Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh Sambut Kedatangan Kapolres Baru AKBP Ramadhanil, SH, SIK, MH

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Bupati Kerinci Monadi dan Wako Sungai Penuh Alfin sambut langsung kedatangan Kepala Kepolisian Resor Kapolres Kerinci yang baru, AKBP Ramadhanil, SH, SIK, MH.

Diketahui, latar belakang pendidikan Rahmadhanil adalah S1 STIK PTIK, Magister Hukum, serta pengalaman lintas fungsi dan wilayah, AKBP Ramadhanil akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Kerinci Polda Jambi.

Penunjukan ini dinilai sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan Polri yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan pengalaman lapangan.

Penyambutan yang berlangsung penuh khidmat ini digelar Mapolres Kerinci, juga turut dihadiri unsur Forkopimda, staf dan personil Polres Kerinci bersama ibuk Bhayangkari serta tamu undangan lainnya.

Acara diawali dengan pengalungan sal batik serta penyerahan buket bunga kepada AKBP Ramadhanil beserta istri sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota, Alfin, SH menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Kerinci yang baru. Ia berharap kehadiran AKBP Ramadhanil dapat semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Polres Kerinci.

“Semoga kerja sama dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Pemkot Sungai Penuh dan Polres Kerinci dapat terus ditingkatkan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Alfin.

BACA JUGA:

Sambut Kapolres Baru AKBP Ramadhanil, S.H, S.I.K Jajaran Polres Kerinci Gelar Pedang Pora

Hal senada disampaikan oleh Bupati Kerinci Monadi, dengan singkat ditambahkannya dengan adanya kemitraan yang solid antara Pemda dengan lembaga penegak hukum diharapkan semua program dan pembangunan daerah bisa terselenggara lancar dan sukses.

“Sesungguhnya, lancar dan suksesnya pembangunan yang ada manfaat besarnya juga tergantung pada sejauhmana pertanggung jawaban masing pengelola secara hukumnya. Maka, Pemerintah daerah berkewajiban menggelar kordinasi dan kemitraan yang kuat dengan lembaga penegak hukum diantaranya adalah Polres Kerinci,” singkat Monadi Bupati Kerinci.

Bacaan Lainnya: Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Penyambutan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci 

Sebagai Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan publik kepolisian, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.(***)

Sambut Kapolres Baru AKBP Ramadhanil, S.H, S.I.K Jajaran Polres Kerinci Gelar Pedang Pora

Sungai Penuh - Jajaran Mapolres Kerinci menggelar tradisi pedang pora sebagai tindak lanjut serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Kerinci dari AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K kepada AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan berlangsung khidmat di lapangan upacara Mapolres Kerinci, Sabtu 17 Januari 2026.

Tradisi pedang pora ini menjadi simbol kehormatan, penghargaan, serta kesinambungan kepemimpinan di tubuh Kepolisian. Melalui prosesi tersebut, jabatan Kapolres Kerinci resmi diserahterimakan, menandai berakhirnya masa tugas AKBP Arya Tesa Brahmana yang selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Batanghari, Polda Jambi.

Baca Juga:

Begini Respon Gubernur Al Haris Soal Perkelahian Guru vs Murid SMKN 3 Tanjab Timur

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan secara adat melalui sekapur sirih. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Bupati Kerinci Monadi, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, perwakilan Kejaksaan, serta unsur Forkopimda dan jajaran personel Polres Kerinci.

Dalam prosesi pedang pora, barisan perwira Polres Kerinci membentuk lorong pedang sebagai pengiring langkah Kapolres baru beserta istri saat memasuki Mapolres Kerinci. Suasana berlangsung penuh makna, mencerminkan semangat loyalitas, disiplin, dan solidaritas antaranggota Polri.

Suasana haru turut mewarnai pelepasan AKBP Arya Tesa Brahmana bersama istri. Selama bertugas di Kerinci, ia dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Baca Juga:

Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Sementara itu, Kapolres Kerinci yang baru, AKBP Rahmadhanil, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan dirinya untuk mengemban amanah. Ia menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik serta meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepolisian yang presisi.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kerinci tidak bisa diwujudkan sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh personel dan masyarakat. Ini menjadi komitmen kami ke depan,” ujar AKBP Rahmadhanil.

Kegiatan tradisi pedang pora ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari pejabat utama dan seluruh personel Polres Kerinci sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan Kapolres Kerinci yang baru.(kai)

Catat! Ini 9 Pejabat Utama dan 4 Kapolres yang Dilantik Kapolda Jambi

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jambi serta beberapa Kapolres jajaran, Jumat (9/1/2026).

Upacara sertijab yang berlangsung di Aula Lantai IV Gedung Polda Jambi tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polda Jambi dan jajaran perwira menengah. Sejumlah posisi strategis yang mengalami pergantian antara lain Karoops, Karolog, Dirintelkam, Dirsamapta, Dirpamobvit, Dirpolairud, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabid Keuangan, serta Kapolres Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batang Hari, dan Kerinci.

Dalam prosesi resmi, Kapolda Jambi membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh para pejabat lama dan pejabat baru sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam mengemban amanah institusi Polri.

9 Pejabat utama dan 4 Kapolres yang mengalami rotasi dan promosi antara lain:

1. Kombes Pol Vendra Riviyanto, resmi menjabat Karo Ops Polda Jambi, menggantikan Kombes Pol Edi Faryadi.

2. Kombes Pol Yuli Haryudo, dipercaya sebagai Dirintelkam Polda Jambi, menggantikan Kombes Pol Hendri Hotuguan Siregar yang mendapat tugas baru di Baintelkam Polri.

3. Kombes Pol Mulia Prianto, menjabat Dir Samapta Polda Jambi.

4. Kombes Pol Erlan Munaji, menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jambi menggantikan Kombes Pol Mulia Prianto.

5, Kombes Pol Tofik Sukendar, menjabat Karo Log Polda Jambi.

6. Kombes Pol Bachtiar Alponso, menjabat sebagai Dirpamobvit Polda Jambi.

7. AKBP Dhovan Oktavianton, resmi menjabat Dir Polairud Polda Jambi.

8. Kombes Pol Erwin Fardiansyah Tossin, dipercaya sebagai Kabid Keu Polda Jambi.

9. Kombes Pol Darno, kini menjabat Kabid Propam Polda Jambi.

Kapolres Jajaran Juga Berganti

Tak hanya di tingkat Polda, mutasi juga menyentuh jajaran Polres strategis di Provinsi Jambi:

1. AKBP Arya Tesa Brahmana, sebagai Kapolres Batanghari

2. AKBP Ramadhanil, sebagai Kapolres Kerinci

3. AKBP Maulia Kuswicaksono, sebagai Kapolres Tanjab Barat

4. AKBP Ade Candra, sebagai Kapolres Tanjab Timur

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas, sebagai wujud kesungguhan para pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Rotasi dan promosi jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri guna penyegaran serta peningkatan kinerja, baik di lingkungan Polda Jambi maupun dalam rangka penugasan ke wilayah lain.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Krisno H. Siregar mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat baru dan berharap mereka mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian serta prestasi yang telah diraih oleh pejabat sebelumnya.

“Saya mengucapkan selamat bergabung dan selamat bertugas kepada pejabat yang baru dilantik. Diharapkan dapat melanjutkan serta meningkatkan kinerja yang telah dicapai,” ujar Kapolda Jambi.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas di Polda Jambi.(*)

Sinergi Polres dan Pemkab Kerinci, Panen Raya Jagung di Koto Baru Danau Kerinci Hasilkan 4 Ton

Sinergi Polres dan Pemkab Kerinci, Panen Raya Jagung di Koto Baru Danau Kerinci Kamis 8 Januari 2025.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com - Polres Kerinci Bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, yang dilakukan Kamis pagi, 8 Januari 2026, bertempat di Desa Koto Baru, Kecamatan Danau Kerinci.

Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya jagung nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung melalui Zoom Meeting yang dipusatkan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Panen raya di Kabupaten Kerinci dipimpin oleh Wakapolres Kerinci, Kompol Eko Prasetyo Daparta, yang didampingi Kabag SDM Polres Kerinci, serta dihadiri Wakil Bupati Kerinci, Murison. Turut hadir para Pejabat Utama Polres Kerinci, Kapolsek Danau Kerinci beserta jajaran, unsur Forkopimcam, perwakilan TNI, kepala desa, masyarakat, serta kelompok tani setempat.

Bacaan Lainnya:

Reshuffle Pejabat Eselon II dan III Pemkot Sungai Penuh, Berikut 16 Nama yang Dilantik!

Dicecar Hakim, Tiga Pimpinan DPRD Kerinci Beda Kesaksian, Soal 'Jatah' Proyek Pokir PJU

Rombak Kabinet, Ini Nama Pejabat Eselon III Pemkab Kerinci yang Dilantik Wabup Murison

Kegiatan panen dilaksanakan di lahan ketahanan pangan seluas satu hektar, dengan hasil panen jagung mencapai sekitar empat ton. Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain terpusat di lokasi utama, panen raya juga dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran Polres Kerinci di wilayah masing-masing dengan melibatkan unsur Forkopimcam setempat.

Melalui kegiatan ini, Polres Kerinci menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan serta mendorong pemanfaatan lahan produktif di tengah masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolres Kerinci Paparkan Capaian Kinerja, Sampaikan Mohon Maaf Sekaligus Pamit Karena akan Pindah ke Polres Batanghari.(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K, bertempat di Aula Tribrata Lantai II Mapolres Kerinci, Senin (29/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Kerinci, Kabag Ops, para Kasat, serta Pejabat Utama (PJU) Polres Kerinci. Acara juga dihadiri insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian.

Bacaan Lainnya:

Dandim 0417/Kerinci Berikan Pengarahan Prajurit dan Persit dalam Kegiatan Farewell

Mengawali paparannya, AKBP Arya Tesa Brahmana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak media atas sinergi dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama masa kepemimpinannya di Polres Kerinci.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengungkapkan bahwa dirinya akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Batang Hari, berdasarkan Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tertanggal 15 Desember 2025, dan akan mulai bertugas pada Januari 2026. Sementara itu, jabatan Kapolres Kerinci selanjutnya akan diisi oleh AKBP Ramadhanil, S.I.K., S.H., M.H, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Verifikasi Perkapolda Bagverivkumpol Divkum Polri.

Dalam pemaparan kinerja, AKBP Arya Tesa Brahmana menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kerinci tercatat sebanyak 374 kejadian, mengalami penurunan 21,67 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 480 kasus.

Baca Juga:

Kades Tanah Cogok Kecewa: Program BSPS Diduga "Main Belakang", Warga Cium Aroma Mark-Up  

Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 25 kasus pada tahun 2025, dengan penyelesaian perkara sebanyak 12 kasus, menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, di bidang pemberantasan narkotika, Polres Kerinci mencatat adanya peningkatan jumlah perkara. Pada tahun 2024 tercatat 101 kasus, sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi 108 kasus.

Barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun 2025 meliputi sabu seberat 231,11 gram, daun ganja 5.082,25 gram, 19 batang ganja, serta 8 butir ekstasi, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 92 persen.

“Meski jumlah kasus meningkat, kami mampu menyelesaikan perkara narkotika dengan tingkat penyelesaian yang tinggi sebagai bentuk komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran narkoba,” tegas Kapolres.

Di sektor lalu lintas, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan dari 25 kejadian pada 2024 menjadi 33 kejadian pada 2025. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas juga mengalami kenaikan sekitar 32 persen.

Kapolres juga menyoroti sejumlah pengungkapan kasus kriminal menonjol yang ditangani Satreskrim Polres Kerinci di bawah pimpinan AKP Very Prasetyo. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah kasus pembunuhan di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, di mana pelaku sempat melarikan diri ke luar negeri.

Baca Juga:

Kasus Dugaan Penipuan Petani Kol di Kayu Aro Akhirnya 'Berdamai'  

“Berkat kerja sama lintas negara dan koordinasi dengan Interpol, pelaku berhasil ditangkap di Malaysia oleh Tim Reskrim Macan Kincai. Informasi terakhir, pelaku divonis hukuman 14 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Selama tahun 2025, Polres Kerinci juga berhasil mengamankan dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar dari berbagai penanganan perkara pidana yang merugikan negara. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satreskrim Polres Kerinci dalam menegakkan hukum secara profesional dan akuntabel.

“Setiap rupiah uang negara wajib kita jaga dan kembalikan untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab institusional Polri,” tegas AKBP Arya Tesa Brahmana.

Menutup kegiatan, Kapolres menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal bagi umat Kristiani serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengimbau warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan selama malam pergantian tahun.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab antara Kapolres dan awak media.(adz)

Dugaan Mark Up Dana BSPS 'Bedah Rumah' di Tanah Cogok Kerinci, Oknum Pendamping Diduga Rampas Hak Rakyat Miskin, APH Didesak Turun Tangan

Dugaan Mark Up Dana BSPS di Tanah Cogok Kerinci, Oknum Pendamping Diduga Rampas Hak Rakyat Miskin, APH Didesak Turun Tangan.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, justru tercoreng oleh dugaan praktik penggelembungan harga (mark-up) material bangunan. Sorotan tajam mengarah kepada oknum pendamping program yang diduga memainkan peran kunci dalam praktik tersebut.

Dugaan mark-up mencuat setelah ditemukan ketidaksingkronan mencolok antara nota pembelian material yang diterima masyarakat dengan daftar harga resmi toko penyedia bahan bangunan. Selisih harga pada sejumlah item material pokok diduga mencapai puluhan ribu rupiah per item, yang jika dikalkulasikan secara keseluruhan berpotensi merugikan penerima bantuan dalam jumlah signifikan.

Modus Dugaan Permainan Dana Bantuan

Berdasarkan penelusuran dokumen dan keterangan lapangan, modus yang diduga digunakan adalah manipulasi nota pesanan manual (tulisan tangan). Oknum pendamping disinyalir mengarahkan pembelian material ke toko tertentu dengan harga yang telah dinaikkan dari harga sebenarnya.

Akibatnya, dana bantuan yang seharusnya diterima masyarakat secara utuh dalam bentuk material bangunan, terpangkas melalui selisih harga fiktif, sehingga berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas rumah yang dibangun.

“Kalau dari awal harga material sudah dinaikkan, yang dirugikan jelas masyarakat. Bantuan ini bukan untuk dipermainkan, tapi untuk warga miskin yang berharap punya rumah layak,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Indikasi Pelanggaran Hukum Serius

Pengamat kebijakan publik menilai, jika dugaan ini terbukti, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan telah masuk ke ranah tindak pidana korupsi.

Secara hukum, perbuatan mark-up dana bantuan berpotensi melanggar:

Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp1 miliar.

Pasal 3 UU Tipikor, apabila dilakukan dengan menyalahgunakan kewenangan, jabatan, atau kedudukan, dengan ancaman pidana 1–20 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar.

Selain itu, oknum pendamping juga dapat dikenai sanksi administratif berat, mulai dari pencabutan status pendamping, pengembalian kerugian negara, hingga blacklist dari seluruh program bantuan pemerintah.

Desakan Audit Investigatif

Hingga berita ini diturunkan, koordinator kabupaten dan dinas teknis terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Kondisi ini memicu desakan keras dari warga dan pegiat antikorupsi agar:

Inspektorat melakukan audit investigatif menyeluruh, dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran dana BSPS di Kecamatan Tanah Cogok.

Masyarakat menegaskan, program bantuan sosial bukan ladang bancakan, melainkan amanat negara untuk menjamin hak dasar rakyat miskin. Jika praktik ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap program pemerintah akan runtuh.

Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.(Red/Mpc)

Torehkan Prestasi Selama di Kerinci! Masa Tugas AKBP Arya Tesa Brahmana Berakhir

MERDEKAPOST.COM - Mutasi besar-besaran kembali bergulir di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kali ini, sejumlah perwira menengah di lingkungan Polda Jambi turut mengalami pergeseran jabatan, termasuk posisi strategis Kapolres Kerinci yang resmi berganti pimpinan.

Berdasarkan surat telegram Kapolri yang ditandatangani Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tercatat sebanyak 1.086 personel Polri di seluruh Indonesia menjalani rotasi dan mutasi jabatan. Kebijakan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi serta pembinaan karier di internal Polri.

Dalam mutasi tersebut, AKBP Arya Tesa Brahmana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kerinci resmi bergeser ke jabatan baru sebagai Kapolres Batanghari.

Pergeseran ini menandai berakhirnya masa tugas AKBP Arya Tesa di wilayah hukum Polres Kerinci.

Torehkan Prestasi Terbaik Kompolnas Awards 2025

Selama menjabat sebagai Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana dikenal aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sejumlah agenda pengamanan, penegakan hukum, serta pelayanan publik menjadi bagian dari tugas yang dijalankannya di wilayah Kerinci. dan berhasil meraih penghargaan terbaik nasional di ajang Kompolnas award untuk Polres tipe B

Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Polres Kerinci, Polda Jambi, yang berhasil meraih Juara 1 terbaik Kelompok B (Polres Tipe B) dalam ajang bergengsi Kompolnas Awards 2025.

Penghargaan ini diberikan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul dan inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini, penilaian dilakukan dengan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menilai keberhasilan satuan kerja Polri dalam menerapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Penghargaan ini bukan hanya hasil kerja saya pribadi, tapi buah dari dedikasi seluruh anggota Polres Kerinci yang terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar AKBP Arya Tesa usai menerima penghargaan itu.

Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., saat menerima Penghargaan bergengsi dari Kompolnas.(adz/mpc)

Kompolnas Awards 2025 menilai kinerja kepolisian menggunakan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) — sebuah sistem evaluasi modern yang mengukur keberhasilan satuan kerja Polri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik.

Polres Kerinci dinilai menonjol karena mampu mengintegrasikan tiga pilar tersebut ke dalam berbagai program pelayanan publik berbasis teknologi dan sosial kemasyarakatan, termasuk inovasi pelayanan cepat, penguatan sinergi dengan tokoh masyarakat, serta program ramah lingkungan di area kerja kepolisian.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Kerinci untuk terus berinovasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

Baca Juga:

BREAKING NEWS! Polres Kerinci Raih Predikat Terbaik di Kompolnas Awards 2025

Posisi Kapolres Kerinci yang ditinggalkan AKBP Arya Tesa selanjutnya akan diisi oleh AKBP Ramadhanil. Perwira menengah Polri tersebut sebelumnya bertugas di Divisi Hukum (Divkum) Mabes Polri dan kini dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan Polres Kerinci. (adz)

Polisi dan Tim Puskesmas Gunung Kerinci Tinjau Kondisi Anak Autisme Diduga Dikurung Bertahun-tahun

Polisi bersama Tim Puskesmas Gunung Kerinci Tinjau Kondisi Anak Autisme Diduga Dikurung Bertahun-tahun.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Polisi Sektor (Polsek) Gunung Kerinci bersama Puskesmas Simpang Tutup meninjau langsung kondisi seorang anak berusia sekitar 8 (delapan tahun) yang di duga di kurung bertahun-tahun oleh orang tuanya di Desa Sungai Betung Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Peninjauan di lakukan oleh Kanit Binmas Polsek Gunung Kerinci, Aipda Porda Yanto, S.Sy, bersama Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan setempat, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak tersebut.

Anak bernama Lengsi itu di ketahui mengidap autisme dan mengalami keterlambatan bicara. 

Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, Lengsi kerap di tinggal sendirian dan di kurung di dalam rumah dari pagi hingga sore hari. Ayahnya, yang berstatus orang tua tunggal, di sebut melakukan hal tersebut karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Petugas menemukan kondisi lingkungan tempat anak tersebut berada jauh dari standar kelayakan. Lengsi harus makan, buang air besar, dan buang air kecil di ruang yang sama. Akibatnya, ia mengalami gangguan kesehatan berupa penyakit kulit serta indikasi malnutrisi.

“Kondisi anak memerlukan perhatian serius, terutama dari sisi kesehatan dan perlindungan anak,” ujar salah satu tenaga kesehatan yang ikut dalam peninjauan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian menyatakan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif. Penanganan lanjutan akan di koordinasikan dengan instansi terkait guna memastikan hak-hak anak tersebut terpenuhi serta mendapatkan perawatan dan pendampingan yang layak.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs