Saldo Puluhan Juta di Bank Jambi Raib, Pimpinan DPRD Jambi Bersuara

Saldo Puluhan Juta di Bank Jambi Raib, Ivan Wirata Pimpinan DPRD Jambi Bersuara, Minta segera diusut secara transparan dan kembalikan kepercayaan publik.(adz)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Kasus dugaan hilangnya dana nasabah di Bank Jambi terus menyita perhatian publik. Selain itu, persoalan ini menyeret pimpinan DPRD Provinsi Jambi yang mengaku mengalami kejadian serupa.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyebut saldo di rekening pribadinya berkurang tanpa penjelasan rinci dari pihak bank. Ia mengetahui hal itu setelah berkomunikasi langsung dengan manajemen Bank Jambi.

Baca Juga: Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

“Saya mendapat informasi dari pihak Bank Jambi bahwa saldo rekening saya berkurang sekitar Rp23 juta. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi, kita berbicara tentang sistem keamanan perbankan milik daerah,” ujar Ivan, Minggu (22/2/2026).

Ivan Desak Penjelasan Terbuka

Lebih lanjut, Ivan menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa perbankan bergantung pada kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia meminta manajemen Bank Jambi segera memberikan penjelasan secara terbuka dan jelas kepada publik.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama perbankan. Jika manajemen tidak menjelaskan persoalan ini secara transparan, dampaknya bisa meluas dan menurunkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Nasabah Bank Jambi di Kerinci dan Sungai Penuh Resah dan Cemas, Dugaan Puluhan Juta Saldo Berkurang? Benarkah

Selain itu, Ivan mendorong manajemen Bank Jambi melakukan audit internal secara menyeluruh. Ia juga meminta manajemen memperkuat sistem keamanan transaksi nasabah. Kemudian, ia mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan hilangnya dana tersebut hingga tuntas agar nasabah memperoleh kepastian hukum.

Nasabah Tunggu Langkah Konkret

Sebelumnya, kasus ini memicu keresahan masyarakat di Jambi. Sejumlah nasabah mengaku khawatir terhadap keamanan dana mereka.

Kini, publik menunggu langkah konkret dari manajemen Bank Jambi. Masyarakat berharap manajemen segera menyelesaikan persoalan ini dan memulihkan kepercayaan nasabah.

Nasabah Bank Jambi di Kerinci dan Sungai Penuh Resah dan Cemas, Dugaan Puluhan Juta Saldo Berkurang? Benarkah

Padati Bank Jambi, Para Nasabah di Kerinci dan Sungai Penuh Resah dan Cemas, Dugaan Puluhan Juta Saldo Berkurang. terlihat para nasahab memadati Bank Jambi Senin pagi. 23/02.(adz/istimewa)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM – Kabar viral mengenai dugaan hilangnya dana nasabah di rekening Bank Jambi memicu kecemasan di tengah masyarakat. Sejumlah nasabah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendatangi kantor cabang pada Senin (23/02/2026) untuk memastikan kondisi saldo mereka.

Sejak pagi Nasabah datang ke kantor cabang untuk mencetak buku tabungan, memeriksa mutasi rekening, hingga meminta klarifikasi langsung dari pihak bank. Sebagian besar mengaku resah setelah informasi dugaan pembobolan rekening beredar luas di media sosial dan grup percakapan.

“Kami merasa cemas dan khawatir dengan viralnya dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Jambi. Jadi lebih baik datang langsung ke cabangnya,” ujar salah seorang warga.

Bacaan Lainnya: Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

Situasi di kantor cabang sempat ramai, namun tetap terkendali dengan pengamanan internal dan pengaturan antrean oleh petugas. Layanan customer service terlihat intens melayani pertanyaan serta membantu nasabah melakukan pengecekan transaksi.

Hingga siang hari, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya gangguan sistem secara menyeluruh. Aktivitas perbankan dilaporkan tetap berjalan normal, meski jumlah nasabah yang datang meningkat dibanding hari biasa.

Peristiwa ini menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap isu keamanan dana di perbankan. Nasabah berharap pihak bank segera memberikan penjelasan terbuka agar keresahan tidak terus meluas.

Keluhan Nasabah Relatif Sama, Gangguan Sistem dan Dugaan Saldo Berkurang

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, gangguan pada layanan aplikasi mobile banking (m-banking) disebut terjadi bersamaan dengan laporan sejumlah nasabah terkait berkurangnya saldo rekening. Nilai saldo yang dilaporkan berkurang bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut saat mengetahui saldo rekeningnya berkurang tanpa transaksi yang ia lakukan.

“Saya tidak bisa mengakses m-banking. Setelah datang ke bank dan mengecek langsung, saldo saya berkurang lebih dari Rp24 juta. Rekan saya juga mengalami hal serupa. Kami hanya ingin kejelasan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

PERMAHI Jambi Desak Para Petinggi Bank Jambi Mundur Jika Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik

Nasabah lain menyampaikan kekhawatiran serupa dan berharap pihak bank segera memberikan penjelasan resmi. Mereka menilai persoalan tersebut menyangkut keamanan dana sehingga perlu penanganan yang transparan dan cepat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan gangguan sistem maupun laporan berkurangnya saldo nasabah. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum memperoleh tanggapan.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik mengingat layanan perbankan digital saat ini menjadi sarana utama transaksi keuangan, khususnya bagi ASN yang memanfaatkan sistem tersebut untuk berbagai kebutuhan administrasi dan pembayaran.

Masyarakat kini menantikan klarifikasi resmi dari pihak bank serta langkah konkret untuk memastikan keamanan dana nasabah dan memulihkan kepercayaan publik.(Adz)

IMM Desak Tindakan Nyata atas Dugaan Permasalahan Pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib

IMM Desak Tindakan Nyata atas Dugaan Permasalahan Pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib

Sungai Penuh, Merdekapost.com – DPD(Dewan Pimpinan Daerah) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Jambi melalui Bidang Hukum dan HAM kembali menyoroti dugaan persoalan pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Kepala Bidang Hukum dan HAM DPD IMM Provinsi Jambi, Yopi Aprizal, menyampaikan bahwa persoalan serupa sebelumnya pernah menjadi perhatian IMM. 

Kembali munculnya permasalahan ini menunjukkan adanya indikasi persoalan yang belum diselesaikan secara tuntas.

“Kami tidak hanya meminta klarifikasi. Klarifikasi tanpa perbaikan konkret tidak akan menyelesaikan akar persoalan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata dan pembenahan sistem pelayanan,” tegas Yopi.

Baca Juga :  PERMAHI Jambi Desak Para Petinggi Bank Jambi Mundur Jika Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik

Menurutnya, rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab hukum dan kewajiban konstitusional dalam menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan manusiawi.

DPD IMM Provinsi Jambi mendesak:

1. Dilakukannya evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap sistem pelayanan serta manajemen rumah sakit.

2. Penyampaian hasil evaluasi tersebut kepada publik secara transparan.

3. Adanya langkah konkret perbaikan, termasuk pembenahan prosedur pelayanan dan penguatan pengawasan internal.

4. Pemerintah daerah untuk memastikan adanya pengawasan dan tindak lanjut atas persoalan yang berulang.

Baca Juga :  Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

“Jika persoalan ini terus berulang tanpa pembenahan, maka kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan akan semakin menurun,” tambahnya.

IMM menegaskan bahwa sikap ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial serta komitmen dalam mengawal perlindungan hukum dan hak asasi manusia di bidang pelayanan publik.(*)

Safari Ramadan Perdana di Pijoan, Al Haris Ajak Masyarakat Perkuat Ibadah dan Silaturahmi

Safari Ramadan Perdana di Pijoan, Al Haris Ajak Masyarakat Perkuat Ibadah dan Silaturahmi

Jambi, Merdekapost.com - Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Jambi dengan mengunjungi Masjid Nurussa’adah, Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (21/02/2026) malam.

Gubernur melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat setempat. Gubernur turut didampingi Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi Mahir, Ketua BAZNAS, Direktur Operasional Bank Jambi, perwakilan Kanwil Haji dan Umrah, Sekda Muaro Jambi, sejumlah kepala OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, serta warga Pijoan yang memadati masjid.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Ramadan ini yang pertama adalah menyambung tali silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat. Kalau ada sumbatan-sumbatan di masyarakat, maka penting kami datang langsung, bertemu muka, bersilaturahmi,” ujar Al Haris.

Bacaan Lainnya: 

Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

Al Haris berharap pertemuan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak. “Mudah-mudahan dengan pertemuan kita ini rezeki Allah dimudahkan. Usaha-usaha kita dilancarkan. Segala niat baik dikabulkan Allah,” tuturnya disambut doa jamaah.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya. “Mari kita laksanakan ibadah puasa Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kesempatan ini kita sia-siakan, karena belum tentu kita dipertemukan lagi dengan Ramadan tahun berikutnya,” pesannya.

Safari Ramadan perdana ini disertai serta tausiah keagamaan yang semakin menambah kekhusyukan suasana malam di Masjid Nurussa’adah Pijoan.

Acara ini diakhiri dengan Pemerintah Provinsi Jambi bersama BAZNAS turut menyalurkan sejumlah bantuan dan santunan kepada masyarakat, termasuk bantuan untuk masjid serta santunan bagi para lansia.(Adz)

PERMAHI Jambi Desak Para Petinggi Bank Jambi Mundur Jika Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik

 

Jambi, Merdekapost.com – Skandal hilangnya saldo nasabah dan lumpuhnya layanan digital Bank Jambi bukan sekadar gangguan teknis. Ini adalah krisis kepercayaan publik yang paling serius dalam sejarah Bank Pembangunan Daerah Jambi. Ketua DPC PERMAHI Jambi, Roland Pramudiansyah, menyatakan peristiwa ini sebagai kegagalan manajerial yang tidak bisa ditoleransi.

Menurut Roland, bank daerah seharusnya menjadi simbol stabilitas dan keamanan dana masyarakat. Namun yang terjadi justru kepanikan massal, saldo yang dipertanyakan, serta pembekuan sistem secara serentak dengan alasan “investigasi internal”.

“Ketika sistem dimatikan total dan nasabah tidak bisa mengakses uangnya sendiri, itu bukan sekadar maintenance. Itu kegagalan kepemimpinan. Publik tidak butuh narasi angin sorga untuk menenangkan. Publik butuh kepastian dan tanggung jawab,” tegasnya.

Berita Terkait:

Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

PERMAHI Jambi menilai krisis ini menunjukkan lemahnya manajemen risiko, keamanan siber, dan pengawasan internal. Dalam prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kegagalan yang mengguncang kepercayaan publik adalah tanggung jawab direksi dan komisaris.

Jika dalam waktu segera tidak dilakukan audit forensik independen yang diumumkan secara transparan kepada publik, serta tidak ada jaminan pemulihan sistem yang bisa diverifikasi secara terbuka, maka seluruh jajaran direksi dan komisaris Bank Jambi lebih baik mengundurkan diri. Jika tidak, Gubernur sebagai pemegang saham pengendali harus mencopot mereka.

“Kepercayaan itu mahal. Sekali runtuh, tidak bisa ditebus dengan konferensi pers. Kepemimpinan diuji saat krisis. Jika tidak mampu menjawab krisis, maka harus tahu diri,” ujar Roland.

PERMAHI Jambi juga membuka posko advokasi bantuan hukum bagi nasabah yang merasa dirugikan dan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejanggalan transaksi. Roland menegaskan, tekanan publik adalah mekanisme kontrol dalam negara hukum.

Baca Juga : Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat  

“Kami mengajak masyarakat Jambi bersuara. Jangan diam ketika dana kita dipertaruhkan. Ini bukan hanya soal saldo, ini soal harga diri dan keamanan uang rakyat. Jika manajemen tidak mundur, maka tekanan publik akan semakin besar.”

Roland menutup dengan pernyataan keras, “Bank Pembangunan Daerah tidak boleh berubah menjadi Bank Penghancur Daerah. Mundur adalah pilihan terhormat. Bertahan dalam kegagalan adalah bentuk pengabaian terhadap rakyat.”(Adz)

Wabup Bakhtiar Temui Menteri Maruarar Sirait, Batang Hari Siap Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah

 


Merdekapost.com – Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar, menghadiri audiensi bersama Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, di Jakarta, Senin (23/02/2026).

Pertemuan tersebut diikuti Gubernur Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, serta kepala OPD terkait, termasuk perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Batang Hari.

Audiensi membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas nasional, sekaligus sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal. Fokus utama diskusi adalah penguatan sinergi pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas hunian layak bagi masyarakat.

Dalam forum itu, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyampaikan apresiasi atas komitmen Kementerian Perumahan dan Permukiman yang membuka ruang kolaborasi luas bagi daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni. Ketersediaan hunian yang sehat dan terjangkau dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Pemkab Batang Hari menegaskan kesiapan untuk mendukung strategi nasional yang diusung kementerian, di antaranya pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui kemitraan inovatif, penataan kawasan kumuh secara berkelanjutan, optimalisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, serta penyederhanaan skema subsidi guna memudahkan akses KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah, baik untuk rumah tapak maupun rumah susun.

Wabup Bakhtiar menegaskan, sinergi tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Batang Hari yang mengedepankan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat demi mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemkab Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Hadir Beri Bantuan

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemda Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Turun Langsung Beri Bantuan.(adz/ist)

Kerinci | Merdekapost.com – Musibah kebakaran yang terjadi pada 16 Februari 2026 lalu menyisakan duka mendalam bagi Rusli (61), warga Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Namun di balik cobaan tersebut, Rusli tak kuasa menahan tetesan air mata haru saat menerima kunjungan dan bantuan dari berbagai pihak.

Sejak Selasa pagi (17/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci hadir langsung ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa material bahan bangunan seperti seng untuk penutup atap, semen, serta bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Efrawadi yang mewakili Bupati Kerinci, Monadi, bersama BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci.

“Saya sebagai korban kebakaran mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran pemerintah daerah dalam rangka memberi bantuan. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi kami,” ujar Rusli dengan mata berkaca-kaca.

Di hari yang sama pada Selasa sore, Rusli kembali menangis haru saat dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi III Fraksi Golkar, Amrizal. Dalam kunjungannya, Amrizal turut menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih sekaligus praktisi hukum, Hasan Basri, juga menyempatkan diri menjenguk Rusli. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci dalam merespons musibah tersebut.

“Kunjungan beliau sebagai Anggota DPRD Jambi di tengah situasi bencana yang dialami masyarakat Desa Sungai Batu Gantih menunjukkan sosok politisi yang cukup merakyat saat dibutuhkan. Kehadiran ini memiliki nilai kemanusiaan antar sesama hamba Allah SWT. Semoga semua ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Musibah kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana menjadi wujud nyata sinergi dan empati dalam membangun kebersamaan.(Adz)

Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat

Saldo di Rekening Nasabah Hilang, Dirut Bank Jambi Minta Nasabah Tenang: Kami Ganti Penuh Tanpa Syarat.(Adz/Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Jagat maya sempat dihebohkan dengan kabar dugaan hilangnya saldo sejumlah nasabah pada Minggu (22/2/2026). Merespons hal tersebut, manajemen Bank Jambi bergerak cepat dan memastikan hak nasabah aman. Masyarakat dan nasabah setia diminta untuk tidak panik.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, tampil langsung memberikan jaminan keamanan. Ia menegaskan, pihak bank tidak akan lepas tangan dan siap bertanggung jawab secara finansial apabila hasil audit membuktikan adanya saldo yang berkurang akibat sistem.

Baca Juga: Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

"Mengenai kabar adanya uang nasabah yang hilang, Bank Jambi saat ini tengah melakukan penelusuran. Saya menjamin, jika memang ada dana nasabah yang raib, maka Bank Jambi akan mengganti penuh semua kerugian nasabah," tegas Khairul dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).

Pernyataan tegas ini disampaikan Khairul dengan didampingi langsung oleh Komisaris Utama Bank Jambi, Emilia, beserta jajaran direksi dan komisaris lainnya, menunjukkan kekompakan dan keseriusan manajemen dalam menangani isu ini.(*)

Heboh! Uang di Rekening Nasabah Hilang, Bank Jambi Umumkan Maintenance Internal

 

Pengumuman dari Bank Jambi. Suasana di Kantor Cabang Bank Jambi Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi mendadak mencekam pada Minggu (22/2/2026) siang. (adz/ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Pihak Bank Jambi menyampaikan pengumuman resmi terkait ganguan sistem mobile banking dan layanan Bank Jambi.

Ini disampaikan Humas Bank Jambi, Gaviria.

Terkait informasi lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya kan menjelaskan hal itu dalam pers rilis.

“Ditunggu aja ya pak rilis resminya,” katanya singkat, saat dihubungi media via pesan WhatsApp, pada Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Sebelumnya, diberitakan puluhan ASN Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat mendatangi Kantor Bank Jambi di daerah tersebut.

Hal itu disebabkan saldo rekening merekaraib secara misterius. Kerugian nasabah bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp24 juta per rekening.

Layanan ATM, CRM, dan mobile banking lumpuh total akibat pemeliharaan sistem. Bank Jambi berjanji akan mengembalikan uang nasabah, jika terbukti ada kesalahan sistem.

Sejumlah nasabah juga mengaku tidak bisa login ke aplikasi mobile banking Bank Jambi.

Baca juga: 

Pasca Viral di Medsos Keluhan Warga tentang Pelayanan, Ini Klarifikasi Dinkes dan Manajemen RSUD M.H.A. Thalib

Terkait hal itu, manajemen bank itu menyebut langkah maintenance diambil demi peningkatan keamanan transaksi.

Berikut pengumuman resmi yang dirilis Pihak Bank Jambi dikutip dari akun Instagram @bankjambi:

“Nasabah Bank Jambi yang terhormat, 

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dan keamanan transaksi, Bank Jambi saat ini sedang melakukan pemeliharaan sistem (Maintenance Internal), yang berakibat tidak dapat diaksesnya layanan Mobile Banking, ATM dan CRM Bank Jambi.

Layanan akan dapat diakses kembali menunggu pemberitahuan selanjutnya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya saat ini.

Terima kasih atas perhatian dan kesetiaan Anda menggunakan layanan Bank Jambi,”.(*) 

Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com

Klarifikasi Dinkes & Pihak RSU MHAT, Tak Mampu Redam Kritik, Pelayanan Tetap Jadi sorotan Tajam!

Klarifikasi Dinkes & Pihak RSU MHAT, Tak Mampu Redam Kritik, Pelayanan Tetap Jadi sorotan Tajam warga.(adz)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Klarifikasi yang disampaikan pihak RSUD Mayjen H.A. Thalib terkait berbagai keluhan pelayanan ternyata belum mampu meredam kekecewaan masyarakat.

Di media sosial, sejumlah warganet mengaku tetap tidak puas dan menilai persoalan yang muncul seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar pembelaan diri.

Beberapa komentar warga menyebut, setiap tahun rumah sakit daerah tersebut kerap viral karena keluhan serupa.

Mulai dari sikap petugas yang dinilai kurang ramah, pasien yang diminta mencari ruangan sendiri, hingga pengalaman keluarga pasien yang harus menjemput obat tanpa pendampingan petugas.

“Pegawai dan staf sibuk mengklarifikasi dan membela diri, bukannya evaluasi. Tahun ke tahun selalu viral, tapi tidak merasa ada yang salah,” tulis salah satu akun di media sosial.

Baca Juga: Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

Warga menilai kritik dan keluhan masyarakat seharusnya menjadi masukan penting bagi manajemen rumah sakit. Terlebih, sebagai fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan profesional, ramah, dan humanis.

Menurut sejumlah warga, profesionalisme tenaga kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari sikap dan empati terhadap pasien.

“Kalau kerja profesional, pasien sehat yang dapat pujian, rumah sakit juga yang dapat nama baik. Itu juga jadi ladang amal kalau melayani dengan ikhlas,” ujar seorang warga.

Sebaliknya, sikap jutek, cuek, dan pelayanan yang dianggap kurang informatif dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik.

Baca Juga: Pasca Viral di Medsos Keluhan Warga tentang Pelayanan, Ini Klarifikasi Dinkes dan Manajemen RSUD M.H.A. Thalib

Padahal, citra rumah sakit sangat bergantung pada pengalaman pasien dan keluarga selama menjalani perawatan.

"harus pk wali kota tegas memberikan peringatan ketegasan kepada para dokter dan perawat..,,??? kok saya heran pejabat cuman tinggal diam aja" ungkap netizen lagi

Bahkan ada netizen yang bilang,"Langsung k pak Prabowo aja gan🙏"

“Kami hanya ingin dilayani dengan baik. Itu saja,” tulis warganet lainnya. 

Ini berarti pada intinya masyarakat kota Sungai Penuh dan Kerinci berharap bisa dilayani dengan baik, sopan, beretika dan megutamakan rasa kemanusiaan

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak manajemen terkait tuntutan evaluasi menyeluruh atas sistem pelayanan.

Masyarakat berharap, polemik yang kembali mencuat ini menjadi momentum pembenahan internal demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh.

Pegawai Akan Dirotasi

Pasca viralnya keluhan pelayanan di RSU MHA Thalib Sungai Penuh, Pihak Pemerintah yang dalam hal ini diambil alih oleh Sekda Kota Sungai Penuh Alfian turun ke RSUD dan melakukan evaluasi

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Dinkes dan Manajemen RSUD (Direktur), Sekda menyampaikan bahwa akan dilakukan rotasi atau mengganti pegawai /petugas

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga: 

Awal Tahun ini, Total Sudah 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun, Sementara Pemilik Kabur

Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.(*)

(Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com)

Polisi Gagalkan Peredaran 1,4 Kg Ganja di Kawasan Transmigrasi Sungai Bahar Muaro Jambi

JAMBI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Muaro Jambi berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja di kawasan transmigrasi Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku yang diduga sebagai bandar ganja berinisial IF alias Keling (25). Dari tangan pelaku, polisi turut menyita barang bukti narkotika jenis ganja seberat 1,4 kilogram.

Kasat Narkoba Polres Muaro Jambi, AKP Rahmat Damaiandi, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah akibat maraknya aktivitas transaksi ganja di wilayah tersebut.

Baca Juga: Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

“Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan memastikan ciri-ciri pelaku, tim langsung bergerak melakukan pengamanan,” ujar AKP Rahmat Damaiandi di Sengeti, Kamis.

Ia menjelaskan, pelaku IF ditangkap pada Jum'at (13/2) dini hari di sebuah rumah tinggal atau mess yang berada di RT 06, Desa Mekar Sari Unit 1, Kecamatan Sungai Bahar. Lokasi tersebut diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi narkotika.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Muaro Jambi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lainnya yang terkait dengan pelaku.(*)

Awal Tahun ini, Total Sudah 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun, Sementara Pemilik Kabur

FOTO - Polisi mengevakuasi korban tewas di penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sarolangun. Ada delapan penambang tewas tertimbun reruntuhan tebing penambangan emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Sarolangun pada Selasa (20/1/2026) lalu. Kini total sudah ada 12 orang tewas akibat PETI pada awal tahun 2025.(adz/FOTO: Tribunnews.com)

SAROLANGUN |  MERDEKAPOST.COM - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun kembali menelan korban jiwa.

Peristiwa ini terjadi di lokasi tambang emas ilegal jenis dompeng darat yang berada di kawasan Km 18 Desa Teluk Kecimbung, Sungai Batu Putih Selembau, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun.

Dalam insiden tersebut, empat orang penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah. Kejadian tragis itu berlangsung pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca Juga: Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

Usai menerima laporan, tim gabungan dari Polres Sarolangun dan Polsek Bathin VIII segera mendatangi lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Sarolangun membenarkan peristiwa tersebut melalui keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat (20/02/26).

Ia menjelaskan, menindaklanjuti kejadian itu, Kapolsek Bathin VIII IPTU Erikurniawan bersama Kanit Tipidter IPDA Gagah Tegar Dwitama telah melakukan olah TKP di lokasi tambang.

Berdasarkan hasil keterangan saksi serta para pendulang yang berada di sekitar area kejadian, tercatat terdapat lima orang korban dalam musibah tersebut.

Bacaan Lainnya: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

"Empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang berhasil selamat dengan luka-luka," ujarnya.

Adapun identitas para korban meninggal dunia yakni Zai (31) warga Desa Karang Jaya, Musirawas Utara; Serli (26) warga Dusun Macang, Musirawas Utara; Agus (40) warga Bengkulu; serta Kadir (40) warga Aur Gading, Batanghari.

Sementara satu korban selamat diketahui bernama Raka alias Bocil (16), warga Bengkulu, yang mengalami luka memar.

Pasca kejadian, aparat kepolisian melakukan langkah hukum dengan mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Selain itu, lokasi kejadian turut disegel dengan pemasangan spanduk penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Sarolangun guna mencegah adanya aktivitas lanjutan di area tambang.

"Sedangkan pemilik lahan telah kami kantongi identitasnya, dan sedang kami buru," tutupnya.

Kali Kedua Tahun Ini

Insiden longsor yang memakan korban jiwa di area tambang emas ilegal ini bukan pertama kali terjadi dalam awal tahun 2026.

Pada Selasa, 20 Januari 2026 lalu, longsor mengakibatkan 12 orang jadi korban di Desa Temenggung--delapan tewas, empat luka-luka.

Peristiwa longsor sebelumnya terjadi di lokasi PETI Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, menimbulkan korban jiwa.

Para penambang yang menggantungkan hidup dari kegiatan ilegal itu tertimbun material longsoran.

Korban meninggal dunia diketahui merupakan pekerja PETI dari sejumlah desa di wilayah Kabupaten Sarolangun, yakni Kandar (40), Tabri (46), dan Sila (22) warga Dusun Mengkadai; Oto (40) warga Desa Mensao; Iril (50) warga Desa Lubuk Sayak; Shirun (35) warga Desa Pulau Pandan; serta A dan KK.

Baca Juga: Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka berinisial IM, S, IS, dan P.

Usai kejadian, Polres Sarolangun langsung memasang garis polisi dan menutup lokasi tambang.

Di area tersebut juga terpasang papan bertuliskan, "Lokasi Ini Dalam Penyelidikan Unit Tipidter Sateskrim Sarolangun".

Kepala Desa Temengung, Supriadi, menjelaskan bahwa mayoritas korban merupakan penambang yang hanya bekerja atau menumpang di lokasi tersebut.

Supriadi menyebutkan bahwa aktivitas PETI di wilayah itu sudah berlangsung cukup lama.

Awalnya, penambangan dilakukan secara tradisional menggunakan dulang atau ayakan.

Namun seiring berjalannya waktu, metode penambangan berubah menjadi lebih modern tanpa diimbangi penerapan standar keselamatan yang memadai.

Ia juga mengakui bahwa kejadian longsor bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut, meskipun sebelumnya tidak menimbulkan korban sebanyak kali ini.

Pemerintah desa bersama aparat kepolisian dan TNI telah berulang kali melakukan sosialisasi, pemasangan spanduk, serta menyampaikan larangan terkait aktivitas PETI.

"Kami selalu mengingatkan masyarakat, baik lewat spanduk maupun dalam setiap kegiatan desa. Imbauan untuk menghentikan PETI sudah sering kami sampaikan," tegasnya.

Ke depan, pemerintah desa berencana mendorong reklamasi lahan bekas tambang dengan menanam kelapa sawit sebagai alternatif sumber mata pencaharian yang lebih aman.

"Kami berharap aktivitas pertambangan ini bisa berangsur dihentikan. Bekas tambang akan direklamasi dan ditanami sawit agar masyarakat punya penghasilan yang lebih aman,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan deras, namun aktivitas penambangan masih berlangsung.

Akibat curah hujan yang tinggi, struktur tanah mengalami pergeseran hingga memicu longsor dan menimbun para pekerja di area pertambangan.

"Dari informasi yang kita terima, saat itu hujan deras sehingga terjadi pegerakan tanah sehingga menimbun para pekerja di sana," jelasnya pada Rabu (21/1/2026) lalu

Pemilik Kabur

Meski pemilik PETI telah diketahui identitasnya, mereka kabur.

Di Desa Teluk Kecimbung, hingga nyaris sepekan, belum ada informasi lanjutan soral pemilik lahan PETI tersebut.

Pada kejadian sebelumnya juga, pemilik lahan di Desa Temenggun juga dilaporkan melarikan diri saat hendak diamankan oleh aparat kepolisian.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa identitas pemilik lahan telah diketahui pihak kepolisian. Namun saat didatangi, yang bersangkutan tidak berada di rumah.

Pemilik lahan tersebut berinisial ID dan merupakan warga Kabupaten Sarolangun.

"Masih proses penyelidikan, pemiliki lahan sudah teridentifikasi. Namun kami masih mencari pemilik lahan karena saat kami datangi rumahnya, dia sudah meninggalkan rumah," jelas Hadi Handoko.

Ia menambahkan bahwa ID diduga menghilang sejak terjadinya peristiwa longsor yang merenggut delapan korban jiwa tersebut.

"(Dia menghilang) Sejak kejadian itu," sebutnya.

Mengenai dugaan keterlibatan pemilik lahan sebagai pemodal dalam aktivitas tambang ilegal tersebut, Hadi Handoko belum memberikan keterangan secara rinci.

Ia menegaskan, saat ini penyelidikan difokuskan untuk melacak keberadaan ID.

"Kita belum tau karena harus meminta keterangan langsung. Mohon doanya," kata dia.

( Editor: Aldie Prasetya | Sumber:Tribunjambi | Merdekapost)

Usai Viral Keluhan Pelayanan, Pegawai RSU M.H.A.Thalib Sungai Penuh Akan Dirotasi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSU MH Thalib yang belakangan viral di media sosial. Sejumlah pegawai rumah sakit daerah itu akan dirotasi guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menyampaikan rencana pergeseran pegawai tersebut saat menggelar pertemuan bersama Direktur RSU, Debi Zartika, Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, para kepala bidang, serta jajaran pegawai rumah sakit, Sabtu, 21 Februari 2026.

Alpian mengatakan rotasi dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan, memperkuat manajemen internal, serta memastikan kebutuhan tenaga di setiap unit terpenuhi secara proporsional.

"Kita ingin pelayanan di RSU semakin maksimal, responsif, dan profesional. Jika ada kekurangan tenaga di unit tertentu, tentu akan kita sesuaikan melalui pergeseran pegawai,” ujarnya.

Baca Juga:Lagi, Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Peredaran Sabu, Modus 'Sistem Tempel', Satu Kurir ditangkap di Desa Sumur Anyir

Menurut dia, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pemerintah daerah, kata Alpian, ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan agar upaya peningkatan mutu layanan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Viral di Medsos, Konten Kreator Kerinci Keluhkan Pelayanan RSUD Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh

Sementara itu, manajemen RSU menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah daerah. Pihak rumah sakit berharap pergeseran pegawai dapat memperkuat kinerja tim serta memperbaiki persepsi publik terhadap layanan yang diberikan.

Belum dirinci berapa jumlah pegawai yang akan dirotasi maupun waktu pelaksanaannya. Pemerintah daerah menyatakan langkah tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan pelayanan.(Adz)

Bupati Monadi Buka Safari Ramadhan 1447 H, Tekankan Partisipasi OPD Bangun Silaturahmi dengan Masyarakat

 

Merdekapost.com – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si secara resmi membuka kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Gedung Islamic Center, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfirah sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketaqwaan, persatuan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat demi mewujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju dan sejahtera.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H, Ketua DPRD Irwandri, S.E., M.M, Wakil Ketua DPRD Ir. Boy Edwar, MM, Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, serta jajaran pimpinan lembaga vertikal, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah dan masyarakat.

“Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan maghfirah. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati.

Bupati Monadi juga menekankan agar pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini benar-benar melibatkan partisipasi aktif seluruh jajaran di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci. 

Menurutnya, kehadiran dan keterlibatan langsung para kepala perangkat daerah, camat, hingga unsur pejabat lainnya sangat penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Saya mengharapkan partisipasi seluruh jajaran di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci dapat ditingkatkan. Dengan begitu, silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat di setiap lokasi Safari Ramadhan dapat terjalin dengan baik, hangat, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Safari Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat sinergi, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik.

Kegiatan pembukaan Safari Ramadhan tersebut kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Dobolrahman, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai madrasah spiritual dalam membentuk pribadi yang sabar, ikhlas, dan peduli terhadap sesama.

Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan sholat Isya dan sholat Tarawih berjemaah bersama Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda serta seluruh masyarakat yang hadir, menambah khidmat dan kekhusyukan suasana malam pembukaan Safari Ramadhan tersebut.

Dengan dibukanya Safari Ramadhan ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap suasana religius dan kebersamaan semakin terasa di tengah masyarakat, serta mampu menghadirkan Ramadhan yang penuh makna demi terwujudnya Kerinci yang berdaya saing, maju dan sejahtera. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs