis 1-0 atas SDN 75 Merangin.

Sementara itu, SDN 144 Bungo sukses mengalahkan SDIT Nurul Hikmah Tanjung Jabung Timur dengan skor 2-1. (*)

Hujan, Duel Sengit di Lapangan Garuda Batang Hari, MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin

JSFL - Laga MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin berlangsung sengit saat Hujan mengguyur Lapangan Garuda Alun-alun Kabupaten Batang Hari pada Jumat (15/5/2026) sore.(Ist) 

MUARA BULIAN - Hujan yang mengguyur Lapangan Garuda Alun-alun Kabupaten Batang Hari pada Jumat (15/5/2026) sore, tidak menyurutkan semangat para peserta dalam ajang Jambi School Football League Tingkat Provinsi.

Sejumlah pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling serang dari tiap tim yang berlaga.

Pantauan Tribun Jambi di lokasi, pada sore hari ini, pertandingan pembuka mempertemukan MIN 3 Kerinci melawan SDN 75 Merangin. 

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif dengan pola permainan menyerang.

Sorak sorai para pendukung terdengar semakin emosional ketika kedua tim silih berganti menekan pertahanan lawan dan nyaris menciptakan gol. 

Baca Juga: Kemenag Kerinci Lepas kontingen MIN 3 Kerinci Menuju Ajang JSFL Jambi 2026

Namun, hingga pertengahan pertandingan, skor masih bertahan tanpa gol.

Di tengah jalannya laga, satu pemain dari tim SDN 75 Merangin harus menerima kartu kuning usai pelanggaran yang terjadi saat pertandingan berlangsung ketat. 

Meski kedua tim sama-sama mendominasi permainan sejak awal laga, pertandingan akhirnya ditutup dengan skor imbang 0-0.

Hasil Pertandingan Lain

Sementara itu, hujan kembali turun saat pertandingan berikutnya mempertemukan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melawan SDN 56 Batang Hari. Kendati diguyur hujan, pertandingan tetap dilanjutkan dan berlangsung tak kalah menegangkan.

Para penonton dan pelatih tetap bertahan di pinggir lapangan memberikan dukungan penuh kepada tim masing-masing. 

Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga akhirnya SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi berhasil mencetak satu gol.

Bacaan Lainnya: SMPN 34 Kerinci dan SMPN 12 Kota Jambi Raih Kemenangan pada Hari Ketiga JSFL

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan dan mengantarkan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi menang dengan skor 1-0 atas SDN 56 Batang Hari.

Pertandingan selanjutnya mempertemukan SDN 15 Tanjab Barat melawan SDIT Al Kahfi Sarolangun. 

Pada laga tersebut, SDIT Al Kahfi Sarolangun berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui satu gol yang tercipta di babak pertandingan.

Keunggulan 1-0 tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan kemenangan bagi SDIT Al Kahfi Sarolangun.

Pertandingan lainnya mempertemukan SDN 155 Muara Jambi melawan SDN 144 Bungo. 

Pada menit-menit awal pertandingan, SDN 155 Muara Jambi langsung tampil dominan dan sukses mencetak gol pembuka.

Namun, menjelang akhir babak pertama, SDN 144 Bungo menunjukkan permainan dengan menyamakan kedudukan lewat satu gol balasan.

Hingga turun minum, skor kedua tim bertahan imbang 1-1 dengan pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi di tengah dukungan para suporter yang memadati area lapangan.

Pada babak kedua menit ke-1, SDN 144 Bungo kembali menyerang dengan tembakan dari jauh.

Usaha itu berhasil menambah poin hingga skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim SDN 144 Bungo.(*) 

Permendagri Jadi Dasar Penunjukan Maya Novefri sebagai Plt Dirut Perumda Tirta Sakti

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci akhirnya memberikan penjelasan terkait penunjukan Ir. Maya Novefri Handayani, S.T. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci Tahun 2026.

Penunjukan tersebut ternyata mengacu pada aturan terbaru dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 23 Tahun 2024, khususnya Pasal 24 yang mengatur tata kelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) saat terjadi kekosongan jabatan direksi.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Kerinci, Adrianto, membenarkan bahwa kebijakan Bupati Kerinci Monadi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penunjukan Plt Di rut Perumda Tirta Sakti sudah berdasarkan aturan dalam Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 dan tertuang dalam SK Bupati Kerinci,” ujar Adrianto.

Permendagri Atur Pengisian Jabatan Direksi Perumda

Dalam aturan tersebut di sebutkan, apabila seluruh anggota direksi mengalami kekosongan jabatan, maka pelaksanaan tugas pengurusan Perumda di laksanakan oleh Dewan Pengawas.

Selain itu, Dewan Pengawas juga memiliki kewenangan menunjuk pejabat internal Perumda untuk membantu pelaksanaan tugas direksi sampai pemerintah daerah menetapkan direksi definitif.

“Dalam hal terjadi kekosongan jabatan seluruh anggota Direksi, pelaksanaan tugas pengurusan Perumda di laksanakan oleh Dewan Pengawas. Dewan Pengawas dapat menunjuk pejabat dari internal Perumda untuk membantu pelaksanaan tugas Direksi sampai pengangkatan Direksi definitif.”

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci mengambil langkah cepat agar operasional Perumda Air Minum Tirta Sakti tetap berjalan normal dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu.

Maya Novefri Jalankan Tugas Strategis

Melalui SK Bupati Kerinci Nomor 100.3.3.2/Kep.116/2026 yang di tetapkan di Siulak pada 13 Mei 2026, Maya resmi menerima amanah sebagai Plt Dirut Perumda Tirta Sakti.

Sebagai Plt Direktur, Maya Novefri memiliki tugas memimpin operasional perusahaan, menjaga stabilitas pelayanan, melakukan evaluasi kinerja pegawai, hingga memastikan seluruh administrasi perusahaan berjalan sesuai aturan.

Masa Jabatan Maksimal Enam Bulan

Dalam keputusan tersebut, Bupati Kerinci menetapkan masa jabatan Plt Direktur paling lama enam bulan atau sampai pemerintah daerah menetapkan direktur definitif.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs