Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu di Jambi Mulai November 2026 Akan Dapat Insentif Rp500 Ribu

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan skema baru penghasilan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Mulai November 2026, guru yang masuk dalam kriteria penerima akan mendapatkan insentif tetap sebesar Rp500.000 per bulan. Kebijakan tersebut di siapkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sebagai bagian dari dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, mengatakan pemberian insentif tetap tersebut akan menjadi salah satu komponen penghasilan bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikasi.

Baca Juga: Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

“Mulai bulan November nanti, itu sudah ada modal semacam insentif tetap Rp500.000 per orang bagi P3K paruh waktu yang belum ada sertifikasi,” ujar Umar.

Skema Penghasilan Berubah

Sebelum kebijakan baru diterapkan, pembayaran bagi guru PPPK paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi di hitung berdasarkan jumlah jam pelajaran.

Tarif yang di gunakan sebelumnya sebesar Rp17.500 per jam pelajaran. Dengan pola tersebut, besaran penghasilan masing-masing guru dapat berbeda tergantung jumlah jam mengajar.

Mulai November, pemerintah menambahkan komponen insentif tetap sebesar Rp500.000 per bulan bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Selain insentif tetap tersebut, guru yang memenuhi ketentuan jam mengajar juga dapat memperoleh tambahan penghasilan. Berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, tambahan tersebut mencapai Rp490.000.

Dengan demikian, guru yang memenuhi seluruh persyaratan dapat menerima total penghasilan hingga Rp990.000 per bulan dari kedua komponen tersebut.

Rinciannya yakni:

Insentif tetap: Rp500.000 per bulan

Tambahan berdasarkan ketentuan jam mengajar: Rp490.000

Total potensial: Rp990.000 per bulan

Namun, angka Rp990.000 tersebut merupakan total apabila guru memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kedua komponen. Tidak semua guru otomatis menerima nominal tersebut secara penuh.

Guru PPPK paruh waktu tetap perlu memastikan ketentuan mengenai jam mengajar, data penerima, serta mekanisme pembayaran kepada pihak sekolah atau Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Berlaku Mulai November

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menargetkan skema baru tersebut mulai di terapkan pada November 2026.

Penerapan kebijakan tidak serta-merta berarti dana akan masuk ke rekening pada awal bulan. Proses pencairan tetap mengikuti administrasi dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Karena itu, guru di sarankan mengikuti informasi resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi maupun sekolah masing-masing terkait jadwal pencairan dan persyaratan administrasi.

Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Rp1 Miliar

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Anggaran itu di alokasikan untuk kebutuhan pembayaran selama dua bulan, yakni November dan Desember 2026.

Besaran tersebut merupakan alokasi untuk periode dua bulan pada akhir 2026, bukan anggaran tahunan. Penggunaannya akan di arahkan kepada guru yang sesuai dengan kriteria penerima program.

Insentif Khusus Guru, Bukan Tenaga Kependidikan

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga menegaskan bahwa insentif Rp500.000 tersebut tidak di berikan kepada seluruh PPPK paruh waktu di lingkungan pendidikan.

Kebijakan tersebut secara khusus menyasar guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Umar menjelaskan, data yang dimiliki sebelumnya mencatat sekitar 1.659 guru PPPK paruh waktu, tetapi angka tersebut masih mencakup tenaga kependidikan.

“Kami juga sudah ada (data), guru yang PW (paruh waktu). Kalau yang dulu terdata di kita jumlah guru PW itu 1.659 orang, tapi di antaranya ada yang tenaga kependidikan. Nah, yang kita tambah Rp500.000 ini yang guru, bukan tenaga kependidikan,” jelas Umar.

Dengan demikian, tenaga administrasi, staf tata usaha, maupun tenaga kependidikan lainnya tidak otomatis menjadi penerima insentif khusus tersebut hanya karena berstatus PPPK paruh waktu.

Menyasar Guru yang Belum Bersertifikat

Program ini di arahkan kepada guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Insentif tersebut merupakan dukungan penghasilan dari pemerintah daerah dan perlu di bedakan dari tunjangan profesi guru maupun komponen penghasilan lain yang memiliki persyaratan tersendiri.

Guru yang menjadi sasaran program perlu memastikan status kepegawaian, jabatan, status sertifikasi, serta data penerima sebelum mengandalkan nominal insentif tersebut.

Didukung dalam Penganggaran

M. Umar juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung penyediaan anggaran untuk program tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD khususnya Banggar, TAPD, dan Bapak Gubernur,” pungkasnya.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi perlu memastikan data penerima dan mekanisme pembayaran berjalan sesuai ketentuan.

Guru Di Minta Memastikan Status dan Persyaratan

Dengan rencana penerapan mulai November 2026, guru PPPK paruh waktu perlu memastikan beberapa hal sebelum pencairan.

Pertama, memastikan status jabatan tercatat sebagai guru, bukan tenaga kependidikan. Kedua, memastikan status sertifikasi sesuai dengan kriteria program.

Guru juga perlu mengetahui persyaratan untuk memperoleh tambahan penghasilan Rp490.000, termasuk ketentuan mengenai jam mengajar dan mekanisme penghitungannya.

Selain itu, informasi mengenai jadwal pencairan sebaiknya dikonfirmasi melalui sekolah atau Dinas Pendidikan Provinsi Jambi agar tidak terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang beredar di media sosial.Data Demografi

Dengan skema baru tersebut, pemerintah daerah menyiapkan komponen penghasilan tetap bagi guru PPPK paruh waktu yang belum memiliki sertifikat pendidik, sementara tambahan pembayaran tetap dikaitkan dengan ketentuan mengajar yang berlaku.(*)

Tags: Dinas Pendidikan JambiGaji Guru PPPKGuru Nonsertifikasiguru PPPKInsentif Guru JambiInsentif Rp500 RibuPemprov JambiPPPK Jambi 2026PPPK paruh waktu.(Adz)

Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

Bupati Kerinci Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis.(Ist)

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan budidaya, peningkatan kualitas hasil olahan hingga perluasan akses pasar.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, S.Pi., M.M., meninjau langsung kegiatan budidaya dan pengolahan nilam di sejumlah wilayah, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kerinci turut bersama buyer dari PT Natraco untuk melihat secara langsung kondisi komoditas nilam yang dikembangkan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar.

Peninjauan dilakukan mulai dari proses budidaya tanaman, pengolahan hasil, kualitas produksi hingga peluang pemasaran. Pemerintah daerah juga melihat secara langsung berbagai upaya petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nilam.

Baca Juga: Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

Kehadiran buyer dari PT Natraco diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara petani dengan pasar. Dengan adanya keterhubungan tersebut, hasil produksi nilam Kerinci diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.

Menurut pemerintah daerah, nilam Kerinci memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.

Dorong Nilam Kerinci Mendapat Indikasi Geografis

Selain penguatan budidaya dan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan langkah untuk memperkuat identitas nilam sebagai produk khas daerah.

Pemkab Kerinci berencana mengusulkan Nilam Kerinci sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap produk yang memiliki keterkaitan dengan karakteristik, kualitas maupun reputasinya berdasarkan wilayah asal.

Jika proses tersebut dapat diwujudkan, Indikasi Geografis diharapkan dapat memperkuat identitas Nilam Kerinci sekaligus menjaga kualitas dan reputasinya. Status tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung perluasan pemasaran produk.

Pengembangan Nilam Kerinci tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan hasil pengolahan. Karena itu, keterlibatan petani, pemerintah, pelaku usaha serta pihak pembeli menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha nilam yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi  

Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan teknik budidaya, pengolahan yang memenuhi standar, hingga penguatan kemitraan dan pemasaran.

Dengan potensi yang dimiliki, Nilam Kerinci diharapkan mampu menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dari lahan petani di Kerinci, komoditas nilam diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan kualitas serta karakteristik yang menjadi identitas daerah. (Adz)

Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

KERINCI – Musibah kebakaran melanda Gudang Percetakan Muda Karya Mandiri (MKM) di Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi Owner MKM, Roma Arusty, setelah bangunan gudang beserta berbagai mesin dan peralatan percetakan di dalamnya ludes dilalap api.

Gudang percetakan MKM tersebut berada dalam satu bangunan dengan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penggilingan padi di lokasi tersebut telah lama tidak beroperasi.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

Di dalam gudang justru terdapat berbagai mesin, alat dan perlengkapan percetakan milik MKM. Bahkan, sekitar satu bulan sebelum kejadian, disebutkan terdapat penambahan barang dan peralatan percetakan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Seluruh barang dan bangunan gudang tersebut dilaporkan tidak dapat diselamatkan dalam peristiwa kebakaran.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500 juta lebih. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai nilai kerugian maupun penyebab pasti kebakaran.

Tiga Kali Kebakaran

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa kebakaran kali ini bukan kejadian pertama yang terjadi di lokasi tersebut.

Gudang MKM disebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali. Dua kejadian sebelumnya dikabarkan terjadi pada siang hari dan berhasil diatasi setelah diketahui adanya dugaan tindakan sengaja membakar.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis malam.

“Wajar saja ada kecurigaan gudang percetakan MKM sengaja dibakar oleh orang tak dikenal,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan kecurigaan masyarakat. Kepastian mengenai penyebab kebakaran sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan.

Tiga Unit Damkar Dikerahkan

Saat malam kejadian, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran terlihat berada di lokasi.

Meskipun petugas tiba ketika bangunan gudang sudah dalam kondisi terbakar hebat, personel pemadam tetap melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke bangunan sekitar.

Sejumlah anggota Polres Kerinci juga terlihat berada di lokasi hingga proses pemasangan police line selesai dilakukan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga lokasi agar tetap steril dan memungkinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Munculnya dugaan bahwa kebakaran bukan semata-mata akibat kecelakaan membuat kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Apalagi, beredar berbagai informasi dan opini di tengah masyarakat mengenai bangunan yang terbakar. Salah satunya menyebut lokasi tersebut sebagai tempat penggilingan padi atau heler.

Padahal, menurut sumber, bangunan tersebut memang merupakan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty, namun aktivitas tersebut telah lama berhenti.

Baca Juga: Kapolri Mutasi Pejabat Polri, Irjen Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Ini Rekam Jejaknya

“Heler sudah lama tidak beroperasi. Yang ada di situ adalah gudang percetakan MKM, mesin bingkai dan peralatan percetakan,” ungkap sumber.

Karena itu, masyarakat berharap kepolisian tidak hanya memastikan titik awal api, tetapi juga menelusuri seluruh kemungkinan penyebab kebakaran, termasuk apabila ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan.

Hasil penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran Gudang Percetakan MKM serta menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.(Adz)

Kapolri Mutasi Pejabat Polri, Irjen Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Ini Rekam Jejaknya

JAMBI | MERDEKAPOST.COM - Pucuk pimpinan Polda Jambi berganti. Irjen Pol Widodo ditunjuk menggantikan Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar. Widodo sebelumnya memimpin Polda Gorontalo, sementara Krisno mendapat penugasan baru sebagai Pati Bareskrim Polri.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Telegram itu ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji membenarkan pergantian tersebut.

“Ya (mutasi Kapolda Jambi). Penggantinya Kapolda Gorontalo,” kata Erlan, Sabtu (3/10/2026).

Krisno mendapat penugasan sebagai Kapolda Jambi pada Maret 2025, setelah sebelumnya menjabat Gubernur Akademi Kepolisian. Kini, sekitar satu setengah tahun berselang, penugasan baru membawanya ke Bareskrim.

Pergantian di Jambi merupakan bagian dari rotasi yang menjangkau 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Sebanyak 19 jabatan kapolda masuk dalam rangkaian mutasi tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, rotasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran pelaksanaan tugas. Pejabat yang mendapat penugasan baru diharapkan segera menyesuaikan diri serta melanjutkan program yang telah berjalan.

Widodo datang dengan pengalaman di kepolisian wilayah, reserse, hingga urusan pertanahan. Sebelum memimpin Gorontalo, jenderal bintang dua itu pernah mendapat penugasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Irjen Pol Krisno H. Siregar

Jejaknya di Jambi bahkan sudah tercatat lebih dari dua tahun sebelum penunjukan ini.

Pada 25 Juni 2024, Widodo hadir di Gedung Siginjai Wirabakti Polda Jambi. Saat itu, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono bersama jajaran terkait menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pertanahan di Provinsi Jambi.

Dalam catatan resmi Polda Jambi, Widodo hadir sebagai Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Penanganan Sengketa Konflik Tanah dan Ruang. Gubernur Jambi Al Haris serta Kapolda Jambi saat itu, Irjen Rusdi Hartono, juga mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan demikian, penugasannya kali ini membawa Widodo kembali ke daerah yang pernah ia kunjungi dalam urusan penanganan persoalan tanah.

Perjalanan kariernya di kepolisian dapat ditelusuri jauh sebelum penugasan di kementerian. Pada 2010, Widodo sudah memimpin Polres Bojonegoro, Jawa Timur. Pangkatnya ketika itu masih AKBP.

Pada 2017, ia tercatat menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur dengan pangkat Kombes.

Arsip ANTARA Foto pada 18 April 2017 merekam kehadirannya bersama Kapolda Jawa Timur saat itu, Irjen Machfud Arifin, dalam pemaparan pengembangan kasus perdagangan benur lobster ilegal. Catatan tersebut menjadi salah satu jejak penugasannya di bidang reserse kriminal khusus.

Di Kementerian ATR/BPN, Widodo kemudian mengemban jabatan Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah. Ia termasuk pejabat yang dilantik Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid pada 20 Januari 2025.

Beberapa bulan kemudian, tugas baru membawanya ke Gorontalo. Widodo mengikuti serah terima jabatan sebagai Kapolda Gorontalo pada 19 Agustus 2025 di Mabes Polri, menggantikan Irjen R. Eko Wahyu Prasetyo.

Dari Gorontalo, kini ia mendapat penugasan memimpin Polda Jambi.

Selama memimpin Gorontalo, salah satu agenda yang ditanganinya adalah kesiapan menghadapi kemarau dan kebakaran hutan serta lahan.

Dalam pemberitaan Tribratanews Polri pada 4 Agustus 2026, Widodo memeriksa kesiapan 571 personel gabungan Brimob dan Samapta. Kendaraan, peralatan, dapur lapangan, serta alat pembersih air ikut diperiksa.

Polda Gorontalo juga menyiapkan cadangan air bersih untuk warga yang mengalami kesulitan air. Widodo saat itu mengingatkan bahwa kemarau panjang dapat berdampak pada kebutuhan air, hasil pertanian, hingga keamanan masyarakat.

Pada bulan yang sama, ia memimpin kegiatan doa lintas agama bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut disertai pengumpulan donasi sukarela dari anggota.

Dalam kesempatan itu, Widodo menyampaikan pesan mengenai kehadiran polisi saat warga menghadapi kesulitan.

“Anggota Polri harus hadir, tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat sedang mengalami musibah,” kata Widodo, dikutip dari pemberitaan Tribratanews Polri pada 19 Agustus 2026.(Adz/*Berbagai Sumber)

Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

 Merdekapost.com | Jakarta — Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Usai pelantikan, Rocky mengatakan Presiden Prabowo berpesan agar Wantimpres menjalankan fungsi etis, bukan teknis, dengan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan pemerintah.

"Pesan khusus diberikan oleh Bapak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis," ujar Rocky.

Menurutnya, Wantimpres bertugas melihat dampak kebijakan dan memastikan arah pemerintahan tetap sesuai dengan visi serta janji Presiden.

"Kita mengawasi arah dari kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden pada waktu kampanye," katanya.

Rocky juga menyebut Wantimpres memiliki fungsi memantau situasi politik dan kebudayaan sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden. Ia menegaskan, peran Wantimpres lebih pada pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.(*)

Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kebakaran menghanguskan satu bangunan yang berada di deretan Kantor Kepala Desa (Kades) Pasar Baru, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi, Jumat (2/10/2026).

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api terlihat membakar bagian dalam bangunan, sementara kepulan asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah kawasan di sekitar lokasi.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya membantu mengamankan situasi dengan menjauh dari titik kebakaran. Warga juga berusaha memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman selama proses penanganan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Besaran kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

Aipda Firmanto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dapat dipicu oleh korsleting atau gangguan instalasi listrik.

“Sebelum bepergian, cek terlebih dahulu listrik dan peralatan lainnya. Pastikan semuanya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah api meluas ke bangunan maupun kawasan di sekitarnya.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kebakaran apabila tidak berkepentingan, demi menjaga keselamatan dan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan. (ali)

Kabut Asap Masih Menyelimuti Batang Hari, Laga Sepak Bola Antarinsan Pers Jambi Diundur

 

Merdekapost.com — Rencana pertandingan persahabatan sepak bola yang mempertemukan insan pers dari berbagai daerah se-Provinsi Jambi harus mengalami penjadwalan ulang. Panitia memutuskan mengundur pelaksanaan pertandingan menyusul kondisi kualitas udara yang belum memungkinkan untuk kegiatan olahraga di ruang terbuka.

Semula, pertandingan yang melibatkan insan pers se-Provinsi Jambi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, pelaksanaan kegiatan akhirnya ditunda selama dua pekan.

Panitia menyebut keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi kualitas udara di Kabupaten Batang Hari masih berada pada kategori yang perlu diwaspadai untuk aktivitas luar ruangan.

Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, penundaan pertandingan juga dilakukan berdasarkan arahan Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief. Kebijakan tersebut menjadi langkah pencegahan untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan udara yang tidak mendukung aktivitas olahraga.

Dengan adanya perubahan jadwal, pertandingan persahabatan antarinsan pers se-Provinsi Jambi kini direncanakan digelar pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Alun-Alun Kota Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.

Panitia berharap kondisi kualitas udara dapat segera kembali membaik sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat dilaksanakan sesuai rencana dengan suasana yang aman, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Raden Jufri selaku panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Pihak panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas penundaan mendadak ini. Kami sangat mengharapkan pengertian, kerja sama, dan dukungan dari seluruh rekan-rekan pers se-Provinsi Jambi,” ujar Raden Jufri.

Menurutnya, penundaan tersebut merupakan keputusan yang harus diambil demi memastikan kegiatan olahraga antarinsan pers dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta. (*)

Viral Video Warga Tanam Pisang Ditengah Jalan, Protes 4 Tahun Jalan Lubuk Suli ke Desa Kubang Makin Memprihatinkan

KERINCI | MERDEKAPOST.COM  — Warga Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, protes atas kondisi jalan menuju perbatasan Desa Kubang yang masih mengalami kerusakan dan berlubang selama kurang lebih empat tahun.

Aksi protes warga yaitu dengan menanam pisang ditengah jalan yang berlobang dan tergenang air

"beginilah kondisi jalan Lubuk Suli" ujar salah seorang warga

"inih nyo akibat idak kayo mena jalan, pisang lah kami tanam, sebenta nyo babuah (ini akibat jalan tidak diperbaiki, pisang sudah kami tanam, sebentar lagi berbuah)

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga, terutama pengguna sepeda motor. 

Saat hujan, lubang jalan kerap tertutup genangan air sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi jalan ini dan segera ada perbaikan. Sudah sekitar empat tahun kami melewati jalan seperti ini,” ujar salah seorang warga

Sebelumnya, sempat beredar informasi jalan ini akan diperbaiki tahun ini, akan tetapi sudah masuk bulan Oktober 2026 belum Nampak tanda-tandanya" Ujar salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait serius memberikan perhatian serta kejelasan mengenai status kewenangan dan rencana perbaikan ruas jalan tersebut.

Indonesia telah merdeka sejak 1945. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh warga di Desa Lubuk Suli dan desa Kubang kec Depati tujuh.kabupaten Kerinci.(Adz/Source: Facebook)

Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyerahkan bantuan tersebut seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Walikota Afin dan Wakil Walikota Azhar Hamzah menyerahkan langsung bantuan kepada kelompok penerima. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, bibit kopi Arabika, satu paket ayam petelur, benih ikan, serta pakan ikan grower.

Baca Juga: Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Resmi Bergulir

Alfin mengapresiasi semangat dan kerja keras kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia berharap bantuan tersebut mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para kelompok tani. Bantuan ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga dan dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Wako Alfin.

Wako Alfin meminta para penerima menjaga dan merawat seluruh sarana bantuan. Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Menurut Alfin, pengelolaan bantuan secara baik dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Ia mengajak kelompok tani mengembangkan bantuan secara mandiri agar manfaatnya terus berlanjut.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Wako Alfin juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendorong program yang meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

Wako Alfin berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima sekaligus mendorong mereka mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.(Adz)

Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Resmi Bergulir

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Tahun 2026 resmi Bergulir di Gedung Empat Jenis, Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Kejuaraan bergensi ini akan berlangsung dari tanggal 1-3 Oktober 2026, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 tahun 2026.

Kejuaraan Taekwondo ini di ikuti sejumlah club Taekwondo yang ada di kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Ricemilling Milik Mantan Anggota DPRD Kerinci Di Tanjung Pauh Hilir Terbakar

Kegiatan ini selain menjadi ajang kompetisi, Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci juga diarahkan untuk menjaring atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Para atlet yang tampil diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan. Bakat-bakat yang muncul dari kejuaraan ini nantinya dapat dipersiapkan untuk mewakili Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci dalam berbagai kejuaraan taekwondo di tingkat yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Kehadiran sejumlah klub dari Kerinci dan Sungai Penuh juga membuat kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga taekwondo di daerah.

Melalui kompetisi yang berlangsung secara sportif, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kesempatan membawa nama Kerinci dan Sungai Penuh ke pentas yang lebih luas.(Red)

Ricemilling Milik Mantan Anggota DPRD Kerinci Di Tanjung Pauh Hilir Terbakar

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Kebakaran kembali terjadi di kabupaten Kerinci, Kali Ini Rice Milling milik mantan anggota DPRD Kerinci, Asril di desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat,Ludes Terbakar.Demografi

Informasi yang diperoleh kebakaran kejadian terjadi pada Kamis malam, pada sekira pukul 19.00 Wib, warga mengetahui api sudah membesar.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

“Ya, kebakaran ini Heler atau Rice Miling Ngah Asril mantan anggota DPRD Kerinci,”ungkap Hengki salah seorang Warga.

Dia mengatakan, pada saat kebakaran warga tidak bisa berbuat banyak karena, sumber air sulit di dapatkan disebabkan musim kemarau.

“Warga tidak bisa berbuat banyak karena tidak ado sumber air,”sebutnya.

Baca Juga: Begini Pengakuan Istri di Bungo yang Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya, Baru 2 Minggu Menikah Sudah KDRT

Api berhasil dipadamkan setelah Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran yang sampai di Lokasi untuk memadapkan api. “Ado sekitar 4 Buah mobil datang memadamkan api,”bebernya.

Namun belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kerugian ditaksirkan mencapai ratusan jutarupiah.(Adz)

Begini Pengakuan Istri di Bungo yang Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya, Baru 2 Minggu Menikah Sudah KDRT

Dua tersangka kematian Budi Lestari, warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, yaitu M istri korban dan J mertua korban.(Doc.Tribunjambi)

BUNGO| MERDEKAPOST.COM - Kematian Budi Lestari, warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, memasuki babak baru setelah polisi menetapkan sejumlah tersangka. Tiga tersangka, yaitu M istri Budi, J mertua Budi, dan MU sebagai eksekutor.

Tirai kasus kematian Budi Lestari yang mayatnya ditemukan di kebun sawit kawasan Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, mulai tersingkap.

Dilansir dari Tribun Jambi, yang berkesempatan mewawancarai dua tersangka, M dan J, yang kini telah menjadi tahanan Polres Merangin.

Dalam pengakuannya, M istri Budi Lestari menuturkan perjalanan rumah tangganya selama 14 tahun.

Dia mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak awal pernikahan.

Dia juga mengaku keputusan yang berujung pada kematian suaminya dilakukan dalam kondisi yang ia sebut sebagai kekhilafan.

Bagaimana pengakuan M, sang istri yang jadi tersangka kematian suaminya Budi Lestari? Berikut petikan wawancara Jurnalis Frengky Widarta bersama M:

Apa yang sebenarnya menyebabkan Ibu sampai terlibat dalam kasus ini?

M: Sebenarnya saya tidak berniat melakukan perencanaan pembunuhan ini.

Saya melakukan perbuatan ini karena khilaf.

Pernikahan saya sudah berjalan 14 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar.

Awalnya, sebelum menikah, dia terlihat baik.

Dia sering memberikan makanan kepada keluarga dan bersikap baik kepada keluarga saya.

Setelah pernikahan berjalan sekitar dua minggu, baru terlihat bagaimana sikap suami saya.

Dia sering memukul, termasuk ketika ingin berhubungan dengan saya.

Saya tetap sabar dan ikhlas karena saya menikah untuk ibadah.

Saya bertahan sampai sekitar setengah tahun, kemudian saya pulang ke Jawa, ke rumah mertua.

Di sana kekerasan juga terus terjadi.

Saya pendam sendiri dan tidak pernah menceritakannya kepada orang lain.

Saya memilih merasakan semuanya sendiri.

Kapan kondisi tersebut mulai semakin berat?

M: Saya kemudian memiliki anak.

Saat hamil, dia juga kurang peduli kepada saya.

Saya tetap ikhlas menjalani semuanya.

Ketika melahirkan, saya juga mengaku mendapat perlakuan yang tidak baik.

Saya dimaki-maki dan tidak ditunggu.

Saat berada di ruang persalinan, saya bersama keluarga.

Saya sedang berjuang melahirkan anak kami, tetapi saya justru mendapat perlakuan yang menurut saya menyakitkan.

Setelah melahirkan, selama sekitar 40 hari saya tidak boleh melakukan banyak aktivitas.

Saat itu saya melihat suami saya menyentuh ibu saya.

Ibu saya kemudian langsung menolak.

Saya diam karena berpikir mungkin suami saya khilaf.

Bagaimana hubungan rumah tangga setelah itu?

M: Suami kemudian merantau.

Sekitar setahun kemudian dia pulang ke Jawa.

Kami kembali mengalami pertengkaran hebat.

Pertengkaran itu disaksikan mertua dan tetangga, tetapi mereka diam.

Saya sempat berkonsultasi dengan bapaknya, tetapi tidak mendapat banyak tanggapan.

Saya juga pernah berbicara dengan sepupunya.

Dia mengatakan kepada saya agar bersabar karena semua itu merupakan ujian.

Saya akhirnya bertahan karena anak.

Setelah itu suami kembali merantau ke Sumatra.

Ibu tadi menyebut mengalami kekerasan selama 14 tahun. Seperti apa yang Ibu maksud?

M: Perlakuan suami selama 14 tahun sangat memengaruhi mental dan fisik saya.

Bukan hanya kekerasan berupa pukulan.

Saat saya datang bulan, saya mengaku tetap dipaksa berhubungan seksual dengan cara yang tidak saya inginkan.

Saya sudah menangis dan menolak, tetapi dia tetap memaksa.

Saya hanya bisa menangis.

menurut saya, suami mengalami dorongan seksual yang sangat tinggi.

Bagaimana karakter Budi di mata Ibu ketika berada di luar rumah dan ketika berada di rumah?

M: Kalau di depan orang, dia pintar.

Dia manis dan bisa berbicara dengan orang lain.

Tetapi kalau di rumah, dia lebih banyak diam.

Kalau saya bertanya mengenai masa depan anak, sekolah, atau masalah keuangan, dia diam.

Saya juga tidak tahu dia memiliki utang di mana saja.

Untuk utang di toko, justru saya yang diminta mengambil.

Apakah Budi memiliki kebiasaan lain yang Ibu ketahui?

M: Dia sering minum alkohol dan berjudi.

Bagaimana dengan dugaan perlakuan Budi terhadap ibu Ibu?

M: Soal itu, ibu saya yang menceritakannya setelah suami meninggal.

Ibu mengatakan suami saya memperlakukannya seperti suami istri sebanyak dua kali.

Saya benar-benar syok.

Saya kaget bagaimana hal seperti itu bisa terjadi kepada ibu saya sendiri.

Bagaimana Ibu mengetahui persoalan keuangan Budi?

M:  Saya juga pernah ditanya polisi mengenai kebun yang atas nama suami.

Polisi juga menanyakan soal uang Rp50 juta yang katanya dikirim dari Jawa untuk membeli lahan.

Saya tidak tahu soal uang tersebut.

Kalau soal keuangan, saya tidak tahu siapa yang mengirim uang kepada almarhum.

Apa yang Ibu rasakan setelah ditangkap polisi?

M: Saya menangis dan merasa hancur.

Saya merasa berdosa kepada Allah.

Saya juga merasa semuanya campur aduk.

Setelah almarhum meninggal, setiap malam saya merasa seperti diganggu.

Saya juga menjalani ibadah selama berada di tahanan.

Saya menjalankan puasa sunah karena selama Ramadan sebelumnya saya banyak meninggalkan puasa.

Saat Ramadan, saya mengaku sering dilarang berpuasa oleh suami.

Dia mengatakan saya harus mengikuti suami.

Kalau saya berada di penjara, saya ingin memperbaiki diri.

Saya ingin lebih taat beribadah dan membayar kewajiban kepada Allah. 

(Editor: Aldie Prasetya| Source: Jambi.Tribunnews.com) BERSAMBUNG... 

Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam


Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Sungai Penuh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Robi Harianto S., S.H., M.H. 

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Pemusnahan turut disaksikan unsur terkait, di antaranya perwakilan Polres Kerinci, Kasat Resnarkoba IPTU Yandra Kusuma, perwakilan lembaga pemasyarakatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, serta Satpol PP.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah barang bukti dimusnahkan, di antaranya narkotika jenis sabu, ganja, telepon genggam (handphone), senjata tajam (sajam) serta barang bukti lainnya dari perkara tindak pidana umum. 

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Berdasarkan keterangan resmi Kejari Sungai Penuh, pemusnahan pada 1 oktober 2026 tersebut berasal dari 24 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap, terdiri dari 19 perkara narkotika dan lima perkara tindak pidana lainnya.

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan berupa sabu seberat 32,16 gram dan ganja seberat 190,3 gram, selain sejumlah handphone, senjata tajam, pakaian dan barang bukti lainnya.

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh 

Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Robi Harianto menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dalam proses penegakan hukum setelah perkara memperoleh kekuatan hukum tetap. Pelaksanaan tersebut juga menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam penyelesaian perkara.

Pemusnahan dilakukan agar barang bukti yang telah diputus pengadilan tersebut tidak dapat digunakan atau disalahgunakan kembali.

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan berbagai instansi terkait dan berjalan aman, tertib serta kondusif. (kai)



Warga Penyengat Olak Gelar Rapat Strategis Bahas Polemik Stockpile Pasir CV Lintas Makmur Sejahtera

 

Merdekapost.com – Menindaklanjuti surat undangan resmi dari Pemerintah Desa Penyengat Olak Nomor 140/023/X/PO-JLK/2026 tertanggal 30 September 2026, masyarakat setempat bergerak cepat. Mereka menggelar rapat koordinasi internal guna mematangkan strategi dan persiapan menghadapi pertemuan desa yang akan datang.

Rapat persiapan ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk menyatukan visi dan misi, sebelum menghadiri undangan resmi dari Kepala Desa terkait keluhan aktivitas stockpile (penimbunan) pasir yang dikelola oleh CV. Lintas Makmur Sejahtera.

Latar Belakang Keluhan

Seperti diketahui, aktivitas stockpile pasir yang berlokasi di RT.03 Desa Penyengat Olak telah menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Isu ini menjadi perhatian serius karena diduga menimbulkan dampak lingkungan dan sosial bagi warga setempat. Oleh karena itu, Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Rutomi, menjadwalkan pertemuan pada Hari Kamis 1 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB.

Strategi dan Persiapan Warga

Dalam rapat persiapan yang diinisiasi oleh masyarakat tersebut, terbentuklah beberapa poin strategi utama untuk dibawa ke meja perundingan desa esok hari.

Salah satu perwakilan warga menyatakan bahwa rapat internal ini bertujuan untuk menyusun argumentasi yang solid.

“Kami tidak ingin sekadar menyampaikan keluhan. Kami ingin datang dengan data, bukti, dan usulan solusi yang konstruktif. Rapat hari ini adalah langkah kami untuk menyamakan persepsi agar suara warga didengar secara efektif,” ujarnya.

Beberapa strategi yang disiapkan warga meliputi:

Pertamq, dokumentasi Dampak: Mengumpulkan bukti-bukti dampak aktivitas stockpile, mulai dari polusi debu, kerusakan rumah akibat kendaraan berat, hingga potensi gangguan kesehatan warga.

Kedua, penunjukan Juru Bicara: Menunjuk perwakilan yang tegas dan komunikatif untuk menyampaikan aspirasi dalam forum resmi nanti.

Ketiga, tuntutan Solusi: Merumuskan tuntutan yang jelas, apakah berupa pembatasan jam operasional, perbaikan rumah yang rusak, atau pengelolaan lingkungan yang lebih ketat sesuai regulasi yang berlaku.

Harapan Masyarakat

Masyarakat Penyengat Olak berharap pertemuan di Kantor Desa besok dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan hidup warga.

Dengan persiapan yang matang melalui rapat internal ini, warga Desa Penyengat Olak berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi mereka secara tertib, damai, namun tetap tegas demi kebaikan Bersama. (red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs