Idul Adha 2026 PT SAS dan Group Salurkan 40 Hewan Kurban

 

Merdekapost.com – Pada perayaan Idul Adha 2026, PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dan group telah menyalurkan 40 hewan kurban untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Direktur PT SAS dan Group Kameswara Helly, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kegiatan sosial adalah komitmen perusahaan untuk terus berbagi manfaat kepada masyarakat. Kami berharap daging kurban yang telah disalurkan di hari Idul Adha kemarin, bisa memberikan kebahagiaan bagi warga yang menerima,” kata Helly, Jumat (29/5/2026).

Penyaluran hewan kurban juga menjadi momentum untuk terus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. PT SAS berupaya agar keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat sosial yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Rincian hewan kurban yang diserahkan kepada panitia yaitu sebanyak 12 ekor sapi dan 28 kambing.  Semua telah didistribusikan ke sejumlah titik di sekitar area operasional perusahaan, dari Kabupaten Sarolangun hingga Kota Jambi.

Helly berharap semangat berbagi dan gotong royong yang menjadi nilai utama Idul Adha dapat terus terjaga di tengah masyarakat. Selain sebagai bentuk ibadah, program kurban yang dilaksanakan PT SAS dan group juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar. (*)

Harga Sawit TBS Turun, Masyarakat Jambi Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Merdekapost.com | Jambi - Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini kembali menjadi pukulan berat bagi masyarakat Jambi, khususnya para petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil kebun sawit. Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, belum terlihat langkah nyata dan tegas dari pemerintah untuk melindungi kesejahteraan petani.

Sawit selama bertahun-tahun disebut sebagai tulang punggung ekonomi Jambi. Namun ketika harga TBS jatuh, masyarakat kecil justru menjadi pihak yang paling menderita. Pendapatan petani menurun drastis, sementara harga kebutuhan pokok tetap tinggi. Banyak keluarga petani mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar cicilan, hingga membiayai pendidikan anak.

Yang paling memprihatinkan adalah lemahnya pengawasan terhadap harga di tingkat pabrik dan tengkulak. Tidak sedikit petani mengeluhkan harga pembelian yang jauh di bawah ketetapan pemerintah daerah. Dalam situasi seperti ini, petani berada pada posisi yang lemah karena tidak memiliki kekuatan menentukan harga. Mereka terpaksa menjual hasil panen demi memenuhi kebutuhan hidup meskipun dengan harga rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Jambi terlalu bergantung pada sektor sawit tanpa adanya perlindungan ekonomi yang kuat. Ketika harga naik, pemerintah sering menjadikan sawit sebagai simbol keberhasilan ekonomi daerah. Namun saat harga turun dan masyarakat mulai tertekan, solusi yang diberikan justru lambat dan tidak menyentuh akar persoalan.

Dari sisi ekonomi moneter, penurunan harga sawit jelas berdampak besar terhadap perputaran uang di desa-desa. Daya beli masyarakat melemah, usaha kecil mulai sepi, dan aktivitas ekonomi menurun. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi peningkatan pengangguran dan kemiskinan di wilayah perkebunan.

Lebih jauh lagi, pemerintah seharusnya mulai menyadari bahwa ketergantungan berlebihan terhadap sawit merupakan kebijakan ekonomi yang berisiko. Hingga hari ini, diversifikasi ekonomi daerah masih berjalan lambat. Sektor pertanian pangan, industri kecil, dan usaha produktif masyarakat belum mendapat perhatian maksimal. Akibatnya, masyarakat terus berada dalam lingkaran ketidakpastian ekonomi setiap kali harga sawit bergejolak.

Masyarakat Jambi tidak membutuhkan janji atau sekadar pernyataan prihatin. Yang dibutuhkan adalah kebijakan nyata, pengawasan harga yang ketat, keberpihakan kepada petani kecil, dan strategi ekonomi yang mampu melindungi masyarakat dari gejolak pasar. Jika tidak, maka setiap penurunan harga sawit akan terus menjadi ancaman besar bagi kestabilan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat kecil.(*)

Tim Penulis : M.Hazzel Alfarizi,Nena Anggraini,Dwi Lestari,Kurnia Asa,Citra Agung,Putri Seragih,Ulfa Nurhayati (Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi), Dr. Iwan Putra, S.E. M.S.Ak, Novia Sri Dwijayanti, M.Pd

Tiga Hari Dicari, Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia

Setelah Tiga Hari Dicari, Akhirnya Faqih (15) Remaja yang Hanyut di Sungai Batang Merangin Ditemukan sudah Meninggal Dunia, Minggu 24/05. (Ist)

MERANGIN – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Fakih (15), remaja yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Batang Merangin, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi setelah tiga hari pencarian intensif.

Komandan Pos SAR Bungo, M. Andri, mengatakan proses pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk menyusuri aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah korban ditemukan sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik awal kejadian sebelum langsung dievakuasi menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

“Korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan ke rumah duka,” ujar Andri.

Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang ikut membantu proses pencarian korban, mulai dari Basarnas, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga: PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai perlengkapan pendukung seperti rescue car, perahu karet, alat komunikasi, perlengkapan medis, alat evakuasi, hingga drone pemantau udara. Sebanyak 7 personel Basarnas dan 6 personel BPBD Merangin diterjunkan dalam operasi, dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga, dan keluarga korban.

Sebelumnya, Fakih dilaporkan hanyut saat mandi bersama rekannya di Sungai Batang Merangin pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras.

Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi Mulyawan, mengatakan warga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya tim SAR turun melakukan operasi pencarian.(Adz)

Jambi Mati Lampu Massal, 6 Kabupaten Terdampak Malam Ini

Enam kabupaten di Provinsi Jambi mati lampu pada Jumat (22/5/2026) malam ini. Informasi yang dihimpun, aliran listrik padam di beberapa kabupaten mulai sekira pukul 19.00 WIB.(Ist) 

JAMBI - Enam kabupaten di Provinsi Jambi mati lampu pada Jumat (22/5/2026) malam.

Informasi yang dihimpun malam ini, aliran listrik padam di beberapa kabupaten mulai sekira pukul 19.00 WIB.

Daftar daerah mati lampu di Jambi malam ini:

1. Kota Jambi: Mayang, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Telanaipura, Pematang Sulur, Aur Kenali, Penyengat Rendah.

2. Kerinci -Sungai penuh

3. Kabupaten Muaro jambi

4. Kabupaten Muaro Jambi: Mendalo Darat, Sungai Gelam

5. Batang hari dan sekitarnya

6. Sarolangun dan sekitarnya

Berdasarkan laporan warga, aliran listrik mulai padam sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung hampir merata di sejumlah wilayah.

Di Kota Jambi, pemadaman terjadi di kawasan Mayang, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Telanaipura, Pematang Sulur, Aur Kenali, hingga Penyengat Rendah.

Selain Kota Jambi, pemadaman juga dilaporkan terjadi di wilayah Kerinci-Sungai Penuh.

Kemudian di Kabupaten Muaro Jambi, khususnya Mendalo Darat dan Sungai Gelam.

Kabupaten Batang Hari dan sekitarnya pun putus aliran listrik.

Begitu juga Sarolangun dan wilayah sekitarnya.

"Sarolangun ini mati lampu, ini masih mati lampu," ujar Nuri, warga Sarolangun.

Akibat pemadaman tersebut, aktivitas warga terganggu. 

Sejumlah rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga perkantoran terpaksa menghentikan kegiatan yang bergantung pada listrik.

Tak hanya aliran listrik, jaringan internet di sejumlah wilayah juga dilaporkan ikut terputus, sehingga menyulitkan komunikasi dan aktivitas daring warga.

“Lampu mati mendadak pas malam. Internet juga langsung hilang, jadi tidak bisa kerja dan anak-anak tidak bisa belajar,” ujar Rendi, warga Telanaipura.

Keluhan serupa disampaikan warga di Mendalo Darat, Muaro Jambi. 

Mereka menyebut pemadaman listrik pada malam hari cukup menyulitkan, terutama bagi warga yang memiliki usaha rumahan.

"Usaha warung langsung tutup. Mesin mati, lampu tidak ada, pembeli juga sepi," kata Siti, warga Mendalo Darat.

"Kerinci sempat mati dan baru hidup sekitar pukul 19.30 WIB," kata Hendri, warga Kerinci.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari PT PLN (Persero) terkait penyebab mati lampu massal disejumlah kabupaten tersebut. (*)

Daftar Vonis Para Terdakwa Korupsi DAK SMK Jambi, Komisaris PT ILP dan Broker Diganjal 7 Tahun Penjara

Sidang Putusan Para Terdakwa Korupsi DAK SMK Disdik Provinsi Jambi, Komisaris PT ILP dan Broker Diganjal 7 Tahun Penjara.(Istimewa)

JAMBI – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jambi membacakan putusan terhadap para terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan Pengadaan Praktik Utama Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2022, Rabu (20/05/2026).

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Berikut putusan terhadap masing-masing terdakwa:

1. Endah Susanti binti H. Ali Kartubi selaku Direktur PT TDI dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun serta denda Rp100 juta subsidair 60 hari kurungan.

Selain itu, terdakwa dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu. Dalam putusan tersebut, satu aset berupa tanah dikembalikan kepada terdakwa dan tidak dibebankan pembayaran uang pengganti.

2. Zainul Havis, S.Kom bin Delyus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan Pengadaan Praktik Utama DAK SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2022 dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp100 juta subsidair 60 hari kurungan.

Majelis Hakim juga menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp205 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana penjara selama 2 bulan. Terdakwa turut dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

3. H. Wawan Setiawan selaku Komisaris PT ILP dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp400 juta subsidair 120 hari kurungan.

Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp6,586 miliar. Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Majelis Hakim turut menetapkan tiga aset yang telah disita pada tahap penyidikan dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti. Selain itu, terdakwa dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

4. Rudy Wage Soeparman selaku broker kegiatan dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 80 hari kurungan.

Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp1,681 miliar subsidair pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Terdakwa turut dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

Atas putusan tersebut, Majelis Hakim memberikan waktu selama tujuh hari kepada Jaksa Penuntut Umum, para terdakwa, dan penasihat hukum untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum.

Putusan ini menjadi bagian dari komitmen penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan anggaran pendidikan yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan kejuruan di Provinsi Jambi.

Kejaksaan Tinggi Jambi menegaskan akan terus mengawal proses penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.(*)

Ayah Dapat Kabar Jam Dua Dini Hari setelah Truk Tabrak Anaknya di Mendalo

Tangkapan layar rekaman CCTV yang merekam detik-detik kecelakaan yang terjadi Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, pada Senin (18/5/2026) dini hari. Seorang pemotor meninggal akibat insiden ini.(Ist)

JAMBI – Di gelapnya Jalan Lintas Sumatra, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, tidak jauh dari gerbang Citra Raya City Jambi dini hari tadi, tabrakan terjadi. 

Seorang pria bernama Alam meninggal dunia akibat kecelakaan pada Senin (18/5/2026) dini hari.

Suripto, ayah korban, mengenang sosok Alam sebagai pribadi yang pendiam dan mudah bergaul.

Menurutnya, sang anak juga dikenal rajin bekerja dan selalu menjalankan apa yang diminta orang tuanya.

Alam tinggal bersama ayahnya di kawasan belakang Terminal Alam Barajo, Simpang Rimbo, Kota Jambi.

Terkait insiden yang terjadi pada Senin (18/5/2026) dini hari itu, Suripto mengaku informasi yang diterimanya masih simpang siur.

Saat mendengar kabar tersebut, dirinya langsung panik dan bergegas menuju RSUD Raden Mattaher.

Informasi mengenai kecelakaan itu ia peroleh dari sejumlah teman korban.

Namun, ia mengaku baru mengetahui kabar setelah kecelakaan terjadi, bukan saat peristiwa berlangsung.

“Dalam berita itu saya juga tidak tahu anak saya sudah meninggal ataupun di ICU.

"Makanya saya sempat bingung juga saat di rumah sakit. Ternyata anak saya sudah tiada,” katanya lirih.

“Enggak ada, kalau pokoknya teman cuma cerita anak saya kecelakaan, enggak ada berita sudah meninggal ataupun sakit. Ya. Seperti itulah yang saya dapat dari kawan-kawan,” lanjutnya.

Suripto menjelaskan dirinya menerima informasi kecelakaan sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, ia mengaku tidak terlalu memperhatikan waktu karena fokus memikirkan kondisi anaknya.

Sementara informasi awal menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB.

“Saya juga Enggak fokus dengan jam dan sebagainya. Yang penting saya dengan keadaan anak saya lah,” tuturnya.

Terkait kendaraan yang diduga terlibat, Suripto memperoleh informasi serta rekaman video yang menunjukkan adanya kendaraan jenis truk.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan identitas maupun warna kendaraan tersebut karena hasil CCTV dinilai belum begitu jelas.

“Belum berani saya bilang, karena dari hasil CCTV itu belum ada yang jelas. Tapi bayangan mobil, mobil Fuso (truk) sepertinya,” ucapnya.

Karenaitu, ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Harapan saya kepada bapak-bapak pihak kepolisian khususnya di sekitaran wilayah Muaro Jambi, semoga bisa mendapatkan keterangan baik itu CCTV, mungkin di sekitaran sini bisa menjadi petunjuk terang,” harapnya.

Ia juga meminta agar pengemudi kendaraan tersebut segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Pelaku juga (kami harap) mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan.

"Ini sudah terjadi. Karena (bagi) kami, ya sudah ajal, siapa yang mau. Ya, kami pun terima juga kan, bertanggungjawablah. Kalau seperti ini kan, tidak ada tanggung jawab,” ucapnya.

Sebelum insiden yang dialami Alam, pada Minggu (17/5/2026) malam, kecelakaan lain juga sempat terjadi tidak jauh dari lokasi yang sama. Dalam kejadian tersebut, seorang pengendara motor mengalami luka-luka.

Dentuman Keras

Budi, warga setempat yang juga bekerja di rumah makan dekat lokasi kejadian, mengaku mendengar suara dentuman keras saat peristiwa terjadi.

Awalnya ia mengira suara itu berasal dari kendaraan yang menghantam jalan berlubang.

Namun tak lama kemudian terdengar suara jeritan, sehingga ia langsung melihat ke arah lokasi dari jendela kamar di lantai dua ruko tempatnya berada.

“Terus ngelihat dari luar ada yang tergeletak gitu, terus teman-teman saya pada lari ke bawah mau ngelihat,” katanya, Senin (18/5).

Budi mengatakan awalnya ia mengira kecelakaan tersebut tidak terlalu serius dan korban hanya mengalami luka ringan seperti keseleo atau terkilir.

Akan tetapi, semakin lama warga mulai berdatangan dan berkerumun di lokasi kejadian.

“Makin lama, beberapa menit udah pada rame ngumpul, kok rame gitu, kayaknya parah, jadi saya pun ikut turun ngelihat dan ternyata, innalillahi, rupanya parah,” tuturnya.

Menurutnya, korban mengalami luka cukup serius sehingga warga tidak berani memindahkan tubuh korban.

Saat itu, ponsel korban sempat berdering dan bos tempat Budi bekerja mengambil telepon tersebut menggunakan kantong plastik sebagai pelindung tangan.

“Terus nelepon diambil lah nih HP-nya pakai sarung tangan plastik sama bos kita nih, bos warung kan. Terus kita ambil nih HP-nya, nomornya kita catat, kita ketik, kita telepon,” jelasnya.

Ia mengatakan, orang yang menghubungi korban diminta segera datang ke lokasi. Belakangan diketahui penelepon tersebut merupakan teman dekat korban.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, ambulans bersama aparat kepolisian tiba di lokasi.

Tak lama kemudian sejumlah teman, keluarga, dan kerabat korban juga berdatangan.

Budi mengaku suasana saat kejadian membuatnya merasa merinding karena insiden itu terjadi larut malam hingga dini hari.

“Suasananya ya merinding juga, kejadiannya udah kayak larut malam gitu, enggak ada yang berani nyentuh,” ujarnya.

Dari rekaman CCTV di warung tempatnya bekerja, Budi menyebut kendaraan yang diduga terlibat adalah truk fuso berwarna hijau.

“Yang saya lihat itu, kayak mobilnya terlihat juga dia yang sedang posisi terjatuhnya juga terlihat gitu, karena kan dibantu dengan cahaya lampu motornya gitu. Kalau platnya sih kurang jelas karena kan jauh ya,” ucapnya.

Ia menambahkan, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi lokasi kecelakaan antarsepeda motor saat bulan Ramadan 2026 lalu, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Karena itu, Budi berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan meminta perbaikan jalan berlubang serta penerangan jalan di kawasan tersebut.

“Harapannya, mudah-mudahan jangan ada korban lagi di sini, kita juga prihatin,” pungkasnya.

 (Adz |Tribunjambi.com)

Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Mendalo Jambi, Karyawan Restoran Tewas di TKP, Penabrak Kabur

Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Mendalo Jambi, Karyawan Restoran Tewas, Penabrak Kabur

JAMBI – Insiden kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pemuda di Jalan Lintas Timur Sumatera, Provinsi Jambi kembali menggemparkan warga Kabupaten Muaro Jambi. 

Peristiwa tragis yang menimpa seorang karyawan restoran ini terjadi tepat di depan gerbang perumahan Citra Raya City, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).

Urutan kejadian atau kronologi kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (18/5/2026) dini hari sekira pukul 00.20 WIB tersebut menguak bagaimana korban menjadi sasaran hantaman kendaraan misterius yang langsung melarikan diri.

Peristiwa kelam ini bermula ketika malam kian larut di jalur padat Mendalo Darat. Korban berjenis kelamin laki-laki bernama Alam, yang diketahui merupakan seorang karyawan di salah satu restoran sekitar, tengah berada di kawasan tepi jalan raya di depan gerbang Citra Raya City.

Secara tidak terduga, muncul sebuah mobil yang melaju kencang dari arah jalan lintas. Berdasarkan informasi dari rekaman dan data yang diunggah oleh akun Instagram @jambihits_id, kendaraan roda empat yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung menghantam tubuh Alam secara telak di tempat kejadian perkara (TKP).

Bukannya menghentikan laju kendaraan pasca-tabrakan hebat tersebut, pengemudi mobil misterius itu justru langsung menginjak gas sedalam-dalamnya. 

Mobil pelaku langsung kabur melarikan diri, meninggalkan tubuh korban yang terkapar di atas aspal di tengah kegelapan malam jalur Lintas Timur Sumatera.

Warga sekitar dan pengguna jalan yang menyaksikan dampak kecelakaan tersebut langsung berhamburan ke lokasi guna memberikan pertolongan. 

Namun, akibat benturan yang sangat keras, nyawa pekerja restoran tersebut sudah tidak dapat diselamatkan di tempat kejadian. 

Masyarakat kemudian segera menghubungi aparat penegak hukum dari Kepolisian Resor (Polres) Muaro Jambi. (Ist)

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik.


GMM Jambi Kecewa Minimnya Dukungan Pemkab Merangin dalam Kegiatan Pelantikan


 Merdekapoat.com | Jambi - Pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) GMM Jambi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyisakan kekecewaan dari sejumlah kader dan pengurus organisasi. Kekecewaan tersebut muncul akibat minimnya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Merangin terhadap kegiatan pelantikan yang digelar oleh mahasiswa asal Merangin di Jambi tersebut.

Sebagai organisasi yang membawa nama daerah dan menjadi wadah generasi muda Merangin, GMM Jambi menilai seharusnya ada perhatian serta dukungan moral dari Pemerintah Kabupaten Merangin terhadap kegiatan positif kepemudaan dan kemahasiswaan. Namun hingga kegiatan berlangsung, tidak terlihat adanya bentuk kehadiran maupun support yang diberikan kepada organisasi.

Ketua Umum GMM Jambi, Zaki Janasta, menyampaikan bahwa pihaknya tetap menghormati seluruh pihak, namun berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih peduli terhadap organisasi mahasiswa yang berupaya membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.

“Kami tentu merasa kecewa, karena GMM Jambi hadir sebagai wadah mahasiswa Merangin untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi daerah. Harapan kami ke depan, pemerintah daerah dapat lebih membuka ruang komunikasi dan memberikan perhatian terhadap organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Meski demikian, GMM Jambi menegaskan akan tetap bergerak dan berkomitmen menjadi organisasi yang aktif, independen, serta terus berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Merangin dan Provinsi Jambi. (*)

Ketua Asprov PSSI Jambi Mhd. Fadhil Arief Hadiri Final JSFL 2026, SDN 144 Bungo Raih Juara Usai Kalahkan SD IT Nurul ilmi 2 Kota Jambi

Batang Hari, Merdekapost.com – Puncak kompetisi sepak bola pelajar Jambi School Football League (JSFL) 2026 tingkat Sekolah Dasar (SD) resmi digelar Minggu, 17 Mei 2026. Di alun-alun Batang hari Laga penentuan juara yang berlangsung penuh gairah dan sportivitas ini mempertemukan SD IT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melawan SDN 144 Bungo. 

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak akhir, SDN.144 MUARO BUNGO sebagai pemenang dengan skor akhir 5-4 melalui babak adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang dalam waktu normal.

Gelar juara ini membawa kebanggaan tersendiri bagi tim dari Kota Jambi sekaligus membawa pulang apresiasi berupa dana pembinaan senilai Rp2.000.000. Penyerahan piala bergilir dan hadiah juara dilakukan langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jambi, M. Fadhil Arief, yang juga menjabat sebagai Bupati Batanghari, di hadapan para pemain, pelatih, dan penonton yang memadati lokasi pertandingan.

Bacaan Lainnya:

JSFL, SDIT Al-Kahfi Sarolangun Menang 2-1 atas SD Islam Mutiara Al Madani Sungai Penuh

Hujan, Duel Sengit di Lapangan Garuda Batang Hari, MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin

Dalam sambutannya usai penyerahan piala dan hadiah, M. Fadhil Arief menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menampilkan permainan berkelas dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga. Ia menegaskan, kompetisi seperti JSFL memiliki peran vital dalam menjaring talenta muda daerah.

“Anak-anak inilah bibit atlet masa depan kita. Potensi yang mereka miliki hari ini adalah modal utama bagi sepak bola Jambi dan Indonesia di masa mendatang. Keberadaan liga sekolah ini sangat penting sebagai wadah pembinaan dini, agar talenta yang ada di pelosok daerah dapat tergali, terlatih, dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar M. Fadhil Arief.

Ia berharap, semangat dan kedisiplinan yang ditunjukkan para pemain selama mengikuti kompetisi dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Tidak hanya mengutamakan kemenangan, Ketua PSSI Jambi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi olahraga dan prestasi akademik, serta pembentukan karakter atlet yang tangguh, jujur, dan berakhlak mulia.

Pertandingan final JSFL 2026 ini menjadi penutup rangkaian kompetisi yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu, melibatkan ratusan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Keberhasilan penyelenggaraan ini membuktikan komitmen PSSI Provinsi Jambi dalam memajukan sepak bola usia dini, sekaligus memastikan ketersediaan regenerasi pemain yang berkualitas dari akar rumput.

Dengan berakhirnya edisi tahun ini, para pemangku kepentingan berharap JSFL akan terus menjadi agenda rutin yang menjembatani bakat-bakat muda Jambi menuju kancah sepak bola nasional.(*)

Teridentifikasi! Tangis Pecah saat Serah Terima Peti 11 Jenazah Korban Tabrakan Truk vs Bus ALS Arah Jambi

PALEMBANG - Tangis keluarga pecah saat proses penyerahan peti jenazah korban kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Jumat (15/5/2026).

Suasana haru terlihat ketika Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana menyerahkan berkas dan surat kepada pihak keluarga korban.

Sejumlah keluarga tampak saling berpelukan sambil menangis di depan peti jenazah.

"Ketika sampai mau langsung dimakamkan di Muratara, ini adik saya," ujar Yasmin, kakak sopir truk tangki, Ariyanto.

Keluarga korban terlihat tak kuasa menahan duka saat menerima jenazah anggota keluarganya.

Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumsel, Mulkan mengatakan ahli waris korban meninggal dunia maupun korban luka akan mendapatkan santunan setelah proses verifikasi data selesai dilakukan.

"Untuk korban meninggal dunia ahli waris akan menerima Rp50 juta, sedangkan untuk korban luka-luka maksimal Rp20 juta. Sesegera mungkin kami selesaikan proses santunan," ujar Mulkan.

Dia menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani korban untuk mempermudah proses penyaluran santunan kepada ahli waris.

"Kami bekerja sama dengan rumah sakit yang merawat agar nanti bisa berhubungan dengan ahli warisnya," tutupnya.

14 Korban Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan bersama Pusdokkes Polri telah berhasil mengidentifikasi 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari total tersebut, sebanyak 11 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat (15/5/2026).

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data post mortem dan ante mortem, termasuk pemeriksaan DNA korban dan keluarga.

“Dari pemeriksaan post mortem dan ante mortem, terdapat 14 jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi.

"Tiga jenazah lainnya masih dalam proses karena kami masih menunggu data pembanding,” ujarnya saat rilis hasil identifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Dia menjelaskan, selain 17 korban meninggal dunia yang ditemukan di lokasi kejadian, terdapat dua korban lain yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Fahrul asal Tegal dan Jumiatun asal Pati, Jawa Tengah.

“Sehingga total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi 19 orang, terdiri dari 17 korban di lokasi kejadian dan dua korban meninggal saat perawatan,” katanya.

Untuk korban selamat bernama Ngadiono, saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang dan kondisi kesehatannya disebut mulai membaik.

“Pasien Ngadiono telah menjalani operasi kedua berupa pengangkatan jaringan nekrotik pada 11 Mei 2026 dan kini dipindahkan ke ruang rawat inap,” jelas Rony.

Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty mengatakan seluruh pemeriksaan DNA dilakukan secara menyeluruh dan profesional, mulai dari ekstraksi sampel hingga analisis profil DNA.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 11 jenazah berhasil dikenali melalui pencocokan DNA, sedangkan tiga korban lainnya diidentifikasi menggunakan data sekunder.

Korban bernama Abella Zea Septiana teridentifikasi melalui data medis, Zulkifli dikenali dari kalung yang dikenakan, sementara Sukono diidentifikasi dari dokumen identitas berupa KTP dan SIM yang ditemukan.

Hingga kini, tiga jenazah lainnya masih belum teridentifikasi karena tim DVI masih menunggu sampel DNA pembanding dari keluarga korban.

Daftar 14 korban yang telah teridentifikasi:

- Aldi Sulistiawan

- Hj. Syamsiah Bachri

- Zulpan Efendi

- Agustina Maharani

- Martoni

- Aryanto

- Klinton Wardana Marbun

- Bahrul Ulum

- Syafruddin NST

- Alif Supriyatin

- Budiyanto

- Abella Zea Septiana

- Zulkifli

- Sukono

Sopir Bus Hindari Lubang

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri resmi meningkatkan status penanganan kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki ke tahap penyidikan.

Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan dan keterangan saksi kernet bus bernama Muhammad Fadli, kecelakaan diduga terjadi saat sopir berusaha menghindari lubang di jalan.

Saat itu, bus ALS melaju ke arah Sarolangun, Jambi, sementara truk melaju ke arah Lubuklinggau.

"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan akibat driver menghindari saat di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan," ujar Rony saat rilis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Jumat (15/5/2026).

Terkait kemungkinan adanya tersangka dalam kasus tersebut, Rony menyebut penetapannya masih menunggu hasil penyidikan dan alat bukti yang cukup.

"Sebagaimana prosesnya untuk menentukan siapa tersangka menunggu hasil penyidikan. Penentuan siapa tersangka juga kami akan koordinasi dengan Kejaksaan. Pihak bus PT ALS juga sudah dipanggil," katanya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumsel, Maesa Soegriwo mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan lubang yang dihindari sopir bus ALS hanya memiliki kedalaman sekitar dua sentimeter.

"Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu dari mana," kata Maesa.(*)

Ditangkap di Jambi, Perampok di Angkot Medan yang Viral Akhirnya Dilumpuhkan dengan Peluru

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Seorang pria berkomplot untuk melakukan perampokan di dalam angot di Medan, ditangkap di Tebo, Jambi.

Ia bernama Sony Liston Siringgo-ringgo (35), yang akhirnya ditangkap di Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Madarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Peluru bahkan harus bersarang di kakinya karena berusaha melawan dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

Beraksi Berdua

Sony beraksi berdua dengan pria bernama Erikson Napitupulu (44).

Keduanya bekerja sama merampok tiga wanita yang merupakan penumpang Angkot Morina 81, pada awal April lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, aksi perampokan tersebut dilakukan secara terencana dan sistematis.

Dalam kejadian itu, Erikson berperan sebagai sopir angkot rute Medan Belawan-Terminal Amplas.

Sedangkan Sony, yang akhirnya tertangkap di Tebo, bertindak sebagai eksekutor yang menodong penumpang menggunakan senjata tajam.

Keduanya berpura-pura tidak saling mengenal agar korban mengira sopir juga menjadi sasaran penyanderaan.

Sony beraksi mengancam penumpang perempuan dengan senjata tajam.

Namun, bukannya membela penumpang atau berhenti, Erikson justru memacu kendaraan lebih cepat agar korban tidak bisa melompat keluar dan teriakan mereka tidak terdengar pengendara lain.

Dalam kondisi itu, Sony memaksa korban menyerahkan telepon genggam mereka.

"Modus mereka cukup terencana. Pelaku utama berpura-pura menyandera sopir agar seolah-olah tidak ada kerja sama. Padahal keduanya sudah bersekongkol sejak awal," katanya.

Kasus perampokan di dalam Angkot Morina 81 tujuan Medan Belawan–Terminal Amplas itu sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian dan viral di media sosial karena korban nekat melompat dari angkot yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi demi menyelamatkan diri.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan kehilangan telepon genggam miliknya.

Ingin Merantau, tak Punya Uang

Aksi perampokan penumpang Angkot Morina 81 di Medan diduga dilakukan karena salah satu pelaku ingin merantau ke Jambi namun tidak memiliki uang.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Ferry Walintukan mengatakan sebelum kejadian pada Selasa 7 April 2026, kedua pelaku bertemu di pangkalan Angkot Morina 81 sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, tersangka Sony Liston Siringgo-ringgo mengaku ingin merantau ke Jambi namun tidak memiliki biaya.

Dia kemudian mengajak Erikson Napitupulu bekerja sama melakukan perampokan terhadap penumpang angkot.

Dalam rencana tersebut, Erikson bertugas sebagai sopir, sedangkan Sony menjadi eksekutor yang menodong korban menggunakan parang.

Keduanya juga menyusun skenario agar aksi terlihat seperti penyanderaan terhadap sopir angkot.

Jika berhasil, hasil rampokan berupa uang dan barang milik korban akan dibagi dua.

Kronologi Aksi Perampokan

Sekitar pukul 10.00 WIB, keduanya mulai menjalankan aksi dari pangkalan angkot dengan Erikson sebagai pengemudi dan Sony duduk di kursi depan.

Sesampainya di Jalan Yos Sudarso, Sony berpindah ke kursi belakang sambil menyembunyikan senjata tajam yang dibawanya.

Di kawasan persimpangan Sungai Mati, satu per satu penumpang mulai naik ke dalam angkot hingga total terdapat lima orang penumpang.

Begitu penumpang terakhir naik, Sony langsung mengeluarkan parang dan menodong salah satu penumpang perempuan sambil meminta sopir mempercepat laju kendaraan.

"SLS mengeluarkan parang dari pinggangnya dan mengancam dengan menodongkan parangnya kepada penumpang perempuan dan berteriak, sopir jangan berhenti. Tambah kecepatan," kata Ferry.

Saat angkot melaju kencang, Sony mulai mengancam para penumpang agar menyerahkan telepon genggam mereka.

Namun aksi tersebut sempat mendapat perlawanan dari salah satu korban perempuan.

Korban bahkan mengalami luka bacok sebelum akhirnya melompat keluar dari angkot untuk menyelamatkan diri.

"SLS kembali mengancam penumpang perempuan yang pertama naik ke angkot dengan menodongkan parang dan meminta HP.

"Tetapi korban melawan meronta, sehingga korban mengalami luka bacok, dan akhirnya korban menyelamatkan diri melompat keluar dari angkot," katanya.

Setelah itu, Sony kembali mengancam penumpang perempuan lainnya dan berhasil mengambil telepon genggam korban sebelum mendorong korban keluar dari angkot yang masih melaju.

"Penumpang perempuan tersebut menyerahkan handphone, dan setelah handphone korban dikuasai, tersangka mendorong korban keluar dari angkot yang sedang berjalan kencang,” ujarnya.

Korban ketiga juga dipaksa menyerahkan telepon genggamnya.

Namun karena takut, korban memilih melompat keluar dari kendaraan sebelum sempat didorong pelaku.

"Penumpang yang ketiga kembali diancam dan memberikan handphone kepada tersangka SLS. Karena ketakutan, melompat menyelamatkan diri dari angkot,” ujarnya.

Setelah ketiga korban keluar dari angkot, tersisa seorang penumpang laki-laki lanjut usia.

Kedua pelaku kemudian menghentikan kendaraan dan meminta pria tersebut turun tanpa merampas barang miliknya.

Tak lama berselang, seorang pengendara sepeda motor mengikuti dari belakang sambil merekam kejadian tersebut.

Melihat hal itu, Erikson meminta Sony menempelkan parang ke lehernya agar terlihat seolah-olah sopir juga menjadi korban penyanderaan.

Pada saat melanjutkan perjalanan, EN melihat dari kaca spion ada pengendara motor yang mengejar sambil merekam. Lalu EN menyuruh SLS meletakkan parang di bagian leher agar terlihat bahwa sopir juga diancam sambil menyuruh terus berjalan," katanya.

Setelah merasa situasi aman, parang yang digunakan dibuang ke parit dan keduanya melanjutkan perjalanan menuju Simpang Jalan Rumah Potong Hewan.

Di lokasi itu, Sony memberikan satu unit telepon genggam hasil rampokan kepada Erikson.

"SLS menyampaikan kepada EN berhasil mengambil dua handphone lalu memberikan satu kepada EN," ungkapnya.

Residivis dan Buronan

Usai kejadian, Erikson meninggalkan angkot di lahan kosong sebelum keduanya berpencar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Erikson diketahui merupakan mantan narapidana yang telah empat kali keluar masuk penjara dalam kasus pencurian dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara Sony Liston Siringgo-ringgo tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Medan sejak 2020 dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Ditangkap Terpisah

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap dua pelaku perampokan terhadap tiga penumpang Angkot Morina 81 rute Terminal Amplas–Pelabuhan Belawan tersebut.

Kedua pelaku masing-masing bernama Erikson Napitupulu (44), warga Jalan P Ternate, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan dan Sony Liston Siringgo-ringgo (35), warga Jalan Dusun IV Timur.

Keduanya ditangkap tim khusus MIT secara terpisah.

Erikson lebih dulu diamankan pada Sabtu 25 April 2026 di Desa Siboro, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Sementara Sony Liston Siringgo-ringgo ditangkap pada 30 April 2026 di area perkebunan Dusun Muara Kilis, Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kabid Humas Polda Sumut mengatakan tersangka Sony terpaksa ditembak karena melawan dan mencoba melarikan diri saat proses pencarian barang bukti.

"Tindakan tegas terukur dilakukan karena tersangka membahayakan keselamatan petugas saat proses pengembangan.

"Saat ini tersangka sudah mendapat perawatan medis dan proses penyidikan terus berjalan," kata Ferry, Jumat (15/5/2026).(*)

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik

*Informasi pada artikel ini diolah dari berbagai sumber

Hujan, Duel Sengit di Lapangan Garuda Batang Hari, MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin

JSFL - Laga MIN 3 Kerinci vs SDN 75 Merangin berlangsung sengit saat Hujan mengguyur Lapangan Garuda Alun-alun Kabupaten Batang Hari pada Jumat (15/5/2026) sore.(Ist) 

MUARA BULIAN - Hujan yang mengguyur Lapangan Garuda Alun-alun Kabupaten Batang Hari pada Jumat (15/5/2026) sore, tidak menyurutkan semangat para peserta dalam ajang Jambi School Football League Tingkat Provinsi.

Sejumlah pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling serang dari tiap tim yang berlaga.

Pantauan Tribun Jambi di lokasi, pada sore hari ini, pertandingan pembuka mempertemukan MIN 3 Kerinci melawan SDN 75 Merangin. 

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif dengan pola permainan menyerang.

Sorak sorai para pendukung terdengar semakin emosional ketika kedua tim silih berganti menekan pertahanan lawan dan nyaris menciptakan gol. 

Baca Juga: Kemenag Kerinci Lepas kontingen MIN 3 Kerinci Menuju Ajang JSFL Jambi 2026

Namun, hingga pertengahan pertandingan, skor masih bertahan tanpa gol.

Di tengah jalannya laga, satu pemain dari tim SDN 75 Merangin harus menerima kartu kuning usai pelanggaran yang terjadi saat pertandingan berlangsung ketat. 

Meski kedua tim sama-sama mendominasi permainan sejak awal laga, pertandingan akhirnya ditutup dengan skor imbang 0-0.

Hasil Pertandingan Lain

Sementara itu, hujan kembali turun saat pertandingan berikutnya mempertemukan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi melawan SDN 56 Batang Hari. Kendati diguyur hujan, pertandingan tetap dilanjutkan dan berlangsung tak kalah menegangkan.

Para penonton dan pelatih tetap bertahan di pinggir lapangan memberikan dukungan penuh kepada tim masing-masing. 

Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga akhirnya SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi berhasil mencetak satu gol.

Bacaan Lainnya: SMPN 34 Kerinci dan SMPN 12 Kota Jambi Raih Kemenangan pada Hari Ketiga JSFL

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan dan mengantarkan SDIT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi menang dengan skor 1-0 atas SDN 56 Batang Hari.

Pertandingan selanjutnya mempertemukan SDN 15 Tanjab Barat melawan SDIT Al Kahfi Sarolangun. 

Pada laga tersebut, SDIT Al Kahfi Sarolangun berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui satu gol yang tercipta di babak pertandingan.

Keunggulan 1-0 tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan dan memastikan kemenangan bagi SDIT Al Kahfi Sarolangun.

Pertandingan lainnya mempertemukan SDN 155 Muara Jambi melawan SDN 144 Bungo. 

Pada menit-menit awal pertandingan, SDN 155 Muara Jambi langsung tampil dominan dan sukses mencetak gol pembuka.

Namun, menjelang akhir babak pertama, SDN 144 Bungo menunjukkan permainan dengan menyamakan kedudukan lewat satu gol balasan.

Hingga turun minum, skor kedua tim bertahan imbang 1-1 dengan pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi di tengah dukungan para suporter yang memadati area lapangan.

Pada babak kedua menit ke-1, SDN 144 Bungo kembali menyerang dengan tembakan dari jauh.

Usaha itu berhasil menambah poin hingga skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim SDN 144 Bungo.(*) 

SMPN 34 Kerinci dan SMPN 12 Kota Jambi Raih Kemenangan pada Hari Ketiga JSFL

Jambi School Football League 2026: SMPN 34 Kerinci dan SMPN 12 Kota Jambi Raih Kemenangan pada Hari Ketiga JSFL Kamis (14/5/2026). 

MUARA BULIAN -  Cuaca cerah mewarnai jalannya pertandingan hari ketiga turnamen  Jambi School Football League 2026  di Lapangan Garuda Alun-alun Kabupaten Batanghari, Kamis (14/5/2026). 

Dua pertandingan yang mempertemukan tim-tim SMP dari berbagai daerah di Provinsi Jambi berlangsung sengit dan menyita perhatian penonton pada sore hari ini.

Pada pertandingan pertama, SMPN 34 Kerinci berhasil menaklukkan SMPN 11 Kota Sungai Penuh dengan skor akhir 2-1.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil menyerang dan saling menekan pertahanan lawan.

Baca Juga: Wako Alfin Resmi Buka FLS2N dan O2SN Tingkat Kota Sungai Penuh 2026

Pantauan media ini di laga JSFL, intensitas permainan berlangsung tinggi meski  satu pemain SMPN 34 Kerinci harus menerima kartu merah pada babak pertama.

Kendati demikian, SMPN 34 Kerinci tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, SMPN 34 Kerinci kembali menambah keunggulan melalui serangan cepat yang gagal diantisipasi lini pertahanan lawan.

Tidak berselang lama, SMPN 11 Kota Sungai Penuh mencoba bangkit dengan mengatur ulang strategi permainan dan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat satu gol balasan.

Baca Juga: Kamabicab Kerinci Buka Jambore Cabang 2026, Kak Monadi Dorong Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter

Namun hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan SMPN 34 Kerinci.

Sementara itu, pertandingan kedua mempertemukan SMPN 1 Bungo melawan SMPN 12 Kota Jambi. Laga tersebut juga mendapat sorotan penonton lantaran SMPN 12 Kota Jambi tampil dominan sejak awal pertandingan.

Pada babak pertama, SMPN 12 Kota Jambi langsung unggul telak 5-0 melalui serangan bertubi-tubi yang sulit dibendung lawan.

Meski tertinggal cukup jauh, para pemain SMPN 1 Bungo tetap menunjukkan semangat juang tinggi dengan terus berupaya mengejar ketertinggalan dan memperkuat lini pertahanan.

Hingga pertandingan berakhir, SMPN 12 Kota Jambi tetap memimpin dengan skor 5-0.(Adz)

Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Tim Kemenkes ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi terkait meninggalnya dokter internship bernama Myta Aprilia Azmi.(Ist) 

KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah tiba di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter yang tengah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Senin (4/5/2026).

Kedatangan tim tersebut bertujuan mengumpulkan informasi dan melakukan klarifikasi langsung dengan pihak rumah sakit.

Direncanakan, pertemuan antara tim Kemenkes dan manajemen RSUD berlangsung pada pagi hari.

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membenarkan adanya agenda tersebut. Ia menyebutkan bahwa pertemuan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi

“Jadwalnya jam 9,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Namun, Sahala enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait materi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia meminta publik bersabar dan menunggu hasil resmi dari Kemenkes.

“Nanti ya, biar tim Kemenkes yang menjelaskan,” katanya.

Sebelumnya, kabar duka datang dari dunia medis. dr Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Baca juga: Kronologis Pembunuhan Keji Lansia di Pekanbaru: 4 Tersangka Positif Ekstasi saat Beraksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Myta sempat berada dalam kondisi kritis saat menjalani perawatan intensif.

Kondisinya disebut telah memburuk sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang.

Ia diketahui sedang menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. 

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa sebelum kritis, dr Myta tetap menjalankan tugas meski dalam kondisi kesehatan yang menurun.

Dugaan adanya tekanan kerja atau kelelahan menjadi sorotan, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut. (Red)

Bantah Selingkuh, Kuasa Hukum DK : Ada Saksi Kunci di Lokasi

 

Merdekapost.com – Pihak kuasa hukum Dr. DK memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan dugaan penggerebekan perselingkuhan yang melibatkan kliennya.

Dalam pernyataan resminya, tim hukum menegaskan bahwa narasi yang beredar di media mengenai kliennya yang disebut hanya berdua dengan seorang wanita di dalam kos-kosan adalah tidak benar.

Kuasa hukum menyatakan memiliki bukti dokumentasi kuat yang menunjukkan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, dr. L tidak hanya berdua dengan wanita berinisial Y, melainkan terdapat orang ketiga di dalam kediaman tersebut.

"Kami memiliki dokumentasi yang membuktikan bahwa sebelum kejadian penggerebekan, klien kami tidak dalam keadaan berdua, melainkan bertiga. Ada seorang laki-laki lain yang saat itu berada di kamar mandi," ujar pihak kuasa hukum Elas Anra Dermawan dan Muhamadiyah kepada awak media, Sabtu (2/5/2026) malam di Polsek Telanaipura.

Ia menambahkan bahwa bukti video tersebut menunjukkan kesesuaian atribut yang dikenakan Dr. DK, mulai dari pakaian, topi, hingga sepatu, yang membuktikan keberadaan saksi lain di lokasi pada waktu yang sama.

"Ini adalah alibi kuat kami untuk membantah tuduhan bahwa klien kami melakukan tindakan asusila sebagaimana yang disangkarkan," tegasnya.

Meski proses hukum tetap berjalan, pihak Dr. DK mengaku sedang mengupayakan langkah damai (mediasi) dengan pihak pelapor. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan faktor psikologis anak dan menjaga keutuhan rumah tangga yang sudah dibina cukup lama.

Tonton videonya di bawah ini : 

KLIK DISINI

"Kami memahami situasi pelapor saat ini masih emosional, namun kami meyakini ada ruang untuk berkomunikasi. Upaya damai akan terus kami lakukan demi masa depan anak-anak dan nama baik keluarga," lanjutnya.

Sebagai tokoh yang cukup dikenal masyarakat, pihak Dr. DK juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat pemberitaan ini. Kuasa hukum meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi sebelum adanya keputusan hukum yang tetap.

"Kami memohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dari pemberitaan yang beredar. Fokus kami saat ini adalah menjawab laporan terkait penggerebekan tersebut. Terkait isu masa lalu, kami tidak ingin berspekulasi dan hanya akan mengikuti proses hukum yang berlaku," tutupnya.

Hingga saat ini, pihak Dr. DK menyatakan siap menghadapi proses hukum lanjutan apabila titik temu melalui jalur kekeluargaan tidak tercapai. (red)

Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Komitmen Polres Kerinci dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci berhasil meringkus seorang pria berinisial R-A (29), yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi lintas kota.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Yandra Kusuma, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan pada hari Jumat, 1 Mei 2026, sekira pukul 18.20 WIB. Pelaku yang berprofesi sebagai sopir ekspedisi ini ditangkap di Jalan Pancasila, RT. 10, Kelurahan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

​"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya rencana transaksi narkotika. Tim kemudian melakukan pengintaian di lokasi dan berhasil mengamankan tersangka saat tiba dengan sepeda motornya," ujar Iptu Yandra Kusuma.

​Dalam penggeledahan badan, petugas menemukan barang bukti berupa 5 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,9 gram, serta 1 butir pil diduga ekstasi dengan berat 0,5 gram yang disimpan di saku celana pelaku.

​Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana di Lapas Kelas II A Jambi berinisial I-K. Pelaku diarahkan mengambil barang di area Asrama Haji Jambi sebelum dibawa ke wilayah Kerinci dan Sungai Penuh untuk diedarkan.

  • ​Selain narkotika, petugas juga mengamankan:
  • ​Satu unit ponsel merek Redmi (alat komunikasi transaksi).
  • ​Satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah tanpa plat nomor.
  • ​Satu helai celana pendek hitam milik pelaku.

Baca Juga: Pencuri Kotak Amal Terekam CCTV di Siulak, Barang Bukti Ditemukan:Jejak Sidik Jari Buka Peluang Ungkap Pelaku

​Saat ini, tersangka R-A beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

​"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Kerinci. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika," tutup Iptu Yandra Kusuma.


Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

PAN - Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Daftar nama DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang baru saja dilantik.

Pelantikan ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) dan dewan pimpindan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Jambi digelar pada Kamis (30/4/2026) di Abadi Convention Center Kota Jambi.

Pelantikan ini dihadiri Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPP PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno, Viva Yoga serta anggota DPR RI Uya Kuya, H. Bakri dan pengurus DPP.

PAN Provinsi Jambi ditargetkan bisa meraih 3 polisi kepala daerah pada Pilkada mendatang.

Berikut nama-nama Ketua dan DPD PAN Provinsi Jambi :

Ketua DPW : Al Haris (Gubernur Jambi)

Sekretaris: Madian Saswadi

Bendahara: Pit Arzuna

Ketua DPD DPD Kabupaten dan Kota :

- Tanjab Barat: Anwar Sadat (Bupati Tanjab Barat)

- Tanjab Timur: Asnawi

- Muaro Jambi: Bambang Bayu Suseno (Bupati Muaro Jambi)

- Kota Jambi: Maulana (Wali Kota Jambi)

- Batanghari: Firdaus Fattah

- Sarolangun: Tedy Irawan

- Merangin: Al Hanim Assodiqi

- Bungo: Dedy Putra (Bupati Bungo)

- Tebo: Suryadi

- Kerinci: Monadi (Bupati Kerinci)

- Sungai Penuh: Alvin (Wali Kota Sungai Penuh). (*)

2 Pria dan 4 Ton Solar Diamankan di Jambi, BBM Subsidi Dijual Harga Solar Industri

109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.(Ist) 

JAMBI - 109 jerigen dengan total kapasitas 4.000 liter atau sekitar 4 ton, disita Polresta Jambi dari 2 pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di Kota Jambi.

Selain 4 ton BBM subsidi jenis solar, polisi juga menyita satu unit mobil Hino Dutro warna hijau nomor polisi BH 8374 YU.

2 pelaku ditangkap Unit Tipidter Satreskrim Polresta Jambi di di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kedua pelaku yakni DES (41), warga Kecamatan Bangunrejo, sopir kendaraan berisi solar subsidi dan pemilik BBM berinisial DL (43), warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Pengungkapan penyalahgunaan BBM subsidi ini bermula saat menghentikan mobil Hino Dutro hijau dnegan nomor polisi BH 8374 YU karena mencurigakan.

Saat diperiksa ditemukan 109 jerigen berkapasitas 35 liter, sehingga total solar yang diamankan sekira 4.000 liter.

Keterangan polisi, solar subsidi ini diduga akan dijual ke pihak industri dengan harga non subsidi.

Dua pelaku lantas dibawa ke Polresta Jambi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Keduanya disangkakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023  (Pasal 40 angka 9), mengatur sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar bagi penyalahguna pengangkutan/niaga BBM, gas bumi, atau olahan yang disubsidi pemerintah. 

(*Adz/ Sumber: Tribunjambi.com)

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras

Wako Alfin Beri Kuliah Umum di Unja: Sukses Tak Instan, Kunci Utamanya Konsistensi dan Kerja Keras.(mpc)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi yang digelar di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4/26).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern,” yang menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era perubahan.

Dalam paparannya, Alfin membeberkan sejumlah arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Program tersebut antara lain “Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat dan Agamis,” “Sungai Penuh Melayani,” “Sungai Penuh Ilok,” serta penguatan program pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA: Bunda Zulva Kukuhkan Ketua Relawan Rumah Bunda se-Kabupaten Batang Hari

Selain menyampaikan materi kebijakan, Alfin juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus bersemangat dalam menempuh pendidikan serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang berintegritas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan bukanlah hasil yang instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan konsistensi.

“Tidak ada kesuksesan yang datang tiba-tiba. Semua butuh proses. Mulailah dari hal kecil, bangun kebiasaan baik, dan jaga konsistensi dalam setiap langkah,” ujarnya.

Baca Juga: Juarai JSFL Wilayah Kerinci, SMAN 6 Siap Unjuk Gigi di Level Provinsi Jambi

Dalam kesempatan tersebut, Alfin turut membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan saat merantau hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Sungai Penuh.

Kegiatan kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, hukum, serta praktik pemerintahan di daerah, yang kemudian dijawab langsung oleh Wali Kota.

Terungkap Saat Sidang, Uang Rp1 M Diserahkan untuk Eks Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra

JAMBI - Terungkap saat sidang, adanya aliran dana ke mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adi Putra sebesar Rp 1 miliar.

Sidang kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik alat praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi digelar Pengadilan Tipikor Jambi pada Selasa (28/4/2026).

Pada sidang  kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp21 miliar itu, jaksa menghadirkan sejumlah saksi yang juga berstatus tersangka didalam kasus ini.

Yakni Zainul Havis mantan Kabid SMK sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Wawan Setiawan pemilik PT Indotec Lestari Prima, Endah Susanti pemilik PT Tahta Djaga Internasional, serta Rudi Wage Soeparman selaku perantara proyek.

Dalam keterangannya, Rudi Wage menyebutkan jika dia menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar dalam koper di salah satu hotel di Jakarta.

Uang itu diserahkan ke seseorang bernama Hendra yang disebut sebagai kakak kandung Vahrial Adi Putra.

"Saya lihat langsung, saya cek isinya Rp 1 miliar," kata Rudi Wage di persidangan.

Penyerahan uang ini diserahkan pada April 2022.

Selain uang ini, Rudi Wage juga menyerahkan uang Rp700 juta. Uang ini disebut sebagai seseorang bernama Firman.

Uang ini juga diserahkan kepada Hendra yang ditujukan ke Varial Adi Putra.

Rudi juga membeberkan proses proyek senilai sekitar Rp65 miliar itu dibagi ke dalam 17 paket pekerjaan yang mencakup berbagai kompetensi, seperti multimedia, tata busana, hingga perhotelan.

Data paket pekerjaan ini didapatkan dari seseorang bernama David, lengkap dengan daftar sekolah, jenis pekerjaan, serta pagu anggaran. 

Selanjutnya, paket-paket tersebut ditawarkan kepada sejumlah penyedia, termasuk Firman, Jajang, hingga pihak lain.

Saksi juga mengaku mentransfer uang Rp 165 juta kepada David atas permintaan Zainul Havis, serta transfer lainnya untuk berbagai keperluan yang disebut kebutuhan dinas.

Kasus ini bermula pada tahun 2022.

Di mana pada tahun anggaran 2022 terdapat kegiatan pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan Pagu anggaran sekitar Rp62,1 miliar.

Total anggaran tersebut direncanakan untuk 30 paket pengadaan alat praktik SMK di Provinsi Jambi.

Berdasarkan perhitungan Jaksa, diperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp21,8 miliar.

Kerugian negara tersebut berasal dari beberapa penyedia, antara lain PT AKP, PT MIT, PT PAS, PT STN, dan PT TDI, dengan nilai kerugian terbesar berasal dari PT TDI.

Dalih penggunaan e-katalog dan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai jaksa hanya menjadi kedok administratif. (*)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs