Dugaan Pengendali Peredaran Rokok Tanpa Cukai di Kerinci Disebut Telah Teridentifikasi, Ketegasan Aparat Dipertanyakan

Dugaan Pengendali Peredaran Rokok Tanpa Cukai di Kerinci Disebut Telah Teridentifikasi, Ketegasan Aparat Dipertanyakan

 Merdekapost.com | Kerinci - Peredaran rokok yang diduga tidak dilengkapi pita cukai sesuai ketentuan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terus menjadi sorotan. Sejumlah merek, di antaranya RASTA, LUFFMAN, dan ORIS, menjadi perhatian dan diharapkan mendapat penelusuran serius dari aparat penegak hukum serta instansi berwenang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sosok berinisial AZR diduga berkaitan dengan pengendalian distribusi rokok tersebut. Identitas dan alamat yang disebut telah diketahui, serta adanya informasi mengenai dugaan keterlibatannya, dinilai perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi dan penyelidikan resmi.

Meski demikian, dugaan keterlibatan seseorang tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum sebelum didukung bukti yang sah dan diuji melalui prosedur yang berlaku.

Publik kini menantikan langkah konkret aparat penegak hukum untuk menelusuri asal barang, jalur distribusi, pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan pelanggaran ketentuan di bidang cukai.

Kapolres Kerinci dan instansi terkait diharapkan memberikan perhatian serius terhadap informasi tersebut, berkoordinasi dengan Bea Cukai, serta memastikan setiap laporan dan bukti yang disampaikan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Penanganan perkara ini juga penting untuk memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum, siapa pihak yang bertanggung jawab, serta bagaimana rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai tersebut dapat beredar di pasaran.

Masyarakat berharap penegakan hukum tidak berhenti pada pemeriksaan di tingkat penjual, tetapi juga menelusuri rantai pasokan hingga pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi. Namun, apabila bukti yang disampaikan dapat diverifikasi dan memenuhi unsur pelanggaran, aparat diharapkan mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku. (Ali)

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026



KERINCI - Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mewakili Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menghadiri acara Penutupan Festival Budaya Kerinci Tahun 2026 yang secara resmi ditutup oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., di Dermaga Danau Kerinci, Minggu (25/10/2026).

Festival budaya yang mengusung tema "Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya" tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya Kerinci 2026 yang berlangsung Sejak 22 - 25 Oktobe, menampilkan berbagai atraksi seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Kerinci.

Acara penutupan turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci H. Murison, unsur DPRD, Forkopimda, perwakilan BUMN dan BUMD, Tim Penggerak PKK, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, pelaku seni budaya, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Festival Budaya Kerinci merupakan momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat istiadat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga: Bupati Monadi Resmi Tutup Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

"Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan terhadap adat istiadat, melestarikan warisan leluhur, serta memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Kerinci kepada masyarakat luas," ujar Monadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Festival Budaya Kerinci Tahun 2026.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, pelaku seni dan budaya, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Terima kasih juga kepada masyarakat dan para pengunjung yang telah hadir serta memeriahkan festival ini dengan penuh semangat kebersamaan," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Festival Budaya Kerinci 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mempererat persaudaraan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh yang memiliki akar budaya yang sama.

"Festival Budaya Kerinci menjadi wadah yang sangat baik untuk menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada generasi muda maupun wisatawan. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kemajuan daerah," ujar Azhar.

Ia berharap Festival Budaya Kerinci dapat terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkualitas, mampu menarik lebih banyak wisatawan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata.

"Semoga semangat kebersamaan yang terbangun melalui festival ini terus terjaga, sehingga budaya Kerinci tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama hingga ke tingkat nasional bahkan internasional," tutupnya.

Dengan berakhirnya Festival Budaya Kerinci Tahun 2026, diharapkan semangat melestarikan adat, seni, dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat sebagai warisan berharga yang akan terus diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Bupati Monadi Resmi Tutup Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

Kerinci – Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi menutup Festival Budaya Kerinci Tahun 2026 yang berlangsung di Dermaga Danau Kerinci, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni, adat, dan budaya Kabupaten Kerinci.

Festival Budaya Kerinci 2026 mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan keberagaman tradisi, kesenian, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kerinci.

Penutupan festival berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan rangkaian acara. Berbagai penampilan seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi menutup rangkaian festival yang telah berlangsung sejak 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Melalui festival ini, berbagai potensi seni dan budaya lokal mendapatkan ruang untuk ditampilkan dan dikenal lebih luas. Kekayaan tradisi yang dimiliki Kabupaten Kerinci diharapkan terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta mendukung pelestarian adat, seni, dan budaya daerah.

Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan Tari Rentak Kudo Kulabu yang menjadi salah satu atraksi budaya dalam rangkaian acara. 

Penampilan rentak kudo yang lagi viral tersebut menambah kemeriahan sekaligus memperlihatkan kekayaan seni tradisional yang masih terpelihara di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya Festival Budaya Kerinci 2026, diharapkan upaya pelestarian seni, adat, dan tradisi lokal terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Festival ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah, mempererat silaturahmi, serta memperkenalkan potensi Kabupaten Kerinci kepada masyarakat luas.(Adz)

MAKRAB HMP HES UNISBA Diwarnai Aksi Sosial, Mahasiswa Bagikan 200 Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap

 

Merdekapost.com — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMP HES), Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Batang Hari (UNISBA), menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk “Fakultas Syariah dan Hukum Berbagi 200 Masker” di tengah kondisi Kabupaten Batang Hari yang terdampak kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

Kegiatan pembagian masker tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Aksi sosial ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai solidaritas serta kepekaan sosial dalam rangkaian kegiatan Masa Keakraban (MAKRAB) mahasiswa.

Ketua Umum HMP HES, Yoga Ade Wardani, mengatakan bahwa MAKRAB tidak semata-mata menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarmahasiswa, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran untuk peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah lingkungan sosial, bukan hanya menyampaikan gagasan melalui diskusi maupun kegiatan akademik.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi bagian dari perubahan melalui gagasan dan diskusi, tetapi juga harus mampu mewujudkan kepedulian melalui tindakan,” ujarnya.

Yoga menjelaskan, pembagian 200 masker tersebut memang belum mampu menyelesaikan persoalan kabut asap secara menyeluruh. Namun, pihaknya berharap bantuan sederhana itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian bersama terhadap dampak kondisi lingkungan.

Ia menegaskan, perubahan tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar. Tindakan sederhana yang dilakukan dengan kepedulian dan kesungguhan juga dapat menjadi bentuk kontribusi positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, HMP HES UNISBA berharap semangat kebersamaan yang dibangun selama MAKRAB tidak berhenti pada hubungan internal mahasiswa, tetapi berkembang menjadi solidaritas sosial yang diwujudkan melalui kegiatan nyata.

Aksi berbagi masker tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya. (*)

Perkuat Solidaritas dan Jiwa Kepemimpinan, HMP HES Unisba Gelar Makrab dan Pelantikan Pengurus Periode 2026/2027

 

Merdekapost.com — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMP HES), Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Batang Hari, menggelar kegiatan Masa Keakraban (Makrab) sekaligus pelantikan pengurus masa khidmat 2026/2027, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan di kalangan mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah. Tidak hanya sebagai ajang perkenalan antarmahasiswa, Makrab juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menanamkan nilai-nilai organisasi, dan menumbuhkan semangat berkontribusi bagi kemajuan almamater.

Mengusung tema “Meneguhkan Identitas, Mengenal Almamater dan Merajut Kebersamaan dalam Semangat,” kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun identitas mahasiswa, memperkuat kecintaan terhadap almamater, serta menciptakan hubungan yang harmonis antarsesama mahasiswa.

Pelantikan pengurus HMP HES masa khidmat 2026/2027 sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru dalam menjalankan roda organisasi. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membawa semangat pembaruan, meningkatkan kualitas organisasi, serta menghadirkan program kerja yang inovatif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Batang Hari, Dr. Iwan Aprianto, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang telah resmi dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen untuk menjadikan HMP HES sebagai organisasi mahasiswa yang aktif, kreatif, inovatif, serta berintegritas.

Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan potensi diri, serta mengasah kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Karena itu, pengurus diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program kerja, tetapi juga membangun kolaborasi yang baik, memperkuat solidaritas, dan mendorong peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.

Ia juga berharap HMP HES dapat menjadi wadah pembelajaran yang melahirkan mahasiswa unggul dalam keilmuan, mulia dalam akhlak, serta memiliki kepedulian sosial dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Sopian, S.H., M.H., yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut, turut menyampaikan harapan agar Makrab dan pelantikan ini menjadi titik awal bagi penguatan kebersamaan dan pengembangan kualitas mahasiswa di lingkungan program studi.

Ia berharap kegiatan Makrab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu membangun ikatan kekeluargaan, meningkatkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif.

Kepada pengurus yang baru dilantik, ia berharap agar amanah organisasi dapat dijalankan secara profesional, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Pengurus juga diharapkan mampu menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, memperkuat komunikasi dengan pihak program studi dan fakultas, serta menjadikan HMP HES sebagai wadah pengembangan intelektual, karakter, dan keterampilan berorganisasi.

Melalui kepengurusan masa khidmat 2026/2027, HMP HES diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu menciptakan lingkungan organisasi yang produktif serta mendukung peningkatan kualitas mahasiswa di bidang hukum ekonomi syariah.

Penyelenggaraan Makrab dan pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa, organisasi, dan pihak akademik. Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan tanggung jawab, pengurus HMP HES diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan program studi dan Universitas Islam Batang Hari. (*)

Wako Alfin Apresiasi Gebrakan Kadisdik Sungai Penuh Gandeng Satpol PP, Patroli Pelajar Secara Rutin Upaya Mencegah Siswa Bolos saat Jam Belajar

Kadisdik Kota Sungai Penuh Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., Gandeng Satpol PP, Memantau Langsung dan Lakukan Pembinaan 'Humanis' Pelajar yang Berkeliaran saat Jam Belajar

Alfin Bakar: "Masih ada siswa / pelajar berkeliaran di waktu jam sekolah. Ini jd PR kita bersama (orang tua, sekolah dan masyarakat)"

Sungai Penuh - Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., bersama jajaran dan didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sungai Penuh, melakukan pemantauan di sejumlah lokasi sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat mengenai pelajar yang berkeliaran saat jam belajar, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat yang berada di warung dan tempat penyewaan PlayStation (PS) saat jam belajar. Para pelajar tersebut mengenakan seragam sekolah maupun pakaian tidak resmi. Kepala Dinas Pendidikan kemudian mengajak mereka berdialog dan memberikan pembinaan secara humanis untuk mengetahui alasan tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Patroli Pelajar Secara Rutin

Pembinaan ini bertujuan mengingatkan pelajar akan pentingnya kedisiplinan dan pendidikan, bukan untuk menghukum. Dinas Pendidikan juga akan memperkuat koordinasi dengan Satpol PP dan pihak sekolah serta mendorong guru bimbingan konseling (BK) dan orang tua untuk lebih aktif memantau kehadiran dan aktivitas siswa.

Ke depan, patroli pelajar secara rutin direncanakan sebagai upaya mencegah siswa bolos saat jam belajar. 

Wako Alfin dalam unggahan Facebooknya, Akun Alfin Bakar menyebtukan, "Masih ada siswa / pelajar berkeliaran di waktu jam sekolah. Ini jd PR kita bersama (orang tua, sekolah dan masyarakat)"

Sementara itu, Upaya Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh dalam menertibkan anak-anak sekolah yang berkeliaran di saat jam belajar sedang berlangsung itu mendapat dukungan penuh dari warganet

seperti dituliskan oleh akun Facebook, Abi Hafizh, "Langkah tepat dan sangat bagus sekali yg dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Ini memang sdah sejak lama terjadi dlam dunia pendidikan kota sungai Penuh, dimana banyaknya anak2 pelajar aktif yg saat jam sekolah berkeliaran diluar sekolah tanpa alasan yg jelas, berkumpul di warung PS, mereka sdah punya titik2 tertentu yg menurut mereka nyaman, disanalah merka main game, merokok dan lain2nya, pas jam plang sekolah mereka kembali ke keluarga mereka masing2.. semoga langkah ini membawa efek positif bagi kalangan pelajar kota sungai Penuh. Amiin"

Yuda Jiwa Memang sangat penting pengawasan buat generasi muda...bahkan kadang sering terpantau nongkrong di bukit kayangan 🙏🙏🙏

Priska Armanto, menuliskan, Waaaah ini perlu pengawasan baik dari rumah maupun dari sekolah.. Pak Wako Alfin Bakar

Ummu Azmi, Di sungai Ning banyak pak dari pagi arah kepuncak depati coffe

Alfin Bakar juga membalas langsung komentar dan laporan warganet, Ummu Azmi ini laporan dari masyarakat. Sdh di razia sampai puncak & depati coffee" Tulis wako Alfin.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pelajar, membentuk karakter yang bertanggung jawab, serta mendukung terwujudnya visi Kota Sungai Penuh JUARA (Maju, Adil, dan Sejahtera).(*)

Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kualitas material dan spesifikasi teknis proyek pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) atau WC di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan. Kondisi bangunan yang terlihat dalam dokumentasi memunculkan pertanyaan mengenai mutu pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi, terlihat konstruksi bangunan MCK menggunakan material batako atau beton ringan. Pasangan dinding tampak belum rapi, sementara sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan dengan rangka dan penyangga yang terlihat.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan standar teknis serta spesifikasi dalam kontrak pekerjaan.

Selain persoalan kualitas material, informasi yang dihimpun menyebutkan masih terdapat sejumlah proyek MCK atau WC yang hingga kini belum dilanjutkan dan diduga terbengkalai. Namun, jumlah proyek, nilai anggaran, progres pekerjaan, serta penyebab terhentinya pekerjaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Dugaan Pemotongan Anggaran Perlu Ditelusuri

Muncul pula dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan pemotongan anggaran yang dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pekerjaan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan perlu ditelusuri melalui dokumen anggaran, kontrak pekerjaan, laporan progres, serta pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai pelaksanaan proyek MCK tersebut, mulai dari penggunaan material, spesifikasi teknis, hingga kendala yang menyebabkan sejumlah pekerjaan belum rampung.

Redaksi Minta Klarifikasi Kabid PUPR

Hingga berita ini disusun, redaksi masih membutuhkan konfirmasi dari pihak PUPR Kota Sungai Penuh, khususnya kepala bidang (Kabid) yang membidangi kegiatan tersebut.

Redaksi berharap Kabid terkait dapat meluangkan waktu untuk memberikan klarifikasi, baik melalui pertemuan tatap muka maupun melalui WhatsApp, guna menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kualitas material, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, dan penyebab proyek yang disebut belum dilanjutkan.

Klarifikasi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang serta tidak menimbulkan kesimpangsiuran terkait pelaksanaan pembangunan fasilitas sanitasi tersebut.

Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi kontrak, masyarakat berharap pihak terkait melakukan evaluasi serta mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan terhadap proyek pembangunan sangat penting untuk memastikan anggaran pemerintah digunakan sebagaimana mestinya dan menghasilkan fasilitas MCK yang layak, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat. (Ali)

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Rp667,6 Juta Seret Nama Andaris Minandar ASN Setwan DPRD Sungai Penuh

Merdekapost.com - Nama Andaris Minandar, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh, kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah laporan dugaan penipuan dan penggelapan.

Kali ini, muncul sebuah catatan tulisan tangan yang memuat daftar 12 nama atau pihak, disertai nominal uang dan keterangan tertentu. Dalam catatan tersebut, total nominal yang tertulis mencapai Rp667,6 juta.

Namun, belum diketahui secara pasti siapa pembuat catatan tersebut, kapan transaksi yang tercatat berlangsung, serta apakah seluruh nominal itu berkaitan langsung dengan Andaris Minandar.

Kemunculan catatan tersebut menambah perhatian terhadap persoalan yang sebelumnya mencuat, termasuk dugaan pembayaran hasil panen petani yang belum diselesaikan dan laporan terkait transaksi gadai sawah.

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan adanya petani di Kabupaten Kerinci yang mengaku belum menerima pembayaran setelah menyerahkan hasil panen. Selain itu, seorang warga juga dilaporkan mengaku mengalami kerugian Rp40 juta dalam transaksi pegang gadai sawah yang diduga melibatkan Andaris.

Bahkan pihak kepolisian telah menerima laporan dari petani dan warga yang ditipu Rp.181.000.000,.

Untuk memastikan duduk perkara, diperlukan penjelasan dari pihak-pihak yang namanya tercantum dalam catatan tersebut, terutama mengenai asal-usul uang, bentuk transaksi, kesepakatan yang dibuat, serta apakah terdapat kewajiban pembayaran yang belum dituntaskan.

Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat menelusuri setiap laporan yang masuk sesuai prosedur dan bukti yang tersedia.

Di sisi lain, klarifikasi dari Andaris Minandar maupun pihak Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh penting untuk memberikan penjelasan yang berimbang, termasuk mengenai hubungannya dengan catatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Andaris Minandar dan sekretaris dewan Sungai Penuh terkait permasalahan tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Andaris Minandar maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini guna memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang. (Tim)

Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026: Wagub Abdullah Sani Ajak Warga Lestarikan Adat Warisan Leluhur.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Festival Budaya Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai identitas sekaligus warisan leluhur.

Festival yang mengangkat tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Abdullah Sani mengapresiasi  Pemerintah Kabupaten Kerinci, tokoh adat, seniman, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tersebut.

Menurutnya, Kerinci memiliki kekayaan budaya dan alam yang harus dijaga bersama. Selain menjadi kebanggaan daerah, warisan tersebut juga perlu diteruskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perubahan zaman.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Ia menegaskan bahwa adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan mengandung nilai luhur dan kearifan lokal yang relevan dalam kehidupan masyarakat.

“Adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas dan jati diri daerah, tetapi juga berfungsi sebagai penyaring dalam menghadapi perubahan global dan pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Wagub Jambi itu juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi, kesenian, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para pendahulu.

Kerinci Berpotensi Menjadi Beranda Budaya Jambi

Abdullah Sani menilai Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata unggulan di Provinsi Jambi.

Potensi tersebut didukung oleh beragam tradisi, kesenian, kuliner khas, cerita rakyat, serta keindahan alam yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.

Danau Kerinci dan kawasan Lembah Kerinci, misalnya, dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin kuat apabila dipadukan dengan promosi kebudayaan dan seni tradisional.

Menurutnya, pengembangan potensi itu membutuhkan perencanaan yang matang serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Sani, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, kementerian terkait, lembaga adat, pelaku pariwisata, dan komunitas kreatif untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci.

Baca Juga: Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata harus tetap memperhatikan nilai agama, ketentuan hukum, serta adat istiadat yang berlaku.

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Selagi tidak bertentangan, ini tugas kita lalu kita wariskan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat dusun, desa, kabupaten hingga provinsi, untuk memperkuat sinergi dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Abdullah Sani Apresiasi Kualitas SDM Masyarakat Kerinci

Selain menyoroti kekayaan budaya, Abdullah Sani juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia masyarakat Kerinci, terutama kontribusinya dalam bidang pendidikan.

Ia mengenang banyaknya tenaga pengajar asal Kerinci yang telah mengabdi di berbagai wilayah Provinsi Jambi, termasuk di Tungkal, daerah tempat ia dilahirkan.

“Saya kenal namanya Kerinci dari dahulu. Di tempat tanah kelahiran saya di Tungkal, banyak sekali tenaga pengajar dari masyarakat Kerinci. Dari dulu orang Kerinci ini sudah pintar dan berada di mana-mana sebagai tenaga pengajar di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Menurut Sani, kualitas sumber daya manusia merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan.

Ia berharap Festival Budaya Kerinci dapat mempererat persatuan masyarakat dan menumbuhkan semangat bersama dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan Kerinci dapat terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Bupati Monadi: Budaya Harus Menjadi Fondasi Pembangunan

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa Festival Budaya Kerinci 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas masyarakat dan merawat warisan leluhur.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Monadi juga mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter, menjaga keberagaman, dan memperkuat persatuan.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan. Lebih dari itu, festival ini merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, merawat warisan luhur, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas,” kata Monadi.

Ia menjelaskan, tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya” mencerminkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan alam dan budaya Kerinci, sekaligus tanggung jawab untuk menjaganya.

Kerinci memiliki panorama alam yang beragam, mulai dari kawasan kaki Gunung Kerinci, hamparan lahan pertanian yang subur, hingga Danau Kerinci. Selain itu, daerah ini kaya akan bahasa, kesenian, tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

Menurut Monadi, kekayaan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi identitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap promosi wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian adat dan budaya.

Dukungan pemerintah, tokoh adat, pelaku seni, komunitas kreatif, dan masyarakat dinilai penting agar Kerinci semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam dan budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Sejumlah Pejabat Hadiri Pembukaan Festival

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ariansyah; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, S.Pt., M.Si, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Amirzan, S.H., yang menjabat Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperluas pengenalan budaya Kerinci kepada wisatawan.

Dengan pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kekayaan budaya Kerinci diharapkan tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.(Red)

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan

Rokok RASTA Diduga Tanpa Pita Cukai Masih Beredar di Kerinci dan Sungai Penuh, Pengawasan APH Dipertanyakan. (Gambar ilustrasi AI)

KERINCI – SUNGAI PENUH — Peredaran rokok merek RASTA yang diduga tidak dilengkapi pita cukai resmi dilaporkan masih terpantau di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan serta langkah penindakan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait.

Apabila dugaan tersebut terbukti, peredaran rokok tanpa pita cukai resmi berpotensi menimbulkan kerugian terhadap penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang mematuhi ketentuan perpajakan dan cukai.

Masyarakat pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap jalur distribusi, toko pengecer, hingga pihak-pihak yang diduga memasok produk tersebut ke pasaran.

APH dan Bea Cukai Diminta Bertindak

APH bersama Bea Cukai didorong untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan peredaran rokok tersebut. Penelusuran diharapkan tidak hanya menyasar pengecer, tetapi juga mengungkap asal barang, jalur distribusi, serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

Publik juga membutuhkan penjelasan terbuka mengenai langkah pengawasan dan penindakan yang telah dilakukan, sepanjang informasi tersebut dapat disampaikan sesuai ketentuan hukum.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan resmi, status pelanggaran terkait produk tersebut tetap perlu dipastikan melalui verifikasi oleh instansi berwenang.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai di Kerinci dan Sungai Penuh dapat dilakukan secara konsisten, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Catatan redaksi: Keterangan mengenai temuan di lapangan, lokasi penjualan, serta status pita cukai perlu dilengkapi bukti dan konfirmasi pihak berwenang sebelum diterbitkan.(Red)

Assesmen JPT Sungai Penuh akan Berlanjut November, dari BKAD hingga Sekwan

 

Assesmen JPT Sungai Penuh akan Berlanjut November, dari BKAD hingga Sekwan.(ist)

MERDEKAPOST.COM, SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh kembali menyiapkan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama pada pertengahan November 2026. Kali ini, pemerintah daerah mengarahkan seleksi untuk mengisi empat posisi strategis yang membutuhkan kepemimpinan definitif.

Rencana tersebut melanjutkan proses seleksi gelombang pertama yang mencakup lima organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah melantik lima pejabat hasil seleksi pada Rabu, 21 Oktober 2026, Pemkot Sungai Penuh kini bersiap memasuki tahap berikutnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh, Affan, membenarkan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan asesmen pada pertengahan November mendatang.

“Insyaalloh, pertengahan November 2026 akan assesmen lagi” ujar kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh Affan, Rabu (21/10/2026).

BKPSDM Siapkan Seleksi untuk Empat Jabatan

Affan menjelaskan bahwa Pemkot Sungai Penuh akan memprioritaskan empat jabatan dalam asesmen JPT Pratama tahap kedua.

Dua jabatan saat ini masih menjalankan fungsi melalui pelaksana tugas (Plt.). Sementara itu, dua posisi lainnya masuk agenda pengisian karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun pada November 2026.

Berikut empat jabatan yang menjadi sasaran seleksi:

1. Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset (BKAD).

2. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

3. Asisten III Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh.

4. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Sungai Penuh.

Baca Juga : Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci 

Bakeuda dan Bapenda saat ini masih mengandalkan pelaksana tugas untuk menjalankan kepemimpinan organisasi. Adapun posisi Asisten III dan Sekwan menghadapi pergantian karena pejabatnya memasuki masa pensiun pada November 2026.

Empat Posisi Punya Peran Penting

Keempat jabatan tersebut memiliki tanggung jawab berbeda dalam mendukung pemerintahan Kota Sungai Penuh.

BKAD mengelola urusan keuangan daerah dan aset pemerintah. Di sisi lain, Bapenda menjalankan fungsi strategis dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Asisten III membantu koordinasi administrasi pemerintahan sesuai bidang tugasnya. Sekwan juga memegang peran penting dalam mendukung administrasi dan kelancaran kegiatan DPRD Kota Sungai Penuh.

Karena itu, pengisian keempat posisi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam penataan kepemimpinan birokrasi daerah.

Pemkot Baru Melantik Lima Pejabat Hasil Seleksi

Sebelumnya, Pemkot Sungai Penuh telah menuntaskan seleksi JPT Pratama untuk lima OPD. Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melantik lima pejabat hasil seleksi pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut menandai penyelesaian tahap pertama pengisian sejumlah jabatan pimpinan OPD. Selanjutnya, pemerintah daerah menyiapkan seleksi gelombang kedua untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan pada empat posisi lainnya.

Dengan demikian, asesmen tahap kedua akan melanjutkan agenda penataan pejabat di lingkungan Pemkot Sungai Penuh. Namun, calon peserta masih perlu menunggu kepastian mengenai jadwal resmi, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran.

Baca Juga : Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Kapan Asesmen JPT Tahap Dua Berlangsung?

BKPSDM Kota Sungai Penuh menargetkan pelaksanaan asesmen JPT Pratama tahap kedua pada pertengahan November 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu menyampaikan jadwal resmi dan tahapan seleksi secara terperinci. Informasi tersebut penting agar aparatur sipil negara yang memenuhi persyaratan dapat mempersiapkan diri.

Selain jadwal, calon peserta juga perlu mencermati ketentuan administrasi dan persyaratan kompetensi yang nantinya tercantum dalam pengumuman resmi.(Red)

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Perkuat Akses Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta, Merdekapost.com - Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang mengusung tema "Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia", di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah dari seluruh Indonesia, pimpinan lembaga jasa keuangan, serta para pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan ukuran utama keberhasilan kepemimpinan. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, meningkatkan inklusi keuangan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga secara resmi mendeklarasikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) sebagai wadah koordinasi nasional dalam mempercepat akses keuangan bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Harian DNKK.

Selain itu, pemerintah menargetkan penyaluran pembiayaan kerakyatan yang mampu menjangkau hingga 28 juta keluarga, disertai langkah penertiban konsesi tambang yang tidak produktif serta peningkatan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN).

Usai mengikuti Rakornas, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah mengatakan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.

Baca Juga: Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

"Rakornas TPAKD ini memberikan arahan yang sangat jelas bagi pemerintah daerah dalam mempercepat inklusi keuangan. Akses terhadap layanan keuangan yang mudah dan terjangkau akan membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Azhar Hamzah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sungai Penuh siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat melalui penguatan program-program TPAKD di daerah.

"Pemkot Sungai Penuh akan terus berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses pembiayaan yang aman, produktif, dan berkelanjutan," tambahnya.

Menurut Azhar, percepatan akses keuangan bukan hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di daerah.

Dengan keikutsertaan dalam Rakornas TPAKD 2026, diharapkan Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan akses terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.(Adz)

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Semangat mengembangkan usaha kopi lokal ditunjukkan Anugra Andiska, Ketua Umum HIPMI Kerinci, melalui pembukaan stand usaha kopi Noka Experience dalam ajang Festival Kerinci.

Kehadiran Noka Experience menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kopi sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dengan konsep yang mengangkat nuansa tradisional atau gaya orang dahulu, stand Noka Experience menghadirkan suasana yang unik. Atap rumbia dan sentuhan sederhana khas tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Di tengah perkembangan tren kopi modern, konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara budaya lokal, suasana klasik, dan kreativitas anak muda dalam mengembangkan bisnis kopi.

Anugra Andiska, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Kerinci, menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk unggulan, serta mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui Noka Experience, ia turut memperlihatkan bahwa usaha kopi bukan sekadar bisnis minuman, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun identitas daerah dan memperkenalkan potensi Kerinci kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Festival Kerinci pun menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan pengunjung.

Kehadiran stand Noka Experience diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Kerinci agar berani berwirausaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan mengusung nuansa tempo dulu, Noka Experience membawa pesan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis anak muda Kerinci.(Red)

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Kerinci 2026 di Dermaga Danau Kerinci

Sekda Alpian Hadiri Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026.(IST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menghadiri pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026 yang mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”, bertempat di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).

Festival Budaya Kerinci dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum dalam menyambut Hari Budaya serta memperkuat pelestarian adat, seni, dan tradisi yang menjadi kekayaan masyarakat Kerinci.

Baca Juga:

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Atraksi Ekstrem! Tari Hulu Saktai Desa Baru Semerah Tampil Memukau di Pembukaan Festival Kerinci

Sekda Alpian menyampaikan bahwa festival budaya merupakan wadah penting untuk menjaga kelestarian warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dan masyarakat luas.

“Festival budaya ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, menjaga nilai-nilai adat istiadat, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Sungai Penuh Sambut Tim Penilai Desa Antikorupsi di Aur Duri

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Festival Budaya Kerinci berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026. Berbagai atraksi dan kegiatan budaya ditampilkan, di antaranya pawai budaya Kerinci, pameran budaya, Balik Dahin, Kerinci Dimunarai, atraksi seni dan budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, pameran benda budaya, Kerinci Bakaritah, pacu biduk, serta Rentak Busamo Kudo Kelabu.

Suasana festival semakin meriah saat acara ditutup dengan penampilan Tari Iyo-Iyo. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan berkerumun untuk ikut menari bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh semangat dalam melestarikan seni dan budaya daerah.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, diharapkan nilai-nilai adat dan tradisi tetap terjaga, semakin dikenal luas, serta menjadi kebanggaan bersama sebagai identitas budaya masyarakat Kerinci.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs