PETI di Penetai Jadi Sorotan! LSM PEDAS Dampingi Tim Gabungan, Siap Bongkar Mata Rantai Tambang Ilegal

KERINCI — Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Penatai, termasuk kawasan Panetai Serpih, menjadi perhatian serius Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEDAS. Sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum, LSM PEDAS mendampingi tim gabungan dalam kegiatan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) awal sebagai persiapan operasi penertiban PETI di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.

Tim gabungan yang melibatkan unsur GAKUM Polhut, TNI, dan Polres tersebut melakukan penelusuran untuk menghimpun informasi, mengidentifikasi titik-titik aktivitas PETI, serta mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dalam operasional pertambangan ilegal.

Dalam penelusuran tersebut, tim menyusuri sungai selama kurang lebih 12 jam, mulai dari Muara Panetai hingga Batu Reben. Hasil penelusuran menunjukkan adanya puluhan titik yang menjadi perhatian dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Ketua LSM PEDAS, Afiarman, menegaskan bahwa pemberantasan PETI tidak boleh hanya menyasar pekerja di lapangan, tetapi harus menelusuri seluruh mata rantai, mulai dari pemilik atau pengendali alat berat, pemodal, hingga pihak-pihak yang diduga memasok bahan bakar minyak (BBM).

“Perjalanan selama kurang lebih 12 jam menyusuri sungai dari Muara Panetai hingga Batu Reben menunjukkan luasnya wilayah yang perlu ditelusuri. Ada puluhan titik yang menjadi perhatian. Persoalan ini tidak bisa ditangani setengah-setengah. Aparat harus menelusuri siapa pemodalnya, siapa pemilik alat beratnya, dan siapa yang mendukung operasionalnya. Jika hanya pekerja yang ditindak, PETI berpotensi kembali beroperasi,” tegas Afiarman.

Ia menambahkan, Pulbaket merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan operasi penertiban berjalan terarah dan berdasarkan informasi yang akurat. Karena itu, hasil penelusuran harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan penegakan hukum yang konsisten.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Mukhtasin selaku Kepala Resort Muara Imat. LSM PEDAS berharap sinergi aparat penegak hukum, TNI, Polri, GAKUM Polhut, dan unsur terkait dapat mengungkap jaringan pendukung PETI serta menekan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika ingin benar-benar memutus mata rantai PETI, bongkar seluruh jaringannya, bukan sekadar menghentikan aktivitas penambangan untuk sementara,” tutup Efiarman.

LSM PEDAS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penegakan hukum terhadap praktik PETI serta mendorong penindakan yang tegas, adil, profesional, dan berkelanjutan di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.(Red)

Hati-Hati! Tumpahan Minyak dan Portal Rusak di Jembatan Kerinduan, Ini Imbauan Satlantas Kerinci!

Hati-Hati! Tumpahan Minyak dan Portal Rusak di Jembatan Kerinduan, Ini Imbauan Satlantas Kerinci!

Sungai Penuh – Pengendara yang melintasi Jembatan Kerinduan, jalur penghubung Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Portal Jalan rusak dan tumpahan minyak di badan jalan menyebabkan permukaan jalan licin dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky melalui Kasatlantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, Selasa (20/10/2026), mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Jembatan Kerinduan agar mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena adanya tumpahan minyak yang menyebabkan permukaan jalan licin dan Portal rusak,” ujar Into.

Baca Juga:

Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026 Cabang Hafidz Al-Qur’an

Pansel Umumkan Hasil Akhir Seleksi JPT untuk 5 OPD Pemkot Sungai Penuh, Ini Daftarnya!

Ia juga mengingatkan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, agar menghindari pengereman mendadak dan tidak melakukan manuver secara tiba-tiba saat melintasi lokasi tersebut.

“Utamakan keselamatan, jaga jarak aman, jangan memacu kendaraan, dan patuhi arahan petugas di lapangan. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,” imbaunya.

Sebagai informasi, Tumpahan minyak di permukaan aspal dapat mengurangi daya cengkeram ban kendaraan sehingga meningkatkan risiko tergelincir. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama oleh pengendara sepeda motor yang melintasi jalur tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui apa penyebab dari kerusakan portal dan tumpahan minyak tersebut.(adz)

Satreskrim Polres Kerinci Bongkar Sindikat Pencurian Mobil, Dua Pelaku Ditangkap dan Barang Bukti di Amankan

Satreskrim Polres Kerinci Bongkar Sindikat Pencurian Mobil, Dua Pelaku Ditangkap dan Barang Bukti di Amankan

 Merdekapost.com | Kerinci - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci menunjukkan kinerja cepat dalam memberantas kejahatan jalanan. Di bawah kepemimpinan Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP R. Fifin Ritonga, S.H., petugas berhasil membongkar sindikat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat lintas provinsi.  

​Pengungkapan kasus ini dirilis secara resmi oleh Kasat Reskrim Polres Kerinci pada hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam keterangannya, kasus tersebut bermula dari laporan kehilangan kendaraan yang dialami oleh warga di wilayah hukum Polres Kerinci pada dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.  

​Adapun lokasi pencurian tersebut meliputi area halaman depan Ruang Suite Room Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjend H.A Thalib, Kota Sungai Penuh, serta kawasan Desa Sumur Anyir. Kendaraan para korban raib digondol oleh komplotan pelaku pada saat terparkir.  

​Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam. Petugas menyisir jejak pelarian para pelaku hingga melintasi batas provinsi ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan.  

​Dari hasil pengembangan, tim berhasil mengidentifikasi dan meringkus dua orang pelaku tanpa perlawanan. Masing-masing pelaku berinisial AP selaku pelaku utama dan Alpian Alias Pian yang berperan sebagai perantara penadah.  

​Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa kendaraan roda empat hasil curian yang sempat dibawa kabur ke wilayah Sumatera Selatan sebelum akhirnya berhasil dilacak dan ditarik kembali oleh pihak kepolisian.  

​Atas keberhasilan pengungkapan sindikat curanmor ini, pemilik kendaraan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Satreskrim Polres Kerinci atas kerja keras dan gerak cepat dalam mengamankan kembali kendaraan milik korban.

​Polres Kerinci terus mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan pribadi, serta tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas atau gerak-gerik yang mencurigakan di lingkungan sekitar. (ali)

Tampil Gemilang! Tiga Personel Fighter Polres Kerinci Sapu Bersih Kemenangan di Kapolda Fighter Match 2026

Tampil Gemilang! Tiga Personel Fighter Polres Kerinci Sapu Bersih Kemenangan di Kapolda Fighter Match 2026

 Merdekapost.com | Jambi — Semangat juang dan mental petarung tiga personel fighter Polres Kerinci membuahkan hasil membanggakan. Turun dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026 yang digelar di GOR Kota Baru, Jambi, Jumat (3/10/2026), ketiganya sukses meraih kemenangan dan mengharumkan nama Polres Kerinci di arena olahraga bela diri.

Prestasi tersebut diraih melalui persiapan matang, latihan intensif, serta keberanian dan disiplin tinggi yang ditunjukkan para fighter saat menghadapi lawan di atas ring.

Tim Fighter Polres Kerinci dikomandoi langsung oleh Kasi Propam Polres Kerinci AKP Feisal, S.H., M.H. selaku Manajer Tim, didampingi Katim Fighter Polres Kerinci Bripka Addy Aswara.

Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, Polres Kerinci menurunkan tiga personel terbaiknya, yakni:

  • Bripda Muhammad Fadil
  • Bripda Ram Depar Yanto
  • Bripda Agus Tri Nanda

Sejak pertandingan dimulai, ketiganya tampil penuh percaya diri dan pantang menyerah. Setiap ronde dilalui dengan semangat juang tinggi, teknik yang terukur, serta mental bertanding yang kuat. Kerja keras dan latihan yang selama ini dijalani akhirnya membuahkan hasil manis dengan keberhasilan mereka meraih kemenangan.

Bukan sekadar bertanding, mereka membawa nama Polres Kerinci dan menunjukkan bahwa semangat, disiplin, latihan, serta keberanian mampu mengantarkan seorang petarung menuju kemenangan.

Manajemen Tim Fighter Polres Kerinci memberikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi ketiga personel tersebut. Sportivitas, semangat pantang menyerah, serta keberanian yang ditunjukkan di atas ring menjadi nilai penting dalam prestasi yang diraih.

Capaian ini diharapkan semakin memotivasi personel Polres Kerinci lainnya untuk mengembangkan potensi dan kemampuan di berbagai bidang. Prestasi di arena pertandingan menjadi bagian dari semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi institusi dan masyarakat.(Ali)

Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

KERINCI – Musibah kebakaran melanda Gudang Percetakan Muda Karya Mandiri (MKM) di Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi Owner MKM, Roma Arusty, setelah bangunan gudang beserta berbagai mesin dan peralatan percetakan di dalamnya ludes dilalap api.

Gudang percetakan MKM tersebut berada dalam satu bangunan dengan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penggilingan padi di lokasi tersebut telah lama tidak beroperasi.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

Di dalam gudang justru terdapat berbagai mesin, alat dan perlengkapan percetakan milik MKM. Bahkan, sekitar satu bulan sebelum kejadian, disebutkan terdapat penambahan barang dan peralatan percetakan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Seluruh barang dan bangunan gudang tersebut dilaporkan tidak dapat diselamatkan dalam peristiwa kebakaran.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500 juta lebih. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai nilai kerugian maupun penyebab pasti kebakaran.

Tiga Kali Kebakaran

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa kebakaran kali ini bukan kejadian pertama yang terjadi di lokasi tersebut.

Gudang MKM disebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali. Dua kejadian sebelumnya dikabarkan terjadi pada siang hari dan berhasil diatasi setelah diketahui adanya dugaan tindakan sengaja membakar.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis malam.

“Wajar saja ada kecurigaan gudang percetakan MKM sengaja dibakar oleh orang tak dikenal,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan kecurigaan masyarakat. Kepastian mengenai penyebab kebakaran sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan.

Tiga Unit Damkar Dikerahkan

Saat malam kejadian, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran terlihat berada di lokasi.

Meskipun petugas tiba ketika bangunan gudang sudah dalam kondisi terbakar hebat, personel pemadam tetap melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke bangunan sekitar.

Sejumlah anggota Polres Kerinci juga terlihat berada di lokasi hingga proses pemasangan police line selesai dilakukan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga lokasi agar tetap steril dan memungkinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Munculnya dugaan bahwa kebakaran bukan semata-mata akibat kecelakaan membuat kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Apalagi, beredar berbagai informasi dan opini di tengah masyarakat mengenai bangunan yang terbakar. Salah satunya menyebut lokasi tersebut sebagai tempat penggilingan padi atau heler.

Padahal, menurut sumber, bangunan tersebut memang merupakan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty, namun aktivitas tersebut telah lama berhenti.

Baca Juga: Kapolri Mutasi Pejabat Polri, Irjen Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Ini Rekam Jejaknya

“Heler sudah lama tidak beroperasi. Yang ada di situ adalah gudang percetakan MKM, mesin bingkai dan peralatan percetakan,” ungkap sumber.

Karena itu, masyarakat berharap kepolisian tidak hanya memastikan titik awal api, tetapi juga menelusuri seluruh kemungkinan penyebab kebakaran, termasuk apabila ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan.

Hasil penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran Gudang Percetakan MKM serta menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.(Adz)

Propam Polres Kerinci Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu dan Disabilitas

Propam Polres Kerinci Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu dan Disabilitas.(iST/MPC)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM -  Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Resort Kerinci (Polres Kerinci) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga yang tidak mampu dan disabilitas di Desa Sumur Anyir, Kota Sungaipenuh, Jumat (25/9/2026).

Kepala Seksi Propam Polres Kerinci AKP Feisal SH MHmengatakan kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan di Desa Sumur Anyir  dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Propam Polri.

"Ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Propam Polri," kata Feisal.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta bisa meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Baca Juga:

Razia Gabungan TNI-Polri di Rutan Sungai Penuh, Sejumlah Barang yang Dilarang Diamankan dan Dimusnahkan

Inilah 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi PDAM Tirta Sakti Kerinci

"Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Si Propam Polres Kerinci. Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian saja, tetapi juga untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan,” ujarnya.

Feisal menjelaskan kunjungan sekaligus bakti sosial yang dilakukan itu juga untuk memastikan kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya sekedar sebagai penegak hukum saja, tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kepada masyarakat disabilitas dan hidup sebatang kara.

Bacaan Lainnya: Solok dilanda banjir bandang, Saudara kita sedang membutuhkan uluran tangan

Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa untuk menumbuhkan rasa saling peduli dan gotong-royong, baik di kalangan personel Polri, khususnya di Polres Kerinci maupun masyarakat secara luas.

AKP Feisal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif bagi kehidupan.

Ikut hadir rangkaian bakti sosial, Kasi Propam AKP Feisal SH MH, Kanit Paminal IPTU Umar Askandar, Kanit Propam IPDA Marianto dan anggota lainnya.(Ali/Merdekapost.com)

Polsek Air Hangat Timur Gerak Cepat Tindaklanjuti Informasi Angin Puting Beliung, Satu Rumah Terdampak


 Merdekapost.com | Kerinci - Polsek Air Hangat Timur bergerak cepat menindaklanjuti informasi terkait bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Desa Koto Lanang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, Selasa (22/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah warga dilaporkan terdampak angin puting beliung. Selain itu, sejumlah pohon bambu roboh dan menutupi akses jalan pada jembatan penghubung sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Mendapat informasi tersebut, jajaran Polsek Air Hangat Timur langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung serta memastikan situasi tetap aman.

Dalam pengecekan tersebut, petugas bersama Sekcam Air Hangat Timur, Kepala Desa Simpang IV Sungai Tutung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kerinci, serta masyarakat sekitar.

Di lokasi, unsur terkait melakukan pendataan terhadap dampak kejadian sekaligus membahas langkah penanganan yang diperlukan, khususnya terhadap pohon bambu yang roboh dan menutup akses jalan serta jembatan penghubung.

Kapolsek Air Hangat Timur bersama unsur pemerintah dan masyarakat memastikan kondisi di lokasi menjadi perhatian bersama. Koordinasi lintas sektor dilakukan agar proses penanganan dapat segera dilaksanakan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Gerak cepat jajaran Polsek Air Hangat Timur ini merupakan bentuk respons terhadap informasi masyarakat sekaligus upaya bersama dalam memastikan keselamatan dan kelancaran akses warga pascakejadian. (kai)

Residivis Kembali Berulah, Satresnarkoba Polres Kerinci Ringkus Kurir Sabu Jaringan Lintas Provinsi dengan Modus " Sistem Tempel"

Residivis Kembali Berulah, Satresnarkoba Polres Kerinci Ringkus Kurir Sabu Jaringan Lintas Provinsi dengan Modus " Sistem Tempel"

 Merdekapost.com | Kerinci - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci kembali menunjukkan komitmen tegasnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Pada hari Kamis (17/09/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil meringkus seorang pemuda yang bertindak sebagai kurir sabu di pinggir jalan Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Pelaku berinisial BDS (23), warga Desa Sungai Jernih yang diketahui berstatus sebagai pengangguran dan merupakan residivis kasus narkoba, tak berkutik saat dicegat oleh petugas. Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan total 27 paket narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 11,5 gram.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang resah akan aktivitas pelaku. Tersangka diketahui kerap mengedarkan sabu di sekitar wilayah Desa Sungai Jernih dengan modus operandi "sistem tempel" (meletakkan narkoba di suatu tempat tanpa bertatap muka langsung dengan pembeli).

"Berbekal informasi dari masyarakat, Tim Opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar kediaman tersangka. Saat pelaku keluar rumah mengendarai sepeda motor Honda Beat, tim langsung membuntuti, memotong laju kendaraan, dan mengamankan yang bersangkutan," jelas Kasat Resnarkoba.

Saat dilakukan penggeledahan badan, petugas menemukan 10 paket sabu yang disembunyikan di dalam sedotan plastik warna hitam di saku celana sebelah kiri pelaku. Tidak berhenti di situ, penggeledahan dilanjutkan pada tas ransel hitam merek Osgood yang dibawa pelaku, di mana petugas kembali menemukan 17 paket sabu beserta satu buah kaca pirek.

Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka BDS mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya dan ia tengah bersiap untuk pergi melakukan "tempelan" di sejumlah titik.

Dikirim dari Padang Melalui Travel "Tembak"

Fakta mengejutkan terungkap dari pengembangan kasus ini. Tersangka mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seseorang bernama Cecep (saat ini dalam pengejaran) yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat. Pengiriman barang haram tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi melalui layanan mobil travel tidak resmi atau travel tembak.

Dalam aksinya kali ini, yang merupakan kali kedua tersangka menerima barang dari jaringannya, BDS awalnya menerima total 51 paket sabu. Sebelum ditangkap, ia telah berhasil menempel 15 paket di sekitar Desa Sungai Jernih, menyerahkan 6 paket kepada rekannya, dan mengonsumsi 3 paket di rumahnya.

Sebagai imbalan menjadi kurir "tukang tempel", tersangka BDS dijanjikan keuntungan berupa uang tunai sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan 7 paket sabu untuk dikonsumsi pribadi.

Selain puluhan paket sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa 2 unit handphone (Realme C65 dan Realme C21) yang digunakan untuk bertransaksi, tas, celana panjang, dan 1 unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.

Kini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, termasuk pengujian barang bukti di BPOM dan Pegadaian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dengan cara melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs