Jeruk dan Durian Lokal Terancam: Pemuda Pulau Tengah Minta Pemkab Kerinci Lindungi Warisan Hortikultura

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, salah satu kawasan hortikultura yang disegani. Jeruk lokal Pulau Tengah dan durian khas Kerinci bukan hanya komoditas pertanian, melainkan sumber kehidupan, identitas daerah, serta kebanggaan masyarakat.

Secara nasional, durian dan jeruk di kenal sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Durian memiliki banyak spesies dengan cita rasa khas, sementara jeruk—khususnya jenis Citrus reticulata—populer karena kulitnya tipis, mudah dikupas, rasanya manis sedikit asam, dan daging buahnya mudah dipisahkan. Jeruk ini kaya vitamin C dan pernah menjadi komoditas unggulan di Pulau Tengah.

Namun, kejayaan itu kini tinggal cerita.

Jeruk Pulau Tengah: Dari Primadona Menjadi Kenangan

Jeruk Pulau Tengah pernah berjaya. Kebun jeruk membentang luas, hasil panen menghidupi keluarga, dan namanya dikenal hingga luar daerah. Kini, jeruk tersebut nyaris tidak lagi dibudidayakan.

Berbagai persoalan diduga menjadi penyebab: serangan penyakit tanaman, minimnya pendampingan teknis, fluktuasi harga, hingga absennya kebijakan perlindungan varietas lokal. Tanpa intervensi nyata, pejuang petani perlahan meninggalkan jeruk karena dianggap tak lagi menjanjikan secara ekonomi.

Hilangnya jeruk Pulau Tengah menjadi luka sekaligus peringatan.

Durian Lokal Terdesak Varietas Luar

Kondisi serupa kini menghantui durian lokal khas Pulau Tengah. Masuknya durian varietas dari luar daerah dengan janji cepat panen dan nilai jual tinggi membuat durian lokal kian tersingkir. Padahal, durian lokal memiliki karakter rasa dan aroma khas yang menjadi identitas Kerinci.

Jika tidak segera dilindungi dan dikembangkan, durian lokal berpotensi menyusul jeruk: perlahan hilang dari kebun dan pasar.

Suara Pemuda Pulau Tengah: Ego Salman Angkat Bicara

Kondisi ini mendapat sorotan dari pemuda Pulau Tengah, Ego Salman. Ia menyebut persoalan ini bukan sekadar soal pertanian, tetapi tentang keberlangsungan warisan daerah.

“Kami, pemuda Pulau Tengah, tumbuh dengan cerita kejayaan jeruk dan durian lokal. Hari ini, kami justru menyaksikan bagaimana komoditas itu satu per satu menghilang. Jika dibiarkan, generasi kami hanya akan mengenalnya dari cerita,” ujar Ego Salman.

Menurutnya, jargon pembangunan pertanian harus dibarengi dengan kebijakan nyata yang berpihak pada pejuang petani, bukan sekadar slogan.

“Pejuang petani selama ini berjuang sendiri. Mereka butuh pendampingan, perlindungan varietas lokal, bantuan bibit, dan kepastian pasar. Tanpa itu, mustahil meminta petani bertahan menanam komoditas lokal,” tegasnya.

Pesan untuk Pejuang Petani

Ego Salman juga menyampaikan pesan khusus kepada para pejuang petani di Pulau Tengah agar tidak sepenuhnya meninggalkan komoditas lokal.

“Kami paham tekanan ekonomi membuat petani memilih yang cepat panen. Tapi jeruk dan durian lokal adalah warisan. Selama masih ada yang tersisa, mari kita jaga bersama sambil menunggu keberpihakan nyata dari pemerintah,” katanya.

Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci

Pemuda Pulau Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah konkret, mulai dari:

pendataan jeruk dan durian lokal yang masih tersisa,

pendampingan budidaya berbasis riset,

perlindungan plasma nutfah lokal, hingga

menjadikan komoditas lokal sebagai bagian dari strategi pertanian dan agrowisata.

Peringatan dari Pulau Tengah

Hilangnya jeruk Pulau Tengah harus menjadi pelajaran penting. Jangan sampai durian lokal menyusul tanpa upaya penyelamatan. Bagi masyarakat Pulau Tengah, ini bukan sekadar soal buah, tetapi tentang masa depan pejuang petani dan jati diri daerah.

Pulau Tengah pernah berjaya.

Kini, suara pemuda bertanya dengan tegas:

apakah pemerintah siap berdiri bersama pejuang petani untuk menghidupkannya kembali?(ADZ)

FORMA KIP-K IAIN Kerinci Catat Sejumlah Program Strategis Sepanjang 2025

KERINCI – Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (FORMA KIP-K) IAIN Kerinci menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa melalui berbagai program kerja yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Hingga akhir tahun ini, FORMA KIP-K secara konsisten melaksanakan program di bidang aspirasi, pengembangan kapasitas, serta kepedulian sosial sebagai wujud keseriusan organisasi.

Di bidang aspirasi dan keorganisasian, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melakukan penataan internal organisasi dengan mengkalkulasi ulang iuran kas sebagai upaya mendukung program berbasis kebutuhan mahasiswa KIP-K.

Bacaan Lainnya:

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

Organisasi ini juga menghadirkan layanan pengaduan berbasis digital, membuka ruang diskusi melalui Temu Mahasiswa KIP-K, serta melaksanakan sosialisasi KIP-K bagi mahasiswa.

Selain itu, FORMA KIP-K turut memperkuat fungsi hukum dan advokasi mahasiswa, menyusun draft tata tertib dan komitmen organisasi, serta aktif membangun jejaring nasional.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui partisipasi dalam Musyawarah Nasional Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP-K Nasional (MUNAS PDKN) di Jawa Barat. Aktivitas organisasi juga diperkuat melalui pembaruan informasi dan publikasi kegiatan secara rutin.

Pada bidang pelatihan dan keterampilan, FORMA KIP-K IAIN Kerinci melaksanakan sejumlah program unggulan yang berfokus pada pengembangan potensi mahasiswa. Di antaranya melalui IPQAH KIP-K Platinum berupa pelatihan tilawah umum, serta penggelaran Ajang Kreativitas, Sportivitas, dan Inovasi (AKSI) 2025 yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan menjadi salah satu agenda berskala nasional.

Bacaan Lainnya:

Semarak CFD Bareng Bupati Kerinci, Yesa Collection Bagikan 500 Paket Hadiah untuk Warga

Sementara itu, melalui program FORMA KIP-K Peduli, organisasi ini menunjukkan kepedulian sosial dengan terlibat dalam aksi demokratis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui demonstrasi pada 2 September 2025.

Selain itu, FORMA KIP-K juga melakukan aksi sosial terhadap korban bencana di Sumatera serta memberikan pendampingan dan bantuan bagi mahasiswa KIP-K yang mengalami musibah.

Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, menyampaikan bahwa rangkaian program tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam menjalankan peran sebagai wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa penerima KIP-K.

“Program-program yang kami jalankan sepanjang 2025 adalah bentuk komitmen FORMA KIP-K untuk hadir secara nyata bagi mahasiswa. Kami berupaya tidak hanya fokus pada isu internal kampus, tetapi juga membangun kapasitas, jejaring, serta kepedulian sosial mahasiswa KIP-K,” ujar Dzikril.

Ia menambahkan, ke depan FORMA KIP-K IAIN Kerinci akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program agar organisasi semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa serta mampu berkontribusi lebih luas, baik di tingkat kampus maupun nasional. (red)

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

26 Peserta Lelang Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Kerinci, Ini Nama-namanya!

Kerinci, Merdekapost.com – Proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 2025 memasuki tahapan penting. Sebanyak 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan lulus seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak, serta berhak melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan Panitia Seleksi melalui Pengumuman Nomor 005/Pansel.JPT/Kerinci/2025, setelah dilakukan verifikasi kelengkapan dokumen serta penilaian rekam karier peserta. Puluhan ASN ini akan bersaing untuk mengisi enam jabatan strategis eselon II di lingkup Pemkab Kerinci.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kerinci, Suhatril, menyampaikan bahwa seluruh peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan wajib mengikuti tahapan lanjutan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

“Peserta yang lulus administrasi selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi teknis dan manajerial. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan,” ujarnya.

Tahapan Seleksi Lanjutan

Panitia seleksi telah menetapkan agenda lanjutan sebagai berikut:

Penulisan Makalah

Dilaksanakan pada Jumat, 26 Desember 2025, dengan tema dan ketentuan teknis yang ditentukan panitia.

Wawancara

Digelar selama dua hari, 27–28 Desember 2025, bertempat di BKD Provinsi Jambi. Jadwal wawancara masing-masing peserta akan diumumkan setelah seluruh makalah diterima dan diverifikasi.

Melalui mekanisme seleksi terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan terpilihnya pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kinerja dan pembangunan daerah.

Daftar Peserta Lulus Seleksi Administrasi:

Formasi Kepala Dinas Pendidikan

Dian Eka Satria, S.Si., M.Si

Saprel, S.Pd

Dr. Roli Darsa, M.Pd., M.T

Hendri, S.Pd., M.Pd

Isra Kamar, S.Pd

Efri Donal, S.Pd., M.Pd.I

Formasi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP

Rikhe Evriyantos, SP., M.Si

Miftahul Jannah, ST., M.Si

Muhammad Yasin, S.Pd., MM

Formasi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

Asril, S.Pd., M.Pd

Siswadi, S.Pd., M.M

Andrizal, S.T

Saukani, S.H

Edi Ruslan, S.Sos., M.H

Formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Yasser Arafat, S.E., M.Si

Adi Wirzal, SP., M.Si

Rifdi, S.Sos., M.Si

Neneng Susanti, S.Hut., M.Si

Formasi Kepala Bappeda Litbang

Wawan Suswanto, S.Sos., M.Si

Febi Diostovel, S.E., M.E

Candra, S.KM

Nozal Edmiral, S.E., M.Si

Formasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Jamal Penta Putra, S.Pd., M.Si

Andes Aldi Putra, S.Sos., M.Si

Andry Gustova, S.KM., M.Kes

Budi Sartono, S.E., M.Si

Panitia seleksi mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dengan disiplin, profesional, dan menjunjung tinggi integritas, karena hasil seleksi ini akan sangat menentukan arah kepemimpinan perangkat daerah Kabupaten Kerinci ke depan. (adz)

Semarak CFD Bareng Bupati Kerinci, Yesa Collection Bagikan 500 Paket Hadiah untuk Warga

Kerinci, Merdekapost.com — Dalam rangka mendukung gerakan Pemerintah Kabupaten Kerinci, Yesa Collection bersama Yesa Group turut memeriahkan kegiatan Car Free Day (CFD) yang digelar di Tugu PPK Jalur Dua Bukit Tengah, Siulak, Minggu (28/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, Yesa Group membagikan 500 paket hadiah kepada masyarakat Kerinci–Sungaipenuh serta komunitas Yesa Lover’s yang mengikuti berbagai aktivitas menarik, seperti Runway, Spin Wheel, dan Photobooth, dengan ketentuan mengikuti akun Instagram resmi @yesa.collection.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, Ketua PPK Kerinci, Owner Yesa Collection Yelva Elviza, sejumlah selebgram Kerinci–Sungaipenuh, serta ratusan Yesa Lover’s yang tampak antusias memadati area CFD.

Owner Yesa Group, Yelva Elviza, mengatakan bahwa kehadiran Yesa Collection di CFD merupakan wujud dukungan terhadap program Pemerintah Daerah sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pelanggan setia.

“Yesa Group sangat mendukung program Car Free Day yang digagas Pemerintah Daerah. Kegiatan ini bukan hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat. Di sinilah banyak Yesa Lover’s berkumpul, sehingga kami ingin berbagi kebahagiaan sebagai bentuk apresiasi dan rasa cinta Yesa Collection kepada pelanggan,” ujar Yelva.

Ia juga menambahkan bahwa Yesa Collection berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat Kerinci–Sungaipenuh.

“Insyaallah, pada 3 Januari 2026 nanti, Yesa Collection akan melaunching series terbaru. Kami berharap produk-produk Yesa Collection terus diterima dan dicintai masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, yang hadir bersama Ketua TP PKK Kerinci, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Yesa Collection dalam mendukung pelaksanaan CFD.

“Kami mengapresiasi Yesa Group yang telah ikut ambil bagian memeriahkan Car Free Day ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena melibatkan pelaku usaha lokal sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Monadi.

Monadi juga berharap keterlibatan dunia usaha dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan daerah.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha dan komunitas yang ikut berkolaborasi, sehingga Car Free Day menjadi ruang publik yang hidup, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat Kerinci,” tutupnya.(ali/mpc)

Polisi Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat di dalam Parit Desa Sungai Pegeh Kerinci

Jajaran Satreskrim Polres Kerinci lakukan olah TKP terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​KERINCI – Jajaran Satreskrim Polres Kerinci merespons cepat laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam parit pinggir jalan raya yang menghubungkan Desa Sungai Pegeh dan Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, pada Sabtu (27/12/2025) sore.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim melaporkan bahwa identitas mayat tersebut diketahui bernama Arman Danil alias Pak Hapit (55), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMPN 22 Kerinci, yang merupakan warga Dusun II, Desa Sungai Pegeh.

​Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekira pukul 16.05 WIB, saat seorang saksi bernama Teca (23) melintas di lokasi kejadian. Ia melihat korban sudah tergeletak di dalam parit pinggir jalan raya. Mengetahui hal tersebut, saksi segera memberitahukan warga sekitar, termasuk saudara Yoka, untuk membantu mengecek kondisi korban.

​Setelah diidentifikasi oleh warga setempat sebagai warga Desa Sungai Pegeh, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah istrinya. Pihak keluarga bersama petugas kesehatan segera melakukan pengecekan fisik luar terhadap tubuh korban.

​Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh personel Satreskrim Polres Kerinci:

​Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka fisik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi penemuan.

​Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan Kepala Desa Baru Sungai Pegeh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

​Korban memiliki kebiasaan rutin berolahraga jalan kaki (maraton) setiap pagi. Pada hari kejadian, korban diketahui keluar rumah sekira pukul 06.00 WIB untuk berolahraga sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut mengingat riwayat penyakit yang diderita korban.

​"Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah pihak keluarga menandatangani surat pernyataan," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci dalam laporannya.

​Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Polres Kerinci mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa di lingkungan masing-masing.(ali)

Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kakan Kemenag Kota Sungai Penuh Ikuti Giat NGOTA

Sungai Penuh – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag, M.M, Bersama Kasi Pendidikan Islam, Pengawas Madrsah dan para Kepala Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Sungai Penuh mengikuti kegiatan Ngobrol Santai (NGOTA) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 23 Desember 2025, dengan titik kumpul di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh.

Kegiatan NGOTA merupakan forum komunikasi dan diskusi yang dikemas secara santai namun sarat makna, bertujuan untuk memperkuat pemahaman, sinergi, serta komitmen jajaran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan publik yang prima, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Bacaan Lainnya: Turnamen Silat Wako Sungai Penuh, Zefri Efdison IPSI Apresiasi Pesilat Muda Raih Prestasi

Keikutsertaan pimpinan dan kepala madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas tata kelola pelayanan, khususnya di satuan kerja madrasah dan unit layanan di bawah Kementerian Agama Kota Sungai Penuh.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti paparan dan diskusi yang disampaikan oleh Dr. H. Mahbub Daryanto Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, dengan penekanan pada pentingnya inovasi layanan, peningkatan integritas aparatur, serta penguatan budaya kerja yang responsif, adaptif, dan humanis.

Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan zona integritas di lingkungan Kementerian Agama.(Adz)

Turnamen Silat Wako Sungai Penuh, Zefri Efdison IPSI Apresiasi Pesilat Muda Raih Prestasi

 

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Gedung Olahraga (GOR) Kemenangan Kota Sungai Penuh dipadati ribuan penonton dalam ajang Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Tahun 2025. Event perdana ini menjadi wadah pembinaan sekaligus motivasi bagi para pesilat muda untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

Memasuki hari keempat pertandingan, Sabtu (27/12/2025), antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sorak sorai penonton terus menggema dari tribun GOR, menyemangati para pesilat muda yang bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Aksi demi aksi para pesilat dari berbagai kategori usia berhasil memukau penonton. Semangat juang yang diperlihatkan atlet-atlet muda tersebut membuat suasana pertandingan semakin meriah dan sarat emosi positif.

Guna mengantisipasi membludaknya penonton serta menjaga kondusivitas selama pertandingan, panitia bersama aparat keamanan menerapkan pengamanan ekstra ketat. Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat yang tetap kooperatif dan memahami tugas pihak keamanan demi kelancaran turnamen.

Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sungai Penuh, Zefri Efdison, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menilai dukungan penuh dari Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menjadi faktor penting suksesnya kegiatan tersebut.

“Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup pertama ini sangat patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini menjadi motivasi besar bagi pesilat muda, khususnya di Kota Sungai Penuh, untuk terus berprestasi,” ujar Zefri Efdison.

Ia menambahkan, turnamen ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai daerah. Tercatat sekitar 514 pesilat ikut ambil bagian, mulai dari kategori usia dini, usia kedua, hingga pra-remaja. Peserta berasal dari sembilan kabupaten/kota, terdiri dari lima daerah di Provinsi Sumatera Barat dan empat daerah di Provinsi Jambi.

Penasehat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sungai Penuh, Zefri Efdison, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menilai dukungan penuh dari Wali Kota Sungai Penuh. (Adz)

Menurut Zefri, ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk menjaring atlet potensial sejak dini sekaligus melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

Senada dengan itu, Ketua IPSI Kota Sungai Penuh, Joly Satria, S.Pd, berharap turnamen serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Turnamen ini menjadi momentum evaluasi pembinaan atlet sekaligus motivasi bagi seluruh perguruan silat. Harapannya, ke depan event seperti ini bisa berkelanjutan dan melahirkan pesilat-pesilat unggulan,” ungkap Joly Satria.


Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh Tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama IPSI dalam mendukung pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup I Sungai Penuh 2025, Rezki Utama (Tolet), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami dari panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, Wali Kota Sungai Penuh, IPSI Kota Sungai Penuh, para sponsor, perangkat pertandingan, aparat keamanan, seluruh perguruan silat, pelatih, atlet, serta masyarakat yang telah mendukung penuh pelaksanaan turnamen ini,” ujar Rezki Utama.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan Turnamen Wali Kota Cup I merupakan hasil kerja sama dan kekompakan semua pihak.

“Alhamdulillah, selama empat hari pelaksanaan, pertandingan berjalan aman, lancar, dan menjunjung tinggi supportivitas. Ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti bahwa Kota Sungai Penuh mampu menjadi tuan rumah event pencak silat berskala regional,” ungkapnya.

Rezki Utama berharap Turnamen Pencak Silat Wali Kota Cup dapat dijadikan agenda rutin tahunan.

“Kami berharap turnamen ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkat kualitasnya, sehingga menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini dan melahirkan pesilat-pesilat unggulan yang mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkas Rezki Utama.(adz)

Masa Keakraban Mahasiswa dan Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah UNISBA Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

 

Merdekapost.com – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Batang Hari (UNISBA) menyelenggarakan kegiatan Masa Keakraban Mahasiswa (Makrab) yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai bagian dari penguatan organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum, dosen, ormawa serta mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun solidaritas, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab di kalangan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UNISBA, Dr. Iwan Aprianto, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Makrab dan pelantikan pengurus himpunan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga sarana pembelajaran kepemimpinan, manajemen organisasi, serta penguatan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dr. Iwan Aprianto, M.Pd juga berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik program studi dan fakultas, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik maupun sosial. Ia menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas dalam mewujudkan lingkungan akademik yang produktif dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Sopian, S.H., M.Si, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa kegiatan Makrab bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan mahasiswa lintas angkatan. Ia menegaskan bahwa soliditas internal organisasi menjadi kunci utama agar setiap program kerja yang dirancang dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Sopian, S.H., M.Si juga mengajak seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam menyusun serta melaksanakan program kerja. Ia berharap organisasi mahasiswa dapat menjadi mitra strategis program studi dalam mendukung peningkatan kualitas akademik, pengembangan soft skill, serta penguatan nilai-nilai etika dan profesionalisme mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang harmonis antar mahasiswa serta tercipta organisasi kemahasiswaan yang solid, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi kemajuan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UNISBA. (*)

28 Calon Lulus Seleksi Administrasi Lelang Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh


JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan hasil seleksi lelang tujuh jabatan eselon II Pemerintah Kota Sungai Penuh. Tercatat 28 yang dinyatakan lulus seleksi dan mengikuti tahapan berikutnya.

Berikut daftar calon yang dinyatakan lulus seleksi. Dinyatakan lolos dan selanjutnya berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya.

Pengumuman seleksi administrasi itu berdasarkan surat Nomor: 005/Pansel.JPT/Sei Penuh/2025. Ditandatangani oleh Ketua Pansel Prof. Dr. Helmi S.H., M.H. Seleksi tahap selanjutnya Kompetensi Manajerial, Kompetensi Teknis/Bidang berupa Penulisan Makalah dan Kompetensi Teknis/Bidang berupa Wawancara.

“”Seluruh peserta diundang untuk mengikuti pengukuran kompetensi seleksi terbuka yang akan dilaksanakan sejak hari Jum’at 26-30 Desember 2025, pukul 07:30 Wib” ujar sumber kepada media ini, Kamis (25/12/2025).

Berikut adalah Daftar Nama Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi, dikelompokkan berdasarkan Jabatan yang Dilamar:

A. Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

1.  DIANDA PUTRA, S.STP, M.S

2. JUMADIL, SE, M.Si

3. CANDRA GUSNADI, S.ST.Par,

4. EV EKA PUTRA, S.Pd, M.E

B. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

1. GUSTIAN HERI, SE, MM

2. ALPIANTRI, S.Kep, M.PH

3. DEBI ZARTIKAM, S. Kep. Biomed

4. Ns. RETTI SURYANI, S,Kep, MM

C. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

1. AFFAN, SE, MM

2. DAVID SETIAWAN, SE, M.Si

3. NOVEL, S.Pd

4. ROLI EKO PURNAMA, SE, MM

D. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

1. FADIL KASTRA, S.T, M.T

2. FARYA DWANTA PUTRA,

3. INLAHADI PUTRA, S.T, M.T

4. Y.Z OKTOVIANUS, S.T, M.T

E. Kepala Dinas Kesehatan

1. AFTRI DESY, S.KM, M.KM

2. GUNARDI, S.KM, MM

3. Ns. ROMI WIJAYA, S.Kep, MM

4. dr. YULIANI, M.A.R.S

F. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1. ARMIZON, S.Hut, M.Si

2. SRI NOVI PEBRIANI, ST, MT

3. VICTORY SYAFUTRA, S.STP,

4. ZETRIA DELFI, SE, MM

G. Kepala Dinas Sosial

1. ARIES ARMEN, S.Pt., M.Si

2. BOVI HANDRIYANTO, S.Pd, M.M

3..ELMA SUFENTRI, SE, M.Si

4. FIVTA MERYATI, S.P

Sebelumnya, Pemkot Sungai Penuh telah membuka pendaftaran seleksi terbuka untuk tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau setara Kepala Dinas dan Kepala Badan. Pendaftaran dimulai tanggal 11 hingga 25 Desember 2025. (Ali) 

Diduga Tertipu Pembeli, Petani Kol Asal Kayu Aro Rugi Puluhan Juta

Kerinci, Merdekapost.com  – Seorang petani bernama Suherdi asal Desa Ensatu, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, diduga menjadi korban penipuan bernilai Puluhan juta rupiah.

‎Suherdi mengakui ditipu saat seorang pria bernama Pirda warga Desa Pasar Minggu Kayu Aro Barat Kerinci, yang saat itu dirinya membeli Kol diladangnya sekitar kurang lebih 1 hektar dengan nominal 40 juta pada April 2022 lalu.

‎Suherdi menjelaskan dirinya mengenal Pirda Saat itu karena Pirda sering membeli hasil panen petani secara borongan dikayu Aro.

‎‎” Saya kenal Pirda dari orang, kata orang dia sering beli hasil panen petani dikayu aro,” Jelas Suherdi (Jum’at 26/12)

‎Setelah dirinya dan Pirda saling komunikasi, Pirda mengaku mau jual kol terlebih dahulu setelah itu baru uang nya ditransfer uang sesuai harga yang hendak dibeli.

Baca Juga: Pendapat Ahli Hukum: Dugaan Mark-Up BSPS Bukan Kesalahan Teknis, Tapi Indikasi Korupsi Terstruktur

‎” Saya selama ini transaksi begitu buk, jadi saya gak tau sampai ditipu bertahun tahun seperti ini,” tambahnya.

‎‎Setelah kejadian itu, Suherdi selalu menghubungi Pirda alias yang membeli Kol tersebut, namun dia selalu mengelak dan diduga tidak mau bayar setelah panen.

‎”Setelah Kejadian itu tahun 2022, kami sering menghubungi Pirda namun tidak ad aitikad baik, terakhir saya tanya, Pirda mau bayar gak KLO gak mau byar saya lapor polisi, Pirda menjawab laporkan,” Jelas Suherdi.

‎Dia pun menyayangkan sikap Pirda yang tidak bertanggung jawab terhadap barangnya, apalagi sudah memberi hak sepenuhnya untuk panen dan menjual kol  tersebut.

‎Karena tidak adanya Itikad baik dari Pihak pembeli alias Pirda, Pihak pemilik kol, Suhardi akan melaporkan hal ini kepolres kerinci untuk tindakan lebih lanjut.

‎Sementara itu, Pembeli Kol Pirda saat dikonfirmasi via WhatsApp 08526283xxxx tidak aktif hanya bertanda ceklist satu. Hingga berita ini dipublikasikan.(Red)‎

Pendapat Ahli Hukum: Dugaan Mark-Up BSPS Bukan Kesalahan Teknis, Tapi Indikasi Korupsi Terstruktur

Pakar hukum pidana dan kebijakan publik menilai, dugaan praktik mark-up dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok tidak dapat dipandang sebagai kekeliruan administrasi semata, melainkan telah menunjukkan indikasi awal tindak pidana korupsi yang bersifat sistematis.

Menurut Dr. (Cand) R. Hadi Pratama, S.H., M.H., dosen hukum pidana dan keuangan negara, manipulasi harga material dalam program bantuan sosial merupakan bentuk penyimpangan serius terhadap asas keadilan sosial dan akuntabilitas anggaran negara.

“Jika pendamping program dengan sengaja mengarahkan pembelian material pada harga yang sudah dinaikkan, maka di situ telah terjadi perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan merugikan keuangan negara. Itu memenuhi unsur delik dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, mark-up harga tidak harus dibuktikan dengan adanya aliran dana tunai ke rekening pribadi pelaku. Cukup dibuktikan adanya selisih harga yang tidak sah dan berkurangnya nilai manfaat yang diterima masyarakat, maka unsur kerugian keuangan negara sudah terpenuhi.

Pendamping Bukan Sekadar Fasilitator

Sementara itu, akademisi hukum administrasi negara, Prof. Dr. Nuryadi, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa posisi pendamping BSPS bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan memiliki tanggung jawab hukum dan etika publik.

“Pendamping program adalah perpanjangan tangan negara di lapangan. Ketika kewenangan itu disalahgunakan untuk mengatur harga atau mengondisikan nota fiktif, maka itu adalah penyalahgunaan kewenangan jabatan,” ujarnya.

Menurutnya, praktik semacam ini berbahaya karena:

1. Merampas hak masyarakat miskin,

2. Merusak tujuan program kesejahteraan, dan

3. Menciptakan pola korupsi bantuan sosial yang berulang.

Audit Administratif Tidak Cukup

Para ahli sepakat, penanganan dugaan kasus ini tidak cukup hanya dengan audit administratif internal. Diperlukan audit investigatif yang berujung pada proses hukum pidana apabila ditemukan unsur kesengajaan.

“Jika hanya diselesaikan secara internal, maka praktik serupa akan terus berulang. Bantuan sosial akan selalu menjadi objek paling rentan dikorupsi karena korbannya adalah rakyat kecil yang sering kali tidak berdaya melawan,” tambah Dr. Hadi.

Preseden Buruk Jika Dibiarkan

Secara akademik, pembiaran dugaan mark-up dalam BSPS dinilai akan menjadi preseden buruk dalam tata kelola bantuan sosial nasional. Negara berpotensi gagal memenuhi mandat konstitusionalnya dalam menjamin hak atas tempat tinggal yang layak.

Para pakar menekankan bahwa penegakan hukum yang tegas bukan untuk menjatuhkan program BSPS, melainkan menyelamatkan marwah program dan kepercayaan publik.

“Yang harus dihukum bukan programnya, tetapi oknum yang menjadikan kemiskinan sebagai ladang keuntungan,” tutup Prof. Nuryadi.(adz)

Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup Antar Instansi se-Kota Sungai Penuh Resmi Dibuka

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh secara resmi membuka Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup yang pertama Antar Instansi se-Kota Sungai Penuh, sebuah ajang olahraga bergengsi yang mempertemukan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai instansi vertikal dalam semangat sportivitas, kebersamaan, dan hidup sehat.

Pembukaan kejuaraan berlangsung khidmat namun penuh antusiasme, ditandai dengan kehadiran unsur panitia pelaksana, serta perwakilan peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Turnamen ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi lintas instansi sekaligus menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat.

Bacaan Lainnya:

Polres Kerinci Selidiki Dugaan Praktik Perjudian Berkedok Pasar Malam

Sekretaris PTMSI dalam kesempatan itu manyatakan bahwa Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup Antar Instansi se-Kota Sungai Penuh tidak sekadar berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun kekompakan dan sinergi antar lembaga.

“Melalui kejuaraan ini, kami ingin menciptakan ruang interaksi yang positif antar pegawai, sehingga semangat kebersamaan dapat terbawa ke lingkungan kerja,” ujarnya.

Selain itu, turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pola hidup aktif dan sehat di kalangan aparatur di tengah padatnya aktivitas birokrasi, olahraga tenis meja dinilai efektif untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus melatih konsentrasi dan ketangkasan.(adz)

Polres Kerinci Selidiki Dugaan Praktik Perjudian Berkedok Pasar Malam

Polres Kerinci Selidiki Dugaan Praktik Perjudian Berkedok Pasar Malam di Kota Sungai Penuh.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Polres Kerinci menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan praktik perjudian yang berkedok permainan pasar malam di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Pengecekan dilakukan pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB oleh tim gabungan Unit Opsnal Satreskrim Polres Kerinci bersama personel Samapta dan piket fungsi. 

Langkah tersebut diambil setelah adanya laporan warga yang mencurigai sejumlah permainan di lokasi pasar malam mengarah pada unsur perjudian. 

LSM GERANSI: Dugaan Mark Up BSPS di Kerinci adalah Kejahatan terhadap Rakyat Miskin, APH Jangan Tutup Mata!

Kasat Reskrim Polres Kenrinci mengatakan, laporan tersebut disamnypaikan oleh Zarmen Effendi, Kepala Desa Baru Debai. Dalam laporannya, disebutkan terdapat beberapa jenis permainan yang dinilai berpotensi mengandung unsur taruhan.

“Di lokasi, petugas menemukan permainan ketangkasan seperti bola gelinding, lempar gelang, dan bola pingpong. Pengunjung membeli tiket untuk bermain dengan harapan mendapatkan hadiah,” kata Kasat Reskrim, Kamis (25/12/2025).

Polisi kemudian mengamankan pengelola pasar malam berinisial APD (32), warga Kota Padang, Sumatera Barat, untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Polres Kerinci.

Dari hasil pemeriksaan, polisi memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan dan meminta pengelola membuat surat pernyataan agar tidak lagi menyelenggarakan permainan yang berpotensi mengarah pada praktik perjudian.

Polres Kerinci menegaskan akan terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat serta meningkatkan pengawasan terhadap seluruh kegiatan hiburan rakyat.

“Kami mengimbau para pengelola hiburan agar mematuhi ketentuan hukum dan tidak menyelenggarakan permainan yang mengandung unsur perjudian,” ujar Kasat Reskrim.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap dugaan pelanggaran hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(ali/mpc)

Dua Oknum Ustadz Diduga Lakukan Kekerasan terhadap dua Santri di Pesantren Merangin

Kekerasan terhadap Santri. Foto: Ilustrasi

 Merdekapost.com | Merangin – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Dua oknum ustadz di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Merangin diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap santri mereka. Aksi tersebut berupa penamparan dan pencekikan terhadap dua santri laki-laki berusia 15 tahun.

Pondok pesantren sejatinya merupakan ruang aman bagi santri dan santriwati, bebas dari bullying serta segala bentuk kekerasan, baik antar sesama santri maupun antara pendidik dan murid. Namun dugaan kasus ini justru menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.

Korban dalam peristiwa ini berinisial KG dan MZ, santri Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Irsyadiyah. Sementara dua terduga pelaku merupakan oknum ustadz berinisial MD dan BA. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada 31 September 2025 dan telah dilaporkan secara resmi ke pihak berwajib pada 2 Oktober 2025.

Sumber keluarga korban, Tesha Yulia, yang merupakan kakak kandung salah satu korban, menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebutkan bahwa setelah korban ditampar, salah satu ustadz mengusir adiknya sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya, korban terpaksa berjalan kaki dari pesantren menuju rumah keluarga mereka di wilayah Tabir Ilir pada malam hari.

“Setelah ditampar, adik saya diusir tengah malam. Dia pulang berjalan kaki dari pesantren ke rumah kami,” ujar Tesha Yulia.

Lebih lanjut, pihak keluarga menyayangkan tindakan kekerasan tersebut. Menurut mereka, sekalipun santri melakukan kesalahan, menegur dengan kekerasan bukanlah solusi dan bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Tindakan tersebut dinilai dapat berdampak serius terhadap kondisi mental dan psikologis anak.

Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan di pesantren tersebut bukan kali pertama terjadi. Namun, korban-korban sebelumnya diduga memilih bungkam.

Upaya klarifikasi telah dilakukan dengan menemui pimpinan pesantren, disertai kehadiran dua oknum ustadz yang diduga terlibat. Namun dalam pertemuan tersebut, menurut keluarga korban, para terduga pelaku mengakui tindakan mereka dilakukan dalam keadaan emosi dan tidak menyampaikan permintaan maaf kepada korban maupun keluarga.

Kasus ini telah dimediasi di Polres Merangin, namun hingga kini belum menemukan titik terang atau kesepakatan. Di sisi lain, beredar isu di masyarakat bahwa kasus tersebut telah “diselesaikan secara damai” dengan pembayaran uang sebesar Rp30 juta kepada korban. Namun pihak keluarga menegaskan bahwa korban tidak pernah menerima uang sebagaimana isu yang beredar.

Kini dari pihak keluarga mempertanyakan, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, serta siapa yang bertanggung jawab atas terganggunya kondisi mental dan psikologis anak-anak tersebut.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan diharapkan aparat penegak hukum dapat menangani secara transparan dan adil demi perlindungan hak anak serta marwah dunia pendidikan, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan. (rdp/*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs