Terbengkalai, 21.800 Motor Listrik MBG Tak Terpakai Usai Dadan Cs Diciduk Kejagung

Sebanyak 21.800 unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) kini menjadi perhatian publik setelah tiga mantan petinggi BGN, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka. (Ist)

MERDEKAPOST.COM - Pengungkapan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menyeret sorotan terhadap ribuan motor listrik yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung operasional program tersebut.

Sebanyak 21.800 unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) kini menjadi perhatian publik setelah tiga mantan petinggi BGN, termasuk eks Kepala BGN Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Pengadaan kendaraan operasional tersebut disebut memiliki nilai anggaran fantastis, diperkirakan mencapai Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.

Ribuan Motor Listrik Terlihat Menumpuk di Gudang

Pantauan di kawasan Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menunjukkan ribuan motor listrik berwarna biru masih tersimpan di area gudang milik produsen Emmo Electric Mobility.

Kondisi di lokasi kini jauh berbeda dibanding beberapa bulan lalu. Jika sebelumnya kendaraan-kendaraan tersebut tersusun rapi di area penyimpanan samping gudang, kini jumlahnya terlihat semakin banyak hingga memenuhi halaman depan.

Deretan motor listrik itu tampak tidak beroperasi dan sebagian besar ditutupi jaring hitam untuk melindungi kendaraan dari panas maupun hujan.

Tak hanya motor listrik, sebuah truk kontainer milik PT Yasa Artha Tunggal (YAT) juga terlihat terparkir di area sekitar gudang.

Suasana Gudang Lengang

Saat didatangi pada Sabtu (6/6/2026), aktivitas di lokasi terpantau minim. Tidak terlihat adanya kegiatan distribusi maupun mobilitas kendaraan yang signifikan.

Meski gerbang gudang dalam kondisi terbuka, suasana di sekitar lokasi tampak sepi. Tidak terlihat pekerja maupun aktivitas operasional yang biasanya berlangsung di area tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola mengenai status ribuan motor listrik tersebut maupun kelanjutan distribusinya setelah kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan petinggi BGN mencuat.

Warga Sebut Aktivitas Berkurang Saat Akhir Pekan

Seorang pedagang yang biasa berjualan di sekitar kawasan gudang mengatakan kondisi sepi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh libur akhir pekan.

Menurutnya, pada hari kerja aktivitas di area gudang biasanya lebih ramai dibandingkan saat Sabtu dan Minggu.

"Kalau hari biasa ada aktivitas karyawan. Sabtu memang biasanya lebih sepi karena banyak yang libur," ujarnya.

Pengadaan Motor Listrik Ikut Disorot

Kasus dugaan korupsi MBG yang sedang ditangani aparat penegak hukum membuat sejumlah proyek pendukung program tersebut ikut menjadi perhatian, termasuk pengadaan kendaraan operasional.

Publik kini menunggu kejelasan mengenai nasib puluhan ribu motor listrik yang telah diproduksi tersebut, sekaligus menanti hasil penyelidikan terkait penggunaan anggaran dalam program MBG yang sebelumnya menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

(Aldie Prasetya /Tribunnewsbogor)

Pasutri Korban Kecelakaan Travel Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru-Dumai Dimakamkan Berdampingan

Prosesi Pemakaman Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Kerinci korban kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua liang kubur berdampingan di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu (6/5/2026).(iST)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Dua liang kubur berdampingan yang ada di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, menjadi saksi bisu perjalanan yang merenggut nyawa Tabrani (60) dan Nuraini (55), Minggu (7/5/2026).

Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Tanjung Tanah itu tak pernah tiba di tujuan. 

Mereka berpulang bersama, seusai mobil Travel Kerinci Wisata Express yang ditumpangi, kecelakaan maut di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.

Baca Juga:

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. 

Mobil toyota hiace bernomor polisi BH 70** RU yang membawa penumpang asal Kabupaten Kerinci itu menabrak bagian belakang dump truk Hino BM 90** VU yang melaju searah di depannya. 

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, menjebak sejumlah penumpang di dalam kabin.

Lima orang warga Kerinci meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Bagi keluarga di kampung halaman, kabar duka itu datang tanpa aba-aba. 

Pasutri Sederhana

Tabrani dan Nuraini dikenal sebagai pasangan sederhana yang kerap bepergian bersama. 

Tak ada firasat, tak ada pesan terakhir. 

"Kami sangat kaget. Perjalanan itu seharusnya biasa saja," ujar salah seorang anggota keluarga dengan suara tertahan, Minggu (7/6/2026).

Jenazah keduanya dipulangkan ke Kerinci dan dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu (6/6/2026, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Liang kubur yang berdampingan menjadi simbol perpisahan terakhir pasangan yang telah menghabiskan hidup bersama, meninggalkan dua orang anak dan dua cucu. 

Tangis keluarga dan pelayat mengiringi prosesi pemakaman, membungkus desa dalam suasana duka yang pekat.

Belum Bahas Santunan Asuransi

Di tengah kehilangan mendalam, keluarga memilih menunda pembahasan soal santunan maupun asuransi. 

Fokus mereka masih pada prosesi pemakaman dan doa bagi almarhum dan almarhumah. 

"Soal asuransi belum kami bicarakan. Saat ini kami hanya ingin menenangkan keluarga," kata perwakilan keluarga.

Dugaan Microsleep di Jam Rawan

Sementara itu, polisi menyebut kecelakaan diduga dipicu pengemudi travel yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat. 

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara menjelaskan, kendaraan melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. 

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Akibat kecelakaan itu, lima orang meninggal dunia. Empat korban, termasuk sopir dan pasangan suami istri Tabrani-Nuraini, meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis. 

Lima penumpang lain mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.

Evakuasi dan Penyelidikan

Pascakecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Riau bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, serta mengatur arus lalu lintas. 

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kecelakaan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menegaskan, kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor dominan kecelakaan di jalan tol, terutama pada jam-jam rawan dini hari. 

Polisi berkoordinasi dengan pengelola tol untuk mengaktifkan sistem peringatan keselamatan, termasuk public address di gerbang tol dan pemasangan pita kejut di titik rawan.

"Kami imbau pengendara tidak memaksakan diri saat mengantuk. Manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” tegas AKBP Eko Baskara.

Di Kerinci, 620 Km dari lokasi kejadian, peringatan itu mungkin terasa terlambat. 

Bagi keluarga Tabrani dan Nuraini, Tol Pekanbaru-Dumai menyisakan kesedihan dan duka mendalam, meninggalnya pasangan suami-istri yang sederhana. (*)

Pangkas Birokrasi Rujukan, Direktur RSU dr. Rofi Irman Resmi Luncurkan Program SISRUTE

 

Merdekapost.com – Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Rofi Imran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan dengan diluncurkannya program Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) secara resmi oleh Direktur RSU dr. Rofi Imran pada hari ini.

Program SISRUTE merupakan inovasi berbasis digital yang dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan mengintegrasikan proses rujukan pasien antar-fasilitas kesehatan. Dengan sistem ini, koordinasi mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit rujukan utama dapat dilakukan secara real-time.

Mempercepat Penanganan, Menyelamatkan Nyawa

Dalam sambutannya, Direktur RSU dr. Rofi Imran menyampaikan bahwa kecepatan penanganan adalah kunci utama dalam keselamatan pasien, terutama pada kasus-kasus darurat (emergency).

"SISRUTE bukan sekadar aplikasi baru, melainkan sebuah transformasi layanan. Selama ini, kendala rujukan sering kali terletak pada komunikasi dan kepastian ketersediaan ruang atau dokter spesialis. Dengan SISRUTE, semua data pasien dan kapasitas rumah sakit terbuka secara transparan sejak pasien masih berada di fasilitas kesehatan tingkat pertama," ujar Direktur.

Keunggulan Program SISRUTE

Penerapan teknologi ini membawa beberapa perubahan signifikan dalam alur pelayanan medis, di antaranya:

Kepastian Ketersediaan Fasilitas: Fasilitas kesehatan perujuk dapat langsung mengetahui ketersediaan kamar, alat medis, dan dokter spesialis di RSU dr. Rofi Imran sebelum mengirimkan pasien.

Transfer Data Medis Cepat: Rekam medis singkat pasien dapat dikirimkan secara digital, sehingga tim medis di RSU dr. Rofi Imran bisa melakukan persiapan tindakan bahkan sebelum pasien tiba di ruang IGD.

Efisiensi Waktu dan Biaya: Memangkas birokrasi administrasi konvensional (menggunakan telepon atau surat kertas) yang sering memakan waktu lama.

Sinergi Bersama Fasilitas Kesehatan Mitra

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan setempat, kepala puskesmas, serta perwakilan klinik swasta mitra RSU dr. Rofi Imran. Menutup acara, Direktur mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan program ini.

"Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan mitra dapat mengoptimalkan penggunaan SISRUTE ini. Mari kita hilangkan ego sektoral demi memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan humanis untuk masyarakat," pungkasnya.

Dengan hadirnya SISRUTE, RSU dr. Rofi Imran optimistis angka keterlambatan penanganan pasien rujukan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membawa pelayanan kesehatan daerah ke era digital modern. (*)

Bupati Merangin Lantik 237 Kepala Sekolah Ini Daftar Nama-namanya

Bupati Merangin M Syukur Lantik 237 Kepala Sekolah  

Merangin, Merdekapost.com – Bupati Merangin, M Syukur, mengambil langkah besar untuk menyegarkan dunia pendidikan di Kabupaten Merangin. Ia melakukan perombakan kepemimpinan secara menyeluruh yang menyasar posisi kepala sekolah, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bupati M Syukur memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi lebih dari 230 kepala sekolah tersebut. Acara yang berlangsung khidmat ini bertempat di Auditorium Rumah Dinas Bupati Merangin pada Sabtu (06/06/2026). Sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin juga hadir untuk menyaksikan momen penting ini.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Merangin untuk memperkuat tata kelola sekolah. Dalam arahannya, Bupati M Syukur menekankan bahwa kepala sekolah memegang kunci utama dalam menaikkan standar dan mutu pendidikan.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar fasilitas kepemimpinan, melainkan sebuah amanah besar. Para pemimpin baru ini memikul tanggung jawab untuk membimbing guru, mengelola operasional sekolah dengan transparan, serta menjamin seluruh siswa mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Daftar lengkap nama-nama 237 Kepala SD, SMP, dan TK Dilantik:

Ismail, S.Pd. SD – Kepala SDN 003/VI Bangko

Sakinah, S.Pdi – Kepala SDN 006/VI Pamenang

Herlina Edison, S.Pd. SD – Kepala SDN 009/VI Nalo Gedang

Evi Hartati, S.Pd. – Kepala SDN 010/VI Sungai Manau

Siswandi, S.Pdi – Kepala SDN 014/VI Air Batu

Susmarni, S.Pd – Kepala SDN 016/VI Pasar Muara Siau

Darmiyah, S.Pd – Kepala SDN 017/VI Pasar Masurai

Tonihadi Kesuma, S.Pd. – Kepala SDN 019/VI Jangkat

Reli listina, S.Pd. – Kepala SDN 021/VI Rantau Suli

Nellita, S.Pd – Kepala SDN 022/VI Pulau Tengah

Nopia Hedidiana, S.Pd. – Kepala SDN 024/VI Muara Jernih

Siti Patimah, S.Pd – Kepala SDN 025/VI Tanjung Ilir

Riska Monalisa, S.Pd. – Kepala SDN 026/VI Kapuk

Puspita Nur Azizah, S.Pd – Kepala SDN 027/VI Sidolego

Desinta Rasyani, S.Pd – Kepala SDN 028/VI Sumber Agung

Khalik Sabara, S.Pd. – Kepala SDN 029/VI Rantau Limau Manis

Muhammad Reza Yogaswara, S.Pd – Kepala SDN 031/VI Rantau Panjang

Deltika Anggraina, S.Pd – Kepala SDN 032/VI Air Liki Baru

Zuraidah, S.Ag – Kepala SDN 035/VI Seling

Sofia Havida, S.Pd – Kepala SDN 036/VI Rantau Panjang

Erchan Arya Juma, S.Pd – Kepala SDN 038/VI Danau

Matyakin Malide, S.Pd – Kepala SDN 039/VI Tanjung Kasri

Marta Dewi, S.Pd. SD – Kepala SDN 040/VI Rantau Panjang

Dian Hastuti, S.Pd.I – Kepala SDN 041/VI Rantau Panjang

Desmiyati, S.Pd.I – Kepala SDN 042/VI Rantau Alai

Aris Maryani, S.Pd.I – Kepala SDN 043/VI Guguk

Hafizatul Hayati, S.Pd.I – Kepala SDN 046/VI Desa Baru

Risma Apliani, S.Pd. SD – Kepala SDN 048/VI Biuku Tanjung

Chosnawelly, S.Pd. SD – Kepala SDN 049/VI Koto Renah

Muhammad Ajib, S.Pd. SD – Kepala SDN 052/VI Sidolego

Kusmawati M, S.Pd. SD – Kepala SDN 053/VI Pasar Masurai

Zulakmal, S.Pd. – Kepala SDN 054/VI Lubuk Birah

Wisriwati, S.Pd.I – Kepala SDN 055/VI Nilo Dingin

Elizawanti, S.Pd.I – Kepala SDN 056/VI Peradun Temeras

Yunizar, S.Pd. – Kepala SDN 058/VI Tanjung Berugo

Aprina Sovia, S.Pd.I, M.Pd. – Kepala SDN 060/VI Bangko

Akhorin, S.Pd. – Kepala SDN 065/BI Karang Berahi

Devi Warni, S.Pd – Kepala SDN 066/VI Jelatang

Siti Arfah, S.Pd. SD – Kepala SDN 070/VI Desa Gedang

Sukamto, S.Pd. SD – Kepala SDN 072/VI Koto Baru

Zakaria, S.Pd – Kepala SDN 074/VI Rancan

Eka Mustika Sari, S.Pd.I – Kepala SDN 075/VI Pulau Rengas

Aan Syukron, S.Pd.I – Kepala SDN 077/VI Kampung Limo

Patimah, S.Pd.I – Kepala SDN 078/VI Tiangko

Agri Novrian, S.Pd – Kepala SDN 079/VI Seringat

Parizal, S.Pd – Kepala SDN 080/VI Muara Bantan

Desi S, S.Pd – Kepala SDN 083/VI Birun

Jafriadi, S.Pd – Kepala SDN 084/VI Telun

Sih Wijayati, S.Pd – Kepala SDN 085/VI Baru Nalo

Akmal, S.Pd.I – Kepala SDN 086/VI Pasar Muara Siau

M. Reki Yama, S.Pd – Kepala SDN 087/VI Kandang

Fauziah, S.Pd.SD – Kepala SDN 088/VI Bangko

Mhd.Qhosim, S.Ld.I., Gr. – Kepala SDN 089/VI Sungai Manau

Anik Sulistiarani, S.Pd – Kepala SDN 091/VI Rantau Panjang

Andri Iskandar, S.Pd – Kepala SDN 093/VI Koto Rayo


Putri Susanti, S.Pdi – Kepala SDN 094/VI Tanjung Mudo

Yulissa Dharma Hayati, S.Pd.I. – Kepala SDN 096/VI Sumber Agung

Zefri Yanti, S.Pd.SD. – Kepala SDN 097/VI Rantau Panjang

Alyasusni, S.Pd.SD. – Kepala SDN 098/VI Bangko

Susi Henriani, S.Pd.SD. – Kepala SDN 099/VI Tambang Besi

Tilawati, S.Ag. – Kepala SDN 100/VI Pamenang III

Gela Arinda, S.Pd. – Kepala SDN 101/VI Sungai Ulak

Emilya Pirmawati, S.Pd.SD. – Kepala SDN 102/VI Markeh

Susrawati, S.Pd.I. – Kepala SDN 103/VI Bukit Parentak

Betty Riani, S.Pd.I. – Kepala SDN 104/VI Rantau Panjang

Saiful Norman, S.Pd. – Kepala SDN 105/VI Medan Baru

Dedi Afrizal, S.Pd. – Kepala SDN 106/VI Tanjung Beringin

Saipul Huda, S.Pd. – Kepala SDN 107/VI Ngaol

Yusfa Aida, S.Pd. – Kepala SDN 112/VI Rantau Kermas

Taufik, S.Pd. – Kepala SDN 113/VI Muara Madras

Iif Pratiwi, S.Pd.SD. – Kepala SDN 115/VI Bangko VIII

Alkis Iqromullah, S.Pd. – Kepala SDN 121/VI Aur Berduri

Sri Rizki Wardana Siregar, S.Pd. – Kepala SDN 122/VI Mensango

Mauliadisman, S.Pd. – Kepala SDN 123/VI Sidorukun

Rusmiati, S.Pd.SD. – Kepala SDN 124/VI Koto Baru

Yulianto, S.Pd. – Kepala SDN 125/VI Pulau Aro

Humaidi, S.Pd.I. – Kepala SDN 126/VI Muara Jernih

Devi Kumala, S.Pd. – Kepala SDN 128/VI Tanjung Putus

Fredi Hindicha, S.Pd. – Kepala SDN 129/VI Telentam

Yenita Patma, S.Pd.I. – Kepala SDN 130/VI Benteng

Ulpa Hartati, S.Ag. – Kepala SDN 131/VI Muaro Panco Timur

Yanziwar, S.Pd. – Kepala SDN 133/VI Rejosari

Salabiah, S.Pd. – Kepala SDN 135/VI Pulau Raman

Redi Santoso, S.Pd. – Kepala SDN 136/VI Pulau Tengah

Muhammad Hatta, S.Pd.SD. – Kepala SDN 139/VI Pulau Tengah

Dewi Mayasari, S.Pd. – Kepala SDN 141/VI Pulau Bayur

Zainab, S.Pd.SD. – Kepala SDN 142/VI Tanjung Benuang

Ernova Dewita, S.Pd.SD. – Kepala SDN 145/VI Salam Buku

Eka Prasetia, S.Pd. – Kepala SDN 146/VI Mentawak

Amplo Pidia, S.Pd. – Kepala SDN 148/VI Karang Anyar

Dwi Rahayu, S.Pd. – Kepala SDN 149/VI Pinang Merah

Ilham Wahyudi, S.Pd. – Kepala SDN 150/VI Lubuk Bumbun

Reni Kusmawati, S.Pd. – Kepala SDN 151/VI Batang Kibul

Emi Mardialis, S.Pd. – Kepala SDN 152/VI Rantau Panjang

Nevya Clara, S.Pd. – Kepala SDN 153/VI Rantau Panjang

Hadi Sukiman, S.Pd. – Kepala SDN 161/VI Muara Siau

Rama Mulia Putra, S.Pd. – Kepala SDN 164/VI Pulau Layang

Nur Faidah, S.Ag., M.Pd.I. – Kepala SDN 165/VI Titian Teras

Kusna Dewi, S.Pd.I. – Kepala SDN 166/VI Papit

Purwo Istanto, S.Pd.SD. – Kepala SDN 167/VI Pulau Tujuh

Jumanto, S.Pd.SD. – Kepala SDN 168/VI Mampun Baru II

Eko Setianto, S.Pd. – Kepala SDN 169/VI Meranti

Mugi Lestari, S.Pd.I. – Kepala SDN 170/VI Rasau

Mistiana, S.Pd. – Kepala SDN 171/VI Pauh Menang

Srimartini, S.Pd. – Kepala SDN 174/VI Rantau Panjang

Nenengsih, S.Pd.SD. – Kepala SDN 177/VI Marus Jaya

Rahmi Yanti, S.Pd.I. – Kepala SDN 178/VI Talang Segagah

Ahmad Fauzi, S.Pd.I. – Kepala SDN 181/VI Koto Rami

Muslimin, S.Pd. – Kepala SDN 182/VI Sepantai Renah

Janir Am, S.Pd.SD. – Kepala SDN 183/VI Renah Kemumu

Siti Fatimah, S.Pd. – Kepala SDN 190/VI Pulau Tujuh

Kamisah, S.Pd. – Kepala SDN 192/VI Rasau

Eko Satrio, S.Pd.I. – Kepala SDN 193/VI Bukit Bungkul

Tini Faridatul Khasanah Nurul Hidayati, S.Pd. – Kepala SDN 195/VI Pematang Kancil

Rofiqoh, S.Pd. – Kepala SDN 196/VI Tanah Abang

Zamzami, S.Pd. – Kepala SDN 197/VI Air Liki Baru

Mona Anggelina, S.Pd. – Kepala SDN 200/VI Tambang Baru

Rosnawati, S.Pd. – Kepala SDN 201/VI Lubuk Napal

Samsudin Bakar, S.Pd.I. – Kepala SDN 202/VI Beluran Panjang

Henri Ponda, S.Pd. – Kepala SDN 204/VI Pangkalan Jambu

Edik Prasetiyo, S.Pd.SD. – Kepala SDN 207/VI Selango

Juli Marjo, S.Pd. – Kepala SDN 208/VI Pematang Pauh

Sutarti, S.Pd.SD. – Kepala SDN 210/VI Pamenang

Dilla Fauziah, S.Pd. – Kepala SDN 214/VI Pelangki

Elvita Mayastuti, S.Pd. – Kepala SDN 215/VI Tambang Nibung

Apriani Susanti, S.Pd.I. – Kepala SDN 217/VI Pamenang

Agung Marta Pratama, S.Pd. – Kepala SDN 218/VI Lantak Seribu

Andrew Sonawijaya, S.Pd. – Kepala SDN 220/VI Tanjung Benuang

Reni Dara Lestari, S.Pd. – Kepala SDN 221/VI Sungai Kapas

Ilham, M.Pd. – Kepala SDN 222/VI Tanjung Rejo

Nurani Setyaningsih, S.Pd. – Kepala SDN 223/VI Rantau Limau Manis

Khairul Aswan, S.Pd. – Kepala SDN 224/VI Kapuk

Saipul, S.Pd. – Kepala SDN 226/VI Telentam

Mirdawati, S.Pd. – Kepala SDN 227/VI Tegal Rejo

Fika Dores, S.Pd. – Kepala SDN 230/VI Guguk

Erma Suryati, S.Pd. – Kepala SDN 232/VI Rantau Macang

Tri Yastuti, S.Pd.SD. – Kepala SDN 233/VI Renah Pelaan

Siti Aminah, S.Pd.I. – Kepala SDN 234/VI Tanjung Mudo

Sesi Darmayanti, S.Pd.I., Gr. – Kepala SDN 236/VI Tiangko

Qodariyah Arinda, S.Pd. – Kepala SDN 239/VI Bungo Antoi

Maryanto, S.Pd.SD. – Kepala SDN 240/VI Sungai Sahut

Sigit Pratama, S.S. – Kepala SDN 242/VI Sinar Gading

Oki Marta Risandi, S.Pd. – Kepala SDN 244/VI Sido Harjo

Eka Susanti, S.Pd. – Kepala SDN 245/VI Sungai Ulas

Marsidi, S.Pd.I. – Kepala SDN 247/VI Sialang

Nita Afijayani, S.Pd.SD. – Kepala SDN 248/VI Sungai Putih

Misri Rahayu, S.Pd. – Kepala SDN 249/VI Rawa Jaya

Laharis Maulana, S.Pd. – Kepala SDN 250/VI Gading Jaya

Daryono, S.Pd. – Kepala SDN 251/VI Mekar Jaya

Didik Dwi Zamis Firdaus, S.Pd. – Kepala SDN 252/VI Lantak Seribu

Fatra Dewantoro, S.Pd. – Kepala SDN 258/VI Rejo Sari

Sriatun, S.Pd. – Kepala SDN 259/VI Bukit Subur

Wahyu Sulistiawan, S.Pd. – Kepala SDN 261/VI Kota Raja

Restu Jumiarti, S.Pd. – Kepala SDN 262/VI Suko Rejo

M. Saman, S.Ag. – Kepala SDN 263/VI Pulau Aro

Koko Baskoro, S.Pd. – Kepala SDN 264/VI Bukit Bungkul

Kusyanto, S.Pd. – Kepala SDN 265/VI Bukit Beringin

Bukhari An, S.Pd. – Kepala SDN 266/VI Bukit Beringin

Salmainda Dwi Anwari, S.Pd. – Kepala SDN 267/VI Sungai Sahut

Desi Khoridatul, S.Pd.I. – Kepala SDN 268/VI Bunga Antoi

Joko Kuncoro Budi, S.Pd.SD. – Kepala SDN 269/VI Sungai Bulian

Ermayanti, S.Pd. – Kepala SDN 271/VI Sekancing Ilir

Amril, S.Pd. – Kepala SDN 273/VI Sungai Putih II

Rama Riska Putra, S.Pd.SD – Kepala SDN 274/VI Muara Delang

Nafiatul Malikah, S.Pd. – Kepala SDN 275/VI Mekar Jaya

Matius Edi Piyatno, S.Pd. – Kepala SDN 276/VI Air Batu

Ndari Setianingsih, S.Pd. – Kepala SDN 277/VI Tanjung Benuang

Mashuri, S.Pd.SD – Kepala SDN 278/VI Bangko

Agus Surianto, S.Pd.I. – Kepala SDN 279/VI Kapuk

Rutik Gusti Ayu, S.Pd., M.M. – Kepala SDN 280/VI Bangko

Hidra Dewi, S.Pd.SD – Kepala SDN 282/VI Bangko

Pandu Arbi Sepnanda, S.Pd. – Kepala SDN 283/VI Tanah Abang

Solhawati – Kepala SDN 285/VI Baru Nalo

Tri Astuti, S.Pd.SD – Kepala SDN 288/VI Seri Sembilan

Ari Bowo, S.Pd. – Kepala SDN 293/VI Sungai Bulian

Rito Yatra, S.Pd. – Kepala SDN 295/VI Sungai Limau

Yusminahar, S.Pd.I. – Kepala SDN 296/VI Rantau Panjang

Hardiyanto, S.Pd. – Kepala SDN 297/VI Koto Rayo

Leni Wimbo Pracoyo, S.Pd.SD – Kepala SDN 298/VI Bukit Beringin

Erna Kurniawati, S.Pd.SD – Kepala SDN 302/VI Bunga Antoi

Hamdani, S.Pd.I. – Kepala SDN 303/VI Pulau Tebakar

Sutrisno, S.Pd. – Kepala SDN 305/VI Bungo Tanjung

Nosliadi, S.Pd. – Kepala SDN 306/VI Sungai Limau

Al Kudus, S.Pd. – Kepala SDN 310/VI Tunggul Bulin

Bakti Lestari, S.Pd. – Kepala SDN 311/VI Sungai Limau

Azra’ei, S.Pd. – Kepala SDN 312/VI Koto Rayo

Ragil Tri Minerva, S.Pd. – Kepala SMPN 04 Merangin

Riza Vitri Yanni, S.Pd. – Kepala SMPN 05 Merangin

Jamilah, M.Pd., S.Pd.I. – Kepala SMPN 09 Merangin

Wendri Novrian – Kepala SMPN 10 Merangin

Evi Susanti, S.Pd. – Kepala SMPN 14 Merangin

Sri Winarni, S.Pd. – Kepala SMPN 16 Merangin

Kurnia Puji Lestari, S.Pd. – Kepala SMPN 18 Merangin

Muklis Haruaya Pangaribuan, S.E. – Kepala SMPN 19 Merangin

Aziza Putra, S.Pd.I. – Kepala SMPN 23 Merangin

Sutarwadi, S.H. – Kepala SMPN 24 Merangin

Rini Dian Sukma, S.Pd. – Kepala SMPN 27 Merangin

Juni Mariana, S.Pd. – Kepala SMPN 28 Merangin

Huzairi, S.Pd. – Kepala SMPN 30 Merangin

Neli Asmeri, S.Ag. – Kepala SMPN 31 Merangin

Erat Indri Hastuti, S.Pd. – Kepala SMPN 33 Merangin

Heriati, S.Pd.SD – Kepala SMPN 34 Merangin

Mashuri, S.Pd.I. – Kepala SMPN 35 Merangin

Hendriadi, S.Pd.I., M.Pd.I. – Kepala SMPN 37 Merangin

Rianto, S.Pd. – Kepala SMPN 42 Merangin

Jelita Asmara, S.Pd. – Kepala SMPN 43 Merangin

Sisca Yuliasary, S.P. – Kepala SMPN 45 Merangin

Faridah, S.Pd.Ing. – Kepala SMPN 46 Merangin

Zainal Abidin, S.Pd.I. – Kepala SMPN 48 Merangin

Nova Aryani, S.Pd.Ing. – Kepala SMPN 49 Merangin

Hasmailena Saragih, S.Pd.I. – Kepala SMPN 51 Merangin

Masri, S.Pd. – Kepala SMPN 52 Merangin

Nelis Manihuruk, S.Pd. – Kepala SMPN 53 Merangin

Emilda Sepridawati, S.Pd., M.Pd.I. – Kepala SMPN 56 Merangin

Wendi Armanto, S.Pd. – Kepala SMPN 57 Merangin

Eko Dedy Subandi, S.Pd. – Kepala SMPN 58 Merangin

Sofyan Hadi, S.Pd. – Kepala SMPN 59 Merangin

Iman Sukiman Nabadinhaq, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 01 Merangin

Anjas Saputra, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 02 Merangin

Nani Safitri, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 04 Merangin

Zainal, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 05 Merangin

Gatot Suherman, S.Pd.I. – Kepala SMPN Satu Atap 06 Merangin

R Mardianto, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 07 Merangin

Sri Wahyuni, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 09 Merangin

Rita Lestari Astuti, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 12 Merangin

Hairul, S.E. – Kepala SMPN Satu Atap 14 Merangin

Lian Herdiyantomi, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 17 Merangin

Osna Yenti, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 21 Merangin

Dwi Naryo, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 22 Merangin

Ngatiman, S.Pd. – Kepala SMPN Satu Atap 24 Merangin

Ngatemi, S.Pd. – Kepala TK Negeri Cahaya Abadi

Sri Astati, S.Pd. – Kepala TK Negeri Fajar Harapan

Narsih, S.Pd. – Kepala TK Negeri Harapan Bunda 1

Suraya, S.Pd. – Kepala TK Negeri Jamiatul Islam

Meri Herlina, S.Pd. – Kepala TK Negeri Lima Jurai

Emi Suryani, A.Ma.Pd. – Kepala TK Negeri Pertiwi 1

Yulita Hastuti, S.Pd. – Kepala TK Negeri Pertiwi Dharma Wanita ***

Duka Mendalam, 5 Orang Meninggal pada Lakalantas di Tol Pekanbaru–Dumai, Bupati Kerinci Sampaikan Belasungkawa

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Kerinci setelah sebuah mobil travel Kerinci Wisata Ekspress jenis Toyota Hiace bernomor polisi BH 7013 RU mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan tragis tersebut melibatkan Toyota Hiace yang membawa sejumlah penumpang asal Kerinci dan sebuah dump truk Hino BM 9064 VU yang melaju di jalur yang sama.

Akibat insiden tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi Toyota Hiace mengalami kelelahan atau microsleep saat perjalanan menuju Dumai.

Baca Juga: 5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

Kendaraan yang dikemudikannya kemudian menabrak bagian belakang dump truk yang berada di depannya.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah pengemudi Toyota Hiace, Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung, serta tiga penumpang yakni Tabrani (60) dan Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, serta Maiza. Sementara seorang penumpang lainnya, Rasmida (57), warga Pasir Tamiai, Kecamatan Danau Kerinci, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di klinik setempat.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Kerinci. Sebagian besar korban diketahui merupakan warga Kabupaten Kerinci yang sedang melakukan perjalanan menggunakan jasa travel menuju Riau.

Selain korban meninggal dunia, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya Roplis yang mengalami luka cukup serius dan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru.

Kemudian Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Desa Lolo Kecil, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kondisi sadar. Korban lainnya, Sabil Pratama Putra (17), warga Talang Lindung, Kecamatan Danau Kerinci, juga mengalami luka-luka akibat benturan keras saat kecelakaan.

Sementara itu, identitas beberapa penumpang lainnya masih terus didata oleh pihak berwenang untuk memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut.

Aparat kepolisian dari Ditlantas Polda Riau masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Bupati Kerinci Ucapkan Belasungkawa

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

Bupati Kerinci, Monadi, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan seluruh masyarakat Kerinci, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga para korban husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ungkapnya.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang membutuhkan

Masyarakat diimbau untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan saat merasa lelah demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.

Identitas Korban

Data Korban Meninggal Dunia:

1. Roka Munanda (30) – Pengemudi Toyota Hiace – Meninggal di TKP.

2. Tabrani (60) – Penumpang – Meninggal di TKP.

3. Nuraini (55) – Penumpang – Meninggal di TKP.

4. Maiza – Penumpang – Meninggal di TKP.

5. Rasmida (57) – Penumpang – Meninggal saat menjalani perawatan di klinik.

Korban Luka-Luka:

Roplis – Dirujuk ke Rumah Sakit Pekanbaru.

Suci Sepdika Sari (17) – Luka-luka, kondisi sadar.

Sabil Pratama Putra (17) – Luka-luka.

Dona – Dalam pendataan.

Satu penumpang perempuan (Ms. X) – Dalam pendataan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling memilukan yang menimpa warga Kerinci sepanjang tahun 2026. Doa dan harapan terus mengalir agar seluruh korban luka dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.(Adz)

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

 

5 Warga Kerinci Meninggal, Kecelakaan Tragis di Tol Pekanbaru-Dumai Travel Hiace dan Dump Truk

PEKANBARU, MERDEKAPOST.COM – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Kerinci setelah lima warganya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecelakaan melibatkan satu unit Toyota Hiace yang mengangkut sejumlah penumpang asal Kerinci dengan sebuah dump truk Hino yang melaju di jalur yang sama. Selain menyebabkan lima korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toyota Hiace tersebut sedang melakukan perjalanan dari Pekanbaru menuju Dumai. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga menabrak bagian belakang dump truk Hino yang berada di depannya.

Baca Juga: Tidak ada Korban Jiwa, Kronologis Rumah Orang Tua PJ Bupati Ludes Dilalap Si Jago Merah

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan petugas segera melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan. Tim gabungan melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk penanganan medis.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa pengemudi Toyota Hiace mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi. Kondisi tersebut diduga menyebabkan hilangnya konsentrasi sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dan menabrak truk yang berada di depannya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menyebut benturan keras yang terjadi mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia di lokasi kejadian maupun setelah mendapatkan perawatan medis.

Lima korban meninggal dunia yang berhasil teridentifikasi yakni Roka Munanda (30), warga Desa Pondok Agung; Tabrani (60), warga Simpang Empat Tanjung Tanah; Nuraini (55), warga Simpang Empat Tanjung Tanah; Rasmida (57), warga Pasir Tamiai; serta Maiza yang juga menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka antara lain Roplis yang dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru, Suci Sepdika Sari (17), pelajar asal Lolo Kecil, serta Sabil Pratama Putra (17), pelajar asal Talang Lindung. Beberapa korban lainnya masih dalam pendataan petugas.

Pengemudi dump truk Hino bernama Marjiono (65) dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.

Baca Juga: Sempat Viral dan Bikin Gaduh di Medsos, WRT Team Klarifikasi Soal Hadian Juara Umum Lokal Asia MX Kerinci 2026

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres Siak dan Jasa Raharja telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

AKBP Eko Baskara mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Pengemudi diminta memanfaatkan rest area yang tersedia untuk beristirahat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, kelima korban yang merupakan warga Kerinci sudah dibawa pulang menggunakan 5 Ambulance.

5 mobil ambulance yang membawa jenazah para korban telah diberangkatkan sekitar pukul 13.00 WIB menuju Kabupaten Kerinci

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi jarak jauh untuk selalu menjaga kondisi fisik dan memastikan waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.(*)

Sempat Viral dan Bikin Gaduh di Medsos, WRT Team Klarifikasi Soal Hadian Juara Umum Lokal Asia MX Kerinci 2026

Sempat Viral dan Bikin Gaduh di Medsos, WRT Team Klarifikasi Soal Hadian Juara Umum Lokal Asia MX Kerinci 2026

Kerinci, Merdekapost.com - Keluarga besar Team WRT (Manager, Pembalap dan Crew) dalam memberikan klarifikasi dan permononan maaf terkait dengan hadiah Juara Umum Lokal Kerinci pada ajang Asia MX Kerinci 2026 beberapa hari yang lalu.

yang mana persoalan hadiah tersebut sempat viral dan membuat kegaduhan di media sosial. Begini Bunyi Klarifikasinya yang diunggah juga di media sosial facebook 

Assalamualaikum wr.wb

Kami Keluarga besar Team WRT (Manager, Pembalap dan Crew) dalam kesempatan ini ingin memberikan klarifikasi terkait dengan hadiah Juara Umum Lokal Kerinci pada ajang Asia MX Kerinci 2026 beberapa hari yang lalu.

yang sempat viral dan membuat kegaduhan di media sosial.

Melalui pernyataan ini, Kami keluarga besar Team WRT memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada : 

- Seluruh lapisan masyarakat

- Bapak Bupati Kerinci

- Promotor Acara

- DPRD Kab Kerinci

- Polres Kerinci 

- IMI 

- KONI

- Serta seluruh jajaran panitia penyelenggara

Sesuai hasil Musyawarah yang telah dilaksanakan Antara Team WRT dan Panitia, kedua belah pihak saling menyadari adanya kelalaian Team WRT dalam  mengajukan Protes sesuai prosedur Panitia.

Begitu juga Panitia  menyadari adanya kelalaian Visualisasi gambar Hadiah yang tertera di Brosur yang  pada akhirnya terjadi  Miss Komunikasi antara kedua belah pihak.

Namun semua itu dapat kami jadikan pelajaran berharga kami juga manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan keteledoran.

Alhamdulillah, setelah Musyawarah duduk bersama yang kami adakan secara kekeluargaan dan kepala dingin mengenai hadiah *Juara Umum Lokal Kerinci Asia MX 2026,* antara Team WRT dan Panitia yang awalnya menjadi polemik dan kegaduhan maka kedua belah telah mencapai kesepakatan yang adil dan sesuai regulasi yang berlaku, sehingga tidak ada lagi yang dirugikan.

Pernyataan ini kami sampaikan secara sadar, tulus, dan tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

Salam hormat kami Keluarga Besar Team WRT.

Wassalam

Promotor dan Panpel bersama Crew WRT.(adz)

Dengan demikian, persoalan yang sempat memicu kegaduhan dan viral menjadi perdebatan di medsos telah selesai dan clear, baik WRT team maupun panitia pelaksana.(Adz)

Oman Diayam-sayur 3-0, Ini Baru Timnas Kata Netizen! Simak ceritanya

Oman Diayam-sayur 3-0, Ini Baru Timnas Kata Netizen

Akhirnya Timnas kembali merasakan kemenangan. Duh senangnya. Oman yang menjadi lawan, diayam-sayur Romeney cs 3-0. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Timnas yang bertengger di peringkat 122 FIFA sukses menggebuk Oman yang nangkring di peringkat 79 FIFA dengan skor telak 3-0 dalam laga persahabatan di GBK. Ya, 122 mengalahkan 79.

Sejak babak pertama dimulai, pasukan John Herdman langsung mengeluarkan Jurus Naga Merah Mencari THR. Oman dibuat sibuk bertahan. Peluang berdatangan seperti pesan WA pinjaman online saat tanggal tua.

Untung bagi Oman, kiper mereka, Ahmed Faraj Abdulla AI Rawahi, masih waras. Kemungkinan sebelum pertandingan beliau minum kopi robusta dicampur doa orang tua. Kalau tidak, skor bisa berubah seperti nomor antrean BPJS.

Di tribun, suasana pecah. lbu-ibu komplekS yang biasanya khusyuk pengajian mendadak mengajukan cuti rohani. Mamang bakso lewat seperti hantu, tak dianggap. Semua mata tertuju ke lapangan.

Menit ke-8, Beckam Putra melakukan tekel dan langsung diberi kartu kuning. Penonton langsung berwajah seperti orang salah transfer uang.

"Beckam, pelan-pelan. Jangan buka Jurus Tendangan Mabuk Laut dulu" teriak seorang bapak yang berat badannya setara kulkas dua pintu.

Gol pertama lahir pada menit ke-13. Tendangan bebas dari luar kotak penalti disambut sundulan Justin Hubner. Bola masuk. Gawang Ahmed Faraj Abdulla AI Rawahi jebol.

GBK langsung meledak. Burung-burung di sekitar stadion mungkin ikut kaget dan pindah domisili sementara.

Menit ke-27, Ole Romeny melakukan aksi solo yang membuat pertahanan Oman seperti murid silat baru latihan gratis. Gol kedua!

Penonton pecah lagi. Konon ada seorang cewek berteriak, "Ole, marry me!" Sementara di rumah-rumah, gelombang kedua kopi nasional mulai diproduksi.

Drama datang pada menit ke-38. Justin Hubner menjatuhkan pemain Oman di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Hatem Al Rushadi maju sebagai algojo.

Seluruh rakyat mendadak diam seperti siswa melihat kepala sekolah lewat. Tendangan dilepas. Namun Emil Audero mengeluarkan Jurus Tapak Dewa Penepis Kutukan. Bola berhasil ditepis.

Penonton mengusap dada. Sebagian hampir pesan ambulans karena jantungnya sempat pindah ke tenggorokan.

Babak pertama berakhir 2--0. Indonesia menguasai 65 persen permainan.

Di ruang ganti, Herdman konon berkata, "Pertahankan kemenangan. Kalau bisa tambah gol. Siapa tahu rupiah lebih perkasa dari dolar."

Sementara pelatih Oman, Tarik Sektioui, memberi motivasi, "Kita makan Kabsa. Mereka makan sambal. Masa kalah? Malu sama nenek moyang!"

Sayangnya dunia punya rencana lain.

Masuk babak kedua, Oman mulai berani menyerang dengan formasi 4-2-3. Namun benteng Garuda yang dijaga Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Justin Hubner berdiri seperti tembok kerajaan yang dicor pakai tekad ibu-ibu arisan.

Justin kemudian diganti Dony Pamungkas. Mungkin untuk mencegah beliau membuka Jurus Kartu Merah Penghancur Kedamaian.

Menit ke-58, Nathan Tjoe-A-On mendapat kartu kuning. "Nathan, ngopi dulu, Nak," kata jutaan pelatih dadakan di seluruh Indonesia.

Lalu pada menit ke-56, Ragnar Oratmangoen menjebol gawang Ahmed Faraj Abdulla Al Rawahi. Gol ketiga! Kiper Oman mungkin mulai bertanya kepada alam semesta, "Mengapa aku berada di sini?"

Penonton tak peduli lagi soal pekerjaan besok pagi. Yang pacaran lupa romantis. Yang ronda lupa ngantuk. Bahkan nenek-nenek ikut nimbrung nonton.

Tarik Sektioui hanya bisa termenung melihat pasukannya gagal mengeluarkan jurus andalan. Nathan kemudian diganti Yacob Sayuri untuk menambah daya gedor.

Oman terus menyerang sampai akhir. Namun pertahanan Indonesia malam itu keras kepala seperti WiFi tetangga yang tidak pernah mau berbagi.

Peluit panjang berbunyi. Skor tetap 3-0. Indonesia menang. Warkop penuh. Pos ronda meriah. Netizen damai.Next, lawan Mozambik. Ngopi lagi kita, Bro. ungkap Netizen!. (Adz)

Tidak ada Korban Jiwa, Kronologis Rumah Orang Tua PJ Bupati Ludes Dilalap Si Jago Merah

Kebakaran hebat kembali terjadi di Kabupaten Kerinci, Kali ini Dua unit rumah di Desa Sebukar Kecamatan Tanah Cocok Kabupaten Kerinci dikabarkan ludes dilalap sijago merah pada Jumat malam (5/6/2026) sekira pukul 21.00 WIB.(mpc/dir)

Kerinci, Merdekapost.com – Kebakaran hebat kembali terjadi di Kabupaten Kerinci, Kali ini Dua unit rumah di Desa Sebukar Kecamatan Tanah Cocok Kabupaten Kerinci dikabarkan ludes dilalap sijago merah

Salah satunya milik Bapak Zainun, orang tua dari Asraf (Mantan PJ Bupati Kerinci) yang dilaporkan juga ikut ludes dilalap sijago merah pada Jumat malam (5/6/2026) sekira pukul 21.00 WIB. 

Kronologis Kejadian

Menurut keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari bagian tengah rumah.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar ditambah lagi sedang musim kemarau. 

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian.

Berkat kesigapan petugas gabungan bersama masyarakat akhirnya api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak merembet kerumah lain.(dir/mpc)

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan.

Sampai Jam 11.45 WIB, petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat masih melakukan kegiatan penyiraman lokasi kebakaran untuk memastikan si jago merah tidak kembali berkobar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara kedua Orang tua Asraf dapat di evakuasi dengan selamat. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya bangunan dan berbagai barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.

Musim Kemarau, Warga diminta Waspada

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik, namun penyebab tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari petugas terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan memastikan kondisi peralatan elektronik dalam keadaan aman guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.

"Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai," ujar salah seorang petugas di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.(dir)

Kebakaran di Sebukar, Kapolsek Sitinjau Laut dan 4 Armada Damkar Gabungan Gerak Cepat Padamkan Api, Damkar Sitinjau Laut Tak Kelihatan

Kebakaran di Sebukar, Kapolsek Sitinjau Laut dan 4 Armada Damkar Gabungan Gerak Cepat Padamkan Api.(MPC) 

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Musibah kebakaran hebat melanda Desa Sebukar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci pada malam hari. Kobaran api yang membubung tinggi menghanguskan dua unit rumah warga. Salah satunya merupakan rumah milik orang tua mantan Pj Bupati Kerinci yang ludes terbakar, serta rumah mantan Pj Bupati Kerinci sendiri yang ikut dilahap api hingga separuh bangunan.

​Mendapat informasi mengenai amukan sijago merah tersebut, Kapolsek Sitinjau Laut, Iptu Sigit, langsung mengambil tindakan gas poll. Tanpa mengulur waktu, Kapolsek beserta jajaran langsung meluncur cepat menuju lokasi kejadian demi membantu warga yang sedang panik.

​Kapolsek Turun Langsung ke Lokasi

​Bukan sekadar memantau, Kapolsek Sigit terlihat turun langsung ke lapangan di tengah kepulan asap dan kerumunan warga untuk memimpin serta membantu proses pemadaman.

Kehadiran aktif aparat kepolisian di lokasi memberikan dampak sigap di tengah situasi darurat yang mencekam tersebut.

API PADAM: Kapolsek Sitinjau Laut Iptu Sigit turun langsung kelokasi kebakaran Sebukar dan terlihat tersenyum setelah api berhasil dipadamkan.(mpc) 

​Kondisi api yang membesar sempat membuat warga sekitar histeris karena material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat. 

​Kritik Warga: Damkar Setinjau Laut Tak Tampak Batang Hidungnya

​Di tengah perjuangan memadamkan api, kekecewaan mendalam sempat dilontarkan oleh warga setempat. Pasalnya, armada mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) wilayah Kecamatan Sitinjau Laut justru tidak tampak sama sekali batang hidungnya di lokasi kejadian saat api sedang mengamuk.

​Beruntung, berkat koordinasi yang cepat, bantuan armada dari wilayah lain segera tiba di lokasi. Sebanyak 4 unit mobil Damkar gabungan diterjunkan untuk menjinakkan api, yang terdiri dari:

  1. ​Damkar Sungai Abu
  2. ​Damkar Jujun
  3. ​Damkar Semurup
  4. ​Damkar Kota Sungai Penuh

​Bersama personil Damkar gabungan, TNI, Polri yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sigit, serta dibantu ratusan warga yang bahu-membahu, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke pemukiman padat penduduk lainnya.

​Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Namun, gerak cepat dan aksi nyata Kapolsek Sitinjau Laut di lapangan mendapat apresiasi dari warga yang berada di lokasi.(Ali)

Kebakaran Hebat di Sebukar, Rumah Orang Tua Pj Bupati Ikut Terbakar

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran di Sebukar Kerinci, Rumah Orang Tua Mantan PJ Bupati Ikut Terbakar

Si jago merah mengamuk di Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman warga itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Warga bersama petugas berupaya keras memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci membenarkan kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, Joni menyampaikan bahwa sebanyak empat armada pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci, Nazif Ediyanto, saat dikonfirmasi menyampaikan, 3 armada Damkar sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Tiga armada damkar sudah kita kerahkan. Armada semurup, Armada depati 7 dan armada jujun”. Sebut nya.

“Tiga unit armada Damkar yang diturunkan malam ini, dan tidak menutup kemungkinan tambah armada”. Tambahnya lagi.

Berdasarkan informasi dilapangan, salah satu rumah yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah rumah keluarga orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf.

"ada 2 unit rumah yang dilalap api dan rumah tersebut salah satunya adalah milik Orang tuanya Pak Asraf (Mantan Pj Bupati Kerinci)" Ujar Khaidir

"Iyo, rumah orang tuonyo pak Pj" Ujar Warga

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.(Ali)

Bupati Monadi Turun Kelokasi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Belui dan Bedeng Delapan

Kerinci, Merdekapost.com – Wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Bupati Kerinci, Monadi. Pada Jumat (5/6/2026), Bupati Monadi turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Bedeng Delapan, Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Desa Simpang Belui, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci Marnus, unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat setempat, serta para kepala desa. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh warga yang terdampak musibah, sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah di tengah masa sulit yang mereka alami.

Bantuan yang diserahkan berupa peralatan bangunan, kebutuhan pangan, serta perlengkapan tidur yang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca kebakaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah yang terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus hadir dan berupaya memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat yang mengalami bencana.

“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami saudara-saudara kita yang terkena musibah kebakaran. Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir untuk memberikan dukungan dan bantuan agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan,” ujar Monadi.

Monadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan keamanan instalasi listrik dan sumber api di lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, langkah pencegahan merupakan upaya penting untuk meminimalisir terjadinya musibah serupa di masa mendatang.

Sementara itu, warga penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kehadiran langsung Bupati beserta jajaran dinilai menjadi penyemangat bagi para korban untuk kembali bangkit setelah mengalami kehilangan akibat kebakaran.

Melalui aksi cepat tanggap tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga di Bumi Sakti Alam Kerinci.(*Adz)

Buya Aswandi: Fahruddin Tidak Bersalah, Pemasangan Bollard Justru Diduga Tak Berdasar Aturan

Sungai Penuh, Merdekapost.com – Polemik pembongkaran bollard di ruas jalan depan Gedung Nasional yang dilakukan anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Fahruddin, terus menjadi perhatian publik. Kasus yang kini bergulir di Pengadilan Negeri Sungai Penuh itu memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk dari tokoh agama dan masyarakat Hamparan Rawang, Aswandi Syafraini, yang akrab disapa Buya Aswandi.

Menurut Buya Aswandi, tindakan Fahruddin tidak dapat serta-merta dipandang sebagai perbuatan melawan hukum. Ia menilai anggota DPRD tersebut justru menjalankan fungsi representasi rakyat dengan menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait pemasangan bollard yang membatasi akses kendaraan roda empat melintasi ruas jalan tersebut.

“Fahruddin sebagai anggota dewan mendengar aspirasi masyarakat. Banyak warga mengeluhkan karena kendaraan roda empat tidak lagi bisa melintas akibat pemasangan bollard tersebut,” ujar Buya Aswandi.

Buya Aswandi mengaku mengikuti jalannya persidangan dan mencermati sejumlah fakta yang terungkap di muka sidang. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, pemasangan bollard tersebut disebut tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek pembangunan jalan batu andesit.

Baca Juga: Disaksikan Wako Alfin: Dukcapil Sungai Penuh Musnahkan 245 Ribu KTP dan KIA

Ia bahkan menilai keberadaan bollard diduga hanya untuk membatasi kendaraan melintas agar kondisi jalan yang telah dibangun tidak semakin rusak.

“Kita sangat menyayangkan jika benar pemasangan bollard itu hanya untuk menjaga agar jalan batu andesit tidak bertambah rusak. Jika demikian, berarti pemasangannya tidak melalui perencanaan yang matang, tidak ada koordinasi antar lembaga terkait, dan tidak memiliki payung hukum yang jelas, baik berupa Peraturan Daerah maupun Peraturan Wali Kota,” katanya.

Lebih lanjut, Buya Aswandi mempertanyakan mekanisme pemasangan bollard yang menurutnya pertama kali dilakukan oleh pihak rekanan sebelum kemudian dihibahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian, mulai dari kewenangan pemasangan fasilitas pembatas jalan hingga proses perubahan fungsi ruas jalan yang semestinya melibatkan instansi teknis yang berwenang.

“Jalan itu merupakan jalan umum, bukan kawasan pedestrian. Jika benar awalnya dipasang oleh rekanan, kemudian dihibahkan ke PUPR dan belum tercatat sebagai aset daerah, lalu setelah itu baru diajukan nota dinas untuk mengubah fungsi jalan menjadi pedestrian, maka mekanisme tersebut patut dipertanyakan.Lagi pula aneh, jalan ada pengaturan lampu  (traffic light) kok di pasang Bollard,” ujarnya.

Buya Aswandi berpendapat bahwa urusan rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu maupun pembatas jalan merupakan kewenangan Dinas Perhubungan. Karena itu, menurutnya, setiap rencana penutupan atau perubahan fungsi jalan semestinya didahului kajian teknis, koordinasi lintas instansi, serta memiliki dasar hukum yang jelas.

“Yang berwenang mengusulkan perubahan fungsi jalan dan melakukan rekayasa lalu lintas adalah Dinas Perhubungan. Seharusnya ada koordinasi terlebih dahulu, kemudian dibahas bersama pemerintah daerah dan DPRD sehingga memiliki dasar hukum yang kuat. Jangan sampai jalan ditutup terlebih dahulu baru kemudian diajukan administrasinya,” tegasnya.

Atas dasar pandangannya tersebut, Buya Aswandi menilai tindakan pembongkaran bollard yang dilakukan Fahruddin justru merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut.

“Kalau melihat fakta-fakta yang berkembang di persidangan, saya menilai tidak ada alasan untuk menyatakan Fahruddin bersalah. Saya berharap majelis hakim dapat memutus perkara ini secara objektif berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Buya Aswandi meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh menjadikan polemik bollard sebagai pelajaran penting dalam penyelenggaraan pembangunan ke depan.

Menurutnya, setiap kebijakan yang menyangkut akses publik dan perubahan fungsi jalan harus direncanakan secara matang, melibatkan seluruh instansi terkait, serta didukung dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah harus menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi. Jika ingin menutup jalan atau mengubah fungsi jalan, harus melalui kajian yang matang, koordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan Dinas Perhubungan. Jangan sampai kebijakan diterapkan terlebih dahulu baru kemudian dicari dasar administrasinya,” pungkasnya.(Adz)

Disaksikan Wako Alfin: Dukcapil Sungai Penuh Musnahkan 245 Ribu KTP dan KIA

Pemusnahan KTP dan KIA yang sudah tidak berlaku disaksikan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).(Adz)

Sungai Penuh, Merdekapost.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sungai Penuh memusnahkan sebanyak 245 ribu keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang sudah tidak berlaku dengan cara dibakar di halaman kantor Disdukcapil, Jumat (5/6/2026).

Pemusnahan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kehadiran Wali Kota dan jajaran pemerintah daerah tidak hanya untuk menyaksikan proses pemusnahan dokumen kependudukan tersebut, tetapi juga melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pelayanan di Disdukcapil. Dalam kesempatan itu, Wali Kota berdialog dengan jajaran pegawai guna mengetahui berbagai kendala dan kebutuhan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemusnahan KTP dan KIA yang sudah tidak berlaku disaksikan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).(Adz)

Kepala Disdukcapil Kota Sungai Penuh, Hariyanto, menjelaskan bahwa KTP dan KIA yang dimusnahkan merupakan dokumen yang sudah tidak berlaku, baik karena mengalami kerusakan dan telah diganti dengan yang baru maupun karena pemiliknya telah pindah domisili ke luar Kota Sungai Penuh.

“Pemusnahan ini dilakukan untuk menjaga tertib administrasi kependudukan serta menghindari potensi penyalahgunaan dokumen yang sudah tidak berlaku,” ujarnya.

Selain melaksanakan pemusnahan dokumen, Disdukcapil juga menyalurkan bantuan sembako kepada sejumlah lanjut usia (lansia) dan keluarga kurang mampu di Kota Sungai Penuh. Bantuan tersebut berasal dari iuran para ASN di lingkungan Disdukcapil sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Hariyanto juga memaparkan sejumlah program pelayanan yang selama ini dijalankan Disdukcapil, di antaranya program Jemput Bola (Jebol) yang menyasar lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke kantor pelayanan.

Selain itu, terdapat program pengantaran langsung dokumen kependudukan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk warga yang akan maupun telah melangsungkan pernikahan, sehingga pelayanan administrasi dapat diterima dengan lebih mudah dan cepat.

Di sisi lain, Hariyanto berharap Pemerintah Kota Sungai Penuh dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana dan prasarana pelayanan di kantor Disdukcapil. Menurutnya, sejumlah fasilitas penunjang pelayanan masih perlu dibenahi guna meningkatkan kenyamanan masyarakat dan efektivitas kerja pegawai.

“Kami berharap adanya penambahan fasilitas seperti AC, kursi ruang tunggu yang layak, serta perangkat komputer dengan spesifikasi yang memadai. Saat ini masih terdapat kursi yang kurang layak/rusak terpaksa kami pakai dan beberapa komputer bekerja lambat karena spesifikasinya sudah tidak mendukung kebutuhan pelayanan yang semakin tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menekankan pentingnya penyelenggaraan pelayanan publik secara optimal, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.

Melalui dukungan sarana yang memadai, Disdukcapil berharap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Sungai Penuh dapat terus meningkat dan memberikan kepuasan yang lebih baik kepada masyarakat.(*Adv)



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs