Terjun Langsung ke Alam, Bupati Kerinci Monadi Susuri Hutan Pauh Tinggi

Terjun Langsung ke Alam, Bupati Kerinci Monadi Susuri Hutan Pauh Tinggi.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci Monadi menyusuri kawasan hutan Pauh Tinggi, Kecamatan Gunung Tujuh, dengan berjalan kaki, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk merasakan langsung denyut alam sekaligus meninjau jalur yang direncanakan akan dilalui pada agenda Off-Road Expedition Raja 2026.

Penelusuran hutan tersebut bukan sekadar peninjauan teknis lintasan off-road, melainkan juga menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kegiatan wisata petualangan tetap selaras dengan alam.

Di sela-sela perjalanan menyusuri hutan, Bupati Monadi tampak santai dan penuh keakraban. Ia menyempatkan diri bergurau dengan warga serta menaktir anak-anak kecil di sekitar Desa Pauh Tinggi. Momen sederhana ini memperlihatkan sisi humanis seorang kepala daerah yang dekat dengan masyarakat.

Baca Juga:

MDMC Kerinci Gelar Silaturahmi dengan Dewan Pakar Lembaga Resiliensi Bencana

Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027

Oknum Polisi dan TNI Mengaku Tak Ada Niat Lukai Hati sang Pedagang Es Jadul

Gebrakan Literasi Digital: Depati Akademi & FORMA KIP-K IAIN Kerinci Bersinergi Cetak Generasi Unggul

Namun, ada satu kejadian tak terduga yang justru menarik perhatian publik. Saat melintasi medan licin, Bupati Monadi sempat tergelincir. Meski tidak mengalami cedera, momen tersebut terekam kamera dan dengan cepat viral di media sosial.

Beragam komentar warganet pun bermunculan. Mulai dari candaan khas daerah, doa keselamatan, hingga pujian atas sikap sederhana dan keberanian Bupati Kerinci yang turun langsung ke lapangan tanpa jarak dengan rakyat.

Kejadian ini justru memperkuat citra kepemimpinan Monadi sebagai sosok yang membumi, berani, dan konsisten hadir langsung di tengah masyarakat serta alam Kerinci.(*)

MDMC Kerinci Gelar Silaturahmi dengan Dewan Pakar Lembaga Resiliensi Bencana

MDMC Kabupaten Kerinci Gelar Silaturahmi dengan Dewan Pakar Lembaga Resiliensi Bencana.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Pakar Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah, pada Kamis, 29 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BKPSDM Kabupaten Kerinci, Kompleks Perkantoran Bupati Kerinci, Bukit Tengah.

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MDMC Kabupaten Kerinci, Ns. Nike Reponi, S.Kep, didampingi Sekretaris Ns. Imam Rizki, S.Kep, Bendahara Sandyka Putra, S.Pd.I serta Hidayat Hadimin, S.Kom. Dalam kesempatan itu, pengurus MDMC secara resmi menyerahkan SK Dewan Pakar kepada Candra Nadi, S.KM., M.Si, yang merupakan Dewan Pakar Pembina LRB Muhammadiyah Kerinci serta aktif dalam kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kerinci.

Ketua MDMC Kabupaten Kerinci, Ns. Nike Reponi, S.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Kerinci.

Baca Juga: Gebrakan Literasi Digital: Depati Akademi & FORMA KIP-K IAIN Kerinci Bersinergi Cetak Generasi Unggul

“Selain silaturahmi dan penyerahan SK Dewan Pakar, pertemuan ini juga langsung dirangkaikan dengan pembahasan road map atau rencana kegiatan MDMC Kabupaten Kerinci tahun 2026. Harapannya, program yang disusun lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dewan Pakar LRB Muhammadiyah Kerinci sendiri terdiri dari sejumlah tokoh strategis daerah, yakni Monadi, S.Sos., M.Si (Bupati Kerinci), dr. Surmila Apri Yulisa, serta Candra Nadi, S.KM., M.Si. Keberadaan Dewan Pakar ini diharapkan dapat memberikan masukan, arahan, dan dukungan strategis dalam penguatan kapasitas MDMC dan LRB Muhammadiyah Kerinci.

Sementara itu, Candra Nadi menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Dewan Pakar Pembina LRB Muhammadiyah Kerinci. Ia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi aktif dalam penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam bidang kebencanaan.

Baca Juga: Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027

“Sinergi antara MDMC, LRB Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan seperti PMI sangat penting agar penanggulangan bencana di Kerinci dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Kabupaten Kerinci merupakan lembaga penanggulangan bencana di bawah naungan Muhammadiyah yang bertugas mengoordinasikan sumber daya Muhammadiyah dalam kegiatan kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, MDMC Kabupaten Kerinci berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat antara pengurus, dewan pakar, dan dewan pembina, sehingga upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Kerinci dapat dilakukan secara terpadu, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta ketangguhan masyarakat. (adz)

Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027

Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.

​Acara yang mengusung tema "Bersinergi Membangun Ekonomi yang Inklusif, SDM Unggul, dan Infrastruktur Andal demi Mewujudkan Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera" ini menjadi wadah krusial dalam menjaring aspirasi masyarakat dari tingkat akar rumput.

​Dalam diskusi panel yang berlangsung di gedung pertemuan setempat, sejumlah isu strategis menjadi sorotan utama, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan desa, fasilitas publik, hingga penguatan sektor ekonomi lokal melalui pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

​Camat Tanah Cogok menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten agar setiap usulan yang diajukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Tanah Cogok.

Bacaan Lainnya:

Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anaknya Diduga Diperkosa 4 Orang, 2 Diantaranya Oknum Polisi

Gebrakan Literasi Digital: Depati Akademi & FORMA KIP-K IAIN Kerinci Bersinergi Cetak Generasi Unggul

​​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Ruangan dipenuhi oleh tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, serta pemuda yang aktif menyampaikan usulan pembangunan untuk daerah masing-masing. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan jajaran OPD terkait semakin memperkuat komitmen bersama dalam mengawal perencanaan pembangunan ini.

​"Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan jembatan bagi warga Tanah Cogok untuk memastikan aspirasi pembangunan mereka didengar dan diperjuangkan di tingkat kabupaten," ujar salah satu peserta rapat.

​Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Cogok berharap usulan-usulan prioritas dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah, sehingga visi mewujudkan Kerinci yang berdaya saing dan sejahtera dapat tercapai secara merata hingga ke pelosok kecamatan.(Ali)

Gebrakan Literasi Digital: Depati Akademi & FORMA KIP-K IAIN Kerinci Bersinergi Cetak Generasi Unggul

FORMA KIP-K IAIN Kerinci resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Depati Akademi.(mpc)

KERINCI – FORMA KIP-K IAIN Kerinci resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Depati Akademi. Sinergi ini bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi digital dan soft skill mahasiswa melalui workshop pelatihan penulisan karya ilmiah.

Kegiatan tersebut yang berlangsung di lingkungan kampus IAIN Kerinci ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama IAIN KERINCI, pengurus FORMA KIP-K IAIN KERINCI, serta perwakilan dari Depati Akademi.

Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan menegaskan bahwa melalui momen workshop tersebut, merupakan langkah progresif untuk memberikan nilai tambah bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP-K.

Bacaan Lainnya:

Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anaknya Diduga Diperkosa 4 Orang, 2 Diantaranya Oknum Polisi

Polres Batang Hari Gagalkan Penyalahgunaan Gas Elpiji Subsidi, Tiga Orang Ditahan

“Kami tidak ingin mahasiswa KIP-K hanya unggul di ruang kelas secara teoritis. Melalui kolaborasi dengan Depati Akademi, kami ingin membekali mereka dengan keahlian praktis yang dibutuhkan industri saat ini. Ini adalah komitmen kami untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi,” ujar Dzikril.

Senada dengan hal tersebut, Akram Tri Rezki selaku perwakilan dari Depati Akademi menyambut baik antusiasme mahasiswa IAIN Kerinci. Menurutnya, potensi lokal harus didukung dengan akses literasi digital yang memadai.

“Kolaborasi antara depati akademi dengan forma kip-k dalam workshop karya ilmiah merupakan suatu bentuk ajang peningkatan kapasitas mahasiswa bergelut dalam dunia kampus, terkhusus dalam kemampuan karya ilmiah. Dengan tujuan agar proses riset/penelitian dapat terselesaikan dengan kemampuan teknis yang memadai,” Ujar Akram

Dukungan penuh juga datang dari pihak birokrasi kampus. Wakil Rektor III IAIN Kerinci, Dr. Halil Khusairi, M.Ag, dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial dalam mendukung transformasi institusi.

“Pihak kampus sangat mendukung inisiatif ini. Sinergi antara FORMA KIP-K dan Depati Akademi sejalan untuk menciptakan ekosistem akademik yang dinamis. Kami berharap ini menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan memperluas jejaring di luar kampus,” pungkasnya.(adz)

Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anaknya Diduga Diperkosa 4 Orang, 2 Diantaranya Oknum Polisi

Ibu MS mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan dan percepatan penuntasan proses hukum atas kasus yang menimpa anak perempuannya C (18) yang diperkosa empat orang, dua di antaranya oknum polisi, Kamis 29/1/2026). 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Seorang remaja perempuan di Kota Jambi berinisial C (18) menjadi korban pemerkosaan (rudapaksa) empat orang yang dua di antaranya oknum polisi.

Ibu korban berinisial MS mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan sekaligus mendorong percepatan penuntasan proses hukum.

MS mengungkapkan, anak perempuannya berinisial diduga menjadi korban rudapaksa oleh empat pelaku. 

Dua di antara pelaku diduga adalah oknum anggota kepolisian.

Korban Trauma Berat

Kondisi psikologis anaknya kini sangat memprihatinkan pascakejadian. 

Korban mengalami trauma berat dan cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar.

"Anak saya kondisinya saat ini tidak mau keluar dari kamar, mengurung diri, sehingga dia curhat dengan temannya ingin mengakhiri hidupnya," ungkap MS saat ditemui di DPRD Kota Jambi, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Polres Batang Hari Gagalkan Penyalahgunaan Gas Elpiji Subsidi, Tiga Orang Ditahan

MS sangat terpukul melihat kondisi anaknya setelah peristiwa tersebut. 

Dia telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi pada 6 Januari 2026 dan berharap proses hukum dapat segera dituntaskan.

"Belum, saya ingin secepatnya, saya mohon bantuannya, secepatnya kasus ini selesai," ujar MS.

Sosok Pelaku dan Kronologi Kejadian

Dikutip dari kompas.com, pengakuan dari ibu MS, pelaku berjumlah empat orang, dua di antaranya oknum polisi.

Mereka melakukan perbuatan biadab itu di sebuah kamar kos pada Jumat (14/11/2025). 

Dua oknum polisi itu bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur dan Ditreskrimum Polda Jambi. 

"Pelaku (yang menyetubuhi) ada empat orang, dua orang anggota polisi dan dua lagi sipil namanya I dan K," kata MS, saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (29/1/2026). 

Kata MS, putrinya disetubuhi di dua lokasi, yakni di wilayah Kebun Kopi Kotabaru dan Arizona, Kota Jambi. 

Peristiwa bermula ketika putri MS sedang berada di rumah temannya di Pinang Merah, Kota Jambi, dan hendak pulang ke rumah. 

Saat itu, pelaku I menghubungi korban dan mengatakan akan menjemput dan mengantarkannya pulang ke rumah. 

"Anak saya bilang sudah mau pesan ojek online, tetapi dilarang oleh si I, bilangnya dia aja yang ngantar, dan akhirnya anak saya dijemput," kata MS. 

Saat dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, I memutar arah mobilnya dan membawa korban ke wilayah Kebun Kopi, Kota Jambi. 

Setibanya di lokasi pertama, korban langsung disetubuhi oleh tiga orang, yakni I, K, dan S. 

Setelah melakukan tindakan tersebut, S dibantu rekannya memasukkan korban ke dalam mobil, kemudian membawanya ke sebuah rumah indekos di kawasan Arizona.

Di sana, mereka bertemu dengan oknum polisi berinisial N. 

"Anak saya dioper (pindahkan) lagi ke kos-kosan, bertemu si N dan anak saya disetubuhi lagi," katanya. 

MS menyebut, jumlah pelaku yang menyetubuhi anaknya berjumlah empat orang. Tetapi, di lokasi pertama ada sekitar lima anggota polisi yang ikut serta membantu mengangkat korban dari rumah masuk ke dalam mobil. 

"Tapi kata anak saya, ada anggota polisi lain ikut bantu angkat anak saya, dan yang melakukan tindakan itu (menyetubuhi) dua polisi dan dua sipil," tambah MS. 

MS memastikan dua pelaku merupakan anggota polisi. Katanya, dia telah melihat secara langsung empat pelaku yang sudah ditangkap (termasuk dua anggota polisi). 

"Empat sudah ditangkap dan saya sudah lihat ke Polda Jambi," sebut MS.

Perlu Perlindungan Psikologis

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

"Untuk melakukan kordinasi pendalaman terkait mental, jadi nanti ada psikolog yang datang ke rumah korban," ujarnya.

Kemas menegaskan, DPRD Kota Jambi mendorong agar kasus tersebut dikawal secara serius.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar ditangani secara profesional.

"Kepada bapak Kapolda, Kapolri, karena ini melibatkan diduganya ada anggota yang terlibat, keterangan dari ibu (M) dan melibatkan sipil juga, kami harap kasus ini dikawal diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

Dia juga menyinggung sejumlah peristiwa dalam beberapa waktu terakhir turut mencoreng citra daerah.

"Dan ini menjadi catatan bagi kita, khususnya di Jambi, agak mencoreng ya, karena nama Kota Jambi dan Provinsi Jambi sempat viral," ucapnya. 

(Aldie Prasetya | Sumber: Kompas.com)

Polres Batang Hari Gagalkan Penyalahgunaan Gas Elpiji Subsidi, Tiga Orang Ditahan

 

Merdekapost.com – Tim Satreskrim Polres Batang Hari berhasil menghentikan praktik ilegal penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di sebuah lokasi di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada 16 Januari malam, polisi mengamankan tiga pria yang diduga kuat terlibat dalam pemindahan isi gas dari tabung bersubsidi ke tabung non-subsidi untuk dijual kembali dengan tujuan meraup keuntungan. 

Kapolres Batang Hari menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan wujud komitmen kepolisian untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Menurutnya, tindakan seperti ini selain merugikan konsumen, juga berpotensi menimbulkan kelangkaan dan mengganggu stabilitas harga. 

Modus operandi para pelaku adalah menyuntikkan isi gas dari tabung LPG subsidi 3 kg ke dalam tabung berukuran 12 kg yang tidak bersubsidi. Gas hasil oplosan itu kemudian dipasarkan secara tidak sah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 

Dari lokasi, polisi mengamankan puluhan tabung LPG yang masih berisi serta berbagai alat yang digunakan untuk memindahkan gas, termasuk sebuah kendaraan pick-up. Ketiga tersangka kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan pasal tentang penyalahgunaan minyak dan gas bumi yang berpotensi pidana maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan LPG subsidi di sekitar lingkungan mereka. (*)

Oknum Polisi dan TNI Mengaku Tak Ada Niat Lukai Hati sang Pedagang Es Jadul

Menyoroti permohonan maaf oknum polisi dan TNI yang sempat menuduh pedagang es jadul hingga viral di medsos. (Instagram.com/@pembasmii.kehaluan)

BOGOR - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti kasus tuduhan yang diutarakan oknum aparat kepolisian dan TNI terhadap seorang pedagang es jadul alias es gabus, bernama Sudrajat.

Sebelumnya, Sudrajat dituduh oknum polisi dan TNI memakai bahan spons terhadap barang dagangannya.

Tuduhan itu kini berbuntut panjang usai pihak terkait memastikan barang dagangan Sudrajat tidak berbahaya atau layak dikonsumsi. 

Alhasil, sejumlah oknum polisi dan TNI tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi mereka dan meminta maaf secara langsung kepada Sudrajat di kediamannya, Bogor, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan, pada Rabu, 28 Januari 2026, terlihat sejumlah anggota polisi dan TNI menyampaikan permintaan maafnya atas kejadian yang sempat viral tersebut.

"Minta maaf, polisi-TNI memeluk dan cium tangan pedagang es gabus yang dituduh pakai bahan spons," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Berdasarkan laporan di lapangan, Bhabinkamtibmas, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa, Serda Heri Purnomo menemui Sudrajat pada sebuah mushala, Bojonggede, Bogor.

Mengaku Tak Ada Niat Lukai Hati sang Pedagang Es Jadul

Dalam pertemuan itu, Ikhwan dan Heri meminta maaf kepada Sudrajat usai menuduh es gabus memakai spons saat berada di Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

"Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak," ucap Ikhwan kepada Sudrajat.

Kemudian, Ikhwan juga mendoakan keberkahan dan mengharapkan tidak ada masalah lagi di kemudian hari. 

Pada momen itu, terlihat pula dirinya menjabat tangan Sudrajat yang juga didampingi sang istri. 

Setelahnya, Heri juga bersalaman dengan Sudrajat dan memohon maaf. 

“Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Sudrajat," terang Heri. 

"Minta maaf yang paling dalam ya, Pak, sehat selalu,” tandasnya.

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 1,064 ribu pengguna Instagram.***

Air Danau Semakin Menyusut, Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Air Danau Semakin Menyusut Ekomoni Masyarakat Sekitar Semakin Mengkhawatirkan

Kerinci – Kondisi Danau Kerinci, Jambi, saat ini tengah berada dalam status waspada. Dalam beberapa pekan terakhir, permukaan air di danau kebanggaan masyarakat Kerinci ini terpantau mengalami penurunan debit secara drastis. Fenomena ini mulai berdampak serius pada sektor perikanan dan aktivitas transportasi air warga setempat (28/01/2026).

Penyusutan air terlihat jelas di sepanjang bibir danau. Wilayah yang biasanya terendam air kini berubah menjadi hamparan lumpur yang mengering dan retak-retak. Di beberapa titik dermaga, kapal-kapal nelayan tampak kandas karena air telah menjauh hingga puluhan meter dari garis pantai semula.

Baca Juga: Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

Tokoh muda Kerinci, Zalmianto atau yang biasa dipanggil Anto Black mengatakan ” Karna uji coba turbin PLTA yg sumber air nya dari danau, Secara ekonomi nelayan semakin susah cari ikan otomatis Rumah makan makin susah cari penjual ikan, Kemudian Sungai yg jadi penyuplai air Danau akan cepat tersedot dan mengering . Bagi petani yg mengandalkan air sungai untuk bersawah akan kesulitan memanfaatkan air dari aliran sungai. Seumuran saya yg sudah 45 thn hidup di pinggir danau kerinci baru kali ini melihat danau air nya sekecil ini”.

Menurut Salah satu aktivis kerinci Ilham juga mengatakan “penurunan ini merupakan salah satu yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor cuaca ekstrem dan berkurangnya intensitas hujan di wilayah hulu dituding menjadi penyebab utama hilangnya volume air secara masif”.

Bacaan Lainnya: Kasus Guru dan Siswa, Polda Jambi Audiensi dengan PGRI Provinsi dan Dorong Jalur Mediasi

Dampak dari fenomena ini mulai dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat:

1. Mengeluhkan kematian bibit ikan akibat suhu air yang meningkat dan kadar oksigen yang menurun seiring dangkalnya air.

2. Petani di sekitar danau mulai khawatir pasokan air untuk sawah mereka akan terhenti jika tren penurunan ini terus berlanjut.

3. Nelayan tangkap tidak bisa melaut .

4. Investasi pakan dan bibit hilang begitu saja karena kondisi alam yang tidak mendukung.

Pemerintah daerah bersama dinas terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan kajian mendalam terkait fenomena ini, serta menyiapkan langkah mitigasi bagi warga yang mata pencahariannya bergantung sepenuhnya pada Danau Kerinci. (*adz)

Kasus Guru dan Siswa, Polda Jambi Audiensi dengan PGRI Provinsi dan Dorong Jalur Mediasi

JAMBI – Polda Jambi menggelar audiensi bersama Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi pada Senin, (26/01/2026). Kegiatan audiensi berlangsung di Ruang Coffee Morning Lantai 1 Gedung A Polda Jambi. Audiensi dipimpin oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol. Henky Poerwanto, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, Ketua PGRI Provinsi Jambi Nanang Sunarya, serta pengurus PGRI dari Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

Dalam audiensi tersebut, Wakapolda Jambi menegaskan pentingnya penyelesaian permasalahan antara guru dan siswa melalui pendekatan mediasi dan kekeluargaan, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Berita Terkait:

Kasus Perkelahian Guru dan Siswa SMKN 3 Tanjabtim, Guru Agus Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polda

Pengakuan Versi Siswa dalam Kasus SMKN 3 Tanjabbar: Oknum Guru AS Tampar dan Tinju, Pengeroyokan Terjadi Spontan

“Kejadian perselisihan antara guru dengan siswa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur beberapa waktu yang lalu menjadi bahan evaluasi kita bersama. Permasalahan kedua belah pihak di harapkan dapat di mediasi dan di selesaikan secara kekeluargaan,” ujar Brigjen Pol. M. Mustaqim.

Selain itu, Wakapolda Jambi juga memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan peran strategis mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa Polda Jambi akan berkomitmen mendukung perlindungan terhadap profesi guru serta mendorong penyelesaian permasalahan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan.

Berita Lainnya:

Terkait Pengeroyokan Guru oleh Siswa, Jubir Pemprov Jambi Bantah Gubernur Tulis Surat Terbuka ke Presiden

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

”Polda Jambi akan selalu mendukung penuh upaya perlindungan terhadap guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Namun demikian, setiap permasalahan yang muncul tetap harus di sikapi secara proporsional dengan mengedepankan komunikasi, mediasi, dan restorative justice,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menambahkan, penyelesaian kasus secara mediasi di harapkan dapat menjadi solusi terbaik agar tidak menimbulkan dampak psikologis maupun sosial yang berkepanjangan, baik bagi guru, siswa, maupun lingkungan sekolah.(adz)

Air Danau Kerinci Surut Drastis: Antara Uji PLTA dan Ancaman bagi Ekonomi Warga Sekitar

KERINCI – Surutnya air Danau Kerinci dalam beberapa pekan terakhir bukan hanya memunculkan kekhawatiran soal lingkungan, tetapi juga langsung menghantam denyut ekonomi warga yang hidup di sekeliling danau. Bagi nelayan, pencari kerang, hingga pelaku wisata, penurunan muka air danau berarti hilangnya sumber penghasilan harian.

Uji coba operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci yang baru mengaktifkan satu turbin saja, disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyusutan air danau.

Dampaknya terasa nyata di lapangan. Aktivitas ekonomi berbasis perairan lumpuh secara perlahan, memaksa warga beradaptasi di tengah ketidakpastian.

Baca Juga: Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

Nelayan Kehilangan Tangkapan

Karim (40), nelayan tradisional di kawasan Koto Petai, mengaku pendapatannya turun drastis sejak air danau surut. Sebelum kondisi ini terjadi, ia bisa membawa pulang ikan 8 hingga 10 kilogram per hari. Hasil tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anaknya.

“Kalau air masih normal, sehari bisa dapat Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Sekarang paling dapat Rp30 ribu, itu pun kalau ada ikan,” ujarnya.

Surutnya air membuat jalur ikan berpindah, sementara sebagian perangkap ikan tidak lagi berfungsi. Perahu kecil milik Karim bahkan harus ditarik cukup jauh karena air di tepian danau tidak lagi cukup dalam.

Pencari Kerang Kehilangan Mata Pencaharian

Kondisi serupa dialami warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup dari mencari kerang di Danau Kerinci. Biasanya, dalam sehari ia mampu mengumpulkan 15 hingga 20 kilogram kerang untuk dijual ke pengepul.

“Dulu kerang mudah didapat. Sekarang airnya terlalu kering, lumpurnya keras, kerangnya hampir tidak ada,” katanya.

Jika sebelumnya ia bisa membawa pulang penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari, kini ia pulang dengan tangan kosong. Bagi keluarga kecilnya, kehilangan penghasilan harian berarti ancaman langsung terhadap dapur rumah tangga.

Ahan Tak Bisa Digunakan, Ikan Tak Masuk

Selain nelayan dan pencari kerang, warga yang mengandalkan alat tangkap tradisional ahan juga terdampak. Ahan, yang dipasang di jalur perairan dangkal, tidak lagi bisa digunakan karena ketinggian air tidak mencukupi.

“Kalau air surut begini, ahan mati total. Tidak ada air, ikan tidak mau masuk,” kata Sebri, warga setempat.

Ia menilai kondisi ini belum pernah terjadi separah sekarang. Menurutnya, meski Danau Kerinci pernah mengalami surut saat musim kemarau, namun tidak sampai melumpuhkan hampir seluruh aktivitas ekonomi perairan.(**)

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut Jadi Penyebab Air Danau Kerinci Menyusut Drastis

Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut-sebut  Jadi Penyebab utama Air Danau Kerinci Menyusut Drastis beberapa minggu terakhir.(mpc)

Kerinci Merdekapost.com - Fenomena penurunan muka air Danau Kerinci dalam beberapa minggu terakhir membuat warga di Kabupaten Kerinci, Jambi, terkejut.

Air yang biasanya memenuhi badan danau kini surut cukup jauh hingga menampakkan area dasar yang jarang terlihat sebelumnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, menyebut perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Ia menjelaskan bahwa sejak awal Januari, terjadi pengaliran air dari danau menuju turbin pembangkit.

“Mulai tanggal 1 sampai 16 Januari 2026 itu dilakukan pengaliran air ke turbin. Dari tiga pintu air, satu pintu dibuka sekitar 20 sentimeter untuk proses uji coba,” ujar Joni, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, tahap ini masih merupakan rangkaian percobaan sebelum PLTA beroperasi penuh. Pihak perusahaan, kata Joni, juga berjanji meninjau semua dampak yang muncul selama proses uji coba berlangsung.

Bacaan Lainnya: Pastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Keluarga Setuju Jenazah Diotopsi

“Pengaliran ini masih tahap percobaan. Pihak PT KMH menyampaikan bahwa setiap dampak yang muncul akan menjadi dasar perbaikan sebelum operasional permanen diterapkan,” jelasnya.

BWSS mencatat bahwa dalam 16 hari masa pengaliran, volume air Danau Kerinci menunjukkan penurunan signifikan. Warga pun merasakan langsung efeknya.

Sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, sementara petani khawatir terhadap pasokan irigasi untuk sawah mereka.

PT KMH, menurut Joni, telah menyatakan kesiapan untuk mendata wilayah yang terdampak sekaligus menyiapkan bantuan darurat jika kondisi semakin kritis.

“Informasinya, mereka akan menyediakan tandon air sebagai langkah sementara apabila dibutuhkan,” ujarnya.

Penampakan air danau Kerinci yang susut drastis.(adz)

Terkait legalitas uji coba tersebut, Joni menegaskan bahwa izin pengaliran dikeluarkan langsung pemerintah pusat melalui sistem perizinan nasional. BWS Sumatera VI baru dilibatkan setelah pelaksanaan uji coba berjalan.

“Kewenangannya ada di pusat. Kami diundang untuk pembahasan setelah proses uji coba berlangsung, mengikuti agenda dari pemerintah pusat,” katanya.

Selain faktor PLTA, kondisi cuaca kering juga memperburuk penurunan volume air danau. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Kerinci hampir tidak diguyur hujan dan suhu udara relatif panas.

“Cuaca yang panas dan minim hujan sangat mungkin ikut mendorong turunnya muka air danau dalam waktu singkat,” ungkap Joni.

Baca Juga: Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro

Fenomena penyusutan air ini kembali memunculkan perdebatan publik mengenai pentingnya keseimbangan antara pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.

Meskipun PLTA termasuk energi ramah lingkungan, pengelolaan debit air harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Sebagai salah satu ikon daerah, Danau Kerinci berperan penting bagi pertanian, perikanan, pariwisata, dan kebutuhan air warga.

Penurunan drastis permukaannya dikhawatirkan akan menimbulkan dampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan kebijakan yang sensitif terhadap kondisi lokal.(adz)

Ketua DPRD Batang Hari Terima Kunjungan Kapolres, Perkuat Koordinasi Lintas Lembaga

 

Merdekapos.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Polres Batang Hari yang dipimpin Kapolres AKBP Arya Tesa Brahmana. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang VVIP DPRD Batang Hari dalam suasana hangat dan penuh keakraban. 

Kedatangan Kapolres bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi serta sejumlah anggota dewan dan jajaran Sekretariat DPRD. Pertemuan ini menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih intens antara institusi kepolisian dan lembaga legislatif daerah,Rabu (28/01/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Batang Hari menyampaikan bahwa kunjungan silaturahmi dilakukan sebagai langkah memperkuat sinergi dan koordinasi antara kepolisian dengan DPRD, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Batang Hari.

Sementara itu, Ketua DPRD Batang Hari menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kerja sama antara DPRD dan kepolisian sangat penting dalam mendukung stabilitas daerah serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak berharap hubungan koordinasi dan kolaborasi lintas lembaga dapat terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan pembangunan daerah serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Batang Hari. (*)

Ketua DPRD Rahmat Hasrofi Dorong Sinkronisasi Pembangunan dan Penanganan Stunting di Musrenbang Batin XXIV

 

Merdekapost.com - Rahmat Hasrofi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Batin XXIV yang dirangkaikan dengan Musrenbang Stunting Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2027, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Batin XXIV tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah dari tingkat kecamatan. Berbagai usulan prioritas dibahas bersama guna diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2027.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hasrofi menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Ia menyebutkan, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang aspirasi yang menentukan kualitas pembangunan daerah ke depan.

Selain membahas program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, forum tersebut juga mengintegrasikan pembahasan program percepatan penurunan stunting. Integrasi ini dilakukan agar intervensi yang dirancang dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan guna mencapai target penurunan stunting, baik target nasional maupun target daerah.

Melalui Musrenbang yang terintegrasi ini, diharapkan seluruh usulan prioritas dari Kecamatan Batin XXIV dapat terakomodasi secara proporsional dan mampu memperkuat sinergi lintas sektor, demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Batang Hari yang merata dan berkelanjutan. (*)

Pastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Keluarga Setuju Jenazah Diotopsi

Untuk memastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Polisi dan Keluarga sepakat Jenazah Diotopsi. (ist)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Masyarakat desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pemuda, Minggu (25/1/2026) sore.

Pemuda yang diketahui bernama Rafi (18) warga Desa Koto Tebat ditemukan terkapar di dalam parit perbatasan Koto Tebat dan Kemantan Hilir sekira pukul 17.00 Wib.

Terduga pelaku berhasil diamankan hanya dalam waktu hitungan jam setelah pelariannya terhenti di wilayah Danau Kerinci, Minggu malam (25/01/2026).

Baca Juga:

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Sempat Mau Kabur, Pelaku Penganiayaan Maut di Air Hangat Timur Diringkus di Danau Kerinci, Ini Tampangnya!

Terduga pelaku merupakan seorang pria berinisial SS (21), warga Desa Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci.

Pelaku diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Rafi (18) yang mengakibatkan korban meninggal dunia saat dievakuasi ke RS M. Thalib Sungai Penuh.

Keluarga Setuju Jenazah Rafi di Otopsi

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menjelaskan bahwa meski pemeriksaan luar oleh pihak rumah sakit tidak menunjukkan luka terbuka yang mencolok, penyidik akan menempuh jalur Otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

​"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka telah menyetujui dilakukannya otopsi. Penyidik juga telah menjalin komunikasi dengan dokter forensik dari RSUP M. Jamil Padang, Sumatera Barat, untuk pelaksanaan prosedur tersebut dalam waktu dekat," jelas AKP Very Prasetiawan.

Baca Juga:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Polres Kerinci menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mempercayakan penuh proses hukum ini kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan antar-desa.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk pemeriksaan lebih lanjut.(*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs