Polres Kerinci Amankan Residivis Curanmor, Pelaku Dihadiahi Timah Panas Karena Melawan Petugas

 

Merdekapost.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) roda dua yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kayu Aro. Seorang pelaku yang merupakan residivis kambuhan terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur pada bagian kakinya karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim membenarkan penangkapan tersebut. Pengungkapan ini berdasarkan Laporan Polisi LP/B/2/VI/2026/SPKT/POLSEK KAYU ARO/POLRES KERINCI tertanggal 18 Juni 2026.

​Kronologis Kejadian: Motor Raib di Dalam Rumah

​Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Kamis pagi, 18 Juni 2026, di Dusun Air Tenang, Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.

​Sekira pukul 10.00 WIB, korban baru saja pulang dari ladang. Namun, saat membuka pintu rumah, korban terkejut mendapati sepeda motor Honda Blade tahun 2009 warna putih silver miliknya yang terparkir di dalam rumah sudah raib. Tak hanya itu, kunci kontak yang biasa digantung di tempatnya pun ikut hilang. Sadar menjadi korban pencurian, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kayu Aro.

​Penyelidikan Cepat Melalui Rekaman CCTV

​Menerima laporan tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan penyelidikan mendalam. Petugas di lapangan berhasil mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

​Dari hasil analisis rekaman video tersebut, petunjuk kuat mengarah kepada seorang pria paruh baya berinisial SR (47), seorang petani asal Desa Dusun Dilir, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, yang diketahui merupakan seorang residivis kasus serupa.

​Tindakan Tegas dan Terukur

​Tak butuh waktu lama, pada hari yang sama sekira pukul 18.30 WIB, Tim Opsnal langsung melakukan penggerebekan di kediaman pelaku di wilayah Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh.

​"Benar, pelaku berhasil kita amankan di rumahnya beserta barang bukti satu unit sepeda motor milik korban. Namun, saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan yang membahayakan petugas, sehingga personel di lapangan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku," ujar Kasat Reskrim.

​Usai dilumpuhkan, petugas langsung membawa pelaku ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis sebelum digelandang ke Mapolres Kerinci.

​Barang Bukti dan Proses Hukum

​Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa:

​1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Blade Tahun 2009 Warna Putih Silver (No. Pol. BH 4610 DG).

​Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

​Saat ini, pihak Satreskrim Polres Kerinci tengah melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan berkas perkara. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal pencurian kendaraan bermotor sebagaimana diatur dalam KUHP. (*)

Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?


Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?

Lupakan sekejab kisah Roy Suryo dan dr Tifa. Kita kembali fokus pada demo. Mulai marak aksi demo tandingan. Muncul pertanyaan, apakah fenomena ini mengindikasi posisi Prabowo tidak aman? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Munculnya BEM Bersatu beberapa waktu lalu sudah membuat banyak orang mengernyitkan dahi sampai hampir menyentuh ubun-ubun. Belum habis publik mencerna kemunculan mereka, kini muncul lagi gelombang dukungan lebih besar. Ribuan orang dari berbagai kelompok turun ke jalan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemerintahan Prabowo.

Pertanyaannya sederhana. Kalau memang semuanya aman, kenapa tiba-tiba ramai sekali yang harus turun ke jalan membela?

Ini bukan tuduhan. Ini pertanyaan. Sebab dalam ilmu fisika sosial ala warung kopi, semakin banyak pagar dipasang, biasanya semakin banyak orang bertanya apa yang sedang dijaga.

Jumat, 19 Juni 2026, Jakarta seperti sedang menggelar festival demonstrasi nasional. Ada lima titik aksi sekaligus. Ada petani, nelayan, pedagang, mahasiswa, pemuda, hingga berbagai organisasi masyarakat. Polres Jakarta Pusat mencatat aksi tersebar dari Monas, Patung Kuda, Tugu Tani, Kementerian Keuangan hingga DPR.

Yang paling mencolok adalah aksi dukungan terhadap MBG dan Prabowo. Sekitar 7.000 orang hadir. Jumlah yang tidak kecil. Mereka membawa poster bertuliskan "Mahasiswa Bersama Prabowo", "MBG Menyelamatkan Petani", dan "Jangan Mau Diadu Domba".

Secara resmi, aksi itu disebut murni dukungan rakyat yang merasakan manfaat program pemerintah. Ketua Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir menjelaskan, petani merasa terbantu karena hasil panen terserap untuk program MBG dan akses pupuk menjadi lebih mudah.

Penjelasan itu masuk akal.

Tapi netizen adalah makhluk tidak pernah puas dengan sesuatu yang masuk akal. Mereka selalu bertanya lebih jauh.

Kenapa muncul sekarang? Kenapa saat mahasiswa sedang gencar mengkritik MBG? Kenapa setelah berbagai kampus mulai bergerak? Kenapa setelah muncul gelombang penolakan yang semakin luas Pertanyaan-pertanyaan itu beterbangan di media sosial seperti nyamuk musim hujan.

Sementara itu, mahasiswa Trisakti datang membawa "Tritura Kembali". Mahasiswa Esa Unggul menuntut audit korupsi MBG. Kelompok mahasiswa lain berdemo di Bundaran HI dan Tugu Tani.

Di sinilah menariknya. Di satu sisi pemerintah ingin menunjukkan masih banyak rakyat yang mendukung. Di sisi lain mahasiswa ingin menunjukkan masih banyak rakyat yang kecewa.

Akhirnya yang terjadi bukan lagi perang argumen. Sudah seperti lomba pengeras suara nasional. Yang satu membawa toa. Yang satu membawa toa lebih besar. Yang satu membawa spanduk. Yang satu membawa spanduk lebih panjang.

Kalau begini terus, tahun depan mungkin ada lomba desain poster antarpendemo dengan hadiah utama paket MBG setahun.

Lalu muncul pertanyaan yang lebih besar. Apakah posisi Prabowo aman?

Kalau melihat peta kekuasaan formal, jawabannya masih sangat aman. DPR relatif terkonsolidasi. Kabinet masih solid. Aparat negara masih bekerja normal. Tidak ada tanda-tanda ancaman politik langsung yang bisa menggoyang kursi kekuasaan.

Tetapi politik tidak selalu ditentukan oleh gedung parlemen. Kadang politik ditentukan oleh persepsi. Persepsi publik sedang bergerak.

Masalahnya, persepsi tidak bisa ditangkap polisi. Tidak bisa diborgol. Tidak bisa dibubarkan.

Ia hidup di warung kopi, kampus, grup WA ormas, TikTok, Facebook, dan kolom komentar lebih ganas dari hutan Amazon.

Apalagi pada hari yang sama Kejagung menetapkan tersangka baru dalam dugaan korupsi tata kelola MBG. Glory Harimas Sihombing diduga menjual titik dapur SPPG kepada calon mitra dengan tarif sekitar Rp100 juta per lokasi.

Kasus ini menjadi bensin yang disiram ke api yang sudah menyala.

Kemudian muncul lagi kabar distribusi MBG dihentikan sementara selama libur sekolah untuk penataan tata kelola.

Netizen tentu langsung bekerja lembur. Mereka menyambung satu titik ke titik lain. Menghubungkan satu peristiwa ke peristiwa berikutnya. Membuat teori konspirasi dengan kecepatan yang membuat kecerdasan buatan minder.

Ada bilang negara sedang panik. Ada bilang negara sedang melakukan konsolidasi. Ada bilang ini strategi komunikasi. Ada bilang ini strategi pengalihan. Ada pula bilang ini hanya kebetulan. Di republik ini, kebetulan pun sering dicurigai sebagai rapat rahasia.

Yang jelas, semakin banyak demo dukungan bermunculan, semakin banyak pula pertanyaan muncul. Karena dalam politik, dukungan yang terlalu sepi bisa dianggap lemah.

Tetapi dukungan terlalu ramai juga bisa membuat orang bertanya, sebenarnya siapa yang sedang diyakinkan?

Pemerintah? Rakyat? Atau justru dirinya sendiri?

Nah, itu pertanyaan yang jawabannya mungkin hanya diketahui para dewa politik yang konon bermarkas di balik awan Istana.

*Rosadi Jamani / Ketua Satupena Kalbar

Mirip BEM Bersatu, Demo Tandingan Dukung MBG Muncul di Patung Kuda

Mirip BEM Bersatu, Demo Tandingan Dukung MBG Muncul di Patung Kuda. (FOTO: ILUSTRASI)

Belum habis rakyat mencerna kemunculan mendadak "Aliansi BEM Fakultas Bersatu" yang menggelar konferensi pers di Jakarta pada 16 Juni 2026, lengkapb dengan meja kayu estetik, mikrofon berjajar, wartawan diundang, dan suasana yang lebih mirip peluncuran startup dari perlawanan mahasiswa, tiba-tiba muncul episode berikutnya yang jauh lebih spektakuler.

Kalau kemarin yang turun gunung adalah mahasiswa misterius yang mendukung MBG sambil mengkritik mahasiswa lain, maka kali ini yang muncul adalah kekuatan lebih dahsyat.

Emak-emak.

Ya, emak-emak. Lawan seimbang diskon supermarket, dan makhluk yang jika sudah bergerak dalam jumlah besar bisa mengalahkan pasukan Mongol tanpa perlu mengangkat senjata.

Rabu, 17 Juni 2026, kawasan Patung Kuda mendadak berubah menjadi lautan putih. Koordinator lapangan mereka, Edi Marzuki dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur, mengklaim jumlah massa mencapai 10.000 orang.

Sepuluh ribu!

Jumlah yang kalau disuruh mengupas bawang secara serentak mungkin bisa membuat harga bawang nasional ambruk dalam satu sore.

Mereka datang sejak pukul 11.30 WIB. Bukan cuma ibu rumah tangga. Ada bapak-bapak, ada anak muda, semuanya seperti sedang syuting film kolosal berjudul The Avengers: Nasi Kotak Endgame.

Patung Kuda yang biasanya hanya berdiri gagah menyaksikan demonstrasi kemungkinan mulai mempertanyakan takdirnya sendiri. "Kenapa setiap minggu aku jadi saksi episode baru?" mungkin begitu pikirnya.

Massa membawa poster, spanduk, dan semangat yang level panasnya setara knalpot bus antarkota yang sedang menanjak. Tuntutan mereka juga jelas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus lanjut. Koruptor dana MBG harus ditangkap. Kalau perlu dipenjara seumur hidup.

Terdengar sederhana. Tapi justru disitulah letak kejeniusan politik Indonesia.

Ketika sebagian mahasiswa meneriakkan kritik terhadap MBG karena berbagai persoalan tata kelola, dugaan korupsi, hingga kasus keracunan di sejumlah daerah, tiba-tiba muncul pasukan putih yang berkata, "Programnya lanjut saja. Yang korupsi tangkap."

Sesederhana itu. Logika tingkat dewa. Seperti mobil yang bannya copot lalu pemiliknya berkata, "Mobilnya jangan dihentikan. Ban yang bermasalah saja yang ditangkap."

Yang membuat netizen mulai garuk-garuk kepala adalah urutan kejadiannya. Baru kemarin muncul kelompok mahasiswa yang mendukung MBG. Hari ini muncul ribuan emak-emak yang mendukung MBG.

Besok siapa lagi? Persatuan Tukang Bakso Peduli MBG? Aliansi Ojol Cinta MBG? Forum Kucing Oren Nasional untuk Ketahanan Gizi?

Publik tentu tidak punya bukti apa-apa. Tetapi teori konspirasi berkembang lebih cepat dari promo e-commerce tanggal kembar.

Di media sosial, ada yang bercanda bahwa di sebuah ruang rahasia terdapat papan strategi raksasa bertuliskan:

Tahap 1: Mahasiswa demo.

Tahap 2: Keluarkan mahasiswa tandingan.

Tahap 3: Keluarkan emak-emak.

Tahap 4: Jika masih gagal, keluarkan seluruh penghuni grup WA keluarga.

Lucunya lagi, aksi ini berlangsung damai. Tidak ada ban terbakar. Tidak ada pagar tumbang. Tidak ada lemparan batu. Hanya ribuan orang berbaju putih yang rela berpanas-panasan demi mempertahankan program makan gratis. Katanya ribuan, lihat fotonya sepertinya tak nyampelah.

Sementara itu, rakyat biasa menonton dari rumah mulai mengalami kebingungan tingkat nasional. Mahasiswa mengaku mewakili rakyat. Mahasiswa lain juga mengaku mewakili rakyat. Emak-emak juga mengaku mewakili rakyat.

Semua mengaku suara rakyat. Yang tidak pernah muncul justru koruptornya. Mereka seperti karakter utama yang selalu disebut dalam setiap episode, tetapi tidak pernah terlihat wajahnya.

Begitulah Indonesia kembali menghadirkan pertunjukan politik paling absurd di muka bumi. Mahasiswa turun ke jalan. Mahasiswa lain turun ke konferensi pers. Emak-emak turun ke Patung Kuda.

Sementara koruptor di BGN baru lima tersangka dikerangkeng Kejagung. Padahal, menurut Sony, si malaikat yang tak pernah ngaku salah, ada 26-30 nama ikut bermain titik SPPG. Nama-nama itu sepakat bernyanyi "Kami Tak Kenal Sony". Padahal, bukti sudah terang benderang, baru lima jadi tersangka. Kasihan Haji Dadan yang ditunjuk jadi Ketua Persatuan Maling Anggaran Indonesia (PERMAI) sekarang kedinginan di jeruji. Nasibmu Pak Aji. 

"Bang, esok akan ada tandingan apalagi ni?"

"Nampaknya akan ada tandingan baru. Asal jangan coba-coba tandingi Koptagul, pahit wak!" Ups

(Rosadi Jamani/Ketua Satupena Kalbar)

Wabup Murison Lepas Kontingen Pramuka Kerinci ke Jamda Jambi, Ini Pesannya

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kerinci untuk mengikuti Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026, Jumat (19/6/2026), di Aula Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah.

Pelepasan kontingen dilakukan oleh H. Murison yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kerinci. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Wakil Ketua Kwarcab, Andalan Cabang, para pembina, serta anggota Pramuka yang akan mewakili Kabupaten Kerinci pada ajang pertemuan Pramuka tingkat Provinsi Jambi tersebut.

Dalam sambutannya, H. Murison menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih menjadi duta Kabupaten Kerinci dalam Jambore Daerah Tahun 2026. Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang pertemuan dan pembelajaran, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan karakter, kedisiplinan, serta kemampuan generasi muda Kerinci di tingkat provinsi.

“Anak-anakku sekalian adalah putra-putri terbaik yang dipercaya membawa nama baik Kabupaten Kerinci. Tunjukkan semangat kebersamaan, disiplin, kreativitas, dan jiwa kepramukaan yang sejati selama mengikuti kegiatan Jambore Daerah,” pesan Murison.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, menaati aturan yang berlaku, serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan menambah pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan.

Lebih lanjut, Murison berharap kontingen Kwarcab Kerinci dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta mampu mengharumkan nama daerah melalui berbagai prestasi dan penampilan terbaik selama pelaksanaan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi Tahun 2026.

Pelepasan kontingen ditandai dengan pemberian bendera dan doa bersama sebagai simbol dukungan serta harapan agar seluruh peserta diberikan kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan selama mengikuti kegiatan.

Keikutsertaan Kontingen Kwarcab Kerinci dalam Jambore Daerah Jambi 2026 diharapkan menjadi momentum pembinaan generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara sesuai nilai-nilai yang diajarkan dalam Gerakan pramuka.(Ali)

Ribuan Massa Kepung DPRD Jambi: "Jika MBG di STOP di Jambi akan Banyak Pengangguran"

Ribuan Massa Kepung DPRD Jambi, Jika MBG di STOP maka akan Banyak Pengangguran di Jambi.(ist)

JAMBI - Ribuan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Jambi mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Jumat (19/06/2026). 

Mereka menyuarakan aspirasi agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan oleh pemerintah.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menilai program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pekerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG.

Salah satu peserta aksi, Mak Erni menyampaikan bahwa keberadaan program tersebut telah membuka peluang kerja bagi banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh penghasilan tetap.

“Program ini bukan hanya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Banyak ibu rumah tangga, janda, dan warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini bisa memperoleh penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarga,” katanya saat menyampaikan orasi.

Selain itu, Mukhlis juga memaparkan bahwa keberlangsungan program MBG sangat penting bagi masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas dapur MBG di berbagai daerah.

“Dengan adanya MBG kami para janda dan ibu rumah tangga juga bisa bekerja sekaligus membantu perekonomian yang stabil untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Deni.

Baca Juga: Tersangka Baru, Jual Titik Dapur SPPG Rp100 Juta per lokasi

Senada dengan itu, Mukhlis menegaskan bahwa penghentian program MBG berpotensi menambah angka pengangguran di Provinsi Jambi. Ia berharap pemerintah tetap mempertahankan program tersebut demi menjaga keberlangsungan pekerjaan masyarakat.

Menurutnya, efek ekonomi dari program MBG sangat besar karena melibatkan banyak tenaga kerja mulai dari tenaga masak, distribusi, administrasi hingga kebutuhan bahan pangan yang disuplai oleh pelaku usaha lokal.

“Jika MBG di-stop, akan banyak pengangguran di Provinsi Jambi. Bayangkan, sikok dapur biso mempekerjakan sekitar 50 karyawan, sedangkan di provinsi ini lebih dari seratus hampir tigo ratusan dapur,” kata mukhlis dengan tegas dan lantang. (Red/*) 

Tersangka Baru, Jual Titik Dapur SPPG Rp100 Juta per lokasi

Jakarta - Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing (GHS) diduga menjual titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada calon mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan harga sekitar Rp 100 juta per lokasi.

Dugaan tersebut diungkap Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menetapkan GHS sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025-2026.

"Kurang lebih dulu ya. Karena mungkin masih bisa bergulir ya berikutnya ya, masih bisa bergulir. Tapi, yang kita lihat sekarang sekitar kurang lebih sekitar Rp 100 juta," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.

Syarief mengatakan, harga yang dipatok untuk memperoleh titik SPPG bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Menurut dia, penyidik menemukan adanya sejumlah yayasan yang diduga digunakan untuk memperoleh dan mengelola titik-titik dapur MBG.

Salah satunya adalah Yayasan Indonesia Food Security Review yang dipimpin GHS.

"Jadi, yayasannya ada banyak. Ada banyak, memang salah satunya adalah yayasan itu. Tapi ada banyak," ungkap Syarief.

Dalam konstruksi perkara, GHS diduga memperoleh akses titik dapur SPPG dari mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (DH) melalui yayasan yang dimilikinya.

"Bahwa saudara DH secara melawan hukum memberikan akses kepada saudara GHS untuk memperoleh titik dapur SPPG kepada yayasan yang dimiliki oleh saudara GHS," kata Syarief.

Setelah mendapatkan titik dapur tersebut, yayasan milik GHS diduga menjual titik-titik itu kepada pihak lain yang ingin menjadi mitra program MBG.

Atas perbuatannya, GHS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

(Aldie Prasetyo / Sumber:kompascom) 

Desak MBG Jangan Dihentikan, Ribuan Massa Demo di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi

Desak MBG Jangan Dihentikan, Ribuan Massa Demo di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi.(ist)

JAMBI - Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi, Jumat (19/6/2026), untuk mendesak agar program MBG tidak dihentikan dan tetap berlanjut.

Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Mereka memadati kawasan depan gedung DPRD sambil membawa spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Dalam aksinya, massa menegaskan bahwa program MBG dinilai sangat dibutuhkan, terutama bagi anak-anak. Sejumlah spanduk yang dibentangkan berisi tuntutan agar pemerintah tetap melanjutkan program tersebut.

Selain itu, massa juga menyoroti dugaan persoalan dalam pelaksanaan program. Mereka meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat jika terbukti melakukan pelanggaran, tanpa harus menghentikan program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

Aksi berlangsung di pintu gerbang DPRD Provinsi Jambi dengan pengawalan aparat keamanan. Selama kegiatan, situasi terpantau kondusif meski jumlah massa cukup besar.

Melalui aksi ini, massa berharap DPRD Provinsi Jambi dapat menindaklanjuti aspirasi mereka dan memperjuangkan agar program MBG tetap berjalan demi kepentingan masyarakat luas.(*) 

Sekda Alpian Hadiri Penutupan Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup I U-40 Tahun 2026

Sekda Alpian Hadiri Penutupan Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup I U-40 Tahun 2026.(Ist)

SUNGAI PENUH – Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, S.E., M.M., menghadiri penutupan Turnamen Sepak Bola Piala Kapolres Cup I U-40 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola PS Penawar, Desa Penawar, Kecamatan Setinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Kamis (18/06).

Turnamen yang diinisiasi oleh Polres Kerinci tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: 

Monadi Perkuat Old Star Siulak di Final Kapolres Cup U-40, Tundukkan Old Star Rawang 3-1

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme dilingkungan Pendidikan

Sekda Alpian menyampaikan apresiasi kepada Polres Kerinci selaku penyelenggara atas suksesnya pelaksanaan turnamen yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan sinergi antar masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semangat sportivitas, persatuan, dan silaturahmi terus terjaga. Selamat kepada Old Star Siulak yang berhasil meraih gelar juara, dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya turnamen ini,” ujar Sekda.

Turnamen Kapolres Cup I U-40 Tahun 2026 dinilai sukses menjadi ajang olahraga yang mampu mempererat hubungan antarpecinta sepak bola serta memperkuat kebersamaan masyarakat di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. (Adz)

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme dilingkungan Pendidikan

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme, TCC dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan.(Ist)

SUNGAI PENUH – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah menghadiri kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), TCC dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang digelar di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis (18/06).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Wakil Bupati Kerinci Murison S.Pd.,S.Sos.,M.Si, Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H, Dandim 0417/Kerinci, Kejari Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, SE., MM., Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Emrizal, S.Pt., serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci dr. Surmila Apri Yulisa.

Sosialisasi ini diikuti oleh para kepala sekolah, majelis guru, serta ribuan siswa SMP/MTs, SMA/SMK, dan MA se-Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran di lingkungan pendidikan mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme, TCC, dan perundungan, sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengajak seluruh peserta didik untuk terus menjaga semangat belajar dan membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

“Saya berpesan agar senantiasa menjaga semangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta memperkuat persahabatan. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” ujar Wawako. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial secara bijak di tengah pesatnya perkembangan era digital.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Jadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berinovasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, lingkungan, serta bangsa dan negara ” tambahnya.

Wawako Azhar juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung berbagai program pencegahan dan penanggulangan paham radikalisme, ekstremisme, serta berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi akbar ini, diharapkan para pelajar mampu menjadi generasi yang tangguh, kritis, dan berkarakter, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan NKRI. (*adz)

Waldi Eks Polisi Pelaku Pembunuhan Dosen di Muara Bungo Dituntut Seumur Hidup

Waldi Adiyat, terdakwa perkara pembunuhan dosen di Muara Bungo menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Muara Bungo, Kamis (18/6/2026).(iST)

MUARA BUNGO - Waldi Adiyat, terdakwa perkara pembunuhan dosen di Muara Bungo menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Muara Bungo, Kamis (18/6/2026).

Mantan polisi itu dituntut dengan pidana penjara seumur hidup setelah melakukan pembunuhan terhadap dosen berinisial EY di sebuah rumah di Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Dalam sidang tuntutan, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Bungo yang menangani perkara tersebut, Ricky Amin Nur Hadiwianto, Prastyoso, dan Ivan Day Iswandy (merujuk pada sistem informasi penelusuran perkara Pengadilan Negeri Muara Bungo), menuntut terdakwa sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

“Menyatakan Terdakwa Waldi Adiyat alias Waldi bersalah melakukan tindak pidana ‘dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain’ sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama, melanggar Pasal 459 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” demikian bunyi amar tuntutan jaksa.

Pasal tersebut mengatur tentang tindak pidana pembunuhan berencana, yang merupakan pembaruan dari Pasal 340 dalam KUHP

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Waldi Adiyat alias Waldi dengan pidana penjara seumur hidup.”(Adz) 

GMM Jambi Pertanyakan Proses Hukum Kasus 3 Ton Solar di Merangin

Merangin, Merdekapost.com – Gerakan Mahasiswa Merangin (GMM) Jambi mempertanyakan perkembangan proses hukum terkait kasus dugaan pengangkutan atau penimbunan sekitar 3 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang sebelumnya diamankan oleh Polres Merangin.

Ketua Umum GMM Jambi, Zaki Janasta, mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak kepolisian, khususnya Kasat Reskrim Polres Merangin, mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang diterima.

"Kami telah mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Merangin untuk meminta informasi terkait perkembangan kasus tersebut. Namun, pesan yang kami sampaikan hanya dibaca tanpa adanya tanggapan ataupun penjelasan resmi," ujar Zaki Janasta.

Baca Juga: Sembunyi di Kebun Sawit, 2 Buron Kasus Narkoba di Tanjabbar ditangkap

Menurut Zaki, GMM Jambi menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, keterbukaan informasi kepada masyarakat dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Akan tetapi, masyarakat juga berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini. Transparansi sangat diperlukan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat," tegasnya.

GMM Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus tersebut hingga adanya kepastian hukum yang jelas. Organisasi mahasiswa itu juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi penyampaian pendapat apabila tidak ada kejelasan informasi yang disampaikan kepada publik.

Melalui pernyataannya, GMM Jambi mendesak Polres Merangin untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan proses hukum kasus dugaan pengangkutan atau penimbunan 3 ton solar tersebut demi terwujudnya transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait perkembangan kasus ini, sehingga tidak menimbulkan berbagai asumsi maupun pertanyaan di ruang publik," tutup Zaki. (*)

Berikut Daftar nama Pejabat Eselon III,IV dan Kapus yang di lantik Wawako Sungai Penuh Malam ini

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali melakukan penyegaran birokrasi. Wakil Wali Kota Sungai Penuh melantik sebanyak 56 pejabat administrator, pengawas dan kepala puskesmas dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung pada malam hari.

Pelantikan tersebut mencakup 26 pejabat Eselon III, 27 pejabat Eselon IV, serta 3 Kepala Puskesmas yang akan menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan di berbagai sektor.

Daftar Pejabat Eselon III, Eselon IV dan Kepala Puskesmas yang Dilantik Beserta Jabatannya

Pejabat Eselon III

1. Damhar, SKM, M.Si – Kepala Bidang Penegakan Perda dan Sumber Daya Aparatur, Satpol PP dan Damkar.

2. drh. Verry Irfan, MM – Sekretaris Kecamatan Pesisir Bukit.

3. Safrizal, SP, MSi – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD.

4. Zamroni, SH, M.H. – Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar.

5. Ir. Khalik Munawar, SE, ST, M.Si – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

6. Aries Armen, S.Pt, M.Si – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

7. Ramles B, S.Sos, MM – Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial.

8. Novirma, S.Pd – Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup.

9. Rendra Hadinata, SP, MM – Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

10. Reni Tomanova, SH – Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB.

11. Syafwan Iskandar, SE, MM – Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol.

12. Alon Irawan, SH, MH – Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sungai Penuh.

13. Indra Harsa, S.Pd.I., M.M – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sungai Penuh.

14. Indra Jaya, SKM – Sekretaris Inspektorat.

15. Melya Elfa, S.Pt, M.Si – Sekretaris Kecamatan Kumun Debai.

Baca Juga: Sempat Dinonjobkan, 3 Mantan Kadis Kembali Dilantik, Ini Jabatan Baru Mereka di Pemkot Sungai Penuh

16. Wendi Joni Putra, SE, MM – Sekretaris Kecamatan Tanah Kampung.

17. Gusdanir Dwinta, SE – Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik.

18. Sev Eka Putra, S.Pd, ME – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

19. Paspita Wati, S.Pd, MM – Camat Tanah Kampung.

20. Deddy Karyadi, S.IP, M.Si – Sekretaris Kecamatan Pondok Tinggi.

21. Johandra, S.H.I., M.H. – Sekretaris Kecamatan Hamparan Rawang.

22. Hasnan, SH, MH – Sekretaris Kecamatan Sungai Bungkal.

23. Bdn. Rike Irmanengsih, S.Tr.Keb – Kepala Bagian Umum RSUD Mayjen H.A. Thalib.

24. Eva Mardawati, S.Pd – Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial.

25. Thedi Fisher, AM.Kep., SE., MM – Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan DP3AP2KB.

Pejabat Eselon IV

1. Masriah, A.Md.Farm – Kepala Sub Bagian Umum dan Kehumasan RSUD Mayjen H.A. Thalib.

2. Peri Aryansyah, S.P – Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

3. Rosmaida, S.Sos, M.M – Kepala Kasubbag Tata Usaha RSUD H. Bakri.

4. Operianti Lestari, S.AP, M.M – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pondok Tinggi.

5. Ripi Hamdani, S.AP., M.H – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bapenda.

6. Ns. Irmaneli, S.Kep – Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Mayjen H.A. Thalib.

7. Deni Harveni, S.K.M – Kepala Seksi Pelayanan Penunjang Non Medis dan Rekam Medis RSUD Mayjen H.A. Thalib.

8. Elia Yusnaini, A.Md.Kes – Kepala Seksi Pelayanan Penunjang Medis RSUD Mayjen H.A. Thalib.

9. Arya Vermasari, SKM, MARS – Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi RSUD Mayjen H.A. Thalib.

10. Arnadi, SKM – Kepala Tata Usaha Puskesmas Rawang.

11. Hasridawati, SE – Kepala Sub Bagian Keuangan DP3AP2KB.

12. Yevi Zefgenia, SP – Kepala Sub Bagian Umum Sekretariat DPRD.

13. Simop Oktaria, SKM, M.M – Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tanah Kampung.

14. Roni Maiwandri, S.K.M, MM – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Tanjung.

15. Tuti Sumiyanti, SH, M.H – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pesisir Bukit.

16. Irfantri, SE – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pondok Tinggi.

17. Yesi Yeni Kristina, SE – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Sungai Penuh.

18. Andrian, SE – Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Sungai Bungkal.

19. Rino Anthoni, SE, M.M – Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pesisir Bukit.

20. Metti Fitrida, S.Sos – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Hamparan Rawang.

21. Mar Putra, S.Sos – Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Pesisir Bukit.

22. Yusi Nila Krisna, SE – Kepala Sub Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Bapenda.

23. Emi Syafrida, S.Pd – Sekretaris Kecamatan Sungai Penuh.

24. Dodi Indra, SE – Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Sungai Bungkal.

25. Sepnurdin, SE – Kepala Seksi Angkutan dan Pengujian Sarana Dinas Perhubungan.

26. Heri Maryanto, S.Sos – Lurah Pondok Tinggi.

27. Faizal Heryanto, S.Sos – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sungai Bungkal.

Kepala Puskesmas

1. Afrina, S.Kep (Ners) – Kepala Puskesmas Kumun.

2. Ns. Zubir, S.Kep, MM – Kepala Puskesmas Tanah Kampung.

3. Ns. Eli Amrina, S.Kep – Kepala Puskesmas Rawang.

(Adz)

Sempat Dinonjobkan, 3 Mantan Kadis Kembali Dilantik, Ini Jabatan Baru Mereka di Pemkot Sungai Penuh

SUNGAI PENUH – Wakil Walikota Azhar Hamzah, melantik sebanyak 50-an orang pejabat Eselon III dan IV, di Lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026) malam.

Pelantikan kali ini menjadi perhatian publik. Pasalnya, tiga pejabat yang sebelumnya kehilangan jabatan strategis kini kembali dipercaya menduduki posisi baru dalam struktur pemerintahan daerah.

Tiga mantan Kepala Dinas (Kadis) di Pemkot Sungai Penuh yang sempat dinonjobkan, kini kembali dilantik dan mendapatkan jabatan baru. Mereka dilantik bersama puluhan pejabat eselon III dan IV  malam ini.

Pelantikan dijajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh tersebut menjadi perhatian publik. Pasalnya, tiga pejabat yang sebelumnya kehilangan jabatan strategis kini kembali dipercaya menduduki posisi baru dalam struktur pemerintahan daerah.

Salah satu pejabat yang kembali dilantik adalah Damhar. Mantan Kepala Dinas Kesehatan yang juga pernah menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan itu kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar dan Satpol PP) Kota Sungai Penuh.

Selain itu, drh. Irvan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan, juga kembali masuk dalam daftar pejabat yang dilantik. Ia kini menempati posisi baru sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pesisir Bukit.

Sementara itu, Safrizal, mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Sungai Penuh, dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh.

Kembalinya ketiga mantan kepala dinas tersebut menandakan adanya penyesuaian dan penataan ulang organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelantikan yang sama, sebanyak 56 pejabat lainnya juga mendapatkan promosi, rotasi maupun mutasi jabatan. Perombakan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mengoptimalkan sumber daya aparatur sipil negara sesuai kebutuhan organisasi.

Reshuffle pejabat yang berlangsung pada malam hari tersebut berlangsung lancar dan dihadiri sejumlah pejabat daerah. Pemerintah berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan.

Siapa saja mantan Kadis yang kembali dilantik di Sungai Penuh?

  • Tiga mantan Kadis yang kembali dilantik adalah Damhar, drh. Irvan, dan Safrizal.Damhar, SKM, M.Si – Kepala Bidang Penegakan Perda dan Sumber Daya Aparatur, Satpol PP dan Damkar.
  • Ir. Khalik Munawar, SE, ST, M.Si – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.
  • Safrizal, SP, MSi – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD.

Informasi sementara, Camat Pondok Tinggi dijabat oleh Romi Sumpari, S.E., M.M.

Hingga berita ini dipublish, prosesi pelantikan masih berlangsung.

(Red)


Sembunyi di Kebun Sawit, 2 Buron Kasus Narkoba di Tanjabbar ditangkap

Dua orang Buron Kasus Narkoba di Tanjab Barat Ditangkap di Kebun Sawit

TANJAB BARAT - Pelarian dua orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) berakhir di tangan polisi. 

Keduanya diciduk tanpa perlawanan saat bersembunyi di area perkebunan kelapa sawit.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Tanjab Barat, AKP Agus Alexander Purba, S.H., M.H., bersama jajaran personel Satresnarkoba pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Setelah melakukan penyelidikan keberadaan DPO yang akurat, tim langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan dua orang yang merupakan DPO dalam perkara narkotika tanpa perlawanan," ujar AKP Agus Alexander Purba kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Operasi senyap ini bermula dari laporan berharga yang diterima polisi dari masyarakat. Warga melaporkan adanya aktivitas mencurigakan dan mengendus keberadaan dua buron yang selama ini paling dicari oleh Satresnarkoba Polres Tanjab Barat.

Mendapat informasi valid, polisi langsung bergerak cepat melakukan pengintaian. Kedua tersangka akhirnya berhasil dikepung dan diamankan di area kebun sawit Kilometer 91, Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Kabupaten Tanjab Barat.

Berdasarkan data dari kepolisian, kedua tersangka yang berhasil diamankan merupakan warga Kecamatan Tungkal Ilir, dengan rincian identitas mulai dari Fikri Permana alias Benjo (±28 tahun) dan Ryatina alias Ria (±28 tahun). 

Atas perbuatannya, Benjo dan Ria kini harus bersiap menghadapi ancaman hukuman berat. Keduanya diduga kuat terlibat dalam tindak pidana narkotika berskala serius.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka saat ini telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Tanjab Barat. Polisi masih terus melakukan proses penyidikan mendalam serta pengembangan kasus untuk membongkar jaringan narkoba yang melibatkan kedua DPO tersebut. (adz) 

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs