Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah 9 tahun asal Tanah Cogok Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah.(Adz)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Perjuangan Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus berlanjut. Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Gibran turut dipertanyakan.

Gibran disebut telah mengalami kondisi sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat orang tua Gibran harus berusaha keras memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahkan, sejumlah harta benda disebut telah dijual untuk membiayai pengobatan sang anak.

Kondisi ini mendapat perhatian Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah dalam melihat kondisi warganya yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila semestinya dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Sopan berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama dalam memastikan keluarga Gibran memperoleh informasi, akses pelayanan kesehatan, serta bantuan yang memang menjadi hak atau dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga berharap perhatian terhadap Gibran tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga Gibran masih terus berjuang dan berharap anak mereka mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialaminya.

Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian dan kehadiran pemerintah sangat diharapkan oleh keluarga Gibran.(Adz)

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

KERINCI – Kemunculan dua ekor beruang di kawasan permukiman warga Desa Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, memicu keresahan masyarakat. Satwa liar yang dilindungi tersebut dilaporkan sudah beberapa kali masuk ke ladang hingga merusak tanaman dan bahkan membuka rumah warga.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil merekam kemunculan beruang tersebut dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Menurut keterangan warga, kemunculan beruang bukan hanya sekali terjadi. Dalam sepekan terakhir, satwa tersebut dilaporkan sudah beberapa kali terlihat berkeliaran di area perkebunan yang dekat dengan permukiman.

“Dalam minggu ini sudah dua kali kehadiran beruang,” ujar salah seorang warga dalam rekaman video.

Warga juga menyebutkan bahwa jumlah beruang yang muncul diperkirakan lebih dari satu ekor. Bahkan, dalam kejadian terbaru terlihat dua ekor beruang berada di ladang masyarakat.

“Terlihat dua ekor beruang di perkebunan warga, kami minta dinas terkait segera turun tangan,” ungkap Refsanjani, seorang petani setempat.

Selain merusak tanaman, keberadaan beruang juga dilaporkan sempat membuka rumah warga, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi bahaya yang bisa terjadi.

Diduga, kemunculan satwa liar ini dipicu oleh berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya, sehingga beruang turun ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Warga Desa Koto Baru Hiang berharap pihak berwenang, khususnya BKSDA, segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Langkah seperti pemasangan perangkap atau evakuasi satwa dinilai perlu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi kemunculan beruang. (*)

Akhirnya NY (48) Warga Sungai Deras Kerinci Korban KDRT Meninggal Dunia, Menyusul Sang Suami yang Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh

Kerinci, Merdekapost.com - NY (48), warga Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, yang diduga menjadi korban KDRT pada Senin malam (10/8/2026) akhirnya meninggal dunia.

NY sempat dilarikan ke RSU MHA Thalib Sungai Penuh untuk mendapatkan perawatan. 

Namun, sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (11/8/2026), NY dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah NY kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Deras. Sementara itu, suami korban yang dilaporkan meninggal dunia di pohon cengkeh dimakamkan di Koto Majidin, di rumah kerabatnya.

Peristiwa ini tentu saja menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bahwa persoalan dalam rumah tangga tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan.

Kronologis Kejadian Konflik Keluarga yang Berakhir Memilukan

Suasana tenang di Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci berubah menjadi duka pada Senin (10/8/2026) malam. Konflik dalam sebuah keluarga berakhir memilukan dan menyita perhatian warga setempat.

Seorang warga berinisial NY (48) harus menjalani perawatan medis darurat di rumah sakit akibat luka yang dialaminya. Sementara itu, sang suami berinisial D (60) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan warga beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi.

Kepedulian Warga Meringankan Musibah

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.15 WIB. Ketika itu, saksi H (46) dan F (31) mendengar pertengkaran dari dalam rumah korban. Kepedulian tetangga mendorong warga untuk segera mendatangi lokasi guna memastikan keselamatan penghuni rumah.

Mengingat pintu rumah terikat dari dalam dan tidak ada jawaban, warga berinisiatif membuka pintu secara paksa. Di dalam rumah, warga menemukan NY membutuhkan pertolongan medis mendesak, sementara D sudah tidak berada di tempat.

Warga dengan cepat menolong NY dan membawanya ke Rumah Sakit Umum M. Thalib agar segera mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Keterangan dari saksi bahwa dirinya mendengar ada keributan antara suami isteri tersebut dari dalam rumah

setelah saksi masuk kerumah tidak ada ditemukan suami korban

Pencarian Keberadaan Suami

Usai membawa korban NY ke rumah sakit, warga bersama petugas kepolisian berupaya mencari keberadaan D untuk dimintai keterangan.

Sekitar pukul 22.15 WIB, tim pencari menemukan D sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan perladangan cengkeh milik warga setempat yang berjarak dari rumah korban sekitar 2 km.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah menindaklanjuti temuan di lapangan.

Penyelidikan Resmi Kepolisian

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengumpulkan fakta-fakta yang ada secara utuh dan terukur. Tim penyidik telah menghimpun keterangan dari para saksi serta mengamankan area kejadian.

Kepolisian mengajak masyarakat untuk saling merangkul, mendoakan pemulihan korban, serta tidak menyebarkan spekulasi atau gambar yang kurang pantas di media sosial demi menjaga kedamaian dan rasa empati bagi keluarga yang di tinggalkan. 

Kepada seluruh masyarakat, mari kita hindari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Jika terjadi persoalan atau konflik keluarga, selesaikan dengan kepala dingin, komunikasi yang baik, dan libatkan pihak yang dapat membantu.(*Red)

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik


Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Kebakaran Hebat di Sebukar, Rumah Orang Tua Pj Bupati Ikut Terbakar

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran di Sebukar Kerinci, Rumah Orang Tua Mantan PJ Bupati Ikut Terbakar

Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Warga bersama petugas berupaya keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Joni menyampaikan bahwa sebanyak empat armada pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Nazif Ediyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, 3 armada Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Tiga armada damkar sudah kita kerahkan. Armada semurup, Armada depati 7 dan armada jujun”. Sebut nya.

“Tiga unit armada Damkar yang diturunkan malam ini, dan tidak menutup kemungkinan tambah armada”. Tambahnya lagi.

Berdasarkan informasi dilapangan, salah satu rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah rumah keluarga orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.

"ada 2 unit rumah yang dilalap api dan rumah tersebut salah satunya adalah milik Orang tuanya Pak Asraf (Mantan Pj Bupati Kerinci)" Ujar Khaidir

"Iyo, rumah orang tuonyo pak Pj" Ujar Warga

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.(Ali)

MX Asia Bupati Cup 2026 Sukses Digelar, Kerinci Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism

Kerinci, MERDEKAPOST.COM - Gelaran MX Asia Bupati Cup 2026 resmi berakhir sukses. Ajang motocross bergengsi yang digelar di Kabupaten Kerinci itu berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah.

Event ini tidak hanya menghadirkan persaingan sengit para rider terbaik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan potensi wisata Kerinci ke tingkat yang lebih luas.

Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan penggemar olahraga otomotif memadati arena balap untuk menyaksikan aksi para rider yang tampil maksimal di setiap kelas perlombaan.

Atmosfer kompetisi berlangsung penuh semangat. Deru mesin, aksi lompatan, dan adu cepat para pembalap berpadu dengan keindahan alam Kerinci yang menjadi latar kuat penyelenggaraan event tersebut.

MX Asia Bupati Cup 2026 pun menjadi salah satu ajang olahraga otomotif yang mencuri perhatian di wilayah Sumatera pada tahun ini.

Keberhasilan penyelenggaraan event tersebut tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak. Panitia pelaksana, sponsor, aparat keamanan, tenaga medis, relawan, media, serta masyarakat Kabupaten Kerinci dinilai memiliki peran besar dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Selain menjadi arena kompetisi olahraga, MX Asia Bupati Cup 2026 juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Kehadiran peserta, ofisial, tim pendukung, komunitas otomotif, dan wisatawan dari berbagai daerah ikut menggerakkan aktivitas ekonomi. Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Para pelaku usaha lokal merasakan peningkatan aktivitas selama event berlangsung. Produk lokal Kerinci, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan masyarakat, ikut mendapat ruang promosi lebih luas di hadapan pengunjung dari luar daerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya ekonomi, sektor pariwisata Kerinci juga ikut mendapat dampak positif. Sebagai daerah yang dikenal memiliki kekayaan alam, mulai dari pegunungan, danau, hingga kawasan konservasi, Kerinci kembali mendapat sorotan melalui publikasi dan pemberitaan event tersebut.


Banyak pengunjung memanfaatkan momentum ini untuk menikmati sejumlah destinasi wisata setelah menyaksikan perlombaan. Hal itu semakin memperkuat posisi Kerinci sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan konsep sport tourism atau wisata olahraga.

Kesuksesan MX Asia Bupati Cup 2026 juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Kerinci memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah event berskala regional maupun nasional.

Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan semangat kolaborasi masyarakat, Kerinci dinilai mampu menghadirkan kegiatan berkualitas yang memberi manfaat luas bagi daerah.

Lebih dari sekadar perlombaan, MX Asia Bupati Cup 2026 menjadi ruang silaturahmi komunitas otomotif, panggung sportivitas, sekaligus etalase promosi daerah.

Event ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana strategis untuk membangun citra daerah, menarik kunjungan wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, masyarakat kini menantikan penyelenggaraan MX Asia Bupati Cup pada tahun-tahun mendatang.

Harapan besar muncul agar event ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta, komunitas otomotif, wisatawan, dan pelaku usaha dari berbagai penjuru tanah air.

MX Asia Bupati Cup 2026 memang telah usai. Namun semangat yang ditinggalkannya masih terasa: semangat berprestasi, berkolaborasi, dan membawa nama Kabupaten Kerinci ke panggung yang lebih besar.(*)

Terungkap Lagi, 6 Tersangka beserta Puluhan Gram Sabu dan Ganja Diamankan Polres Kerinci

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci berhasil melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika secara maraton di wilayah hukum Polres Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama periode 04 hingga 07 Mei 2026. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam orang tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan ganja.

​Kapolres Kerinci menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi narkoba di lingkungan mereka.

​Rangkaian Penangkapan:

​1. Sinergi Kakak-Adik di Desa Talang Lindung (04 Mei 2026)

Tim Opsnal mengamankan dua pria berinisial FR (26) dan JZ (30) yang merupakan saudara kandung di pinggir jalan Desa Talang Lindung. Keduanya tertangkap tangan saat mencari paket sabu seberat 0,25 gram yang dibeli secara online dengan sistem "tempel" di bawah tutup botol minuman.

2. Penggerebekan di Mukai Mudik (06 Mei 2026)

Petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Mukai Mudik dan mengamankan tersangka JE (43). Polisi menemukan 7 paket sabu seberat 1,60 gram yang disembunyikan dalam kotak permen di tumpukan pakaian. Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial A untuk diedarkan kembali.

3. Jaringan Bapak dan Anak di Sungai Ning (06 Mei 2026)

Dalam pengembangan kasus sebelumnya, polisi mengamankan MA (27) dan ayah kandungnya YR (46). MA diketahui berperan sebagai "kurir tempel" atas perintah bandar berinisial RT. Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan penyisiran lokasi tempelan di daerah Kumun, petugas mengamankan total sabu seberat 1,66 gram serta timbangan digital. Mirisnya, sang ayah (YR) turut membantu anaknya dalam meletakkan paket-paket sabu tersebut ke lokasi pesanan.

​4. Pengungkapan Jaringan Lapas di Lawang Agung (07 Mei 2026)

Terbaru, pada Kamis dini hari, Tim Opsnal meringkus seorang mahasiswa berinisial AR (31) di kediamannya, Jl. Sriwijaya. Tersangka sempat mencoba membuang tas berisi narkoba ke atap bangunan tetangga. Petugas berhasil mengamankan barang bukti yang cukup signifikan yakni 4,2 gram sabu dan 1,4 gram ganja. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut dipesan dari seorang narapidana di Lapas Kelas II B Padang berinisial FI seharga Rp6.200.000,-.

​Barang Bukti & Modus Operandi

​Secara keseluruhan, Polres Kerinci mengamankan belasan paket sabu, satu paket ganja, timbangan digital, alat hisap (bong), serta unit kendaraan bermotor dan handphone. Modus operandi yang digunakan para pelaku didominasi oleh transaksi online, di mana pembayaran dilakukan via transfer bank digital dan pengambilan barang menggunakan sistem "tempel/buang" di lokasi yang ditentukan melalui foto GPS.

​Ancaman Hukuman

​Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Jo UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara.

​Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(​Humas Polres Kerinci)

Geger! Warga Seleman Danau Kerinci Temukan Mayat Laki-laki di Warung Bakso

DANAU KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Warga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki disebuah warung makan "Bakso & Mie Ayam Tombo Luwe", Senin (30/03/2026). 

Kejadian ini tentu saja memancing kerumunan warga yang ingin melihat langsung di lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan

Penemuan mayat ini bermula saat warga sekitar merasa curiga dengan kondisi di dalam warung tersebut. Setelah diperiksa, ditemukan seorang pria sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sontak, kabar ini menyebar dengan cepat dan membuat warga setempat geger.

Pihak kepolisian dari Polsek Danau Kerinci segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi (police line) telah dipasang di sekitar warung untuk mencegah warga mendekat demi kelancaran proses evakuasi dan identifikasi.

Warga berkemumun di Lokasi kejadian.(adz)

Penyebab Kematian

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, pria tersebut diduga meninggal dunia akibat penyakit darah tinggi (hipertensi) yang dideritanya. 

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban saat pemeriksaan awal.

"Iya, tadi warga langsung ramai. Katanya meninggal karena sakit darah tinggi. Polisi sudah di lokasi untuk menangani," ujar salah satu warga yang berada di kerumunan.

Aparat Kepolisian dan Medis saat melakukan evakuasi.(Ali)

Evakuasi Korban

Hingga berita ini diturunkan, jenazah telah dievakuasi oleh petugas medis dan kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Situasi di lokasi saat ini masih terpantau ramai oleh warga yang penasaran, namun tetap kondusif di bawah pengawasan petugas.(Ali)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs