Jalan Belui-Koto Lanang Depati Tujuh Dipatok, Tanda Pembangunan Segera Dimulai

Merdekapost.com – Harapan masyarakat terhadap perbaikan ruas Jalan Belui–Koto Lanang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, mulai menemukan titik terang.

Setelah sebelumnya masuk dalam skala prioritas Pemerintah Kabupaten Kerinci, Senin (26/10/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci mulai melaksanakan pematokan di ruas jalan tersebut.

Dalam kegiatan itu, pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci, Surmila Apri Yulisa, turut mendampingi pihak PUPR untuk melihat langsung tahapan persiapan perbaikan jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, S.T., membenarkan pelaksanaan pematokan tersebut.

Menurutnya, pematokan merupakan salah satu tahapan persiapan dalam rencana penanganan ruas Jalan Belui–Koto Lanang.

“Pematokan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan penanganan jalan. Kami berharap proses selanjutnya dapat berjalan sesuai perencanaan sehingga perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan,” demikian draf pernyataan Kadis PUPR yang perlu dikonfirmasi.

Sementara itu, Surmila Apri Yulisa menyampaikan bahwa perbaikan ruas Jalan Belui–Koto Lanang merupakan harapan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius.

“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Kita berharap setelah dilakukan pematokan, proses selanjutnya dapat berjalan lancar dan perbaikan segera dilaksanakan. Masyarakat tentu menginginkan jalan yang layak dan aman untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” demikian draf pernyataan Surmila yang perlu dikonfirmasi.

Ia juga berharap koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah terus berjalan dengan baik agar rencana perbaikan tersebut tidak berhenti pada tahap persiapan.

Dimulainya pematokan ini menjadi langkah awal yang memberi harapan baru bagi masyarakat. Kini, warga menantikan realisasi pekerjaan fisik agar manfaat perbaikan jalan dapat segera dirasakan.(Red)

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova

 


Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan Pitria Nova


Kerinci, Merdekapost.com – Kuliner khas Kerinci, Jambi, kini semakin menancapkan tajinya di panggung internasional. Adalah Sambal Suhen, olahan khas bumi Sakti Alam Kerinci, yang berhasil memikat lidah penikmat kuliner mancanegara berkat dingin tangan seorang konten kreator lokal, Pitrianova.

Berawal dari konten promosi dan kecintaannya pada kuliner kampung halaman, Pitrianova secara konsisten memperkenalkan Sambal Suhen melalui media sosial. 

Olahan sambal dengan cita rasa otentik yang kaya rempah ini rupanya memantik rasa penasaran warga net, tak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

Kini, Sambal Suhen tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga kerap menjadi penawar rindu para perantau maupun pencinta kuliner pedas di berbagai negara. Tak tanggung-tanggung, pesanan Sambal Suhen besutan Pitrianova telah terbang hingga ke Malaysia, Jepang, Turki, hingga Korea Selatan.

"Awalnya hanya ingin mengenalkan kuliner khas Kerinci lewat konten. Alandhamdulillah, responnya luar biasa. Sekarang pesanan tidak hanya datang dari Sumatra dan pulau Jawa, tapi sudah ada yang minta dikirim ke Malaysia, Jepang, Turki, dan Korea," ujar Pitrianova.

Keberhasilan Pitrianova membawa Sambal Suhen menembus pasar global membuktikan bahwa potensi UMKM dan kuliner daerah Kerinci memiliki daya saing yang luar biasa jika dipadukan dengan strategi digital yang tepat. 

Kini, Sambal Suhen bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan salah satu 'duta' kuliner Kerinci di mata dunia.(Adz)

Ribuan Hektar Dikuasai PTPN 4 Kayu Aro, Kontribusi PAD Nol, DPRD Kerinci Jangan Diam!

Ribuan Hektar Dikuasai PTPN 4, Kontribusi PAD Nol, DPRD Kerinci Jangan Diam!.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Polemik keberadaan perkebunan PTPN IV Regional 4 di Kabupaten Kerinci terus bergulir. DPRD Kabupaten Kerinci didesak segera memanggil pihak manajemen PTPN untuk memberikan penjelasan terbuka terkait kontribusi perusahaan terhadap daerah serta kepastian status dan batas Hak Guna Usaha (HGU).

Pemanggilan tersebut dinilai penting agar berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat tidak berhenti menjadi isu tanpa kejelasan.

Salah satu hal yang perlu ditanyakan DPRD adalah sejauh mana kontribusi langsung aktivitas perkebunan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya:

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Dorong Potensi Unggulan Daerah

Masyarakat meminta adanya penjelasan berbasis data mengenai jenis penerimaan yang masuk ke daerah, termasuk pajak maupun kewajiban lain yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Selain persoalan kontribusi daerah, DPRD juga dinilai perlu meminta penjelasan mengenai luas, masa berlaku, batas koordinat, serta pemanfaatan lahan HGU PTPN IV Regional 4.

Hal ini menyusul munculnya pertanyaan dari masyarakat terkait batas antara areal perkebunan dengan lahan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

“DPRD perlu memanggil PTPN. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi sepihak. Perusahaan harus diberikan ruang menjelaskan berapa luas HGU, sampai kapan berlaku, batas-batasnya di mana, dan bagaimana kontribusinya terhadap daerah,” ujar salah seorang warga.

Pemanggilan tersebut juga dapat menjadi ruang klarifikasi bagi PTPN untuk menjelaskan tudingan maupun persepsi yang berkembang di masyarakat.

Bacaan Lainnya:

Dorong Peningkatan Kemampuan Digital ASN, Kemenag Kerinci Launching Kelas Digital

Petani Kerinci Minta BKPSDM Sungai Penuh Bertindak, Dugaan Penggelapan Hasil Tani yang Dilakukan Oknum PNS Kota Sungai Penuh

DPRD Kerinci diharapkan tidak hanya memanggil PTPN untuk membahas persoalan HGU, tetapi juga menghadirkan pihak BPN/ATR dan pemerintah daerah, sehingga data mengenai status dan batas lahan dapat dikonfirmasi secara bersama.

Dengan begitu, persoalan perkebunan PTPN IV Regional 4 dapat dibahas secara terbuka, berdasarkan dokumen dan data resmi, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat maupun perusahaan.

Kini, publik menunggu apakah DPRD Kabupaten Kerinci akan menindaklanjuti desakan tersebut melalui rapat dengar pendapat dan menghadirkan langsung manajemen PTPN IV Regional 4 untuk memberikan penjelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, Senin (21/9/2026), pihak Manajemen PTPN 4 Kayu Aro dan DPRD Kerinci belum ada keterangan terkait permasalahan tersebut.(Adz)

Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menutup rangkaian Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026, Minggu (20/9/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di kawasan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, itu menjadi penutup seluruh rangkaian festival yang mengangkat potensi kopi daerah.

Festival tersebut mempertemukan petani kopi, penggiat, pelaku usaha, pecinta kopi, pelaku UMKM hingga berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong perkembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., anggota DPRD Kerinci, Sekda, Asisten dan Staf Ahli, Ketua GOW, Ketua Persit, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, para camat serta para penggiat kopi.

Nuansa budaya turut mewarnai penutupan festival melalui penampilan Tarian Cerita Kopi yang dibawakan tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Pertunjukan tersebut menggambarkan keterkaitan antara kopi, budaya dan kehidupan masyarakat Kerinci. Kehadiran seni tradisional sekaligus memperkuat identitas daerah dalam festival yang menjadikan kopi sebagai tema utama.

Monadi: Antusiasme Masyarakat Jadi Kekuatan

Bupati Monadi mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat selama Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 berlangsung.

Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bukan hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan identitas daerah.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Monadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival, mulai dari sponsor, panitia, petani, penggiat kopi, pelaku UMKM hingga para peserta.

Monadi berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang telah terlibat. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” katanya.

Kompetisi Kopi Tampilkan Potensi Pelaku Kopi

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menghadirkan sejumlah kompetisi yang berkaitan langsung dengan kualitas dan kreativitas dalam dunia perkopian.

Pada kategori Greenbean Arabica, juara pertama diraih Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi. Posisi kedua ditempati Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo dan juara ketiga Busri dari Desa Pauh Tinggi.

Untuk kategori Greenbean Robusta, Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi kembali meraih juara pertama. Juara kedua diraih Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya, sedangkan juara ketiga diraih Santi Ali dari Sungai Penuh.

Monadi saat mempromosikan produk Kopi Lokal Kerinci.(mpc)

Sementara kategori Greenbean Liberika, posisi pertama diraih Adelia dari Jambi. Juara kedua diraih Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, dan juara ketiga Martono dari Sarolangun.

Pada lomba Manual Brewing, Frenki keluar sebagai juara pertama, disusul M. Irvan dan Galan Dwi Andika.

Untuk kategori Cup Taster, juara pertama diraih Rahma, juara kedua Frasetiawan dan juara ketiga Zanka Sari.

Sedangkan lomba Hilirisasi Kopi menempatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Kopi Datok/Cascara Kerinci dan juara ketiga Rahma Putri.

Bukan Sekadar Festival Tahunan

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkopian di Kerinci secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari peningkatan kualitas hasil petani, pengolahan, kreativitas produk, hilirisasi hingga perluasan pemasaran.

Dengan potensi perkebunan dan kekayaan alam yang dimiliki, kopi Kerinci dinilai memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Dari Tanah Surga Kerinci, kopi bukan hanya tentang cita rasa. Di balik setiap bijinya terdapat potensi ekonomi, kreativitas masyarakat dan kekayaan budaya yang terus diperkenalkan ke khalayak luas. (Adz)

Dukung Perluasan Lahan Perkebunan Kopi di Kayu Aro, Monadi Bidik Kopi Kerinci Berkualitas

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut ditandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu merupakan bagian dari perluasan tanaman kopi Arabika dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pada tahap pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 320 hektare, dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika seluas 650 hektare pada 2026. Sebanyak 42 kelompok penerima manfaat turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Kegiatan diawali arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengembangan dan hilirisasi kopi yang dimulai dari sektor hulu.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tersebut. Menurutnya, program perluasan kopi bukan sekadar menambah luas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Monadi menilai Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk menghasilkan kopi berkualitas. Selain Arabika, Pemkab Kerinci juga mengembangkan Robusta dan Liberika.

Namun, Bupati menegaskan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam.

Pemkab Kerinci mendorong penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari bibit berkualitas, budidaya, pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, produktivitas, pascapanen, peningkatan mutu, pemasaran hingga pengembangan produk olahan.

Dengan pola tersebut, komoditas kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci sebagai salah satu upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan bahwa kualitas produk dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi. Peluang pasar domestik maupun ekspor perlu dimanfaatkan dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Edi Purwanto Turun ke Lokasi Kebakaran, Upayakan Rumah Khusus Untuk Warga Bungo

Monadi juga berpesan kepada kelompok penerima manfaat agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta petunjuk teknis.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui perluasan 650 hektare tanaman kopi Arabika, Pemkab Kerinci berharap produksi kopi berkualitas terus meningkat dan berdampak terhadap pendapatan petani serta perekonomian daerah.

Lebih jauh, pemerintah daerah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas, kebanggaan dan salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika.

Dengan tanam perdana ini, Kerinci mulai memperkuat langkah membangun industri kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah.(Adz)

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

 

Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

Merdekapost.com | Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci melakukan langkah proaktif dengan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta. Langkah "jemput bola" ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., guna memperjuangkan peningkatan sarana, prasarana, serta fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci.

Dalam audiensi dan koordinasi tersebut, jajaran Dinkes Kerinci memaparkan berbagai kebutuhan krusial terkait peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat, ketersediaan alat kesehatan modern, hingga pengembangan infrastruktur RSUD agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dan merata.

Komitmen Tinggi untuk Kesehatan Masyarakat

Upaya gigih yang ditunjukkan oleh Kadis Kesehatan Kerinci, Hermendizal, S.K.M., M.M., mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepemimpinannya dinilai selalu memprioritaskan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kerinci, khususnya dalam memastikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terkendala keterbatasan fasilitas di daerah.

"Langkah koordinasi ke pusat ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Kerinci. Kita terus berupaya maksimal mendatangkan dukungan anggaran dan program dari pusat agar fasilitas RSUD kita makin lengkap dan memadai," ujar Hermendizal di sela-sela kegiatan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan Kemenkes RI dapat memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan alat medis modern, maupun program penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. 

Dengan terwujudnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, pelayanan RSUD Kerinci di masa mendatang diharapkan makin berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah 9 tahun asal Tanah Cogok Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah.(Adz)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Perjuangan Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus berlanjut. Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Gibran turut dipertanyakan.

Gibran disebut telah mengalami kondisi sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat orang tua Gibran harus berusaha keras memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahkan, sejumlah harta benda disebut telah dijual untuk membiayai pengobatan sang anak.

Kondisi ini mendapat perhatian Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah dalam melihat kondisi warganya yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila semestinya dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Sopan berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama dalam memastikan keluarga Gibran memperoleh informasi, akses pelayanan kesehatan, serta bantuan yang memang menjadi hak atau dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga berharap perhatian terhadap Gibran tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga Gibran masih terus berjuang dan berharap anak mereka mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialaminya.

Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian dan kehadiran pemerintah sangat diharapkan oleh keluarga Gibran.(Adz)

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

Dua Ekor Beruang Masuk Permukiman Warga Hiang Kerinci, BKSDA Diminta Segera Turun Tangan

KERINCI – Kemunculan dua ekor beruang di kawasan permukiman warga Desa Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, memicu keresahan masyarakat. Satwa liar yang dilindungi tersebut dilaporkan sudah beberapa kali masuk ke ladang hingga merusak tanaman dan bahkan membuka rumah warga.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 18.30 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil merekam kemunculan beruang tersebut dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Menurut keterangan warga, kemunculan beruang bukan hanya sekali terjadi. Dalam sepekan terakhir, satwa tersebut dilaporkan sudah beberapa kali terlihat berkeliaran di area perkebunan yang dekat dengan permukiman.

“Dalam minggu ini sudah dua kali kehadiran beruang,” ujar salah seorang warga dalam rekaman video.

Warga juga menyebutkan bahwa jumlah beruang yang muncul diperkirakan lebih dari satu ekor. Bahkan, dalam kejadian terbaru terlihat dua ekor beruang berada di ladang masyarakat.

“Terlihat dua ekor beruang di perkebunan warga, kami minta dinas terkait segera turun tangan,” ungkap Refsanjani, seorang petani setempat.

Selain merusak tanaman, keberadaan beruang juga dilaporkan sempat membuka rumah warga, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi bahaya yang bisa terjadi.

Diduga, kemunculan satwa liar ini dipicu oleh berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya, sehingga beruang turun ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Warga Desa Koto Baru Hiang berharap pihak berwenang, khususnya BKSDA, segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Langkah seperti pemasangan perangkap atau evakuasi satwa dinilai perlu dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi kemunculan beruang. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs