Gubernur Al Haris Imbau Putra Daerah Dokter Umum ikut Program PPDS Gratis

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama Bupati Monadi saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah Kabupaten Kerinci.(Adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukit Tengah Kabupaten Kerinci, Minggu (05/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di area Rumah Sakit Umum Bukit Tengah ini menandai dimulainya pengerjaan fisik proyek yang diharapkan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan sekitarnya.

Gubernur Al Haris didampingi Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Kerinci Murison, Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kerinci H. Hermendizal, SE, SKM, MM, dan unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, OPD Provinsi Jambi dan OPD Kabupaten Kerinci, camat dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci untuk memperkuat kapasitas fasilitas layanan kesehatan di daerah dan wilayah perbatasan.

Baca Juga: Gubernur Jambi Letakkan Batu Pertama RSUD Kerinci, Bupati Monadi: Tonggak Baru Pelayanan Kesehatan Dimulai

“Pembangunan Rumah Sakit Bukit Tengah akan memperpendek akses layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke luar daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kerinci,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris menceritakan proses panjang yang membawa proyek ini sampai pada tahap pembangunan. “Pada saat kami baru dilantik tahun lalu saya mengajak langsung Bupati dan perwakilan daerah bertemu Menteri Kesehatan untuk menyampaikan kebutuhan fasilitas kesehatan Kerinci. Alhamdulillah, setelah melalui proses, yang begitu panjang permintaan kami disetujui,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan bahwa meskipun Kerinci merupakan daerah induk, layanan rumah sakit sebelumnya terdampak pemekaran sehingga sebagian fasilitas berada di Kota Sungai Penuh. Kehadiran RSUD Bukit Tengah diharapkan menutup kekurangan layanan tersebut. “Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alat kesehatan (alkes),” tambahnya.

Gubernur Al Haris menegaskan komitmen pemantauan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan dan menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan membantu menutup kekurangan yang diperlukan sebagai wakil pusat di daerah. Selain fasilitas bangunan dan alat, Gubernur juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. RSUD nantinya direncanakan memiliki layanan hemodialisis (cuci darah), pusat jantung, dan kemoterapi, sehingga diharapkan warga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah seperti Sumatera Barat atau Kota Jambi.

Untuk ketersediaan dokter spesialis, Gubernur menyebut program PPDS (Pendidikan Dokter Spesialis) sebagai jalur untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dokter di daerah. Gubernur optimis setelah fasilitas lengkap dan SDM terpenuhi, pelayanan kesehatan di Kerinci akan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ada 3 PPDS yang diprogramkan dari jambi yakni Anestesi, Bedah dan Paru, Kuliahnya dijambi bekerjasama dirumah sakit jambi, palingan ada Zoom, silakan kalo ada yang siap program ini gratis, ” Tutupnya.(Adz)

Berikut, Daftar 37 Pejabat Pemkab Bungo yang Dilantik Wakil Bupati Hari Ini

37 Pejabat dilingkungan Pemkab Bungo yang Dilantik Wakil Bupati Hari Ini Senin 06/07. (Adz)

MERDEKAPOST.COM | MUARA BUNGO – Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, melantik sekaligus mengambil sumpah/janji jabatan sebanyak 37 pejabat administrator, pengawas, dan pejabat fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo, Senin (6/7/2026).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan birokrasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bungo untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri para kepala OPD, pejabat struktural, serta sejumlah tamu undangan.

Sebelum menandatangani berita acara pelantikan, seluruh pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah/janji jabatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Daftar 37 Pejabat yang Dilantik

Adapun pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya terdiri dari:

1. Zulkifli – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

2. Fantoni – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat BPBD/Kesbangpol.

3. Mukhsin – Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Perda dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP dan Damkar.

4. Yesi Kusmira – Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Inspektorat Daerah.

5. Mohammad Rizal – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Bathin II Babeko.

6. Benni Oktama – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bathin II Babeko.

7. Asril Joni – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Bathin II Babeko.

8. Eka Gusnita – Kepala Seksi Perekonomian Kecamatan Bathin III.

9. Eko Subagiyo – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Pelepat Ilir.

10. Salahuddin – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pelepat.

11. Ratna Dewi – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Jujuhan.

12. Jamaludin – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

13. Aswan – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

14. Amiruddin – Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

15. Kurniati Sulistyo – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Jujuhan Ilir.

16. Supendi – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani.

17. Tri Ambar Sari – Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani.

18. Nur'aini – Kepala Seksi Sosial Budaya Kelurahan Bungo Taman Agung, Kecamatan Bathin III.

19. Deffi Rahman – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kelurahan Manggis, Kecamatan Bathin III.

20. Sahri – Sekretaris Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

21. Ahmadi – Kepala Seksi Sosial Budaya Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

22. Yulina Utama Hami – Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

23. Novi Sariana – Kepala Sub Bagian Program, Keuangan dan Aset Kecamatan Rimbo Tengah.

24. Karim – Kepala Seksi Sosial Budaya Kecamatan Rantau Pandan.

25. Sri Mulyani – Kepala Sub Bagian Program, Keuangan dan Aset Kecamatan Pasar Muara Bungo.

26. Hermantoni – Kepala Seksi Sosial Budaya Kelurahan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

27. Bambang Irawan – Kepala Seksi Sosial Budaya Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

28. Sri Rahmatika – Kepala Seksi Sosial Budaya Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

29. Siti Bahyu – Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Bungo Barat, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

30. Supanto – Lurah Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

31. Boy Hendrik – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pasar Muara Bungo.

32. J. Ishak – Lurah Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah.

33. Isnaini – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Bungo Dani.

34. Asnadi – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

35. Maryam – Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

36. Ruslan – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Jujuhan.

37. Widyawati – Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Jujuhan Ilir.

Amanat Wakil Bupati

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bungo menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Pelantikan ini, kata Wabup Bungo, bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, integritas, serta pengabdian yang semakin baik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menegaskan, sumpah jabatan yang telah diucapkan tidak boleh dimaknai sebagai sekadar rangkaian seremoni, melainkan komitmen moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, masyarakat, dan Allah SWT.

Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mengedepankan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pemerintahan.

Selain itu, Wakil Bupati berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta menghadirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bungo dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan penempatan pejabat sesuai kebutuhan organisasi, roda pemerintahan diharapkan berjalan lebih optimal sehingga target pembangunan daerah dapat tercapai secara maksimal.(Aldie Prasetya | Merdekapost)

5 Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Ditetapkan, Siapa saja?

 

Sungai Penuh - Pemerintah Kota Sungai Penuh mengumumkan hasil seleksi calon pimpinan BAZNAS kota Sungai penuh berdasarkan hasil seleksi penilaian  BAZNAS RI Nomor R/3699/BPR1-BHKL/KETUA/KD.02.05/VI/2026 tertanggal 9 Juni 2026.

Adapun nama-nama 5 Pimpinan Baznas tersebut adalah:

1. Muhammad Ajmain, S.Pd (Unsur Tokoh masyarakat Islam)

2. Aulia, S.Pd (Unsur Ulama)

3. Marsal, Sh,MH (Tenaga Profesional)

4. Samsuddin, S.Pd.I (Tokoh masyarakat Islam)

5. Yapendra, SHI (Tokoh masyarakat Islam)

Berdasarkan keputusan walikota Sungai Penuh ini masa kerja para pimpinan Baznas adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan yaitu pada tanggal 6 Juli 2026.

(Adz)

Perkuat Eksistensi Organisasi, PC ISNU Merangin Gelar Rapat Terbatas di Ponpes Ma'rifatullah, Bahas Konsolidasi hingga Audiensi dengan Pemda

PC ISNU Merangin Gelar Rapat Terbatas di Ponpes Ma'rifatullah

 Merdekapost.com | Merangin - Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Merangin mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat eksistensi organisasi melalui Rapat Terbatas (Ratas) pengurus inti yang digelar di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur'an Ma'rifatullah, Sungai Ulak, Bangko, Minggu (5/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri Ketua, Sekretaris, Bendahara PC ISNU Kabupaten Merangin, serta jajaran Dewan Pembina. Kehadiran seluruh unsur pimpinan menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun organisasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan umat, daerah, dan bangsa.

Ketua PC ISNU Kabupaten Merangin, Husni Mubarok, S.Sos.I., M.H., menegaskan bahwa penguatan organisasi harus dimulai dari konsolidasi internal yang solid agar seluruh potensi sarjana Nahdlatul Ulama dapat bergerak secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"ISNU merupakan rumah besar bagi para sarjana dan intelektual Nahdlatul Ulama. Karena itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mempercepat konsolidasi organisasi. Kita ingin seluruh potensi yang dimiliki dapat bergerak dalam satu visi, solid secara internal, serta siap mengabdi kepada masyarakat. ISNU harus menjadi menara air yang mengalirkan kemanfaatan bagi umat, bukan menara gading yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat," ujar Husni.

Dalam rapat yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut, para peserta menyepakati tiga agenda strategis yang akan menjadi fokus kerja organisasi dalam waktu dekat, yaitu:

  1. Memperkuat konsolidasi internal melalui penyamaan persepsi, pembagian tugas, serta optimalisasi peran seluruh pengurus.
  2. Membangun kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Merangin melalui agenda audiensi dan silaturahmi resmi guna menyinergikan gagasan serta potensi intelektual ISNU dengan program pembangunan daerah.
  3. Mematangkan pelaksanaan Madrasah Kader (MK) ISNU sebagai upaya mencetak kader intelektual Nahdlatul Ulama yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga disampaikan Dewan Pembina PC ISNU Kabupaten Merangin. Damiri, S.Ag., M.Pd.I., menekankan bahwa seluruh aktivitas organisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai khidmah (pengabdian) dan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.

"Sebagai organisasi para sarjana, gerak langkah ISNU tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah. Kesarjanaan yang kita miliki harus menjadi jalan untuk membimbing umat, menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, serta ikut menjaga moral kehidupan berbangsa. Persiapan Madrasah Kader ISNU dan agenda audiensi dengan pemerintah daerah merupakan langkah konkret agar kaum intelektual NU dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat," ungkap Damiri.

Rapat yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur'an Ma'rifatullah tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan penguatan peran PC ISNU Kabupaten Merangin. Melalui sinergi antara pengurus harian dan Dewan Pembina, ISNU diharapkan mampu berkembang sebagai pusat pemikiran (think tank) yang melahirkan gagasan-gagasan konstruktif serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, PC ISNU Kabupaten Merangin optimistis mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Merangin sekaligus memperkuat peran kaum intelektual Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan zaman. (*)

Ngeri! Jaringan Narkoba Diduga Culik dan Siksa Pelapor Lapak di Tanjabbar Jambi

Jagat maya dihebohkan oleh kabar mencekam mengenai aksi keji yang diduga dilakukan oleh jaringan peredaran gelap narkotika di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.  

MERDEKAPOST.COM - Jagat maya dihebohkan oleh kabar mencekam mengenai aksi keji yang diduga dilakukan oleh jaringan peredaran gelap narkotika di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Sebuah unggahan dari akun Instagram @tungkal_barometer memicu keprihatinan mendalam sekaligus peringatan keras bagi masyarakat.  

Akun tersebut membagikan ulang sebuah tangkapan layar yang menginformasikan adanya dugaan tindakan penculikan dan penganiayaan sadis terhadap seorang warga.  

Korban diduga disiksa lantaran berani melaporkan aktivitas ilegal barak narkoba kepada pihak kepolisian. 

Baca Juga: Kasus MBG Memanas, 7 Orang Jadi Tersangka saat Boss Baru BGN Nanik Belum Genap Sebulan Dilantik

Pihak pengelola akun menegaskan bahwa penyebaran informasi ini murni ditujukan demi kemaslahatan publik. 

"Waduh.., Serius nih Tungkal sudah kayak gini..!? BERITA INI HANYA BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN," tulis akun @tungkal_barometer dalam keterangan unggahannya. 

Pesan Keras Sindikat Narkotika di Tanjung Jabung Barat

Berdasarkan analisis visual foto yang dibagikan, terlihat potret seorang pria malang berkemeja motif kaus olahraga abu-abu kuning yang sedang terduduk lemas di dalam ruangan berdinding papan kayu hijau.  

Kondisi pria tersebut tampak sangat memprihatinkan dengan luka robek di pelipis mata kanan yang mengalirkan darah segar hingga ke pipinya. 

Di salah satu sudut foto, pria yang terluka itu tampak dipaksa mengulum sebatang rokok dalam kondisi wajah lebam. 

Foto-foto korban disandingkan langsung dengan sebuah kiriman dari akun Facebook bernama Fah*** di grup "PENCERAHAN KUALA TUNGKAL..." yang memuat transkrip peringatan bernada ancaman dari sindikat tersebut: 

"PESAN KERAS DARI JARINGAN NARKOBA: KEPADA MASYARAKAT YANG BERANI MELAPORKAN KEPADA POLISI LAPAK GEMBONG NARKOBA !! KORBAN PENCULIKAN DAN PENGANIAYAAN ADALAH ORANG YANG MELAPORKAN BARAK GEMBONG BESAR NARKOBA MILIK JHON HERI PEMATANG LUMUT - KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT- PROVINSI JAMBI. POLISI HARUS MEMBELA MASYARAKAT SEBAB POLRI UNTUK MASYARAKAT...BUKAN UNTUK GEMBONG NARKOBA"

Masyarakat Desak Polri Tindak Tegas dan Jaga Komitmen 

Sontak, unggahan mengerikan ini memicu gelombang reaksi keras dan kecaman dari warganet di media sosial.  

Berdasarkan foto yang diunggah, terlihat tangkapan layar kolom komentar yang dipenuhi desakan agar pihak kepolisian bertindak jujur, adil, serta tidak mengkhianati sumpah jabatan dengan menjadi pelindung para mafia narkoba. 

Bacaan Lainnya: GEMPAR! Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Anggaran MBG Masuk Pos Pendidikan, Hakim Singgung Nasib Guru yang Masih Bergaji di Bawah UMR

Berikut adalah beberapa transkrip kutipan langsung dari pernyataan sikap warga di kolom komentar tersebut: 

Ca***: "Sebagai polisi jika ingin dianggap baik dan adil oleh masyarakat mka lakukanlah tugasmu sesuai dgn janji dan sumpah jabatanmu karna klu polisi ada yg kerjasama sama gembong narkoboy mka hidupnya TDK akan tenang dan TDK akan berkahbuang hasil kerjanya jdi klu ingin hidup bahagia ,tenang dan punya uang berkah mka jdilh petugas polisi yg adil dan jujur karna sebanyak apapun harta klu hasil TDK benar... lainnya" 

Us***: "Betul" 

Yu***: "Polisi itu di bentuk untuk penegaan hukum"

Hingga berita ini dimuat, masyarakat luas di Jambi mendesak kepolisian daerah setempat untuk segera mengusut tuntas kasus penculikan ini, menangkap gembong narkoba yang dimaksud, serta menjamin keselamatan warga yang berani bersuara menentang peredaran narkotika. 

Saat ini media ini sedang berupaya mendapatkan keterangan dari pihak berwajib terkait kabar yang beredar tersebut.

Ringkasan Berita:

  • Jaringan Narkoba Diduga Culik Pelapor
  • Viral kabar jaringan narkoba Jambi menculik dan menyiksa pelapor lapak haram
  • Korban dianiaya hingga berdarah karena adukan barak di Pematang Lumut
  • Akun @tungkal_barometer unggah foto korban untuk tingkatkan kesadaran umum.
  • Jaringan narkoba diduga milik Jhon Heri di Betara, Tanjung Jabung Barat.
  • Warganet desak Polri tegakkan hukum secara jujur dan lindungi masyarakat.
(Aldie Prasetya / Sumber: TribunJambi)

Ompreng MBG 'Tumpah' di MK

Merdekapost.com - Hakim Konstitusi Saldi Isra mencecar ahli hukum tata negara Parulian Paidi Aritonang yang dihadirkan DPR RI dalam sidang uji materi UU Sisdiknas dan UU APBN 2026 terkait penggunaan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pertanyaannya hanya satu, tetapi cukup membuat ruang sidang berubah suasana. Dari sekian banyak negara yang dijadikan pembanding, adakah yang konstitusinya mewajibkan alokasi minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan sebagaimana Indonesia? Jawabannya singkat, "Tidak ada, Prof." Setelah itu, pertanyaan pun selesai. Namun, justru di situlah diskusi sesungguhnya dimulai.

Ompreng itu awalnya hanya kotak makan. Ia diciptakan agar nasi tidak tumpah, lauk tidak bercampur, dan sendok tetap pada tempatnya. Namun entah bagaimana, dalam perjalanan politik anggaran Indonesia, ompreng justru berhasil menumpahkan satu perdebatan besar ke ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Kasus MBG Memanas, 7 Orang Jadi Tersangka saat Boss Baru BGN Nanik Belum Genap Sebulan Dilantik

Sidang itu semula tampak biasa. Ahli memaparkan Finlandia, Swedia, Jepang, Prancis, Italia, Brasil, hingga India. Nama-nama negara itu berbaris rapi seperti peserta seminar internasional. Seolah-olah seluruh dunia sedang memberikan resep makan siang kepada Indonesia.

Lalu datang satu pertanyaan sederhana. Tidak panjang. Tidak berapi-api. Tidak pula disertai pidato konstitusi. "Apakah negara-negara itu juga memiliki ketentuan mandatory spending 20 persen anggaran pendidikan dalam konstitusinya?"

Jawabannya hanya dua kata. "Tidak ada."

Di situlah ompreng itu seperti kehilangan tutupnya. Isi pembanding yang sejak awal tersusun rapi mendadak bergeser. Bukan karena program makan siangnya salah, melainkan karena fondasi konstitusinya ternyata tidak sama.

Baca Juga: GEMPAR! Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Anggaran MBG Masuk Pos Pendidikan, Hakim Singgung Nasib Guru yang Masih Bergaji di Bawah UMR

Dalam ilmu hukum tata negara, membandingkan dua negara tidak cukup hanya melihat hasil akhirnya. Ibarat dua rumah sama-sama memiliki ruang makan yang indah, tetapi yang satu berdiri di atas tanah milik sendiri, sedangkan yang lain berdiri di atas tanah wakaf. Bentuk ruang makannya boleh sama, tetapi aturan membangunnya berbeda.

Indonesia memiliki Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 yang mewajibkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen. Ketentuan itu bukan sekadar angka dalam dokumen. Ia adalah pagar konstitusi yang membatasi sekaligus mengarahkan penggunaan anggaran pendidikan.

Maka yang sedang diuji Mahkamah bukanlah apakah anak sekolah layak memperoleh makanan bergizi. Hampir semua orang akan sepakat bahwa anak harus sehat. Yang diuji adalah apakah jalan menuju tujuan mulia itu ditempuh melalui jalur yang selaras dengan desain konstitusi.

Di luar ruang sidang, mungkin ada yang bertanya, "Bukankah yang penting anak kenyang?" Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun di dalam ruang Mahkamah, pertanyaan berubah menjadi, "Anggaran apa yang dipakai, dasar hukumnya apa, dan apakah konstitusi mengizinkannya?" Perut memang urusan biologis, tetapi APBN adalah urusan konstitusional.

Bayangkan seandainya konstitusi bisa ikut duduk di kursi persidangan. Barangkali ia akan berdehem pelan sambil berkata, "Saya tidak sedang melarang orang makan. Saya hanya ingin memastikan jangan sampai uang yang sudah saya titipkan untuk satu tujuan dipakai tanpa penjelasan konstitusional yang memadai."

Di sinilah satir itu muncul. Kita sering begitu bersemangat meniru menu negara lain, tetapi lupa membaca resep konstitusi sendiri. Padahal resep itulah yang menentukan apakah suatu kebijakan menjadi hidangan yang sah atau sekadar eksperimen fiskal.

Persidangan tersebut memberikan pelajaran metodologis yang menarik. Komparasi internasional memang penting, tetapi ia bukan mantra yang otomatis membenarkan kebijakan. Sebelum berkata "di Finlandia begini" atau "di Jepang begitu", ada satu pertanyaan yang wajib dijawab: "Apakah struktur konstitusinya sama?"

Barangkali inilah pertama kalinya sebuah ompreng membawa bangsa ini berdiskusi bukan tentang nasi, ayam, telur, atau sayur, melainkan tentang filsafat anggaran negara. Kotak makan itu mendadak berubah menjadi kotak Pandora yang mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan hukum tata negara.

Pada akhirnya, ruang sidang Mahkamah mengingatkan kita bahwa negara hukum tidak dibangun oleh banyaknya contoh dari luar negeri. Negara hukum dibangun oleh kesetiaan pada konstitusinya sendiri. Negara lain boleh menjadi cermin, tetapi cermin tidak pernah boleh menggantikan wajah.

Mungkin itulah mengapa pertanyaan singkat itu terasa lebih berat daripada presentasi yang panjang. Sebab kadang-kadang, dalam hukum tata negara, satu pertanyaan yang tepat mampu membuka lebih banyak isi ompreng daripada seribu lembar paparan. Dan ketika ompreng itu tumpah di ruang Mahkamah, yang berceceran bukan nasi, melainkan logika konstitusi yang menuntut untuk dipungut kembali satu per satu.(Adz)

Bank Jambi: Audit Forensik Tinggal Proses Finalisasi, Netizen: 'Lama Kali Pak!

AUDIT FORENSIK - Audit forensik kasus Bank Jambi hampir rampung. Sementara layanan perbankan mulai dibuka bertahap dengan sejumlah pembatasan.(Ist) 

MERDEKAPOST.COM JAMBI – Proses audit forensik terkait insiden serangan siber yang menimpa Bank Jambi kini memasuki tahap akhir.

Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, mengatakan proses audit saat ini tinggal menyelesaikan tahapan finalisasi sebelum hasil resminya disampaikan kepada jajaran direksi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi itu mengungkapkan pihak komisaris telah bertemu dengan tim dari IBM yang ditunjuk untuk melakukan audit forensik terhadap insiden tersebut.

“Audit forensiknya sudah sampai pada tahap kesimpulan akhir. Kami sudah bertemu dengan tim IBM yang melakukan audit. Sekarang tinggal proses finalisasi saja,” katanya.

Menurut Sudirman, setelah proses finalisasi rampung, hasil audit akan dipaparkan kepada direksi Bank 9 Jambi.

Selain itu, jajaran komisaris juga akan menerima laporan lengkap mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemaparan awal yang diterima, tim auditor telah memperoleh gambaran mengenai penyebab terjadinya serangan siber, termasuk pihak yang dinilai bertanggung jawab serta langkah-langkah penanganannya.

Baca Juga:

GEMPAR! Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Anggaran MBG Masuk Pos Pendidikan, Hakim Singgung Nasib Guru yang Masih Bergaji di Bawah UMR

“Secara umum sudah ada gambaran awal mengenai penyebabnya, siapa yang bertanggung jawab, serta mekanisme penanganan dan tindak lanjut untuk mengatasi insiden siber ini,” jelasnya.

Meski demikian, Sudirman menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan manajemen atau merupakan kesalahan individu.

“Kami belum bisa memutuskan apakah itu merupakan kesalahan manajemen atau kesalahan personal, karena hasil auditnya masih dalam proses finalisasi,” pungkasnya.

Pemulihan Layanan Bank Jambi

Sementara itu, layanan Bank Jambi hingga kini masih dalam tahap pemulihan dan belum kembali beroperasi secara normal.

Kepala Kantor Cabang Utama Bank Jambi, Hery Gunawan, beberapa waktu lalu mengatakan layanan perbankan mulai dipulihkan secara bertahap.

Untuk layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kantor-kantor Bank Jambi, saat ini sudah dapat digunakan dengan sistem on us atau transaksi internal.

Layanan tersebut beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB dan berlaku di seluruh kantor Bank Jambi yang berada di wilayah Provinsi Jambi.

Hery menambahkan, layanan web teller juga telah kembali berfungsi sehingga nasabah sudah dapat melakukan sejumlah transaksi.

“Web teller kami sudah jalan, jadi masyarakat sudah bisa melakukan setoran haji, PBB, pajak yang berkaitan dengan web teller,” jelasnya.

Saat ini, Bank Jambi masih berada pada tahap awal proses pemulihan dengan mengaktifkan layanan ATM on us.

Dalam tahap ini, transaksi penarikan tunai melalui ATM dibatasi maksimal Rp5 juta untuk setiap transaksi.

Bacaan Lainnya:

Kasus MBG Memanas, 7 Orang Jadi Tersangka saat Boss Baru BGN Nanik Belum Genap Sebulan Dilantik

Selain itu, layanan pemindahbukuan baru dapat dilakukan antarrekening Bank Jambi.

“Di ATM itu hanya bisa batas Rp5.000.000 ya, pindah buku hanya bisa antar rekening Bank Jambi dulu, Kenapa antarrekening Bank Jambi? Kami dalam penyidikan forensik, belum kami buka,” terangnya.

Ia menambahkan, nasabah yang ingin melakukan penarikan dana di atas batas tersebut dapat langsung mendatangi teller di kantor cabang maupun kantor cabang pembantu Bank Jambi.

“Sampai saat ini, kalau teman-teman mau mengambil di atas Rp5.000.000 silakan datang ke teller Bank Jambi yang berada di seluruh kabupaten, kota, di KCP dan di cabang utama,” pungkasnya.

Mobile Banking Belum Aktif

Hingga saat ini, layanan mobile banking maupun QRIS masih belum dapat digunakan oleh nasabah.

Menurut Hery, pemulihan kedua layanan tersebut akan dilakukan pada tahapan berikutnya setelah proses pemulihan sistem dan audit forensik selesai.

(Aldie Prasetya | Editor: Khaidir Ali)

Ketika Adat, Pemimpin dan Harapan Bertemu di Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik

Kerinci - Langit cerah menaungi Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026) sore. Ribuan masyarakat memadati lokasi Kenduri Sko Lima Desa, sebuah perayaan adat yang hanya digelar sekali dalam lima tahun.

Momentum sakral ini bukan sekadar ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman. Kenduri Sko juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat adat dan para pemimpin daerah. Tiga kepala daerah hadir langsung dalam perhelatan tersebut, yakni Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam bersama istri Hj. Hesnidar Haris, S.E. bergelar Karang Setio, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Sekda Kabupaten Kerinci, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, anggota DPRD Provinsi Jambi Daerah Pemilihan Kerinci-Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum untuk merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.

Menurutnya, tradisi yang berlangsung secara berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Para Pemimpin Negeri saat berfoto bersama penari massal yang ikut mensukseskan acara Festival Kenduri Sko 5 Desa Tajung Pauh Mudik.(Ist)

Di tengah kemeriahan Kenduri Sko, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera melakukan kajian serta menyusun langkah penanganan.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kerinci.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Monadi juga mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, hingga Kato Melimpah, yang selama ini menjadi peneguh tata kehidupan adat di desa-desa.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tantangan zaman. Perkembangan teknologi, katanya, menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang dapat merusak sendi keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Di bawah langit cerah Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko Lima Desa kembali membuktikan dirinya bukan sekadar seremoni adat. Ia menjadi ruang pulang bagi ingatan kolektif, tempat bertemunya pemimpin dan masyarakat, sekaligus panggung untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.(Adz)

Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Gubernur Al Haris: Jadi Pemersatu dan Dorong Perbaikan Sarana Desa

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH yang bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam dan isteri Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) yang bergelar Karang Setio, berharap Kenduri Sko menjadi momen pemersatu dan dorongan bagi perbaikan sarana-prasarana desa demi kesejahteraan warga. 

Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat Tahun 2026, bertempat di Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai - Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci, Minggu (05/07/2026).

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Kenduri Sko berbeda dengan perayaan keagamaan tahunan seperti Idul Fitri karena bersifat berkala setiap lima tahun, sehingga menjadi kesempatan langka untuk menghimpun kembali tradisi yang diwariskan oleh leluhur. "Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali," ujar Gubernur, seraya menekankan pentingnya menjaga dan mempraktikkan adat secara sempurna agar nilai-nilai tersebut terus hidup di tengah masyarakat.

Gubernur Al Haris juga menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur. Tokoh masyarakat dan panitia acara, menyampaikan masalah jembatan dan banjir yang kerap melanda kawasan Tanjung Pauh mudik terutama saat hujan deras dari aliran hulu. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan instansi terkait untuk melakukan kajian segera terhadap potensi dan penyebab banjir, serta merumuskan langkah penanganan, termasuk rehabilitasi saluran dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” lanjutnya.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh yang turut mendukung pelaksanaan Kenduri Sko, serta memberikan ucapan terima kasih atas kerja panitia, termasuk sumbangan dari kalangan pemuda setempat. Ia menyinggung pula figur-figur pemerintahan daerah lama, menyerukan penghargaan terhadap pengalaman para tokoh yang pernah memimpin, dan memberi semangat agar acara adat terus hidup.

"Kita minta balai untuk melihat berapa potensinya, berapa masalahnya di atas itu. Kalau tidak ada dana dari pusat, kami upayakan secara bertahap untuk melakukan penanganan," ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa banjir merupakan persoalan kemanusiaan yang mengancam jiwa, harta benda, dan kelangsungan ekonomi serta pertanian warga. Karena itu, penanganan menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Kenduri Sko, sebuah tradisi turun-temurun yang masih dipraktikkan di beberapa daerah dan  komunitas di Jambi, kembali mendapat sorotan karena perannya dalam melestarikan nilai, kearifan lokal, dan identitas budaya nenek moyang. Untuk itu perlunya bagi kita 

membudayakan dan generasi muda yang mulai melihat pentingnya menjaga warisan tersebut dari kepunahan," sebutnya.

Selain itu Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Tanjung Pauh Mudik atas komitmen menjaga dan mengembangkan tradisi Kenduri Sko secara berkelanjutan. Menurutnya, festival budaya seperti Kenduri Sko memegang peranan penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di tengah arus globalisasi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan dana CSR bank Jambi senilai 25 juta untuk lima desa.

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si menyambut baik upaya pelestarian adat dan budaya yang terus dilakukan oleh masyarakat Tanjung Pauh. "Adat lamu, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaga pusat-pusat adat tersebut agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang," ujar Bupati.

"Saya mencatat dan mengapresiasi rangkaian ungkapan adat yang disampaikan di sini — mulai dari Iyo-iyo, Nek Mamak, Depatai, Kato Rajo, Kato Melimpah, hingga siratat lainnya yang selama ini menjadi peneguh tata adat di desa-desa kita. Melalui momen ini mari kita teguhkan komitmen untuk melestarikan adat-istiadat dan memperkuat solidaritas antarwarga," tambahnya.

"Di sisi lain, tantangan zaman tidak bisa kita abaikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa kemudahan sekaligus ancaman. Kita harus waspada dan mengambil peran aktif mengarahkan anak, cucu, dan keponakan agar memanfaatkan teknologi secara bijak. Saat ini muncul masalah serius seperti maraknya judi online dan peredaran narkotika yang merusak sendi keluarga dan masyarakat, bahkan menyebabkan meningkatnya kasus perceraian. Untuk itu, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, serta keluarga untuk bersama-sama melakukan pengawasan, pendidikan nilai, dan pembinaan generasi muda," lanjutnya.

"Kepada para orang tua, khususnya bagi anak metino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi. Adat nenek moyang kita dulu menekankan ketahanan pangan, banyak pemukiman dekat sumber air dan sawah. Oleh karena itu, mari kita pertahankan dan kembalikan fungsi sawah sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga dan desa," pungkas Bupati.

Pada Kenduri Sko kali ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. beserta Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ners., Wakil Bupati Kerinci beserta Ketua GOW Kabupaten Kerinci., Wakil Wali Kota Sungai Penuh beserta Ketua GOW Kota Sungai Penuh, para OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci para tokoh masyarakat dan para undangan lainnya. (*)

Kenduri Sko 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Gubernur Al Haris dan Bupati Monadi Komitmen Lestarikan Adat dan Atasi Persoalan Daerah

  

Merdekapost.com - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.Si bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si menghadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Minggu (5/7/2026). Tradisi adat yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali itu menjadi momentum memperkuat komitmen pelestarian budaya sekaligus membahas berbagai persoalan strategis daerah, mulai dari ketahanan pangan hingga penanganan banjir.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kerinci, jajaran kepala perangkat daerah, para depati, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari lima desa Tanjung Pauh Mudik.


Ketua Adat Anderson Gelar Depati Anum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci atas perhatian serta dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya yang selama ini tetap dijaga masyarakat secara turun-temurun.


Bupati Kerinci Monadi mengatakan, Kenduri Sko bukan sekadar seremoni adat, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kerinci.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik yang tetap menjaga warisan budaya leluhur. Adat lamo pusako usang merupakan pedoman yang harus terus kita pegang dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Monadi.


Menurutnya, keberadaan adat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. Karena itu, pelestarian adat harus terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Kerinci.


“Melalui Kenduri Sko ini, kita tidak hanya mempertahankan adat istiadat, tetapi juga melestarikan peradaban yang telah dibangun oleh para pendahulu. Mari bersama-sama menjaga agar tetap menjadi kebanggaan generasi yang akan datang,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Monadi juga mengingatkan pentingnya peran pemangku adat, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif, terutama maraknya praktik judi online.


“Saya berharap para depati, ninik mamak, alim ulama, dan seluruh tokoh masyarakat dapat terus memberikan arahan kepada generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perjudian online maupun perilaku yang dapat merusak masa depan mereka,” tegasnya.


Selain itu, Monadi mengajak seluruh masyarakat menjaga kawasan persawahan sebagai aset utama ketahanan pangan Kabupaten Kerinci. Menurutnya, keberlanjutan lahan pertanian harus menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga ketersediaan pangan di masa mendatang.


Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik yang dinilainya sebagai tradisi luhur yang mampu memperkuat persatuan dan menjaga nilai-nilai budaya masyarakat.


Ia juga memberikan penghargaan terhadap tarian penyambutan yang menggambarkan penghormatan kepada para pemangku adat sebagai simbol tingginya nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Menurut Al Haris, pelaksanaan Kenduri Sko yang berlangsung setiap lima tahun sekali harus terus dipertahankan karena menjadi media untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga eksistensi adat di tengah perkembangan zaman.


Menanggapi aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan Tanjung Pauh Mudik, Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan mengawal penanganannya bersama pemerintah pusat.


“Masalah banjir ini merupakan persoalan bersama. Balai dan PUPR akan melihat potensi penanganannya. Kita akan kawal agar dapat dialokasikan melalui pendanaan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” ujarnya.


Pada kesempatan itu, Pemerintah Daerah bersama Bank Jambi juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp25 juta untuk mendukung kegiatan adat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian budaya daerah.


Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali menegaskan bahwa adat istiadat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan daerah yang tetap berpijak pada kearifan lokal. (*)

GEMPAR! Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Anggaran MBG Masuk Pos Pendidikan, Hakim Singgung Nasib Guru yang Masih Bergaji di Bawah UMR

Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis Masuk Pos Pendidikan, Hakim Singgung Nasib Guru yang Masih Bergaji di Bawah UMR.(Ist/ANT)

JAKARTA - Sidang Mahkamah Konstitusi memanas setelah Majelis Hakim melontarkan pertanyaan tajam mengenai dasar konstitusional penempatan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam pos anggaran pendidikan. Sorotan hakim mengarah pada pertanyaan besar: apakah anggaran pendidikan layak digunakan untuk membiayai program yang dinilai sebagai layanan pendukung, sementara kebutuhan utama dunia pendidikan masih belum terpenuhi?

Hakim Konstitusi Arsul Sani secara terbuka mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengalokasikan anggaran di tengah keterbatasan kemampuan fiskal negara. Menurutnya, jika layanan utama pendidikan masih menghadapi banyak kekurangan, maka muncul pertanyaan apakah pembiayaan program yang dikategorikan sebagai layanan sekunder masih sejalan dengan amanat konstitusi.

"Apakah kemudian sebuah program yang statusnya adalah secondary services to education itu dipenuhi, sementara yang primary services itu masih banyak yang belum dipenuhi karena memang kemampuan fiskal Pemerintah itu terbatas? Apakah ini kemudian masih bisa dikatakan konstitusional?" tegas Arsul Sani dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perdebatan di ruang sidang bukan sekadar membahas pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik, melainkan menyangkut persoalan mendasar mengenai arah kebijakan anggaran negara dan kesesuaiannya dengan amanat Undang-Undang Dasar.

Arsul juga menyinggung kondisi kesejahteraan tenaga pendidik yang dinilainya masih memerlukan perhatian serius. Ia mengungkapkan bahwa dalam persidangan terdapat kesaksian mengenai guru, termasuk dari perguruan tinggi negeri terkemuka, yang masih menerima gaji pokok di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Kondisi tersebut, menurutnya, memunculkan pertanyaan mengenai skala prioritas negara dalam memenuhi hak-hak dasar di sektor pendidikan.

"Para guru bersaksi juga, bahkan dari perguruan tinggi negeri terkemuka yang gaji pokoknya masih di bawah UMR. Ketika kita ada pada keadaan seperti itu, dalam konteks pemenuhan hak asasi manusia, mana yang harusnya didahulukan?" ujar Hakim Arsul.

Sidang ini pun membuka perdebatan yang lebih luas mengenai batas penggunaan anggaran pendidikan, apakah dana mandatory spending sebesar 20 persen semestinya diprioritaskan terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan pokok sekolah, kesejahteraan guru, serta layanan pendidikan utama, atau dapat pula digunakan untuk membiayai program pendukung seperti Makan Bergizi Gratis. Pertanyaan tersebut kini menjadi salah satu isu penting yang tengah diuji di hadapan Mahkamah Konstitusi.(Red/Berbagai Sumber)

Gubernur Jambi Letakkan Batu Pertama RSUD Kerinci, Bupati Monadi: Tonggak Baru Pelayanan Kesehatan Dimulai

 

Merdekapost.com - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, Minggu (5/7/2026). Momentum bersejarah ini menjadi penanda dimulainya pembangunan rumah sakit baru yang diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan modern bagi masyarakat Kerinci dan wilayah sekitarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, Ketua DPRD Kerinci Irwandri, SE, MM bersama unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengungkapkan bahwa pembangunan RSUD Kerinci merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai dari proses visitasi kelayakan rumah sakit, penyiapan lahan, hingga koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Monadi mengatakan, keterbatasan kemampuan daerah tidak menyurutkan tekad Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menghadirkan rumah sakit representatif yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras, kolaborasi dan dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD Kabupaten Kerinci, pembangunan RSUD ini akhirnya dapat dimulai. Ini adalah harapan besar masyarakat Kerinci yang hari ini mulai diwujudkan,” ujar Monadi.

Ia menjelaskan, pembangunan RSUD Kerinci dilaksanakan dengan skema single year sehingga diharapkan dapat selesai sesuai target. Pemerintah Kabupaten Kerinci juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan agar nantinya mampu memberikan pelayanan yang optimal ketika rumah sakit mulai beroperasi.

Monadi turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jambi atas dukungan penuh terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Kerinci.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jambi yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan RSUD Kerinci. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Monadi, keberadaan RSUD baru ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan modern. Selain itu, status rumah sakit juga akan meningkat dari Rumah Sakit Tipe D Pratama menjadi Rumah Sakit Tipe C, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.

Ia juga menyampaikan rasa bangga karena dari seluruh Pulau Sumatera hanya terdapat empat rumah sakit yang memperoleh program pembangunan serupa, dan Kabupaten Kerinci menjadi salah satunya.

Ia juga berharap RSUD Kerinci nantinya mampu menjadi rumah sakit rujukan yang tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Kerinci, tetapi juga wilayah sekitarnya sehingga pelayanan kesehatan menjadi semakin efektif dan efisien.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan RSUD Kabupaten Kerinci yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, Al Haris menyatakan siap membantu pemenuhan berbagai kebutuhan rumah sakit, termasuk kekurangan alat kesehatan (alkes) dan ambulans agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga berkomitmen mendukung penguatan SDM kesehatan. Salah satunya dengan membiayai pendidikan dokter umum asal Jambi yang akan melanjutkan pendidikan dokter spesialis, khususnya pada bidang anestesi, bedah, dan paru.

Dengan dukungan pembangunan infrastruktur, kelengkapan fasilitas kesehatan, serta peningkatan kualitas tenaga medis, RSUD Kabupaten Kerinci diharapkan menjadi rumah sakit rujukan modern yang mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat Kerinci maupun daerah sekitarnya.

Momentum peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi bukti kuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju Kerinci yang semakin maju, sehat, dan sejahtera. (*)

Bupati Kerinci dan Gubernur Jambi Hadiri Prosesi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Kerinci

Gubernur Jambi Al Haris (dua kiri) bersama Bupati Kerinci Monadi (dua kanan) saat melihat rancang bangun RSUD Kerinci di Bukit Tengah Kabupaten Kerinci.(Ist)

Peletakan Batu Pertama Pembangun RSUD Kerinci, Upaya Dekatkan Akses Masyarakat

Kerinci, Merdekapost.com - Bupati Kerinci bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri sekaligus mengikuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026).

Pemerintah membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai upaya mendekatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Pembangunan layanan kesehatan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jambi di kawasan Bukit Tengah Kabupaten Kerinci.

"Pembangunan Rumah Sakit Bukit Tengah bisa memperpendek akses layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke luar daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi warga Kerinci," kata Gubernur Jambi Al Haris di Kerinci, Minggu.

Gubernur menjelaskan pembangunan rumah sakit ini merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah, melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan.

LOkasi pembangunan gedung RSUD Kerinci di kawasan Bukit Tengah Siulak Kerinci.(Ist)

Semenjak dimekarkan menjadi dua daerah administratif (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci) pada 2008 lalu, wilayah Kabupaten Kerinci belum memiliki rumah sakit.

Rumah sakit yang sudah ada (RSUD H.A Thalib) secara administrasi masuk ke Kota Sungai Penuh. Atas dasar itu, kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Kerinci sangat mendesak guna mendekatkan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

"Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alat kesehatan," tambahnya.

Al Haris menambahkan RSUD Kerinci dibangun dengan anggaran sebesar Rp137,5 miliar bersumber dari dana APBN, ditambah pengadaan alat kesehatan lebih dari Rp50 miliar.

Pembangunan dilakukan dalam satu tahun anggaran dan ditargetkan selesai pada Desember, sehingga rumah sakit diharapkan dapat beroperasi pada 2027.

RSUD ini nantinya direncanakan memiliki layanan cuci darah (hemodialisis), pusat jantung, dan kemoterapi, sehingga diharapkan warga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah seperti Sumatera Barat atau Kota Jambi.

Ia optimistis setelah fasilitas lengkap dan SDM terpenuhi, pelayanan kesehatan di Kerinci akan memadai dalam memenuhi kebutuhan akses kesehatan masyarakat.

"Untuk ketersediaan dokter spesialis, nanti ada program pendidikan dokter spesialis sebagai jalur untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dokter di daerah," jelasnya.

Bupati Kerinci Monadi menambahkan, rumah sakit ini memiliki lahan seluas 3,5 hektare, nantinya akan dirancang menjadi tipe C.

Bupati mengimbau masyarakat Kabupaten Kerinci untuk ikut menjaga dan mendukung proses pembangunan fasilitas ini agar berjalan lancar.

"Kami juga berterima kasih kepada pimpinan DPRD yang telah mengalokasikan tanah dan pembiayaan, kolaborasi ini sangat menentukan," kata Bupati.

Bupati Kerinci dan Gubernur Jambi saat Menghadiri dan melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Kerinci.(adz)

Bupati Kerinci menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya pembangunan ini. 

Semoga proses pembangunan Rumah sakit yang merupakan impian msyarakat Kerinci ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.

Bersama membangun Kerinci yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.(Adz)

Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako Hipnotis Ribuan Pengunjung pada Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik

Lantunan Syair Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako 'Hipnotis' Ribuan Pengunjung Saat Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik - Kerinci. (Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ribuan pasang mata mendadak terdiam saat lantunan syair Iyo-Iyo Lagu Pusako menggema di arena Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026).

Di bawah langit yang diselimuti awan mendung, puluhan penari melangkah perlahan memasuki arena. Tak ada dentuman musik modern. Yang terdengar justru suara para anak jantan dan anak batino melantunkan syair adat yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.

"Iyo iyo… Depati-Depati kamai… Ninik mamak, Ninik mamak kamai… anak jantie anak batinu…"

Lantunan itu langsung menyelimuti seluruh arena. Para tamu undangan, masyarakat, hingga perantau yang pulang kampung larut dalam suasana khidmat. Syair yang dinyanyikan bukan sekadar pembuka tarian, melainkan bagian dari warisan lisan masyarakat Kerinci yang sarat makna.

Baca Juga: Merinding! Langit nan Kelabu jadi saksi, Pengasungan Sko Menyatukan Ingatan pada Leluhur

Setiap bait mengandung pesan tentang persatuan, musyawarah, penghormatan kepada depati dan ninik mamak, serta nilai-nilai adat yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik.

"Buluk kato mupakat... yang iyo kato iyo lah buluk... yang ijik kato ijik..."

Kalimat-kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa adat dibangun di atas kesepakatan bersama. Bagi masyarakat Tanjung Pauh Mudik, Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar nyanyian, tetapi nasihat yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Baca Juga: Monadi Dianugerahi Gelar Adat 'Depati Sinaro Bumi Sakti' dari Tanah Mendapo Sungai Penuh

Suasana semakin mengharukan ketika seorang penyanyi melanjutkan bait berikutnya.

"Sairing salam merbah, salam yang lalu kami sembah kembali... Iyo Iyo..."

Kemudian disambut syair:

"Tanjung Pauh pinang sebatang, kayo jauh lah datang, kami dekat lah tibo pulo..."

Syair tersebut menjadi ungkapan penghormatan kepada seluruh tamu yang hadir, sekaligus salam hangat bagi para perantau yang kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya untuk mengikuti Kenduri Sko.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Lestarikan Budaya: Dari Tanah Mendapo Sunge Pnoh 4 Gelar Adat Kehormatan Dianugerahkan

Tak sedikit masyarakat yang tampak ikut bersenandung mengikuti lagu tersebut. Sebagian lainnya merekam momen langka itu menggunakan telepon genggam. Namun perhatian mereka tetap tertuju pada para penari yang bergerak selaras dengan irama lagu pusaka.

Bagi masyarakat adat Tanjung Pauh Mudik, Tari Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar pertunjukan seni. Tarian ini merupakan simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus media penyampai pesan adat yang diwariskan secara lisan sejak dahulu.

Melalui syair-syairnya, masyarakat diajak untuk menjaga persatuan, menjunjung tinggi musyawarah, serta menghormati depati dan ninik mamak sebagai pemegang amanah adat.

Tepuk tangan panjang pun bergema ketika pertunjukan berakhir. Suasana haru menyelimuti arena Kenduri Sko. Bukan hanya karena indahnya tarian yang ditampilkan, tetapi karena masyarakat kembali diingatkan bahwa di tengah arus modernisasi, masih ada warisan budaya yang terus hidup dan dijaga dengan penuh kebanggaan.

Di Tanjung Pauh Mudik, Iyo-Iyo Lagu Pusako bukan sekadar lagu. Ia adalah suara sejarah, identitas, dan jati diri masyarakat adat yang hingga kini tetap bergema di setiap pelaksanaan Kenduri Sko.(Adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs