Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Gambar Ilustrasi: Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di desa Koto Tebat Air Hangat Timur, Tim Ops satreskrim Polres Kerinci berhasil membekuk pelaku kurang dari 5 jam.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di Air Hangat Timur berhasil diungkap cepat oleh jajaran Polres Kerinci.

Tak sampai lima jam sejak kejadian, terduga pelaku penganiayaan maut itu berhasil diringkus polisi.

Koronologi Kejadian

Peristiwa tragis tersebut terjadi di perbatasan Desa Koto Tebat dan Desa Kemantan Hilir, Minggu sore (25/1/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Korban, Rafi (18), warga Desa Koto Tebat, saat itu tengah berada di pinggir jalan setapak bersama dua rekannya, Nahla (15) dan Ulfa (15).

Situasi berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max hitam. Tanpa banyak kata, pelaku langsung melancarkan serangan brutal. Korban dipukul dan ditendang, bahkan pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam.

Korban Rf yang menderita luka parah akhirnya meninggal dunia.(adz)

Akibat penganiayaan tersebut, Rafi mengalami kejang-kejang sebelum terjatuh ke parit sawah di sekitar lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, luka parah yang dideritanya membuat nyawa korban tak tertolong.

Bacaan Lainnya: Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Tim Polres Kerinci Respon Cepat Tangkap Pelaku

Mendapat laporan kejadian, Kapolres Kerinci langsung memerintahkan pengejaran intensif. 

Operasi penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan, bersama Tim Opsnal (Buser) dan personel Polsek Air Hangat Timur.

Berbekal keterangan saksi dan identitas kendaraan yang digunakan pelaku, polisi bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi. 

Polisi melakukan olah TKP.(adz)

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kurang dari lima jam setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

“Terduga pelaku sudah kami amankan dalam waktu kurang dari lima jam pasca kejadian. Saat ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif penganiayaan,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci mengapresiasi peran serta masyarakat yang cepat memberikan informasi awal kepada kepolisian. Warga, khususnya keluarga korban dan masyarakat di kedua desa, diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.(adz)

Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

MERDEKAPOS.COM - Nasib yang tak disangka-sangka justru dialami Guru Agus, guru viral yang dikeroyok oleh para siswa di Provinsi Jambi beberapa waktu belakangan.

Persoalan yang terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) akhirnya sampai ke meja Gubernur Jambi, Al Haris. 

Kasus pengeroyokan terhadap guru Agus mata studi bahasa inggris itu melahirkan akhir yang tak disangka-sangka.

Menyikapi situasi yang kian tak kondusif, orang nomor satu di Provinsi Jambi ini mengambil langkah ekstrem.

Gubernur pindahkan guru

Akhirnya, Gubernur Jambi mengabulkan permintaan sebagian besar siswa hingga perangkat sekolah SMK Negeri 3 Tanjabtim.

Al Haris memindahkan oknum guru tersebut dari posisinya berada di SMK Negeri 3 Tanjabtim.

Al Harus menilai keputusan itu harus diambil melihat cerita utuh dari kejadian demi kejadian yang terjadi hingga memuncak pada pengeroyokan tersebut.

Gubernur Jambi Al Haris juga meminta adanya pemeriksaan kejiwaan bagi guru yang bersangkutan.

Al Haris memerintahkan pemeriksaan kesehatan mental secara menyeluruh.

Keputusan ini diambil setelah kasus pengeroyokan guru berinisial AS viral.

Apalagi belakangan terungkap dipicu oleh penghinaan terhadap profesi ayah siswa dan masalah uang komite. 

Oknum guru bernama Agus tersebut sebelumnya telah melaporkan kejadian pengeroyokan ke poolisi.

Meski sempat dimediasi oleh Polres Tanjabtim, Gubernur menilai luka sosial di lingkungan sekolah tersebut sudah terlalu dalam.

Sanksi Administratif dan Tes Kelayakan 

Gubernur Al Haris menegaskan pemindahan oknum guru tersebut adalah harga mati untuk meredam konflik yang berlarut-larut.

"Yang pasti guru itu kita pindahkan dari situ. Enggak mungkin dia tetap di situ, mesti harus dipindah," tegas Al Haris mengutip unggahan akun @kabarjambiupdate, seperti dilansir TribunJatim.com via TribunJambi.com, Jumat (23/1/2026).

Tak hanya mutasi, Gubernur memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan assessment kejiwaan. 

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ketidaklayakan sebagai pendidik, maka AS akan kehilangan status fungsionalnya sebagai guru.

"Saya minta pemeriksaan kejiwaannya juga nanti. Apakah beliau masih layak seorang guru? Kalau misalnya tidak layak, ya kita pindahkan ke tempat jabatan bukan guru lagi (staf biasa)," pungkasnya.

Kilas balik konflik

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah AS dikeroyok siswanya. 

Namun, kesaksian dari siswi berinisial Bunga mengungkap sisi lain.

Kata dia, konflik berawal dari masalah tutup pintu kelas yang berujung pada makian AS yang membawa-bawa nama ayah siswa serta menyindir gaji guru yang berasal dari uang komite orang tua. 

Hingga kini, pihak korban (AS) juga telah melayangkan laporan ke Polda Jambi yang menyeret jajaran pimpinan sekolah atas dugaan pembiaran.

Sorotan sebaliknya

Jika Gubernur Jambi memilih untuk memihak siswa dan sekolah, beberapa pandangan berbeda disampaikan oleh pihak lain.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti turut memberikan respons atas peristiwa yang terjadi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur tersebut.

Abdul Mukti menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi guru yang menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, tindakan kekerasan di sekolah merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan budaya sekolah yang aman.

“Kami juga mendorong perlindungan hukum terhadap guru terkait,” ujar Abdul Mukti di Jakarta, Rabu (22/1/2026).

Ia menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Kekerasan, dalam bentuk apa pun, dinilai tidak dapat dibenarkan.

Meski demikian, Abdul Mukti juga mengimbau agar penyelesaian persoalan ini tetap mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan, selama memungkinkan dan tidak mengabaikan aspek hukum.

Selain perlindungan hukum bagi guru, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis terhadap murid yang terlibat dalam peristiwa tersebut, agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan.

Abdul Mukti mengingatkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Selain itu, terdapat pula Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Kedua regulasi tersebut, lanjut Abdul Mukti, menjadi payung hukum penting dalam mendukung peran guru serta menjamin hak belajar peserta didik di lingkungan pendidikan yang kondusif.

“Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud jika murid merasa aman dan nyaman dalam belajar, dan guru juga terlindungi hak hukumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah idealnya tumbuh sebagai ruang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menghormati antarwarga satuan pendidikan.

“Setiap persoalan yang terjadi di sekolah sejatinya harus diselesaikan dengan sikap kekeluargaan, edukatif, dan dialog yang menenangkan,” kata Abdul Mukti, dikutip dari TribunJambi.com, Jumat.

PGRI Jambi berkomentar

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi soroti kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru oleh murid di SMKN 3 Berbak Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) .

Kasus ini bermula ketika Agus Saputra, guru di SMKN 3 Berbak Tanjung Jabung Timur ini menjadi korban penganiayaan sejumlah siswa, pada 15 Januari 2026.

Terkait kejadian tersebut, Agus  mendatangi Mapolda Jambi untuk membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya di lingkungan sekolah.

PGRI mendorong penyelesaian secara mediasi serta menekankan pentingnya perlindungan bagi guru dalam menjalankan tugas pendidikan.

Ketua PGRI Provinsi Jambi, Nanang Sunarya, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan PGRI cabang Tanjabtim untuk menggali informasi secara menyeluruh terkait peristiwa tersebut.

“PGRI sudah berkomunikasi dengan cabang yang ada di daerah. Kami terus berkoordinasi dengan anggota di lapangan untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya dan mencari langkah penyelesaian terbaik,” ujar Nanang, Rabu (21/1/2026).

Nanang menyampaikan, PGRI mengupayakan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa mengesampingkan proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan.

“Yang paling penting hari ini adalah bagaimana proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan. Jangan sampai kejadian ini membuat suasana sekolah menjadi tidak kondusif,” katanya.

Menurutnya, siswa memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan nyaman, namun pada saat yang sama guru juga berhak mendapatkan rasa aman dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Nanang mengungkapkan, saat ini baik pihak guru maupun murid telah menempuh jalur hukum dengan saling melaporkan peristiwa tersebut ke aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, PGRI berharap Polda Jambi dapat memfasilitasi ruang mediasi agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Kami berharap ada ruang mediasi yang difasilitasi oleh aparat penegak hukum agar persoalan ini bisa diselesaikan secara adil dan damai,” ujarnya, dikutip TribunJatim.com via TribunJambi.com, Jumat (23/1/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap guru sebagai tenaga pendidik, khususnya bagi guru yang menjadi korban dalam kasus ini.

Aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan guru, menurutnya, harus menjadi perhatian semua pihak.(*)

Kemendikdasmen dan Pemkab Batang Hari Perkuat Akses Pendidikan Anak Usia Dini hingga Menengah

Batang Hari – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menerima kunjungan silaturahmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menyambut langsung rombongan Kemendikdasmen. Dalam sambutannya, Fadhil Arief menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah dan bangsa.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kehadiran Bapak dan Ibu dari Kementerian hari ini menjadi suntikan energi bagi kami untuk memastikan tidak ada satu pun anak Batang Hari yang tertinggal dalam meraih mimpi,” ujar Fadhil Arief.

Baca Juga:Kenduri Sko Depati Intan Siulak Mukai, Bupati Monadi: Pondasi Moral Memberi Arah dan Makna Kemajuan Daerah

Ia menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari untuk terus memperluas akses pendidikan, baik pada jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah, seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, perwakilan Kemendikdasmen menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan Pemkab Batang Hari. Daerah ini dinilai responsif terhadap transformasi pendidikan digital, sekaligus konsisten dalam penguatan karakter peserta didik.

Kemendikdasmen menilai, upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

Silaturahmi ini juga meninggalkan pesan kuat bahwa jarak antara pemerintah pusat dan daerah bukan menjadi hambatan selama visi yang dibangun sama, yakni mewujudkan Generasi Emas Indonesia, termasuk dari Kabupaten Batang Hari.

Bacaan Lainnya:

Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen Iwan Junaedi, Asisten I Setda Batang Hari, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Melalui pertemuan ini, Pemkab Batang Hari berharap sinergi dengan Kemendikdasmen dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung transformasi pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan di seluruh wilayah Batang Hari.(*)

Hadiri Kenduri Sko Siulak Mukai, Wako Alfin: "Jaga dan Lestarikan Adat Warisan Budaya"

Hadiri Kenduri Sko Siulak Mukai, Wako Alfin ajak menjaga dan Lestarikan Adat Warisan Budaya.(adz) 

SUNGAIPENUH — Walikota Sungai Penuh, Alfin, menghadiri Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai yang di gelar di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Sabtu, (24/01/2026). Upacara adat yang sarat makna itu berlangsung khidmat dan menjadi ruang temu masyarakat adat dalam menjaga tradisi Sakti Alam Kerinci.

Kenduri Sko merupakan ritual adat turun-temurun yang merepresentasikan nilai luhur masyarakat Kerinci, memadukan adat dan agama dalam satu rangkaian doa bersama. Tradisi ini sebagai ikhtiar kolektif untuk memohon keberkahan, kesuburan, serta ketenteraman negeri, sekaligus mempererat ikatan sosial antar warga.

Bacaan Lainnya:

Kenduri Sko Depati Intan Siulak Mukai, Bupati Monadi: Pondasi Moral Memberi Arah dan Makna Kemajuan Daerah

Dalam sambutannya, Alfin mengapresiasi masyarakat dan pemangku adat Luhah Depati Intan Siulak Mukai yang konsisten menjaga warisan budaya tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk terus mendukung pelestarian adat sebagai bagian dari identitas daerah.

“Ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi fondasi persatuan masyarakat. Nilai adat yang sejalan dengan ajaran agama harus terus di jaga dan di wariskan,” kata Alfin.

Kenduri Sko kali ini juga dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, sejumlah kepala daerah se-Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, para kepala organisasi perangkat daerah, serta tokoh adat seperti depati dan ninik mamak.(adz)

Kenduri Sko Depati Intan Siulak Mukai, Bupati Monadi: Pondasi Moral Memberi Arah dan Makna Kemajuan Daerah

Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai, Sabtu 24/01.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Tradisi adat Kenduri Sko/Manggien Ninik Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Bola Kaki Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan adat sakral ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Bupati Sarolangun Hurmin, Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar, jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Gubernur Jambi beserta para kepala daerah disambut langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, didampingi para Depati, Ninik Mamak, dan Anak Batin Luhah Depati Intan Siulak Mukai dengan prosesi adat penuh kehormatan.

Baca Juga: Kolaborasi Dunia Jurnalisme Dan Akademis, IWO Buat MoU Dengan Universitas Bung Karno

Rangkaian acara diawali dengan berkumpulnya para Depati dan Ninik Mamak di Rumah Gedang Depati Intan, sebelum bergerak menuju lokasi utama kegiatan. Setibanya di Lapangan Bola Kaki Tebing Tinggi, Gubernur Jambi dan Bupati Kerinci disambut dengan Tari Persembahan, Tari Sekapur Sirih, serta atraksi Pencak Silat sebagai simbol penghormatan adat kepada tamu kehormatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia dan Ketua Adat Depati Intan, sebelum memasuki agenda utama berupa pidato Bupati Kerinci dan Gubernur Jambi.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat nilai kearifan lokal dan menjadi jati diri masyarakat Kerinci.

“Kenduri Sko merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Melalui adat, kita diajarkan gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai adat inilah yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan,” ujar Monadi.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi

Ia menegaskan bahwa adat dan agama harus berjalan seiring sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab dan bermarwah.

“Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah. Adat bukan penghambat pembangunan, melainkan pondasi moral yang memberi arah dan makna bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Bupati Sarolangun H Hurmin dan Wako Sungai Penuh Alfin turut hadir pada acara kenduri sko.(adz)

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Monadi memastikan Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa keberadaan adat istiadat memiliki peran strategis dalam mendukung sistem hukum di Indonesia, khususnya melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

Bacaan Lainnya: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

“Adat memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat melalui musyawarah di tingkat bawah, sebelum sampai ke aparat penegak hukum. Inilah bentuk restorative justice yang hidup dan tumbuh di masyarakat kita,” kata Al Haris.

Menurutnya, penyelesaian masalah melalui hukum adat tidak hanya menjaga rasa keadilan, tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si.(adz)

“Ketika adat ditegakkan secara adil dan bijaksana, stabilitas sosial akan terjaga. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung penegakan hukum nasional dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan Kenduri Sko/Manggien kemudian dilanjutkan dengan Parno Adat dan Kenduri Bersama, disertai hiburan dan acara tambahan hingga sore hari.

Tradisi adat Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai ini menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat adat, serta meneguhkan Kerinci sebagai daerah yang beradat, bermartabat, dan berkarakter.(adz)

Kolaborasi Dunia Jurnalisme Dan Akademis, IWO Buat MoU Dengan Universitas Bung Karno

 

Merdekapost.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) melakukan kerjasama dengan Universitas Bung Karno (UBK) yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Kamis, 22 Januari 2026 di Jakarta.

MoU yang menggarisbawahi kerjasama untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan antara kedua belah pihak dan para pihak lain yang dapat dilibatkan belandaskan pada Tridarma Perguruan Tinggi, yakni program pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Ruang lingkup kegiatan yang dapat dilakukan bersama kedua belah pihak dan para pihak lain yang dilibatkan cukup beragam, termasuk kegiatan sosial, pelatihan, seminar, workshop dan sebagainya.

IWO dalam penandatanganan MoU dengan UBK di Aula Dr. Ir. Soerkarno, Kampus UBK Jalan Kimia di Jakarta Pusat diwakili Ketua Umum Dwi Christianto, S.H., M.Si., sementara dari pihak UBK diwakili oleh Wakil Rektor IV Franky Paulus S.T. Roring, S.IP., M.Si yang pada kesempatan tersebut mewakili Rektor UBK Dr. Ir. Sri Mumpuni Ngesti Rahaju M.Si.

“Sebagai organisasi profesi wartawan yang bekerja di media online, IWO membuka kerja-kerja baik untuk memajukan kebebasan pers di Indonesia,” kata Ketum IWO Dwi Christianto usai penandatangan MoU.

Menurutnya, lembaga akademik seperti Universitas Bung Karno (UBK) mampu memberikan kontribusi untuk memajukan kehidupan pers di tanah air. Sinergi antara IWO dan UBK bisa menghasilkan output berupa Analisa-analisa kebijakan dan update dunia jurnalistik.

“Ada Fakultas Fisik dengan jurusan komunikasi di UBK misalnya bersama akademisi dari fakultas lainnya bisa kami ajak mengembangkan buah pikir untuk kemajuan kehidupan dan kebebasan pers. Termasuk, melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan yang melingkupi profesi wartawan secara umum dan khususnya demi anggota IWO,” pungkas Dwi.

Sementara itu kerjasama antara IWO dan UBK  juga diharapkan dapat menjalin keterkaitan antara realitas dunia professional jurnalis dan perguruan tinggi, kata Wakil Rektor 4 UBK Franky Roring.

“Dunia jurnalisme dan akademik memiliki komitmen yang sama pada data dan kebenaran. Atas hal tersebut dipandang perlu Universitas Bung Karno menjalin kerjasama dengan Ikatan Wartawan Online,” kata Franky.

“Penandatanganan ini menandai langkah awal bagi kerjasama kedua lembaga tersebut ke depannya,” tambah Franky. (*)

Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi

Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi.(MPC)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - DPW tani merdeka Indonesia Prov Jambi dan Kementerian UMKM terus memperkuat komitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui gelaran Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro” Dengan tema gebyar Tani untuk UMKM" Yang direncanakan Di Gor Kota Baru Jambi pada 26 april 2026.

Candra Andika S. IP, M.Tr. IP selaku Ketua DPW tani merdeka Indonesia Prov Jambi dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi problematika UMKM dari hulu hingga hilir. “Inilah cara agar semua bisa berkoordinasi, berkolaborasi, cari jalan cepat, solusi efektif. Agar UMKM bangkit, naik kelas, dan maju bersama seluruh stakeholders yang ada,” terutama dalam sektor UMKM pertanian. 

Bacaan Lainnya: Irigasi Tersumbat, Petani Air Hangat Timur Terancam Gagal Panen!

Candra menekankan bahwa penguatan kapasitas UMKM harus dilakukan secara sistematis. Pertama, mendorong pelaku usaha untuk skill up atau meningkatkan kemampuan diri. Kedua, memastikan UMKM mampu naik kelas melalui berbagai pelatihan dan fasilitasi. Ia juga menekankan pentingnya infrastruktur, transportasi, dan pariwisata yang terintegrasi untuk memberi dampak langsung bagi UMKM. 

Tidak ada hari tanpa kolaborasi. UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung dan solusi ekonomi rakyat. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh membantu dan mendorong UMKM mengatasi seluruh masalah yang dihadapi,” tegasnya. 

Pada rencananya itu, Candra Andika juga menyampaikan harapannya terhadap rencana acara ini dimana Candra Andika menegaskan akan melibatkan beberapa kementerian untuk membangun UMKM Jambi agar naik kelas salah satunya selain Kementerian UMKN juga akan melibatkan kementerian Pertanian. Dimana insyaallah Wakil Menteri Pertanian yakni bapak Sudaryono selaku Ketua Pembina Tani Merdeka insyaallah juga akan hadir bersama Ketum Tani Merdeka Indonesia yakni Don Muzakir. 

Baca Juga: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

Mari kita teruskan kolaborasi ini. Mari kita wujudkan kemajuan Jambi dengan sungguh-sungguh. Doakan pemimpin daerah kita selalu sukses dalam memajukan masyarakat,” tutup Candra . 

Selanjutnya Candra juga menegaskan bawah rencana progam ini di jalankan tak lepas dari Peran dan Nasehat Wamen UMKM, Helvi Moraza, dimana beliau merupakan sosok yang inspiratif dan kolaboratif dimna beliau memberikan peluang anak-anak Jambi untuk bisa menyelenggarakan program ini.(Ali)

Bupati Fadhil Arief Yakin Proyek Sekolah Rakyat di Batang Hari Segera Terwujud

 

Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen kuat menyegerakan pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan yang diharapkan menjadi fasilitas pembelajaran berkualitas bagi masyarakat. Bupati Mhd. Fadhil Arief menyatakan optimisme besar bahwa proyek tersebut akan terealisasi dalam waktu dekat, setelah melalui tahapan perencanaan dan koordinasi lintas instansi secara intensif. Jumat (24/01/2026).

Menurut Bupati, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan jawaban atas kebutuhan fasilitas pendidikan yang merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Batang Hari. Ia menilai keberadaan sekolah ini akan memperkuat basis pendidikan sejak dini dan meningkatkan peluang generasi muda dalam memperoleh ilmu secara layak dan setara.

Dalam beberapa pertemuan teknis bersama pihak terkait, Pemerintah Kabupaten telah membahas desain, lokasi, serta dukungan pendanaan untuk memastikan pembangunan berjalan efektif.

Masih kata Bupati, semua persiapan itu dilakukan agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan  dan memenuhi standar kualitas pendidikan yang diharapkan.

Bupati Fadhil Arief juga menyampaikan harapannya agar Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang pendidikan yang inklusif dan inovatif, mendorong kreativitas siswa, serta memberi dampak positif bagi peningkatan mutu sumber daya manusia di Batang Hari.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memberikan dukungan, baik dalam penyusunan kurikulum maupun pelibatan komunitas lokal.

Program ini dipandang sebagai salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam membuka peluang pendidikan yang lebih luas, sejalan dengan visi peningkatan kualitas hidup warga Batang Hari. Realisasi sekolah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah pendidikan di kabupaten ini, serta menjadi contoh baik bagi program pendidikan di daerah lain. (*)

Bupati Fadhil Arief Lantik Empat Pejabat Eselon II, Fokus Percepatan Kinerja OPD

 

Merdekapost.com – Bupati Mhd. Fadhil Arief resmi melantik empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jumat (23/01/2026). Pelantikan ini digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati dan dihadiri oleh jajaran pejabat OPD sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi serta peningkatan efektivitas layanan publik di pemerintahan daerah. 

Keempat pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka dan kompetitif dengan nilai tertinggi, menempati jabatan strategis yang berperan penting dalam menjalankan kebijakan dan program pembangunan di tingkat perangkat daerah. Penempatan mereka diharapkan turut memperkuat struktur organisasi serta mendukung akselerasi kinerja masing-masing 

Bupati Fadhil Arief dalam arahannya menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, serta komitmen tinggi dari para pejabat baru dalam menjalankan tugasnya. Ia berharap pejabat eselon II tersebut tidak hanya menjadi pemimpin struktural, tetapi juga menjadi motor inovasi di bidang pelayanan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan percepatan realisasi program kerja.

Pelantikan pejabat eselon II ini merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah daerah untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program pembangunan serta optimalisasi fungsi organisasi perangkat daerah demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas bagi masyarakat Batang Hari. 

Acara pelantikan yang penuh semangat tersebut juga dihadiri oleh para anggota OPD, tokoh pemerintahan setempat, dan tamu undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam penguatan birokrasi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik. (*)

Moral Publik yang Runtuh: Ketika Sesama Rekan Menjadi Pelanggar Etika

Moral Publik yang Runtuh: Ketika Sesama Rekan Menjadi Pelanggar Etika

Kerinci - Dalam ruang publik hari ini, kita menyaksikan kemunduran yang berbahaya: sesama rekan saling beradu bukan untuk menegakkan hukum, melainkan untuk menjatuhkan. 

Bukan demi kepentingan umum, tetapi demi kepuasan pribadi. Lebih parah, ada rasa senang ketika temannya tersandung masalah, seolah kemalangan orang lain adalah kemenangan pribadi. Inilah titik di mana moral publik mati, dan hukum kehilangan ruhnya.

Dalam perspektif hukum, kritik adalah hak. Namun ketika kritik berubah menjadi penggiringan opini, pembunuhan karakter, dan sorak-sorai atas penderitaan orang lain, maka itu bukan lagi kontrol sosial, melainkan pelanggaran etika publik. Moral tidak diukur dari seberapa lantang kita berteriak, tetapi dari seberapa jujur kita menjaga batas: praduga tak bersalah, proporsionalitas, dan tanggung jawab.

Ironinya, mereka yang paling berisik menghakimi sering mengklaim diri sebagai penjaga moral.

 Padahal, hukum mengajarkan satu prinsip dasar: bersihkan dirimu sebelum menuntut orang lain. Tanpa akhlak, kritik menjelma fitnah; tanpa integritas, keberanian berubah menjadi kebrutalan sosial. Di titik ini, pelanggaran moral publik terjadi, karena hukum diperalat untuk memuaskan dendam, bukan menegakkan keadilan.

Ruang digital memperparah keadaan. Kerumunan warganet dijadikan palu, opini dijadikan vonis. Yang tidak ikut arus dicap bodoh, yang tidak terturut dianggap bersalah. Padahal negara hukum tidak mengenal “hukuman berbasis like dan share”. 

Keadilan tidak lahir dari keramaian, melainkan dari proses yang beradab.

Pesan ini tegas:

Jika sesama rekan saja Anda nikmati kejatuhannya, jangan bicara soal moral publik.

Jika Anda bersorak atas musibah orang lain, jangan mengaku pejuang keadilan.

Karena hukum tanpa akhlak hanyalah kekuasaan yang kejam, dan moral tanpa kejujuran hanyalah topeng.

Bangsa ini tidak kekurangan pasal, yang langka adalah kesadaran etis untuk menahan diri. Sebab kehancuran hukum selalu dimulai saat publik menganggap wajar merayakan runtuhnya martabat sesama.

(Sumber: Ruang Kritik Hukum)

Irigasi Tersumbat, Petani Air Hangat Timur Terancam Gagal Panen!

SAMPAH: Tampak pintu air dari Batang Air Dua Wilayah BWSS yang jadi sumber air lahan sawah Air Hangat timur tertutup sampah

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Mayoritas desa di Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, termasuk Desa Sungai Abu, kini menghadapi ancaman gagal panen. 

Terhentinya pasokan air irigasi langsung mengganggu aktivitas pertanian padi sawah warga.

Pasokan Air Muara Air Dua Tidak Mengalir

Air dari Batang Air (sungai) Muara Air Dua, wilayah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) jalur desa Koto Tebat, tidak mengalir ke saluran irigasi. 

Sehingga Kondisi ini secara otomatis memicu kekeringan di sebagian besar lahan pertanian Kecamatan Air Hangat Timur.

Baca Juga: Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

Sampah Menutup Pintu Air dan Drainase

Selain itu, tumpukan sampah menutup pintu air dan saluran drainase di kawasan Muara Air Dua. Sampah tersebut menghambat aliran air menuju jaringan irigasi. 

Akibatnya, air tidak masuk ke saluran yang mengairi sawah petani.

Tokoh Masyarakat Tegaskan Ancaman Gagal Panen

Menanggapi kondisi tersebut, tokoh masyarakat Air Hangat Timur, Drs. H. Mat Ramawi, menegaskan terhentinya pasokan air dari Sungai Muara Air Dua. dirinya menyebut bahwa Muara Air Dua sebagai satu-satunya sumber air bagi petani padi sawah di wilayah tersebut.

Baca Juga: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

“Pintu air dan drainase penuh sampah, sehingga arus air terhenti. Jika kondisi ini terus berlangsung, sawah mengalami kekurangan air dan petani berisiko gagal panen,” ujar Mat Ramawi.

Lebih lanjut, Mat Ramawi menyoroti program ketahanan pangan nasional yang aktif didorong pemerintah pusat. Namun, menurutnya, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, khususnya irigasi padi sawah, agar petani mampu menjaga produktivitas.

Warga Desak Pemkab Kerinci Ambil Langkah Cepat

Oleh karena itu, masyarakat Air Hangat Timur mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah cepat. Warga meminta pemerintah membersihkan saluran irigasi di Muara Air Dua agar air kembali mengalir ke sawah.

“Kami berharap Pemkab Kerinci segera bergerak sehingga pasokan air kembali lancar,” tutupnya.(Adz)

Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat".(mpc)

JAKARTA, MERDEKAPOST.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten Merangin dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mendapat angin segar dari Pemerintah Pusat. 

Bupati Merangin, M. Syukur, melakukan audiensi khusus dengan Menteri Sosial RI di Jakarta, Kamis (22/1) guna membahas percepatan program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam pertemuan tersebut, fokus utama pembicaraan adalah penerapan konsep Sekolah Rakyat. 

Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.

Menteri Sosial menyambut positif inisiatif yang dipaparkan oleh Bupati Merangin M. Syukur. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan Kabupaten Merangin sebagai salah satu daerah prioritas penerapan Sekolah Rakyat di Indonesia.

"Akses pendidikan itu sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Masih banyak anak-anak kita yang tidak sekolah dan putus sekolah. Maka dari itu, Sekolah Rakyat adalah solusi agar tidak ada lagi anak di Merangin yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi," ujar Bupati M. Syukur dalam keterangannya.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Merangin, di antaranya menekan angka putus sekolah, memberikan jaring pengaman bagi anak-anak di wilayah pelosok dan keluarga miskin, peningkatan kualitas SDM dan kemandirian ekonomi. (ADZ/Kominfo).

Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Sebuah unggahan video dari akun media sosial warga di Kecamatan Setinjau Laut (dan sekitarnya), Kabupaten Kerinci mendadak viral dan memicu kekhawatiran orang tua siswa. 

Video tersebut memperlihatkan kondisi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.

Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu menu makanan—diduga telur atau protein lainnya—memiliki penampakan yang tidak segar dan berbau tidak sedap. 

Narasi dalam video tersebut mendesak pihak penyelenggara MBG untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan dan higienitas, bukan hanya mengejar keuntungan semata.

Poin Utama Keluhan Warga:

Kualitas Bahan Baku: Makanan diduga sudah mulai membusuk atau tidak segar saat dibagikan kepada siswa.

Risiko Kesehatan: Warga khawatir jika hal ini terus dibiarkan, akan terjadi kasus keracunan massal di kalangan anak sekolah.

Transparansi Anggaran: Muncul dugaan bahwa pihak penyedia jasa (vendor) hanya mementingkan keuntungan tanpa mempertimbangkan standar gizi dan kelayakan pangan.

Desakan kepada Pihak Terkait

Warga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci dan instansi terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur produksi MBG di wilayah Setinjau Laut.

"Tolonglah MBG diperhatikan soal makanannya. Ini anak-anak yang makan. Kalau anak-anak sampai keracunan bagaimana?" tulis keterangan dalam video tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG wilayah Kecamatan Setinjau Laut maupun Dinas Pendidikan/Kesehatan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan warga tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi total agar program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak ini tidak justru membahayakan kesehatan mereka.(*)

Hadiri HUT LVRI Ke-69 dan HUT Ke-45 PPM, Sekda Sudirman Ajak Lestarikan Nilai Perjuangan Veteran

 

Merdekapost.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH menyampaikan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun anak cucu pahlawan (veteran), Pemuda Panca Marga (PPM) berperan strategis untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan veteran, turut berkontribusi untuk mengawal dan meneruskan cita-cita proklamasi demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikanya saat menghadiri Peringatan HUT Ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jambi dan HUT Ke-45 Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (22/01/2026) pagi.

Dalam sambutan dan arahannya Sekda Sudirman juga menyampaikan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran atas pengorbanan yang luar biasa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Peringatan HUT LVRI ini menjadi momentum bagi kami, seluruh masyarakat untuk mengenang dan menghormati pengabdian luhur yang telah Bapak dan Ibu para veteran persembahkan demi tanah air tercinta ini. Dalam jejak sejarah negeri ini, pengorbanan Bapak dan Ibu veteran telah menjadi tiang penyangga kebebasan dan fondasi keberlanjutan bangsa yang tak tergoyahkan. Perjuangan Bapak dan Ibu para veteran adalah teladan ketulusan, keberanian, dan keteguhan hati yang menjadi cahaya pembimbing generasi bangsa untuk membangun negeri, menjaga persatuan, mewujudkan kesejahteraan serta martabat bangsa ini," ungkap Sekda Sudirman.

"Kami meyakini setiap tetesan pengabdian yang telah Bapak dan Ibu curahkan, dapat menjadi warisan abadi bangsa ini, dan kami doakan agar Bapak dan Ibu veteran senantiasa diberi Allah SWT kesehatan, kesejahteraan dan penghormatan yang layak karena jasa besar yang veteran berikan untuk kemerdekaan bangsa tidak akan pernah terukur oleh waktu maupun kata," lanjutnya.

Dikatakan Sekda Sudirman, peringatan HUT ke-69 LVRI Provinsi Jambi ini, Pemprov Jambi berharap LVRI senantiasa tetap kokoh dalam persatuan dan semangat kebangsaan, terus menjadi teladan patriotik serta sumber inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negeri ini. "Pemerintah daerah perlu dukungan Bapak dan Ibu semua dalam mengisi permbangunan Provinsi Jambi melalui gagasan dan masukan kontributif agar perjuangan yang telah Bapak dan Ibu mulai terus berkelanjutan demi mewujudkan negeri dan masyarakat yang lebih maju dan Sejahtera,” kata Sekda Sudirman.

"Selaku penyelenggara pemerintahan daerah kami berharap PPM dapat menjadi garda terdepan untuk menerjemahkan pengalaman veteran ke dalam tindakan nyata yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan. Semoga dengan sinergi generasi pendahulu dan generasi penerus dapat memperkuat penanaman nilai-nilai luhur perjuangan," sambungnya.

Sekda Sudirman juga menambahkan, peringatan hari jadi ke-69 organisasi LVRI dan PPM ke-45 tahun ini, selain menjadi upaya memperjuangkan kesejahteraan, kehormatan, dan martabat para veteran dan keluarga di seluruh pelosok negeri, khususnya Provinsi Jambi, tentunya LVRI dan PPM Provinsi Jambi dapat terus memberikan sumbangsihnya dalam setiap langkah pembangunan, baik dalam bidang sosial, kebudayaan, ekonomi maupun untuk menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

"Di tengah kemajuan zaman saat ini, kami sangat berharap nilai-nilai kehidupan warisan veteran dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat dan daerah yang maju dengan tetap berakar pada identitas dan semangat kebangsaan, khususnya dalam melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan Jambi untuk menjadikan Jambi sebagai provinsi yang maju, berdaya saing, dan Sejahtera," ujarnya.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Jambi saya ucapkan selamat atas peringatan HUT ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia dan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota terutama keberkahan kesehatan yang diberikan Allah SWT serta terima kasih kepada veteran perjuangan yang saat ini masih terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di Provinsi Jambi,” pungkasnya. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs