Jelang Sahur, Polres Kerinci Ringkus Residivis Narkoba di Sungai Penuh

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci berhasil mengamankan seorang pria berinisial AP (29), warga Kelurahan Pasar Sungai Penuh, yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu, Selasa (10/03/2026) dini hari.

Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari kegiatan patroli rutin unit opsnal menjelang waktu sahur di sekitar wilayah Pasar Sungai Penuh sekira pukul 01.00 WIB.

Kronologis Penangkapan

Saat melintas di samping Kafe Miyuka, petugas mencurigai dua orang pria yang tengah duduk di bawah pohon.

Saat hendak didekati untuk pemeriksaan, kedua pria tersebut justru melarikan diri.

“Petugas langsung melakukan pengejaran. Satu orang berinisial AP yang merupakan residivis kasus serupa berhasil diamankan, sementara satu rekan pelaku berinisial AN berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Kasat Resnarkoba dalam keterangannya.

Penggeledahan dan Barang Bukti

Petugas kemudian membawa pelaku AP ke kediamannya di RT 004, Kelurahan Pasar Sungai Penuh, untuk dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh Ketua RT setempat dan warga sekitar.

Dari hasil penggeledahan di kamar pelaku, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang signifikan, di antaranya:

  • 19 paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat bruto total 5,43 gram.
  • Satu unit timbangan digital merek Mouse Scale.
  • Alat hisap sabu (bong) yang dimodifikasi dari botol minuman.
  • Sejumlah klip plastik bening dan alat komunikasi berupa iPhone 13.

Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial AL. Pelaku menjalankan modus “tempel”, di mana ia meletakkan paket sabu di lokasi-lokasi tertentu sesuai arahan pengendali melalui pesan singkat. Sebagai imbalannya, pelaku mendapatkan upah uang tunai sebesar Rp 300.000,- dan satu paket sabu untuk dikonsumsi sendiri.

Berita Lainnya:

TNKS dalam Cengkeraman PETI, Aktivis HMI Kerinci: Kegagalan Sistemik!

PERMAHI Jambi Dorong Kejati dan Polda Jambi Tegaskan Komitmen Integritas Penegakan Hukum

Ironi Bupati Rejang Lebong M Fikri: Dulu Diapresiasi KPK, Kini Terjaring OTT

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci guna penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan: Primer: Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Subsider: Pasal 609 ayat (1) UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Sakti Alam Kerinci.(Adz)

Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas, Polisi Diminta Turun Tangan

Polisi Diminta Turun Tangan, Kebijakan Absen ASN di Pasar Ramadan Bukit Tengah Picu Potensi Gangguan Lalu Lintas.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan presensi pulang dinas di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, memicu perhatian publik. 

Sorotan kini mengarah pada peran aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Para Terdakwa PJU Kerinci Dituntut Berbeda, Mantan Kadishub Tuntutan Tertinggi 2,4 Tahun

Kebijakan itu tertuang dalam surat bernomor 100.3.4-5/BKPSDM/II/2026 tertanggal 22 Februari 2026 sebagai tindak lanjut perintah lisan Bupati Kerinci, Monadi.

Namun di lapangan, Pasar Ramadan Bukit Tengah setiap sore memang sudah dipadati pengunjung. Kendaraan kerap parkir di badan jalan, sementara lokasi pasar berada di jalur turunan dan tanjakan dekat Tugu PKK—kondisi yang dinilai rawan dari sisi lalu lintas.

Baca Juga: 

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

Gubernur Al Haris Gandeng Kepala Daerah se-Jambi Temui Menteri PKP, Perjuangkan Program Perumahan Rakyat

Sejumlah ASN mengaku khawatir jika ratusan pegawai diwajibkan hadir di waktu yang hampir bersamaan hanya untuk melakukan presensi pulang dinas.

“Sudah padat setiap sore. Kalau ASN juga wajib ke sana untuk absen, jelas makin menumpuk kendaraan. Apalagi itu jalur menurun dan menanjak,” ujar seorang ASN.

Aktivis Minta Polisi Antisipasi Sejak Dini

Aktivis Kerinci, Ega Roy, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak boleh menunggu terjadinya insiden baru bergerak.

Baca Juga: ASN Kerinci Diminta Absen Pulang di Pasar Ramadan Bukit Tengah, Kebijakan Tidak Lazim Tuai Sorotan

“Ini soal keselamatan publik. Polisi harus hadir mengatur dan mengantisipasi potensi kemacetan maupun kecelakaan. Jangan sampai ada korban dulu baru dilakukan penertiban,” tegas Ega Roy.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut berpotensi memusatkan pergerakan ratusan ASN di satu titik pada jam sibuk menjelang berbuka puasa, maka pengamanan lalu lintas harus menjadi prioritas.

“Polisi dan dinas perhubungan harus turun tangan. Rekayasa lalu lintas, penertiban parkir liar, hingga pengawasan ketat perlu dilakukan. Keselamatan pengguna jalan jauh lebih penting dari sekadar formalitas presensi,” ujarnya.

Tanggung Jawab Pengamanan di Ruang Publik

Publik kini mempertanyakan kesiapan aparat dalam mengelola kepadatan di kawasan pasar Ramadan tersebut. Jika tidak ada pengaturan yang jelas, kebijakan administratif ini dikhawatirkan berubah menjadi persoalan lalu lintas yang merugikan masyarakat luas.

Pilihan Redaksi: Tamparan Keras! Menteri PAN-RB RI Nilai Pemkot Sungai Penuh Peringkat Terendah Pelayanan Publik Se-Jambi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait langkah pengamanan dan rekayasa arus kendaraan di sekitar Pasar Ramadan Bukit Tengah.

Sorotan pun terus menguat. Masyarakat berharap aparat kepolisian bertindak preventif demi mencegah potensi gangguan ketertiban dan keselamatan di jalan raya selama bulan suci Ramadan.(*)

Pastikan Keamanan Beribadah, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Kawal Safari Ramadhan 1447H

Pastikan Keamanan Beribadah, Kapolres dan Wakapolres Kerinci Kawal Safari Ramadhan 1447H.(adz)

Sungai Penuh - Jajaran Polres Kerinci hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H. Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung dalam Safari Ramadhan Pemerintah Kota Sungai Penuh di Masjid Baiturrahman. 

Di saat yang bersamaan, Wakapolres Kerinci, Kompol Eko Prasetyo D.B, S.H, S.I.K, M.Si, mewakili Kapolres dalam Safari Ramadhan Pemkab Kerinci di Masjid Assyuhada, Desa Telago Biru.

Kehadiran pimpinan Polres Kerinci ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas Kamtibmas serta mempererat tali silaturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat di Bumi Sakti Alam Kerinci dan Kota Sungai Penuh. 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengamanan ketat dari personil gabungan.(*)

Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447H, In i Himbauan Kasat Reskrim Polres Kerinci

Sambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447H, Kasat Reskrim Polres Kerinci Imbau Warga Jaga Kamtibmas.(adz)

KERINCI – Menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M, Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, S.H., M.H., turut menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam imbauannya, AKP Very Prasetyawan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak selama bulan Ramadhan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi aksi perang sarung yang kerap muncul dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memantau aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam perang sarung maupun kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Baca Juga :

Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim

Membanggakan! Taekwondo Teratai Kota Sakti Sabet 12 Emas di The Arena Maestro Taekwondo Championship 2026

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama Ramadhan. Menurutnya, selain membahayakan pelaku, balap liar juga berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Pastikan putra-putri kita tidak melakukan atau bahkan menyaksikan aksi balap liar. Ini sangat berbahaya dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Kasat Reskrim juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, terutama saat rumah ditinggalkan untuk beribadah maupun bepergian.

Baca Juga:

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari, Ini Dasarnya

Rabu atau Kamis Awal Puasa Ramadan? Tinggi Hilal Masih Minus, Ini Penjelasan Dr. Zufriani

Ia menyarankan agar warga memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik serta tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengamanan.

Terkait keamanan kendaraan, masyarakat diimbau untuk menggunakan kunci pengaman tambahan pada sepeda motor saat diparkir, khususnya ketika melaksanakan ibadah di masjid guna mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar ibadah Ramadhan dapat berjalan khusyuk, aman, dan nyaman. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci tetap kondusif serta penuh keberkahan.(Adz)

Jelang Ramadhan, Satreskrim Polres Kerinci Ambil Langkah Proaktif Pastikan Stabilitas Harga dan Stok Bahan Pokok

Pastikan Kestabilan Harga dan Ketersediaan Stok, Satreskrim Polres Kerinci Kordinasi Intensif dengan Tim Saber Pangan.(ist/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci mengambil langkah proaktif dengan menggelar koordinasi intensif bersama Tim Saber Pangan. 

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Gelar Satreskrim ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Fokus pada Stabilitas Harga dan Stok

Langkah antisipatif ini diambil guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan puasa. Pihak Polres Kerinci menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat, mulai dari tingkat distributor hingga pengecer di pasar-pasar tradisional.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:

Pemantauan Stok: Memastikan ketersediaan beras, minyak goreng, gula, dan daging dalam posisi aman.

Pengawasan Rantai Pasok: Mencegah adanya praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Update Harga Harian: Melakukan monitoring harga secara real-time untuk mendeteksi anomali harga di lapangan.

Komitmen Penegakan Hukum

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menekankan bahwa Tim Saber Pangan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya praktik mafia pangan atau spekulan yang sengaja mempermainkan harga sehingga memberatkan masyarakat.

"Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa harus terbebani oleh kelangkaan barang maupun harga yang tidak wajar," ujar salah satu perwakilan dalam pertemuan tersebut.

Imbauan kepada Masyarakat

Selain penguatan internal, Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat untuk:

Berbelanja Bijak: Membeli kebutuhan sesuai keperluan dan tidak melakukan panic buying

Lapor Segera: Menghubungi pihak berwajib jika menemukan gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan atau melihat lonjakan harga yang ekstrem.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara kepolisian dan instansi terkait, diharapkan situasi kamtibmas dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kerinci tetap kondusif hingga Idul Fitri mendatang.(Ali/Mpc)

Satresnarkoba Polres Kerinci Berhasil Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu

 

Perang dengan Narkoba Terus digencarkan, Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu.(mpc)

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. 

Dalam operasi yang digelar pada Senin malam (09/02/2026), tim Opsnal berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto lebih dari 28 gram.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai maraknya transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Tanah Kampung dan Kecamatan Sitinjau Laut.

​Kronologis Penangkapan

Operasi dimulai sekira pukul 20.00 WIB di Desa Koto Padang Kota Sungai Penuh. Petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial EM (41). Saat dilakukan penggeledahan yang didampingi oleh perangkat desa setempat, ditemukan satu paket kecil sabu yang sempat dibuang oleh pelaku.

FOTO: ILUSTRASI

​Petugas kemudian melakukan pengembangan ke kediaman tersangka EM di Desa Angkasa Pura. Di lokasi kedua ini, tim menemukan barang bukti yang signifikan berupa paket-paket sabu siap edar, timbangan digital, serta puluhan potongan sedotan plastik yang digunakan untuk mengemas narkotika. Dari tangan EM, total barang bukti yang disita mencapai 28,6 gram.

​Pengembangan Kasus

Berdasarkan keterangan tersangka EM, selanjutnya petugas bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Sekira pukul 21.00 WIB, tim berhasil meringkus tersangka kedua berinisial MZ alias WY (46) di kediamannya, Desa Hiang Lestari. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti tambahan berupa satu paket sabu seberat 0,45 gram beserta alat hisap (bong) dan kaca pirek.

Modus Operandi dan Pasal yang Disangkakan

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa tersangka EM menjalankan aksinya dengan modus operandi transaksi daring (online) dan sistem "tempel", di mana pelaku tidak bertemu langsung dengan pembeli. EM mengaku mendapatkan upah mingguan dari seorang bandar yang saat ini identitasnya telah dikantongi petugas (DPO).

​Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:

  • ​Tersangka EM: Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
  • ​Tersangka MZ: Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

​Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(adz)

Seorang Pemuda Koto Tebat Kerinci Tewas Dianiaya, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi Kurang dari 5 jam

Gambar Ilustrasi: Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di desa Koto Tebat Air Hangat Timur, Tim Ops satreskrim Polres Kerinci berhasil membekuk pelaku kurang dari 5 jam.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang remaja di Air Hangat Timur berhasil diungkap cepat oleh jajaran Polres Kerinci.

Tak sampai lima jam sejak kejadian, terduga pelaku penganiayaan maut itu berhasil diringkus polisi.

Koronologi Kejadian

Peristiwa tragis tersebut terjadi di perbatasan Desa Koto Tebat dan Desa Kemantan Hilir, Minggu sore (25/1/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Korban, Rafi (18), warga Desa Koto Tebat, saat itu tengah berada di pinggir jalan setapak bersama dua rekannya, Nahla (15) dan Ulfa (15).

Situasi berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max hitam. Tanpa banyak kata, pelaku langsung melancarkan serangan brutal. Korban dipukul dan ditendang, bahkan pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam.

Korban Rf yang menderita luka parah akhirnya meninggal dunia.(adz)

Akibat penganiayaan tersebut, Rafi mengalami kejang-kejang sebelum terjatuh ke parit sawah di sekitar lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, luka parah yang dideritanya membuat nyawa korban tak tertolong.

Bacaan Lainnya: Gubernur Jambi Tegas Pindahkan Guru Agus yang Dikeroyok Siswa, Minta Segera Dilakukan Tes Kejiwaan

Tim Polres Kerinci Respon Cepat Tangkap Pelaku

Mendapat laporan kejadian, Kapolres Kerinci langsung memerintahkan pengejaran intensif. 

Operasi penangkapan dipimpin Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetiawan, bersama Tim Opsnal (Buser) dan personel Polsek Air Hangat Timur.

Berbekal keterangan saksi dan identitas kendaraan yang digunakan pelaku, polisi bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi. 

Polisi melakukan olah TKP.(adz)

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kurang dari lima jam setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

“Terduga pelaku sudah kami amankan dalam waktu kurang dari lima jam pasca kejadian. Saat ini yang bersangkutan menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif penganiayaan,” ujar AKP Very Prasetiawan.

Polres Kerinci mengapresiasi peran serta masyarakat yang cepat memberikan informasi awal kepada kepolisian. Warga, khususnya keluarga korban dan masyarakat di kedua desa, diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.(adz)

Lakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Ini Keterangan Resmi Polres Kerinci

Pasca dilakukan Olah TKP Penemuan Warga Meninggal Dunia di Desa Semumu, Polres Kerinci sebut  Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah.(Ali/mpc) 
KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci bersama Polsek Air Hangat Timur (AHT) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan mayat seorang laki-laki yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri di Desa Semumu, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu malam (17/01/2026).

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim mengonfirmasi bahwa korban berinisial NA (40), seorang warga setempat, pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, Rengki Afdal, sekira pukul 21.00 WIB.

​"Saksi merasa curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar sejak waktu Magrib. Saat saksi mengecek ke dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi dengan menggunakan kain gorden," ujar Kasat Reskrim dalam keterangannya.

Bacaan Lainnya:

Warga Semumu Kerinci Geger, Seorang Pria NA (41) Ditemukan Tak Bernyawa Sabtu Malam

Zarzani Nekat Terjun di Sungai Batanghari, Damkartan Evakuasi Cepat

Setelah 3 Hari, Perempuan yang Lompat dari Jembatan Aurduri I Ditemukan Tewas 20 KM dari Lokasi Kejadian

Saksikan, Laga Hidup Mati Grup B, PS Kota Sungai Penuh Vs Tanjabbar, Ini Jadwalnya!

​Mendapat laporan tersebut, Personil Unit Identifikasi Inafis Sat Reskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan identifikasi awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental atau depresi.

​"Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dilakukan proses pemakaman," tambahnya.

​Atas kejadian ini, Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang mengalami permasalahan psikis atau depresi, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(*)

​(Ali/Sumber: Humas Polres Kerinci)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs